PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS
Kelompok 2
1. AISYAH SENJA MUSTIKA
2. ASTUTI YUNIATI
3. DWITYA ARTHA RIO
MATERI
BENTUK KERJASAMA NEGARA ASEAN
LATAR BELAKANG
Materi ASEAN penting karena peserta didik diharapkan mampu memiliki kemampuan bersosialisasi,
beradaptasi serta mampu memiliki jiwa kompetitif untuk menghadapi persaingan global.
Fakta di
lapangan,
banyak siswa
yang masih
mengalami
kesulitan
dalam materi
ini.
Hasil penelitian Loecita Sandiar dan Dwi Narsih (2019)
Berdasarkan hasil dari pretest materi ASEAN yang diikuti 30 siswa
kelas VI SDN Jatiasih Bekasi tahun 2018/2019 hanya diperoleh 11
siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Perolehan ketuntasan belajar
klasikal sebesar 41,61%
Hasil penelitian Puspita (2022)
Berdasarkan hasil dari pretest materi ASEAN yang diikuti 20 siswa.
Siswa yang tuntas sesuai KKM ada 6 siswa (30%) dan yang belum
tuntas KKM sejumlah 14 siswa dari 20 siswa, hasil ini belum mencapai
KKM yang telah ditetapkan adalah ≥75.
Penelitian yang dilakukan oleh Hawiyah (2014) pada pokok bahasan
ASEAN siswa kelas VI di MI Arrobiatul Adawiyah Kecamatan
Karang Tengah . Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya
perolehan skor ulangan harian materi ASEAN masih rendah, yaitu
berkisar antara 55% sampai dengan 62 % di bawah KKM.
PROBLEMATIKA
Siswa belum dapat menganalisis bentuk kerjasama negara-negara ASEAN di bidang
ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan olahraga. sehingga kompetensi dasar yang
harus dicapai tidak terealisasikan dengan maksimal.
ALTERNATIF SOLUSI
Menerapkan model
pembelajaran JIGSAW
dengan media video
pembelajaran dan
evaluasi pembelajaran
berbentuk quizziz.
Isfa Sofia Martalini (2021) dalam jurnalnya yang berjudul Analisis
Penerapan Berbagai Model Pembelajaran Terhadap Materi Sejarah
ASEAN di SD. Dalam penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
ada 3 model yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan pembelajaran
terkait materi sejarah ASEAN, yaitu Jigsaw, role playing, dan model
pembelajaran berbasis mind mapping lainnya.
Baddarudin (2019) yang menuliskan hasil temuannya dalam jurnal
berjudul Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Peningkatan
Prestasi Belajar PKN materi Organisasi ASEAN. Hasil yang diperoleh
bahwa penerapan model Jigsaw mampu meningkatkan kualitas
pembelajaran dan ketuntasan belajar hingga 100%.
(Syarifuddin dalam Pertiwi et al 2022: 10).
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw adalah model
pembelajaran dengan menggunakan pengelompokkan
atau tim kecil yang terdiri antara 4-8 orang yang
mempunyai latar belakang yang berbeda. Sistem
penilaian dilakukan terhadap kelompok dan setiap
kelompok akan memperoleh penghargaan, jika
kelompok dapat menunjukkan prestasi yang
persyaratkan
PENERAPAN
Langkah-langkah penerapan model pembelajaran Jigsaw pada materi bentuk kerjasama negara-
negara ASEAN di bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan adalah sebagai berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=TFXEczjmoXY
Kelompok ASAL
Kelompok 2 Kelompok 4
Kelompok 1 Kelompok 3
KELOMPOK EKONOMI
https://www.youtube.com/watch?v=ynKbxlkiXf4&t=226s
KELOMPOK POLITIK
https://www.youtube.com/watch?v=TZm_9ufrlok
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
https://www.youtube.com/watch?v=yN6VXUykIk0&t=121s
KELOMPOK PENDIDIKAN
https://www.youtube.com/watch?v=d0VqjReulFw
KELOMPOK OLAHRAGA
https://www.youtube.com/watch?v=Jxbe3HcTWMI
Link Quizziz : https://quizizz.com/join?gc=84746283
SOAL-SOAL
QUIZZIZ
HASIL REKAP QUIZZIZ
Dari 23 siswa,
terdapat 4 (17%)
siswa yang
nilainya kurang
dari KKM (70).
Terdapat 19
(83%) siswa yang
tuntas.
