Fitter Basic Knowledge
Pengetahuan dasar sebagai fitter
For internal reference only, not for external distribution without permission
SAFETY & DISCIPLINE
KESELAMATAN & KEDISIPLINAN
3
APD (Alat Pelindung Diri)
Minimum required PPE in shipyard Above 1.8 Meter wajib pakai full body harness.
4
Safety Induction
Setiap karyawan wajib mengikuti induksi keselamatan sebelum bergabung bekerja di Paxocean.
Semua karyawan yang aktif di Paxocean wajib mengikuti kursus penyegaran induksi keselamatan setahun sekali.
5
Confined Space Induction
Setiap karyawan yang kerja di ruangan terbatas wajib mengikuti Training “Confined Space” dan yang jaga
manhole wajib mengikuti training “attendance confined space”.
6
Penerapan aturan baru mengharuskan semua pegawai yard
dan subcontractor untuk mematuhi kebijakan terkait
pembatasan pergerakan selama jam kerja sebagai mana
yang tercantum
Key Points:
• Pembatasan pergerakan berlaku untuk semua area
operasional sebagaimana diuraikan dalam memo.
• Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan,
disiplin, dan koordinasi lintas departemen.
• Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan tindakan disipliner.
Action Required:
• Semua supervisor dan foreman harus memberi
pengarahan kepada tim mereka tentang kebijakan baru.
• Pastikan perencanaan dan alokasi tugas yang tepat untuk
mematuhi pembatasan waktu pergerakan.
• Semua pergerakan harus dilaporkan kepada supervisor
SAFETY & DISCIPLINE
Implementation of New Workforce Movement
Regulation
7
SAFETY & DISCIPLINE
Sisa kawat las, bekas piringan gerinda, slag hasil pengelasan
harus selalu di bersihkan. Sebelum melakukan pekerjaan dan
setelah melakukan pekerjaan area kerja harus bersih
8
Lakukan pembuangan sampah pada tempat sampah yang
sesuai dengan peruntukkannya. Setiap sampah memiliki
cara penganannya tersendiri, ketidak patuhan pada prosedur
ini dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan
SAFETY & DISCIPLINE
9
SAFETY & DISCIPLINE
Kenali warna dari setiap jalur pipa dan hose yang ada di
dalalam workshop, pengunaan pipe line yang salah dapat
berakibat pada kerusakan peralatan dan kecelakaan kerja
Biru tua = Oksigen
Merah = Acytylene
Quick connector
Hitam = CO2
10
Setiap Alat pengangkatan harus memiliki warna yang
sesuai dengan tanggal penggunaan, warna yang sesuai
memastikan bahwa barang tersebut telah diinspeksi oleh
orang yang berwewenang. Pengunaan alat yang tidak
sesuai berakibat pada pengenaan sanksi dan resiko
kecelakaan
SAFETY & DISCIPLINE
11
Untuk memastikan area merokok digunakan dengan benar,
berikut adalah beberapa petunjuk di area merokok untuk
perokok.
• Dilarang Merokok di pagar penghalang
• Perokok maksimal 5 orang di dalam pagar penghalang
dan hanya diperbolehkan merokok selama 5 menit
• Tidak seorang pun boleh merokok di sepanjang jalur atau
lorong menuju atau dari area merokok yang telah
ditentukan, dan di atas kapal reparasi dan kapal baru
seperti Area Dermaga Apung, Area Penyimpanan Barang
Berbahaya, dan Area Lainnya yang dilarang merokok
• Dilarang membuang sampah sembarangan dan selalu
menjaga kebersihan tempat merokok
• Jangan membuang puntung rokok langsung ke laut
• Dilarang membawa makanan dan minuman (Hanya untuk
Merokok)
• Pelanggaran akan dikenakan sanksi disiplin dan Surat
Panggilan
SAFETY & DISCIPLINE
12
RISK ASSESSMENT
13
Pekerjaan Bahaya Resiko Pengendalian
Gerinda shell plat, di dek/ dalam tangki/
workshop
Partikel logam yang terbang
Cedera mata, cedera wajah / kerusakan
pada peralatan stationer / material
Gunakan topeng wajah & kacamata
Gerinda shell plat, di dek/ dalam tangki/
workshop
Debu & partikel metal Terhirup
Ventilasi yang baik, penggunaan
masker pelindung
Memotong pelat kulit, tangki
penyimpanan
Selang gas / udara & kabelkabel
Tersandung, terinjak, atau terbentur
selang udara, selang gas pecah,
kebakaran, kebocoran gas, dan
terbakar.
Tekanan Oksigen dan Asetilen masing-
masing tidak boleh melebihi 100 psi dan
15 psi. Tangani selang dengan benar,
periksa sambungan kopling sebelum
digunakan, dan pastikan selang bebas
dari kebocoran sebelum memulai
pekerjaan. Selang yang rusak harus
diisolasi dan dikirim ke toko untuk
diperbaiki.
Memotong pelat kulit, tangki
penyimpanan
Memangkas dan membersihkan bekas
potongan.
Kebakaran, ledakan, jatuhnya pelat atau
logam cair menimpa diri sendiri atau
pekerja di bawahnya, menghalangi
akses personel, material terayun
menghantam personel, luka bakar,
memar, atau bahkan kematian, serta
kerusakan pada peralatan stasioner
atau material.
Periksa semua peralatan sebelum
digunakan. Selalu menjaga jarak aman
dari titik pemotongan dan pegang obor
dengan kedua tangan saat memotong.
Amankan material yang dipotong agar
tidak terjatuh atau terjatuh
menggunakan metode yang sesuai,
seperti chain block atau perangkat
mekanis lainnya
ANALISA RESIKO (RISK ASSESMENT)
14
Pekerjaan Bahaya Resiko Pengendalian
Memotong pelat kulit, tangki
penyimpanan
Pembersihan mulut stang potong.
Partikel asing yang masuk ke mata
dapat menyebabkan cedera, gangguan
penglihatan, atau bahkan kebutaan
Selang harus dicabut dari stang
sebelum diibersihkan, pelindung mata
harus dipakai dengan benar
Proses Gouging Menggunakan
Peralatan Las dan Perlatan Injeksi
Udara
Kebisingan Tingkat Tinggi yang
Berbahaya
Kehilangan pendengaran, Tinitus,
Stress
Diwajibkan menggunakan alat
perlindung pendengaran didalam
Workshop/tempat kerja. Tukang las dan
orang yang bekerja di area dengan
tingkat kebisingan yang tinggi harus
menggunakan alat pelindung
pendengaran.
