Teknologi Presisi Budidaya Tanaman Buah
untuk Peningkatan Daya saing di Pasar
Domestik dan Ekspor
Disampaikan pada acara webinar online tanaman buah
29 Desember 2022 di Bontang, KalimantanTimur
Sri Julianti
PENDAHULUAN
Nilai ekspor buah
Indonesia tidak
termasuk 10 besar
negara pengekspor
 Buah memiliki nilai gizi
tinggi  sumber vit,
mineral dan antioksidan
 Permintaan buah di dalam
dan luar negeri cukup tinggi
 Potensi industri dan ekspor
produk olahan
No. Negara produsen Jumlah
produksi
(metric ton)
Jenis komoditi ekspor
produk segar
1. China 154.364 Apel,mangga,persimmon,
2. India 82.632 Pisang,mangga,jambu biji
3. Brazil 37.774 Pisang, jeruk
4. USA 26.986 Strawbery, peach,anggur
5. Spain 17.699 Jeruk,alpukat ,melon
6. Meksiko 17.553 Alpukat,mangga,pisang
7. Italy 16.371 Jeruk, apel,pear
8. Indonesia 16.003 Mangga, jambu biji,
manggis ,durian
9. Philipina 15.887 Pisang, nenas
10. Turkey 15.341 Apel, anggur,melon,kiwi
Sumber : www.edudwar.com/top-10-fruit-producing-countries(2022)
 Kendala : 3K  (Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas)
Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness)
 Nilai ekonomi dan gizi tinggi
 Dapat dikonsumsi sebagai buah
segar maupun produk olahan
 Umur produktif cukup panjang
 SDM cukup tersedia
 Plasma nutfah banyak
 Belum berkembangnya varietas unggul
yang telah dilepas
 Serangan hama penyakit cukup tinggi
 Penerapan budidaya berdasarkan SPO
belum optimal
 Belum terciptanya kelembagaan yg kuat
antar pelaku agribisnis
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat)
 Permintaan buah di dalam dan luar
negeri cukup tinggi
 Potensi industri dan ekspor produk
olahan
 Meningkatnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya gizi
 Jalinan kerjasama / kemitraan
 Perubahan iklim yang semakin ekstrim
menuntut ketersediaan VUB spesifik
lokasi
 Persaingan era perdagangan bebas
 Maraknya buah impor
ANALISIS SWOT
Gbr 1. Plasma nutfah mangga Indonesia
Tahun 1984 (3 varietas) : (1) Golek-31, (2) Manalagi-69 dan 3) Arumanis-
143
Tahun 1992 (1 varietas) : Lalijiwo-61
Tahun 1995 (1 varietas) : Gedong gincu
Tahun 2000 (1 varietas) : Dodol
Tahun 2002 (7 varietas) : (1) Saigon-119/Kraton-119 utk bb cebol, (2) irwin/
Marifta-01 utk buah segar, (3) Sala-250 utk buah
segar, (4) Kensington apple/Ken Layung utk buah
segar, (5) Madu anggur-141/Dugur-141 utk sari
buah, (6) Sophia-243/Manggasari-243 utk tepung
dan (7) Alphonso-315/ Gayam-315 utk
pasta/puree
Tahun 2003 (1 varietas) : Podang urang
Tahun 2009 (4 varietas) : G. Orange; G.Merah, G. Kuning dan G. Gading
Tahun 2014 (1 varietas) : Agri Gardina-45
Tahun 2016 (1 varietas) : Gadung 21
Tahun 2019 (1 varietas) : Denarum Agrihorti
VARIETAS YANG TELAH DILEPAS (2019)
Plasma Nutfah
VARIETAS DURIAN YANG SUDAH DILEPAS
(sampai tahun 2010)
1. Petruk (Jateng)
2. Sunan (Jateng)
3. Sukun (Karanganyar)
4. Sitokong (Jakarta)
5. Mas (Bogor)
6. Otong (Jakarta)
7. Kani (Jakarta)
8. Sihijau (Kalsel)
9. Sidodol (Kalsel)
10. Sijapang (Kalsel)
11. Sawerigading (Sulsel)
12. Lalong (Sulsel)
13. Tamalate (Sulsel)
14. Tembaga (Riau)
15. Perwira (Jabar)
16. Bokor (Jabar)
17. Siriwig (Jabar)
18. Phagajah (NAD)
19. Asoekaya (NAD)
20. Mansau (Kalbar)
21. Raja Mabah (Kalbar)
22 Sawah Mas (Kalbar)
23. Aspar (Kalbar)
24. Kalapet (Kalbar)
25. Bakul (Sumsel)
26. Matahari (Jabar)
27. Hepe (Jabar)
28. Bantal Mas (Jabar)
29. Soya (Maluku)
30. Putar Alam (Lampung)
31. Takada-02 (Balitbu)
32. Namlung Petaling (Babel)
33. Sipayuk (NTB)
34. Ligit (Kaltim)
35. Mawar (Kaltim)
36. Kajang (Lampung)
37. Dahlan (Lampung)
38. Tong Medaya (NTB)
39. Tampilan (Sulteng)
40. Raja (Sulteng)
41. Gantar Bumi (Kalteng)
42. Gelapir (Kalteng)
43. Kepala Gajah (NTB)
44. Kayan Kaltim
45. Sedapir (NTB)
46. Simemang (Jateng)
47. Salisun (Kaltim)
48. Selat (Jambi)
49. Bentara (Bengkulu)
50. Gapu (Jatim)
51. Kelud (Jatim)
52. Ripto (Jatim)
53. Bido wonosalam (Jatim)
54. Lai Batuah (Kaltim)
55. Bestala (Bali)
56. Lawkra (Jateng)
57. Taji (Karanganyar)
58. Menoreh Kuning (Jogjakarta)
59. Menoreh Jambon (Jogjakarta)
60. Tawing (Jatim)
61. Kumara (Maluku)
62. Lai Kutai (Kaltim)
63. Ome (Riau)
64. Sijantung (Riau)
65. Bintana (Sumut)
66. Si Gundul (NTB)
67. Si Pakem (NTB)
68. Lai Mahakam (Kaltim)
69. Rinbud (Kalbar)
70. Sawai (Maluku)
71. Lokad (Kalbar)
72. Manjar (Kalbar)
73. Mantuala (Kalsel)
 Rendahnya
kuantitas/
kualitas buah
& kontinuitas
Mutu benih rendah  tidak berlabel
Pengairan minim
Managemen hara non efisien
Fenomena alam/anomali iklim
Kontrol h/p kurang  h/p 
Kurangnya perhatian terhadap
standar kualitas ekspor  residu kimia ,
panen tidak optimal
Permasalahan
Populasi/ha rendah
 Tinggi tempat : 1 - 500 m
dpl.
 Suhu : 24 - 27 oC
 pH tanah : 5,5 - 7,5
 Jenis tanah : Lempung
berpasir
 Bulan kering (< 60 mm) : 4 -
6 bln
 Curah hujan : 1500 – 2000
mm/thn
 Type iklim : C, D,E
(Schmid&Ferguson)
PERSYARATAN TUMBUH
 Mangga  Durian
Tinggi tempat : dataran rendah - 1.000
m dpl, produksi terbaik pada
ketinggian 400-600 m dpl.
 Suhu optimal : 22 – 30 °C
 Curah hujan :1.500 - 2.500 mm/tahun
 Jenis tanah : lempung berpasir, subur
dan banyak kandungan bahan organik
 Keasaman tanah (pH) : 6-7
 Kedalaman air tanahnya tidak lebih
dari 1 m.
TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN BUAH
 Jumlah benih disesuaikan dengan luas lahan dan jarak tanam
 Benih harus bermutu, pertumbuhan vigor dengan karakter :
 Berasal dari sambung pucuk/grafting atau okulasi
 Cukup umur, sejak sambung min 6 bulan (mangga); 5-7 bln (durian);
4-6 bln (alpukat)
 Tinggi benih 60 – 80 cm, berdiameter 1 - 1,5 cm
 Warna batang hijau kecoklatan, lurus dan tidak bercabang
 Warna daun hijau mengkilap dan telah membentuk 3 flush
 Berbatang bawah kuat dan bebas hama penyakit
 Asal benih jelas penangkar terdaftar & bersertifikat (label biru),
 Persiapan benih
 50 % keberhasilan usaha berkebun ditentukan oleh adanya benih
yang bermutu/berkualitas
TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN BUAH
A. Batang Bawah
(Rootstock)
• Berfungsi sbg penyangga
tajuk dan penyerap hara
• Berasal dari biji dari
varietas yg telah diuji
keunggulannya
• Tumbuh kekar dan
normal
• Perakaran banyak, kuat,
dalam, toleran thd
cekaman
• Kompatibel dengan
batang atas
B. Batang Atas (Entres, Mata
Tempel)
• Diambil dari pohon induk
Varietas Unggul
Komersial
• Entres yang diambil
dalam keadaan dorman
(ciri-ciri: ujung tumpul,
ruas memendek)
• Entres diambil dari
cabang/ranting yg tidak
terlalu tua dan tidak
terlalu muda (setengah
berkayu) dengan
performa sehat
 Sambung Pucuk/ Grafting
PENYIAPAN BATANG BAWAH
- Pelok dikupas (kulit luar dibuang),
tinggal bijinya
- Biji direndam dlm larutan
benomil 0,5 g/l 6-12 jam untuk
mencegah serangan cendawan
dan menyeragamkan
perkecambahan biji.
- Mangga
• Media dalam polybag: tanah +
pukan + sekam (2 : 2 : 1 )
• Biji disemai, posisi perut di bawah
(Nop-Des)
• Semai batang bawah dirawat (4-6 bl) :
memupuk, mengairi, menyiang,
mengendalikan hama/penyakit.
PENYIAPAN BATANG ATAS / ENTRES VARIETAS UNGGUL
• Entres dipilih dari pucuk yang dorman
• Entres diambil dan semua daun dibuang
• Panjang entres ± 15 cm
• Diameter entres ± 1 cm (sebesar pensil)
• Sebelum digunakan, entres dimasukkan dalam kantong plastik
PENYAMBUNGAN (GRAFTING)
• Penyambungan dilakukan pada lokasi ½ naungan (di bawah paranet)
• Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar (pada
5-7 cm di atas ruas)
• Ujung batang bawah dibelah sedalam 3-5 cm
• Pangkal entres disayat pada 2 sisi (kanan & kiri) sepanjang 3-5 cm
• Entres disisipkan pada celah batang bawah, kambium batang atas
dan batang bawah berhimpitan
• Sambungan diikat dg plastik es (ukuran 5 x 15 cm) dengan arah dari
bawah ke atas
• Sisa tali disungkupkan pada bagian ujung entres
• Bila tunas sudah pecah (15-21 hari) sungkup dibuka
• Benih dipelihara selama ± 6 bulan (memupuk , mengairi, menyiang,
mengendalikan hama/penyakit).
 Perbanyakan sambung pucuk pada mangga
Pasca Penyambungan
SERTIFIKASI/PELABELAN BENIH
• Benih yang dijual harus bersertifikat/berlabel » jaminan mutu
• Prosedur:
(1) Penangkar mengajukan permohonan pelabelan ke UPT. PSBTPH
(2) Petugas melakukan pemeriksaan:
(3) Pelabelan: Benih dasar/BF (label putih), Benih Pokok/BPMT (label
ungu) dan Benih Sebar (label biru)
Cara
Perbnykan
Pemeriksaan
Pendahuluan
Pemeriksaan
Lapangan I
Pemeriksaan
Lapangan II
Pemeriksaan
Lapangan III
Okulasi/
Grafting
Sebelum biji
ditanam
Saat okulasi/
Grafting
3 bl setelah
Okulasi/grft
7 hari sblm
disalurkan
PERBANYAKAN DAN PELABELAN
• Biji disemai bulan Nop/Des (Lapor UPT. PSBTPH/BPSB)
• Batang Bawah digrafting April/Mei (Permohonan Label)
Penyiapan Batang Bawah dan Grafting
• Jumlah Benih yang Jadi (Petugas UPT. PSBTPH)
• Jumlah Benih siap siar (Petugas UPT. PSBTPH) = Jumlah label
Pemeriksaan Benih
Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar
SERTIFIKAT PENANGKAR
• Untuk bisa mengurus label benih » penangkar harus mempunyai
“sertifikat sebagai produsen benih bina” yang dikeluarkan oleh
UPT. PSBTPH /BPSB setempat
• Prosedur:
(1) Mengajukan permohonan ke UPT. PSBTPH
(2) Melampirkan surat pernyataan produsen
(3) Penilaian dari UPT. PSBTPH
(4) Hasil penilaian: memenuhi/tidak memenuhi syarat
(5) Bila memenuhi syarat » sertifikat sebagai produsen benih
bina
DISTRIBUSI/PENGIRIMAN BENIH MANGGA
1. Via Darat/Laut (Ekspedisi)
• Media tanah dikurangi 20%, kemudian disiram, ujung polibag diikat dengan
pangkal batang
• Setiap 10 batang benih diikat dan dibungkus dengan karung plastik
• Seluruh bagian daun dan batang dibungkus dengan plastik PE (gulungan)
yang diberi lubang kemudian diikat
• Benih diberi label alamat, siap dikirim.
7 Hari
Memilih biji:
• Biji dipilih yang bernas dan utuh
• Berat >15 gram/bij
• Baru dan masih segar
Membersihkan biji:
• Biji dibersihkan dari sisa daging buah
• Dicuci dengan air mengalir sampai bersih
• pilihan: dapat direndam dalam larutan
fungisida sebelum di semai
Durian
MENYEMAI BIJI
Keragaan akar durian yang disemai dalam
media tanah (kiri), dan media campuran
kompos 80% : pasir 20%
Persemaian biji untuk batang bawah durian,dapat dilakukan di pasir terlebih dahulu
(jarak tanam 4-6 cm) atau langsung di polybag.
