10 PERUBAHAN PENDIDIKAN
UNTUK MENINGKATKAN SDM
Materi Kuliah Profesi pendidikan
IDENTITY
LEADER
MuhaiminIskandar
MEMBER
• Muh Ali Zainal Abidin
• Sandy Rohmatullah A
• Moh. Mazhud Hasyim
• Mahfud
• Amirul Mukminin
• Faidul mannan
10 PERUBAHAN PENDIDIKAN
UNTUK MENINGKATKAN SDM
10 PERUBAHAN PENDIDIKAN
UNTUK MENINGKATKAN SDM
• Pendidikan Sebagai
proses pemblenguan atau
Pembebasan
• Pendidikan sebagai
Proses Pembodohan atau
pencerdasan
• Pendidikan sebagai
proses perampasan hak-
hak anak atau justru
menjunjung tinggi hak
anak
• Pendidikan menghasilkan
Tindakan kekerasan atau
Tindakan perdamaian
• Pendidikan Membangun
Watak Persatuan
• Pendidikan sebagai
wahana disitegrasi atau
pemersatu bangsa
• Pendidikan menghasilkan
manusia yang otoriter
atau manusia demokratif
• Pendidikan menghasilkan
manusia yang patis
terhadap lingkungan atau
responsif dan peduli
terhadap lingkungan
• Pendidikan hanya terjadi
disekolah atau Dimana
mana
• Pendidikan bukan satu
satunya instrument
pendidikan
PENDIDIKAN SEBAGAI
PROSES PEMBODOHAN
Banyak beranggapan bahwa proses
pembelajaran sebagai proses pembodohan
baik di lingkungan sekolah maupun dalam
kehidupan Masyarakat. Seperti contoh
bahwa pembodohan Masyarakat yang paling
rill dikarenakan biaya Pendidikan mahal
tanpa mereka sadari
PENDIDIKAN MENGHASILKAN TINDAK
KEKERASAN ATAU PERDAMAIAN
Maraknya tawuran pelajar merupakan bukti
bahwa Pendidikan menghasilkan tindak
kekerasan. Konflik tidak berusaha
dipecahkan secara damai dan kreatif,
namun sebaliknya dengan kekerasan.
PENDIDIKAN SEBAGAI
PROSES PEMBODOHAN
Sistem Pendidikan membuat manusia tidak
mandiri, menjadi beban dan bahkan tidak
memiliki jati diri. Pendidikan ini
dapat dikatakan sebagai sistem
Pendidikan tertutup, yang kurang
memberikan kebebasan dan pengalaman
kepada peserta didik untuk berkreasi.
Pendidikan dengan metode seperti ini
adalah tipe Pendidikan yang tertutup
dan tentunya sangat berbanding terbalik
dengan Pendidikan growing.
PENDIDIKAN SEBAGAIPROSES
PERAMPASAN HAK-HAK ANAK
ATAU JUSTRU MENJUNJUNG
TINGGI HAK ANAK
Pendidikan di zaman ini terutama di
negara kita tidak menjunjung tinggi
hak-hak anak-anak atau peserta didik
malah terkesan merampas, hal ini
disebabkan oleh Masyarakat yang
menjadikan sebagai panggung pentas
melainkan bukan sebagai tempat Latihan
maupun laboratorium belajar.
Pendidikan Anak Berwawasan
Integratif
• Kurikulum belum mampu menjadikan anak
memiliki wawasan integratif, yaitu
manusia terdidik yang berilmu dan
berpengetahuan sekaligus beriman.
• Integrasi dari keseluruhan tersebut
membentuk manusia yang seutuhnya tentu
dapat.
• Dimanapun dan kapanpun ia membawa
kesatuan dari manusia terdidik, sebagai
manusia berilmu dan berpengetahuan,
serta sebagai manusia yang beragama.
Dengan tersingkrosisasinya hal-hal
tersebut maka seseorang individu akan
memiliki sikap anti terhadap orang
lainnya bertindak kejahatan
Pendidikan Menghasilkan
Manusia Demokrasi
Pendidikan dinegara kita masih
menggunakan sikap otoriter, baik
manajemen, interaksi, proses,
kedudukan maupun substansinya.
Menciptakan pemimpin dari sikap
otoriter itu sangat mustahil
karena seseorang diciptakan dari
sikap tersebut hanya menganggap
dirinya berkuasa dan yang paling
bener sehingga berhak mengoreksi,
memberi petunjuk, berhak
menyalahkan bawahan,dll.
