PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK, LINGKUNGAN KERJA NON
FISIK, DAN KEPEMIMPINAN TRANFORMATIONAL KEPALA
SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU
(Studi pada Guru SMP Negeri 6 Kroya)
.................................................
oleh :
Pendahuluan
Peningkatan kinerja pegawai menjadi sangat
penting dalam perubahan kebijakan
pemerintahan dalam mengembangkan semangat
reformasi untuk memberi ruang gerak serta
peran masyarakat dalam pemerintahan.
Rendahnya kinerja pegawai dalam suatu
organisasi dapat menimbulkan hambatan
organisasi dalam mencapai tujuan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
kinerja pegawai diantaranya : Motivasi,
kepemimpinan, dan lingkungan kerja.
Latar Belakang Masalah
sejahtera. Sebagaimana diketahui
bahwa banyak negara yang tidak
memiliki sumber daya alam yang
melimpah namun dapat mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan
rakyatnya. Hal tersebut dapat terjadi
akibat dari pendidikan yang mereka
miliki mempunyai kualitas yang baik,
sehingga menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Agar
pendidikan dapat berkualitas salah
satu faktor penting yang harus
Lanjutan..
Kinerja guru banyak disangkut pautkan dengan rendahnya mutu pendidikan.
Guru sebagai makhluk sosial juga memerlukan kebutuhan yang lain
untuk dapat bekerja dengan baik. Untuk dapat berpikir serta bekerja secara
maksimal dalam kerjanya, guru sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja
dimana mereka berada serta kepala sekolah yang profesional. Mungkin
dengan guru berada dalam lingkungan kerja yang baik dimana didalamnya
terdapat suatu kondisi yang memacu bekerja dengan baik, mempunyai rasa
tanggung jawab yang tinggi, serta gotong royong yang baik, maka akan dapat
menciptakan suatu kondisi kerja yang baik sehingga akan dapat lebih
meningkatkan kinerja seorang guru untuk bekerja.
Lanjutan..
Kinerja guru merupakan hasil kerja dan kemajuan yang dicapai oleh guru
dalam melaksanakan tugas dan kewajibanya. Kinerja yang baik itu
diantaranya terlihat dari guru yang ingin hadir ke sekolah dan rajin dalam
mengajar, guru mengajar dengan sungguh-sungguh menggunakan rencana
pelajaran, guru mengajar dengan semangat dan senang hati, menggunakan
metode yang bervariasi sesuai dengan materi pelajaran, melakukan evaluasi
pengajaran dan menindak lanjuti hasil evaluasi. Kinerja guru yang tinggi ini
akan banyak memberikan pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan peserta
didik dalam mencapai tingkat kompetensinya.
Rumusan Masalah
Apakah motivasi
intrinsik, lingkungan
kerja non fisik,
kepemimpinan
transformational
berpengaruh
terhadap kinerja guru
di SMP N 6 Kroya?
3.
Apakah
kepemimpinan
transformational
berpengaruh
terhadap Kinerja Guru
di SMP N 6 Kroya?
4.
2.
Apakah Lingkungan
Kerja Non Fisik
berpengaruh
terhadap Kinerja Guru
di SMP N 6 Kroya?
1.
Apakah Motivasi
Intrinsik
berpengaruh
terhadap Kinerja
Guru di SMP negeri
6 Kroya?
Batasan Masalah
3.
indikator yang
digunakan pada
masing-masing
variabel penelitian
yaitu : Kinerja (Y),
Motivasi Intrinsik (X1),
Lingkungan Kerja Non
Fisik (X2),
Kepemimpinan
Transformational (X3)
2.
Variabel yg diteliti
hanya berfokus pada
variabel motivasi
intrinsik, lingkungan
kerja non fisik,
kepemimpinan
transformational
kepala sekolah
1.
Populasi dalam
penelitian ini
adalah semua Guru
di SMP Negeri 6
Kroya.
Kinerja Guru
(Y)
 Mangkunegara (2007) : hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang
diberikan kepadanya.
