MAKALAH SISTEM
INFORMASI KOMPUTER
OLEH:NEFRILEILA
SIMARMATA
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
...............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
...............................................................................................................
A.Sistem ................................................................................................
B. Data dan Informasi.............................................................................
C. konsep dasar Sistem Informasi tehnik
informatika............................................................................................
D.Pengolahan sistem
informasi......................................................................
E. Sistem Informasi Tehnik Informatika Di Mata User
........................................................................
F. Pokok-Pokok Sistem
Informasi....................................................................
BAB III
PENUTUP.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
.........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
Perkembangan organisasi yang semakin kompleks dan tuntutan untuk
selalu melakukan adaptasi terhadap lingkungan organisasi, mengakibatkan
proses pengambilan keputusan dan manajemen juga berkembang. Proses
tersebut berkaitan dengan informasi yang merupakan hal penting dan
berharga dalam sebuah organisasi dewasa ini, karena informasi yang
akurat dan cepat dapat sangat membantu tumbuh kembangnya sebuah
organisasi. Maka dari itu, pengelolaan informasi dipandang penting demi
kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisis perkembangan dari
pekerjaan itu sendiri. Hal tersebut menuntut pembelajaran Sistem
Informasi Manajemen dalam menciptakan, mendistribusikan dan
memanfaatkan informasi guna mendukung kegiatan manajemen,
khususnya pembuatan keputusan dalam kebijakan publik. Namun,
sanyanya banyak organisasi yang ingin membangun Sistem Informasi
Manajemennya sendiri, dan telah menyediakan dana yang cukup, tetapi
ternyata usaha tersebut sering kali gagal. Penyebabnya antara lain adalah
struktur organisasi yang kurang wajar, rencana organisasi yang belum
memadai, sumber daya manusia yang tidak memadai, dan yang terpenting
adalah kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para
manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan
sistem dan memotivasi seluruh pihak yang terlibat
BAB II PEMBAHASAN
Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah bidang yang mulai
berkembang sejak tahun 1960an. Walaupun tidak terdapat konsensus
tunggal, secara umum Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai
sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung
operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi.
Sistem Informasi Manajemen juga dikenal dengan
ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan
Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”.
Sistem Informasi Manajemen menggambarkan suatu unit atau badan yang
khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi
informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip
sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar
dalam berbagai bentuk dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses
oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi
(Sentranet, 2013).
A. Sistem
Semua sistem memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu:
1.Menerima data sebagai masukan ( input).
2.Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur
data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.
3.Memperoleh informasi sebagai keluaran(output). Prinsip ini berlaku
baik untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer.
Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan
atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang
terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan
terpadu untuk mencapai suatu tujuan. Unsur-unsur yang mewakili suatu
sistem secara umum adalah masukan ( input ), pengolahan
(proses)dankeluaran (output ). Di samping itu sistem senantiasa tidak
lepas dari lingkungan sekitarnya, maka umpan balik (feedback ) dapat
berasal dari output akan tetapi dapat juga berasal dari lingkungan sistem
yang dimaksud (Djumiarti, 2013). Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-
sistem bagian ( subsystem). Misalnya, sistem komputer terdiri dari
subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing
subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau
terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware)
dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan
luar . Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan
membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut
dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa,
sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi
(integrated ). Anda dapat membayangkan, bagaimana seandainya sistem
komputer yang Anda miliki, masing-masing komponennya saling beker ja
sendiri-sendiri tidak terintegrasi, maka tujuan dari sistem komputer
tersebut tidak akan tercapai (Pangestu, 2013)
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya
adalah sebagai berikut ini:
1.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak ( abstract system) dan
sistem fisik ( phisical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem
teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran- pemikiran hubungan antara
manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara
fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan
lain sebagainya.
2.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan
sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah
sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya
sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi
antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine
system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem
informasi akuntansi merupakan contoh man-machine system, karena
menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
3.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system)
dan sistem tak tentu ( probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari
sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem
tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-
program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi
masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas.
4.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup ( closed system)
dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan
sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem
ini beker ja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari
pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi
kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada
hanyalah relatively closed system (secara relatip tertutup, tidak
benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem
ini mener ima masukan dan menghasilkan keluaran untuk
lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat
terbuka dan terpengaruh oleh lingkunngan luarnya, maka suatu
sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara
relatip tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis,
terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja
Pada sistem terbuka ini, pengendalian persediaan barang ditangani oleh
manusia. Dari hasil laporan yang dihasilkan komputer, dipilih satu persatu
unit barang yang sudah lebih kecil atau sama dengan
reorder point untuk dilakukan pembelian. Bandingkan dengan sistem yang
secara relatif tertutup berikut ini.
