KONFIGURASI, PERMASALAHAN, DAN
PERBAIKAN LOAD BALANCING
Nama Sekolah : SMK TERATAI PUTIH JAKARTA
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Tema/Subtema : Mengevaluasi permasalahan load balancing
Kelas / Semester : XII TKJ/ Genap
KOMPETENSI DASAR
3.14. Mengevaluasi load balancing
3.15. Menganalisis permasalahan load balancing
4.14. Mengonfigurasi load balancing
4.15. Memperbaiki konfigurasi load balancing
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa mampu menjelaskan fungsi load balancing
• Siswa mampu menjabarkan tipe load balancing
• Siswa mampu menjelaskan fitur load balancing
• Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis algoritma load balancing
• Siswa mampu menguraikan teknik konfigurasi load balancing
• Siswa mampu menjelaskan permasalahan dalam load balancing
• Siswa mampu melakukan pengecekan dan perbaikan load balancing
Pengertian Load Balancing
Apa itu load balancing? Secara
sederhana, load balancing
adalah sebuah solusi yang
dapat Anda terapkan untuk
menstabilkan server website
Anda yang memiliki lonjakan
traffic. Selain itu, penerapan
load balancing juga dapat
menghindari gangguan server
down ketika traffic ke website
Anda mengalami lonjakan.
GBR. SERVER 01 PUSAT DATACENTER
MACAM-MACAM JENIS SERVER
CONTOH SERVER-01 FACEBOOK
GAMBAR SERVER GOOGLE
SERVER
Pengertian Load Balancing
Load Balance adalah suatu metode untuk
membagi beban suatu server menjadi dua atau
lebih secara seimbang agar server tidak
mengalami kelebihan beban saat menerima
request dari user atau client. Metode ini
digunakan untuk mengoptimalkan sebuah
server agar server tidak mengalami overload
Metode load balancing ini tidak menambah
bandwidth dari sebuah server tetapi hanya membagi
beban server tersebut. Load Balance ini biasa
digunakan pada server yang memiliki jumlah user atau
client yang melebihi kapasitas maksimum dari jumlah
request yang dapat ditangani oleh server tersebut
Pengertian Load Balancing
Manfaat Load Balancing
1. Mengurangi Beban Server
Request data dari client tentu akan membuat
server mengalami overload, bila terjadi overload
server tersebut akan down dan tidak dapat
diakses oleh client. Maka dari itu load balancing
membagi beban request data dari client agar
server berjalan lebih maksimal dalam menangani
request data client.
2. Mempercepat Akses
Bila melakukan load balancing pada web server gyaka website dari web
server tersebut akan lebih cepat diakses dikarenakan beban dari client
ditangani oleh dua atau lebih web server yang menyebabkan akses
tersebut dapat ditangani tanpa mem erlambat kinerja dari server.
Manfaat Load Balancing
Manfaat Load Balancing
3. Redudansi
Jika terdapat 3 web server dan salah satunya mengalami kerusakan
(down) maka 2 web server lain akan tetap menjaga website selalu
berjalan dan dapat di akses oleh client, client tidak akan menyadari
downtime apapun dari website tersebut.
Cara Kerja Load Balancing
•Apa pun bentuknya, load balancer atau
perangkat load balancing akan bekerja dengan
cara mendistribusikan lalu lintas kunjungan ke
dalam beberapa server demi memastikan tidak
ada salah satu server yang mengalami kelebihan
beban. Load balancer akan meminimalkan waktu
respons server secara efektif.
Cara Kerja Load Balancing
•Jika diibaratkan, load balancing memiliki fungsi
yang sama seperti polisi lalu lintas yang memiliki
tugas untuk mencegah kemacetan dan insiden
lalu lintas lainnya. Dengan begitu, load balancer
harus bekerja untuk memastikan arus lalu lintas
jaringan tetap lancar dan dapat memberikan
keamanan pada sistem kerja jaringan tersebut.