Trasportasi biji jarak jauh
• Kotak/ tray buah dilapisi 3 lembar koran
basah
• Biji yang sudah bersih disusun diatasnya,
kemudian dilapisi lagi dengan koran basah
2-3 lembar. Selanjutnya diulang sampai penuh.
• Prinsip: biji tetap basah/segar.
• Biji yang tumbuh di perjalanan lebih baik
daripada biji mengering
Kasus spesifik:
SAMBUNG PUCUK / GRAFTING
a b c
d e
f
g
h
Keterangan :
a. Entres durian yang sehat
b. Bagian pangkal entres
diruncingkan dari 2 sisi
c. Batang bawah umur 1,5 – 2 bulan,
warna kulit batang hijau dan
batang msh lentur
d. Entres disisipkan pada batang
bawah
e. Sambungan diikat dengan plastik
f. Sambungan disungkup dengan
kantong plastik es
g. Sambungan mulai tumbuh
h. Bibit hasil sambungan
OKULASI
TEMPEL
Pembuatan “jendela” pada batang bawah Pengambilan mata tunas dari entres
Penyisipan dan pengikatan mata tunas pada
batang bawah
TEKNIK AKAR GANDA (DOUBLE ROOTSTOCK)
Kelebihan:
Pertumbuhan lebih cepat, sesuai
untuk daerah berangin kencang
SAMBUNG PUCUK 1-2 MATA
SAMBUNG SISIP
U-GRAFTING; untuk batang bawah lewat umur
Inkubasi benih:
<< Sungkup individual
Sungkup berkelompok
>>
Penyiraman
- Gunakan air bersih yang tidak tercemar
- Lakukan penyiraman secukupnya (2 kali sehari tergantung
kelembaban tanah)
Pemupukan
- Pupuk NPK atau pupuk daun.
- Pupuk NPK cara butiran diberikan dengan dosis 3 g / tanaman
dengan interval 2 bulan sekali, sedangkan pupuk cair 15 g / 10 l air
diberikan dengan interval waktu 1 bulan sekali.
- Untuk pupuk daun takaran yang digunakan adalah 2 g/liter air dengan
interval 2 minggu sekali.
PEMELIHARAAN BIBIT
 Lakukan pengamatan secara rutin
 Apabila ditemukan gejala serangan OPT, sebaiknya dilakukan
pengamatan untuk mengetahui jenis OPT nya sehingga dapat
dilakukan pengendalian dengan pestisida secara tepat
sasaran dengan jenis dan dosis yang sesuai
Pengendalian hama/penyakit di pembibitan
 sehat
 kualitas terjamin dan seragam
 Benih siap ditanam ke lapang jika ;
- sambungan telah bertaut sempurna
- tinggi benih > 60 cm , diameter batang >12
mm
- disarankan telah berumur >1 th dalam
polibag 30 x 40 cm
lebih tahan cekaman lingkungan, lebih
mudah pemeliharaan
BENIH SIAP TANAM
PERSIAPAN LAHAN
 Persiapan lubang tanam
pemberian pukan dan
TSP
Tanah+pukan+TSP
Bag.bawah Bag.atas
Lubang dibiarkan 1-2 minggu
Penutupan lubang : tanah bawah
dan tanah atas dikembalikan ke
posisi semula
Pemberian
ajir/tanda posisi
tanaman
Digali seukuran polibag
PENANAMAN DI LAPANG
Pemberian
ajir
Skema penanaman untuk mangga
Skema penanaman untuk durian
Skema penanaman benih durian
Beberapa model naungan untuk benih yang baru di tanam di lapang
 Pemangkasan bentuk  pembentukan kanopi pohon seimbang
 Mengikuti pola 1 - 3 – 9 – 27
 Pemangkasan I dilakukan
setelah tanaman setinggi 60–80
cm
 Ulangi pemangkasan, jika
tunas yang tumbuh pada
bidang pangkasan hanya 1
cabang
PEMANGKASAN TANAMAN
1
2
3
Mangga
- Dilakukan pada tanaman usia produktif (fase berbuah)
- Membuang cabang/ranting(tunas) yang tidak bermanfaat
 cabang/tunas air, tunas sakit
 cabang bersudut kecil
 cabang terserang hama penyakit
 cabang yang rapat, bersilangan atau terlindung
 tajuk bagian atas, mundur satu ruas ujung ranting (terminal) bekas
buah dipangkas  mempertahankan ketinggian optimal (3 m)
 Pemangkasan pemeliharaan  produksi
PEMANGKASAN PEMELIHARAAN
45
Berbunga setelah dipangkas
46
Pembentukan kanopi
pendek
47
Durian
Tujuan:
Memberikan ruang untuk buah secara
maksimal tumbuh di cabang primer
Bentuk yang dianjurkan
Sebelum dipangkas Setelah dipangkas
Pemangkasan pohon durian dapat dilakukan pada cabang dan tunas / ranting.
- Pemangkasan cabang dilakukan pada cabang yang kurang produktif,
seperti cabang yang rusak, tua, tumbuh ke arah dalam tajuk, dan melintang
- Pemangkasan tunas / ranting, dimaksudkan untuk penjarangan agar pohon tidak
terlalu rimbun yang dapat menyebabkan pertumbuhan tunas kurus dan
kurangnya sinar matahari
Pemangkasan utama yang dapat dilakukan pada pohon durian adalah penjarangan
tunas yang bertujuan agar cabang pohon nantinya dapat tumbuh besar dan sehat.
Penggunaan pemberat seperti batu atau pemancangan ke tanah dapat digunakan
untuk mendapatkan batang lateral yang tumbuh landai mendatar.
Pemangkasan berikutnya adalah pemangkasan ketinggian atau pemangkasan pucuk.
Pemangkasan pucuk dilakukan agar pohon durian tidak terlalu tinggi untuk alasan
kemudahan perawatan
 Pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai tingkat
ketersediaan hara yang seimbang dan optimum
dalam tanah, guna:
 meningkatkan produktivitas dan mutu hasil
tanaman,
 meningkatkan efisiensi pemupukan,
 meningkatkan kesuburan tanah & pelestarian,
 menghindari pencemaran lingkungan
 Pemupukan sesuai dengan status hara tanah &
kebutuhan tanaman
Pemupukan berimbang spesifik lokasi
 Pupuk organik diberikan sekali setahun pada akhir musim
hujan
 Aplikasi pemupukan pada fase juvenil diberikan 4-6 kali
setahun sesuai anjuran
 Pupuk diberikan secara alur melingkar tepat dibawah kanopi
terluar
 Pemupukan pada fase menghasilkan diberikan setelah panen
& pemangkasan (Urea ½ bag dr dosis: SP-36 1/3 bag dr
dosis; KCl ¼ bag dr dosis), menjelang berbunga (Urea ½ bag
dr dosis: SP-36 1/3 bag dr dosis; KCl ¼ bag dr dosis), dan
saat buah sebesar kelereng (Urea ½ bag dr dosis: SP-36 1/3
bag dr dosis; KCl ¼ bag dr dosis), sesuai dosis anjuran
(Tabel 1 & 2)
Dosis pemupukan sesuai rekomendasi umum
Dosis anjuran pemupukan pada tanaman mangga fase
juvenil
Umur
(Thn)
Pupuk
organik
(kg)
Urea (g) SP-36 (g) KCl (g)
1 10 250 100 250
2 20 300 150 300
3 40 350 200 350
4 40 400 250 400
Pedoman pemupukan pada tanaman mangga fase
produktif/
menghasilkan
Umur
(Thn)
Pupuk
organik
(blek)
Urea (g)
SP-36
(g)
KCl (g)
5 40 450 300 450
6-8 50 500 350 500
> 8 > 50 > 600 400 600
Umur
(tahun)
Pukan (kg/ph) NPK (kg/ph)
Frekwensi per-
tahun
1 - 3 30 - 50 0,5 - 1,0 3 - 4
4 - 6 75 - 150 1,5 - 2,5 2 - 3
15 - 10 200 - 300 3,0 - 5,0 1 - 2
Teknik pemberian
pupuk: melingkar
di bawah tajuk
Durian
Pemupukan
 Penggunaan bahan organik bermanfaat :
- memperbaiki struktur tanah
- memperbaiki tekstur tanah
- menyuburkan mikroorganisme tanah
- memperbaiki pH dan aerasi tanah
- sebagai sumber hara yang lengkap (makro, mikro, nano)
 Pupuk organik, terutama pupuk kandang ayam sangat dianjurkan
 Nitrogen dari pupuk anorganik (Urea) beresiko tinggi terhadap
kanker dan busuk akar
 Pemupukan spesifik dan berimbang
 waktu dan dosis berdasarkan kebutuhan tiap fase pertumbuhan
tanaman
Manfaat:
- Berbuah rutin tiap musim (biannual bearing)
- Kualitas buah stabil
- Lebih hemat pupuk
- Menjaga kualitas kesuburan tanah
- Mengurangi resiko penyakit
Pemeliharaan bunga dan bakal buah:
 Durian akan menginisiasi bunga setelah kekeringan 8-10 minggu
 Mampu menghasilkan sampai 100.000 bunga/pohon
- tunggal
- majemuk (dompol); dari 2 bunga s/d 100 bunga/dompol
 Penjarangan bunga dan bakal buah pada dompolan yang terlalu
banyak
- Menjaga efisiensi fotosintat
- Bentuk buah lebih sempurna
- Mengurangi serangan penggerek buah
 Jarak waktu antara bunga pertama dan bunga terakhir 4-5
minggu
 Irigasi semi manual pipa lateral atau selang plastik
 Sistem irigasi permukaan :
 Sistem basin  air disiramkan ke cekungan yang telah
dibuat disekitar tanaman = 5 - 10 ltr
 Sistem border  air dialirkan ke cekungan mengikuti
bentuk tajuk
 Sistem furrow/alur  air dialiorkan ke parit-parit disetiap
sisi tanaman sesuai kebutuhan, mis 2-3 minggu sekali
 Irigasi mikro sprinkle : pemberian air secara langsung pada
permukaan lahan melalui sprinkle
PENGAIRAN
 Irigasi tetes/drip : pemberian air secara langsung pada
permukaan tanah sekitar tanaman melalui drip
 Diberikan sesuai kebutuhan, pada musim kemarau, fase
pembentukan dan perkembangan buah
 Pada tanaman umur > 6 thn diberikan sebanyak 50
l/ph/mggu. Saat kemarau meningkat 60-100 l/ph/mggu
 Pada fase pembentukan buah hingga 2 mggu
menjelang panen diberikan sebanyak 60-100 l/ph/mggu
 Pemberian air menurun pada 2 mggu sebelum panen
yaitu 40 l/ph/mggu. Pemberian dihentikan pada saat
buah menjelang tua
 Pemberian air kembali dilakukan setelah panen.
 Cara pemberian air
 Hama Tanaman Mangga
- Penggerek Batang (Rhytidodera rufomaculata)
Gejala:
-Menyerang batang/cabang ⇨terdapat lubang gerekan
-Cabang dibelah ⇨ terlihat lorong-lorong tempat larva
-Serangan tinggi ⇨tanaman layu, daun rontok, tan. Mati
-Hama menyerang pada musim penghujan
Pengendalian:
-Cara mekanis ⇨memotong cabang yg terserang, dibakar
-Cara biologis ⇨ parasit telur famili Promuscidae, Anagyrus,
Eupelmus. Parasit dibiakkan ⇨ dilepas ke kebun
-Cara kimia ⇨Semprot Buldok 2g/lt, Injeksi insektisida
monokrotophos dosis 6 cc/pohon,
PENGENDALIAN OPT
63
Tanaman yang terserang penggerek
batang
Imago atau dewasa berwarna putih
dengan totol-totol hitam.
Antena panjang melebihi panjang
tubuhnya
Umur dewasa berkisar sekitar 50 hari
Selama hidupnya, pada kondisi
laboratorium dewasa hama penggerek
batang ini mampu meletakkan telur
sebanyak kurang lebih 50 butir
Dewasa biasanya segera keluar dari jaringan
tanaman yang mati untuk melakukan aktivitas
makan, kawin dan meletakkan telur.
64
X. PENGENDALIAN OPT
•Telur penggerek batang berwarna kuning kecoklatan
berbentuk oval.
•Panjang telur sekitar 2 mm dan lebar sekitar 1 mm.
•Lama stadia telur sekitar 12 hari.
•Stadia telur berada di dalam jaringan pucuk mangga
•Larva berwarna putih kekuningan
•panjang pada stadia awal sekitar 0,5 cm dan pada stadia
akhir mencapai 5 cm
•Lama stadia larva hama ini sangat panjang yaitu sekitar 200
hari tergantung varietas yang diserang, sehingga cukup satu
siklus larva bisa mematikan batang mangga
• Pupa berwarna kuning kecoklatan.
