Disampaikan pada :
Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan Sesuai Standar
Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin
Direktorat Pengelolaan & Pelayanan Kefarmasian
26 Oktober 2023
Komitmen transformasi sistem kesehatan dilaksanakan tersinergi pusat dan daerah
2
Transformasi diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dialami oleh
masyarakat dalam mengakses layanan primer
3
Keluhan Masyarakat
(Survey GTZ dan Bappenas )
• Keterbatasan akses, jarak
terlalu (terutama di DTPK) serta
sarana prasarana, obat,
• Sistem rujukan yang sulit
• Dokter jaga tidak ada
• Jam layanan tidak tepat
waktu
• Waktu tunggu yang lama
(Survey cepat ke 5 Puskesmas tentang sarana, prasarana,
alkes, obat-obatan dan manajemen Puskesmas oleh Tim
Pokja)
Keluhan Petugas Kesehatan
• Keterbatasan sarpras, obat, dan
SDM
• Rendahnya pemahaman
manajemen
• Pembiayaan yang dirasa kurang
dan tidak fleksibel
• Keterbatasan pembinaan dari
Dinas Kesehatan
Keluhan Pemegang Program
• Adanya ego program
sehingga pelaksanaan kurang
optimal dilapangan
• Rendahnya kemampuan
manajerial, analisis data, dan
koordinasi lintas program
pada SDM kesehatan
• Anggaran yang kaku
(Wawancara pemegang program Unirt
Utama)
Dasar Hukum
4
Penyediaan obat, vaksin, alat kesehatan
dan suplemen kesehatan program nasional
merupakan urusan pemerintah pusat
Undang-Undang RI No 23/2014
tentang Pemerintahan Daerah
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
bertanggung jawab terhadap ketersediaan,
pemerataan, dan keterjangkauan Perbekalan
Kesehatan yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan Upaya Kesehatan.
Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2023
tentang Kesehatan
Fasyankes termasuk rumah sakit yang
bekerjasama dengan BPJS menyampaikan
rencana kebutuhan obat (RKO) tahun
berikutnya melalui sistem e-monev obat dan
diverifikasi secara berjenjang oleh Dinkes
Kab/Kota, Provinsi dan Kemenkes.
Permenkes RI No 5/2019
tentang Perencanaan dan Pengadaan Obat
Berdasarkan Katalog Elektronik
Permenkes RI No 28/2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan
Program Jaminan Kesehatan
Pelayanan kesehatan bagi peserta penderita
penyakit HIV dan AIDS, Tuberculosis (TB), malaria
serta kusta dan korban narkotika yang
memerlukan rehabilitasi medis, pelayanannya
dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama
yang merupakan bagian dari pembayaran kapitasi
dan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan tetap
dapat diklaimkan sesuai tarif INA-CBGs, sedangkan
obatnya menggunakan obat program
Obat penyakit kronis yang ditetapkan oleh
Menteri dapat diberikan melalui IF di FKRTL
atau apotek yang bekerja sama dengan BPJS
Kesehatan
Permenkes RI No 3/2023 tentang
Standar Tarif Pelayanan Kesehatan
dalam Penyelenggaraan Program JKN
Perbekalan Kesehatan
5
(Pasal 314 UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan)
Tanggungjawab
Ketersediaan Obat
• Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah
bertanggung jawab
terhadap ketersediaan,
pemerataan, dan
keterjangkauan
Perbekalan Kesehatan
yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan Upaya
Kesehatan.
• Tanggung jawab terhadap
ketersediaan, pemerataan,
dan keterjangkauan
sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan
melalui pengelolaan
Perbekalan Kesehatan.
• Pengelolaan Perbekalan
Kesehatan sebagaiman
dimaksud pada ayat (2)
meliputi perencanaan,
penyediaan, dan
pendistribusian.
• Pengelolaan Perbekalan
Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3)
untuk Pelayanan Kesehatan
dilaksanakan dengan
memperhatikan keamanan,
kemanfaatan/khasiat,
mutu, dan harga.
Pengelolaan
Perbekalan Kesehatan
Menjamin keamanan,
manfaat, mutu dan
harga
Konsep Pelayanan Obat
6
Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan
Kesehatan
• Dalam hal terjadi permasalahan pengadaan obat,
alkes, dan/atau BMHP yang dapat berpotensi
terjadinya kekosongan obat maka Pemerintah
Pusat, Pemerintah Daerah, atau Fasilitas Kesehatan
melakukan upaya penyelesaian sesuai dengan
permasalahan dan kewenangannya.
Pasal 61 Potensi Kekosongan Obat
• Pengadaan obat, alkes, dan/ atau BMHP oleh
Fasilitas Kesehatan milik pemerintah maupun
swasta untuk program Jaminan Kesehatan
dilakukan melalui e-purchasing berdasarkan
katalog elektronik.
• Pengadaan dapat dilakukan secara manual
berdasarkan katalog elektronik apabila belum
dilakukan secara e-Purchasing.
Pasal 60
Pengadaan Obat
• Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan
Fasilitas Kesehatan bertanggung jawab atas
ketersediaan obat, alat kesehatan, dan BMHP
dalam penyelenggaraan JKN sesuai dengan
kewenangannya.
Tanggungjawab Ketersediaan
Obat
Pasal 58
• Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan
medis habis pakai untuk Peserta Jaminan
Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan
berpedoman pada daftar obat, alat
kesehatan, dan bahan medis habis pakai
yang ditetapkan oleh Menteri.
• Daftar obat, alat kesehatan, dan bahan medis
habis pakai dituangkan dalam formularium
nasional atau kompendium alkes.
Pasal 59 Pedoman Daftar Obat
7
Permenkes 42 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan DAK NonFisik Bidang Kesehatan TA 2023
Menu Kefarmasian dan BHP, termasuk BMHP
Data Dasar Sumber Data
Kapasitas Fiskal (rendah dan sangat
rendah)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
116/PMK.07/2021 tentang Peta
Kapasitas Fiskal Daerah
Bobot jumlah kabupaten/kota Data Krisna Bappenas
Rencana Kebutuhan Obat (RKO)
usulan daerah
RKO e-Monev Obat
Jumlah Penduduk Data Penduduk BPS
Jumlah Puskesmas Data Pusdatin
Perubahan Pengaturan Dana Alokasi Umum
8
UU RI Nomor 1 Tahun 2022
Redesign DAU
untuk pemerataan
keuangan antar-
daerah,
mendorong pola
belanja yang lebih
baik dan
percepatan
ekualisasi layanan
publik daerah
PAGU DAU
Ditetapkan
minimal 26% dari
PDN Netto
Ditetapkan dengan mempertimbangkan
kebutuhan pelayanan publik daerah,
kemampuan keuangan negara, pagu TKD
secara keseluruhan dan target
pembangunan nasional
FORMULA
ALOKASI
DAU = Alokasi
Dasar + Celah
Fiskal
DAU = Celah Fiskal = Kebutuhan Fiskal –
Potensi Pendapatan Daerah
PENGGUNAAN
Block Grant
(tidak ditentukan
penggunaannya)
Terdiri dari DAU yang penggunaannya
tidak ditentukan (block grant) dan DAU
yang penggunaannya ditentukan (spesific
grant)
Sebelumnya
9
Disadur dari Kementerian Keuangan, 9 Feb 2023
10
Disadur dari Kementerian Keuangan, 9 Feb 2023
KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN 2021
11
Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi
dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah
Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN 2021
12
Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi
dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah
Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
13
Diberitahukan kepada
pimpinan DPRD
Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
14
Disadur dari Kementerian Keuangan, 9 Feb 2023
Permenkes Nomor 5 Tahun 2019
15
Perencanaan dan Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik
Pengadaan Obat
1.Pengadaan obat
oleh institusi
pemerintah dan
swasta dilakukan
melalui e-
Purchasing
2.FKTP milik swasta
dan Apotek yang
bekerjasama dgn
BPJS hanya dapat
melakukan
pengadaan obat
PRB
Pemantauan dan
Evaluasi
1.Dilakukan melalui e-
Monev Obat .