Cara Kerja Load Balancing
Secara sederhana, Anda dapat menyederhanakan cara kerja
load balancing sebagai berikut:
• Pengguna meminta akses masuk ke server.
• Load balancer menerima permintaan tersebut dan
mendistribusikan lalu lintas tersebut ke beberapa server.
• Jika salah satu server sudah hampir penuh, load balancer
akan mengalihkan lalu lintas tersebut ke server lain yang
masih tersedia.
• Dengan begitu, tidak akan ada server yang mengalami
kelebihan beban dan membuat website atau aplikasi down.
Cara Kerja Load Balancing
Apa Saja Jenis Load Balancing?
Berdasarkan konfigurasinya, load balancing dapat dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu:
• Hardware Load Balancer
• Software Load Balancer
• Virtual Load Balancer
Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis load balancing
berdasarkan konfigurasinya.
Jenis Load Balancing
1. Hardware Load Balancer
• Load balancer jenis ini merupakan suatu hardware yang dipasang
pada suatu pc/server dan juga software yang diinstal ini perlu
dikonfigurasi terlebih dahulu agar dapat berfungsi. Hardware dari
PC/Server yang digunakan dalam jenis ini akan mempengaruhi kinerja
dari load balancer tersebut. Semakin tinggi hardware yang digunakan
maka kinerjanya software load banker ini semakin tinggi.
1. Hardware Load Balancer
• Hardware Load Balancer merupakan perangkat load balancing yang
berbentuk perangkat keras atau fisik. Load balancer ini dapat
mendistribusikan permintaan lalu lintas jaringan berdasarkan
pengaturan yang diterapkan.
Load balancer ini harus diletakkan bersamaan dengan server di pusat
data lokal karena bentuknya yang fisik. Jumlah load balancer yang
dipasang dapat disesuaikan dengan jumlah lalu lintas tertinggi.
Biasanya, load balancer ini dapat menangani lalu lintas dalam jumlah
besar. Namun, Hardware Load Balancer memiliki harga yang cukup
mahal.
Contoh hardware load balancer
Contoh hardware load
2. Software Load Balancer
• Berkat perkembangan perangkat digital, load balancer sudah memiliki
versi non-fisiknya. Software Load Balancer termasuk ke dalam
perangkat load balancing yang berbentuk perangkat lunak. Artinya,
load balancer ini dapat dipasang secara digital pada server. Terdapat
dua jenis Software Load Balancer, yaitu komersial dan open source.
Jika dibandingkan dengan Hardware Load Balancer, Software Load
Balancer ini harganya relatif lebih murah. Selain itu, load balancer ini
juga lebih fleksibel karena Anda dapat mengubah load balancer ini
sesuai kebutuhan
Jenis Load Balancing
Jenis Load Balancing
2. Software Load Balancer
Load balancer jenis ini merupakan hardware yang telah dibuat hanya
untuk tujuan load balancing dan siap digunakan.
Berikut ini merupakan contoh software load balancer yaitu cisco
system catalys, coyote point, barracuda load balancer.
3. Virtual Load Balancer
Secara sederhana, Virtual Load Balancer adalah gabungan dari
dua jenis perangkat load balancing sebelumnya. Load balancer
ini mengombinasikan kedua jenis load balancer sebelumnya
ke dalam mesin virtual. Anda akan mendapatkan Hardware
Load Balancer yang dipasang sebagai perangkat lunak di
dalam mesin virtual.
Jenis Load Balancing
Algortima Load Balancing
1.Round Robin
Algoritma load balancing paling sederhana yaitu membagi beban secara bergiliran dan
berurutan dari satu server ke server lain.
Metode load balancing yang paling umum dan sering digunakan yaitu Round Robin.
Metode ini bekerja dengan cara menyalurkan lalu lintas jaringan secara berurutan dari satu
server ke server lainnya sehingga menciptakan rotasi pembagian yang stabil.
