Rencana Pembelajaran
Semester
Capaian Pembelajaran
CPMK1Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Akuntansi Pemerintahan (P1)
CPMK2 Mahasiswa amampu untuk menjelaskan kebijakan Akuntansi berabasis Akrual
CPMK3 Mampu menyelesaikan Siklus Akuntansi Untuk Tingkat SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah ) (P1,KU1,)
CPMK4 Mampu menyusun SIklus Akuntansi Untuk PPKD ( Pemda) (P1,KU1,KU2,KK1)
CPMK5 Mampu menyelesaikan Sikus Akuntansi Untuk Sistem Akuntansi Instansi ((P1,KU1,KU2,KK1)
3.
1. UTS
25%
2. UAS
30%
3.Aktivitas
45%
Paper 20% Sikap dan partisipasi
10%
Quiz dan review test 15%
Penilaian
4.
Sejarah Akuntansi PemerintahIndonesia
Reformasi Pelaporan Keuangan Pemerintah
Otoritas Penyusun Standar Akuntansi
Pemerintahan Profesi Akuntan Pemerintah
Pertemuan I
5.
• Proses yangdimulai dari
pencatatan,
pengklasifikasian,
pengikhtisaran dan
penyajian laporan
keuangan sebuah entitas
akuntansi dan pelaporan
keuangan pemerintah
pada tanggal atau periode
tertentu.
Proses Fungsi
• Berfungsi menyajikan
informasi kuantitatif yang
bersifat keuangan atas
sebuah entitas akuntansi
dan pelaporan
keuangan pemerintah
pada tanggal atau
periode tertentu
Definisi Akuntansi
6.
Sejarah Akuntansi PemerintahIndonesia
Umum Dikembangkan dan menemukan bentuknya pada tahun
2005 yang ditandai dengan disahkannya PP Nomor 24
Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Sebelumnya, Indonesia mengalami banyak pengalaman
dengan pengembangan akuntansi pemerintah.
Penggunaan basis kas, pendekatan single fund dan
pendekatan single entry, mewarnai pengembangan
akuntansi pemerintah di Indonesia
7.
Sejarah Akuntansi PemerintahIndonesia
1975, belum
ada
sistem akuntansi
1979, tidak ada
standar akuntansi,
single entry dan
laporan bentuknya
PAN
1986,
dimulainya
desain SAP dan
SAI
1987-1988,
simulasi akuntansi
manual di bbrp
departemen
1992, BAKUN
didirikan sebagai
Central
Accounting Office
2001-2002,
Otonomi daerah,
Kepmendagri
29
tahun 2002,
basis
CTA
2003-2004, Paket
UU di bidang
Keuangan Negara
2005, dibentuk
KSAP, SAP
basis CTA
2010, SAP
basis
akrual
8.
UU 1 Tahun2004
(pasal 57)
Komite Standar
Akuntansi
Pemerintahan (KSAP)
Komite Konsultatif
Komite Kerja
Kelompok Kerja Sekretaria
t
Otoritas Penyusun Standar Akuntansi Pemerintahan
Proses Baku Penyusunan
SAP
Identifikasi topik
Pembentukan Pokja
Riset terbatas
Penulisan draf
Pembahasan draf
oleh Komite
Pengambilan
keputusan utk
ED
Peluncuran ED
Limited dan public
hearing
Pembahasan tanggapan
Finalisasi standar
Langkah2 Penyusunan SAP
Berbasis Akrual
Dikembangkan dari
PP
24/2005
Mengacu pada IPSAS
Materi dan rujukan
penyusunan SAP
PP 24 tahun 2005
Produk IFAC
Produk
IASC/IASB
Produk
IMF
Produk
IAI
Produk FASB-USA
Produk GASB-USA
Produk FASAB-USA
Produk org profesi lain
yg
membidangi pelpran keu
Langkah-langkah
penyusunan SAP Akrual
Dikembangkan dari SAP
Basis CTA PP 24 th 2005
Mengacu pada IPSAS
Memperhatikan peraturan
perundang-undangan
9.
13
1. Bultek BasisKas
2. Bultek Akrual
(14 Bultek)
(10 Bultek)
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (4 IPSAP)
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP):
1. PP 24 Tahun 2005 SAP Basis Kas Menuju Akrual
PP No. 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
(SAP) merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum
dalam upaya meningkatkan kualitas penyajian laporan keuangan
pemerintah di Indonesia.
2. PP 71 Tahun 2010 SAP Basis Akrual
PP 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah
amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
dalam Pasal 32, bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban
pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan.
(12 PSAP)
(14 PSAP)
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
10.
Kerangka Konseptual
PSAP 01Penyajian Laporan Keuangan
PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas
PSAP 03 Laporan Arus Kas
PSAP 04 Catatan atas Laporan Keuangan
PSAP 05 Akuntansi Persediaan
PSAP 06 Akuntansi Investasi
PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap
PSAP 08 Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan
PSAP 09 Akuntansi Kewajiban
PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Operasi
yang Tidak Dilanjutkan
PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
PSAP 12 Laporan Operasional
PSAP 13 Penyajian Laporan Keuangan Badan Layanan Umum
PSAP 14 Aset Tak Berwujud
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP)
11.
15
No Interpretasi IPSAP
InterpretasiNo 1 Transaksi Mata Uang Asing
Interpretasi No 2 Pengakuan Pendapatan pada Bendahara Umum Negara/Daerah
Interpretasi No 3 Pengakuan Belanja pada Bendahara Umum Negara/Daerah
Interpretasi No 4 Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan tanpa Penyajian Kembali
Laporan Keuangan
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (IPSAP)
IPSAP bertujuan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut topik tertentu guna menghindari salah tafsir
penggunaan PSAP
12.
16
No Bultek PenyelesaianKeterangan
01 Bultek 15 Akuntansi Aset Tetap 2014 Mengganti Bultek 09
02 Bultek 16 Akuntansi Piutang 2014 Mengganti Bultek 06
03 Bultek 17 Akuntansi Aset tak Berwujud 2014 Mengganti Bultek 11
04 Bultek 18 Akuntansi Penyusutan 2014 Mengganti Bultek 05
05 Bultek 19 Akuntansi Belanja Bantuan Sosial 2015 Mengganti Bultek 10
06 Bultek 20 Akuntansi Kerugian Negara 2015 Bultek Baru
07 Bultek 21 Akuntansi Transfer 2015 Bultek Baru
08 Bultek 22 Akuntansi Utang 2015 Bultek Baru
09 Bultek 23 Akuntansi Pendapatan NonPerpajakan 2016 Bultek Baru
10 Bultek 24 Akuntansi Pendapatan Perpajakan 2016 Bultek Baru
Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan (Bultek)
13.
Akuntan pemerintah
Akuntan pengelola
keuangannegara/daerah
KL/Satker/SKPD
Akuntan pemeriksa pajak
DJP, BPKAD
Auditor internal dan
eksternal
Inspektorat, Badan
Pengawas
Akuntan pendidik
PKN STAN, Balai Diklat
Profesi Akuntan Pemerintah