 Kinerja : hasil kerja seorang pegawai baik secara kualitas
dan kuantitas selama periode tertentu guna mencapai
tujuan organisasi
 Indikator Kinerja Guru menurut Rusman (2012), sebagai
berikut :
1. Perencanaan guru dalam program kegiatan pembelajaran
2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran
3. Penggunaan metode pembelajaran
Motivasi Intrinsik
(X1)
 Shaikh (2012) : perilaku seseorang dilakukan bukan untuk
penghargaan ekstrinsik atau lingkungan tetapi untuk
mencapai kepuasan saat terlibat dalam suatu pekerjaan
atau aktivitas itu sendiri
 Indikator Motivasi Intrinsik menurut Hamzah B. Uno (2008),
sebagai berikut :
1. Adanya tanggung jawab terhadap pekerjaan
2. Memiliki minat terhadap pekerjaan.
3. Adanya kepuasan dalam bekerja
4. Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi
5. Adanya semangat dalam bekerja
Lingkungan Kerja Non Fisik
(X2)
 Sedarmayanti (2011) : Lingkungan kerja non fisik adalah “semua
keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik
hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja,
ataupun hubungan dengan bawahan”
 Indikator Lingkungan Kerja non Fisik, sebagai berikut :
1. Pengawasan
2. Suasana kerja
3. Sistem pemberian imbalan
4. Perlakuan dengan baik, manusiawi.
5. Ada rasa aman
6. Hubungan berlangsung secara serasi
7. Perlakuan secara adil dan objektif
Kepemimpinan Transformational
(X3)
 Ahmad dkk (2014) : kepemimpinan transformational memiliki
hubungan yang signifikan terhadap kinerja. Pemimpin
transformasional selalu melibatkan peran dari bawahan
dengan meningkatkan perasaan yang kuat sehingga mereka
dapat termotivasi dalam bekerja, mengembangkan potensi
diri sehingga menemukan inovasi di dalam menyelesaikan
masalah/kendala, dan menginspirasi bawahan untuk memiliki
tujuan yang akan dicapai dalam bekerja baik itu tujuan pribadi
maupun kelompok/organisasi.
 Indikator Kepemimpinan Transformational, sebagai berikut :
1. Kharisma (Charisma)/pengaruh yang ideal
2. Inspirasi (Inspiration)
3. Rangsangan intelektual (Iintellectual stimulation)
Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
1. Fatuho Waruwu
(2017)
Analisis Tentang Pengaruh Motivasi Instrinsik
Terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Rajawali
dan Stikes
Rajawali Bandung
Independen:
Motivasi Intrinsik
Dependen:
Kinerja
Motivasi intrinsik memiliki pengaruh
terhadap kinerja karyawan di RS Rajawali
dan STIKES Rajawali Bandung dengan
presentase 82,20%. Motivasi intrinsik
yang dimaksud disini adalah motivasi
yang berasal dari dalam diri karyawan itu
sendiri, hasil penelitian menunjukkan
bahwa semakin besar motivasi intrinsik
yang dimiliki karyawan, maka akan
semakin baik kinerja karyawan tersebut.
2. Muchamad Ressa
Farizki (2017)
“Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Non
Fisik terhadap Kinerja pada RSU. Bhakti Rahayu
Surabaya”
Independen:
Lingkungan Kerja
Non Fisik
Dependen:
Kinerja
Hasil yang diperoleh yaitu motivasi kerja
dan lingkungan kerja non fisik
berpengaruh positif signifikanterhadap
kinerja.
3. Andriani, et al. (2018) The Influence of the Transformational Leadership on
Teachers Performance
Independen:
Kepemimpinan
Transformasional
Dependen:
Kinerja
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kepemimpinan transformasional
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja guru
Tujuan Penelitian
 Untuk mengetahui bagaimana motivasi intrinsik
berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.
 Untuk mengatahui bagaimana Lingkungan Kerja non fisikg
berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.
 Untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan
transformational kepala sekolah berpengaruh terhadap
kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.
 Untuk mengetahui motivasi intrinsik, lingkungan kerja non
fisik, kepemimpinan transformational secara bersama-
sama berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6
Kroya
Manfaat Teoritis
Manfaat Penelitian
Manfaat Praktis
Untuk mengembangkan
pengetahuan khususnya
tentang pengaruh motivasi
intrinsik, lingkungan kerja
non fisik, kepemimpinan
transformational kepala
sekolah terhadap kinerja
guru..
