PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN
MULTIKULTURAL
kelompok 6
pembelajaran multikultural adalah proses
pendidikan yang dapat membimbing,
membentuk, dan mengondisikan siswa agar
memiliki mental atau karakteristik terbiasa
hidup di tengah-tengah perbedaan yang
sangat kompleks, baik perbedaan ideologi,
perbedaun sosial, perbedaan ekonomi,
maupun perbedaan agama. Dengan
pembelajaran mutikultural para lulusan akan
memiliki sikap kemandirian dalam menyadari
dan menyelesaikan segala masalah
kehidupannya (Suryana, 2015).
SIKAP
PENGETAHUAN
mengembangkan kesadaran dan kepekaan
kultural, toleransi kultural, penghargaan
terhadap identitas kultural, sikap responsif
terhadap budaya, keterampilan untuk
menghindari dan meresolusi konflik
memperoleh pengetahuan tentang
bahasa dan budaya orang lain, dan
kemampuan untuk menganalisis dan
menerjemahkan perilaku kultural,
serta penetahuan tentang kesadaran
perspektif kultural.
memperbaiki distorsi, stereotip, dan
kesalahpahaman tentang kelompok etnik
dalam buku teks dan media pembelajaran;
memberikan berbagai strategi untuk
mengarahkan perbedaan di depan orang,
memberikan alat-alat konseptual untuk
komunikasi antarbudaya; mengembangkan
keterampilan interpersonal; memberikan
teknik-teknik evaluasi; membantu klarifikasi
nilai; menjelaskan dinamika kultural.
1
2
3
PEMBELAJARAN
nilai-nilai kebudayaan yang beragam kompleks dan
terintegrasi, proses pembelajaran harus menggunakan
multidisipliner, seperti filsafat, sosiologi, antropologi,
biologi, psikologi, komunikasi.
Keanekaragaman budaya yang ada di
masyarakat harus dijadikan dasar pengayaan
dalam pembelajaran
ada beberapa peran pennting guru dalam
penerapan
Memberikan terobosan baru
pembelajaran
1
2
3
4
Menerapkan pendekatan dan
strategi pembelajaran
membantu guru dalam
mengelola proses
pembelajaran
penyelesaian dan mengelola konflik
yang bernuansa SARA yang timbul di
masyarakat
DIMENSI INTEGRASI ISI /MATERI
(CONTENT INTEGRATION)
DIMENSI PEMBERDAYAAN BUDAYA
SEKOLAH DAN STRUKTUR SOSIAL
(EMPOWERING SCHOOL CULTURE
AND SOCIAL STRUCTURE).
DIMENSI KONSTRUKSI
PENGETAHUAN
(KNOWLEDGE CONSTRUCTION).
DIMENSI PENGURANGAN
PRASANGKA
(PREJUDICE RUDUCTION).
DIMENSI PENDIDIKAN YANG
SAMA/ADIL (EQUITABLE PEDAGOGY).
MELAKUKAN ANALISIS FAKTOR
POTENSIAL BERNUANSA
MULTIKULTURAL
MENETAPKAN STRATEGI
PEMBELAJARAN BERKADAR
MULTIKULTURAL
• PENDEKATAN KONTRIBUSI
• THE TRANSFORMATION APPROACH
(PENDEKATAN TRANSFORMASI)
• THE ADDITIVE APPROACH
(PENDEKATAN ADITIF)
• THE SOCIAL ACTION APPROACH
(PENDEKATAN SOSIAL AKSI)
Dimensi pembelajaran berbasis multikultural mencakup konten, proses,
konteks, evaluasi, dan tujuan pembelajaran yang semuanya dirancang
untuk mencerminkan dan menghargai berbagai budaya. Langkah-
langkah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis multikultural
melibatkan pengembangan kurikulum inklusif, pelatihan guru,
penggunaan metode pengajaran yang beragam, penciptaan lingkungan
kelas yang inklusif, kolaborasi dengan komunitas, dan evaluasi serta
refleksi berkelanjutan.