Sebagai contoh, website Anda memiliki tiga server yaitu: A, B, dan C. Ketika ada
permintaan lalu lintas yang masuk, permintaan tersebut akan masuk ke server A terlebih
dahulu. Permintaan selanjutnya akan masuk ke server B, permintaan setelahnya akan
masuk ke server C, dan prosesnya akan berulang terus.
Algortima Load Balancing
2. Rasio
Algoritma ini membagi beban dengan cara memberi rasio pada setiap
server yang semakin besar rasio maka semakin tinggi server tersebut
menangani beban.
Algortima Load Balancing
3. IP Hash
• IP Hash adalah metode load balancing yang melakukan
pendistribusian lalu lintas jaringan berdasarkan data yang
berhubungan dengan IP (incoming packet) dari pengguna. Sebagai
contoh, data seperti IP destinasi, domain, URL, hingga port number
akan menentukan server mana yang diarahkan oleh load balancer.
Algortima Load Balancing
3. Fastest
Melakukan pembagian beban dengan cara mengutamakan
server-server yang memiliki respon paling cepat. Server ini
yang nanti akan menangani beban saat terdapat request.
Jadi saat server yang sedang melakukan pengambilan data
yang menyebabkan respon server tersebut menjadi lambat
dan request tersebut akan ditangani oleh server lain yang
memiliki respon tercepat.
Algortima Load Balancing
4. Least Connection
• Melakukan pembagian berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang
dilayani oleh server. Server yang paling sedikit melayani koneksi client
maka server tersebut yang akan mengambil request berikutnya dari client
• Metode Least Connection akan mendistribusikan lalu lintas jaringan
berdasarkan server dengan jumlah koneksi yang paling sedikit terlebih
dahulu. Jadi, jika salah satu server memiliki beban koneksi yang lebih besar,
walaupun posisinya lebih di depan, permintaan lalu lintas jaringan akan
dialihkan ke server dengan koneksi yang lebih kecil terlebih dahulu. Hal ini
dapat mencegah terjadinya kelebihan beban pada salah satu server.
5. Least Bandwidth
Dalam metode Least Bandwidth, pendistribusian lalu lintas jaringan
akan dilakukan berdasarkan server dengan jumlah jaringan paling kecil
pada ukuran megabyte per second (Mbps) terlebih dahulu. Jadi, ketika
ada permintaan masuk, lalu lintas jaringan tersebut akan dialihkan
langsung ke server dengan ukuran Mbps paling kecil dibanding yang
lain.
Algortima Load Balancing
6. Least Response Time
• Dapat dikatakan bahwa Least Response Time adalah versi upgrade
dari metode Least Connection. Pada metode ini, distribusi lalu lintas
jaringan dilakukan melalui dua cara, yaitu berdasarkan jumlah koneksi
yang paling kecil dan waktu respons yang paling cepat. Jadi. ketika
ada permintaan masuk, lalu lintas tersebut akan dialihkan ke server
dengan koneksi paling kecil dan respons paling cepat terlebih dahulu
dibandingkan server lainnya.
Algortima Load Balancing
Alasan Menggunakan Load Balancing
• 1. Waktu Respon
Manfaatnya adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat
dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban trafik
web maka akan lebih cepat karena beban tidak hanya pada satu server
saja
Alasan Menggunakan Load Balancing
2. Redudansi
Jika website kita sedang berjalan seimbang di beberapa server dan
salah satu server bermasalah maka kita masih mempunyai server lain.
Proses pengaksesan pun tidak terhambat dan para pengunjung web
pun tidak menyadari bahwa salah satu server sedang mengalami
gangguan.
Apa Saja Kelebihan Load Balancing?
Dengan menerapkan load balancing, Anda
bisa mencegah terjadinya kelebihan beban
pada server. Selain itu, berikut ini adalah
beberapa kelebihan load balancing lainnya
yang perlu Anda ketahui.
