Oil Analys
Oil Analysis merupakan pengambilan sampel dan analisis laboratorium dari
sifat pelumasan, kontaminan tersuspensi, dan sisa-sisa keausan.
Mendapatkan sampel oli yang representatif sangat penting dalam
implementasi kondisi program monitoring . Kesalahan dalam menentukan
titik pengambilan sampel dapat menghasilkan interpretasi data dan analisis
yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan kondisi aset yang sebenarnya.
Selain konsistensi prosedur dan penggunaan alat sampling, akses yang
memudahkan teknisi dalam pengambilan sampel juga penting untuk
diperhatikan.
Contoh pengambilan Oli
• Oil Analysis merupakan pengambilan sampel dan analisis
laboratorium dari sifat pelumasan, kontaminan tersuspensi, dan
sisa-sisa keausan.
• Mendapatkan sampel oli yang representatif sangat penting dalam
implementasi kondisi program monitoring . Kesalahan dalam
menentukan titik pengambilan sampel dapat menghasilkan
interpretasi data dan analisis yang tidak akurat dan tidak sesuai
dengan kondisi aset yang sebenarnya. Selain konsistensi prosedur
dan penggunaan alat sampling, akses yang memudahkan teknisi
dalam pengambilan sampel juga penting untuk diperhatikan.

Pengambilan Oli Sampling.ppt

  • 1.
    Oil Analys Oil Analysismerupakan pengambilan sampel dan analisis laboratorium dari sifat pelumasan, kontaminan tersuspensi, dan sisa-sisa keausan. Mendapatkan sampel oli yang representatif sangat penting dalam implementasi kondisi program monitoring . Kesalahan dalam menentukan titik pengambilan sampel dapat menghasilkan interpretasi data dan analisis yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan kondisi aset yang sebenarnya. Selain konsistensi prosedur dan penggunaan alat sampling, akses yang memudahkan teknisi dalam pengambilan sampel juga penting untuk diperhatikan.
  • 2.
  • 3.
    • Oil Analysismerupakan pengambilan sampel dan analisis laboratorium dari sifat pelumasan, kontaminan tersuspensi, dan sisa-sisa keausan. • Mendapatkan sampel oli yang representatif sangat penting dalam implementasi kondisi program monitoring . Kesalahan dalam menentukan titik pengambilan sampel dapat menghasilkan interpretasi data dan analisis yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan kondisi aset yang sebenarnya. Selain konsistensi prosedur dan penggunaan alat sampling, akses yang memudahkan teknisi dalam pengambilan sampel juga penting untuk diperhatikan.