B. Data dan Informasi
Yang berkaitan dengan sistem adalah data dan informasi. Kebanyakan
orang mengartikan data dan informasi dengan pengertian yang sama,
namun bagi kajian ilmiah atau kaum profesional , dua pengertian tersebut
mengandung perbedaan yang mendasar. Data merujuk pada fakta-fakta
baik berupa angka-angaka, teks, dokumen, gambar, bagan, suara yang
mewakili diskripsi verbal atau kode-kode tertentu dan semacamnya.
Apabila data tersebut telah di saring
dan diolah melalui pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai bagi
seseorang, maka data tersebut berubah menjadi informasi. Jadi yang
dimaksud dengan informasi adalah semua data yang telah diolah dan
memiliki arti bagi pihak pemakai. Dengan demikian yang dipakai orang di
dalam membuat keputusan adalah informasi, bukan data. Oleh sebab itu
ciri pokok dari suatu data adalah fakta. Data barulah menjadi
informasi pada saat mereka digunakan untuk tujuan tertentu atau apabila
mereka menyebabkan timbulnya aksin atau penambahan pengetahuan
tertentu. Data terutama harus mengalami berbagai macam pengerjaan
sebelum bermanfaat sebagai informasi. Data merupakan bahan dasar
untuk proses pengerjaan, dan informasi menjadi produk selesainya.
Informasi adalah data yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga
bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada
seseorang yang akan menggunakannya dalam proses pengambilan
keputusan. Dengan demikian informasi yang mempunyai kualitas tinggi
akan menentukan efektivitas pengambilan keputusan.
C. Konsep Dasar Sistem
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung
fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu
dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem
informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem
yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut
kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah,
mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan
menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat
hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan
sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau
variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama
lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian
sistem secara umu, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang
bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
D.Pengelolahan Sistem Informasi
Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah
manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara
sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang
dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.
Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen.
Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai
dengan level manajemennya.
• Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan
pengambilan keputusan.
• Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan.
• Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
dan pengambilan keputusan.
• Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.
Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup
sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel
dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil.
E.Sistem Informasi Tehnik Informatika dimata User
Petugas dapat merasakan bertambahnya kebutuhan akan masukan (input)
pada saat upaya sistem informasi dimulai dan sebuah data base sedang
disusun. Prosedur baru untuk mengendalikan data akan ditetapkan. Proses
administrasi akan berubah dengan memakai alat-alat online seperti unit
peraga, alat pencetak, dan alat untuk memasukkan data. Para petugas di
seluruh bagian organisasi akan diminta melaporkan informasi yang
sebelumnya mereka simpan dalam arsip atau “catatan rahasia” mereka
sendiri.
F.Pokok-pokok Sistem Informasi
1. Konsep Informasi
Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan
waktu dan mutu.
2.Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan
keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar
rancangan mereka.
3.Konsep Sistem
Karena sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep
sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada
pengembangan sistem informasi.
4.Konsep Organisasi dan Manajemen
Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk
mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting
dalam bentuk keorganisasian.
5. Konsep Pengambilan Keputusan
Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional
terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan
dalam organisasi.
6.Konsep Nilai Informasi
Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan
menentukan nilai informasi.
BAB III PENUTUP
Sistem informasi dari suatu organisasi tidak akan pernah dapat
diotomatisasikan sepenuhnya atau menyeluruh. Namun demikian, suatu
sistem informasi manajemen sangat mungkin dan praktis apabila
didasarkan pada rencana keseluruhan yang bagus serta dikembangkan
oleh personil sistem yang terlatih, untuk itu diperlukan partisipasi
manajemen dan sumber keuangan yang memadai.
Sistem informasi yang melayani tugas utama organisasi harus bersifat
silang fungsional dan harus terus-menerus diperbaiki demi menjaga
kesinambungan efektivitasnya. Tugas utama organisasi seringkali dilayani
oleh sistem penopang keputusan/ Decision Support System(DSS) yang di
dalamnya berisi model, database dan manajer yang berinteraksi langsung.
Integrasi sistem informasi merupakansalah satu konsep kunci dari sistem
informasi manajemen. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu
dengan yang lain dengan berbagai
DAFTAR PUSTAKA
Dokumen Website:
Djumiarti, T. (2013, October 22).