Penggunaan perlengkapan Gas Cutting/
Cropping
Peralatan bekerja
Ledakan, kebakaran, sengatan listrik,
kerusakan peralatan/ bahan stasioner
Jangan menggunakan korek api untuk
menyalakan cutting torch, gunakan alat
pemantik api yang standard untuk
cutting torch. Jauhkan alat dan
perlengkapan gas cutting/alat potong
dari bahan mudah terbakar.Gantungkan
kabel dan selang pada cable hanger
untuk menghindari kerusakan pada
kabel. Lakukakan pemeriksaan secara
berkala oleh petugas yang memenuhi
kualifikasi untuk memeriksa gas
cutting/cropping. Peralatan harus
diperiksa, kabel dan selang harus dalam
kondisi yang baik dan taka da
kebocoran. Tempatkan gas pada posisi
yang telah ditentukan
ANALISA RESIKO (RISK ASSESMENT)
15
ANALISA RESIKO (RISK ASSESMENT)
Risk assessment sudah dipasang di beberapa area workshop dan jetty
For internal reference only, not for external distribution without permission
DEFINITION & REFERENCE
PENGERTIAN DAN REFERENSI
17
Lingkup Pekerjaan
Fitter merupakan seseorang yang membantu
proses persiapan material sebelum sebuah part
dilas. proses ini meliputi proses pemotongan,
pembuatan bevel dan pemasangan
18
Lingkup Pekerjaan
Cutting /
Pemotongan
Beveling /
Pembuatan Bevel
Fiting /
Penyetelan
19
REFERENSI STANDAR DAN PANDUAN KERJA
• DS-008 Steel Plate Traceability, Ed.1 Rev.5.pdf
• DS-022 Profile Cutting and Grinding Edge Requirements, Ed.1
Rev.1.pdf
• DS-054 Joint plate to plate.pdf
• DS - 055 joint stiffener to plate - Copy.pdf
• DS - 056 joint T-web to plate - Copy.pdf
• DS - 057 Panel to Subclok - Copy.pdf
• DS - 058 - Bevel Cutting.pdf
• DS - 060 CNC Material Sorting.pdf
• DS-066 - Sub Assembly - T-Bar Fabrication (Fit-up).pdf
APPLICABLE CODE AND STANDARD
• AWS D1.1 Structural Welding Code – Steel
• IACS 47 Ship Building and Repair Quality Standard
• ABS Rules & Guides ABS Building and Classing Marine Vessel 2023
YARD WORK INSTRUCTION
20
Works instruction sudah dipasang di beberapa area workshop dan jetty
For internal reference only, not for external distribution without permission
TOOLS
Peralatan
22
Nama alat Kegunaan SOP
Waterpass
memastikan
kerataan benda
- Cek kondisi alat dengan
master waterpass
Penggaris siku Pengukur sudut 90o - Cek sudut pengaris
- Cek kejelasan angka
Meteran Mengukur jarak
- kalibrasi meteran dengan
master
- Cek kejelasan angka
Kapur besi Memberi tanda - Cek kondisi kapur
PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
23
Nama alat Kegunaan SOP
Welding Gauge
mengukur sudut
bevel dan tinggi
welding cap
- Kalibrasi alat dengan master
welding gauge
Penggaris sudut
Membuat garis
dengan sudut
tertentu
- Cek sudut pengaris
- Cek kejelasan angka
Taper Gauge
Mengukur jarak gap
bevel
- kalibrasi alat dengan master
taper gauge
Cylinder
container
Menjaga agar
tabung gas tidak
jatuh
- container harus di uji beban 1
tahun sekali
PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
24
Nama alat Kegunaan SOP
Cutting Torch Memotong besi
- Pastikan alat di inspeksi 1
bulan sekali
- Cek kondisi alat setiap kali
ingin bekeraj
Arrestor
Flashback
Mencegah api
tersulut masuk
kedalam selang
- pastikan arrestor terpasang
pada ujung tabung dan ujung
cutting torch
Nozzle
cleaner
Membersihkan
cutting nozzle bila
tersumbat
- Pastikan fitter memiliki nozzle
cleaner setiap hari, Ganti bila
tidak layak pakai
Pressure
Regulator
Menunjukkan
tekanan pada
tabung
- Pastikan alat di inspeksi 1
bulan sekali
- Cek kondisi alat setiap kali
ingin bekeraj
PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
25
PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
26
Nama alat Kegunaan SOP
Sarung Tangan
kulit
Menjaga tangan dari
panas dan sengatan
listrik
- Pastikan sarung tangan
masih layak untuk di pakai
Face Shield
Menjaga mata dari
percikan api
- pastikan face shield masih
layak untuk di pakai
welding mask /
masker las
Menjaga muka dan
mata dari cahaya
yang mucul saat
pengelasan
-pastikan weld mask masih layak
untuk di pakai
Gerinda Tangan
Memotong /
menghaluskan
permukaan
- Alat harus diinspeksi 1 bulan
sekali
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
27
Nama alat Kegunaan SOP
Hand Cutting
Memotong profile /
pelat pendek
- Alat harus diinspeksi 1 bulan
sekali
gas cutting
carriage
Membuat bevel /
memotong pelat
secara lurus
- Alat harus diinspeksi 1 bulan
sekali
Magnetic gas
cutting
Membuat bevel /
memotong pelat
secara lurus
- Alat harus diinspeksi 1 bulan
sekali
Plasma Cutting memotong pelat
- Alat harus diinspeksi 6 bulan
sekali
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
28
Nama alat Kegunaan SOP
Chain blok &
Lever hoist
Mengangkat /
menarik benda
- Alat harus diinspeksi fisik
setiap 4 bulan dan menganti
colour code
- Alat harus diuji beban setiap
6 bulan / setiap memulai
project baru
palu Memukul
- Gagang palu harus terbuat
dari karet atau kayu, tidak
boleh besi
hydraulic /
manual jack
Mendongkrak
benda
- Alat harus diinspeksi setiap 6
bulan / setiap memulai project
baru
Welding square
Mengunci sudut
pelat saat fit up
- Cek kondisi alat sebelum
digunakan
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
29
Nama alat Kegunaan SOP
Tali kapur Menandai benda - cek kondisi alat
Center punch Menandai benda - cek kondisi alat
Shackle
penyambung pad
eye dengan sling,
memastikan tali
dalam sudur yang
sesuai
- Alat harus diinspeksi 4
bulan sekali
Tali sling Mengikat benda
- Alat harus diinspeksi 4 bulan
sekali
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
30
Nama alat Kegunaan SOP
FCAW (Flux
Cored Arc
Welding
Untuk mengelas
- Cek WPS (Amphere, jenis
electrode)
- Mesin harus diinspeksi per 6
bulan
- Pastikan tanggal inspeksi
mesin masih berlaku
SMAW (Shielded
Metal Arch
Welding)
Untuk Mengelas
- Cek WPS (Amphere, jenis
electrode)
- Mesin harus diinspeksi per 6
bulan
- Pastikan tanggal inspeksi
mesin masih berlaku
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
31
Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
Plasma Cutting
Magnetic Gas Cutting
Carriage
32
Jenis-Jenis Material
Baja
(Steel)
Baja tahan karat
(stainlees Steel)
Aluminium
(Alumunium)
For internal reference only, not for external distribution without permission
Pekerjaan
34
PENGELOMPOKKAN DAN PENDISTRIBUSIAN MATERIAL
1. Tulis nama part dan flow code pada material sesuai dengan
informasi yang tertera pada gambar nesting, data yang di tulis
meliputi nomor plat, kode bevel, plate extra dst.