PENDIDIKAN MEMBANGUN WATAK
PERSATUAN
Perpecahan adalah lawan dari persatuan
melalui adanya konflik yang terjadi
maupun berkembang di masyarakat yang
baik tercipta dari adanya perbedaan-
perbedaan seperti ras, agama, suku
maupun etnis. Pelajaran sejarah juga
sangat penting untuk membentuk
pendekatan mengenai karakteristik bangsa
masih terfokus menjadi pelajaran
hapalan. Pelajaran geografi yang
semestinya mampu membangun kesadaran
dalam memahami karakteristik tanah air,
juga masih menjadi hapalan. Semua proses
pembelajaran belum mampu membangun
sikap dan kesadaran persatuan.
Pendidikan Menghasilkan
Manusia Peduli Lingkungan
Sikap otoriter dalam sistem
pendidikan, menciptakan manusia patuh,
namun disisi lain berakibat anak
menjadi pemberontak, kemudian yang
disalahkan adalah budi pekerti. Anak
menjadi tidak terangsang untuk peduli
lingkungan, karena sumber pendidikan
satu satunya adalah teks. Peserta
didik juga memiliki pengalamannya yang
luas tetapi jarang dipergunakan untuk
sumber belajar. Evaluasi keberhasilan
juga boleh ditentukan oleh ukuran
tekstual, bukan konseptual, sehingga
dijadikan sebagai korban untuk
kurikulum, bukan
Pendidikan bukan satu-
satunya instrumen
pendidikan
Seperti yang sudah tercantum di
undang-undang no. 2 tahun 1989
tentang Sistem Pendidikan Nasional,
pada dasarnya merupakan undang-undang
pendidikan sekolah, bukan sistem
pendidikan nasional.Hal ini
disebabkan undang-undang tersebut
hanya mengatur sistem pendidikan di
sekolah, mulai dari taman kanak-kanak
hingga perguruan tinggi, yang
akibatnya sekolah menjadi gudang
tuntutan semua muatan pendidikan,
sampai akhirnya menjadi rancu.
KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah dipaparkan pada pembahasan di atas maka dapat ditarik
kesimpulan yaitu untuk dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui
pendidikan maka sistem pendidikan harus ada perubahan.Seharusnya pendidikan tidak
bersifat membelen membuat manusia tidak mandiri bahkan tidak memiliki jati
diri.Pendidikan juga masih di rasakan sebagai proses pembodohan terjadi dari praktik
intruksional yang sama, yakni dengan interaksi verbal vertikal. peserta didik juga tidak
mendapatkan hak sebagai seorang siswa karena pendidikan bersifat otoriter peserta
didik juga tidak bisa berkembang dikarenakan terjadi sikap otoriter yang hanya
mengarah pada suatu arah, yaitu arah vertikal dan jarang sekali mengarah pada arah
horizontal. Bahan pembelajaran juga seperti pembelajaran sejarah dan geografi
seharusnya mampu kesadaran dan pendekatan
TERIMAKASIH

PPT KLOMPOK 2 Mata kuliah profesi kependidikan.pptx

  • 2.
    10 PERUBAHAN PENDIDIKAN UNTUKMENINGKATKAN SDM Materi Kuliah Profesi pendidikan
  • 3.
    IDENTITY LEADER MuhaiminIskandar MEMBER • Muh AliZainal Abidin • Sandy Rohmatullah A • Moh. Mazhud Hasyim • Mahfud • Amirul Mukminin • Faidul mannan
  • 4.
  • 5.
    10 PERUBAHAN PENDIDIKAN UNTUKMENINGKATKAN SDM • Pendidikan Sebagai proses pemblenguan atau Pembebasan • Pendidikan sebagai Proses Pembodohan atau pencerdasan • Pendidikan sebagai proses perampasan hak- hak anak atau justru menjunjung tinggi hak anak • Pendidikan menghasilkan Tindakan kekerasan atau Tindakan perdamaian • Pendidikan Membangun Watak Persatuan • Pendidikan sebagai wahana disitegrasi atau pemersatu bangsa • Pendidikan menghasilkan manusia yang otoriter atau manusia demokratif • Pendidikan menghasilkan manusia yang patis terhadap lingkungan atau responsif dan peduli terhadap lingkungan • Pendidikan hanya terjadi disekolah atau Dimana mana • Pendidikan bukan satu satunya instrument pendidikan
  • 6.
    PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PEMBODOHAN Banyakberanggapan bahwa proses pembelajaran sebagai proses pembodohan baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan Masyarakat. Seperti contoh bahwa pembodohan Masyarakat yang paling rill dikarenakan biaya Pendidikan mahal tanpa mereka sadari PENDIDIKAN MENGHASILKAN TINDAK KEKERASAN ATAU PERDAMAIAN Maraknya tawuran pelajar merupakan bukti bahwa Pendidikan menghasilkan tindak kekerasan. Konflik tidak berusaha dipecahkan secara damai dan kreatif, namun sebaliknya dengan kekerasan. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PEMBODOHAN Sistem Pendidikan membuat manusia tidak mandiri, menjadi beban dan bahkan tidak memiliki jati diri. Pendidikan ini dapat dikatakan sebagai sistem Pendidikan tertutup, yang kurang memberikan kebebasan dan pengalaman kepada peserta didik untuk berkreasi. Pendidikan dengan metode seperti ini adalah tipe Pendidikan yang tertutup dan tentunya sangat berbanding terbalik dengan Pendidikan growing. PENDIDIKAN SEBAGAIPROSES PERAMPASAN HAK-HAK ANAK ATAU JUSTRU MENJUNJUNG TINGGI HAK ANAK Pendidikan di zaman ini terutama di negara kita tidak menjunjung tinggi hak-hak anak-anak atau peserta didik malah terkesan merampas, hal ini disebabkan oleh Masyarakat yang menjadikan sebagai panggung pentas melainkan bukan sebagai tempat Latihan maupun laboratorium belajar.
  • 7.
    Pendidikan Anak Berwawasan Integratif •Kurikulum belum mampu menjadikan anak memiliki wawasan integratif, yaitu manusia terdidik yang berilmu dan berpengetahuan sekaligus beriman. • Integrasi dari keseluruhan tersebut membentuk manusia yang seutuhnya tentu dapat. • Dimanapun dan kapanpun ia membawa kesatuan dari manusia terdidik, sebagai manusia berilmu dan berpengetahuan, serta sebagai manusia yang beragama. Dengan tersingkrosisasinya hal-hal tersebut maka seseorang individu akan memiliki sikap anti terhadap orang lainnya bertindak kejahatan Pendidikan Menghasilkan Manusia Demokrasi Pendidikan dinegara kita masih menggunakan sikap otoriter, baik manajemen, interaksi, proses, kedudukan maupun substansinya. Menciptakan pemimpin dari sikap otoriter itu sangat mustahil karena seseorang diciptakan dari sikap tersebut hanya menganggap dirinya berkuasa dan yang paling bener sehingga berhak mengoreksi, memberi petunjuk, berhak menyalahkan bawahan,dll. PENDIDIKAN MEMBANGUN WATAK PERSATUAN Perpecahan adalah lawan dari persatuan melalui adanya konflik yang terjadi maupun berkembang di masyarakat yang baik tercipta dari adanya perbedaan- perbedaan seperti ras, agama, suku maupun etnis. Pelajaran sejarah juga sangat penting untuk membentuk pendekatan mengenai karakteristik bangsa masih terfokus menjadi pelajaran hapalan. Pelajaran geografi yang semestinya mampu membangun kesadaran dalam memahami karakteristik tanah air, juga masih menjadi hapalan. Semua proses pembelajaran belum mampu membangun sikap dan kesadaran persatuan. Pendidikan Menghasilkan Manusia Peduli Lingkungan Sikap otoriter dalam sistem pendidikan, menciptakan manusia patuh, namun disisi lain berakibat anak menjadi pemberontak, kemudian yang disalahkan adalah budi pekerti. Anak menjadi tidak terangsang untuk peduli lingkungan, karena sumber pendidikan satu satunya adalah teks. Peserta didik juga memiliki pengalamannya yang luas tetapi jarang dipergunakan untuk sumber belajar. Evaluasi keberhasilan juga boleh ditentukan oleh ukuran tekstual, bukan konseptual, sehingga dijadikan sebagai korban untuk kurikulum, bukan Pendidikan bukan satu- satunya instrumen pendidikan Seperti yang sudah tercantum di undang-undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada dasarnya merupakan undang-undang pendidikan sekolah, bukan sistem pendidikan nasional.Hal ini disebabkan undang-undang tersebut hanya mengatur sistem pendidikan di sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, yang akibatnya sekolah menjadi gudang tuntutan semua muatan pendidikan, sampai akhirnya menjadi rancu.
  • 8.
    KESIMPULAN Berdasarkan apa yangtelah dipaparkan pada pembahasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu untuk dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan maka sistem pendidikan harus ada perubahan.Seharusnya pendidikan tidak bersifat membelen membuat manusia tidak mandiri bahkan tidak memiliki jati diri.Pendidikan juga masih di rasakan sebagai proses pembodohan terjadi dari praktik intruksional yang sama, yakni dengan interaksi verbal vertikal. peserta didik juga tidak mendapatkan hak sebagai seorang siswa karena pendidikan bersifat otoriter peserta didik juga tidak bisa berkembang dikarenakan terjadi sikap otoriter yang hanya mengarah pada suatu arah, yaitu arah vertikal dan jarang sekali mengarah pada arah horizontal. Bahan pembelajaran juga seperti pembelajaran sejarah dan geografi seharusnya mampu kesadaran dan pendekatan
  • 9.