Apa Saja Kelebihan Load Balancing?
• 1. Memaksimalkan Performa Server
• Menerapkan load balancing dapat memaksimalkan performa dari
setiap server. Load balancer dapat mempercepat respons server
hingga mencegah terjadinya berbagai macam masalah seperti
kelebihan beban dan down. Selain itu, load balancer juga dapat
membantu membuat jaringan lebih stabil ketika diakses.
Apa Saja Kelebihan Load Balancing?
• 2. Menambah Fleksibilitas Server
• Fleksibilitas dari suatu server akan meningkat ketika administrator
dapat mengelola lalu lintas yang masuk dengan lancar dan teratur.
Load balancer dapat membantu memberikan beban yang merata dan
seimbang setiap server agar permintaan lalu lintas dapat masuk
dengan lancar dan teratur.
Apa Saja Kelebihan Load Balancing?
3. Memudahkan Proses Distribusi Lalu Lintas
• Load balancer dapat memudahkan proses distribusi lalu lintas, jadi
kemungkinan terjadinya down akan makin kecil. Sebagai contoh,
ketika salah satu server tidak dapat menerima permintaan lalu lintas,
load balancer akan mengalihkan permintaan tersebut ke server lain
yang tersedia dan memadai.
.
Apa Saja Kelebihan Load Balancing?
4. Manajemen Kegagalan Server Lebih Efisien
• Penerapan load balancing dapat membantu Anda mengatasi
kegagalan server secara lebih efisien. Load balancer dapat mendeteksi
server yang gagal menerima permintaan, menghentikan lalu lintasnya,
dan mengirimkannya kepada server yang lain. Dengan begitu,
manajemen kegagalan server akan dapat dilakukan secara lebih
efisien.
Kelemahan Load Balancing
Kelemahan
• Menambah biaya karena membutuhkan dua atau lebih server.
• Jika server induk bermasalah maka semua system virtual yang ada
didalamnya tidak bias digunakan
• Penempatan semua data dalam satu server akan menjadi target
serangan virus ataupun seorang hacker

Pengertian Load Balancing.pptx

  • 1.
    KONFIGURASI, PERMASALAHAN, DAN PERBAIKANLOAD BALANCING Nama Sekolah : SMK TERATAI PUTIH JAKARTA Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) Tema/Subtema : Mengevaluasi permasalahan load balancing Kelas / Semester : XII TKJ/ Genap
  • 2.
    KOMPETENSI DASAR 3.14. Mengevaluasiload balancing 3.15. Menganalisis permasalahan load balancing 4.14. Mengonfigurasi load balancing 4.15. Memperbaiki konfigurasi load balancing
  • 3.
    TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswamampu menjelaskan fungsi load balancing • Siswa mampu menjabarkan tipe load balancing • Siswa mampu menjelaskan fitur load balancing • Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis algoritma load balancing • Siswa mampu menguraikan teknik konfigurasi load balancing • Siswa mampu menjelaskan permasalahan dalam load balancing • Siswa mampu melakukan pengecekan dan perbaikan load balancing
  • 4.
    Pengertian Load Balancing Apaitu load balancing? Secara sederhana, load balancing adalah sebuah solusi yang dapat Anda terapkan untuk menstabilkan server website Anda yang memiliki lonjakan traffic. Selain itu, penerapan load balancing juga dapat menghindari gangguan server down ketika traffic ke website Anda mengalami lonjakan. GBR. SERVER 01 PUSAT DATACENTER
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Pengertian Load Balancing LoadBalance adalah suatu metode untuk membagi beban suatu server menjadi dua atau lebih secara seimbang agar server tidak mengalami kelebihan beban saat menerima request dari user atau client. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan sebuah server agar server tidak mengalami overload
  • 10.
