NAMA :AGAM PRASETYA GYMNASTIAR
NO BP:2020110027
PERAWATAN DAN PERBAIKAN GEAR COUPLING PADA ROLLER PRESS
CEMENT MILL INDARUNG IV
PT . SEMEN PADANG
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN SARJANA
FAKULTAS TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
Latar
belakang
Tujuan
KP
Manfaat
KP
Batasan
Masalah
Sistematika
Penulisan
LATAR BELAKANG
Roller Press merupakan alat yang secara umum berfungsi sebagai
penghalus terhadap material clinker yang mengalami proses penumbukan
bertekanan tinggi menggunakan dua buah roller yang berputar berlawanan
arah dengan celah tertentu sehingga membentuk retakan awal (incipient crack)
atau terjadinya penguraian partikel clinker dan mempermudah kerja tube mill
agar laju produksi meningkat. Selain itu pada mesin umumnya tak luput dari
permasalahan kerusakan kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi pada roller
press adalah gear coupling dan juga keausan pada gear coupling karena
adanya gesekan dan tekanan pelumasan dari pompa grease kurang bekerja,
maka dari itu kerja praktek kali ini penulis akan membahas tentang
“Perawatan Dan Perbaikan Gear Coupling Pada Roller Press Cement Mill
Indarung IV PT . Semen Padang”
TUJUAN PRAKTEK KERJA
Adalah untuk mengetahui tentang
perawatan dan perbaikan yang dilakukan
pada gear copling roller press.
Tujuan pelaksanaan
kerja praktek
Latar
belakang
Tujuan
KP
Manfaat
KP
Batasan
Masalah
Sistematika
Penulisan
MANFAAT KERJA PRAKTEK
Mengetahui bentuk, fungsi, serta komponen
dari Roller Press.
Adapun manfaat yang dapat
diperoleh dari pelaksanaan
kerja praktek ini adalah:
Dapat berfikir secara logis dan kreatif
dalam suatu permasalahan kerja di dunia
industri
Mengetahui cara mempertahankan kinerja
dari Roller Press.
Latar
belakang
Tujuan
KP
Manfaat
KP
Batasan
Masalah
Sistematika
Penulisan
BATASAN MASALAH
Pembahasan Tujuan dari penulisan laporan
kerja praktek ini untuk mengetahui tentang
perawatan dan perbaikan yang di lakukan pada
gear copling roller press pada cemen mill
indarung IV PT. Semen Padang.
Latar
belakang
Tujuan
KP
Manfaat
KP
Batasan
Masalah
Sistematika
Penulisan
DEFINISI
MAINTENANCE
TUJUAN
MAINTENANCE
FUNGSI
MAINTENANCE
Hipotesis
Penelitian
JENIS – JENIS
PERAWATAN
DEFINISI MAINTENANCE
adalah suatu kegiatan untuk memelihara dan menjaga fasilitas yang ada
serta meperbaiki. Melakukan penyesuaian atau pengantian yang
diperlukan untuk mendapatkan suatu kondisi operasi produksi agar
sesuai dengan perencanaan yang ada.
Aktivitas perawatan sangat diperlukan karena :
1. Setiap peralatan punya umur pengunaan (useful life). Suatu saat
dapat mengalami kegagalan dan kerusakan.
2. Kita dapat mengetahui dengan tepat kapan peralatan akan mengalami
kerusakan
3. Manusia selalu berusaha untuk meningkatkan umur penggunaan
dengan melakukan perawatan (maintenance).
TUJUAN MAINTENANCE
1. Kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi.
2. Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh
produk itu sendiri dan kegiatan produksi tidak terganggu.
3. Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang di luar batas dan
menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama waktu yang ditentukan sesuai
dengan kebijaksanaan perusahaan mengenai investasi tersebut.
4. Untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan
kegiatan maintenance secara efektif dan efisien keseluruhannya.
5. Menghindari kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja.
6. Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu
perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu tingkat
keuntungan atau return of investment yang sebaik mungkin dan total biaya yang rendah.
DEFINISI
MAINTENANCE
TUJUAN
MAINTENANCE
FUNGSI
MAINTENANCE
JENIS JENIS
PERAWATAN
FUNGSI MAINTENANCE
1. Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan
dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang.
2. Pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan
lancar.
3. Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya
kemungkinan kerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama
proses produksi berjalan.
4. Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan
pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula.
5. Dapat dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi
yang digunakan.
6. Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan
baku dapat berjalan normal.
7. Dengan adanya kelancaran penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam
perusahaan, maka pembebanan mesin dan peralatan produksi yang ada semakin baik.
DEFINISI
MAINTENANCE
TUJUAN
MAINTENANCE
FUNGSI
MAINTENANCE
JENIS JENIS
PERAWATAN
JENIS-JENIS PERAWATAN
A. Planned maintenance (perawatan yang terencana)
Adalah kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan
terlebih dahulu. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada rangkaian
proses produksi. Planned maintenance terdiri dari:
B. Predictive maintenance (perawatan prediktif).
Adalah pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi atau petunjuk
bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan
hasil yang tidak layak.
DEFINISI
MAINTENANCE
TUJUAN
MAINTENANCE
FUNGSI
MAINTENANCE
JENIS JENIS
PERAWATAN
DEFINISI ROLLER PRESS
Roller Press merupakan alat yang secara umum berfungsi sebagai penghalus terhadap material clinker
yang mengalami proses penumbukan bertekanan tinggi menggunakan dua buah roller yang berputar
berlawanan arah dengan celah tertentu sehingga membentuk retakan awal (incipient crack) atau
terjadinya penguraian partikel clinker dan mempermudah kerja tube mill agar laju produksi meningkat.
1. Main motor
2. Safety Coupling
3. Gearbox
4. Roller Core
5. Pompa Sirkulasi
6. Gear Coupling
7. Hydraulik system
DEFINISI
MAINTENANCE
TUJUAN
MAINTENANCE
FUNGSI
MAINTENANCE
JENIS JENIS
PERAWATAN
Pengenalan
Gear Coupling
Kerusakan Pada
Gear
SOLUSI
• Coupling ialah suatu alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua shaft guna
menyalurkan suatu gerak (torsi), secara sederhana coupling berfungsi sebagai
power transmission
• Gear coupling ini di pasang di output shaft yang menyambungkan antara shaft
gearbox dengan shaft roller press.
• Dengan material Baja S45C
Pengenalan Gear Coupling
Kerusakan ini terjadi gear coupling
tersebut mengalami keausan. Terlihat
bagian top line gigi gear coupling
mengalami patah.
Sehingga mengakibatkan proses
jalannya roller core dan komponen yang
lain tidak bekerja secara efisien dan bisa
merusak komponen lain seperti gearbox
dan motor. Kerusakan yang terjadi pada
gear coupling tersebut akibat adanya
gesekan terhadap gigi gear coupling.
Kerusakan Terjadi Pada Gear
Coupling Pada Roller Press
Pengenalan
Gear Coupling
Kerusakan Pada
Gear
SOLUSI
Solusi Dari Kerusakan Pada Gear Coupling Pada Roller Press
Gigi gear coupling pada bagian yang rusak dibuang dengan cara di potong bagian yang rusak
tersebut, diganti dengan gigi yang baru dan dilakukan pembentukan gigi dengan
menggunakan mesin scrap untuk mendapatkan hasil yang baik. Atau dengan cara
penambahan bahan pada bagian yang rusak dengan pengelasan, sehingga gigi yang patah
atau top line yang aus di tambah dengan isian las an, kemudian di bentuk dengan mesin
gerinda atau menggunakan mesin scrap.
Pengenalan
Gear Coupling
Kerusakan Pada
Gear
SOLUSI
Kesimpulan
Saran
KESIMPULAN
1. Roller press adalah salah satu alat penunjang yang baik
dalam proses pembuatan semen,yang berperan baik
sebagai mesin untuk menghaluskan clinker dan juga
mempermudah kerja pada tube mill.
2. Terjadinya kerusakan pada gear kopling tersebut akibat
kurangnya pelumasan sehingga mengakibatkan
gesekan dan gear coupling mengalami keausan dan
juga dari beban vibrasi roller core yang tinggi.
Kesimpulan
Saran
SARAN
1. Lakukan pelumasan secara efektif agar mesin pada
roller press tidak mengalami kerusakan
2. Melakukan perawatan secara berkala pada seluruh
komponen roller press untuk menghindari kerusakan
yang fatal.