2. Separate and sort the materials based on sequence., pisahkan
dan kelompokkan material berdasarkan urutan
pengerjaan/pemasangan
3. Kelompokkan material berdasarkan nomor block dan jadikan
pada 1 tempat.
4. Pisahkan material berdasarkan kode aliran (flow code) (SA, PA,
BA, PB)
5. Setelah material di kelompokkan susun material pada pallet
untuk memudahkan distribusi pelat, mencegah pelat hilang,
dan memastikan tempat kerja tetap rapih
6. Setelah material di kelompokkan berdasarkan nama proyek,
block dan urutan pemasangan. Semua material harus di catat
dan didokumentasikan pada form penyerahan material
(Material Handover)
7. Form material hand over harus ditandatangani oleh pihak
material control/PIC dan pihak penerima material pada masing-
masing daerah agar form material handover bisa dianggap sah
8. Untuk informasi lebih detail dapat merujuk link berikut
• Work Instructions - CNC Material Sorting.pdf
• Work Instructions - CNC Material Distribution.pdf
35
PEMOTONGAN PROFIL
1. Pastikan tipe dan jumlah dari material yang dibutuhkan. Informasi
ini dapat dilihat pada dokumen Profile Cutting Plan. gambar tersebut
secara jelas menerangkan jenis profile, grade dan apakah material
yang digunakan merupakan material baru atau merupakan remnant
material (material yang sudah setengah dipakai)
2. Perhatikan detail yang diberikan pada Gambar Sketsa Profil. Ini termasuk berbagai simbol dan notasi, serta spesifikasi relevan lainnya.
Guide for end cutting of stiffeners
Inverse bending table information (sample)
Symbol representation Profile Information (Sample)
Profile Sketch / Cutting Detail
36
PEMOTONGAN PROFIL
Tahapan Kerja
3. Pastikan gambar produksi yang diterima merupakan gambar yang sesuai dan merupakan gambar revisi terbaru.
4. Pastikan spesifikasi material yang digunakan sesuai dengan yang ada di keterangan gambar. Pastikan Part Name yang dipotong sesuai
dengan peruntukan pelat (Plate Name), jangan memotong part di pelat yang bukan peruntukannya. Lihat dokumen Profile Cutting Plan.
5. Lakukan pengambaran pada pelat sesuai dengan
dimensi yang tertulis pada gambar. Jika ada dimensi
yang tidak tertulis, fitter dapat melakukan penghitungan
manual dengan mengukur panjang gambar dikalikan
dengan ukuran skala gambar.
6. Jika ada inverse bending line (tanda area
pembengkokan) maka daerah pemotongan harus
ditambahkan sebesar 500 mm dari setiap ujung bending
line sebagai area kompensasi.
37
PEMOTONGAN PROFIL
7. Pelat yang akan dipotong harus diletakkan di atas jig/platform kerja,
pelat harus di stabilkan dengan diberikan penyangga (Support). (Lihat
gambar). Pemotongan langsung di lantai tidak diperbolehkan
8. Lakukan pengrindaan pada permukaan hasil pemotongan, permukaan
yang tidak rata akan membuat hasil pengelasan menjadi buruk.
Lakukan pembuatan bevel jika dipersyaratkan oleh gambar.
9. Pelat yang sudah dipotong diberikan kode nama, perbarui data list
material yang telah dipotong agar tidak melakukan pemotongan
berulang
10. Lakukan pengecekan kelengkapan potongan pelat
38
PEMOTONGAN PROFIL
1. Gunakan Cutting torch radius/holder untuk melakukan
pemotongan part dengan bentuk lingkaran
2. Untuk pemotongan lurus diatas kapal gunakan batang magnet
lurus.
3. Kehalusan bekas pemotongan harus mengikuti standar kekasaran
permukaan hasil pemotongan sebagai berikut:
39
IDENTIFIKASI MATERIAL
Heat Number
• Heat No. engraved/stamped on the steel plate to be encircled before tracing by the Hull Supervisor and maintain
document.
Nomor identifikasi yang di stamp di plate harus dilingkari/di tandai sebelum di tracing oelh Hull Supervisor dan di
dokumentasikan dengan baik
• Material received without proper certification shall be set aside and not to be consumed unless all required certificates are
obtained and verified to be in order.
Material tanpa identifikasi yang jelas harus di asingkan dan tidak boleh di pergunakan sampai semua persyaratan termasuk
material certifikat terpenuhi
Transfer Heat Number
Each time you cut a part,
transfer the heat number
on to the part with a
paint pen
Setiap pemotongan ke
bagian yang lebih kecil
maka pindahkan nomor
identifikasi
menggunakan paint pen
40
PEMBUATAN BEVEL
1. Cek Keterangan sudut dan jenis bevel pada gambar
2. Letak kan alat automatic gas cutting pada permukaan
pelat yang ingin di bevel. Buat dudukan untuk mesin jika
lebar pelat tidak mencukupi.
3. Posisikan sudut torch sesuai dengan sudut bevel
4. Lakukan proses beveling, awasi proses beveling agar
tidak terjadi penyimpangan dari jalur yang telah
ditentukan
5. Lakukan pengecekan sudut bevel menggunakan welding
gauge. Ukuran bevel normal berkisar 35 – 45 derajat
6. Lakukan pengerindaan pada permukaan hasil
pemotongan, permukaan yang tidak rata akan membuat
hasil pengelasan menjadi buruk.
41
JOINT TYPE
42
JOINT TYPE
Butt adalah jenis sambungan di mana dua potong
logam disambungkan bersama-sama sepanjang satu
bidang. Teknik ini umumnya digunakan karena
kemampuannya untuk menciptakan sambungan yang
kuat dan mulus yang dapat menahan tekanan dan
tegangan yang signifikan.
Las fillet merupakan jenis las yang digunakan
untuk menyambung 2 potongan logam dengan
membuat penampang segitiga pada
perpotongannya.
43
Welding Procedure Specification (WPS)
43
WPS sample, every fitter shall understand and comply all
the parameter base on WPS.
Contoh WPS, semua fitter harus mengerti and mematuhi semua
parameter yang di tetapkan di WPS
Fit-up
Proper gap and bevel angle to be maintained in Fit-up as
per approved WPS.
Gap dan sudut miring harus sesuai dengan yang di tetapkan di WPS
44
IACS 47 Standard
Misalignment tolerance shall
follow international standard
and individual project specs.
45
IACS 47 Standard
Bevel preparation shall follow International standard and approved WPS.