2.Pada pengadaan
obat dilakukan
terhadap data:
a.Realisasi
pemenuhan
pesanan obat.
b.Realisasi
pendistribusian
obat.
c.Realisasi
penerimaan obat.
d.Realisasi
pembayaran obat.
Pembinaan dan
Pengawasan
Menteri,
Gubernur dan
Bupati/Wali kota
melakukan
pembinaan dan
pengawasan
sesuai dengan
tugas dan
kewenangan
masing-masing
Perencanaan
Obat
Institusi
pemerintah dan
swasta wajib
menyampaikan
RKO kepada
Menteri, paling
lambat bulan
April tahun
sebelumnya,
menggunakan
e-Monev Obat
Institusi pemerintah dan swasta yang tidak menyampaikan RKO dikenakan sanksi
penghentian sementara transaksi e-Purchasing. Diaktifkan kembali setelah
menyampaikan RKO tahun berjalan.
e-Monev Obat
16
01
02
03
04
05
Satker Pemerintah
Pusat dan Daerah
FKTP dan
FKTRL Pusat
& Daerah
FKTP dan FKTRL
Swasta
bekerjasama
dengan BPJS
Apotik PRB
bekerjasama
dengan BPJS
Industri farmasi
dan PBF
Industri Farmasi
Input komitmen produksi dan laporan
pemesanan obat
Pedagang Besar Farmasi
Input pengiriman obat ke Satker dan
Faskes
Satker dan Fasilitas Kesehatan
 Input RKO tahun berikutnya
 Input konfirmasi penerimaan &
pembayaran obat
1
2
3
• Tugas dan Tanggung Jawab Institusi
dalam E-Monev Obat
Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Secara Elektronik
Melalui aplikasi e-Monev Obat (http://monevkatalogobat.kemkes.go.id)
MEKANISME
BOTTOM-UP
Verifikasi berjenjang difasilitasi
DinkesKab/Kota – Dinkes Prov –
Pusat
Pemerintah dan swasta yg
bekerjasama dg BPJS, termasuk
Apotek PRB
FASILITAS
KESEHATAN
Mengacu pada Fornas,
sesuai tingkat fasilitas
kesehatan (Faskes Tk1, Tk 2.
dan Tk 3)
ITEM
 623 item zat aktif
dalam 1.059 bentuk
sediaan/ kekuatan
 PRB: 91 item dalam
162 sediaan/
kekuatan
Fornas
2021*)
*) dengan Addendum Tahun 2022
18
Verifikasi Rencana Kebutuhan Obat (RKO)
Secara Berjenjang
 Tipe dan Data fasyankes dan/atau Dinkes
Kab/Kota yang akan diverifikasi
 Kesesuaian perencanaan jenis dan jumlah
item obat yang diusulkan -->
membandingkan data rencana kebutuhan
dan rencana pengadaan
 Ketepatan waktu pengumpulan RKO
 Jenis obat, terutama item obat program
yang diadakan oleh pusat
Verifikasi RKO dilakukan untuk memastikan
bahwa data yang disampaikan sudah benar dan
akurat
Adapun beberapa hal yang dipertimbangkan
dalam pelaksanaan verifikasi RKO adalah :
Data Pendukung :
 RKO dari instansi pemerintah dan swasta yang merujuk
pada Peraturan Menteri Kesehatan
 ROP Dinkes Kabupaten/Kota
 Target dan sasaran program
 Persentase capaian program pada tahun sebelumnya
 Angka kesakitan/data kasus tahun berjalan
 Pemakaian rata-rata per bulan di Instalasi Farmasi
Provinsi
 Data sisa stok dan masa kedaluwarsa obat program di
Instalasi Farmasi Provinsi sesuai dengan periode
perencanaan yang akan diverifikasi
 Jumlah prediksi penerimaan obat program di Instalasi
Farmasi Provinsi tahun berjalan.
 Data penerimaan obat program per periode di Instalasi
Farmasi Provinsi.