Dengan menerapkan pendekatan ini, pendidikan dapat berkontribusi
pada pembentukan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan harmonis, di
mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang
sama untuk berhasil.

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL.pptx

  • 1.
  • 2.
    pembelajaran multikultural adalahproses pendidikan yang dapat membimbing, membentuk, dan mengondisikan siswa agar memiliki mental atau karakteristik terbiasa hidup di tengah-tengah perbedaan yang sangat kompleks, baik perbedaan ideologi, perbedaun sosial, perbedaan ekonomi, maupun perbedaan agama. Dengan pembelajaran mutikultural para lulusan akan memiliki sikap kemandirian dalam menyadari dan menyelesaikan segala masalah kehidupannya (Suryana, 2015).
  • 3.
    SIKAP PENGETAHUAN mengembangkan kesadaran dankepekaan kultural, toleransi kultural, penghargaan terhadap identitas kultural, sikap responsif terhadap budaya, keterampilan untuk menghindari dan meresolusi konflik memperoleh pengetahuan tentang bahasa dan budaya orang lain, dan kemampuan untuk menganalisis dan menerjemahkan perilaku kultural, serta penetahuan tentang kesadaran perspektif kultural. memperbaiki distorsi, stereotip, dan kesalahpahaman tentang kelompok etnik dalam buku teks dan media pembelajaran; memberikan berbagai strategi untuk mengarahkan perbedaan di depan orang, memberikan alat-alat konseptual untuk komunikasi antarbudaya; mengembangkan keterampilan interpersonal; memberikan teknik-teknik evaluasi; membantu klarifikasi nilai; menjelaskan dinamika kultural. 1 2 3 PEMBELAJARAN
  • 4.
    nilai-nilai kebudayaan yangberagam kompleks dan terintegrasi, proses pembelajaran harus menggunakan multidisipliner, seperti filsafat, sosiologi, antropologi, biologi, psikologi, komunikasi. Keanekaragaman budaya yang ada di masyarakat harus dijadikan dasar pengayaan dalam pembelajaran ada beberapa peran pennting guru dalam penerapan
  • 5.
    Memberikan terobosan baru pembelajaran 1 2 3 4 Menerapkanpendekatan dan strategi pembelajaran membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran penyelesaian dan mengelola konflik yang bernuansa SARA yang timbul di masyarakat
  • 6.
    DIMENSI INTEGRASI ISI/MATERI (CONTENT INTEGRATION) DIMENSI PEMBERDAYAAN BUDAYA SEKOLAH DAN STRUKTUR SOSIAL (EMPOWERING SCHOOL CULTURE AND SOCIAL STRUCTURE). DIMENSI KONSTRUKSI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE CONSTRUCTION). DIMENSI PENGURANGAN PRASANGKA (PREJUDICE RUDUCTION). DIMENSI PENDIDIKAN YANG SAMA/ADIL (EQUITABLE PEDAGOGY).
  • 7.
    MELAKUKAN ANALISIS FAKTOR POTENSIALBERNUANSA MULTIKULTURAL MENETAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERKADAR MULTIKULTURAL
  • 8.
    • PENDEKATAN KONTRIBUSI •THE TRANSFORMATION APPROACH (PENDEKATAN TRANSFORMASI) • THE ADDITIVE APPROACH (PENDEKATAN ADITIF) • THE SOCIAL ACTION APPROACH (PENDEKATAN SOSIAL AKSI)
  • 9.
    Dimensi pembelajaran berbasismultikultural mencakup konten, proses, konteks, evaluasi, dan tujuan pembelajaran yang semuanya dirancang untuk mencerminkan dan menghargai berbagai budaya. Langkah- langkah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis multikultural melibatkan pengembangan kurikulum inklusif, pelatihan guru, penggunaan metode pengajaran yang beragam, penciptaan lingkungan kelas yang inklusif, kolaborasi dengan komunitas, dan evaluasi serta refleksi berkelanjutan. Dengan menerapkan pendekatan ini, pendidikan dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.