Dokumen ini menekankan pentingnya hari sabat sebagai waktu yang kudus dan sebagai ujian kesetiaan bagi umat Tuhan. Ada penegasan bahwa sabat seharusnya menjadi waktu untuk perayaan dan kebahagiaan, bukan sekadar kewajiban yang membosankan. Selain itu, disebutkan bahwa setan berusaha merusak makna sabat dengan menciptakan berbagai larangan yang membatasi pengalaman spiritual umat.