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat
memberikan wawasan
pengetahuan secara umum
tentang manajemen sumber
daya manusia terkait
masalah pengaruh motivasi
intrinsik, lingkungan kerja
non fisik, kepemimpinan
transformational kepala
sekolah terhadap kinerja
Model
Empiris
(Y)
Motivasi
Intrinsik
Lingkungan
Kerja Non Fisik
Kepemimpinan
Transformational
Kinerja
Guru
(X3)
(X2)
(X1)
H1
H2
H3
H4
Hipotesis
 Diduga Motivasi Intrinsik berpengaruh positif terhadap
kinerja guru SMP Negeri 6 Kroya.
 Diduga Lingkungan Kerja non Fisik berpengaruh terhadap
kinerja guru SMP Negeri 6 Kroya
 Diduga Kepemimpinan Transformational berpengaruh
terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 kroya.
 Diduga Motivasi Intrinsik, Lingkungan Kerja non Fisik,
Kepemimpinan Transformational secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 kroya.
Hubungan Antar Variabel
Hubungan Lingkungan Kerja Non
Fisik Terhadap Kinerja didukung
oleh Penelitian yg dilakukan
Muchamad Ressa
Farizki (2017)
, yg menunjukan bahwa lingkungan
kerja non fisik berpengaruh
terhadap kinerja pegawai. Artinya
semakin tinggi pengaruh lingkungan
kerja non fisik semakin tinggi tingkat
kinerja pegawai .
Hubungan Kepemimpinan Transformational terhadap Kinerja
didukung oleh Penelitian yg dilakukan Andriani, et al. (2018),
yg menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformational
berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi
pengaruh dari kepemimpinan transformational semakin tinggi
tingkat kinerja pegawai .
Hubungan Motivasi Intrinsik
terhadap Kinerja didukung
oleh Penelitian yg dilakukan
Fatuho Waruwu (2017), yg
menunjukan bahwa motivasi
intrinsik berpengaruh
terhadap kinerja pegawai.
Artinya semakin tinggi
motivasi intrinsik semakin
tinggi tingkat kinerja pegawai .
Metode Penelitian
Objek Penelitian : Objek dalam penelitian ini adlh motivasi intrinsik, lingkungan kerja non
fisik, kepemimpinan transformational.
Subjek Penelitian : Subjek dalam penelitian ini adlh guru SMP Negeri 6 Kroya
Instrumen/alat pengumpulan data : Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang ditujukan
untuk memperoleh jawaban dari responden
Teknik pengumpulan data : studi pustaka, observasi, wawancara, kuisioner
Jenis data : data kuantitatif
Populasi : Guru SMP Negeri 6 Kroya
Teknik pengambilan sampel : teknik sampling jenuh
Analisis Statistika
Analisis Deskriptif
Teknik
Pengumpulan
Data
Analisis deskriptif dilakukan dengan merinci dan menjelaskan
mengenai karakteristik responden dan disajikan dalam bentuk tabel
1. uji validitas dan uji reliabilitas
2. uji asumsi klasik : uji normalitas, uji multikolinieritas, uji
heterokedastisitas
3. uji hipotesis : uji T (parsial), uji F (simultan), uji koefisien
determinasi
4. uji analisis linier berganda
Kuisioner Penelitian
Kuisioner Penelitian
Kuisioner Penelitian
Kuisioner Penelitian
CREDITS: This presentation template was created
by Slidesgo, including icons by Flaticon, and
infographics & images by Freepik
TERIMA
KASIH

PPT Seminar Proposal Skripsi_Manajemen..

  • 1.
    PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK,LINGKUNGAN KERJA NON FISIK, DAN KEPEMIMPINAN TRANFORMATIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU (Studi pada Guru SMP Negeri 6 Kroya) ................................................. oleh :
  • 2.
    Pendahuluan Peningkatan kinerja pegawaimenjadi sangat penting dalam perubahan kebijakan pemerintahan dalam mengembangkan semangat reformasi untuk memberi ruang gerak serta peran masyarakat dalam pemerintahan. Rendahnya kinerja pegawai dalam suatu organisasi dapat menimbulkan hambatan organisasi dalam mencapai tujuan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai diantaranya : Motivasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja.
  • 3.
    Latar Belakang Masalah sejahtera.Sebagaimana diketahui bahwa banyak negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah namun dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari pendidikan yang mereka miliki mempunyai kualitas yang baik, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Agar pendidikan dapat berkualitas salah satu faktor penting yang harus
  • 4.