46
IACS 47 Standard
- Tebal pelat ≤ 13 mm menggunakan bevel
model 1
- Tebal pelat 14 - 19 mm menggunakan bevel
model 2
- Tebal pelat ≥ 20 mm menggunakan bevel
model 3
- Untuk FCAW welding dengan backing ceramic
menggunakan bevel model 1
- Untun SMAW welding dengan full penetrasi
menggunakan bevel model 2
47
Yard Standard
48
Yard Standard
49
Yard Standard
50
fitter harus memeriksa dan memastikan tekanan gas cukup sebelum memulai pemotongan atau pembuatan bevel
Workmanship standard
51
Plate to Plate Joint
Bad Fit up
Fit up tidak baik
Good Fit up
Fit up yang baik
52
1. Pastikan area fit up datar dan tidak bergelombang
2. Pastikan Panjang setiap material telah sesuai
dengan desain, jika ada ketidak sesuaian pastikan
masih berada dalam rentang toleransi
3. Lakukan pengecekan kelurusan komponen material
secara vertical, horizontal dan pada sumbu putar.
Lakukan penyesuai posisi material jika tidak lurus
4. Lakukan pembersihan pada area welding root,
bersihkan debu, ketidak rataan dan bekas coret -
coretan
5. Lakukan teck weld dengan las SMAW atau FCAW,
Panjang tack weld sekitar 35 - 50 mm dan jarak
antar tack weld sekitar 400 - 500 mm. kualitas
pengelasan tack weld harus sama dengan
pengelasan final
Fit up
53
Workmanship standard STEEL WORK
DEPARTMENT
TACK WELD YANG KURANG
BAIK
TACK WELD YANG BAIK (35~50
MM)
54
WELDING ELECTRODE HANDLING
1. Welding electrode harus dipastikan tetap hangat, menyimpan welding electrode di tempat yang lembab/udara bebas tidak diperbolehkan
2. Sebelum digunakan welding electrode harus dipanaskan terlebih dahulu di oven kurang lebih selama 2 jam
3. Setelah dipanaskan di oven, welding electrode harus di simpan holding oven dan baru dikeluarkan Ketika benar-benar ingin digunakan
4. Pastikan Electrode quiver (tabung penyimpan electrode) berada dalam kondisi yang baik, kabel harus selalu terhubung dengan sumber Listrik
untuk menjaga suhu dari welding electrode
5. Electroda hanya boleh di simpan di quiver selama 4 jam, jika ada elektroda yang tidak terpakai maka harus dikembalikan ke dalam holding oven
disertai pernyataan bahwa electrode masih dalam kondisi yang baik dan tidak lembab
6. Jika Electroda lembab maka electrode perlu untun di pangang ulan di baking oven.
Baking oven Holding oven
X X X
55
1. Perhatikan gambar struktur dengan baik terlebih
dahulu sebelum menyusun pelat. Pastikan nomor
pelat, ketebalan, mutu, dan susunan pelat sesuai
dengan gambar.
2. Pastikan sisi pelat lurus (90 derajat) untuk
menghindari munculnya celah saat proses
penyambungan pelat akibat sisi pelat tidak lurus
(miring) saat dipotong dengan CNC
3. Pelat dengan ketebalan ≥ 20 mm harus dibevel
sebelum disambung. Detail bevel mengacu pada
Gambar Struktur 2D, Buku Detail Struktur Standar,
dan Spesifikasi Prosedur Pengelasan (WPS).
4. Sambungan ujung pelat dengan ketebalan yang
berbeda harus dichamfer (lingkaran merah) terlebih
dahulu. Detail chamfer mengacu pada Buku Detail
Struktur Standar
5. Gunakan alat chain block untuk menarik pelat. Jika
ukuran pelat terlalu besar, pekerja dapat
menggunakan alat pengait tambahan atau
memasang pad eye sementara. Jangan
menggunakan pad eye sementara terlalu banyak
karena dapat menyebabkan kerusakan atau bekas
pada material jika pad eye tidak dilepaskan dengan
benar (gambar 1)
Plate to Plate Joint
56
6. Sebelum melakukan pengelasan, pastikan celah antar pelat masih
dalam toleransi, pasang support pengunci pada sisi pelat (gambar
1)
7. Lakukan pengelasan dengan benar. Ukuran tack weld sekitar 35 - 50
mm dengan jarak 400 – 500 mm
8. Untuk area pengelasan kecil sebaiknya diberi penyangga (gambar 1)
9. Setelah semua pelat disambung, periksa dimensi keseluruhannya
10. Setelah sambungan pelat ke pelat terpasang, pasang blok batu atau
pemberat pada pelat. (gambar 2)
11. Pastikan strong back yang digunakan sudah cukup kuat untuk
menghindari deformasi, pakai strong back yang dipotong oleh CNC.
Jangan menggunakan strong back yang terlalu kecil atau tipis
karena akan mudah patah dan menyebabkan distorsi pelat. (Gambar
3).
12. Las harus dimulai dari 100 mm sebelum lajur las utama, gunakan
run of tab jika diperlukan
Plate to Plate Joint
57
Strong back harus dipasang dari sisi
dalam kapal utamanya dalam
pembangunan kapal baru, hal ini
untuk mengurangi material damage
pada side shell dan memudahkan
penggunaan magnetic weliding jika
diinginkan
58
Plate to Plate Joint
Run on/off tabs untuk
pengelasan SAW minimal
adalah 100x100mm
Run on/off tab untuk pengelasan
FCAW minimal adalah 50x50mm
59
Workmanship standard
FCAW wire coil yang kosong harus disimpan
dengan benar di tempat yang ditentukan
atau dikembalikan ke store.
60
Workmanship standard
Proses fabrikasi di workshop harus menggunkan gas N98, gas harus
dipasang ke manifold pipa yang ada di workshop.
Semua hose harus dilepas setiap kali waktu beristirahat
Setiap kali memakai manifold gas harus memasang flashback arrestor dan
memastikan bahwa alat tersebut memiliki stiker inspeksi yang masih berlaku.
Air sabun harus selalu tersedia pada manifold, setiap orang yang ingin
mengunakan manifold harus melakukan pengecekan kebocoran menggunakan
air sabun
61
Workmanship standard
Saat melepas temporary
support atau pad eye
menggunakan gas cutting /
gauging sisakan 2 – 3 mm,
lalu ratakan dengan gerinda.
Melepas support dengan
cara dipalu tidak
diperbolehkan, karena dapat
merusak base material
62
Workmanship standard
Fitter harus mengikuti ketentuan standar kualitas saat melakukan fit up untuk pembuatan
scallop yang berada diatas lajur las atau 2 lajur las yang berdekatan/bersingungan
63
Workmanship standard
While required to prepare
scallop/rat hole fitter shall
use a template to mark and
cut them. Fitter harus
menggunakan cetakan/mal
saat membuat lubang
scallop/rat hole
64
Workmanship standard
Saat memperbarui pelat jenis apapun itu, harus mengikuti aturan yang dipersyaratkan oleh
standar internasional, informasi mengenai ukuran radius harus tersedia
a member of the Kuok Group
THANK YOU

Module Pelatihan Steel Fitter, Fitter basic Knowledge

  • 1.
