Pelajaran 2
Misi Allah Bagi Kita: Bagian 2
Narasumber, Pdt. Krist S
PPT by, MDP
PENDAHULUA
N
Terlepas dari perpisahan
yang diakibatkan oleh dosa
(Yes. 59:2)*, melalui misi-Nya
Allah terus-menerus
memulihkan hubungan yang
sudah rusak dengan
manusia sampai tiba pada
saat yang mulia ketika dia
“membuat segala sesuatu
baru” *(Why 21:5).
I. ALLAH TRITUNGGAL: ASAL MULA
DARI MISI
a. Misi dari Allah di dalam Kitab Suci menempatkan Yesus yang
terdepan dan terutama sebagai satu-satunya jalan
keselamatan (Yoh. 14: 6). Dia telah menerima itu dari Bapa
bahkan sebelum penciptaan dunia ini (Ef 1:4, 1 Ptr. 1:20).
b. Allah Bapa mencipta (Kej 1:1) bersama Yesus (Yoh 1:1-3)
dan Roh Kudus ada di sana bekerja sama dalam penciptaan
(Kej 1:3). Untuk misi keselamatan Allah mengutus anak-Nya,
memberi teladan hidup dan mati disalibkan (Yoh 3:16).
c. Setelah Yesus naik ke Sorga, Roh Kudus datang dikirim oleh
Bapa, (Yoh. 14:26; Yoh. 16:7), untuk meyakinkan dunia (Yoh.
16:8-11), dan memberi kuasa kepada umat untuk
menjalankan misi-Nya bagi dunia ini (Yoh 15:26).
II. PEMURIDAN: FOKUS DARI
MISI
a. Setelah Yesus bangkit dari kematian sebagai pemenang,
Dia datang kepada murid-murid untuk menyatakan otoritas
dan kekuasaan-Nya atas Sorga dan bumi (Mat. 28: 18).
b. Dengan Otoritas Sorga Yesus kemudian mengutus murid-
murid-Nya untuk melakukan satu tugas, misi yang khusus
dan mendasar yaitu, menjadikan semua bangsa murid-Nya
(Mat. 28:19, 20).
c. Yesus tidak membiarkan murid-muridnya sendirian dalam
menjalankan misi-Nya di dunia ini, tetapi Dia berjanji untuk
menyertai mereka sampai kesudahan zaman (Mat. 28:20).
III. INJIL KEKAL: PEKABARAN DARI
MISI
a. Injil adalah kabar baik mengenai kasih karunia yang ditawarkan
kepada semua orang melalui Yesus Kristus (Yoh 1:14). Hanya
ada satu Injil yang menyelamatkan kita. Dan itu akan tetap
sama sampai misi Allah itu benar-benar diselesaikan. Tidak
akan pernah ada Injil yang lain (Wahyu 14:6).
b. Ajaran-ajaran dan doktrin-doktrin yang palsu akan selalu
muncul dan berlalu (Ef. 4:14), tetapi pekabaran keselamatan,
Injil yang kekal itu, tidak akan berubah dan mereka yang
percaya dan menghidupkan Injil itu dalam penurutan akan
mendapatkan upahnya (lihat Ul. 5:33; Rm. 2:6).
c. Perintah yang diberikan kepada murid-murid yang pertama
adalah juga perintah yang sama yang diberikan kepada kita
saat ini. Kita harus melanjutkan tugas pemuridan bagi Kristus
di mana saja (Matius 28:19).
IV. UMAT ALLAH: SALURAN MISI
a. Sepanjang sejarah, Allah selalu memiliki umat yang
menyatakan karakter-Nya dengan setia dan, dalam
ketaatan, mengikuti maksud-maksud-Nya. Di akhir zaman
umat Allah itu adalah mereka yang menuruti hukum-hukum-
Nya dan memiliki kesaksian Yesus (Wahyu 12:17).
b. Perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunan-
keturunannya memiliki sebuah tujuan khusus. Mereka
dipanggil, dijadikan, dan diperintahkan untuk menjadi agen-
agen dari misi Allah menjadi saluran berkat bagi bangsa-
bangsa (Ul. 28:10; Yes. 49:6).
c. Misi gereja adalah sama dengan misi dari Dia yang telah
memanggil gereja sehingga gereja itu bisa ada: “Karena
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan
yang hilang” (Luk. 19:10). Sungguh sebuah kesempatan
istimewa dan tanggung jawab yang luar biasa!
V. DUNIA INI ARENA MISI
a. “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem” (Kisah 1:8a). Misi dimulaikan
dari orang-orang terdekat: kepada keluarga di rumah, kepada tetangga
dan kepada teman-teman. Ini adalah tempat yang paling utama dari misi.
b. “Di seluruh Yudea dan Samaria” (Kisah 1:8b). Misi kita kepada mereka
yang kelihatannya dekat tetapi dalam beberapa hal mereka jauh dari kita:
adalah mereka yang berbicara bahasa yang sama dengan kita dan
mereka yang memiliki kebudayaan yang sama, tetapi tidak tinggal atau
hidup dalam realitas atau lingkungan yang sama dengan kita.
c. Sampai ujung bumi (Kisah 1:8.c). "Pergilah jadikanlah semua bangsa
murid-Ku” (Mat. 28:19), dan “mereka yang diam di atas bumi—kepada
semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum_” (Why. 14: 6).
KESIMPULAN
Jika pria dan wanita dalam kerendahan
hati dan kesetiaan mau melakukan
pekerjaan yang telah ditetapkan oleh
Allah, kuasa Ilahi akan dinyatakan
dalam pertobatan banyak orang
kepada kebenaran...” —Ellen G. White,
The Advent Review and Sabbath
Herald, November 14, 1912.