 Data pendukung tambahan sesuai dengan kebutuhan
masing-masing program
Penambahan Fitofarmaka pada RKO Elektronik
No Kelas Terapi Nama Produk Komposisi Satuan
1 Sistem
Kardiovaskular
Kombinasi ekstrak Herba seledri (Apii graveolentis
herba) dan ekstrak Daun kumis kucing
(Orthosiphonis staminei folium)
Tiap kapsul mengandung:
- 92 mg ekstrak Apii graveolentis herba
- 28 mg ekstrak Orthosiphonis staminei folium
Kapsul
2 Sistem Metabolik Fraksi dari ekstrak campuran Daun bungur
(Lagerstroemiae speciosae folium) dan Kulit kayu
manis (Cinnamomi burmannii cortex)
Tiap kapsul mengandung 100 mg fraksi dari ekstrak campuran Lagerstroemiae
speciosae folium dan Cinnamomi burmannii cortex (1:3)
Kapsul
3 Sistem
Pencernaan
Fraksi dari ekstrak Kulit kayu manis (Cinnamomi
burmannii cortex)
Tiap kaplet mengandung 250 mg fraksi dari ekstrak Cinnamom burmannii
cortex
Kaplet
4 Sistem Imun Ekstrak Herba meniran (Phyllanthi niruri herba) Tiap kapsul mengandung 50 mg ekstrak Phyllanti niruri herba Kapsul
Tiap 5 ml sirup mengandung 25 mg ekstrak Phyllanthi niruri herba Botol
5 Nutrisi Kombinasi ekstrak Ikan gabus (Ophiocephali striati),
ekstrak Buah jeruk (Citri sinensidis fructus), dan
ekstrak Rimpang kunyit (Curcumae longae rhizome)
Bentuk sediaan serbuk dalam kemasan saset. Tiap saset mengandung:
- 5 g ekstrak Ophiocephali striati
- 4,5 g ekstrak Citri sinensidis fructus
- 0,05 g ekstrak Curcumae longae rhizome
Sachet
Sudah ditambahkan di Template RKO E-Monev Tahun 2024 untuk
FKTP dan FKRTL
Perhitungan Rencana Kebutuhan Fitofarmaka
Komposisi
Aturan
Pakai
Kebutuhan
/Pasien
Jumlah Prediksi
Pasien
Persentase Target
Kombinasi (%)
Total Kebutuhan
Fraksi dari ekstrak
campuran Daun bungur
(Lagerstroemiae speciosae
folium) dan Kulit kayu manis
(Cinnamomi burmannii
cortex)
1 x 1 kapsul
sehari
540 100 5 2.700
1. Sumber Jumlah Prediksi Pasien dari rekam medis/laporan tahunan pasien DM tahun 2022
2. Besaran persentase target kombinasi (sebagai komplementer dalam terapi), dipertimbangkan dalam TPOT dengan berbagai
aspek, termasuk kontraindikasi
Metode Morbiditas
Keterangan
Proses Penyediaan Obat dan Vaksin Program
21
Usulan kebutuhan obat dari Program Pusat &
Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi
Perencanaan Kebutuhan
1
Evaluasi terhadap : NIE, ketersediaan
anggaran, spesifikasi teknis, kesiapan industri
Perencanaan Pengadaan
2
a. Proses pengadaan: e-katalog atau
cara lain sesuai Perpres Pengadaan
Barang/Jasa
b. Pendistribusian
Proses Pengadaan
3
Perencanaan Kebutuhan Obat & Vaksin Program
22
• Mengisi matriks rencana
kebutuhan obat program
(ROP)
• Mengunggah dan
mengirimkan matriks pada E-
Monev Obat
https://monevkatalogobat.kemkes.go.id
/
Dinkes
Kab/Kota
Dinkes
Provinsi
Kemenkes
• Meninjau rencana
kebutuhan yang dikirimkan
Dinkes Kab/Kota
• Mengisi data yang
dibutuhkan (sisa stok, rata-
rata pemakaian,
penerimaan) dan
mengirimkannya ke
Kementerian Kesehatan
melalui E-monev Obat
https://monevkatalogobat.k
emkes.go.id/
• Program Pusat melakukan
desk dengan Dinkes Provinsi
hingga menghasilkan Berita
Acara.
• Program Pusat bersurat ke Dit.
Pengelolaan dan Pelayanan
Kefarmasian terkait usulan
kebutuhan obat sesuai hasil
desk.
• Dit. Pengelolaan dan
Pelayanan Kefarmasian
mengajukan usulan
pengadaan.
Daftar Obat Program Kesehatan
23
Diadakan oleh Kementerian Kesehatan
 Efavirenz tab 600 mg
 Lopinavir 200 mg +
Ritonavir 50 mg
 Lopinavir 100 mg +
Ritonavir 25 mg
 Nevirapin 200 mg
 Tenofovir tab 300 mg
 Zidovudin kaps 100 mg
 Lamivudin tab 150 mg
 Zidovudin 300 mg +
Lamivudin 150 mg
 Efavirenz tab 200 mg
 Tenofovir 300 mg +
Emiricitabine 200 mg
 Zidovudin 60 mg
+Lamivudine 30 mg +
Nevirapine 50 mg Ped
Triple FDC
 Tenofovir 300 mg +
Lamivudin 300 mg +
Efivirenz 600 mg
 Rilpivirine tab 25 mg
 Tenofovir 300 mg +
Lamivudin 300 mg +
Dolutegravir 50 mg
 Dolutegravir 50 mg
AIDS & PMS
 OAT FDC Kat. 1
 OAT FDC Kat. 2
 OAT FDC Kat. Anak
 OAT Kombipak
Dewasa
 OAT Kombipak
Anak
TB
FILARIASIS &
KECACINGAN
MALARIA
 Artesunate injeksi 60 mg
 Primakuin tab 15 mg
 Kina tab 200 mg
 Kina injeksi 25%
 Doksisiklin tab 100 mg
 DHP (Dehidro Artemisin +
Piperaquin)
 DEC tab 100 mg
 Albendazol tab 400
mg
 Albendazol susp 200
mg/5 ml
 Vaksin Hepatitis B
 Vaksin BCG
 Vaksin Polio 10 dosis
(b-OPV)
 Vaksin DT
 Vaksin Td
 Vaksin IPV
 Vaksin DPT-HB-Hib
 Vaksin MR
 Vaksin HPV
 Vaksin PCV
 Vaksin JE
 Vaksin Rotavirus
IMUNISASI
 Diazepam tab 5 mg
 Diazepam inj 5 mg/ml
 Amitriptilin tab 25 mg
 Klozapine tab 25 mg
 Flufenazine Dekanoat
inj 25 mg/ml
 Haloperidol Dekanoat
inj 50 mg/ml
 Haloperidol inj 5 mg/ml
 Haloperidol tab5 mg
 Klorpromazin HCL tab
100 mg
 Risperidon tab 2 mg
 Trifluoperazine HCL tab
5 mg
 Triheksifenidil tab 2 mg
 Metadon 10 mg/ml
KES.