    Metode load balancingini tidak menambah bandwidth dari sebuah server tetapi hanya membagi beban server tersebut. Load Balance ini biasa digunakan pada server yang memiliki jumlah user atau client yang melebihi kapasitas maksimum dari jumlah request yang dapat ditangani oleh server tersebut Pengertian Load Balancing
  • 11.
    Manfaat Load Balancing 1.Mengurangi Beban Server Request data dari client tentu akan membuat server mengalami overload, bila terjadi overload server tersebut akan down dan tidak dapat diakses oleh client. Maka dari itu load balancing membagi beban request data dari client agar server berjalan lebih maksimal dalam menangani request data client.
  • 12.
    2. Mempercepat Akses Bilamelakukan load balancing pada web server gyaka website dari web server tersebut akan lebih cepat diakses dikarenakan beban dari client ditangani oleh dua atau lebih web server yang menyebabkan akses tersebut dapat ditangani tanpa mem erlambat kinerja dari server. Manfaat Load Balancing
  • 13.
    Manfaat Load Balancing 3.Redudansi Jika terdapat 3 web server dan salah satunya mengalami kerusakan (down) maka 2 web server lain akan tetap menjaga website selalu berjalan dan dapat di akses oleh client, client tidak akan menyadari downtime apapun dari website tersebut.
  • 14.
    Cara Kerja LoadBalancing •Apa pun bentuknya, load balancer atau perangkat load balancing akan bekerja dengan cara mendistribusikan lalu lintas kunjungan ke dalam beberapa server demi memastikan tidak ada salah satu server yang mengalami kelebihan beban. Load balancer akan meminimalkan waktu respons server secara efektif.
  • 15.
    Cara Kerja LoadBalancing •Jika diibaratkan, load balancing memiliki fungsi yang sama seperti polisi lalu lintas yang memiliki tugas untuk mencegah kemacetan dan insiden lalu lintas lainnya. Dengan begitu, load balancer harus bekerja untuk memastikan arus lalu lintas jaringan tetap lancar dan dapat memberikan keamanan pada sistem kerja jaringan tersebut.
  • 16.
    Cara Kerja LoadBalancing Secara sederhana, Anda dapat menyederhanakan cara kerja load balancing sebagai berikut: • Pengguna meminta akses masuk ke server. • Load balancer menerima permintaan tersebut dan mendistribusikan lalu lintas tersebut ke beberapa server. • Jika salah satu server sudah hampir penuh, load balancer akan mengalihkan lalu lintas tersebut ke server lain yang masih tersedia. • Dengan begitu, tidak akan ada server yang mengalami kelebihan beban dan membuat website atau aplikasi down.
  • 17.
    Cara Kerja LoadBalancing
  • 18.
    Apa Saja JenisLoad Balancing? Berdasarkan konfigurasinya, load balancing dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: • Hardware Load Balancer • Software Load Balancer • Virtual Load Balancer Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis load balancing berdasarkan konfigurasinya.
  • 19.
    Jenis Load Balancing 1.Hardware Load Balancer • Load balancer jenis ini merupakan suatu hardware yang dipasang pada suatu pc/server dan juga software yang diinstal ini perlu dikonfigurasi terlebih dahulu agar dapat berfungsi. Hardware dari PC/Server yang digunakan dalam jenis ini akan mempengaruhi kinerja dari load balancer tersebut. Semakin tinggi hardware yang digunakan maka kinerjanya software load banker ini semakin tinggi.
  • 20.