  • 2.
    For internal referenceonly, not for external distribution without permission SAFETY & DISCIPLINE KESELAMATAN & KEDISIPLINAN
  • 3.
    3 APD (Alat PelindungDiri) Minimum required PPE in shipyard Above 1.8 Meter wajib pakai full body harness.
  • 4.
    4 Safety Induction Setiap karyawanwajib mengikuti induksi keselamatan sebelum bergabung bekerja di Paxocean. Semua karyawan yang aktif di Paxocean wajib mengikuti kursus penyegaran induksi keselamatan setahun sekali.
  • 5.
    5 Confined Space Induction Setiapkaryawan yang kerja di ruangan terbatas wajib mengikuti Training “Confined Space” dan yang jaga manhole wajib mengikuti training “attendance confined space”.
  • 6.
    6 Penerapan aturan barumengharuskan semua pegawai yard dan subcontractor untuk mematuhi kebijakan terkait pembatasan pergerakan selama jam kerja sebagai mana yang tercantum Key Points: • Pembatasan pergerakan berlaku untuk semua area operasional sebagaimana diuraikan dalam memo. • Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, disiplin, dan koordinasi lintas departemen. • Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan tindakan disipliner. Action Required: • Semua supervisor dan foreman harus memberi pengarahan kepada tim mereka tentang kebijakan baru. • Pastikan perencanaan dan alokasi tugas yang tepat untuk mematuhi pembatasan waktu pergerakan. • Semua pergerakan harus dilaporkan kepada supervisor SAFETY & DISCIPLINE Implementation of New Workforce Movement Regulation
  • 7.
    7 SAFETY & DISCIPLINE Sisakawat las, bekas piringan gerinda, slag hasil pengelasan harus selalu di bersihkan. Sebelum melakukan pekerjaan dan setelah melakukan pekerjaan area kerja harus bersih
  • 8.
    8 Lakukan pembuangan sampahpada tempat sampah yang sesuai dengan peruntukkannya. Setiap sampah memiliki cara penganannya tersendiri, ketidak patuhan pada prosedur ini dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan SAFETY & DISCIPLINE
  • 9.
    9 SAFETY & DISCIPLINE Kenaliwarna dari setiap jalur pipa dan hose yang ada di dalalam workshop, pengunaan pipe line yang salah dapat berakibat pada kerusakan peralatan dan kecelakaan kerja Biru tua = Oksigen Merah = Acytylene Quick connector Hitam = CO2
  • 10.
    10 Setiap Alat pengangkatanharus memiliki warna yang sesuai dengan tanggal penggunaan, warna yang sesuai memastikan bahwa barang tersebut telah diinspeksi oleh orang yang berwewenang. Pengunaan alat yang tidak sesuai berakibat pada pengenaan sanksi dan resiko kecelakaan SAFETY & DISCIPLINE
  • 11.
    11 Untuk memastikan areamerokok digunakan dengan benar, berikut adalah beberapa petunjuk di area merokok untuk perokok. • Dilarang Merokok di pagar penghalang • Perokok maksimal 5 orang di dalam pagar penghalang dan hanya diperbolehkan merokok selama 5 menit • Tidak seorang pun boleh merokok di sepanjang jalur atau lorong menuju atau dari area merokok yang telah ditentukan, dan di atas kapal reparasi dan kapal baru seperti Area Dermaga Apung, Area Penyimpanan Barang Berbahaya, dan Area Lainnya yang dilarang merokok • Dilarang membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan tempat merokok • Jangan membuang puntung rokok langsung ke laut • Dilarang membawa makanan dan minuman (Hanya untuk Merokok) • Pelanggaran akan dikenakan sanksi disiplin dan Surat Panggilan SAFETY & DISCIPLINE
  • 12.
  • 13.
    13 Pekerjaan Bahaya ResikoPengendalian Gerinda shell plat, di dek/ dalam tangki/ workshop Partikel logam yang terbang Cedera mata, cedera wajah / kerusakan pada peralatan stationer / material Gunakan topeng wajah & kacamata Gerinda shell plat, di dek/ dalam tangki/ workshop Debu & partikel metal Terhirup Ventilasi yang baik, penggunaan masker pelindung Memotong pelat kulit, tangki penyimpanan Selang gas / udara & kabelkabel Tersandung, terinjak, atau terbentur selang udara, selang gas pecah, kebakaran, kebocoran gas, dan terbakar. Tekanan Oksigen dan Asetilen masing- masing tidak boleh melebihi 100 psi dan 15 psi. Tangani selang dengan benar, periksa sambungan kopling sebelum digunakan, dan pastikan selang bebas dari kebocoran sebelum memulai pekerjaan. Selang yang rusak harus diisolasi dan dikirim ke toko untuk diperbaiki. Memotong pelat kulit, tangki penyimpanan Memangkas dan membersihkan bekas potongan. Kebakaran, ledakan, jatuhnya pelat atau logam cair menimpa diri sendiri atau pekerja di bawahnya, menghalangi akses personel, material terayun menghantam personel, luka bakar, memar, atau bahkan kematian, serta kerusakan pada peralatan stasioner atau material. Periksa semua peralatan sebelum digunakan. Selalu menjaga jarak aman dari titik pemotongan dan pegang obor dengan kedua tangan saat memotong. Amankan material yang dipotong agar tidak terjatuh atau terjatuh menggunakan metode yang sesuai, seperti chain block atau perangkat mekanis lainnya ANALISA RESIKO (RISK ASSESMENT)
  • 14.
    14 Pekerjaan Bahaya ResikoPengendalian Memotong pelat kulit, tangki penyimpanan Pembersihan mulut stang potong. Partikel asing yang masuk ke mata dapat menyebabkan cedera, gangguan penglihatan, atau bahkan kebutaan Selang harus dicabut dari stang sebelum diibersihkan, pelindung mata harus dipakai dengan benar Proses Gouging Menggunakan Peralatan Las dan Perlatan Injeksi Udara Kebisingan Tingkat Tinggi yang Berbahaya Kehilangan pendengaran, Tinitus, Stress Diwajibkan menggunakan alat perlindung pendengaran didalam Workshop/tempat kerja. Tukang las dan orang yang bekerja di area dengan tingkat kebisingan yang tinggi harus menggunakan alat pelindung pendengaran. Penggunaan perlengkapan Gas Cutting/ Cropping Peralatan bekerja Ledakan, kebakaran, sengatan listrik, kerusakan peralatan/ bahan stasioner Jangan menggunakan korek api untuk menyalakan cutting torch, gunakan alat pemantik api yang standard untuk cutting torch. Jauhkan alat dan perlengkapan gas cutting/alat potong dari bahan mudah terbakar.Gantungkan kabel dan selang pada cable hanger untuk menghindari kerusakan pada kabel. Lakukakan pemeriksaan secara berkala oleh petugas yang memenuhi kualifikasi untuk memeriksa gas cutting/cropping. Peralatan harus diperiksa, kabel dan selang harus dalam kondisi yang baik dan taka da kebocoran. Tempatkan gas pada posisi yang telah ditentukan ANALISA RESIKO (RISK ASSESMENT)
  • 15.