JIWA
 Garam Oralit
 Zinc tab disp 20 mg
DIARE
KUSTA &
FRAMBUS
IA
 Azitromisiin tab 500 mg
 Rifampisin tab 300 mg
 Rifampisin tab 450 mg
 Rifampisin tab 600 mg
HEPATITIS
 Daklatasvir tab 30
mg
 Daklatasvir tab 60
mg
 Sofosbuvir tab 400
mg
 Elbasvir 50 mg +
Grazoprevir 100 mg
RABIES
 Vaksin Anti Rabies
 Serum Anti Rabies
Daftar Obat Program Kesehatan
24
Diadakan oleh Dinkes Provinsi melalui DAK Non Fisik
 Oksitosin inj 10 IU/ml
 Metil Ergometrin Maleat
inj 0,20 mg/ml
 Magnesium Sulfat inj
40%
 Magnesium sulfat inj
20%
 Kalsium Glukonat inj 10%
 Metronidazol infus 5
mg/ml
KES. IBU
 Retinol (Vitamin A)
100.000 IU
 Retinol (Vitamin A)
200.000 IU
 Tablet Tambah Darah
 Mineral Mix
GIZI
 Fitomenadion (Vit. K1)
injeksi 2 mg/mL
 Levo Tiroksin tab 50
mcg
 Oksitetrasiklin HCl Salep
mata 1%
 Fenobarbital injeksi 50
mg/mL
 Diazepam injeksi 5
mg/mL
 Ampisilin inj 1000
mg/vial
 Gentamisin inj 40
mg/ml
KES. ANAK
Rekapitulasi PKM dan Apotek Kerjasama BPJS Kesehatan
25
Data referensi online per Mei 2023
No Provinsi
Apotek
Swasta
RF PKM
Grand
Total
%
PKM PRB
1 Jawa Tengah 170 145 315 46%
2 Dki Jakarta 45 20 65 31%
3 Papua 14 6 20 30%
4 Nusa Tenggara Timur 31 10 41 24%
5 Sulawesi Selatan 59 17 76 22%
6 Sumatera Utara 65 18 83 22%
7 Sumatera Barat 44 7 51 14%
8 Jawa Timur 231 32 263 12%
9 Kepulauan Bangka Belitung 10 1 11 9%
10 Papua Barat 10 1 11 9%
11 Kalimantan Tengah 22 2 24 8%
12 Banten 47 4 51 8%
13 Riau 33 1 34 3%
14 Kalimantan Timur 40 1 41 2%
15 Jawa Barat 209 5 214 2%
16 Bali 43 1 44 2%
17 Bengkulu 11 11 0%
18 D I Yogyakarta 34 34 0%
19 Gorontalo 11 11 0%
20 Jambi 19 19 0%
21 Kalimantan Barat 29 29 0%
22 Kalimantan Selatan 41 41 0%
23 Kalimantan Utara 9 9 0%
24 Kepulauan Riau 34 34 0%
25 Lampung 37 37 0%
26 Maluku 6 6 0%
27 Maluku Utara 13 13 0%
28 NAD 45 45 0%
29 Nusa Tenggara Barat 25 25 0%
30 Sulawesi Barat 5 5 0%
31 Sulawesi Tengah 28 28 0%
32 Sulawesi Tenggara 10 10 0%
33 Sulawesi Utara 49 49 0%
34 Sumatera Selatan 50 50 0%
1.529 271 1.800 15%
Grand Total
• Terdapat 16 Provinsi yang sudah memiliki PKM
PRB bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
• BPJS Kesehatan belum memberikan data jumlah
PKM PRB yang sudah BLUD dan non BLUD
• Belum ada pemerataan PKM PRB di seluruh
provinsi, terutama wilayah perifer
• Jumlah Puskesmas yang sudah menjalin
kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk
pelayanan PRB adalah 271 ruang farmasi
Puskesmas, tetapi sampai dengan saat ini, dari
jumlah tersebut belum semua melaksanakan
pelayanan PRB dikarenakan terkendala pada
RKO yang saat ini hanya berisikan daftar obat
untuk FKTP sesuai dengan Formularium Nasional
dan Formularium Fitofarmaka (tidak mencakup
obat PRB) serta terkendala dengan kepemilikan
akun e-purchasing.
• BPJS Kesehatan memprioritaskan Puskesmas
BLUD untuk bekerja sama karena pola keuangan
dan pembiayaan Puskesmas BLUD lebih fleksibel.
Surat Penyampaian RKO dan ROP Tahun 2024
26
RKO
(18
Januari
2023)
ROP
(30
Januari
2023)
27
Update 13 Juli 2022 dan 18 Mei 2023
Capaian nasional:
2023: 75,92%
2024: 90,15%
94.12% 93.77%
64.62%
88.48%
75.53%
66.88%
100% 100%
83.06%
96.96%
89.01% 90.58%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
100.00%
Dinkes
Provinsi
Dinkes
Kab/Kota
Apotek PRB RS
Pemerintah
RS Swasta RS TNI/POLRI
2023 2024
Pelaporan RKO Nasional Tahun 2023 dan 2024
Capaian Provinsi : 83%
Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2023
Rumah Sakit Pemerintah
Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota
Rumah Sakit TNI/Polri
28
Rumah Sakit Swasta
0
66 2
281 26
13 1
184 5
Apotek PRB
Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2024
Rumah Sakit Pemerintah
Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota
Rumah Sakit TNI/Polri
28
Rumah Sakit Swasta
0
64 0
252 14
12 0
149 9
Apotek PRB
Capaian Provinsi : 85%
Update 18 Mei 2023
Timeline Penyusunan RKO dan ROP Tahun 2024
29
W1 W2 W3 W4
JANUARI
Pendistribusian
surat permintaan
RKO dan input RKO
melalui E-Monev
24 17
W1 W2 W3 W4
FEBRUARI
Faskes
mengirimkan RKO
dengan status
terkirim ke Dinkes
Kab/Kota
03
MARET
Dinkes Kab/Kota
memverifikasi RKO
Faskes yang masuk
dan meneruskannya
ke Dinkes Provinsi
31
Dinkes Provinsi
memverifikasi RKO
Dinkes Kab/Kota
yang masuk dan
meneruskannya ke
Kementerian
Kesehatan RI
05
APRIL
18
Kegiatan
Penyusunan RKO
Nasional
Review Data RKO
Nasional
01
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
02
MEI
Finalisasi Data RKO
Nasional
JUNI
Data siap
diserahkan
sebagai dokumen
pendukung usulan
Katalog Obat
Pendistribusian
surat permintaan
ROP dan input ROP
melalui E-Monev*
01
Dinkes Kab/Kota
mengirimkan ROP
dengan status
terkirim ke Dinkes
Provinsi
14
Dinkes Provinsi
memverifikasi ROP
Dinkes Kab/Kota
yang masuk dan
meneruskannya ke
Kementerian
Kesehatan RI
21 23
Kegiatan
Desk DAK
Gizi, Kesbu,
Kesnak
20
Kegiatan
Desk
Program
Lainnya
Program Pusat
dan Provinsi
mengirimkan
surat usulan
hasil desk ke Dit.
Penyanfar
07
RKO
ROP
Harapan Perbaikan dalam
Penyusunan RKO melalui E-Monev
• Registrasi
akun
E-Monev
• Perencanan
obat
mendekati
kebutuhan
• Verifikasi
RKO yang
sudah
dibuat
• Pelaporan
tepat waktu
Faskes
• Perencanaan
obat
mendekati
kebutuhan
• Verifikasi RKO
yang sudah
dibuat
• Verifikasi RKO
Faskes di
wilayahnya
• Pelaporan
tepat waktu
Dinkes
Kab/Kota
•Perencanaan
obat
mendekati
kebutuhan
•Verifikasi data
RKO Kab/Kota
dan Faskes di
wilayahnya
•Pelaporan
tepat waktu
Dinkes
Prov
 Kementerian Kesehatan akan
menyampaikan feedback status
pelaporan RKO Tahun 2024
kepada Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi seluruh Indonesia.