    Lanjutan.. Kinerja guru banyakdisangkut pautkan dengan rendahnya mutu pendidikan. Guru sebagai makhluk sosial juga memerlukan kebutuhan yang lain untuk dapat bekerja dengan baik. Untuk dapat berpikir serta bekerja secara maksimal dalam kerjanya, guru sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja dimana mereka berada serta kepala sekolah yang profesional. Mungkin dengan guru berada dalam lingkungan kerja yang baik dimana didalamnya terdapat suatu kondisi yang memacu bekerja dengan baik, mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, serta gotong royong yang baik, maka akan dapat menciptakan suatu kondisi kerja yang baik sehingga akan dapat lebih meningkatkan kinerja seorang guru untuk bekerja.
  • 5.
    Lanjutan.. Kinerja guru merupakanhasil kerja dan kemajuan yang dicapai oleh guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibanya. Kinerja yang baik itu diantaranya terlihat dari guru yang ingin hadir ke sekolah dan rajin dalam mengajar, guru mengajar dengan sungguh-sungguh menggunakan rencana pelajaran, guru mengajar dengan semangat dan senang hati, menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan materi pelajaran, melakukan evaluasi pengajaran dan menindak lanjuti hasil evaluasi. Kinerja guru yang tinggi ini akan banyak memberikan pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan peserta didik dalam mencapai tingkat kompetensinya.
  • 6.
    Rumusan Masalah Apakah motivasi intrinsik,lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP N 6 Kroya? 3. Apakah kepemimpinan transformational berpengaruh terhadap Kinerja Guru di SMP N 6 Kroya? 4. 2. Apakah Lingkungan Kerja Non Fisik berpengaruh terhadap Kinerja Guru di SMP N 6 Kroya? 1. Apakah Motivasi Intrinsik berpengaruh terhadap Kinerja Guru di SMP negeri 6 Kroya?
  • 7.
    Batasan Masalah 3. indikator yang digunakanpada masing-masing variabel penelitian yaitu : Kinerja (Y), Motivasi Intrinsik (X1), Lingkungan Kerja Non Fisik (X2), Kepemimpinan Transformational (X3) 2. Variabel yg diteliti hanya berfokus pada variabel motivasi intrinsik, lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational kepala sekolah 1. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Guru di SMP Negeri 6 Kroya.
  • 8.
    Kinerja Guru (Y)  Mangkunegara(2007) : hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya.  Kinerja : hasil kerja seorang pegawai baik secara kualitas dan kuantitas selama periode tertentu guna mencapai tujuan organisasi  Indikator Kinerja Guru menurut Rusman (2012), sebagai berikut : 1. Perencanaan guru dalam program kegiatan pembelajaran 2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran 3. Penggunaan metode pembelajaran
  • 9.
    Motivasi Intrinsik (X1)  Shaikh(2012) : perilaku seseorang dilakukan bukan untuk penghargaan ekstrinsik atau lingkungan tetapi untuk mencapai kepuasan saat terlibat dalam suatu pekerjaan atau aktivitas itu sendiri  Indikator Motivasi Intrinsik menurut Hamzah B. Uno (2008), sebagai berikut : 1. Adanya tanggung jawab terhadap pekerjaan 2. Memiliki minat terhadap pekerjaan. 3. Adanya kepuasan dalam bekerja 4. Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi 5. Adanya semangat dalam bekerja
  • 10.
    Lingkungan Kerja NonFisik (X2)  Sedarmayanti (2011) : Lingkungan kerja non fisik adalah “semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan”  Indikator Lingkungan Kerja non Fisik, sebagai berikut : 1. Pengawasan 2. Suasana kerja 3. Sistem pemberian imbalan 4. Perlakuan dengan baik, manusiawi. 5. Ada rasa aman 6. Hubungan berlangsung secara serasi 7. Perlakuan secara adil dan objektif
  • 11.
    Kepemimpinan Transformational (X3)  Ahmaddkk (2014) : kepemimpinan transformational memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja. Pemimpin transformasional selalu melibatkan peran dari bawahan dengan meningkatkan perasaan yang kuat sehingga mereka dapat termotivasi dalam bekerja, mengembangkan potensi diri sehingga menemukan inovasi di dalam menyelesaikan masalah/kendala, dan menginspirasi bawahan untuk memiliki tujuan yang akan dicapai dalam bekerja baik itu tujuan pribadi maupun kelompok/organisasi.  Indikator Kepemimpinan Transformational, sebagai berikut : 1. Kharisma (Charisma)/pengaruh yang ideal 2. Inspirasi (Inspiration) 3. Rangsangan intelektual (Iintellectual stimulation)
  • 12.