3. Mencari informasi tentang perkembangan dari roller
press, serta mencari inovasi baru agar kinerja dari
roller press lebih efisien dari pada sebelumnya.

PPT KP AGAM PERAWATAN DAN PERBAIKAN GEAR COUPLING PADA ROLLER PRESS CEMENT MILL

  • 1.
    NAMA :AGAM PRASETYAGYMNASTIAR NO BP:2020110027 PERAWATAN DAN PERBAIKAN GEAR COUPLING PADA ROLLER PRESS CEMENT MILL INDARUNG IV PT . SEMEN PADANG PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN SARJANA FAKULTAS TEKNIK INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
  • 2.
    Latar belakang Tujuan KP Manfaat KP Batasan Masalah Sistematika Penulisan LATAR BELAKANG Roller Pressmerupakan alat yang secara umum berfungsi sebagai penghalus terhadap material clinker yang mengalami proses penumbukan bertekanan tinggi menggunakan dua buah roller yang berputar berlawanan arah dengan celah tertentu sehingga membentuk retakan awal (incipient crack) atau terjadinya penguraian partikel clinker dan mempermudah kerja tube mill agar laju produksi meningkat. Selain itu pada mesin umumnya tak luput dari permasalahan kerusakan kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi pada roller press adalah gear coupling dan juga keausan pada gear coupling karena adanya gesekan dan tekanan pelumasan dari pompa grease kurang bekerja, maka dari itu kerja praktek kali ini penulis akan membahas tentang “Perawatan Dan Perbaikan Gear Coupling Pada Roller Press Cement Mill Indarung IV PT . Semen Padang”
  • 3.
    TUJUAN PRAKTEK KERJA Adalahuntuk mengetahui tentang perawatan dan perbaikan yang dilakukan pada gear copling roller press. Tujuan pelaksanaan kerja praktek Latar belakang Tujuan KP Manfaat KP Batasan Masalah Sistematika Penulisan
  • 4.
    MANFAAT KERJA PRAKTEK Mengetahuibentuk, fungsi, serta komponen dari Roller Press. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah: Dapat berfikir secara logis dan kreatif dalam suatu permasalahan kerja di dunia industri Mengetahui cara mempertahankan kinerja dari Roller Press. Latar belakang Tujuan KP Manfaat KP Batasan Masalah Sistematika Penulisan
  • 5.
    BATASAN MASALAH Pembahasan Tujuandari penulisan laporan kerja praktek ini untuk mengetahui tentang perawatan dan perbaikan yang di lakukan pada gear copling roller press pada cemen mill indarung IV PT. Semen Padang. Latar belakang Tujuan KP Manfaat KP Batasan Masalah Sistematika Penulisan
  • 6.
    DEFINISI MAINTENANCE TUJUAN MAINTENANCE FUNGSI MAINTENANCE Hipotesis Penelitian JENIS – JENIS PERAWATAN DEFINISIMAINTENANCE adalah suatu kegiatan untuk memelihara dan menjaga fasilitas yang ada serta meperbaiki. Melakukan penyesuaian atau pengantian yang diperlukan untuk mendapatkan suatu kondisi operasi produksi agar sesuai dengan perencanaan yang ada. Aktivitas perawatan sangat diperlukan karena : 1. Setiap peralatan punya umur pengunaan (useful life). Suatu saat dapat mengalami kegagalan dan kerusakan. 2. Kita dapat mengetahui dengan tepat kapan peralatan akan mengalami kerusakan 3. Manusia selalu berusaha untuk meningkatkan umur penggunaan dengan melakukan perawatan (maintenance).
  • 7.
    TUJUAN MAINTENANCE 1. Kemampuanproduksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi. 2. Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan produksi tidak terganggu. 3. Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang di luar batas dan menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama waktu yang ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan mengenai investasi tersebut. 4. Untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien keseluruhannya. 5. Menghindari kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja. 6. Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu tingkat keuntungan atau return of investment yang sebaik mungkin dan total biaya yang rendah. DEFINISI MAINTENANCE TUJUAN MAINTENANCE FUNGSI MAINTENANCE JENIS JENIS PERAWATAN
  • 8.
