1. SINONIM
    Artinya kata yang memiliki kesamaan atau
     kemiripan kata.
    Dua kata yang bersinonim secara
     kompenensial pasti memiliki perbedaan.
    Contoh : melihat = memandang = melirik

2. ANTONIM
    Artinya kata yang berlawanan makna.
    Macam-macam kontras makna :
    a. Antonimi biner, adalah kontras makna yang
       beranggotakan dua kata saja.
       contoh : hidup >< mati
b. Kontras nonbiner
     contoh : panas >< dingin
  c. Kontras bergadrasi
     contoh : lebih panas, lebih dingin
  d. Kontras tidak bergadrasi
     contoh : ayah >< ibu, membeli >< menjual
  e. Kontras antipodal
     contoh : utara >< selatan
  f. Kontras direksional
     contoh : pulang >< pergi, ke sana >< ke sini
  g. Kontras relasional
     contoh : memberi >< menerima

3. Hiponimi
    Sejumlah kata yang berhubungan secara
      subordinatif.
    Contoh : melihat =
      memandang, melirik, mengamati, melotot, mengi
      ntip
4. Polisemi
    Yaitu suatu gejala yang menampakkan adanya
     sejumlah kat dalam suatu bahasa yang memiliki
     makna lebih dari satu.
    Kata dikatakan bersifat polisemi, karena :
     a. Adanya pergeseran bidang
        pemakaian, spesialisasi, dan sosial.
        contoh :
        1) Air raksa adalah benda cair. (bid. Kimia)
        2) Cek itu sudah bisa cair. (bid. Perbankan)
     b. Adanya pemakaian kata secara kias, figuratif
         atau konotatif.
         contoh : Daun pintu itu terbuat dari kayu jati.
     c. Adanya penafsiran kembali pasangan
         berhomonim. Contoh : pinang “lamar”, pinang
         “nama pohon dan buahnya”.
     d. Adanya pengaruh bahasa asing.
        Contoh : ranjau (jebakan dari bambu), ranjau
         (sejenis bom)
5. Eufemisme
 5.Eufemisme ungkapan sebagai pengganti kata atau
      Kata atau
     ungkapan ungkapan yang digunakan sebagai
       Kata atau lain yang dirasa tabu, kurang
       pengganti kata atau ungkapan lain yang dirasa
      sopan, kasar, dan porno
    Ditilik kurang sopan, kasar, dan porno.
       tabu,
             dari segi referensinya
     Bentuk eufemisme berdasarkan segi referensinya
     a. Referensi terhadapbenda atau binatang
       a. Referensi terhadap benda atau binatang
         contoh :: kamar kecil (untuk kakus)
          contoh kamar kecil (untuk kakus)
     b. Referensi terhadapbagian tubuh
       b. Referensi terhadap bagian tubuh
         contoh :: burung (untuk kemaulan laki-laki)
          contoh burung (untuk kemaluan laki-laki)
     c. Referensi terhadapprofesi
       c. Referensi terhadap profesi
         contoh : wanitatuna susila, pramunikmat
          contoh wanita tuna susila, pramunikmat
     d. Referensi terhadappenyakit
       d. Referensi terhadap penyakit
          contoh : epilepsi (ayan)
         1. Contoh : ranjau (jebakan dari
       e. Referensi terhadap(sejenis bom)
            bambu), ranjau aktivitas
         contoh : ke belakang (kencing)
      f. Referensi terhadap peristiwa
         contoh : wafat (mati)
      g. Referensi terhadap keadaan
         contoh : kurang waras (bodoh, gila, edan)
 Bentuk eufemisme fungsinya
    a. Alat untuk menghaluskan ucapan
       contoh : salah prosedur (untuk
       penyelewengan)
    b. Alat untuk merahasiakan sesuatu
       contoh : GO (untuk penyakit sipilis)
    c. Alat untuk berdiplomasi
       contoh : diinapkan (untuk ditahan)
    d. Alat pendidikan
       contoh : pipi, eek, maem
    e. Alat penolakan bahaya
       contoh : ular (akar)

