Pelatihan: Vibrasi (Getaran) pada
Mesin Industri
Materi Pelatihan - Bagian 1 dari
Vibrasi, Alignment, dan Balancing
Pengantar Vibrasi
• Definisi vibrasi: gerakan osilasi mekanis.
• Penyebab: unbalance, misalignment, bearing defect, resonansi.
• Dampak: kerusakan mesin, downtime, biaya tinggi.
Prinsip Dasar Vibrasi
• Gerakan osilasi periodik.
• Tiga parameter: displacement, velocity, acceleration.
• Digunakan dalam analisis kondisi mesin.
Penyebab Vibrasi
• Unbalance rotor.
• Misalignment kopling.
• Kerusakan bearing.
• Resonansi struktur.
• Kelonggaran mekanis.
Dampak Vibrasi
• Kerusakan mesin.
• Downtime produksi.
• Biaya perawatan meningkat.
• Kerugian energi.
Parameter Vibrasi - Displacement
• Mengukur amplitudo perpindahan.
• Satuan: mm atau µm.
• Cocok untuk low frequency.
Parameter Vibrasi - Velocity
• Mengukur kecepatan getaran.
• Satuan: mm/s RMS.
• Parameter standar kondisi mesin.
Parameter Vibrasi - Acceleration
• Mengukur percepatan getaran.
• Satuan: m/s² atau g.
• Sensitif untuk bearing defect.
Hubungan Displacement-Velocity-
Acceleration
• Ketiganya saling berkaitan.
• Dapat ditransformasi dengan diferensiasi/integrasi.
• Grafik hubungan frekuensi.
Frekuensi Natural & Resonansi
• Setiap sistem punya frekuensi natural.
• Resonansi jika eksitasi = natural frequency.
• Getaran meningkat drastis.
Getaran Terdam vs Tidak Terdam
• Getaran teredam: amplitudo turun seiring waktu.
• Getaran tak teredam: amplitudo konstan.
• Penting dalam analisis struktur.
Standar Vibrasi ISO 10816/20816
• Klasifikasi mesin berdasarkan daya & ukuran.
• Batas vibrasi ditentukan oleh velocity RMS.
Tabel Standar Vibrasi
• 0–2,8 mm/s = Baik.
• 2,8–4,5 mm/s = Memuaskan.
• 4,5–7,1 mm/s = Tidak memuaskan.
• >7,1 mm/s = Tidak diizinkan.
Grafik Zona Getaran
• Visualisasi zona getaran.
• Hijau = baik, kuning = waspada, merah = tidak diizinkan.
Interpretasi Vibrasi Motor
• Motor kecil <15kW.
• Contoh nilai getaran 3 mm/s RMS → memuaskan.
Interpretasi Vibrasi Pompa
• Pompa sentrifugal.
• Nilai 6 mm/s RMS → tidak memuaskan.
• Perlu balancing/alignment.
Hubungan Standar Vibrasi &
Maintenance
• ISO digunakan sebagai acuan CBM.
• Membantu predictive maintenance.
API Standard untuk Rotating
Equipment
• API 610 (pompa).
• API 617 (kompresor).
• API 670 (protection system).
Batas Vibrasi Turbin & Generator
• Turbin besar: <3 mm/s RMS.
• Generator: <2 mm/s RMS.
Perbandingan ISO & API
• ISO: umum, API: spesifik peralatan.
• API lebih ketat untuk critical equipment.
Studi Kasus Penerapan Standar
• Penerapan standar ISO pada motor industri.
• Kasus nyata pompa refinery.
Peralatan Ukur: Vibration Meter
• Portable, mudah digunakan.
• Output velocity RMS.
Peralatan Ukur: Accelerometer
• Sensor piezoelectric.
• Sensitif, akurat.
Peralatan Ukur: Vibration Analyzer
• Merekam & analisis sinyal vibrasi.
• Digunakan untuk FFT.
Peralatan Ukur: FFT Spectrum
Analyzer
• Mengubah sinyal ke domain frekuensi.
• Mendeteksi kerusakan spesifik.
Titik Ukur Vibrasi Motor
• Bearing drive end.
• Bearing non-drive end.
Titik Ukur Vibrasi Pompa
• Bearing casing inlet.