• Lama stadia pupa sekitar 20 hari
• Pupa penggerek batang mangga ini merupakan stadia
tidak aktif, dimana stadia ini tidak melakukan aktivitas makan
•Setelah kurang lebih umur 20 hari, pupa berubah menjadi
imago
65
Gejala serangan pada batang top working
- Wereng Mangga (Idiocerus niveosparsus)
Gejala:
-Menghisap cairan daun, pucuk muda, tangkai bunga, buah muda
⇨ mudah rontok
-Hama muncul ⇨ peralihan musim kemarau ke musim hujan
(musim bunga)
-Menyerang tanaman yang sudah berproduksi
Pengendalian:
-Cara mekanis ⇨pengasapan/pembakaran sampah di bwh phn
-Cara biologis ⇨ predatori Lycosa sp; Parasitoid Epipyros
(Hymenop); Pipunculus sp. Predator dibiakkan ⇨ dilepas ke
kebun
-Cara kimia ⇨ Injeksi insektisida monokrotophos dosis 10-15
cc/pohon saat flush terakhir (sebelum berbunga)
67
Wereng mangga
68
- Lalat Buah (Bactrocera sp)
Gejala:
- Permukaan kulit buah ⇨ terdapat titik2 hitam (tusukan
ovipositor
lalat betina)
- Daging buah busuk ⇨ buah rusak, gugur
- Menyerang pada saat muncul buah
Pengendalian:
- Cara kultur teknis
1. Sanitasi ⇨ buah yang terserang/jatuh ditimbun ( 40 cm)
2. Tanaman perangkap ⇨ menanam selasih sekeliling kebun
3. Pengasapan dengan membakar sampah di bawah kanopi
69
- Lalat Buah (Dacus dorsalis)
Pengendalian:
- Cara fisik/mekanis
1. Pembungkusan buah dg kantong plastik, kain tangerin
2. Penggunaan perangkap ⇨ botol aqua diberi lobang,
dipasang corong plastik, diberi atraktan (ME, Protein
hidrolisa), diberi air, botol digantung di dahan pd pohon
tepi
- Cara biologis ⇨ Parasitoid Famili Braconidae (Biosteres sp
& Opius sp). Parasit dibiakkan ⇨ dilepas ke
kebun
70
Lalat buah (Bactrocera sp)
Lalat buah (Bactrocera sp)
71
Perangkap methyl eugenol (ME)
72
Penggunaan yellow trap
- Penggerek Buah (Noorda albizonalis Hampson)
Gejala:
-Permukaan buah ⇨ terdapat bintik2 akibat isapan hama
-Saat hama menghisap buah ⇨ meletakkan telur pd kulit buah
-Larva ⇨ menggerek buah, makan jaringan bawah kulit
-Area yg dirusak menjadi busuk, buah gugur
-Menyerang saat buah sebesar bola pingpong (55-60 hr dr
bunga)
Pengendalian:
- Cara kultur teknis ⇨ Buah yg gugur dikubur (40-50 cm)
-Cara mekanis ⇨ Buah dibungkus saat sebesar bola pingpong
-Cara biologis ⇨ predator larva Rhynchium attrisium
-Cara kimia ⇨Semprot Burdok 2cc/lt, pada sore hari
74
Noorda albizonallis
75
Pembungkusan buah
 Penyakit Mangga
1. Penyakit Antraknose (Colletotrichum gloeosporioides)
Gejala:
-Pd daun ⇨ terdapat bercak bulat berwarna coklat & kelabu di
tengahnya, kadang2 kekuningan di tepi atau
berlobang
-Pd malai bunga ⇨ terdapat bercak kecil pd pucuk, penikle &
tangkai, selanjutnya bunga menjadi hitam.
-Pd buah ⇨ bercak berwarna coklat hingga gelap, pd buah yg
matang buah menjadi busuk
-Area yg dirusak menjadi busuk, buah gugur
-Menyerang saat buah sebesar bola pingpong (55-60 hr dr
setelah bunga mekar)
77
Gejala:
- Awal kerusakan terjadi pd daun muda ⇨cabang terminal tdk
produktif, bunga mengering, pembentukan bakal buah gagal,
buah
gugur & busuk
-Menyerang pada awal musim hujan
Pengendalian:
- Cara kultur teknis
1. Sanitasi kebun dg memusnahkan gulma mulai flush-panen
2. Daun yg jatuh dikumpulkan ⇨dibakar
3. Pemangkasan setelah panen/sblm bunga ⇨penetrasi cahaya
-Cara mekanis ⇨ Buah dibungkus saat sebesar bola pingpong
78
Pengendalian:
Cara kimiawi
• Penyemprotan dg fungisida kombinasi 0,25% mancozeb +
0,2% dicotophos + 2 g pupuk daun/liter air, interval 7-10 hari
sekali, mulai premordia bunga hingga fase pemasakan buah.
• Pencelupan buah dengan air hangat (55C) atau air hangat
ditambah fungisida benomil (500 ppm)/diabendazol (90 ppm)
selama 5 menit sebelum pengepakan.
79
Gejala Antraknose pada buah
 Pengendalian
- semprot fungisida
- pemangkasan
- sanitasi
2. Penyakit Diplodia (Diplodia natalensis)
Gejala
- Tanaman terserang ⇨keluar blendok berwarna kuning emas
dari batang atau cabang, pd kulit terjadi luka tdk teratur
- Cendawan berkembang diantara kulit dan kayu ⇨merusak
lapisan kambium
- Diplodia kering lebih berbahaya krn gejala permukaan
sukar diketahui
- Kulit batang/cabang yg terserang mengering, tdpt celah
kecil pada permukaan kulit
- Pd celah kulit terdapat massa spora cendawan berwarna
putih atau hitam. Banyak menyerang pd musim hujan.
Gejala serangan
Diplodia
A. Cara kultur teknis
- Potong cab yg terserang berat, buang kulit yg terinfeksi
ringan
- Pemangkasan utk mengurangi kelembaban
- Pemupukan berimbang
- Membersihkan gulma
B . Cara mekanis
- Sisa2 tanaman dikumpulkan, cabang terserang berat dipotong
kemudian dibakar
- Tanaman yg terserang berat dibongkar, dibakar
83
 Pengendalian
C. Cara Biologi
• Mengoleskan dg kuas agen antagonis: Trichoderma spp,
• Gliocladium spp, Pseudomonas fluorescens atau Bacillus
subtillis pada batang atau pangkal batang
D. Cara Kimiawi
1. Pengapuran pangkal batang (bubur bordo)
2. Menutup bagian tanaman yang luka pada waktu pemangkasan
dengan klorox
3. Pengelupasan kulit bagian tanaman yang terserang selanjutnya
dilakukan penguasan dengan menggunakan fungisida yang
efektif.
HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN DURIAN
Hama Penggerek Biji Durian (Mudaria magnaplaga Wlk. (Noctuidae))
Infestasi bermula dari buah kecil. Betina meletakkan telur pada permukaan buah. Larva yang
baru menetas memakan permukaan buah dan mulai melakukan penetrasi pada kulit buah dan
lebih dalam hingga biji. Larva kemudian menjadi pupa, meninggalkan bekas berupa lubang di
kulit durian.
a. perlakuan kimia; penyemprotan sebaiknya dihentikan setidaknya 2 minggu sebelum
panen. Bahan kimia yang direkomendasika :fenthion, dimethoate, deltamethrin,
methamidophos, metidation, carbaryl, methamidophos, endosulfan, dan phosalone.
b. perangkap cahaya; dapat menarik dan membunuh hama dewasa
c. penggunaan umpan; campuran pisang masak dengan beberapa insektisida dapat
digunakan sebagai umpan.
Pengendalian
Sumber: Ithin Badri dan Unahawutti dalam Nantachai, S.,
1994
 Tidak mengambil biji dari daerah penanaman lain . Jika tidak dapat dihindari, sebaiknya biji
diberi perlakuan dengan carbaryl. Penyemprotan carbaryl, thiodan, atau methamidophos
akan menurunkan segala infestasi.
 Buah jatuh yang terserang harus dibakar secepatnya
Pencegahan
Hama Kutu putih (Pseudococcus sp.)
•menghisap cairan dari ranting, perbungaan, dan buah
•serangga menyebar dengan perantaraan semut
•bagian tumbuhan yang rusak biasanya tertutup dengan
jelaga hitam yang berasal dari madu yang dihasilkan kutu putih
•Serangga ini menurunkan kualitas buah.
Hama Penggerek Kulit Buah Durian
(Monogatus puntiferalis Guen. (Lepidoptera: Pyraustidae))
• Larva yang baru menetas memakan permukaan kulit buah. Ulat kemudian membuat
terowongan menuju buah. Ekskresi ulat dapat dilihat pada permukaan terowongan.
Eksudat mengalir keluar dari lubang seiring dengan perkembangan ulat menjadi dewasa.
• Buah yang rusak akan busuk ketika buah masak karena infeksi sekunder pathogen.
Pengendalian :
buah sebaiknya disemprot dengan campuran 20
ml cyhalothrin-L dan surfactant dalam 20 liter air
pada interval 20 hari hingga 15 hari sebelum
panen.
Sumber: Ithin Badri dalam Nantachai, S., 1994
Pencegahan : Buah yang terinfeksi dan jatuh harus dikumpulkan dan dibakar
Penyakit Pada Durian
1. Penyakit pra panen
- busuk akar, batang dan daun
2. Penyakit pasca panen
- menyerang buah sehingga menjadi busuk dan tidak
dapat dikonsumsi
Cendawan-cendawan yang berasosiasi dengan busuk buah pasca panen,
yaitu: Phytophthora palmivora, Sclerotium rolfsii, Fusarium solani,
Curvularia (Cochliobolus) erasgotlidis, Colletotrichum gloeospoiroides,
Lasiodiplodia (Botryodiplodia) theobromae, Phyllosticta sp., Mucor sp.,
Rhizophus stolonifer, dan R. artocarpi. Banyak dari cendawan tersebut
yang diketahui bersifat pathogen, sedangkan lainnya (misalnya Rhizopus
dan Fusarium) bersifat parasit lemah atau saprofit yang masuk ke dalam
buah karena penanganan atau penyimpanan yang tidak benar.
Sumber: Lee Boon Siew dalam Nantachai, S., 1994
 menginfeksi buah pada tahap perkembangan yang beragam
 juga menyerang batang, akar, dan daun
 buah yang terinfeksi mudah pecah pada saat buah mendekati
pemasakan
Penyakit Busuk Buah Phytophthora palmivora
Pengendalian
 Fungisida disemprotkan pada buah satu bulan sebelum panen
 diperhatikan residunya
 Paling baik dikendalikan dengan perlakuan phytosanitasi yang
terintegrasi (penggunaan benih bebas penyakit dan tanah bebas
pathogen, dan pemindahan pohon yang mati, serta buah dan
batang yang terinfeksi)
Pengendalian OPT
 Memutus siklus hidup OPT
 Setelah pembukaan lahan, tanah ditanami kacang-kacangan
atau penutup tanah (Legume) sekurangnya 1 tahun,
terutama lahan bekas karet, kelapa atau pepaya
 Isi lubang dengan potongan daun kacang/penutup tanah,
pupuk kandang (pukan ayam), dan biakan starter mikroba
EM, kemudian padatkan untuk mengeluarkan udara
(suasana an-aerob), biarkan 8 sampai 10 minggu
 Hindari memindah tanah dari kebun satu ke kebun yang lain
(melalui tanah yang lengket di sepatu, peralatan atau roda
kendaraan) dengan cara mencucinya dengan desinfektan
 Kulit atau buah busuk sebaiknya dibuat kompos untuk
eradikasi sumber inokulum dan daur ulang hara  siapkan
lubang/rorakan diantara barisan durian utk pengomposan
• Pada saat buah sebesar kelereng
(1,5 bulan setelah bunga mekar)
buah dibungkus dengan kantong kain
tangerin/kantong kresek (transparan
dan sirkulasi udara bagus) » warna
kulit buah tetap merah
• Sehari sebelum dibungkus, disemprot
dengan fungisida benomil 0,5 g/Lt
(cukup sekali).
• Tujuan: buah terhindar dari lalat
buah, Noorda, kulit buah tetap
berwarna merah.
91
PEMBUNGKUSAN BUAH MANGGA
 Kriteria panen mangga
1. Bekas tangkai buah yg rontok telah mengering seluruhnya
2. Lekukan ujung buah telah rata/hampir hilang
3. Pori2 merata dan berwarna coklat
4. Lapisan lilin pd permukaan buah mulai menebal
5. Cabang tangkai buah telah kering 65%
6. Buah tidak berbunyi nyaring bila disentil
7. Umur buah 132-140 hari sejak bunga muncul
 Waktu Panen
1. Waktu petik diupayakan mulai pk 7.00-15.00
92
PANEN
 Cara Panen
1. Gunakan alat yg sesuai ⇨ gunting pangkas, galah bergunting
yg dilengkapi keranjang/kantong
2. Saat pemetikan ⇨brongsong & tangkai buah diikutkan (10 cm)
utk mencegah agar buah tdk terkena getah
3. Buah yg masih terbungkus diletakkan dalam wadah (kranjang
bambu/plastik), posisi tangkai menghadap ke bwh hingga getah
habis
4. Usahakan agar getah tidak mengotori buah
5. Bungkus buah dibuka, dan diletakkan dlm kranjang plastik
(<20 kg) yg beralaskan kertas, ditata maksimum 2 tumpukan,
diletakkan di tempat teduh & ditutup. Pisisi tangkai buah
menghadap ke bawah
6. Catat waktu, lokasi panen dan jumlahnya.
93
Pengumpulan buah di gudang
1. Gudang disapu dan dibersihkan
2. Alat pendingin udara dinyalakan pd kisaran suhu 8-10°C dan
kelembaban udara ≤ 90%
3. Keranjang ditumpuk dg hati2, maksimum 8 tumpuk dg pembatas
antara keranjang
Sortasi
1. Memisahkan buah yg baik dg buah yg kurang baik, tangkai buah
dipotong dan disisakan 1 cm
2. Buah yg terpilih dimasukkan bak berisi air ⇨ tenggelam =
matang 95%, melayang = belum begitu matang
94
PENANGANAN PASCA PANEN
 Sortasi
3. Buah yg tenggelam dikelompokkan terpisah dg buah yg
melayang
4. Buah yg terseleksi diletakkan di keranjang yg beralaskan kertas
koran
5. Ditata maksimum 2 tumpukan/lapis
6. Buah ditutup (posisi tangkai buah menghadap ke bawah)
 Pencucian
• Buah dimasukkan ke dlm bak berisi air yg diberi deterjen tepol
dg dosis 2 cc/liter, buah digosok menggunakan kain lap/spon
• Penggantian air cucian setelah keruh (setiap 10 x pencucian)
• Pembilasan dg menggunakan air yg bersih
• Setelah buah dibilas lalu digosok dg spon/kain lembut
95
Perendaman dengan air hangat
• Tujuan: membunuh mikroba yg tidak hilang/mati saat
pencucian
• Prosedur: buah direndam secara hati2 dalam air hangat (50°C)
yg ditambah dg fungisida Benlate (dosis 0,5 g/lt) selama 1
menit
Penirisan dan pengelapan
• Buah yg telah direndam ditiriskan dg meletakkan pd rak susun
dan dikering anginkan
• Buah dilap dg kain lap yg bersih, lembut dan kering
96
 Grading
• Mengelompokkan buah yg telah disortir berdasarkan: diameter,
ukuran, bentuk buah & keseragaman
• Buah ditimbang dan dipisah sesuai klasnya. Grade kualitas
berdasarkan beratnya:
Contoh :
Garifta Orange: Garifta Kuning:
-Grade A : 325->375 gram Grade A : 350->400 gram
-Grade B : 275-<325 gram Grade B : 300-<350 gra
-Grade C : 225- <275 gram Grade C : 250-<300 gram
Garifta Merah: Garifta Gading:
-Grade A : 300->350 gram Grade A : 200->250 gram
-Grade B : 250-<300 gram Grade B : 150-<200 gram
-Grade C : 200-< 250 gram Grade C : 100-<150 gram
97
99
 Pelilinan
1. Membuat emulsi standar lilin 12%⇨bahan: lilin lebah
120g, asam oleat 20g, triethanolamin 40 g, air panas 820
cc. Lilin dipanaskan dlm panci sampai mencair, kemudian
dimasukkan dlm blender. Selanjutnya dituangkan sedikit
demi sedikit asam oleat, triethanolamin & air panas,
larutan diblender 2-5 menit, emulsi lilin didinginkan.