    Penelitian Terdahulu No PenelitiJudul Penelitian Variabel Hasil Penelitian 1. Fatuho Waruwu (2017) Analisis Tentang Pengaruh Motivasi Instrinsik Terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Rajawali dan Stikes Rajawali Bandung Independen: Motivasi Intrinsik Dependen: Kinerja Motivasi intrinsik memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan di RS Rajawali dan STIKES Rajawali Bandung dengan presentase 82,20%. Motivasi intrinsik yang dimaksud disini adalah motivasi yang berasal dari dalam diri karyawan itu sendiri, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar motivasi intrinsik yang dimiliki karyawan, maka akan semakin baik kinerja karyawan tersebut. 2. Muchamad Ressa Farizki (2017) “Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Non Fisik terhadap Kinerja pada RSU. Bhakti Rahayu Surabaya” Independen: Lingkungan Kerja Non Fisik Dependen: Kinerja Hasil yang diperoleh yaitu motivasi kerja dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja. 3. Andriani, et al. (2018) The Influence of the Transformational Leadership on Teachers Performance Independen: Kepemimpinan Transformasional Dependen: Kinerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru
  • 13.
    Tujuan Penelitian  Untukmengetahui bagaimana motivasi intrinsik berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.  Untuk mengatahui bagaimana Lingkungan Kerja non fisikg berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.  Untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan transformational kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya.  Untuk mengetahui motivasi intrinsik, lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational secara bersama- sama berpengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri 6 Kroya
  • 14.
    Manfaat Teoritis Manfaat Penelitian ManfaatPraktis Untuk mengembangkan pengetahuan khususnya tentang pengaruh motivasi intrinsik, lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational kepala sekolah terhadap kinerja guru.. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan secara umum tentang manajemen sumber daya manusia terkait masalah pengaruh motivasi intrinsik, lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational kepala sekolah terhadap kinerja
  • 15.
  • 16.
    Hipotesis  Diduga MotivasiIntrinsik berpengaruh positif terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 Kroya.  Diduga Lingkungan Kerja non Fisik berpengaruh terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 Kroya  Diduga Kepemimpinan Transformational berpengaruh terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 kroya.  Diduga Motivasi Intrinsik, Lingkungan Kerja non Fisik, Kepemimpinan Transformational secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru SMP Negeri 6 kroya.
  • 17.
    Hubungan Antar Variabel HubunganLingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja didukung oleh Penelitian yg dilakukan Muchamad Ressa Farizki (2017) , yg menunjukan bahwa lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi pengaruh lingkungan kerja non fisik semakin tinggi tingkat kinerja pegawai . Hubungan Kepemimpinan Transformational terhadap Kinerja didukung oleh Penelitian yg dilakukan Andriani, et al. (2018), yg menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformational berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi pengaruh dari kepemimpinan transformational semakin tinggi tingkat kinerja pegawai . Hubungan Motivasi Intrinsik terhadap Kinerja didukung oleh Penelitian yg dilakukan Fatuho Waruwu (2017), yg menunjukan bahwa motivasi intrinsik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi motivasi intrinsik semakin tinggi tingkat kinerja pegawai .
  • 18.
    Metode Penelitian Objek Penelitian: Objek dalam penelitian ini adlh motivasi intrinsik, lingkungan kerja non fisik, kepemimpinan transformational. Subjek Penelitian : Subjek dalam penelitian ini adlh guru SMP Negeri 6 Kroya Instrumen/alat pengumpulan data : Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang ditujukan untuk memperoleh jawaban dari responden Teknik pengumpulan data : studi pustaka, observasi, wawancara, kuisioner Jenis data : data kuantitatif Populasi : Guru SMP Negeri 6 Kroya Teknik pengambilan sampel : teknik sampling jenuh
  • 19.
    Analisis Statistika Analisis Deskriptif Teknik Pengumpulan Data Analisisdeskriptif dilakukan dengan merinci dan menjelaskan mengenai karakteristik responden dan disajikan dalam bentuk tabel 1. uji validitas dan uji reliabilitas 2. uji asumsi klasik : uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas 3. uji hipotesis : uji T (parsial), uji F (simultan), uji koefisien determinasi 4. uji analisis linier berganda
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik TERIMA KASIH