PENDIDIKAN MULTI
KULTURAL
Bambang Trisoelo
Konsep multikultural
Pentingnya
pembelajaran
multikultural
Peran pendidik
dalam pembelajaran
multikultural
Aplikasi pendidikan
multikultural
BAHASAN POKOK MATERI
a. Konsep multikultural
agama ras suku budaya
adat
istiadat
bagian dari komitmen untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang
lebih toleran dan dapat menerima dan memberi di dalam perbedaan
budaya, demokratis dalam perikehidupannya, mampu menegakkan
keadilan dan hukum, memiliki kebangsaan diri baik secara individual
maupun kolektif serta mendasarkan diri pada kehidupan beragama
dalam pergaulannya
pendidikan memiliki peran
signifikan guna
membangun masyarakat
multikultural
masyarakat multikultural
dengan segala
karakternya memiliki
potensi untuk
mensukseskan fungsi dan
peran pendidikan
ketidakadilan
kemiskinan
penindasan
keter belakangan
Subjeck Konsep Multi Kultural
Pendidikan multikultural yang mulai berkembang di Indonesia lebih
diarahkan agar semua entitas bangsa dapat masuk kedalam
lembaga yang disebut pendidikan, tanpa memandang miskin, kaya,
priyayi, santri, dan seterusnya (Beni Setiawan, 2006)
kemanusiaan
kebersamaan
kesejahteraan
profesional
Orientasi yang dibangun dan diperhatikan
Anti-hegemoni
1. dapat meningkatkan empati terhadap sesama dan
mengurangi prasangka
2. mengantisipasi terjadinya konflik yang disebabkan adanya
perbedaan ras, suku, budaya, dan jenis kelamin,
3. mengedepankan proses interaksi sosial diantara peserta didik,
4. model pembelajaran multikultural membantu guru dalam
mengelola proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan
efektif, terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam
membangun kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi
dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk
Pentingnya pembelajaran multikultural
5. memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dalam
penyelesaian dan mengelola konflik bernuansa SARA yang
timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan
mengurangi prasangka.
sebuah proses pembelajaran yang dapat membimbing,
membentuk dan mengkondisikan siswa agar memiliki mental
atau karakteristik terbiasa hidup ditengah-tengah perbedaan
yang sangat kompleks, baik perbedaan ideologi, perbedaan
sosial, perbedaan ekonomi dan perbedaan agama.
Peran pendidik dalam pembelajaran
multikultural
Dengan pembelajaran mutikultural para lulusan akan dapat
memiliki sikap kemandirian dalam menyadari dan menyelesaikan
segala problem kehidupannya, melalui berbagai macam cara dan
strategi pendidikan serta mengimplementasikanya yang
mempunyai visi dan misi yang selalu menegakkan dan
menghargai pluralisme, demokrasi dan humanisme.
Karena itu, peran pendidik dalam proses pembelajaran
multikultural antara lain:
1) Pendidik berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk
membentuk manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafah
negara. Pendidik harus mengabdikan dirinya secara ikhlas untuk
menuntun dan mengantarkan anak didik seutuhnya, baik jasmani
maupun rohani, baik fisik maupun mental agar menjadi insan
pembangunan yang menghayati dan mengamalkan serta
melaksanakan berbagai aktivitasnya dengan mendasarkan pada
falsafah negara.
2) Pendidik memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan
kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
Berkaitan dengan item ini, maka pendidik harus mampu mendesain
program pengajaran sesuai dengan keadaan keadaan dan
kebutuhan setiap diri anak didik. Yang lebih penting lagi pendidik
harus menerapkan kurikulum secara benar, sesuai dengan
kebutuhan masing-masing anak didik.
Dalam proses pembelajaran, pendidik/pendidik adalah sebagai
fasilitator, motivator, dinamisator dan mediator segala elemen dalam
pembelajaran yang memiliki tugas dan kewenangan memberi falisitas,
memotivasi, memidiasi segala faktor agar setiap peserta didik/siswa
memiliki kesempatan yang baik dalam melakukan proses pembelajaran.
3) Pendidik mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh
informasi tentang anak didik. Dalam kaitan belajar mengajar,
pendidik perlu mengadakan komunikasi dan hubungan baik
dengan anak didik. Hal ini terutama agar pendidik mendapatkan
informasi secara lengkap mengenai diri anak didik. Dengan
mengetahui keadaan dan karakteristik anak didik ini, maka akan
sangat membantu bagi pendidik dan siswa dalam upaya
menciptakan proses belajar mengajar yang optimal.
Dalam proses pembelajaran anak usia dini, penerapan
pendidikan multikultural dilaksanakan dalan bentuk:
Aplikasi pendidikan multikultural
1) Misalnya dengan tidak membedakan perilaku atau meng’anak
emas’kan anak tertentu karena dari suku yang sama
2) Tidak melabel anak secara negative hanya karena ia berasal
dari suku/agama tertentu
3) Cerita yang dibacakan bisa bervariasi, menceritakan anak dari
beragam budaya
4) Lagu yang dinyanyikan bisa berasal dari beragam budaya
5) Untuk anak usia 4-6 tahun yang sudah bisa bermain
kelompok, bisa dicampur kelompoknya, tidak berdasarkan
suku/agama/gender tertentu.
Cara bagaimana anak toleransi terhadap perbedaan yang ada,
yaitu dengan:
1) Misalnya melalui membacakan cerita tentang anak yang
dijauhi karena ia berbeda secara fisik (contoh: pindahan dari
Ambon-kulit hitam rambut keriting). Apa akibatnya? Bagaimana
perasaannya? Boleh tidak memilihmiih teman?