Emulsi lilin dpt digunakan setelah dingin.
2. Buah dibersihkan⇨dicelup emulsi lilin 6% 30 detik
⇨keringkan
3. Setelah kering, buah dikemas dlm kantong plastik
berukuran 30x40 cm serta diberi lubang 5 jarum kemudian
disimpan dalam suhu 10°C.
 Pelabelan
• Label ditempelkan pd kotak kemasan
• Sticker kecil ditempelkan pd buah
sebagai identitas klas buah & produsen.
 Pengepakan
1. Buah dimasukkan ke dlm wadah secara
hati2 dg posisi punggung buah
menghadap ke bawah
2. Wadah dilengkapi dg partisi dan irisan
kertas/styrofoam
3. Untuk keperluan ekspor, wadah berupa
peti terbuat dari karton berukuran: 45cm
x 27,5 cm x 9,5 cm dg kapasitas 5 kg
100
 Penyimpanan
1. Buah dlm kardus disimpan dlm
gudang dg temperatur 8-10°C dan
kelembaban 90%
2. Buah ditumpuk ⇨peti kardus 8
tumpuk, peti kayu 4 tumpuk
3. Lama penyimpanan maksimum 2
hari
4. Kardus/box yg masuk pertama
harus keluar lebih dahulu. Jika akan
disimpan perlu dilakukan pre-
cooling yaitu penyimpanan buah pd
suhu sejuk (16-20°C ).
5. Tempat penyimpanan harus bebas
dari hama.
101
Contoh Packaging untuk buah tangan
Panen dan pasca panen durian
 Panen petik pohon indek kemasakan buah
- pelajari untuk masing-masing varietas
durian D24 dipetik pada 105-110 setelah bunga mekar sama
kualitasnya
dengan durian yang masak pohon (jatuhan) dan daya simpan menjadi
9-11 hari jika dibandingkan dengan 3-4 hari pada durian jatuhan
 Panen jatuhan (masak pohon)
 Hindari buah jatuh/menyentuh tanah
 Hindari buah memar/luka
 Alat panen harus bersih (steril)
 Menjaga kebersihan kebun dari kulit dan buah busuk
* Buah yang jatuh dan bersentuhan tanah serta buah yang memar akan
cepat ditumbuhi jamur/ mudah busuk
 self life (daya simpan)
 Jatuhan (buah dibiarkan jatuh alami)
 Diikat pada buah dan cabang pohon
 Satu orang memetik di pohon, satu orang menangkap
menggunakan karung goni
 Membentangkan jaring di bawah pohon
selebar tajuk
Beberapa cara panen :
a) Perubahan warna kulit
b) Perubahan suara yang dihasilkan ketika diketuk
c) Buah memiliki aroma yang kuat jelas.
d) Daging buah menjadi manis dengan rasa khas durian
Perubahan yang terkait dengan tingkat kematangan buah
Menggali prospek pasca panen
 Diversifikasi produk olahan
 Perbaikan produk tradisional : tempoyak dan lempuk
 Mengisi pasar khusus: trend gaya hidup metropolis
- Kebugaran, vitalitas, kesehatan, kecantikan, kecerdasan
 Prospek produk segar tanpa kulit:
- Durian untuk satu kali konsumsi/ukuran perorangan
- Tidak semua orang bisa membuka durian
- Memudahkan pembeli melihat kualitas daging buah
- Bagian yg bisa dimakan hanya + 30 %, meminimalkan tempat
penyimpanan, pengemasan dan, memudahkan distribusi
- Alasan karantina dan sampah (negara maju membatasi impor
durian
berkulit)
PENGGANTIAN VARIETAS DENGAN TEKNOLOGI
TOP WORKING
• Memadukan batang bawah dewasa dengan batang atas komersial
yang diinginkan
• Diameter BB 5-30 cm vs BB bibit muda 0,5 – 1.0 cm
• Sebelum di potong, BB dipupuk dg Urea 2 kg/ph atau NPK
• Sebaiknya proses penyambungan dilakukan pada awal musim
kemarau
• Tanaman akan lebih cepat berbuah dibanding dengan tanam baru
Tujuan:
 Mengganti varietas tanpa harus membongkar tanaman yang sudah
ada (tanpa menanam baru)
 Membuat tanaman lebih cepat berbuah
108
PRINSIP TOP WORKING
Pemotongan batang pokok
109
Mangga
Prosedur top working dan penyambungan
110
Top working umur 1 tahun
111
112
Top working umur 2 tahun mulai berbuah
Top working umur 5 tahun berbuah lebat
Top-working pada durian
 Penggantian varietas pada tanaman dewasa
 3-4 tahun berbuah
a. Tanaman durian yang akan di top
working
b. Dipotong pada ketinggian 75-100
cm
c. Tunas yang tumbuh pada bekas
potongan
d. Tunas yang telah disambung
disungkup
e. Satu batang dengan 3 tunas
sambungan. Ke 3 tunas kemudian
disatukan.
f. Tanaman hasil top working
a b c
d
e
f
Keterangan :
TEKNOLOGI JARAK TANAM SANGAT RAPAT
(ULTRA HIGH DENSITY PLANTING/UHDP)
DEFENISI
UHDP (meadow orchard)
 pengelolaan terpadu tanaman dengan
pengaturan kerapatan tanaman yang
mengarah pada pembentukan arsitektur
tanaman rendah/cebol (1,5-2m)
dengan modifikasi kanopi guna
penyebaran dan intersepsi cahaya
secara merata, serta memudahkan
praktek budidaya tanaman di
lapangan
Peningkatan produksi/per unit area, mereduksi masa persiapan
reproduktif (gestation period) & buah seragam : ukuran, bentuk, rasa
TEKNOLOGI PEMBUAHAN DILUAR MUSIM
(OFF SEASON)
 Pengaturan pembuahan pada tanaman mangga agar dapat
panen diluar musim
(bisa panen lebih dari sekali/tahun)
Terdiri dari 3 tahapan perlakuan :
1.Pemangkasan
2.Pemupukan
3. Penggunaan ZPT  Paklobutrazol, KNO3
1. Pemangkasan
A
B
C
D
Pemangkasan setelah panen;
A = Cabang atau ranting mati dan
lemah serta yang diserang h/p;
B = Tunas air;
C = Cabang yang melebar;
D = Cabang yang rapat, bersilang
atau mengarah ke dalam
3. Penggunaan ZPT  Paklobutrazol
a. Cara penyiraman (drenching)
• Diterapkan apabila mudah mendapatkan air
• Takar paklobutrazol sebanyal 10-15 cc dan
masukkan ke dalam 1 liter air.
• Buat parit sedalam 10 cm secara melingkar
mengeliingi pohon dengan jarak 1-1,5 m dari
pohon.
• Tuangkan larutan secara merata ke dalam parit.
• Bila kondisi sangat kering, sebelum parit ditutup
perlu disiram lagi dengan air sebanyak 3-4 L/pohon.
• Tutup parit dengan tanah bekas galian, hingga seluruh
parit tertutup.
- Cara penyiraman (drenching)
a b c d
Tahapan aplikasi paklobutrazol melalui siraman:
a. Paklobutrazol dilarutkan, b. Larutan disiramkam ke
dalam parit, c. Penambahan air , dan d. Penutupan parit
b. Cara injeksi (bor)
• Diterapkan untuk lokasi yang sulit mendapatkan air
• Batang dibor miring 45° sedalam 10 cm pada
ketinggian 75-100 cm dari permukaan tanah.
• Dengan menggunakan spet, paklobutrazol disedot
sebanyak 10-15 cc kemudian disuntikkan ke dalam
lobang bor.
• Lobang disumbat/disumpal dengan dedaunan
kering atau kertas koran yang dibulatkan
kemudian ditutup dengan parafin yang dipanaskan
hingga lobang tertutup rapat.
- Cara injeksi (bor)
Tahapan aplikasi paklobutrazol melalui injeksi:
a. Batang dibor, b. ZPT diinjeksikan ke dalam lobang, c. Lobang disumbat, d.
Parafin dipanaskan hingga cair , dan e. Lobang ditutup dengan parafin cair.
a b c
e d
Penggunaan ZPT  KNO3
Sering diterapkan pada mangga Arumanis namum belum
umum diterapkan pada mangga lainnya, termasuk Gedong
Gincu.
Prosedurnya :
• Buat larutan KNO3 dengan konsentrasi 2 g/lt.
• Semprotkan secara merata 1 bulan setelah aplikasi
paklobutrazol.
• Fungsi dari penggunaan KNO3 ini adalah untuk
menginisiasi pembungaan.
 Jadwal program pembuahan di luar musim dengan zpt
untuk mangga Arumanis
KEGIATAN
BULAN
11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Panen (Reguler)
Pupuk 1
Paklo (ZPT)
KNO3
Berbunga
Fungisida
Pupuk 2
Panen (Off-
Season)
KEGIATAN
BULAN
10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Panen biasa
Pupuk 1
Paklo (ZPT)
KNO3
Bunga
Fungisida
Pupuk 2
Panen (Off-
Season)
 Jadwal program pembuahan di luar musim dengan zpt
untuk mangga Gedong gincu
Tahun
ke Prod Per ph (Kg) Prod Per Ha (kg) Satuan (Rp) Total Prod (Rp) Biaya (Rp) SHU (Rp)
1 0 0 0 0 80,337,500 (80,337,500)
2 0 - - - 58,750,000 (58,750,000)
3 5 2,500 20,000 50,000,000 54,750,000 (4,750,000)
4 15 7,500 20,000 150,000,000 70,225,000 79,775,000
5 25 12,500 20,000 250,000,000 91,775,000 158,225,000 BEP
6 30 15,000 20,000 300,000,000 120,475,000 179,525,000
7 35 17,500 20,000 350,000,000 145,805,000 204,195,000
8 40 20,000 20,000 400,000,000 167,980,000 232,020,000
9 45 22,500 20,000 450,000,000 172,305,000 277,695,000
10 50 25,000 20,000 500,000,000 198,305,000 301,695,000
11 60 30,000 20,000 600,000,000 214,805,000 385,195,000
12 70 35,000 20,000 700,000,000 228,305,000 471,695,000
13 80 40,000 20,000 800,000,000 240,805,000 559,195,000
14 90 45,000 20,000 900,000,000 253,305,000 646,695,000
15 100 50,000 20,000 1,000,000,000 261,805,000 738,195,000
Total SHU s/d th ke 15 450,000,000 2,359,732,500 4,090,267,500
Analisa usaha tani mangga
Analisa usaha tani durian
Uraian Jumlah
(Rp.)
Total Biaya Produksi Tahun Pertama 14..435.500
Total Biaya Produksi Tahun Kedua 3.300.500
Total Biaya Produksi Tahun Ketiga 4.465.500
Total Biaya Produksi Tahun Keempat 3.200.500
Total Biaya Produksi Tahun Kelima 6.078.000
Total Biaya Produksi Tahun Keenam 3.863.000
Total Biaya Produksi Tahun Ketujuh 5.033.000
Total Biaya Produksi Tahun Kedelapan 4.543.000
Total Biaya Produksi Tahun
Kesembelan
5.688.000
Total Biaya Produksi Tahun Kesepuluh 4.753.000
Total Biaya Produksi Tahun I - X 55.360.000
Tahun V = 0,7 ton 1 ton
Tahun VI = 1,2 ton 1,5 ton
Tahun VII = 2,2 ton 2,5 ton
Tahun VIII = 3,2 ton 3,5 ton
Tahun IX = 4,1 ton 4,5 ton
Tahun X = 5,2 ton 5,5 ton
Jumlah 16,6 ton 18,5 ton
a. Produksi minimum maksimum
b. Harga setempat : Rp. 6.000,-/kg
c. Total penerimaan : Rp. 6.000 x 16.600 kg = Rp. 99.600.000,-
Rp. 6.000 x 18.500 kg = Rp. 111.000.000,-
d. Total Biaya Produksi sampai tahun ke- 10 = Rp. 55.360.000,-
e. B/C Ratio sampai th ke-10 =
= Total Penerimaan/ Total Biaya Produksi
= Rp. 99.600.000 - 111.000.000/ Rp. 55.360.000
= 1,80 s/d 2,01
 Sistem pertanaman UHDP di negara luar pada daerah berbukit
Jl. Raya Solok – Aripan Km 8, PO BOX 5 Solok, Sumatera Barat (27301)
Telp. (0755) 20137, Fax. (0755) 20592
Site: www.balitbu.litbang.deptan.go.id e-mail:
balitbu@litbang.deptan.go.id

Materi Budidaya Tanaman Buah .pdf

  • 1.
