 Pandangan konservatif didasarkan pada landasan
  hukum kecuratan tradisional, yang memfokuskan
  pada bagaimana pornografi mengkorup nilai-nilai
  moral dan kebaikan orde sosial.
 Ia mengambil posisi bahwa hasrat seksual harus
  dibatasi    dengan     rasionalitas,   interpersonal
  komitmen, dan tanggung jawab, yakni kualitas-
  kualitas yang dilestarikan melalui perkawinan dan
  komitmen kepada keluarga.
 Pornografi adalah penyakit sosial karena ia
  mendorong    hasrat     impersonal   dan    rekreasi
  seks, karena itu merusak hubungan antara laki-laki
  dan perempuan dan melongsorkan perkawinan.
 Pandangan konservatif dapat didasarkan pada
  agama atau teori moral sekular.
 Perspektif feminis arus-utama menolak pandangann moral
  dan religius dari pendekatan konservatif.
 Dalam pandangan ini bukan mengenai pornografi seks
  tetapi tentang kekuasaan
 Beberapa      feminis   membedakan        pornografi dari
  erotika, yang didefinisikan sebagai penggambaran
  perempuan setara dengan laki-laki.
 Akan tetapi, tidak semua feminis suka pembatasan-
  pembatasan terhadap pornografi.
 Dalam pandangan mereka, perempuan dan kelompok
  minoritas mengandalkan kebebasan berbicara untuk
  mempromosikan hak-hak mereka, sehingga mereka telah
  bahu-membahu dengan kaum liberal dan sipil dalam
  libertarians melawan feminisme pro-penyensoran.
pornografi
pornografi
pornografi
pornografi
pornografi

pornografi

  • 5.
     Pandangan konservatifdidasarkan pada landasan hukum kecuratan tradisional, yang memfokuskan pada bagaimana pornografi mengkorup nilai-nilai moral dan kebaikan orde sosial.  Ia mengambil posisi bahwa hasrat seksual harus dibatasi dengan rasionalitas, interpersonal komitmen, dan tanggung jawab, yakni kualitas- kualitas yang dilestarikan melalui perkawinan dan komitmen kepada keluarga.  Pornografi adalah penyakit sosial karena ia mendorong hasrat impersonal dan rekreasi seks, karena itu merusak hubungan antara laki-laki dan perempuan dan melongsorkan perkawinan.  Pandangan konservatif dapat didasarkan pada agama atau teori moral sekular.
  • 6.
     Perspektif feminisarus-utama menolak pandangann moral dan religius dari pendekatan konservatif.  Dalam pandangan ini bukan mengenai pornografi seks tetapi tentang kekuasaan  Beberapa feminis membedakan pornografi dari erotika, yang didefinisikan sebagai penggambaran perempuan setara dengan laki-laki.  Akan tetapi, tidak semua feminis suka pembatasan- pembatasan terhadap pornografi.  Dalam pandangan mereka, perempuan dan kelompok minoritas mengandalkan kebebasan berbicara untuk mempromosikan hak-hak mereka, sehingga mereka telah bahu-membahu dengan kaum liberal dan sipil dalam libertarians melawan feminisme pro-penyensoran.