 Rekapitulasi RKO Nasional Tahun
2024 akan disampaikan sebagai
data dukung usulan katalog obat
tahun 2024
Tindak Lanjut
Penutup
31
Akurasi penyusunan rencana kebutuhan obat
yang disampaikan dalam aplikasi E-Monev Obat
perlu terus ditingkatkan dengan menerapkan
verifikasi secara berjenjang dengan partisipasi
aktif dari Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi
1
Dinas Kesehatan Kab/Kota diharapkan dapat
menginventarisir Fasyankes yang bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan di wilayahnya, untuk
selanjutnya berkoordinasi dalam penyampaian
RKO guna meningkatkan kepatuhan pelaporan
RKO
2
Kementerian Kesehatan akan selalu melakukan
evaluasi dan perbaikan dalam tata kelola
obat, untuk itu diperlukan dukungan dan
kerjasama dengan seluruh stakeholder
sehingga pelayanan JKN serta program
kesehatan dapat berjalan dengan optimal
3
Help desk E-Monev Obat
Web: http://monevkatalogobat.kemkes.go.id/
Email: monevkatalogobat@kemkes.go.id
No. HP 082311656136 (jam kerja)
Telp. (021) 5214872
Mekanisme MemperolehAkun e-Purchasing Bagi Faskes Swasta
Faskes login ke e-monev
Faskes Swasta
melakukan registrasi
akses purchasing
melalui menu “profil”
 Pengajuan Akses
Purchasing
Verifikasi dilakukan
oleh Kemkes
meliputi data faskes,
RKO, SK PPK, SK
PP, dan Bukti Status
Kepegawaian
Faskes swasta dapat
melihat status melalui
menu Pengajuan
Akses Purchasing
DITOLAK
Sebab:
- Belum mengirimkan
RKO
- SK PPK, PP, Bukti
Status Kepegawaian
tidak sesuai
DITERIMA
LPSE Kementerian
Kesehatan
akan membuatkan akun e-
purchasing
Filterisasi dan approval
akun e-purchasing
User ID dan
Password dapat
dilihat di menu
pengajuan akses
purchasing
http://monevkatalogobat.kemkes.go.id
Pembuatan Akun Verifikasi
Administrasi
Proses
Selesai

Materi 1. 2023-10-26 Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin Jabar.pdf

  • 1.
    Disampaikan pada : PertemuanKoordinasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Sesuai Standar Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin Direktorat Pengelolaan & Pelayanan Kefarmasian 26 Oktober 2023
  • 2.
    Komitmen transformasi sistemkesehatan dilaksanakan tersinergi pusat dan daerah 2
  • 3.
    Transformasi diharapkan dapatmenjawab permasalahan yang dialami oleh masyarakat dalam mengakses layanan primer 3 Keluhan Masyarakat (Survey GTZ dan Bappenas ) • Keterbatasan akses, jarak terlalu (terutama di DTPK) serta sarana prasarana, obat, • Sistem rujukan yang sulit • Dokter jaga tidak ada • Jam layanan tidak tepat waktu • Waktu tunggu yang lama (Survey cepat ke 5 Puskesmas tentang sarana, prasarana, alkes, obat-obatan dan manajemen Puskesmas oleh Tim Pokja) Keluhan Petugas Kesehatan • Keterbatasan sarpras, obat, dan SDM • Rendahnya pemahaman manajemen • Pembiayaan yang dirasa kurang dan tidak fleksibel • Keterbatasan pembinaan dari Dinas Kesehatan Keluhan Pemegang Program • Adanya ego program sehingga pelaksanaan kurang optimal dilapangan • Rendahnya kemampuan manajerial, analisis data, dan koordinasi lintas program pada SDM kesehatan • Anggaran yang kaku (Wawancara pemegang program Unirt Utama)
  • 4.
    Dasar Hukum 4 Penyediaan obat,vaksin, alat kesehatan dan suplemen kesehatan program nasional merupakan urusan pemerintah pusat Undang-Undang RI No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan Perbekalan Kesehatan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan Upaya Kesehatan. Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Fasyankes termasuk rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS menyampaikan rencana kebutuhan obat (RKO) tahun berikutnya melalui sistem e-monev obat dan diverifikasi secara berjenjang oleh Dinkes Kab/Kota, Provinsi dan Kemenkes. Permenkes RI No 5/2019 tentang Perencanaan dan Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik Permenkes RI No 28/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Pelayanan kesehatan bagi peserta penderita penyakit HIV dan AIDS, Tuberculosis (TB), malaria serta kusta dan korban narkotika yang memerlukan rehabilitasi medis, pelayanannya dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang merupakan bagian dari pembayaran kapitasi dan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan tetap dapat diklaimkan sesuai tarif INA-CBGs, sedangkan obatnya menggunakan obat program Obat penyakit kronis yang ditetapkan oleh Menteri dapat diberikan melalui IF di FKRTL atau apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Permenkes RI No 3/2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program JKN
  • 5.
    Perbekalan Kesehatan 5 (Pasal 314UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan) Tanggungjawab Ketersediaan Obat • Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan Perbekalan Kesehatan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan Upaya Kesehatan. • Tanggung jawab terhadap ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui pengelolaan Perbekalan Kesehatan. • Pengelolaan Perbekalan Kesehatan sebagaiman dimaksud pada ayat (2) meliputi perencanaan, penyediaan, dan pendistribusian. • Pengelolaan Perbekalan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk Pelayanan Kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan keamanan, kemanfaatan/khasiat, mutu, dan harga. Pengelolaan Perbekalan Kesehatan Menjamin keamanan, manfaat, mutu dan harga
  • 6.
    Konsep Pelayanan Obat 6 PerpresNo. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan • Dalam hal terjadi permasalahan pengadaan obat, alkes, dan/atau BMHP yang dapat berpotensi terjadinya kekosongan obat maka Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau Fasilitas Kesehatan melakukan upaya penyelesaian sesuai dengan permasalahan dan kewenangannya. Pasal 61 Potensi Kekosongan Obat • Pengadaan obat, alkes, dan/ atau BMHP oleh Fasilitas Kesehatan milik pemerintah maupun swasta untuk program Jaminan Kesehatan dilakukan melalui e-purchasing berdasarkan katalog elektronik. • Pengadaan dapat dilakukan secara manual berdasarkan katalog elektronik apabila belum dilakukan secara e-Purchasing. Pasal 60 Pengadaan Obat • Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Fasilitas Kesehatan bertanggung jawab atas ketersediaan obat, alat kesehatan, dan BMHP dalam penyelenggaraan JKN sesuai dengan kewenangannya. Tanggungjawab Ketersediaan Obat Pasal 58 • Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan berpedoman pada daftar obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang ditetapkan oleh Menteri. • Daftar obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dituangkan dalam formularium nasional atau kompendium alkes. Pasal 59 Pedoman Daftar Obat
  • 7.
    7 Permenkes 42 Tahun2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK NonFisik Bidang Kesehatan TA 2023 Menu Kefarmasian dan BHP, termasuk BMHP Data Dasar Sumber Data Kapasitas Fiskal (rendah dan sangat rendah) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.07/2021 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah Bobot jumlah kabupaten/kota Data Krisna Bappenas Rencana Kebutuhan Obat (RKO) usulan daerah RKO e-Monev Obat Jumlah Penduduk Data Penduduk BPS Jumlah Puskesmas Data Pusdatin
  • 8.
    Perubahan Pengaturan DanaAlokasi Umum 8 UU RI Nomor 1 Tahun 2022 Redesign DAU untuk pemerataan keuangan antar- daerah, mendorong pola belanja yang lebih baik dan percepatan ekualisasi layanan publik daerah PAGU DAU Ditetapkan minimal 26% dari PDN Netto Ditetapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan publik daerah, kemampuan keuangan negara, pagu TKD secara keseluruhan dan target pembangunan nasional FORMULA ALOKASI DAU = Alokasi Dasar + Celah Fiskal DAU = Celah Fiskal = Kebutuhan Fiskal – Potensi Pendapatan Daerah PENGGUNAAN Block Grant (tidak ditentukan penggunaannya) Terdiri dari DAU yang penggunaannya tidak ditentukan (block grant) dan DAU yang penggunaannya ditentukan (spesific grant) Sebelumnya
  • 9.