    Teknologi Presisi BudidayaTanaman Buah untuk Peningkatan Daya saing di Pasar Domestik dan Ekspor Disampaikan pada acara webinar online tanaman buah 29 Desember 2022 di Bontang, KalimantanTimur Sri Julianti
  • 2.
    PENDAHULUAN Nilai ekspor buah Indonesiatidak termasuk 10 besar negara pengekspor  Buah memiliki nilai gizi tinggi  sumber vit, mineral dan antioksidan  Permintaan buah di dalam dan luar negeri cukup tinggi  Potensi industri dan ekspor produk olahan No. Negara produsen Jumlah produksi (metric ton) Jenis komoditi ekspor produk segar 1. China 154.364 Apel,mangga,persimmon, 2. India 82.632 Pisang,mangga,jambu biji 3. Brazil 37.774 Pisang, jeruk 4. USA 26.986 Strawbery, peach,anggur 5. Spain 17.699 Jeruk,alpukat ,melon 6. Meksiko 17.553 Alpukat,mangga,pisang 7. Italy 16.371 Jeruk, apel,pear 8. Indonesia 16.003 Mangga, jambu biji, manggis ,durian 9. Philipina 15.887 Pisang, nenas 10. Turkey 15.341 Apel, anggur,melon,kiwi Sumber : www.edudwar.com/top-10-fruit-producing-countries(2022)  Kendala : 3K  (Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas)
  • 3.
    Kekuatan (Strength) Kelemahan(Weakness)  Nilai ekonomi dan gizi tinggi  Dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun produk olahan  Umur produktif cukup panjang  SDM cukup tersedia  Plasma nutfah banyak  Belum berkembangnya varietas unggul yang telah dilepas  Serangan hama penyakit cukup tinggi  Penerapan budidaya berdasarkan SPO belum optimal  Belum terciptanya kelembagaan yg kuat antar pelaku agribisnis Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat)  Permintaan buah di dalam dan luar negeri cukup tinggi  Potensi industri dan ekspor produk olahan  Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi  Jalinan kerjasama / kemitraan  Perubahan iklim yang semakin ekstrim menuntut ketersediaan VUB spesifik lokasi  Persaingan era perdagangan bebas  Maraknya buah impor ANALISIS SWOT
  • 4.
    Gbr 1. Plasmanutfah mangga Indonesia
  • 5.
    Tahun 1984 (3varietas) : (1) Golek-31, (2) Manalagi-69 dan 3) Arumanis- 143 Tahun 1992 (1 varietas) : Lalijiwo-61 Tahun 1995 (1 varietas) : Gedong gincu Tahun 2000 (1 varietas) : Dodol Tahun 2002 (7 varietas) : (1) Saigon-119/Kraton-119 utk bb cebol, (2) irwin/ Marifta-01 utk buah segar, (3) Sala-250 utk buah segar, (4) Kensington apple/Ken Layung utk buah segar, (5) Madu anggur-141/Dugur-141 utk sari buah, (6) Sophia-243/Manggasari-243 utk tepung dan (7) Alphonso-315/ Gayam-315 utk pasta/puree Tahun 2003 (1 varietas) : Podang urang Tahun 2009 (4 varietas) : G. Orange; G.Merah, G. Kuning dan G. Gading Tahun 2014 (1 varietas) : Agri Gardina-45 Tahun 2016 (1 varietas) : Gadung 21 Tahun 2019 (1 varietas) : Denarum Agrihorti VARIETAS YANG TELAH DILEPAS (2019)
  • 6.
  • 7.
    VARIETAS DURIAN YANGSUDAH DILEPAS (sampai tahun 2010) 1. Petruk (Jateng) 2. Sunan (Jateng) 3. Sukun (Karanganyar) 4. Sitokong (Jakarta) 5. Mas (Bogor) 6. Otong (Jakarta) 7. Kani (Jakarta) 8. Sihijau (Kalsel) 9. Sidodol (Kalsel) 10. Sijapang (Kalsel) 11. Sawerigading (Sulsel) 12. Lalong (Sulsel) 13. Tamalate (Sulsel) 14. Tembaga (Riau) 15. Perwira (Jabar) 16. Bokor (Jabar) 17. Siriwig (Jabar) 18. Phagajah (NAD) 19. Asoekaya (NAD) 20. Mansau (Kalbar) 21. Raja Mabah (Kalbar) 22 Sawah Mas (Kalbar) 23. Aspar (Kalbar) 24. Kalapet (Kalbar) 25. Bakul (Sumsel) 26. Matahari (Jabar) 27. Hepe (Jabar) 28. Bantal Mas (Jabar) 29. Soya (Maluku) 30. Putar Alam (Lampung) 31. Takada-02 (Balitbu) 32. Namlung Petaling (Babel) 33. Sipayuk (NTB) 34. Ligit (Kaltim) 35. Mawar (Kaltim) 36. Kajang (Lampung) 37. Dahlan (Lampung) 38. Tong Medaya (NTB) 39. Tampilan (Sulteng) 40. Raja (Sulteng) 41. Gantar Bumi (Kalteng) 42. Gelapir (Kalteng) 43. Kepala Gajah (NTB) 44. Kayan Kaltim 45. Sedapir (NTB)
  • 8.
    46. Simemang (Jateng) 47.Salisun (Kaltim) 48. Selat (Jambi) 49. Bentara (Bengkulu) 50. Gapu (Jatim) 51. Kelud (Jatim) 52. Ripto (Jatim) 53. Bido wonosalam (Jatim) 54. Lai Batuah (Kaltim) 55. Bestala (Bali) 56. Lawkra (Jateng) 57. Taji (Karanganyar) 58. Menoreh Kuning (Jogjakarta) 59. Menoreh Jambon (Jogjakarta) 60. Tawing (Jatim) 61. Kumara (Maluku) 62. Lai Kutai (Kaltim) 63. Ome (Riau) 64. Sijantung (Riau) 65. Bintana (Sumut) 66. Si Gundul (NTB) 67. Si Pakem (NTB) 68. Lai Mahakam (Kaltim) 69. Rinbud (Kalbar) 70. Sawai (Maluku) 71. Lokad (Kalbar) 72. Manjar (Kalbar) 73. Mantuala (Kalsel)
  • 9.
     Rendahnya kuantitas/ kualitas buah &kontinuitas Mutu benih rendah  tidak berlabel Pengairan minim Managemen hara non efisien Fenomena alam/anomali iklim Kontrol h/p kurang  h/p  Kurangnya perhatian terhadap standar kualitas ekspor  residu kimia , panen tidak optimal Permasalahan Populasi/ha rendah
  • 10.
     Tinggi tempat: 1 - 500 m dpl.  Suhu : 24 - 27 oC  pH tanah : 5,5 - 7,5  Jenis tanah : Lempung berpasir  Bulan kering (< 60 mm) : 4 - 6 bln  Curah hujan : 1500 – 2000 mm/thn  Type iklim : C, D,E (Schmid&Ferguson) PERSYARATAN TUMBUH  Mangga  Durian Tinggi tempat : dataran rendah - 1.000 m dpl, produksi terbaik pada ketinggian 400-600 m dpl.  Suhu optimal : 22 – 30 °C  Curah hujan :1.500 - 2.500 mm/tahun  Jenis tanah : lempung berpasir, subur dan banyak kandungan bahan organik  Keasaman tanah (pH) : 6-7  Kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m.
  • 11.
  • 12.
     Jumlah benihdisesuaikan dengan luas lahan dan jarak tanam  Benih harus bermutu, pertumbuhan vigor dengan karakter :  Berasal dari sambung pucuk/grafting atau okulasi  Cukup umur, sejak sambung min 6 bulan (mangga); 5-7 bln (durian); 4-6 bln (alpukat)  Tinggi benih 60 – 80 cm, berdiameter 1 - 1,5 cm  Warna batang hijau kecoklatan, lurus dan tidak bercabang  Warna daun hijau mengkilap dan telah membentuk 3 flush  Berbatang bawah kuat dan bebas hama penyakit  Asal benih jelas penangkar terdaftar & bersertifikat (label biru),  Persiapan benih  50 % keberhasilan usaha berkebun ditentukan oleh adanya benih yang bermutu/berkualitas
  • 13.
    TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMANBUAH A. Batang Bawah (Rootstock) • Berfungsi sbg penyangga tajuk dan penyerap hara • Berasal dari biji dari varietas yg telah diuji keunggulannya • Tumbuh kekar dan normal • Perakaran banyak, kuat, dalam, toleran thd cekaman • Kompatibel dengan batang atas B. Batang Atas (Entres, Mata Tempel) • Diambil dari pohon induk Varietas Unggul Komersial • Entres yang diambil dalam keadaan dorman (ciri-ciri: ujung tumpul, ruas memendek) • Entres diambil dari cabang/ranting yg tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda (setengah berkayu) dengan performa sehat  Sambung Pucuk/ Grafting
  • 14.
    PENYIAPAN BATANG BAWAH -Pelok dikupas (kulit luar dibuang), tinggal bijinya - Biji direndam dlm larutan benomil 0,5 g/l 6-12 jam untuk mencegah serangan cendawan dan menyeragamkan perkecambahan biji. - Mangga
  • 15.
    • Media dalampolybag: tanah + pukan + sekam (2 : 2 : 1 ) • Biji disemai, posisi perut di bawah (Nop-Des) • Semai batang bawah dirawat (4-6 bl) : memupuk, mengairi, menyiang, mengendalikan hama/penyakit.
  • 16.
    PENYIAPAN BATANG ATAS/ ENTRES VARIETAS UNGGUL • Entres dipilih dari pucuk yang dorman • Entres diambil dan semua daun dibuang • Panjang entres ± 15 cm • Diameter entres ± 1 cm (sebesar pensil) • Sebelum digunakan, entres dimasukkan dalam kantong plastik
  • 17.
    PENYAMBUNGAN (GRAFTING) • Penyambungandilakukan pada lokasi ½ naungan (di bawah paranet) • Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar (pada 5-7 cm di atas ruas) • Ujung batang bawah dibelah sedalam 3-5 cm • Pangkal entres disayat pada 2 sisi (kanan & kiri) sepanjang 3-5 cm • Entres disisipkan pada celah batang bawah, kambium batang atas dan batang bawah berhimpitan • Sambungan diikat dg plastik es (ukuran 5 x 15 cm) dengan arah dari bawah ke atas • Sisa tali disungkupkan pada bagian ujung entres • Bila tunas sudah pecah (15-21 hari) sungkup dibuka • Benih dipelihara selama ± 6 bulan (memupuk , mengairi, menyiang, mengendalikan hama/penyakit).
  • 18.
     Perbanyakan sambungpucuk pada mangga
  • 19.
  • 20.
    SERTIFIKASI/PELABELAN BENIH • Benihyang dijual harus bersertifikat/berlabel » jaminan mutu • Prosedur: (1) Penangkar mengajukan permohonan pelabelan ke UPT. PSBTPH (2) Petugas melakukan pemeriksaan: (3) Pelabelan: Benih dasar/BF (label putih), Benih Pokok/BPMT (label ungu) dan Benih Sebar (label biru) Cara Perbnykan Pemeriksaan Pendahuluan Pemeriksaan Lapangan I Pemeriksaan Lapangan II Pemeriksaan Lapangan III Okulasi/ Grafting Sebelum biji ditanam Saat okulasi/ Grafting 3 bl setelah Okulasi/grft 7 hari sblm disalurkan
  • 21.
    PERBANYAKAN DAN PELABELAN •Biji disemai bulan Nop/Des (Lapor UPT. PSBTPH/BPSB) • Batang Bawah digrafting April/Mei (Permohonan Label) Penyiapan Batang Bawah dan Grafting
  • 22.
    • Jumlah Benihyang Jadi (Petugas UPT. PSBTPH) • Jumlah Benih siap siar (Petugas UPT. PSBTPH) = Jumlah label Pemeriksaan Benih Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar
  • 23.
    SERTIFIKAT PENANGKAR • Untukbisa mengurus label benih » penangkar harus mempunyai “sertifikat sebagai produsen benih bina” yang dikeluarkan oleh UPT. PSBTPH /BPSB setempat • Prosedur: (1) Mengajukan permohonan ke UPT. PSBTPH (2) Melampirkan surat pernyataan produsen (3) Penilaian dari UPT. PSBTPH (4) Hasil penilaian: memenuhi/tidak memenuhi syarat (5) Bila memenuhi syarat » sertifikat sebagai produsen benih bina
  • 24.
    DISTRIBUSI/PENGIRIMAN BENIH MANGGA 1.Via Darat/Laut (Ekspedisi) • Media tanah dikurangi 20%, kemudian disiram, ujung polibag diikat dengan pangkal batang • Setiap 10 batang benih diikat dan dibungkus dengan karung plastik • Seluruh bagian daun dan batang dibungkus dengan plastik PE (gulungan) yang diberi lubang kemudian diikat • Benih diberi label alamat, siap dikirim. 7 Hari
  • 25.
    Memilih biji: • Bijidipilih yang bernas dan utuh • Berat >15 gram/bij • Baru dan masih segar Membersihkan biji: • Biji dibersihkan dari sisa daging buah • Dicuci dengan air mengalir sampai bersih • pilihan: dapat direndam dalam larutan fungisida sebelum di semai Durian
  • 26.