SELAMAT SABAT & TUHAN SELALU

Pel. SS 2, 14 Oktober 2023.pptx

  • 1.
    Pelajaran 2 Misi AllahBagi Kita: Bagian 2 Narasumber, Pdt. Krist S PPT by, MDP
  • 2.
    PENDAHULUA N Terlepas dari perpisahan yangdiakibatkan oleh dosa (Yes. 59:2)*, melalui misi-Nya Allah terus-menerus memulihkan hubungan yang sudah rusak dengan manusia sampai tiba pada saat yang mulia ketika dia “membuat segala sesuatu baru” *(Why 21:5).
  • 3.
    I. ALLAH TRITUNGGAL:ASAL MULA DARI MISI a. Misi dari Allah di dalam Kitab Suci menempatkan Yesus yang terdepan dan terutama sebagai satu-satunya jalan keselamatan (Yoh. 14: 6). Dia telah menerima itu dari Bapa bahkan sebelum penciptaan dunia ini (Ef 1:4, 1 Ptr. 1:20). b. Allah Bapa mencipta (Kej 1:1) bersama Yesus (Yoh 1:1-3) dan Roh Kudus ada di sana bekerja sama dalam penciptaan (Kej 1:3). Untuk misi keselamatan Allah mengutus anak-Nya, memberi teladan hidup dan mati disalibkan (Yoh 3:16). c. Setelah Yesus naik ke Sorga, Roh Kudus datang dikirim oleh Bapa, (Yoh. 14:26; Yoh. 16:7), untuk meyakinkan dunia (Yoh. 16:8-11), dan memberi kuasa kepada umat untuk menjalankan misi-Nya bagi dunia ini (Yoh 15:26).
  • 4.
    II. PEMURIDAN: FOKUSDARI MISI a. Setelah Yesus bangkit dari kematian sebagai pemenang, Dia datang kepada murid-murid untuk menyatakan otoritas dan kekuasaan-Nya atas Sorga dan bumi (Mat. 28: 18). b. Dengan Otoritas Sorga Yesus kemudian mengutus murid- murid-Nya untuk melakukan satu tugas, misi yang khusus dan mendasar yaitu, menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19, 20). c. Yesus tidak membiarkan murid-muridnya sendirian dalam menjalankan misi-Nya di dunia ini, tetapi Dia berjanji untuk menyertai mereka sampai kesudahan zaman (Mat. 28:20).
  • 5.
    III. INJIL KEKAL:PEKABARAN DARI MISI a. Injil adalah kabar baik mengenai kasih karunia yang ditawarkan kepada semua orang melalui Yesus Kristus (Yoh 1:14). Hanya ada satu Injil yang menyelamatkan kita. Dan itu akan tetap sama sampai misi Allah itu benar-benar diselesaikan. Tidak akan pernah ada Injil yang lain (Wahyu 14:6). b. Ajaran-ajaran dan doktrin-doktrin yang palsu akan selalu muncul dan berlalu (Ef. 4:14), tetapi pekabaran keselamatan, Injil yang kekal itu, tidak akan berubah dan mereka yang percaya dan menghidupkan Injil itu dalam penurutan akan mendapatkan upahnya (lihat Ul. 5:33; Rm. 2:6). c. Perintah yang diberikan kepada murid-murid yang pertama adalah juga perintah yang sama yang diberikan kepada kita saat ini. Kita harus melanjutkan tugas pemuridan bagi Kristus di mana saja (Matius 28:19).
  • 6.
    IV. UMAT ALLAH:SALURAN MISI a. Sepanjang sejarah, Allah selalu memiliki umat yang menyatakan karakter-Nya dengan setia dan, dalam ketaatan, mengikuti maksud-maksud-Nya. Di akhir zaman umat Allah itu adalah mereka yang menuruti hukum-hukum- Nya dan memiliki kesaksian Yesus (Wahyu 12:17). b. Perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunan- keturunannya memiliki sebuah tujuan khusus. Mereka dipanggil, dijadikan, dan diperintahkan untuk menjadi agen- agen dari misi Allah menjadi saluran berkat bagi bangsa- bangsa (Ul. 28:10; Yes. 49:6). c. Misi gereja adalah sama dengan misi dari Dia yang telah memanggil gereja sehingga gereja itu bisa ada: “Karena Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Sungguh sebuah kesempatan istimewa dan tanggung jawab yang luar biasa!
  • 7.
    V. DUNIA INIARENA MISI a. “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem” (Kisah 1:8a). Misi dimulaikan dari orang-orang terdekat: kepada keluarga di rumah, kepada tetangga dan kepada teman-teman. Ini adalah tempat yang paling utama dari misi. b. “Di seluruh Yudea dan Samaria” (Kisah 1:8b). Misi kita kepada mereka yang kelihatannya dekat tetapi dalam beberapa hal mereka jauh dari kita: adalah mereka yang berbicara bahasa yang sama dengan kita dan mereka yang memiliki kebudayaan yang sama, tetapi tidak tinggal atau hidup dalam realitas atau lingkungan yang sama dengan kita. c. Sampai ujung bumi (Kisah 1:8.c). "Pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat. 28:19), dan “mereka yang diam di atas bumi—kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum_” (Why. 14: 6).
  • 8.
    KESIMPULAN Jika pria danwanita dalam kerendahan hati dan kesetiaan mau melakukan pekerjaan yang telah ditetapkan oleh Allah, kuasa Ilahi akan dinyatakan dalam pertobatan banyak orang kepada kebenaran...” —Ellen G. White, The Advent Review and Sabbath Herald, November 14, 1912.
  • 9.
    SELAMAT SABAT &TUHAN SELALU