ADIT TIO SAPUTRA2314201051
INDAH KOMALA DEWI 2314201069
SHINDI KUMALASARI 2314201093
SITI RAHMAH K 2314201094
MAYA MEILANIE 2314201075
CONFIDEALITY DALAM PENGEMBANGAN
Oleh : Kelompok 3
NS Rika Syafitri M,Kep
2.
Latar Belakang
Di eraglobalisasi yang di tandai dengan kemajuan dunia ilmu informasi dan teknologi, memberikan banyak perubahan
dan tekanan dalam segala bidang. Dunia pendidikan yang secara filosofis di pandang sebagai alat atau wadah untuk mencerdaskan
dan membentuk watak manusia agar lebih baik (humanisasi), sekarang sudah mulai bergeser atau disorientasi. Demikian terjadi
salah satunya dikarenakan kurang siapnya pendidikan untuk mengikuti perkembangan zaman yang begitu cepat. Sehingga
pendidikan mendapat krisis dalam hal kepercayaan dari masyarakat, dan lebih ironisnya lagi bahwa pendidikan sekarang sudah
masuk dalam krisis pembentukan karakter (kepribadian) secara baik.
Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa
pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut
konsep pandangan hidupnya.[1] Dalam pengertian sederhana dan umum makna pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk menumbuhkan
dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan
agama.
Kepercayaan diri memegang peranan krusial dalam perkembangan individu, karena menjadi bahan bakar utama bagi kesuksesan dan
kemajuan pribadi. Terutama dalam konteks pendidikan, kepercayaan diri memberdayakan siswa untuk mengoptimalkan potensi mereka dan
mencapai tujuan akademis
3.
Rumusan masalah?
Adapun rumusanmasalah yang terdapat didalam makalah ini yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan dan pembentukan karakter?
2. Bagaimana hubungan pendidikan dengan pembentukan karakter?
3. Bagaimana implementasi pembentukan karakter?
Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian pendidikan dan pembentukan karakter.
2. Untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan pembentukan karakter.
3. Untuk mengetahui implementasi pembentukan karakter.
4.
Apa sih confidealty,
pendidikandan
pembentukan karakter
Kepercayaan diri ( Coonfideality)
adalah keyakinan pada kemampuan dan
kualitas diri sendiri, yang memungkinkan
seseorang menerima diri sendiri serta
memiliki rasa kendali atas hidupnya. Ini
adalah sikap positif yang dapat dipelajari
dan dikembangkan, serta penting untuk
kesehatan mental, karena membantu
seseorang menghadapi tantangan dan
mencapai tujuan.
Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara. Dalam pengertian yang
sederhana dan umum makna pendidikan sebagai
usaha manusia untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi pembawaan
baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-
nilai dan norma-norma yang ada dalam
masyarakat.
pendidikan karakter adalah pendidikan
yang mengedepankan esensi dan
makna terhadap moral dan akhlak
sehingga hal tersebut akan mampu
membentuk pribadi peserta didik yang
baik.
5.
Apa sih HubunganConfideality dengan pembentukan karakter
Membangun
Kepercayaan Diri
(Confidence)
Membentuk
Karakter Etis dan
Bertanggung
Jawab
Memperkuat
Hubungan
Interpersonal
Hubungan Confidealty. Pendidikan dengan Pembentukan Karakter
:
6.
Posisi pendidikan karakterdan pendidikan karakter
Potensi peserta didik yang akan dikembangkan seperti beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
pada hakikatnya dekat dengan makna karakter. Senada dengan sembilan pilar
pendidikan karakter yang telah dilansir oleh Kementrian Pendidikan Nasional
antara lain. (1). Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, (2). Kemandirian dan
Tanggung jawab,
(3). Kejujuran dan Diplomatis, (4). Hormat dan Santun, (5). Dermawan, Suka tolong
menolong, dan Gotong royong, (6). Percaya diri dan Kerja keras, (7).
Kepemimpinan dan Keadilan, (8). Baik dan Rendah hati, dan (9). Toleransi,
Perdamaian, dan Kesatuan.
7.
1 3
2
Implementasi Pendidikandengan Pengembangan Karakter
Sebelum pada implementasi di Indonesia, sebaiknya kita mengetahui hasil Sarasehan
Nasional Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Hal ini yang selanjutnya menghasilkan
sebuah Kesepakatan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
yang dinyatakan sebgai berikut:
Pendidikan budaya dan karakter
bangsa merupakan tanggung jawab
bersama antara pemerintah,
masyarakat, sekolah, dan orang tua
Pendidikan budaya dan
karakter bangsa merupakan
bagian integral yang tidak
terpisahkan dari pendidikan
nasional secara utuh.
Pendidikan budaya dan
karakter bangsa harus
dikembangkan secara
komperhensif sebagai proses
pembudayaan
8.
Pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab yang
pada hakikatnya sangat dekat dengan perannya untuk membentuk
manusia yang berkarakter baik.
Kesimpulan