    15 ANALISA RESIKO (RISKASSESMENT) Risk assessment sudah dipasang di beberapa area workshop dan jetty
  • 16.
    For internal referenceonly, not for external distribution without permission DEFINITION & REFERENCE PENGERTIAN DAN REFERENSI
  • 17.
    17 Lingkup Pekerjaan Fitter merupakanseseorang yang membantu proses persiapan material sebelum sebuah part dilas. proses ini meliputi proses pemotongan, pembuatan bevel dan pemasangan
  • 18.
    18 Lingkup Pekerjaan Cutting / Pemotongan Beveling/ Pembuatan Bevel Fiting / Penyetelan
  • 19.
    19 REFERENSI STANDAR DANPANDUAN KERJA • DS-008 Steel Plate Traceability, Ed.1 Rev.5.pdf • DS-022 Profile Cutting and Grinding Edge Requirements, Ed.1 Rev.1.pdf • DS-054 Joint plate to plate.pdf • DS - 055 joint stiffener to plate - Copy.pdf • DS - 056 joint T-web to plate - Copy.pdf • DS - 057 Panel to Subclok - Copy.pdf • DS - 058 - Bevel Cutting.pdf • DS - 060 CNC Material Sorting.pdf • DS-066 - Sub Assembly - T-Bar Fabrication (Fit-up).pdf APPLICABLE CODE AND STANDARD • AWS D1.1 Structural Welding Code – Steel • IACS 47 Ship Building and Repair Quality Standard • ABS Rules & Guides ABS Building and Classing Marine Vessel 2023 YARD WORK INSTRUCTION
  • 20.
    20 Works instruction sudahdipasang di beberapa area workshop dan jetty
  • 21.
    For internal referenceonly, not for external distribution without permission TOOLS Peralatan
  • 22.
    22 Nama alat KegunaanSOP Waterpass memastikan kerataan benda - Cek kondisi alat dengan master waterpass Penggaris siku Pengukur sudut 90o - Cek sudut pengaris - Cek kejelasan angka Meteran Mengukur jarak - kalibrasi meteran dengan master - Cek kejelasan angka Kapur besi Memberi tanda - Cek kondisi kapur PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
  • 23.
    23 Nama alat KegunaanSOP Welding Gauge mengukur sudut bevel dan tinggi welding cap - Kalibrasi alat dengan master welding gauge Penggaris sudut Membuat garis dengan sudut tertentu - Cek sudut pengaris - Cek kejelasan angka Taper Gauge Mengukur jarak gap bevel - kalibrasi alat dengan master taper gauge Cylinder container Menjaga agar tabung gas tidak jatuh - container harus di uji beban 1 tahun sekali PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
  • 24.
    24 Nama alat KegunaanSOP Cutting Torch Memotong besi - Pastikan alat di inspeksi 1 bulan sekali - Cek kondisi alat setiap kali ingin bekeraj Arrestor Flashback Mencegah api tersulut masuk kedalam selang - pastikan arrestor terpasang pada ujung tabung dan ujung cutting torch Nozzle cleaner Membersihkan cutting nozzle bila tersumbat - Pastikan fitter memiliki nozzle cleaner setiap hari, Ganti bila tidak layak pakai Pressure Regulator Menunjukkan tekanan pada tabung - Pastikan alat di inspeksi 1 bulan sekali - Cek kondisi alat setiap kali ingin bekeraj PERALATAN KERJA (WORKING TOOLS)
  • 25.
  • 26.
    26 Nama alat KegunaanSOP Sarung Tangan kulit Menjaga tangan dari panas dan sengatan listrik - Pastikan sarung tangan masih layak untuk di pakai Face Shield Menjaga mata dari percikan api - pastikan face shield masih layak untuk di pakai welding mask / masker las Menjaga muka dan mata dari cahaya yang mucul saat pengelasan -pastikan weld mask masih layak untuk di pakai Gerinda Tangan Memotong / menghaluskan permukaan - Alat harus diinspeksi 1 bulan sekali Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
  • 27.
    27 Nama alat KegunaanSOP Hand Cutting Memotong profile / pelat pendek - Alat harus diinspeksi 1 bulan sekali gas cutting carriage Membuat bevel / memotong pelat secara lurus - Alat harus diinspeksi 1 bulan sekali Magnetic gas cutting Membuat bevel / memotong pelat secara lurus - Alat harus diinspeksi 1 bulan sekali Plasma Cutting memotong pelat - Alat harus diinspeksi 6 bulan sekali Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
  • 28.
    28 Nama alat KegunaanSOP Chain blok & Lever hoist Mengangkat / menarik benda - Alat harus diinspeksi fisik setiap 4 bulan dan menganti colour code - Alat harus diuji beban setiap 6 bulan / setiap memulai project baru palu Memukul - Gagang palu harus terbuat dari karet atau kayu, tidak boleh besi hydraulic / manual jack Mendongkrak benda - Alat harus diinspeksi setiap 6 bulan / setiap memulai project baru Welding square Mengunci sudut pelat saat fit up - Cek kondisi alat sebelum digunakan Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
  • 29.
    29 Nama alat KegunaanSOP Tali kapur Menandai benda - cek kondisi alat Center punch Menandai benda - cek kondisi alat Shackle penyambung pad eye dengan sling, memastikan tali dalam sudur yang sesuai - Alat harus diinspeksi 4 bulan sekali Tali sling Mengikat benda - Alat harus diinspeksi 4 bulan sekali Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
  • 30.
    30 Nama alat KegunaanSOP FCAW (Flux Cored Arc Welding Untuk mengelas - Cek WPS (Amphere, jenis electrode) - Mesin harus diinspeksi per 6 bulan - Pastikan tanggal inspeksi mesin masih berlaku SMAW (Shielded Metal Arch Welding) Untuk Mengelas - Cek WPS (Amphere, jenis electrode) - Mesin harus diinspeksi per 6 bulan - Pastikan tanggal inspeksi mesin masih berlaku Peralatan Cuting, Beveling dan Fiting
  • 31.
    31 Peralatan Cuting, Bevelingdan Fiting Plasma Cutting Magnetic Gas Cutting Carriage
  • 32.
    32 Jenis-Jenis Material Baja (Steel) Baja tahankarat (stainlees Steel) Aluminium (Alumunium)
  • 33.
    For internal referenceonly, not for external distribution without permission Pekerjaan
  • 34.