    MENYEMAI BIJI Keragaan akardurian yang disemai dalam media tanah (kiri), dan media campuran kompos 80% : pasir 20% Persemaian biji untuk batang bawah durian,dapat dilakukan di pasir terlebih dahulu (jarak tanam 4-6 cm) atau langsung di polybag.
  • 27.
    Trasportasi biji jarakjauh • Kotak/ tray buah dilapisi 3 lembar koran basah • Biji yang sudah bersih disusun diatasnya, kemudian dilapisi lagi dengan koran basah 2-3 lembar. Selanjutnya diulang sampai penuh. • Prinsip: biji tetap basah/segar. • Biji yang tumbuh di perjalanan lebih baik daripada biji mengering Kasus spesifik:
  • 28.
    SAMBUNG PUCUK /GRAFTING a b c d e f g h Keterangan : a. Entres durian yang sehat b. Bagian pangkal entres diruncingkan dari 2 sisi c. Batang bawah umur 1,5 – 2 bulan, warna kulit batang hijau dan batang msh lentur d. Entres disisipkan pada batang bawah e. Sambungan diikat dengan plastik f. Sambungan disungkup dengan kantong plastik es g. Sambungan mulai tumbuh h. Bibit hasil sambungan
  • 29.
    OKULASI TEMPEL Pembuatan “jendela” padabatang bawah Pengambilan mata tunas dari entres Penyisipan dan pengikatan mata tunas pada batang bawah
  • 30.
    TEKNIK AKAR GANDA(DOUBLE ROOTSTOCK) Kelebihan: Pertumbuhan lebih cepat, sesuai untuk daerah berangin kencang
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    U-GRAFTING; untuk batangbawah lewat umur
  • 34.
    Inkubasi benih: << Sungkupindividual Sungkup berkelompok >>
  • 35.
    Penyiraman - Gunakan airbersih yang tidak tercemar - Lakukan penyiraman secukupnya (2 kali sehari tergantung kelembaban tanah) Pemupukan - Pupuk NPK atau pupuk daun. - Pupuk NPK cara butiran diberikan dengan dosis 3 g / tanaman dengan interval 2 bulan sekali, sedangkan pupuk cair 15 g / 10 l air diberikan dengan interval waktu 1 bulan sekali. - Untuk pupuk daun takaran yang digunakan adalah 2 g/liter air dengan interval 2 minggu sekali. PEMELIHARAAN BIBIT
  • 36.
     Lakukan pengamatansecara rutin  Apabila ditemukan gejala serangan OPT, sebaiknya dilakukan pengamatan untuk mengetahui jenis OPT nya sehingga dapat dilakukan pengendalian dengan pestisida secara tepat sasaran dengan jenis dan dosis yang sesuai Pengendalian hama/penyakit di pembibitan
  • 37.
     sehat  kualitasterjamin dan seragam  Benih siap ditanam ke lapang jika ; - sambungan telah bertaut sempurna - tinggi benih > 60 cm , diameter batang >12 mm - disarankan telah berumur >1 th dalam polibag 30 x 40 cm lebih tahan cekaman lingkungan, lebih mudah pemeliharaan BENIH SIAP TANAM
  • 38.
    PERSIAPAN LAHAN  Persiapanlubang tanam pemberian pukan dan TSP Tanah+pukan+TSP Bag.bawah Bag.atas Lubang dibiarkan 1-2 minggu Penutupan lubang : tanah bawah dan tanah atas dikembalikan ke posisi semula Pemberian ajir/tanda posisi tanaman
  • 39.
    Digali seukuran polibag PENANAMANDI LAPANG Pemberian ajir Skema penanaman untuk mangga
  • 40.
  • 41.
  • 42.
    Beberapa model naunganuntuk benih yang baru di tanam di lapang
  • 43.
     Pemangkasan bentuk pembentukan kanopi pohon seimbang  Mengikuti pola 1 - 3 – 9 – 27  Pemangkasan I dilakukan setelah tanaman setinggi 60–80 cm  Ulangi pemangkasan, jika tunas yang tumbuh pada bidang pangkasan hanya 1 cabang PEMANGKASAN TANAMAN 1 2 3 Mangga
  • 44.
    - Dilakukan padatanaman usia produktif (fase berbuah) - Membuang cabang/ranting(tunas) yang tidak bermanfaat  cabang/tunas air, tunas sakit  cabang bersudut kecil  cabang terserang hama penyakit  cabang yang rapat, bersilangan atau terlindung  tajuk bagian atas, mundur satu ruas ujung ranting (terminal) bekas buah dipangkas  mempertahankan ketinggian optimal (3 m)  Pemangkasan pemeliharaan  produksi
  • 45.
  • 46.
  • 47.
  • 48.
    Durian Tujuan: Memberikan ruang untukbuah secara maksimal tumbuh di cabang primer Bentuk yang dianjurkan
  • 49.
  • 50.
    Pemangkasan pohon duriandapat dilakukan pada cabang dan tunas / ranting. - Pemangkasan cabang dilakukan pada cabang yang kurang produktif, seperti cabang yang rusak, tua, tumbuh ke arah dalam tajuk, dan melintang - Pemangkasan tunas / ranting, dimaksudkan untuk penjarangan agar pohon tidak terlalu rimbun yang dapat menyebabkan pertumbuhan tunas kurus dan kurangnya sinar matahari Pemangkasan utama yang dapat dilakukan pada pohon durian adalah penjarangan tunas yang bertujuan agar cabang pohon nantinya dapat tumbuh besar dan sehat. Penggunaan pemberat seperti batu atau pemancangan ke tanah dapat digunakan untuk mendapatkan batang lateral yang tumbuh landai mendatar. Pemangkasan berikutnya adalah pemangkasan ketinggian atau pemangkasan pucuk. Pemangkasan pucuk dilakukan agar pohon durian tidak terlalu tinggi untuk alasan kemudahan perawatan
  • 52.
     Pemberian sejumlahpupuk untuk mencapai tingkat ketersediaan hara yang seimbang dan optimum dalam tanah, guna:  meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman,  meningkatkan efisiensi pemupukan,  meningkatkan kesuburan tanah & pelestarian,  menghindari pencemaran lingkungan  Pemupukan sesuai dengan status hara tanah & kebutuhan tanaman Pemupukan berimbang spesifik lokasi
  • 54.
     Pupuk organikdiberikan sekali setahun pada akhir musim hujan  Aplikasi pemupukan pada fase juvenil diberikan 4-6 kali setahun sesuai anjuran  Pupuk diberikan secara alur melingkar tepat dibawah kanopi terluar  Pemupukan pada fase menghasilkan diberikan setelah panen & pemangkasan (Urea ½ bag dr dosis: SP-36 1/3 bag dr dosis; KCl ¼ bag dr dosis), menjelang berbunga (Urea ½ bag dr dosis: SP-36 1/3 bag dr dosis; KCl ¼ bag dr dosis), dan saat buah sebesar kelereng (Urea ½ bag dr dosis: SP-36 1/3 bag dr dosis; KCl ¼ bag dr dosis), sesuai dosis anjuran (Tabel 1 & 2) Dosis pemupukan sesuai rekomendasi umum
  • 55.
    Dosis anjuran pemupukanpada tanaman mangga fase juvenil Umur (Thn) Pupuk organik (kg) Urea (g) SP-36 (g) KCl (g) 1 10 250 100 250 2 20 300 150 300 3 40 350 200 350 4 40 400 250 400
  • 56.
    Pedoman pemupukan padatanaman mangga fase produktif/ menghasilkan Umur (Thn) Pupuk organik (blek) Urea (g) SP-36 (g) KCl (g) 5 40 450 300 450 6-8 50 500 350 500 > 8 > 50 > 600 400 600
  • 57.
    Umur (tahun) Pukan (kg/ph) NPK(kg/ph) Frekwensi per- tahun 1 - 3 30 - 50 0,5 - 1,0 3 - 4 4 - 6 75 - 150 1,5 - 2,5 2 - 3 15 - 10 200 - 300 3,0 - 5,0 1 - 2 Teknik pemberian pupuk: melingkar di bawah tajuk Durian
  • 58.
    Pemupukan  Penggunaan bahanorganik bermanfaat : - memperbaiki struktur tanah - memperbaiki tekstur tanah - menyuburkan mikroorganisme tanah - memperbaiki pH dan aerasi tanah - sebagai sumber hara yang lengkap (makro, mikro, nano)  Pupuk organik, terutama pupuk kandang ayam sangat dianjurkan  Nitrogen dari pupuk anorganik (Urea) beresiko tinggi terhadap kanker dan busuk akar  Pemupukan spesifik dan berimbang  waktu dan dosis berdasarkan kebutuhan tiap fase pertumbuhan tanaman Manfaat: - Berbuah rutin tiap musim (biannual bearing) - Kualitas buah stabil - Lebih hemat pupuk - Menjaga kualitas kesuburan tanah - Mengurangi resiko penyakit
  • 59.
    Pemeliharaan bunga danbakal buah:  Durian akan menginisiasi bunga setelah kekeringan 8-10 minggu  Mampu menghasilkan sampai 100.000 bunga/pohon - tunggal - majemuk (dompol); dari 2 bunga s/d 100 bunga/dompol  Penjarangan bunga dan bakal buah pada dompolan yang terlalu banyak - Menjaga efisiensi fotosintat - Bentuk buah lebih sempurna - Mengurangi serangan penggerek buah  Jarak waktu antara bunga pertama dan bunga terakhir 4-5 minggu
  • 60.
     Irigasi semimanual pipa lateral atau selang plastik  Sistem irigasi permukaan :  Sistem basin  air disiramkan ke cekungan yang telah dibuat disekitar tanaman = 5 - 10 ltr  Sistem border  air dialirkan ke cekungan mengikuti bentuk tajuk  Sistem furrow/alur  air dialiorkan ke parit-parit disetiap sisi tanaman sesuai kebutuhan, mis 2-3 minggu sekali  Irigasi mikro sprinkle : pemberian air secara langsung pada permukaan lahan melalui sprinkle PENGAIRAN  Irigasi tetes/drip : pemberian air secara langsung pada permukaan tanah sekitar tanaman melalui drip
  • 61.
     Diberikan sesuaikebutuhan, pada musim kemarau, fase pembentukan dan perkembangan buah  Pada tanaman umur > 6 thn diberikan sebanyak 50 l/ph/mggu. Saat kemarau meningkat 60-100 l/ph/mggu  Pada fase pembentukan buah hingga 2 mggu menjelang panen diberikan sebanyak 60-100 l/ph/mggu  Pemberian air menurun pada 2 mggu sebelum panen yaitu 40 l/ph/mggu. Pemberian dihentikan pada saat buah menjelang tua  Pemberian air kembali dilakukan setelah panen.  Cara pemberian air
  • 62.
     Hama TanamanMangga - Penggerek Batang (Rhytidodera rufomaculata) Gejala: -Menyerang batang/cabang ⇨terdapat lubang gerekan -Cabang dibelah ⇨ terlihat lorong-lorong tempat larva -Serangan tinggi ⇨tanaman layu, daun rontok, tan. Mati -Hama menyerang pada musim penghujan Pengendalian: -Cara mekanis ⇨memotong cabang yg terserang, dibakar -Cara biologis ⇨ parasit telur famili Promuscidae, Anagyrus, Eupelmus. Parasit dibiakkan ⇨ dilepas ke kebun -Cara kimia ⇨Semprot Buldok 2g/lt, Injeksi insektisida monokrotophos dosis 6 cc/pohon, PENGENDALIAN OPT
  • 63.
    63 Tanaman yang terserangpenggerek batang
  • 64.
    Imago atau dewasaberwarna putih dengan totol-totol hitam. Antena panjang melebihi panjang tubuhnya Umur dewasa berkisar sekitar 50 hari Selama hidupnya, pada kondisi laboratorium dewasa hama penggerek batang ini mampu meletakkan telur sebanyak kurang lebih 50 butir Dewasa biasanya segera keluar dari jaringan tanaman yang mati untuk melakukan aktivitas makan, kawin dan meletakkan telur. 64
  • 65.
    X. PENGENDALIAN OPT •Telurpenggerek batang berwarna kuning kecoklatan berbentuk oval. •Panjang telur sekitar 2 mm dan lebar sekitar 1 mm. •Lama stadia telur sekitar 12 hari. •Stadia telur berada di dalam jaringan pucuk mangga •Larva berwarna putih kekuningan •panjang pada stadia awal sekitar 0,5 cm dan pada stadia akhir mencapai 5 cm •Lama stadia larva hama ini sangat panjang yaitu sekitar 200 hari tergantung varietas yang diserang, sehingga cukup satu siklus larva bisa mematikan batang mangga • Pupa berwarna kuning kecoklatan. • Lama stadia pupa sekitar 20 hari • Pupa penggerek batang mangga ini merupakan stadia tidak aktif, dimana stadia ini tidak melakukan aktivitas makan •Setelah kurang lebih umur 20 hari, pupa berubah menjadi imago 65
  • 66.
    Gejala serangan padabatang top working
  • 67.
    - Wereng Mangga(Idiocerus niveosparsus) Gejala: -Menghisap cairan daun, pucuk muda, tangkai bunga, buah muda ⇨ mudah rontok -Hama muncul ⇨ peralihan musim kemarau ke musim hujan (musim bunga) -Menyerang tanaman yang sudah berproduksi Pengendalian: -Cara mekanis ⇨pengasapan/pembakaran sampah di bwh phn -Cara biologis ⇨ predatori Lycosa sp; Parasitoid Epipyros (Hymenop); Pipunculus sp. Predator dibiakkan ⇨ dilepas ke kebun -Cara kimia ⇨ Injeksi insektisida monokrotophos dosis 10-15 cc/pohon saat flush terakhir (sebelum berbunga) 67
  • 68.
  • 69.