    FUNGSI MAINTENANCE 1. Mesindan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang. 2. Pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar. 3. Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan kerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan. 4. Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula. 5. Dapat dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang digunakan. 6. Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku dapat berjalan normal. 7. Dengan adanya kelancaran penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam perusahaan, maka pembebanan mesin dan peralatan produksi yang ada semakin baik. DEFINISI MAINTENANCE TUJUAN MAINTENANCE FUNGSI MAINTENANCE JENIS JENIS PERAWATAN
  • 9.
    JENIS-JENIS PERAWATAN A. Plannedmaintenance (perawatan yang terencana) Adalah kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada rangkaian proses produksi. Planned maintenance terdiri dari: B. Predictive maintenance (perawatan prediktif). Adalah pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi atau petunjuk bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan hasil yang tidak layak. DEFINISI MAINTENANCE TUJUAN MAINTENANCE FUNGSI MAINTENANCE JENIS JENIS PERAWATAN
  • 10.
    DEFINISI ROLLER PRESS RollerPress merupakan alat yang secara umum berfungsi sebagai penghalus terhadap material clinker yang mengalami proses penumbukan bertekanan tinggi menggunakan dua buah roller yang berputar berlawanan arah dengan celah tertentu sehingga membentuk retakan awal (incipient crack) atau terjadinya penguraian partikel clinker dan mempermudah kerja tube mill agar laju produksi meningkat. 1. Main motor 2. Safety Coupling 3. Gearbox 4. Roller Core 5. Pompa Sirkulasi 6. Gear Coupling 7. Hydraulik system DEFINISI MAINTENANCE TUJUAN MAINTENANCE FUNGSI MAINTENANCE JENIS JENIS PERAWATAN
  • 11.
    Pengenalan Gear Coupling Kerusakan Pada Gear SOLUSI •Coupling ialah suatu alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua shaft guna menyalurkan suatu gerak (torsi), secara sederhana coupling berfungsi sebagai power transmission • Gear coupling ini di pasang di output shaft yang menyambungkan antara shaft gearbox dengan shaft roller press. • Dengan material Baja S45C Pengenalan Gear Coupling
  • 12.
    Kerusakan ini terjadigear coupling tersebut mengalami keausan. Terlihat bagian top line gigi gear coupling mengalami patah. Sehingga mengakibatkan proses jalannya roller core dan komponen yang lain tidak bekerja secara efisien dan bisa merusak komponen lain seperti gearbox dan motor. Kerusakan yang terjadi pada gear coupling tersebut akibat adanya gesekan terhadap gigi gear coupling. Kerusakan Terjadi Pada Gear Coupling Pada Roller Press Pengenalan Gear Coupling Kerusakan Pada Gear SOLUSI
  • 13.
    Solusi Dari KerusakanPada Gear Coupling Pada Roller Press Gigi gear coupling pada bagian yang rusak dibuang dengan cara di potong bagian yang rusak tersebut, diganti dengan gigi yang baru dan dilakukan pembentukan gigi dengan menggunakan mesin scrap untuk mendapatkan hasil yang baik. Atau dengan cara penambahan bahan pada bagian yang rusak dengan pengelasan, sehingga gigi yang patah atau top line yang aus di tambah dengan isian las an, kemudian di bentuk dengan mesin gerinda atau menggunakan mesin scrap. Pengenalan Gear Coupling Kerusakan Pada Gear SOLUSI
  • 14.
    Kesimpulan Saran KESIMPULAN 1. Roller pressadalah salah satu alat penunjang yang baik dalam proses pembuatan semen,yang berperan baik sebagai mesin untuk menghaluskan clinker dan juga mempermudah kerja pada tube mill. 2. Terjadinya kerusakan pada gear kopling tersebut akibat kurangnya pelumasan sehingga mengakibatkan gesekan dan gear coupling mengalami keausan dan juga dari beban vibrasi roller core yang tinggi.
  • 15.
    Kesimpulan Saran SARAN 1. Lakukan pelumasansecara efektif agar mesin pada roller press tidak mengalami kerusakan 2. Melakukan perawatan secara berkala pada seluruh komponen roller press untuk menghindari kerusakan yang fatal. 3. Mencari informasi tentang perkembangan dari roller press, serta mencari inovasi baru agar kinerja dari roller press lebih efisien dari pada sebelumnya.