    34 PENGELOMPOKKAN DAN PENDISTRIBUSIANMATERIAL 1. Tulis nama part dan flow code pada material sesuai dengan informasi yang tertera pada gambar nesting, data yang di tulis meliputi nomor plat, kode bevel, plate extra dst. 2. Separate and sort the materials based on sequence., pisahkan dan kelompokkan material berdasarkan urutan pengerjaan/pemasangan 3. Kelompokkan material berdasarkan nomor block dan jadikan pada 1 tempat. 4. Pisahkan material berdasarkan kode aliran (flow code) (SA, PA, BA, PB) 5. Setelah material di kelompokkan susun material pada pallet untuk memudahkan distribusi pelat, mencegah pelat hilang, dan memastikan tempat kerja tetap rapih 6. Setelah material di kelompokkan berdasarkan nama proyek, block dan urutan pemasangan. Semua material harus di catat dan didokumentasikan pada form penyerahan material (Material Handover) 7. Form material hand over harus ditandatangani oleh pihak material control/PIC dan pihak penerima material pada masing- masing daerah agar form material handover bisa dianggap sah 8. Untuk informasi lebih detail dapat merujuk link berikut • Work Instructions - CNC Material Sorting.pdf • Work Instructions - CNC Material Distribution.pdf
  • 35.
    35 PEMOTONGAN PROFIL 1. Pastikantipe dan jumlah dari material yang dibutuhkan. Informasi ini dapat dilihat pada dokumen Profile Cutting Plan. gambar tersebut secara jelas menerangkan jenis profile, grade dan apakah material yang digunakan merupakan material baru atau merupakan remnant material (material yang sudah setengah dipakai) 2. Perhatikan detail yang diberikan pada Gambar Sketsa Profil. Ini termasuk berbagai simbol dan notasi, serta spesifikasi relevan lainnya. Guide for end cutting of stiffeners Inverse bending table information (sample) Symbol representation Profile Information (Sample) Profile Sketch / Cutting Detail
  • 36.
    36 PEMOTONGAN PROFIL Tahapan Kerja 3.Pastikan gambar produksi yang diterima merupakan gambar yang sesuai dan merupakan gambar revisi terbaru. 4. Pastikan spesifikasi material yang digunakan sesuai dengan yang ada di keterangan gambar. Pastikan Part Name yang dipotong sesuai dengan peruntukan pelat (Plate Name), jangan memotong part di pelat yang bukan peruntukannya. Lihat dokumen Profile Cutting Plan. 5. Lakukan pengambaran pada pelat sesuai dengan dimensi yang tertulis pada gambar. Jika ada dimensi yang tidak tertulis, fitter dapat melakukan penghitungan manual dengan mengukur panjang gambar dikalikan dengan ukuran skala gambar. 6. Jika ada inverse bending line (tanda area pembengkokan) maka daerah pemotongan harus ditambahkan sebesar 500 mm dari setiap ujung bending line sebagai area kompensasi.
  • 37.
    37 PEMOTONGAN PROFIL 7. Pelatyang akan dipotong harus diletakkan di atas jig/platform kerja, pelat harus di stabilkan dengan diberikan penyangga (Support). (Lihat gambar). Pemotongan langsung di lantai tidak diperbolehkan 8. Lakukan pengrindaan pada permukaan hasil pemotongan, permukaan yang tidak rata akan membuat hasil pengelasan menjadi buruk. Lakukan pembuatan bevel jika dipersyaratkan oleh gambar. 9. Pelat yang sudah dipotong diberikan kode nama, perbarui data list material yang telah dipotong agar tidak melakukan pemotongan berulang 10. Lakukan pengecekan kelengkapan potongan pelat
  • 38.
    38 PEMOTONGAN PROFIL 1. GunakanCutting torch radius/holder untuk melakukan pemotongan part dengan bentuk lingkaran 2. Untuk pemotongan lurus diatas kapal gunakan batang magnet lurus. 3. Kehalusan bekas pemotongan harus mengikuti standar kekasaran permukaan hasil pemotongan sebagai berikut:
  • 39.
    39 IDENTIFIKASI MATERIAL Heat Number •Heat No. engraved/stamped on the steel plate to be encircled before tracing by the Hull Supervisor and maintain document. Nomor identifikasi yang di stamp di plate harus dilingkari/di tandai sebelum di tracing oelh Hull Supervisor dan di dokumentasikan dengan baik • Material received without proper certification shall be set aside and not to be consumed unless all required certificates are obtained and verified to be in order. Material tanpa identifikasi yang jelas harus di asingkan dan tidak boleh di pergunakan sampai semua persyaratan termasuk material certifikat terpenuhi Transfer Heat Number Each time you cut a part, transfer the heat number on to the part with a paint pen Setiap pemotongan ke bagian yang lebih kecil maka pindahkan nomor identifikasi menggunakan paint pen
  • 40.
    40 PEMBUATAN BEVEL 1. CekKeterangan sudut dan jenis bevel pada gambar 2. Letak kan alat automatic gas cutting pada permukaan pelat yang ingin di bevel. Buat dudukan untuk mesin jika lebar pelat tidak mencukupi. 3. Posisikan sudut torch sesuai dengan sudut bevel 4. Lakukan proses beveling, awasi proses beveling agar tidak terjadi penyimpangan dari jalur yang telah ditentukan 5. Lakukan pengecekan sudut bevel menggunakan welding gauge. Ukuran bevel normal berkisar 35 – 45 derajat 6. Lakukan pengerindaan pada permukaan hasil pemotongan, permukaan yang tidak rata akan membuat hasil pengelasan menjadi buruk.
  • 41.
  • 42.
    42 JOINT TYPE Butt adalahjenis sambungan di mana dua potong logam disambungkan bersama-sama sepanjang satu bidang. Teknik ini umumnya digunakan karena kemampuannya untuk menciptakan sambungan yang kuat dan mulus yang dapat menahan tekanan dan tegangan yang signifikan. Las fillet merupakan jenis las yang digunakan untuk menyambung 2 potongan logam dengan membuat penampang segitiga pada perpotongannya.
  • 43.
    43 Welding Procedure Specification(WPS) 43 WPS sample, every fitter shall understand and comply all the parameter base on WPS. Contoh WPS, semua fitter harus mengerti and mematuhi semua parameter yang di tetapkan di WPS Fit-up Proper gap and bevel angle to be maintained in Fit-up as per approved WPS. Gap dan sudut miring harus sesuai dengan yang di tetapkan di WPS
  • 44.
    44 IACS 47 Standard Misalignmenttolerance shall follow international standard and individual project specs.
  • 45.
    45 IACS 47 Standard Bevelpreparation shall follow International standard and approved WPS.
  • 46.