6. Honorifik
    Kata yang digunakan untuk menghormat.
    Contoh : menghaturkan, dihaturkan, beliau.

Pilihan kata

  • 1.
    1. SINONIM  Artinya kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan kata.  Dua kata yang bersinonim secara kompenensial pasti memiliki perbedaan.  Contoh : melihat = memandang = melirik 2. ANTONIM  Artinya kata yang berlawanan makna.  Macam-macam kontras makna : a. Antonimi biner, adalah kontras makna yang beranggotakan dua kata saja. contoh : hidup >< mati
  • 2.
    b. Kontras nonbiner contoh : panas >< dingin c. Kontras bergadrasi contoh : lebih panas, lebih dingin d. Kontras tidak bergadrasi contoh : ayah >< ibu, membeli >< menjual e. Kontras antipodal contoh : utara >< selatan f. Kontras direksional contoh : pulang >< pergi, ke sana >< ke sini g. Kontras relasional contoh : memberi >< menerima 3. Hiponimi  Sejumlah kata yang berhubungan secara subordinatif.  Contoh : melihat = memandang, melirik, mengamati, melotot, mengi ntip
  • 3.
    4. Polisemi  Yaitu suatu gejala yang menampakkan adanya sejumlah kat dalam suatu bahasa yang memiliki makna lebih dari satu.  Kata dikatakan bersifat polisemi, karena : a. Adanya pergeseran bidang pemakaian, spesialisasi, dan sosial. contoh : 1) Air raksa adalah benda cair. (bid. Kimia) 2) Cek itu sudah bisa cair. (bid. Perbankan) b. Adanya pemakaian kata secara kias, figuratif atau konotatif. contoh : Daun pintu itu terbuat dari kayu jati. c. Adanya penafsiran kembali pasangan berhomonim. Contoh : pinang “lamar”, pinang “nama pohon dan buahnya”. d. Adanya pengaruh bahasa asing. Contoh : ranjau (jebakan dari bambu), ranjau (sejenis bom)
  • 4.
    5. Eufemisme 5.Eufemismeungkapan sebagai pengganti kata atau Kata atau  ungkapan ungkapan yang digunakan sebagai Kata atau lain yang dirasa tabu, kurang pengganti kata atau ungkapan lain yang dirasa sopan, kasar, dan porno  Ditilik kurang sopan, kasar, dan porno. tabu, dari segi referensinya  Bentuk eufemisme berdasarkan segi referensinya a. Referensi terhadapbenda atau binatang a. Referensi terhadap benda atau binatang contoh :: kamar kecil (untuk kakus) contoh kamar kecil (untuk kakus) b. Referensi terhadapbagian tubuh b. Referensi terhadap bagian tubuh contoh :: burung (untuk kemaulan laki-laki) contoh burung (untuk kemaluan laki-laki) c. Referensi terhadapprofesi c. Referensi terhadap profesi contoh : wanitatuna susila, pramunikmat contoh wanita tuna susila, pramunikmat d. Referensi terhadappenyakit d. Referensi terhadap penyakit contoh : epilepsi (ayan) 1. Contoh : ranjau (jebakan dari e. Referensi terhadap(sejenis bom) bambu), ranjau aktivitas contoh : ke belakang (kencing) f. Referensi terhadap peristiwa contoh : wafat (mati) g. Referensi terhadap keadaan contoh : kurang waras (bodoh, gila, edan)
  • 5.
     Bentuk eufemismefungsinya a. Alat untuk menghaluskan ucapan contoh : salah prosedur (untuk penyelewengan) b. Alat untuk merahasiakan sesuatu contoh : GO (untuk penyakit sipilis) c. Alat untuk berdiplomasi contoh : diinapkan (untuk ditahan) d. Alat pendidikan contoh : pipi, eek, maem e. Alat penolakan bahaya contoh : ular (akar) 6. Honorifik  Kata yang digunakan untuk menghormat.  Contoh : menghaturkan, dihaturkan, beliau.