Undip.
Retrieved from Undip Web Site:
http://eprints.undip.ac.id/9848/1/BUKU_AJAR_SIM_Publik_UTK_Mhs.
pdf Ismail, M. (2013, October 22).
UMM.
Retrieved from UMM We Site: http://directory.umm.ac.id/SI-
PT/akuntansi-mutia.pdf Pangestu, D. W. (2013, October 22).
IlmuKomputer.Com.
Retrieved from IlmuKomputer.Com Web Site: ilmukomputer.com
Sentranet. (2013, October 22).
Sentranet.
Retrieved from Sentranet Web Site:
http://www.sentranet.co.id/component/content/article/46-ict-world/93-apa-
itu-sistem-informasi-manajemen.html

makalah sistem informasi oleh Nefrileila simarmata

  • 1.
  • 2.
    DAFTAR ISI BAB IPENDAHULUAN ............................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... A.Sistem ................................................................................................ B. Data dan Informasi............................................................................. C. konsep dasar Sistem Informasi tehnik informatika............................................................................................ D.Pengolahan sistem informasi...................................................................... E. Sistem Informasi Tehnik Informatika Di Mata User ........................................................................ F. Pokok-Pokok Sistem Informasi.................................................................... BAB III PENUTUP................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN Perkembanganorganisasi yang semakin kompleks dan tuntutan untuk selalu melakukan adaptasi terhadap lingkungan organisasi, mengakibatkan proses pengambilan keputusan dan manajemen juga berkembang. Proses tersebut berkaitan dengan informasi yang merupakan hal penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa ini, karena informasi yang akurat dan cepat dapat sangat membantu tumbuh kembangnya sebuah organisasi. Maka dari itu, pengelolaan informasi dipandang penting demi kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisis perkembangan dari pekerjaan itu sendiri. Hal tersebut menuntut pembelajaran Sistem Informasi Manajemen dalam menciptakan, mendistribusikan dan memanfaatkan informasi guna mendukung kegiatan manajemen, khususnya pembuatan keputusan dalam kebijakan publik. Namun, sanyanya banyak organisasi yang ingin membangun Sistem Informasi Manajemennya sendiri, dan telah menyediakan dana yang cukup, tetapi ternyata usaha tersebut sering kali gagal. Penyebabnya antara lain adalah struktur organisasi yang kurang wajar, rencana organisasi yang belum memadai, sumber daya manusia yang tidak memadai, dan yang terpenting adalah kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh pihak yang terlibat
  • 4.
    BAB II PEMBAHASAN SistemInformasi Manajemen merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walaupun tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. Sistem Informasi Manajemen juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. Sistem Informasi Manajemen menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam berbagai bentuk dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi (Sentranet, 2013).
  • 5.
    A. Sistem Semua sistemmemiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu: 1.Menerima data sebagai masukan ( input). 2.Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain. 3.Memperoleh informasi sebagai keluaran(output). Prinsip ini berlaku baik untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer.
  • 6.
    Secara sederhana suatusistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu untuk mencapai suatu tujuan. Unsur-unsur yang mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan ( input ), pengolahan (proses)dankeluaran (output ). Di samping itu sistem senantiasa tidak lepas dari lingkungan sekitarnya, maka umpan balik (feedback ) dapat berasal dari output akan tetapi dapat juga berasal dari lingkungan sistem yang dimaksud (Djumiarti, 2013). Suatu sistem dapat terdiri dari sistem- sistem bagian ( subsystem). Misalnya, sistem komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar . Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated ). Anda dapat membayangkan, bagaimana seandainya sistem komputer yang Anda miliki, masing-masing komponennya saling beker ja sendiri-sendiri tidak terintegrasi, maka tujuan dari sistem komputer tersebut tidak akan tercapai (Pangestu, 2013)
  • 7.
    Sistem dapat diklasifikasikandari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut ini: 1.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak ( abstract system) dan sistem fisik ( phisical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran- pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya. 2.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine
  • 8.
    system atau adayang menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. 3.Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu ( probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program- program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  • 9.
    4.Sistem diklasifikasikan sebagaisistem tertutup ( closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini beker ja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatip tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini mener ima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh lingkunngan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatip tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis, terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja
  • 10.