    1. Hardware LoadBalancer • Hardware Load Balancer merupakan perangkat load balancing yang berbentuk perangkat keras atau fisik. Load balancer ini dapat mendistribusikan permintaan lalu lintas jaringan berdasarkan pengaturan yang diterapkan. Load balancer ini harus diletakkan bersamaan dengan server di pusat data lokal karena bentuknya yang fisik. Jumlah load balancer yang dipasang dapat disesuaikan dengan jumlah lalu lintas tertinggi. Biasanya, load balancer ini dapat menangani lalu lintas dalam jumlah besar. Namun, Hardware Load Balancer memiliki harga yang cukup mahal.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    2. Software LoadBalancer • Berkat perkembangan perangkat digital, load balancer sudah memiliki versi non-fisiknya. Software Load Balancer termasuk ke dalam perangkat load balancing yang berbentuk perangkat lunak. Artinya, load balancer ini dapat dipasang secara digital pada server. Terdapat dua jenis Software Load Balancer, yaitu komersial dan open source. Jika dibandingkan dengan Hardware Load Balancer, Software Load Balancer ini harganya relatif lebih murah. Selain itu, load balancer ini juga lebih fleksibel karena Anda dapat mengubah load balancer ini sesuai kebutuhan Jenis Load Balancing
  • 24.
    Jenis Load Balancing 2.Software Load Balancer Load balancer jenis ini merupakan hardware yang telah dibuat hanya untuk tujuan load balancing dan siap digunakan. Berikut ini merupakan contoh software load balancer yaitu cisco system catalys, coyote point, barracuda load balancer.
  • 25.
    3. Virtual LoadBalancer Secara sederhana, Virtual Load Balancer adalah gabungan dari dua jenis perangkat load balancing sebelumnya. Load balancer ini mengombinasikan kedua jenis load balancer sebelumnya ke dalam mesin virtual. Anda akan mendapatkan Hardware Load Balancer yang dipasang sebagai perangkat lunak di dalam mesin virtual. Jenis Load Balancing
  • 26.
    Algortima Load Balancing 1.RoundRobin Algoritma load balancing paling sederhana yaitu membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lain. Metode load balancing yang paling umum dan sering digunakan yaitu Round Robin. Metode ini bekerja dengan cara menyalurkan lalu lintas jaringan secara berurutan dari satu server ke server lainnya sehingga menciptakan rotasi pembagian yang stabil. Sebagai contoh, website Anda memiliki tiga server yaitu: A, B, dan C. Ketika ada permintaan lalu lintas yang masuk, permintaan tersebut akan masuk ke server A terlebih dahulu. Permintaan selanjutnya akan masuk ke server B, permintaan setelahnya akan masuk ke server C, dan prosesnya akan berulang terus.
  • 27.
    Algortima Load Balancing 2.Rasio Algoritma ini membagi beban dengan cara memberi rasio pada setiap server yang semakin besar rasio maka semakin tinggi server tersebut menangani beban.
  • 28.
    Algortima Load Balancing 3.IP Hash • IP Hash adalah metode load balancing yang melakukan pendistribusian lalu lintas jaringan berdasarkan data yang berhubungan dengan IP (incoming packet) dari pengguna. Sebagai contoh, data seperti IP destinasi, domain, URL, hingga port number akan menentukan server mana yang diarahkan oleh load balancer.
  • 29.
    Algortima Load Balancing 3.Fastest Melakukan pembagian beban dengan cara mengutamakan server-server yang memiliki respon paling cepat. Server ini yang nanti akan menangani beban saat terdapat request. Jadi saat server yang sedang melakukan pengambilan data yang menyebabkan respon server tersebut menjadi lambat dan request tersebut akan ditangani oleh server lain yang memiliki respon tercepat.
  • 30.
    Algortima Load Balancing 4.Least Connection • Melakukan pembagian berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang dilayani oleh server. Server yang paling sedikit melayani koneksi client maka server tersebut yang akan mengambil request berikutnya dari client • Metode Least Connection akan mendistribusikan lalu lintas jaringan berdasarkan server dengan jumlah koneksi yang paling sedikit terlebih dahulu. Jadi, jika salah satu server memiliki beban koneksi yang lebih besar, walaupun posisinya lebih di depan, permintaan lalu lintas jaringan akan dialihkan ke server dengan koneksi yang lebih kecil terlebih dahulu. Hal ini dapat mencegah terjadinya kelebihan beban pada salah satu server.
  • 31.