KESIMPULAN
Penerapan model pembelajaran JIGSAW
dengan media Video Pembelajaran dan Evaluasi
berbentuk Quizziz dapat digunakan sebagai
alternatif solusi untuk mengatasi problematika
siswa dalam menganalisis bentuk kerjasama
negara-negara ASEAN di bidang ekonomi,
politik, sosial budaya, pendidikan dan olahraga

PRESENTASI ASEAN.pptx

  • 1.
    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS Kelompok2 1. AISYAH SENJA MUSTIKA 2. ASTUTI YUNIATI 3. DWITYA ARTHA RIO MATERI BENTUK KERJASAMA NEGARA ASEAN
  • 2.
    LATAR BELAKANG Materi ASEANpenting karena peserta didik diharapkan mampu memiliki kemampuan bersosialisasi, beradaptasi serta mampu memiliki jiwa kompetitif untuk menghadapi persaingan global. Fakta di lapangan, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam materi ini. Hasil penelitian Loecita Sandiar dan Dwi Narsih (2019) Berdasarkan hasil dari pretest materi ASEAN yang diikuti 30 siswa kelas VI SDN Jatiasih Bekasi tahun 2018/2019 hanya diperoleh 11 siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Perolehan ketuntasan belajar klasikal sebesar 41,61% Hasil penelitian Puspita (2022) Berdasarkan hasil dari pretest materi ASEAN yang diikuti 20 siswa. Siswa yang tuntas sesuai KKM ada 6 siswa (30%) dan yang belum tuntas KKM sejumlah 14 siswa dari 20 siswa, hasil ini belum mencapai KKM yang telah ditetapkan adalah ≥75. Penelitian yang dilakukan oleh Hawiyah (2014) pada pokok bahasan ASEAN siswa kelas VI di MI Arrobiatul Adawiyah Kecamatan Karang Tengah . Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya perolehan skor ulangan harian materi ASEAN masih rendah, yaitu berkisar antara 55% sampai dengan 62 % di bawah KKM.
  • 3.
    PROBLEMATIKA Siswa belum dapatmenganalisis bentuk kerjasama negara-negara ASEAN di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan olahraga. sehingga kompetensi dasar yang harus dicapai tidak terealisasikan dengan maksimal. ALTERNATIF SOLUSI Menerapkan model pembelajaran JIGSAW dengan media video pembelajaran dan evaluasi pembelajaran berbentuk quizziz. Isfa Sofia Martalini (2021) dalam jurnalnya yang berjudul Analisis Penerapan Berbagai Model Pembelajaran Terhadap Materi Sejarah ASEAN di SD. Dalam penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada 3 model yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan pembelajaran terkait materi sejarah ASEAN, yaitu Jigsaw, role playing, dan model pembelajaran berbasis mind mapping lainnya. Baddarudin (2019) yang menuliskan hasil temuannya dalam jurnal berjudul Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Peningkatan Prestasi Belajar PKN materi Organisasi ASEAN. Hasil yang diperoleh bahwa penerapan model Jigsaw mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan ketuntasan belajar hingga 100%.
  • 4.
    (Syarifuddin dalam Pertiwiet al 2022: 10). Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw adalah model pembelajaran dengan menggunakan pengelompokkan atau tim kecil yang terdiri antara 4-8 orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok dan setiap kelompok akan memperoleh penghargaan, jika kelompok dapat menunjukkan prestasi yang persyaratkan
  • 5.
    PENERAPAN Langkah-langkah penerapan modelpembelajaran Jigsaw pada materi bentuk kerjasama negara- negara ASEAN di bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan adalah sebagai berikut:
  • 6.
  • 8.
    Kelompok ASAL Kelompok 2Kelompok 4 Kelompok 1 Kelompok 3
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 17.
    Link Quizziz :https://quizizz.com/join?gc=84746283
  • 18.
  • 19.
    HASIL REKAP QUIZZIZ Dari23 siswa, terdapat 4 (17%) siswa yang nilainya kurang dari KKM (70). Terdapat 19 (83%) siswa yang tuntas.
  • 20.
    KESIMPULAN Penerapan model pembelajaranJIGSAW dengan media Video Pembelajaran dan Evaluasi berbentuk Quizziz dapat digunakan sebagai alternatif solusi untuk mengatasi problematika siswa dalam menganalisis bentuk kerjasama negara-negara ASEAN di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan olahraga