    46 IACS 47 Standard -Tebal pelat ≤ 13 mm menggunakan bevel model 1 - Tebal pelat 14 - 19 mm menggunakan bevel model 2 - Tebal pelat ≥ 20 mm menggunakan bevel model 3 - Untuk FCAW welding dengan backing ceramic menggunakan bevel model 1 - Untun SMAW welding dengan full penetrasi menggunakan bevel model 2
  • 47.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
    50 fitter harus memeriksadan memastikan tekanan gas cukup sebelum memulai pemotongan atau pembuatan bevel Workmanship standard
  • 51.
    51 Plate to PlateJoint Bad Fit up Fit up tidak baik Good Fit up Fit up yang baik
  • 52.
    52 1. Pastikan areafit up datar dan tidak bergelombang 2. Pastikan Panjang setiap material telah sesuai dengan desain, jika ada ketidak sesuaian pastikan masih berada dalam rentang toleransi 3. Lakukan pengecekan kelurusan komponen material secara vertical, horizontal dan pada sumbu putar. Lakukan penyesuai posisi material jika tidak lurus 4. Lakukan pembersihan pada area welding root, bersihkan debu, ketidak rataan dan bekas coret - coretan 5. Lakukan teck weld dengan las SMAW atau FCAW, Panjang tack weld sekitar 35 - 50 mm dan jarak antar tack weld sekitar 400 - 500 mm. kualitas pengelasan tack weld harus sama dengan pengelasan final Fit up
  • 53.
    53 Workmanship standard STEELWORK DEPARTMENT TACK WELD YANG KURANG BAIK TACK WELD YANG BAIK (35~50 MM)
  • 54.
    54 WELDING ELECTRODE HANDLING 1.Welding electrode harus dipastikan tetap hangat, menyimpan welding electrode di tempat yang lembab/udara bebas tidak diperbolehkan 2. Sebelum digunakan welding electrode harus dipanaskan terlebih dahulu di oven kurang lebih selama 2 jam 3. Setelah dipanaskan di oven, welding electrode harus di simpan holding oven dan baru dikeluarkan Ketika benar-benar ingin digunakan 4. Pastikan Electrode quiver (tabung penyimpan electrode) berada dalam kondisi yang baik, kabel harus selalu terhubung dengan sumber Listrik untuk menjaga suhu dari welding electrode 5. Electroda hanya boleh di simpan di quiver selama 4 jam, jika ada elektroda yang tidak terpakai maka harus dikembalikan ke dalam holding oven disertai pernyataan bahwa electrode masih dalam kondisi yang baik dan tidak lembab 6. Jika Electroda lembab maka electrode perlu untun di pangang ulan di baking oven. Baking oven Holding oven X X X
  • 55.
    55 1. Perhatikan gambarstruktur dengan baik terlebih dahulu sebelum menyusun pelat. Pastikan nomor pelat, ketebalan, mutu, dan susunan pelat sesuai dengan gambar. 2. Pastikan sisi pelat lurus (90 derajat) untuk menghindari munculnya celah saat proses penyambungan pelat akibat sisi pelat tidak lurus (miring) saat dipotong dengan CNC 3. Pelat dengan ketebalan ≥ 20 mm harus dibevel sebelum disambung. Detail bevel mengacu pada Gambar Struktur 2D, Buku Detail Struktur Standar, dan Spesifikasi Prosedur Pengelasan (WPS). 4. Sambungan ujung pelat dengan ketebalan yang berbeda harus dichamfer (lingkaran merah) terlebih dahulu. Detail chamfer mengacu pada Buku Detail Struktur Standar 5. Gunakan alat chain block untuk menarik pelat. Jika ukuran pelat terlalu besar, pekerja dapat menggunakan alat pengait tambahan atau memasang pad eye sementara. Jangan menggunakan pad eye sementara terlalu banyak karena dapat menyebabkan kerusakan atau bekas pada material jika pad eye tidak dilepaskan dengan benar (gambar 1) Plate to Plate Joint
  • 56.
    56 6. Sebelum melakukanpengelasan, pastikan celah antar pelat masih dalam toleransi, pasang support pengunci pada sisi pelat (gambar 1) 7. Lakukan pengelasan dengan benar. Ukuran tack weld sekitar 35 - 50 mm dengan jarak 400 – 500 mm 8. Untuk area pengelasan kecil sebaiknya diberi penyangga (gambar 1) 9. Setelah semua pelat disambung, periksa dimensi keseluruhannya 10. Setelah sambungan pelat ke pelat terpasang, pasang blok batu atau pemberat pada pelat. (gambar 2) 11. Pastikan strong back yang digunakan sudah cukup kuat untuk menghindari deformasi, pakai strong back yang dipotong oleh CNC. Jangan menggunakan strong back yang terlalu kecil atau tipis karena akan mudah patah dan menyebabkan distorsi pelat. (Gambar 3). 12. Las harus dimulai dari 100 mm sebelum lajur las utama, gunakan run of tab jika diperlukan Plate to Plate Joint
  • 57.
    57 Strong back harusdipasang dari sisi dalam kapal utamanya dalam pembangunan kapal baru, hal ini untuk mengurangi material damage pada side shell dan memudahkan penggunaan magnetic weliding jika diinginkan
  • 58.
    58 Plate to PlateJoint Run on/off tabs untuk pengelasan SAW minimal adalah 100x100mm Run on/off tab untuk pengelasan FCAW minimal adalah 50x50mm
  • 59.
    59 Workmanship standard FCAW wirecoil yang kosong harus disimpan dengan benar di tempat yang ditentukan atau dikembalikan ke store.
  • 60.
    60 Workmanship standard Proses fabrikasidi workshop harus menggunkan gas N98, gas harus dipasang ke manifold pipa yang ada di workshop. Semua hose harus dilepas setiap kali waktu beristirahat Setiap kali memakai manifold gas harus memasang flashback arrestor dan memastikan bahwa alat tersebut memiliki stiker inspeksi yang masih berlaku. Air sabun harus selalu tersedia pada manifold, setiap orang yang ingin mengunakan manifold harus melakukan pengecekan kebocoran menggunakan air sabun
  • 61.
    61 Workmanship standard Saat melepastemporary support atau pad eye menggunakan gas cutting / gauging sisakan 2 – 3 mm, lalu ratakan dengan gerinda. Melepas support dengan cara dipalu tidak diperbolehkan, karena dapat merusak base material
  • 62.
    62 Workmanship standard Fitter harusmengikuti ketentuan standar kualitas saat melakukan fit up untuk pembuatan scallop yang berada diatas lajur las atau 2 lajur las yang berdekatan/bersingungan
  • 63.
    63 Workmanship standard While requiredto prepare scallop/rat hole fitter shall use a template to mark and cut them. Fitter harus menggunakan cetakan/mal saat membuat lubang scallop/rat hole
  • 64.
    64 Workmanship standard Saat memperbaruipelat jenis apapun itu, harus mengikuti aturan yang dipersyaratkan oleh standar internasional, informasi mengenai ukuran radius harus tersedia
  • 65.
    a member ofthe Kuok Group THANK YOU