Oleh : 
Sherly Ekaputri Arnas 
Triana Puti Nendes 
Yusuf Fahlevi
 Waktu : 1808 
 Latar belakang : belanda memaksa untuk 
memonopoli perdagangan di tondano 
 Tempat : sungai temberan 
 Terjadinya pertempuran : Belanda membendung 
sungai temberan , dan org tondano membuat 
rumah apung. Belanda menyerang tapi tetap saja 
org tondano dapat menahannya karena kalah 
belanda pergi blik ke rumah. Lalu, berapa saat 
kemudian, masa panen tiba, dan hasilnya 
berlimpah, secara terpaksa, bekerja sama dengan 
belanda 
 Pejuang : pemimpin kaum yang tidak diketahui 
namanya
Peta terjadinya perang 
tondano I 
Tempat 
terjadinya 
perang 
tondano
 dipimpin : Sarapung dan Korengkeng, 
serta Matulandi, Tewu, Lumngkewas, 
Sepang, Kepel termasuk Lontoh dari 
Tombulu dan Mamahit dari Remboken. 
 Latar belakang : Sumber sengketa waktu 
itu muncul ketika Belanda membutuhkan 
bantuan tenaga pemuda-pernuda 
Minahasa untuk dikirim melawan Inggris 
yang sudah mengancam pulau Jawa dan 
menolak 
 Lokasi : tepi danau tondano 
Akhir : Tondano kalah
Berjalannya perperangan : Pasukan militer Belanda yang lebih kuat 
persenjataannya beberapa kali datang menyerang namun benteng 
pertahanan Tondano ternyata kuat sekali, bahkan Residen Belanda bernama 
Prediger dilaporkan tertembak dunia. la diganti oleh Residen Balfour yang 
mendatangkan bala bantuan lebih besar dengan persenjataan lebih lengkap. 
Awal Agustus 1809 pertahanan utama orang Tondano berhasil dikepung dari arah 
daratan maupun dari arah danau. Pusat kekuatan Tondano di tempat yang 
kemudian dinamakan Minawanua menjadi ajang pertempuran sengit beberapa hari 
lamanya. 
Pada siang tanggal 4 Agustus 1809 pertahanan itu bobol dan pertempuran 
belangsung dari rumah ke rumah. Dini hari tanggal 5 Agustus 1809 pertahanan dan 
perkampunganTondano dibumihanguskan musuh. 
Semua penghuninya mulai dari anggota pasukan perlawanan Tondano hingga 
orang-orang tua perempuan dan anak-anak tidak ada yang tersisa. Semuanya 
tewas terbunuh. Sampai waktu itu, belum pernah ada perlawanan yang seluruh 
warganya dimusnakan musuh, seperti halnya yang terjadi dalam Perang Tondano.
THANK 
YOU 
#jengspada

Perang tondano i & ii

  • 1.
    Oleh : SherlyEkaputri Arnas Triana Puti Nendes Yusuf Fahlevi
  • 2.
     Waktu :1808  Latar belakang : belanda memaksa untuk memonopoli perdagangan di tondano  Tempat : sungai temberan  Terjadinya pertempuran : Belanda membendung sungai temberan , dan org tondano membuat rumah apung. Belanda menyerang tapi tetap saja org tondano dapat menahannya karena kalah belanda pergi blik ke rumah. Lalu, berapa saat kemudian, masa panen tiba, dan hasilnya berlimpah, secara terpaksa, bekerja sama dengan belanda  Pejuang : pemimpin kaum yang tidak diketahui namanya
  • 3.
    Peta terjadinya perang tondano I Tempat terjadinya perang tondano
  • 4.
     dipimpin :Sarapung dan Korengkeng, serta Matulandi, Tewu, Lumngkewas, Sepang, Kepel termasuk Lontoh dari Tombulu dan Mamahit dari Remboken.  Latar belakang : Sumber sengketa waktu itu muncul ketika Belanda membutuhkan bantuan tenaga pemuda-pernuda Minahasa untuk dikirim melawan Inggris yang sudah mengancam pulau Jawa dan menolak  Lokasi : tepi danau tondano Akhir : Tondano kalah
  • 5.
    Berjalannya perperangan :Pasukan militer Belanda yang lebih kuat persenjataannya beberapa kali datang menyerang namun benteng pertahanan Tondano ternyata kuat sekali, bahkan Residen Belanda bernama Prediger dilaporkan tertembak dunia. la diganti oleh Residen Balfour yang mendatangkan bala bantuan lebih besar dengan persenjataan lebih lengkap. Awal Agustus 1809 pertahanan utama orang Tondano berhasil dikepung dari arah daratan maupun dari arah danau. Pusat kekuatan Tondano di tempat yang kemudian dinamakan Minawanua menjadi ajang pertempuran sengit beberapa hari lamanya. Pada siang tanggal 4 Agustus 1809 pertahanan itu bobol dan pertempuran belangsung dari rumah ke rumah. Dini hari tanggal 5 Agustus 1809 pertahanan dan perkampunganTondano dibumihanguskan musuh. Semua penghuninya mulai dari anggota pasukan perlawanan Tondano hingga orang-orang tua perempuan dan anak-anak tidak ada yang tersisa. Semuanya tewas terbunuh. Sampai waktu itu, belum pernah ada perlawanan yang seluruh warganya dimusnakan musuh, seperti halnya yang terjadi dalam Perang Tondano.
  • 6.