    9 Disadur dari KementerianKeuangan, 9 Feb 2023
  • 10.
    10 Disadur dari KementerianKeuangan, 9 Feb 2023
  • 11.
    KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN2021 11 Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
  • 12.
    KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN2021 12 Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
  • 13.
    13 Diberitahukan kepada pimpinan DPRD Disadurdari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
  • 14.
    14 Disadur dari KementerianKeuangan, 9 Feb 2023
  • 15.
    Permenkes Nomor 5Tahun 2019 15 Perencanaan dan Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik Pengadaan Obat 1.Pengadaan obat oleh institusi pemerintah dan swasta dilakukan melalui e- Purchasing 2.FKTP milik swasta dan Apotek yang bekerjasama dgn BPJS hanya dapat melakukan pengadaan obat PRB Pemantauan dan Evaluasi 1.Dilakukan melalui e- Monev Obat . 2.Pada pengadaan obat dilakukan terhadap data: a.Realisasi pemenuhan pesanan obat. b.Realisasi pendistribusian obat. c.Realisasi penerimaan obat. d.Realisasi pembayaran obat. Pembinaan dan Pengawasan Menteri, Gubernur dan Bupati/Wali kota melakukan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing Perencanaan Obat Institusi pemerintah dan swasta wajib menyampaikan RKO kepada Menteri, paling lambat bulan April tahun sebelumnya, menggunakan e-Monev Obat Institusi pemerintah dan swasta yang tidak menyampaikan RKO dikenakan sanksi penghentian sementara transaksi e-Purchasing. Diaktifkan kembali setelah menyampaikan RKO tahun berjalan.
  • 16.
    e-Monev Obat 16 01 02 03 04 05 Satker Pemerintah Pusatdan Daerah FKTP dan FKTRL Pusat & Daerah FKTP dan FKTRL Swasta bekerjasama dengan BPJS Apotik PRB bekerjasama dengan BPJS Industri farmasi dan PBF Industri Farmasi Input komitmen produksi dan laporan pemesanan obat Pedagang Besar Farmasi Input pengiriman obat ke Satker dan Faskes Satker dan Fasilitas Kesehatan  Input RKO tahun berikutnya  Input konfirmasi penerimaan & pembayaran obat 1 2 3 • Tugas dan Tanggung Jawab Institusi dalam E-Monev Obat
  • 17.
    Rencana Kebutuhan Obat(RKO) Secara Elektronik Melalui aplikasi e-Monev Obat (http://monevkatalogobat.kemkes.go.id) MEKANISME BOTTOM-UP Verifikasi berjenjang difasilitasi DinkesKab/Kota – Dinkes Prov – Pusat Pemerintah dan swasta yg bekerjasama dg BPJS, termasuk Apotek PRB FASILITAS KESEHATAN Mengacu pada Fornas, sesuai tingkat fasilitas kesehatan (Faskes Tk1, Tk 2. dan Tk 3) ITEM  623 item zat aktif dalam 1.059 bentuk sediaan/ kekuatan  PRB: 91 item dalam 162 sediaan/ kekuatan Fornas 2021*) *) dengan Addendum Tahun 2022
  • 18.
    18 Verifikasi Rencana KebutuhanObat (RKO) Secara Berjenjang  Tipe dan Data fasyankes dan/atau Dinkes Kab/Kota yang akan diverifikasi  Kesesuaian perencanaan jenis dan jumlah item obat yang diusulkan --> membandingkan data rencana kebutuhan dan rencana pengadaan  Ketepatan waktu pengumpulan RKO  Jenis obat, terutama item obat program yang diadakan oleh pusat Verifikasi RKO dilakukan untuk memastikan bahwa data yang disampaikan sudah benar dan akurat Adapun beberapa hal yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan verifikasi RKO adalah : Data Pendukung :  RKO dari instansi pemerintah dan swasta yang merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan  ROP Dinkes Kabupaten/Kota  Target dan sasaran program  Persentase capaian program pada tahun sebelumnya  Angka kesakitan/data kasus tahun berjalan  Pemakaian rata-rata per bulan di Instalasi Farmasi Provinsi  Data sisa stok dan masa kedaluwarsa obat program di Instalasi Farmasi Provinsi sesuai dengan periode perencanaan yang akan diverifikasi  Jumlah prediksi penerimaan obat program di Instalasi Farmasi Provinsi tahun berjalan.  Data penerimaan obat program per periode di Instalasi Farmasi Provinsi.  Data pendukung tambahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing program
  • 19.
    Penambahan Fitofarmaka padaRKO Elektronik No Kelas Terapi Nama Produk Komposisi Satuan 1 Sistem Kardiovaskular Kombinasi ekstrak Herba seledri (Apii graveolentis herba) dan ekstrak Daun kumis kucing (Orthosiphonis staminei folium) Tiap kapsul mengandung: - 92 mg ekstrak Apii graveolentis herba - 28 mg ekstrak Orthosiphonis staminei folium Kapsul 2 Sistem Metabolik Fraksi dari ekstrak campuran Daun bungur (Lagerstroemiae speciosae folium) dan Kulit kayu manis (Cinnamomi burmannii cortex) Tiap kapsul mengandung 100 mg fraksi dari ekstrak campuran Lagerstroemiae speciosae folium dan Cinnamomi burmannii cortex (1:3) Kapsul 3 Sistem Pencernaan Fraksi dari ekstrak Kulit kayu manis (Cinnamomi burmannii cortex) Tiap kaplet mengandung 250 mg fraksi dari ekstrak Cinnamom burmannii cortex Kaplet 4 Sistem Imun Ekstrak Herba meniran (Phyllanthi niruri herba) Tiap kapsul mengandung 50 mg ekstrak Phyllanti niruri herba Kapsul Tiap 5 ml sirup mengandung 25 mg ekstrak Phyllanthi niruri herba Botol 5 Nutrisi Kombinasi ekstrak Ikan gabus (Ophiocephali striati), ekstrak Buah jeruk (Citri sinensidis fructus), dan ekstrak Rimpang kunyit (Curcumae longae rhizome) Bentuk sediaan serbuk dalam kemasan saset. Tiap saset mengandung: - 5 g ekstrak Ophiocephali striati - 4,5 g ekstrak Citri sinensidis fructus - 0,05 g ekstrak Curcumae longae rhizome Sachet Sudah ditambahkan di Template RKO E-Monev Tahun 2024 untuk FKTP dan FKRTL
  • 20.