2) Selalu menekankan bahwa tiap orang unik, ada lebih ada
kurangnya, ada persamaan dan perbedaan dengan kita. Tidak
ada yang lebih baik dari yang lain.
MultiKultural.pptx
MultiKultural.pptx

MultiKultural.pptx

  • 1.
  • 2.
    Konsep multikultural Pentingnya pembelajaran multikultural Peran pendidik dalampembelajaran multikultural Aplikasi pendidikan multikultural BAHASAN POKOK MATERI
  • 3.
    a. Konsep multikultural agamaras suku budaya adat istiadat bagian dari komitmen untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih toleran dan dapat menerima dan memberi di dalam perbedaan budaya, demokratis dalam perikehidupannya, mampu menegakkan keadilan dan hukum, memiliki kebangsaan diri baik secara individual maupun kolektif serta mendasarkan diri pada kehidupan beragama dalam pergaulannya
  • 4.
    pendidikan memiliki peran signifikanguna membangun masyarakat multikultural masyarakat multikultural dengan segala karakternya memiliki potensi untuk mensukseskan fungsi dan peran pendidikan
  • 5.
    ketidakadilan kemiskinan penindasan keter belakangan Subjeck KonsepMulti Kultural Pendidikan multikultural yang mulai berkembang di Indonesia lebih diarahkan agar semua entitas bangsa dapat masuk kedalam lembaga yang disebut pendidikan, tanpa memandang miskin, kaya, priyayi, santri, dan seterusnya (Beni Setiawan, 2006)
  • 6.
  • 7.
    1. dapat meningkatkanempati terhadap sesama dan mengurangi prasangka 2. mengantisipasi terjadinya konflik yang disebabkan adanya perbedaan ras, suku, budaya, dan jenis kelamin, 3. mengedepankan proses interaksi sosial diantara peserta didik, 4. model pembelajaran multikultural membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif, terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk Pentingnya pembelajaran multikultural 5. memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dalam penyelesaian dan mengelola konflik bernuansa SARA yang timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.
  • 8.
    sebuah proses pembelajaranyang dapat membimbing, membentuk dan mengkondisikan siswa agar memiliki mental atau karakteristik terbiasa hidup ditengah-tengah perbedaan yang sangat kompleks, baik perbedaan ideologi, perbedaan sosial, perbedaan ekonomi dan perbedaan agama. Peran pendidik dalam pembelajaran multikultural Dengan pembelajaran mutikultural para lulusan akan dapat memiliki sikap kemandirian dalam menyadari dan menyelesaikan segala problem kehidupannya, melalui berbagai macam cara dan strategi pendidikan serta mengimplementasikanya yang mempunyai visi dan misi yang selalu menegakkan dan menghargai pluralisme, demokrasi dan humanisme.
  • 9.
    Karena itu, peranpendidik dalam proses pembelajaran multikultural antara lain: 1) Pendidik berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafah negara. Pendidik harus mengabdikan dirinya secara ikhlas untuk menuntun dan mengantarkan anak didik seutuhnya, baik jasmani maupun rohani, baik fisik maupun mental agar menjadi insan pembangunan yang menghayati dan mengamalkan serta melaksanakan berbagai aktivitasnya dengan mendasarkan pada falsafah negara. 2) Pendidik memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing. Berkaitan dengan item ini, maka pendidik harus mampu mendesain program pengajaran sesuai dengan keadaan keadaan dan kebutuhan setiap diri anak didik. Yang lebih penting lagi pendidik harus menerapkan kurikulum secara benar, sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak didik. Dalam proses pembelajaran, pendidik/pendidik adalah sebagai fasilitator, motivator, dinamisator dan mediator segala elemen dalam pembelajaran yang memiliki tugas dan kewenangan memberi falisitas, memotivasi, memidiasi segala faktor agar setiap peserta didik/siswa memiliki kesempatan yang baik dalam melakukan proses pembelajaran.
  • 10.
    3) Pendidik mengadakankomunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. Dalam kaitan belajar mengajar, pendidik perlu mengadakan komunikasi dan hubungan baik dengan anak didik. Hal ini terutama agar pendidik mendapatkan informasi secara lengkap mengenai diri anak didik. Dengan mengetahui keadaan dan karakteristik anak didik ini, maka akan sangat membantu bagi pendidik dan siswa dalam upaya menciptakan proses belajar mengajar yang optimal.
  • 11.
    Dalam proses pembelajarananak usia dini, penerapan pendidikan multikultural dilaksanakan dalan bentuk: Aplikasi pendidikan multikultural 1) Misalnya dengan tidak membedakan perilaku atau meng’anak emas’kan anak tertentu karena dari suku yang sama 2) Tidak melabel anak secara negative hanya karena ia berasal dari suku/agama tertentu 3) Cerita yang dibacakan bisa bervariasi, menceritakan anak dari beragam budaya 4) Lagu yang dinyanyikan bisa berasal dari beragam budaya 5) Untuk anak usia 4-6 tahun yang sudah bisa bermain kelompok, bisa dicampur kelompoknya, tidak berdasarkan suku/agama/gender tertentu.
  • 12.
    Cara bagaimana anaktoleransi terhadap perbedaan yang ada, yaitu dengan: 1) Misalnya melalui membacakan cerita tentang anak yang dijauhi karena ia berbeda secara fisik (contoh: pindahan dari Ambon-kulit hitam rambut keriting). Apa akibatnya? Bagaimana perasaannya? Boleh tidak memilihmiih teman? 2) Selalu menekankan bahwa tiap orang unik, ada lebih ada kurangnya, ada persamaan dan perbedaan dengan kita. Tidak ada yang lebih baik dari yang lain.