For Internal UseOnly 2
sebuah kerangka kerja terpadu untuk
mengelola keselamatan di seluruh kegiatan
operasional Subholding Upstream. Sistem ini
dirancang untuk menyatukan berbagai elemen
penting Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
dalam satu sistem, dengan tujuan memastikan
standar keselamatan yang konsisten dan
melindungi seluruh pekerja dari risiko bahaya
di tempat kerja
izin tertulis yang diperlukan untuk melakukan
pekerjaan berisiko tinggi demi mengendalikan
dan mencegah potensi bahaya serta kecelakaan
kerja sebelum pekerjaan dimulai. Dokumen ini
dikenal juga sebagi permit to Work (PTW)
PENGERTIAN
3.
For Internal UseOnly 3
Jenis Izin Kerja/Permit To Work (PTW) :
1. Hot Work : Izin kerja Panas
2. Critical Work : izin kerja pekerjaan kritikal
3. General Work : izin kerja umum/low risk
4. Breaking Containment : izin kerja pelepasan
Hidrocarbon/Bahan berbahaya beracun
Organisasi wajib izin Kerja
1. Performing Authority : Pimpinan unit/tim kecil yang
melaksanakan pekerjaan
2. Area Authority : Penanggungjawab area kerja
3. Site Controller : Pimpinan tertinggi di lokasi
Masa berlaku : 7 hari / 14 shift kerja
Dokumen Lampiran
1. Job safety Analysis
2. Prosedur Kerja
3. Rencana P3K
4. Risk Assessment (RA), ICC, Lifting plan,SDS dll
Jenis Izin Kerja/Permit To Work (PTW) :
1. Umum : Izin kerja yang di ttd Katek/Wakatek yang
mencakup lebih dari satu pekerjaan
2. Khusus : Izin Kerja yang di ttd oleh pengawas
Utama lapangan yang mencakup satu pekerjaan
yang spesifik
Organisasi wajib izin kerja
1. Pemegang izin : Pelaksana pekerjaan
2. Peminta Izin : Supervisor Pekerjaan
3. Pemberi Izin: Katek atau Wakatek atau pimpinan
tertinggi di lokasi
Masa Berlaku : Umum 7 hari ; Khusus 30 hari
Dokumen Lampiran :
1. Job safety Analysis
IZINKERJA
For Internal UseOnly 5
Jenis Kaji Resiko :
1. Risk Assessment (RA) : Kaji resiko yang dibuat
dalam tahap perencanaan untuk pekerjaan tertentu
saja
2. Job Safety Analysis : Kaji Resiko yang dibuat setiap
akan melakukan pekerjaan
Penyusun :
1. Risk Assessment (RA) : PA, AA & Risk Assessment
Fasilitator (RAF)
2. Job Safety Analysis : PA dan AA
Terdapat perhitungan matriks resiko dalam setiap
bahaya dalam pekerjaan
Tindakan pengendalian : Spesifik dengan
menggunakan hirarki pendengalian bahaya/resiko
Reviewer / approver : Site controller/Manager/Field
Manager/General Manager
Jenis Kaji Resiko :
1. Job Safety Analysis : kaji resiko yang dibuat dalam
setiap pekerjaan
Penyusun : Personil yang akan melakukan pekerjaan
Tidak terdapat perhitungan matrik resiko dalam
setiap bahaya dalam pekerjaan
Tindakan pengendalian : secara general dan
tidak di breakdown berdasarkan hirarki
pengendalian bahaya/resiko
Reviewer/approver : Pemberi Izin (pimpinan
tertinggi di lokasi/Katek/Wakatek
KajiResiko
For Internal UseOnly 11
KEBUTUHAN TRAINING
UNTUK IMPELEMENTASI ONE SIKA SHU
Peran SIKA Performing Authority (PA) :
1. Basic Safety Training
2. Lifting Operation Awareness
3. Working at height Awareness
4. Fire Fighting
5. First Aider
Peran SIKA Area Authority :
1. Basic Safety Training
2. Leadership Training
3. Lifting Rigging Operation
4. Working At height Awareness
5. Confined space entry
6. Fire Fighting
7. First Aider
13
For Internal UseOnly 13
LEADING
INDICATOR
Pengukuran terhadap segala upaya yang
sudah dilakukan dalam pengelolaan
keselamatan kerja berupa realisasi
pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan
Kerja dan Lindung Lingkungan (K3LL) untuk
mencegah terjadinya insiden
LAGGING
INDICATOR
Pengukuran terhadap hasil pengelolaan
Keselamatan Kesehatan Kerja dan
Lindung Lingkungan (K3LL) berupa data
statistic kejadian/insiden yang pernah
terjadi sebagai identifikasi serta umpan
balik terhadap kinerja yang telah
dilakukan
14.
14
For Internal UseOnly 14
Leading Indicator Keselamatan Kerja
• Management Walk Through
• Safety Meeting (TGM, PJSM, WSM)
• HSE Marshall
• Training HSE
• Safety Induction
• PEKA
• Emergency Drill
• Inspeksi HSE
• Promosi
• HSE
• Pengukuran kualitas lingkungan
• Audit
• dll
Leading Indicator Keselamatan Kerja
• Medical Check Up
• Fit To Task/Daily Check up
• Health surveillance
• Pengelolaan lingkungan kerja
• Heathty talk
• Health Promotion
• Health risk assessment
• dll
15.
15
For Internal UseOnly 15
Lagging Indicator Kesehatan Kerja
• Penyakit Akibat Kerja
• Medical Referral case
• Illness Fatality
Lagging Indicator Keselamatan Kerja
• First Aid Case
• Medical Treatment Case
• Restricted Workday Case
• Loss Time Incident
• Fatality Case
• Nearmiss
• Property Damage Case
• Mobile Vehi
16.
16
For Internal UseOnly 16
LEADING INDICATOR LAGGING INDICATOR
KESIMPULAN
Definisi
Ukuran proaktif yang bersifat prediktif, mengukur
kegiatan yang dilakukan untuk mencegah insiden
Ukuran melihat statistik masa lalu dengan
mengukur apa yang sudah terjadi
Sifat
Preventif, mengukur upaya yang sedang dilakukan atau
yang akan dilakukan
Reaktif, didasarkan pada data kejadian yang
sudah terjadi
Tujuan
Untuk mengidentifikasi dan merencanakan program
program yang dapat di lakukan sebagai pencegahan
dini terjadinya insiden
Untuk mengidentifikasi tren kejadian yang telah
terjadi dan memberikan umpan balik tentang
kinerja masa lalu
LEADING INDICATOR yang sukses menghasilkan LAGGING INDICATOR yang baik