    Perhitungan Rencana KebutuhanFitofarmaka Komposisi Aturan Pakai Kebutuhan /Pasien Jumlah Prediksi Pasien Persentase Target Kombinasi (%) Total Kebutuhan Fraksi dari ekstrak campuran Daun bungur (Lagerstroemiae speciosae folium) dan Kulit kayu manis (Cinnamomi burmannii cortex) 1 x 1 kapsul sehari 540 100 5 2.700 1. Sumber Jumlah Prediksi Pasien dari rekam medis/laporan tahunan pasien DM tahun 2022 2. Besaran persentase target kombinasi (sebagai komplementer dalam terapi), dipertimbangkan dalam TPOT dengan berbagai aspek, termasuk kontraindikasi Metode Morbiditas Keterangan
  • 21.
    Proses Penyediaan Obatdan Vaksin Program 21 Usulan kebutuhan obat dari Program Pusat & Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi Perencanaan Kebutuhan 1 Evaluasi terhadap : NIE, ketersediaan anggaran, spesifikasi teknis, kesiapan industri Perencanaan Pengadaan 2 a. Proses pengadaan: e-katalog atau cara lain sesuai Perpres Pengadaan Barang/Jasa b. Pendistribusian Proses Pengadaan 3
  • 22.
    Perencanaan Kebutuhan Obat& Vaksin Program 22 • Mengisi matriks rencana kebutuhan obat program (ROP) • Mengunggah dan mengirimkan matriks pada E- Monev Obat https://monevkatalogobat.kemkes.go.id / Dinkes Kab/Kota Dinkes Provinsi Kemenkes • Meninjau rencana kebutuhan yang dikirimkan Dinkes Kab/Kota • Mengisi data yang dibutuhkan (sisa stok, rata- rata pemakaian, penerimaan) dan mengirimkannya ke Kementerian Kesehatan melalui E-monev Obat https://monevkatalogobat.k emkes.go.id/ • Program Pusat melakukan desk dengan Dinkes Provinsi hingga menghasilkan Berita Acara. • Program Pusat bersurat ke Dit. Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian terkait usulan kebutuhan obat sesuai hasil desk. • Dit. Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian mengajukan usulan pengadaan.
  • 23.
    Daftar Obat ProgramKesehatan 23 Diadakan oleh Kementerian Kesehatan  Efavirenz tab 600 mg  Lopinavir 200 mg + Ritonavir 50 mg  Lopinavir 100 mg + Ritonavir 25 mg  Nevirapin 200 mg  Tenofovir tab 300 mg  Zidovudin kaps 100 mg  Lamivudin tab 150 mg  Zidovudin 300 mg + Lamivudin 150 mg  Efavirenz tab 200 mg  Tenofovir 300 mg + Emiricitabine 200 mg  Zidovudin 60 mg +Lamivudine 30 mg + Nevirapine 50 mg Ped Triple FDC  Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efivirenz 600 mg  Rilpivirine tab 25 mg  Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Dolutegravir 50 mg  Dolutegravir 50 mg AIDS & PMS  OAT FDC Kat. 1  OAT FDC Kat. 2  OAT FDC Kat. Anak  OAT Kombipak Dewasa  OAT Kombipak Anak TB FILARIASIS & KECACINGAN MALARIA  Artesunate injeksi 60 mg  Primakuin tab 15 mg  Kina tab 200 mg  Kina injeksi 25%  Doksisiklin tab 100 mg  DHP (Dehidro Artemisin + Piperaquin)  DEC tab 100 mg  Albendazol tab 400 mg  Albendazol susp 200 mg/5 ml  Vaksin Hepatitis B  Vaksin BCG  Vaksin Polio 10 dosis (b-OPV)  Vaksin DT  Vaksin Td  Vaksin IPV  Vaksin DPT-HB-Hib  Vaksin MR  Vaksin HPV  Vaksin PCV  Vaksin JE  Vaksin Rotavirus IMUNISASI  Diazepam tab 5 mg  Diazepam inj 5 mg/ml  Amitriptilin tab 25 mg  Klozapine tab 25 mg  Flufenazine Dekanoat inj 25 mg/ml  Haloperidol Dekanoat inj 50 mg/ml  Haloperidol inj 5 mg/ml  Haloperidol tab5 mg  Klorpromazin HCL tab 100 mg  Risperidon tab 2 mg  Trifluoperazine HCL tab 5 mg  Triheksifenidil tab 2 mg  Metadon 10 mg/ml KES. JIWA  Garam Oralit  Zinc tab disp 20 mg DIARE KUSTA & FRAMBUS IA  Azitromisiin tab 500 mg  Rifampisin tab 300 mg  Rifampisin tab 450 mg  Rifampisin tab 600 mg HEPATITIS  Daklatasvir tab 30 mg  Daklatasvir tab 60 mg  Sofosbuvir tab 400 mg  Elbasvir 50 mg + Grazoprevir 100 mg RABIES  Vaksin Anti Rabies  Serum Anti Rabies
  • 24.
    Daftar Obat ProgramKesehatan 24 Diadakan oleh Dinkes Provinsi melalui DAK Non Fisik  Oksitosin inj 10 IU/ml  Metil Ergometrin Maleat inj 0,20 mg/ml  Magnesium Sulfat inj 40%  Magnesium sulfat inj 20%  Kalsium Glukonat inj 10%  Metronidazol infus 5 mg/ml KES. IBU  Retinol (Vitamin A) 100.000 IU  Retinol (Vitamin A) 200.000 IU  Tablet Tambah Darah  Mineral Mix GIZI  Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 2 mg/mL  Levo Tiroksin tab 50 mcg  Oksitetrasiklin HCl Salep mata 1%  Fenobarbital injeksi 50 mg/mL  Diazepam injeksi 5 mg/mL  Ampisilin inj 1000 mg/vial  Gentamisin inj 40 mg/ml KES. ANAK
  • 25.