    - Lalat Buah(Bactrocera sp) Gejala: - Permukaan kulit buah ⇨ terdapat titik2 hitam (tusukan ovipositor lalat betina) - Daging buah busuk ⇨ buah rusak, gugur - Menyerang pada saat muncul buah Pengendalian: - Cara kultur teknis 1. Sanitasi ⇨ buah yang terserang/jatuh ditimbun ( 40 cm) 2. Tanaman perangkap ⇨ menanam selasih sekeliling kebun 3. Pengasapan dengan membakar sampah di bawah kanopi 69
  • 70.
    - Lalat Buah(Dacus dorsalis) Pengendalian: - Cara fisik/mekanis 1. Pembungkusan buah dg kantong plastik, kain tangerin 2. Penggunaan perangkap ⇨ botol aqua diberi lobang, dipasang corong plastik, diberi atraktan (ME, Protein hidrolisa), diberi air, botol digantung di dahan pd pohon tepi - Cara biologis ⇨ Parasitoid Famili Braconidae (Biosteres sp & Opius sp). Parasit dibiakkan ⇨ dilepas ke kebun 70
  • 71.
    Lalat buah (Bactrocerasp) Lalat buah (Bactrocera sp) 71
  • 72.
  • 73.
  • 74.
    - Penggerek Buah(Noorda albizonalis Hampson) Gejala: -Permukaan buah ⇨ terdapat bintik2 akibat isapan hama -Saat hama menghisap buah ⇨ meletakkan telur pd kulit buah -Larva ⇨ menggerek buah, makan jaringan bawah kulit -Area yg dirusak menjadi busuk, buah gugur -Menyerang saat buah sebesar bola pingpong (55-60 hr dr bunga) Pengendalian: - Cara kultur teknis ⇨ Buah yg gugur dikubur (40-50 cm) -Cara mekanis ⇨ Buah dibungkus saat sebesar bola pingpong -Cara biologis ⇨ predator larva Rhynchium attrisium -Cara kimia ⇨Semprot Burdok 2cc/lt, pada sore hari 74
  • 75.
  • 76.
  • 77.
     Penyakit Mangga 1.Penyakit Antraknose (Colletotrichum gloeosporioides) Gejala: -Pd daun ⇨ terdapat bercak bulat berwarna coklat & kelabu di tengahnya, kadang2 kekuningan di tepi atau berlobang -Pd malai bunga ⇨ terdapat bercak kecil pd pucuk, penikle & tangkai, selanjutnya bunga menjadi hitam. -Pd buah ⇨ bercak berwarna coklat hingga gelap, pd buah yg matang buah menjadi busuk -Area yg dirusak menjadi busuk, buah gugur -Menyerang saat buah sebesar bola pingpong (55-60 hr dr setelah bunga mekar) 77
  • 78.
    Gejala: - Awal kerusakanterjadi pd daun muda ⇨cabang terminal tdk produktif, bunga mengering, pembentukan bakal buah gagal, buah gugur & busuk -Menyerang pada awal musim hujan Pengendalian: - Cara kultur teknis 1. Sanitasi kebun dg memusnahkan gulma mulai flush-panen 2. Daun yg jatuh dikumpulkan ⇨dibakar 3. Pemangkasan setelah panen/sblm bunga ⇨penetrasi cahaya -Cara mekanis ⇨ Buah dibungkus saat sebesar bola pingpong 78
  • 79.
    Pengendalian: Cara kimiawi • Penyemprotandg fungisida kombinasi 0,25% mancozeb + 0,2% dicotophos + 2 g pupuk daun/liter air, interval 7-10 hari sekali, mulai premordia bunga hingga fase pemasakan buah. • Pencelupan buah dengan air hangat (55C) atau air hangat ditambah fungisida benomil (500 ppm)/diabendazol (90 ppm) selama 5 menit sebelum pengepakan. 79
  • 80.
    Gejala Antraknose padabuah  Pengendalian - semprot fungisida - pemangkasan - sanitasi
  • 81.
    2. Penyakit Diplodia(Diplodia natalensis) Gejala - Tanaman terserang ⇨keluar blendok berwarna kuning emas dari batang atau cabang, pd kulit terjadi luka tdk teratur - Cendawan berkembang diantara kulit dan kayu ⇨merusak lapisan kambium - Diplodia kering lebih berbahaya krn gejala permukaan sukar diketahui - Kulit batang/cabang yg terserang mengering, tdpt celah kecil pada permukaan kulit - Pd celah kulit terdapat massa spora cendawan berwarna putih atau hitam. Banyak menyerang pd musim hujan.
  • 82.
  • 83.
    A. Cara kulturteknis - Potong cab yg terserang berat, buang kulit yg terinfeksi ringan - Pemangkasan utk mengurangi kelembaban - Pemupukan berimbang - Membersihkan gulma B . Cara mekanis - Sisa2 tanaman dikumpulkan, cabang terserang berat dipotong kemudian dibakar - Tanaman yg terserang berat dibongkar, dibakar 83  Pengendalian
  • 84.
    C. Cara Biologi •Mengoleskan dg kuas agen antagonis: Trichoderma spp, • Gliocladium spp, Pseudomonas fluorescens atau Bacillus subtillis pada batang atau pangkal batang D. Cara Kimiawi 1. Pengapuran pangkal batang (bubur bordo) 2. Menutup bagian tanaman yang luka pada waktu pemangkasan dengan klorox 3. Pengelupasan kulit bagian tanaman yang terserang selanjutnya dilakukan penguasan dengan menggunakan fungisida yang efektif.
  • 85.
    HAMA DAN PENYAKITUTAMA PADA TANAMAN DURIAN
  • 86.
    Hama Penggerek BijiDurian (Mudaria magnaplaga Wlk. (Noctuidae)) Infestasi bermula dari buah kecil. Betina meletakkan telur pada permukaan buah. Larva yang baru menetas memakan permukaan buah dan mulai melakukan penetrasi pada kulit buah dan lebih dalam hingga biji. Larva kemudian menjadi pupa, meninggalkan bekas berupa lubang di kulit durian. a. perlakuan kimia; penyemprotan sebaiknya dihentikan setidaknya 2 minggu sebelum panen. Bahan kimia yang direkomendasika :fenthion, dimethoate, deltamethrin, methamidophos, metidation, carbaryl, methamidophos, endosulfan, dan phosalone. b. perangkap cahaya; dapat menarik dan membunuh hama dewasa c. penggunaan umpan; campuran pisang masak dengan beberapa insektisida dapat digunakan sebagai umpan. Pengendalian Sumber: Ithin Badri dan Unahawutti dalam Nantachai, S., 1994  Tidak mengambil biji dari daerah penanaman lain . Jika tidak dapat dihindari, sebaiknya biji diberi perlakuan dengan carbaryl. Penyemprotan carbaryl, thiodan, atau methamidophos akan menurunkan segala infestasi.  Buah jatuh yang terserang harus dibakar secepatnya Pencegahan
  • 87.
    Hama Kutu putih(Pseudococcus sp.) •menghisap cairan dari ranting, perbungaan, dan buah •serangga menyebar dengan perantaraan semut •bagian tumbuhan yang rusak biasanya tertutup dengan jelaga hitam yang berasal dari madu yang dihasilkan kutu putih •Serangga ini menurunkan kualitas buah. Hama Penggerek Kulit Buah Durian (Monogatus puntiferalis Guen. (Lepidoptera: Pyraustidae)) • Larva yang baru menetas memakan permukaan kulit buah. Ulat kemudian membuat terowongan menuju buah. Ekskresi ulat dapat dilihat pada permukaan terowongan. Eksudat mengalir keluar dari lubang seiring dengan perkembangan ulat menjadi dewasa. • Buah yang rusak akan busuk ketika buah masak karena infeksi sekunder pathogen. Pengendalian : buah sebaiknya disemprot dengan campuran 20 ml cyhalothrin-L dan surfactant dalam 20 liter air pada interval 20 hari hingga 15 hari sebelum panen. Sumber: Ithin Badri dalam Nantachai, S., 1994 Pencegahan : Buah yang terinfeksi dan jatuh harus dikumpulkan dan dibakar
  • 88.
    Penyakit Pada Durian 1.Penyakit pra panen - busuk akar, batang dan daun 2. Penyakit pasca panen - menyerang buah sehingga menjadi busuk dan tidak dapat dikonsumsi Cendawan-cendawan yang berasosiasi dengan busuk buah pasca panen, yaitu: Phytophthora palmivora, Sclerotium rolfsii, Fusarium solani, Curvularia (Cochliobolus) erasgotlidis, Colletotrichum gloeospoiroides, Lasiodiplodia (Botryodiplodia) theobromae, Phyllosticta sp., Mucor sp., Rhizophus stolonifer, dan R. artocarpi. Banyak dari cendawan tersebut yang diketahui bersifat pathogen, sedangkan lainnya (misalnya Rhizopus dan Fusarium) bersifat parasit lemah atau saprofit yang masuk ke dalam buah karena penanganan atau penyimpanan yang tidak benar.
  • 89.
    Sumber: Lee BoonSiew dalam Nantachai, S., 1994  menginfeksi buah pada tahap perkembangan yang beragam  juga menyerang batang, akar, dan daun  buah yang terinfeksi mudah pecah pada saat buah mendekati pemasakan Penyakit Busuk Buah Phytophthora palmivora Pengendalian  Fungisida disemprotkan pada buah satu bulan sebelum panen  diperhatikan residunya  Paling baik dikendalikan dengan perlakuan phytosanitasi yang terintegrasi (penggunaan benih bebas penyakit dan tanah bebas pathogen, dan pemindahan pohon yang mati, serta buah dan batang yang terinfeksi)
  • 90.
    Pengendalian OPT  Memutussiklus hidup OPT  Setelah pembukaan lahan, tanah ditanami kacang-kacangan atau penutup tanah (Legume) sekurangnya 1 tahun, terutama lahan bekas karet, kelapa atau pepaya  Isi lubang dengan potongan daun kacang/penutup tanah, pupuk kandang (pukan ayam), dan biakan starter mikroba EM, kemudian padatkan untuk mengeluarkan udara (suasana an-aerob), biarkan 8 sampai 10 minggu  Hindari memindah tanah dari kebun satu ke kebun yang lain (melalui tanah yang lengket di sepatu, peralatan atau roda kendaraan) dengan cara mencucinya dengan desinfektan  Kulit atau buah busuk sebaiknya dibuat kompos untuk eradikasi sumber inokulum dan daur ulang hara  siapkan lubang/rorakan diantara barisan durian utk pengomposan
  • 91.
    • Pada saatbuah sebesar kelereng (1,5 bulan setelah bunga mekar) buah dibungkus dengan kantong kain tangerin/kantong kresek (transparan dan sirkulasi udara bagus) » warna kulit buah tetap merah • Sehari sebelum dibungkus, disemprot dengan fungisida benomil 0,5 g/Lt (cukup sekali). • Tujuan: buah terhindar dari lalat buah, Noorda, kulit buah tetap berwarna merah. 91 PEMBUNGKUSAN BUAH MANGGA
  • 92.
     Kriteria panenmangga 1. Bekas tangkai buah yg rontok telah mengering seluruhnya 2. Lekukan ujung buah telah rata/hampir hilang 3. Pori2 merata dan berwarna coklat 4. Lapisan lilin pd permukaan buah mulai menebal 5. Cabang tangkai buah telah kering 65% 6. Buah tidak berbunyi nyaring bila disentil 7. Umur buah 132-140 hari sejak bunga muncul  Waktu Panen 1. Waktu petik diupayakan mulai pk 7.00-15.00 92 PANEN
  • 93.
     Cara Panen 1.Gunakan alat yg sesuai ⇨ gunting pangkas, galah bergunting yg dilengkapi keranjang/kantong 2. Saat pemetikan ⇨brongsong & tangkai buah diikutkan (10 cm) utk mencegah agar buah tdk terkena getah 3. Buah yg masih terbungkus diletakkan dalam wadah (kranjang bambu/plastik), posisi tangkai menghadap ke bwh hingga getah habis 4. Usahakan agar getah tidak mengotori buah 5. Bungkus buah dibuka, dan diletakkan dlm kranjang plastik (<20 kg) yg beralaskan kertas, ditata maksimum 2 tumpukan, diletakkan di tempat teduh & ditutup. Pisisi tangkai buah menghadap ke bawah 6. Catat waktu, lokasi panen dan jumlahnya. 93
  • 94.
    Pengumpulan buah digudang 1. Gudang disapu dan dibersihkan 2. Alat pendingin udara dinyalakan pd kisaran suhu 8-10°C dan kelembaban udara ≤ 90% 3. Keranjang ditumpuk dg hati2, maksimum 8 tumpuk dg pembatas antara keranjang Sortasi 1. Memisahkan buah yg baik dg buah yg kurang baik, tangkai buah dipotong dan disisakan 1 cm 2. Buah yg terpilih dimasukkan bak berisi air ⇨ tenggelam = matang 95%, melayang = belum begitu matang 94 PENANGANAN PASCA PANEN
  • 95.
     Sortasi 3. Buahyg tenggelam dikelompokkan terpisah dg buah yg melayang 4. Buah yg terseleksi diletakkan di keranjang yg beralaskan kertas koran 5. Ditata maksimum 2 tumpukan/lapis 6. Buah ditutup (posisi tangkai buah menghadap ke bawah)  Pencucian • Buah dimasukkan ke dlm bak berisi air yg diberi deterjen tepol dg dosis 2 cc/liter, buah digosok menggunakan kain lap/spon • Penggantian air cucian setelah keruh (setiap 10 x pencucian) • Pembilasan dg menggunakan air yg bersih • Setelah buah dibilas lalu digosok dg spon/kain lembut 95
  • 96.
    Perendaman dengan airhangat • Tujuan: membunuh mikroba yg tidak hilang/mati saat pencucian • Prosedur: buah direndam secara hati2 dalam air hangat (50°C) yg ditambah dg fungisida Benlate (dosis 0,5 g/lt) selama 1 menit Penirisan dan pengelapan • Buah yg telah direndam ditiriskan dg meletakkan pd rak susun dan dikering anginkan • Buah dilap dg kain lap yg bersih, lembut dan kering 96
  • 97.