• Bearing casing outlet.
Titik Ukur Vibrasi Gearbox
• Input shaft.
• Output shaft.
• Intermediate shaft.
Teknik Pemasangan Sensor
• Gunakan magnetic base.
• Pastikan kontak kuat.
• Hindari kabel longgar.
Kesalahan Umum Pengukuran
• Sensor tidak menempel kuat.
• Salah titik ukur.
• Mesin tidak stabil.
Prosedur Keselamatan Kerja
• Gunakan APD.
• Jangan dekati bagian berputar.
• Ikuti SOP perusahaan.
Analisis Domain Waktu
• Time waveform.
• Deteksi impuls & transien.
Analisis Domain Frekuensi
• FFT spectrum.
• Identifikasi harmonisa.
Analisis Amplop (Envelope)
• Khusus bearing defect.
• Deteksi dini kerusakan.
Order Tracking
• Analisis mesin dengan speed variabel.
• Digunakan di mesin turbin.
Analisis Fase
• Menentukan hubungan antar titik getaran.
• Membedakan unbalance & misalignment.
Identifikasi Unbalance
• Puncak di 1× RPM.
• Amplitudo meningkat dengan speed.
Identifikasi Misalignment
• Puncak di 2× atau 3× RPM.
• Fase berbeda antar bearing.
Identifikasi Bearing Defect
• Broadband + harmonisa.
• Peaks di frekuensi karakteristik bearing.
Identifikasi Gear Defect
• Sideband frequencies.
• Amplitudo tinggi di gear mesh frequency.
Identifikasi Resonansi
• Amplitudo melonjak di natural frequency.
• Bahaya jika beroperasi dekat resonansi.
Trending Vibrasi Jangka Panjang
• Monitoring berbulan/tahun.
• Identifikasi pola degradasi.
Root Cause Analysis (RCA)
• Gunakan vibrasi untuk RCA.
• Contoh kasus unbalance & alignment error.
Contoh Laporan Analisis Vibrasi
• Data pengukuran.
• Spektrum FFT.
• Kesimpulan & rekomendasi.
Software CMMS + Vibrasi
• Integrasi data vibrasi ke CMMS.
• Maintenance lebih efisien.
Predictive Maintenance Vibrasi
• Gunakan AI/IoT untuk prediksi kegagalan.
• Mengurangi downtime.
Kasus Vibrasi Motor Listrik
• Motor 30kW getaran 5 mm/s.
• Setelah balancing → 2 mm/s.
Kasus Vibrasi Pompa Sentrifugal
• Pompa 50kW vibrasi 7 mm/s.
• Solusi: alignment & impeller repair.
Kasus Vibrasi Gearbox
• Sideband frequencies terdeteksi.
• Gear worn-out.
Kasus Vibrasi Bearing
• Broadband vibration tinggi.
• Bearing defect.
Kasus Vibrasi Pondasi Longgar
• Frekuensi rendah meningkat.
• Perbaikan pondasi.
Grafik Before-After Balancing
• Amplitudo turun drastis.
• Efek nyata balancing.
Grafik Before-After Alignment
• Amplitudo harmonisa hilang.
• Mesin lebih stabil.
Audit Energi + Vibrasi
• Kombinasi audit energi & vibrasi.
• Hemat biaya listrik & perawatan.
Video Monitoring Vibrasi
• (Placeholder untuk video demonstrasi).
Foto Lapangan Vibrasi
• Foto teknisi melakukan pengukuran.
• Foto sensor terpasang.
Rangkuman Materi Vibrasi
• Definisi, parameter, standar, analisis.
• Aplikasi lapangan.
Manfaat Monitoring Vibrasi
• Mencegah kerusakan.
• Mengurangi downtime.
• Efisiensi biaya.
Kesalahan Umum
• Pengukuran salah titik.
• Sensor tidak kencang.
• Salah interpretasi spektrum.
Vibrasi + IoT & AI
• Integrasi dengan IoT sensor.
• Analisis AI untuk prediksi.
Kesimpulan & QnA
• Vibrasi = indikator kesehatan mesin.
• Perlu monitoring rutin.

Pelatihan_Vibrasi_60slidespada Pusat Pembangkit PLTU.pptx