    Rekapitulasi PKM danApotek Kerjasama BPJS Kesehatan 25 Data referensi online per Mei 2023 No Provinsi Apotek Swasta RF PKM Grand Total % PKM PRB 1 Jawa Tengah 170 145 315 46% 2 Dki Jakarta 45 20 65 31% 3 Papua 14 6 20 30% 4 Nusa Tenggara Timur 31 10 41 24% 5 Sulawesi Selatan 59 17 76 22% 6 Sumatera Utara 65 18 83 22% 7 Sumatera Barat 44 7 51 14% 8 Jawa Timur 231 32 263 12% 9 Kepulauan Bangka Belitung 10 1 11 9% 10 Papua Barat 10 1 11 9% 11 Kalimantan Tengah 22 2 24 8% 12 Banten 47 4 51 8% 13 Riau 33 1 34 3% 14 Kalimantan Timur 40 1 41 2% 15 Jawa Barat 209 5 214 2% 16 Bali 43 1 44 2% 17 Bengkulu 11 11 0% 18 D I Yogyakarta 34 34 0% 19 Gorontalo 11 11 0% 20 Jambi 19 19 0% 21 Kalimantan Barat 29 29 0% 22 Kalimantan Selatan 41 41 0% 23 Kalimantan Utara 9 9 0% 24 Kepulauan Riau 34 34 0% 25 Lampung 37 37 0% 26 Maluku 6 6 0% 27 Maluku Utara 13 13 0% 28 NAD 45 45 0% 29 Nusa Tenggara Barat 25 25 0% 30 Sulawesi Barat 5 5 0% 31 Sulawesi Tengah 28 28 0% 32 Sulawesi Tenggara 10 10 0% 33 Sulawesi Utara 49 49 0% 34 Sumatera Selatan 50 50 0% 1.529 271 1.800 15% Grand Total • Terdapat 16 Provinsi yang sudah memiliki PKM PRB bekerjasama dengan BPJS Kesehatan • BPJS Kesehatan belum memberikan data jumlah PKM PRB yang sudah BLUD dan non BLUD • Belum ada pemerataan PKM PRB di seluruh provinsi, terutama wilayah perifer • Jumlah Puskesmas yang sudah menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan PRB adalah 271 ruang farmasi Puskesmas, tetapi sampai dengan saat ini, dari jumlah tersebut belum semua melaksanakan pelayanan PRB dikarenakan terkendala pada RKO yang saat ini hanya berisikan daftar obat untuk FKTP sesuai dengan Formularium Nasional dan Formularium Fitofarmaka (tidak mencakup obat PRB) serta terkendala dengan kepemilikan akun e-purchasing. • BPJS Kesehatan memprioritaskan Puskesmas BLUD untuk bekerja sama karena pola keuangan dan pembiayaan Puskesmas BLUD lebih fleksibel.
  • 26.
    Surat Penyampaian RKOdan ROP Tahun 2024 26 RKO (18 Januari 2023) ROP (30 Januari 2023)
  • 27.
    27 Update 13 Juli2022 dan 18 Mei 2023 Capaian nasional: 2023: 75,92% 2024: 90,15% 94.12% 93.77% 64.62% 88.48% 75.53% 66.88% 100% 100% 83.06% 96.96% 89.01% 90.58% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% 100.00% Dinkes Provinsi Dinkes Kab/Kota Apotek PRB RS Pemerintah RS Swasta RS TNI/POLRI 2023 2024 Pelaporan RKO Nasional Tahun 2023 dan 2024
  • 28.
    Capaian Provinsi :83% Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2023 Rumah Sakit Pemerintah Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota Rumah Sakit TNI/Polri 28 Rumah Sakit Swasta 0 66 2 281 26 13 1 184 5 Apotek PRB Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2024 Rumah Sakit Pemerintah Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota Rumah Sakit TNI/Polri 28 Rumah Sakit Swasta 0 64 0 252 14 12 0 149 9 Apotek PRB Capaian Provinsi : 85% Update 18 Mei 2023
  • 29.
    Timeline Penyusunan RKOdan ROP Tahun 2024 29 W1 W2 W3 W4 JANUARI Pendistribusian surat permintaan RKO dan input RKO melalui E-Monev 24 17 W1 W2 W3 W4 FEBRUARI Faskes mengirimkan RKO dengan status terkirim ke Dinkes Kab/Kota 03 MARET Dinkes Kab/Kota memverifikasi RKO Faskes yang masuk dan meneruskannya ke Dinkes Provinsi 31 Dinkes Provinsi memverifikasi RKO Dinkes Kab/Kota yang masuk dan meneruskannya ke Kementerian Kesehatan RI 05 APRIL 18 Kegiatan Penyusunan RKO Nasional Review Data RKO Nasional 01 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 02 MEI Finalisasi Data RKO Nasional JUNI Data siap diserahkan sebagai dokumen pendukung usulan Katalog Obat Pendistribusian surat permintaan ROP dan input ROP melalui E-Monev* 01 Dinkes Kab/Kota mengirimkan ROP dengan status terkirim ke Dinkes Provinsi 14 Dinkes Provinsi memverifikasi ROP Dinkes Kab/Kota yang masuk dan meneruskannya ke Kementerian Kesehatan RI 21 23 Kegiatan Desk DAK Gizi, Kesbu, Kesnak 20 Kegiatan Desk Program Lainnya Program Pusat dan Provinsi mengirimkan surat usulan hasil desk ke Dit. Penyanfar 07 RKO ROP
  • 30.
    Harapan Perbaikan dalam PenyusunanRKO melalui E-Monev • Registrasi akun E-Monev • Perencanan obat mendekati kebutuhan • Verifikasi RKO yang sudah dibuat • Pelaporan tepat waktu Faskes • Perencanaan obat mendekati kebutuhan • Verifikasi RKO yang sudah dibuat • Verifikasi RKO Faskes di wilayahnya • Pelaporan tepat waktu Dinkes Kab/Kota •Perencanaan obat mendekati kebutuhan •Verifikasi data RKO Kab/Kota dan Faskes di wilayahnya •Pelaporan tepat waktu Dinkes Prov  Kementerian Kesehatan akan menyampaikan feedback status pelaporan RKO Tahun 2024 kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia.  Rekapitulasi RKO Nasional Tahun 2024 akan disampaikan sebagai data dukung usulan katalog obat tahun 2024 Tindak Lanjut
  • 31.
    Penutup 31 Akurasi penyusunan rencanakebutuhan obat yang disampaikan dalam aplikasi E-Monev Obat perlu terus ditingkatkan dengan menerapkan verifikasi secara berjenjang dengan partisipasi aktif dari Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi 1 Dinas Kesehatan Kab/Kota diharapkan dapat menginventarisir Fasyankes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di wilayahnya, untuk selanjutnya berkoordinasi dalam penyampaian RKO guna meningkatkan kepatuhan pelaporan RKO 2 Kementerian Kesehatan akan selalu melakukan evaluasi dan perbaikan dalam tata kelola obat, untuk itu diperlukan dukungan dan kerjasama dengan seluruh stakeholder sehingga pelayanan JKN serta program kesehatan dapat berjalan dengan optimal 3
  • 32.
    Help desk E-MonevObat Web: http://monevkatalogobat.kemkes.go.id/ Email: monevkatalogobat@kemkes.go.id No. HP 082311656136 (jam kerja) Telp. (021) 5214872
  • 33.
    Mekanisme MemperolehAkun e-PurchasingBagi Faskes Swasta Faskes login ke e-monev Faskes Swasta melakukan registrasi akses purchasing melalui menu “profil”  Pengajuan Akses Purchasing Verifikasi dilakukan oleh Kemkes meliputi data faskes, RKO, SK PPK, SK PP, dan Bukti Status Kepegawaian Faskes swasta dapat melihat status melalui menu Pengajuan Akses Purchasing DITOLAK Sebab: - Belum mengirimkan RKO - SK PPK, PP, Bukti Status Kepegawaian tidak sesuai DITERIMA LPSE Kementerian Kesehatan akan membuatkan akun e- purchasing Filterisasi dan approval akun e-purchasing User ID dan Password dapat dilihat di menu pengajuan akses purchasing http://monevkatalogobat.kemkes.go.id Pembuatan Akun Verifikasi Administrasi Proses Selesai