    5. Least Bandwidth Dalammetode Least Bandwidth, pendistribusian lalu lintas jaringan akan dilakukan berdasarkan server dengan jumlah jaringan paling kecil pada ukuran megabyte per second (Mbps) terlebih dahulu. Jadi, ketika ada permintaan masuk, lalu lintas jaringan tersebut akan dialihkan langsung ke server dengan ukuran Mbps paling kecil dibanding yang lain. Algortima Load Balancing
  • 32.
    6. Least ResponseTime • Dapat dikatakan bahwa Least Response Time adalah versi upgrade dari metode Least Connection. Pada metode ini, distribusi lalu lintas jaringan dilakukan melalui dua cara, yaitu berdasarkan jumlah koneksi yang paling kecil dan waktu respons yang paling cepat. Jadi. ketika ada permintaan masuk, lalu lintas tersebut akan dialihkan ke server dengan koneksi paling kecil dan respons paling cepat terlebih dahulu dibandingkan server lainnya. Algortima Load Balancing
  • 33.
    Alasan Menggunakan LoadBalancing • 1. Waktu Respon Manfaatnya adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban trafik web maka akan lebih cepat karena beban tidak hanya pada satu server saja
  • 34.
    Alasan Menggunakan LoadBalancing 2. Redudansi Jika website kita sedang berjalan seimbang di beberapa server dan salah satu server bermasalah maka kita masih mempunyai server lain. Proses pengaksesan pun tidak terhambat dan para pengunjung web pun tidak menyadari bahwa salah satu server sedang mengalami gangguan.
  • 35.
    Apa Saja KelebihanLoad Balancing? Dengan menerapkan load balancing, Anda bisa mencegah terjadinya kelebihan beban pada server. Selain itu, berikut ini adalah beberapa kelebihan load balancing lainnya yang perlu Anda ketahui.
  • 36.
    Apa Saja KelebihanLoad Balancing? • 1. Memaksimalkan Performa Server • Menerapkan load balancing dapat memaksimalkan performa dari setiap server. Load balancer dapat mempercepat respons server hingga mencegah terjadinya berbagai macam masalah seperti kelebihan beban dan down. Selain itu, load balancer juga dapat membantu membuat jaringan lebih stabil ketika diakses.
  • 37.
    Apa Saja KelebihanLoad Balancing? • 2. Menambah Fleksibilitas Server • Fleksibilitas dari suatu server akan meningkat ketika administrator dapat mengelola lalu lintas yang masuk dengan lancar dan teratur. Load balancer dapat membantu memberikan beban yang merata dan seimbang setiap server agar permintaan lalu lintas dapat masuk dengan lancar dan teratur.
  • 38.
    Apa Saja KelebihanLoad Balancing? 3. Memudahkan Proses Distribusi Lalu Lintas • Load balancer dapat memudahkan proses distribusi lalu lintas, jadi kemungkinan terjadinya down akan makin kecil. Sebagai contoh, ketika salah satu server tidak dapat menerima permintaan lalu lintas, load balancer akan mengalihkan permintaan tersebut ke server lain yang tersedia dan memadai. .
  • 39.
    Apa Saja KelebihanLoad Balancing? 4. Manajemen Kegagalan Server Lebih Efisien • Penerapan load balancing dapat membantu Anda mengatasi kegagalan server secara lebih efisien. Load balancer dapat mendeteksi server yang gagal menerima permintaan, menghentikan lalu lintasnya, dan mengirimkannya kepada server yang lain. Dengan begitu, manajemen kegagalan server akan dapat dilakukan secara lebih efisien.
  • 40.
    Kelemahan Load Balancing Kelemahan •Menambah biaya karena membutuhkan dua atau lebih server. • Jika server induk bermasalah maka semua system virtual yang ada didalamnya tidak bias digunakan • Penempatan semua data dalam satu server akan menjadi target serangan virus ataupun seorang hacker