    Pada sistem terbukaini, pengendalian persediaan barang ditangani oleh manusia. Dari hasil laporan yang dihasilkan komputer, dipilih satu persatu unit barang yang sudah lebih kecil atau sama dengan reorder point untuk dilakukan pembelian. Bandingkan dengan sistem yang secara relatif tertutup berikut ini. B. Data dan Informasi Yang berkaitan dengan sistem adalah data dan informasi. Kebanyakan orang mengartikan data dan informasi dengan pengertian yang sama, namun bagi kajian ilmiah atau kaum profesional , dua pengertian tersebut mengandung perbedaan yang mendasar. Data merujuk pada fakta-fakta baik berupa angka-angaka, teks, dokumen, gambar, bagan, suara yang mewakili diskripsi verbal atau kode-kode tertentu dan semacamnya. Apabila data tersebut telah di saring
  • 11.
    dan diolah melaluipengolahan sehingga memiliki arti dan nilai bagi seseorang, maka data tersebut berubah menjadi informasi. Jadi yang dimaksud dengan informasi adalah semua data yang telah diolah dan memiliki arti bagi pihak pemakai. Dengan demikian yang dipakai orang di dalam membuat keputusan adalah informasi, bukan data. Oleh sebab itu ciri pokok dari suatu data adalah fakta. Data barulah menjadi informasi pada saat mereka digunakan untuk tujuan tertentu atau apabila mereka menyebabkan timbulnya aksin atau penambahan pengetahuan tertentu. Data terutama harus mengalami berbagai macam pengerjaan sebelum bermanfaat sebagai informasi. Data merupakan bahan dasar untuk proses pengerjaan, dan informasi menjadi produk selesainya. Informasi adalah data yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian informasi yang mempunyai kualitas tinggi akan menentukan efektivitas pengambilan keputusan.
  • 12.
    C. Konsep DasarSistem Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
  • 13.
    Suatu sistem padadasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu : 1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur 2.Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. 3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. 4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
  • 14.
    D.Pengelolahan Sistem Informasi Salahsatu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya. Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya. • Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan. • Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan. • Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan. • Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan. Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil.
  • 15.
    E.Sistem Informasi TehnikInformatika dimata User Petugas dapat merasakan bertambahnya kebutuhan akan masukan (input) pada saat upaya sistem informasi dimulai dan sebuah data base sedang disusun. Prosedur baru untuk mengendalikan data akan ditetapkan. Proses administrasi akan berubah dengan memakai alat-alat online seperti unit peraga, alat pencetak, dan alat untuk memasukkan data. Para petugas di seluruh bagian organisasi akan diminta melaporkan informasi yang sebelumnya mereka simpan dalam arsip atau “catatan rahasia” mereka sendiri. F.Pokok-pokok Sistem Informasi 1. Konsep Informasi Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu. 2.Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
  • 16.
    3.Konsep Sistem Karena sisteminformas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi. 4.Konsep Organisasi dan Manajemen Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian. 5. Konsep Pengambilan Keputusan Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi. 6.Konsep Nilai Informasi Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi.
  • 17.
    BAB III PENUTUP Sisteminformasi dari suatu organisasi tidak akan pernah dapat diotomatisasikan sepenuhnya atau menyeluruh. Namun demikian, suatu sistem informasi manajemen sangat mungkin dan praktis apabila didasarkan pada rencana keseluruhan yang bagus serta dikembangkan oleh personil sistem yang terlatih, untuk itu diperlukan partisipasi manajemen dan sumber keuangan yang memadai. Sistem informasi yang melayani tugas utama organisasi harus bersifat silang fungsional dan harus terus-menerus diperbaiki demi menjaga kesinambungan efektivitasnya. Tugas utama organisasi seringkali dilayani oleh sistem penopang keputusan/ Decision Support System(DSS) yang di dalamnya berisi model, database dan manajer yang berinteraksi langsung. Integrasi sistem informasi merupakansalah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai
  • 18.
    DAFTAR PUSTAKA Dokumen Website: Djumiarti,T. (2013, October 22). Undip. Retrieved from Undip Web Site: http://eprints.undip.ac.id/9848/1/BUKU_AJAR_SIM_Publik_UTK_Mhs. pdf Ismail, M. (2013, October 22). UMM. Retrieved from UMM We Site: http://directory.umm.ac.id/SI- PT/akuntansi-mutia.pdf Pangestu, D. W. (2013, October 22). IlmuKomputer.Com. Retrieved from IlmuKomputer.Com Web Site: ilmukomputer.com Sentranet. (2013, October 22). Sentranet. Retrieved from Sentranet Web Site: http://www.sentranet.co.id/component/content/article/46-ict-world/93-apa- itu-sistem-informasi-manajemen.html