     Grading • Mengelompokkanbuah yg telah disortir berdasarkan: diameter, ukuran, bentuk buah & keseragaman • Buah ditimbang dan dipisah sesuai klasnya. Grade kualitas berdasarkan beratnya: Contoh : Garifta Orange: Garifta Kuning: -Grade A : 325->375 gram Grade A : 350->400 gram -Grade B : 275-<325 gram Grade B : 300-<350 gra -Grade C : 225- <275 gram Grade C : 250-<300 gram Garifta Merah: Garifta Gading: -Grade A : 300->350 gram Grade A : 200->250 gram -Grade B : 250-<300 gram Grade B : 150-<200 gram -Grade C : 200-< 250 gram Grade C : 100-<150 gram 97
  • 99.
    99  Pelilinan 1. Membuatemulsi standar lilin 12%⇨bahan: lilin lebah 120g, asam oleat 20g, triethanolamin 40 g, air panas 820 cc. Lilin dipanaskan dlm panci sampai mencair, kemudian dimasukkan dlm blender. Selanjutnya dituangkan sedikit demi sedikit asam oleat, triethanolamin & air panas, larutan diblender 2-5 menit, emulsi lilin didinginkan. Emulsi lilin dpt digunakan setelah dingin. 2. Buah dibersihkan⇨dicelup emulsi lilin 6% 30 detik ⇨keringkan 3. Setelah kering, buah dikemas dlm kantong plastik berukuran 30x40 cm serta diberi lubang 5 jarum kemudian disimpan dalam suhu 10°C.
  • 100.
     Pelabelan • Labelditempelkan pd kotak kemasan • Sticker kecil ditempelkan pd buah sebagai identitas klas buah & produsen.  Pengepakan 1. Buah dimasukkan ke dlm wadah secara hati2 dg posisi punggung buah menghadap ke bawah 2. Wadah dilengkapi dg partisi dan irisan kertas/styrofoam 3. Untuk keperluan ekspor, wadah berupa peti terbuat dari karton berukuran: 45cm x 27,5 cm x 9,5 cm dg kapasitas 5 kg 100
  • 101.
     Penyimpanan 1. Buahdlm kardus disimpan dlm gudang dg temperatur 8-10°C dan kelembaban 90% 2. Buah ditumpuk ⇨peti kardus 8 tumpuk, peti kayu 4 tumpuk 3. Lama penyimpanan maksimum 2 hari 4. Kardus/box yg masuk pertama harus keluar lebih dahulu. Jika akan disimpan perlu dilakukan pre- cooling yaitu penyimpanan buah pd suhu sejuk (16-20°C ). 5. Tempat penyimpanan harus bebas dari hama. 101
  • 102.
  • 103.
    Panen dan pascapanen durian  Panen petik pohon indek kemasakan buah - pelajari untuk masing-masing varietas durian D24 dipetik pada 105-110 setelah bunga mekar sama kualitasnya dengan durian yang masak pohon (jatuhan) dan daya simpan menjadi 9-11 hari jika dibandingkan dengan 3-4 hari pada durian jatuhan  Panen jatuhan (masak pohon)  Hindari buah jatuh/menyentuh tanah  Hindari buah memar/luka  Alat panen harus bersih (steril)  Menjaga kebersihan kebun dari kulit dan buah busuk * Buah yang jatuh dan bersentuhan tanah serta buah yang memar akan cepat ditumbuhi jamur/ mudah busuk  self life (daya simpan)
  • 104.
     Jatuhan (buahdibiarkan jatuh alami)  Diikat pada buah dan cabang pohon  Satu orang memetik di pohon, satu orang menangkap menggunakan karung goni  Membentangkan jaring di bawah pohon selebar tajuk Beberapa cara panen : a) Perubahan warna kulit b) Perubahan suara yang dihasilkan ketika diketuk c) Buah memiliki aroma yang kuat jelas. d) Daging buah menjadi manis dengan rasa khas durian Perubahan yang terkait dengan tingkat kematangan buah
  • 105.
    Menggali prospek pascapanen  Diversifikasi produk olahan  Perbaikan produk tradisional : tempoyak dan lempuk  Mengisi pasar khusus: trend gaya hidup metropolis - Kebugaran, vitalitas, kesehatan, kecantikan, kecerdasan  Prospek produk segar tanpa kulit: - Durian untuk satu kali konsumsi/ukuran perorangan - Tidak semua orang bisa membuka durian - Memudahkan pembeli melihat kualitas daging buah - Bagian yg bisa dimakan hanya + 30 %, meminimalkan tempat penyimpanan, pengemasan dan, memudahkan distribusi - Alasan karantina dan sampah (negara maju membatasi impor durian berkulit)
  • 107.
    PENGGANTIAN VARIETAS DENGANTEKNOLOGI TOP WORKING
  • 108.
    • Memadukan batangbawah dewasa dengan batang atas komersial yang diinginkan • Diameter BB 5-30 cm vs BB bibit muda 0,5 – 1.0 cm • Sebelum di potong, BB dipupuk dg Urea 2 kg/ph atau NPK • Sebaiknya proses penyambungan dilakukan pada awal musim kemarau • Tanaman akan lebih cepat berbuah dibanding dengan tanam baru Tujuan:  Mengganti varietas tanpa harus membongkar tanaman yang sudah ada (tanpa menanam baru)  Membuat tanaman lebih cepat berbuah 108 PRINSIP TOP WORKING
  • 109.
  • 110.
    Prosedur top workingdan penyambungan 110
  • 111.
    Top working umur1 tahun 111
  • 112.
    112 Top working umur2 tahun mulai berbuah
  • 113.
    Top working umur5 tahun berbuah lebat
  • 114.
    Top-working pada durian Penggantian varietas pada tanaman dewasa  3-4 tahun berbuah a. Tanaman durian yang akan di top working b. Dipotong pada ketinggian 75-100 cm c. Tunas yang tumbuh pada bekas potongan d. Tunas yang telah disambung disungkup e. Satu batang dengan 3 tunas sambungan. Ke 3 tunas kemudian disatukan. f. Tanaman hasil top working a b c d e f Keterangan :
  • 115.
    TEKNOLOGI JARAK TANAMSANGAT RAPAT (ULTRA HIGH DENSITY PLANTING/UHDP)
  • 116.
    DEFENISI UHDP (meadow orchard) pengelolaan terpadu tanaman dengan pengaturan kerapatan tanaman yang mengarah pada pembentukan arsitektur tanaman rendah/cebol (1,5-2m) dengan modifikasi kanopi guna penyebaran dan intersepsi cahaya secara merata, serta memudahkan praktek budidaya tanaman di lapangan Peningkatan produksi/per unit area, mereduksi masa persiapan reproduktif (gestation period) & buah seragam : ukuran, bentuk, rasa
  • 120.
    TEKNOLOGI PEMBUAHAN DILUARMUSIM (OFF SEASON)
  • 121.
     Pengaturan pembuahanpada tanaman mangga agar dapat panen diluar musim (bisa panen lebih dari sekali/tahun) Terdiri dari 3 tahapan perlakuan : 1.Pemangkasan 2.Pemupukan 3. Penggunaan ZPT  Paklobutrazol, KNO3
  • 122.
    1. Pemangkasan A B C D Pemangkasan setelahpanen; A = Cabang atau ranting mati dan lemah serta yang diserang h/p; B = Tunas air; C = Cabang yang melebar; D = Cabang yang rapat, bersilang atau mengarah ke dalam
  • 123.
    3. Penggunaan ZPT Paklobutrazol a. Cara penyiraman (drenching) • Diterapkan apabila mudah mendapatkan air • Takar paklobutrazol sebanyal 10-15 cc dan masukkan ke dalam 1 liter air. • Buat parit sedalam 10 cm secara melingkar mengeliingi pohon dengan jarak 1-1,5 m dari pohon. • Tuangkan larutan secara merata ke dalam parit. • Bila kondisi sangat kering, sebelum parit ditutup perlu disiram lagi dengan air sebanyak 3-4 L/pohon. • Tutup parit dengan tanah bekas galian, hingga seluruh parit tertutup.
  • 124.
    - Cara penyiraman(drenching) a b c d Tahapan aplikasi paklobutrazol melalui siraman: a. Paklobutrazol dilarutkan, b. Larutan disiramkam ke dalam parit, c. Penambahan air , dan d. Penutupan parit
  • 125.
    b. Cara injeksi(bor) • Diterapkan untuk lokasi yang sulit mendapatkan air • Batang dibor miring 45° sedalam 10 cm pada ketinggian 75-100 cm dari permukaan tanah. • Dengan menggunakan spet, paklobutrazol disedot sebanyak 10-15 cc kemudian disuntikkan ke dalam lobang bor. • Lobang disumbat/disumpal dengan dedaunan kering atau kertas koran yang dibulatkan kemudian ditutup dengan parafin yang dipanaskan hingga lobang tertutup rapat.
  • 126.
    - Cara injeksi(bor) Tahapan aplikasi paklobutrazol melalui injeksi: a. Batang dibor, b. ZPT diinjeksikan ke dalam lobang, c. Lobang disumbat, d. Parafin dipanaskan hingga cair , dan e. Lobang ditutup dengan parafin cair. a b c e d
  • 127.
    Penggunaan ZPT KNO3 Sering diterapkan pada mangga Arumanis namum belum umum diterapkan pada mangga lainnya, termasuk Gedong Gincu. Prosedurnya : • Buat larutan KNO3 dengan konsentrasi 2 g/lt. • Semprotkan secara merata 1 bulan setelah aplikasi paklobutrazol. • Fungsi dari penggunaan KNO3 ini adalah untuk menginisiasi pembungaan.
  • 128.
     Jadwal programpembuahan di luar musim dengan zpt untuk mangga Arumanis KEGIATAN BULAN 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Panen (Reguler) Pupuk 1 Paklo (ZPT) KNO3 Berbunga Fungisida Pupuk 2 Panen (Off- Season)
  • 129.
    KEGIATAN BULAN 10 11 121 2 3 4 5 6 7 8 9 Panen biasa Pupuk 1 Paklo (ZPT) KNO3 Bunga Fungisida Pupuk 2 Panen (Off- Season)  Jadwal program pembuahan di luar musim dengan zpt untuk mangga Gedong gincu
  • 130.
    Tahun ke Prod Perph (Kg) Prod Per Ha (kg) Satuan (Rp) Total Prod (Rp) Biaya (Rp) SHU (Rp) 1 0 0 0 0 80,337,500 (80,337,500) 2 0 - - - 58,750,000 (58,750,000) 3 5 2,500 20,000 50,000,000 54,750,000 (4,750,000) 4 15 7,500 20,000 150,000,000 70,225,000 79,775,000 5 25 12,500 20,000 250,000,000 91,775,000 158,225,000 BEP 6 30 15,000 20,000 300,000,000 120,475,000 179,525,000 7 35 17,500 20,000 350,000,000 145,805,000 204,195,000 8 40 20,000 20,000 400,000,000 167,980,000 232,020,000 9 45 22,500 20,000 450,000,000 172,305,000 277,695,000 10 50 25,000 20,000 500,000,000 198,305,000 301,695,000 11 60 30,000 20,000 600,000,000 214,805,000 385,195,000 12 70 35,000 20,000 700,000,000 228,305,000 471,695,000 13 80 40,000 20,000 800,000,000 240,805,000 559,195,000 14 90 45,000 20,000 900,000,000 253,305,000 646,695,000 15 100 50,000 20,000 1,000,000,000 261,805,000 738,195,000 Total SHU s/d th ke 15 450,000,000 2,359,732,500 4,090,267,500 Analisa usaha tani mangga
  • 131.
    Analisa usaha tanidurian Uraian Jumlah (Rp.) Total Biaya Produksi Tahun Pertama 14..435.500 Total Biaya Produksi Tahun Kedua 3.300.500 Total Biaya Produksi Tahun Ketiga 4.465.500 Total Biaya Produksi Tahun Keempat 3.200.500 Total Biaya Produksi Tahun Kelima 6.078.000 Total Biaya Produksi Tahun Keenam 3.863.000 Total Biaya Produksi Tahun Ketujuh 5.033.000 Total Biaya Produksi Tahun Kedelapan 4.543.000 Total Biaya Produksi Tahun Kesembelan 5.688.000 Total Biaya Produksi Tahun Kesepuluh 4.753.000 Total Biaya Produksi Tahun I - X 55.360.000
  • 132.
    Tahun V =0,7 ton 1 ton Tahun VI = 1,2 ton 1,5 ton Tahun VII = 2,2 ton 2,5 ton Tahun VIII = 3,2 ton 3,5 ton Tahun IX = 4,1 ton 4,5 ton Tahun X = 5,2 ton 5,5 ton Jumlah 16,6 ton 18,5 ton a. Produksi minimum maksimum b. Harga setempat : Rp. 6.000,-/kg c. Total penerimaan : Rp. 6.000 x 16.600 kg = Rp. 99.600.000,- Rp. 6.000 x 18.500 kg = Rp. 111.000.000,- d. Total Biaya Produksi sampai tahun ke- 10 = Rp. 55.360.000,- e. B/C Ratio sampai th ke-10 = = Total Penerimaan/ Total Biaya Produksi = Rp. 99.600.000 - 111.000.000/ Rp. 55.360.000 = 1,80 s/d 2,01
  • 133.
     Sistem pertanamanUHDP di negara luar pada daerah berbukit
  • 137.
    Jl. Raya Solok– Aripan Km 8, PO BOX 5 Solok, Sumatera Barat (27301) Telp. (0755) 20137, Fax. (0755) 20592 Site: www.balitbu.litbang.deptan.go.id e-mail: balitbu@litbang.deptan.go.id