Materi 1. 2023-10-26 Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin Jabar.pdf
1.
Disampaikan pada :
PertemuanKoordinasi Pengelolaan Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan Sesuai Standar
Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin
Direktorat Pengelolaan & Pelayanan Kefarmasian
26 Oktober 2023
Transformasi diharapkan dapatmenjawab permasalahan yang dialami oleh
masyarakat dalam mengakses layanan primer
3
Keluhan Masyarakat
(Survey GTZ dan Bappenas )
• Keterbatasan akses, jarak
terlalu (terutama di DTPK) serta
sarana prasarana, obat,
• Sistem rujukan yang sulit
• Dokter jaga tidak ada
• Jam layanan tidak tepat
waktu
• Waktu tunggu yang lama
(Survey cepat ke 5 Puskesmas tentang sarana, prasarana,
alkes, obat-obatan dan manajemen Puskesmas oleh Tim
Pokja)
Keluhan Petugas Kesehatan
• Keterbatasan sarpras, obat, dan
SDM
• Rendahnya pemahaman
manajemen
• Pembiayaan yang dirasa kurang
dan tidak fleksibel
• Keterbatasan pembinaan dari
Dinas Kesehatan
Keluhan Pemegang Program
• Adanya ego program
sehingga pelaksanaan kurang
optimal dilapangan
• Rendahnya kemampuan
manajerial, analisis data, dan
koordinasi lintas program
pada SDM kesehatan
• Anggaran yang kaku
(Wawancara pemegang program Unirt
Utama)
4.
Dasar Hukum
4
Penyediaan obat,vaksin, alat kesehatan
dan suplemen kesehatan program nasional
merupakan urusan pemerintah pusat
Undang-Undang RI No 23/2014
tentang Pemerintahan Daerah
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
bertanggung jawab terhadap ketersediaan,
pemerataan, dan keterjangkauan Perbekalan
Kesehatan yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan Upaya Kesehatan.
Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2023
tentang Kesehatan
Fasyankes termasuk rumah sakit yang
bekerjasama dengan BPJS menyampaikan
rencana kebutuhan obat (RKO) tahun
berikutnya melalui sistem e-monev obat dan
diverifikasi secara berjenjang oleh Dinkes
Kab/Kota, Provinsi dan Kemenkes.
Permenkes RI No 5/2019
tentang Perencanaan dan Pengadaan Obat
Berdasarkan Katalog Elektronik
Permenkes RI No 28/2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan
Program Jaminan Kesehatan
Pelayanan kesehatan bagi peserta penderita
penyakit HIV dan AIDS, Tuberculosis (TB), malaria
serta kusta dan korban narkotika yang
memerlukan rehabilitasi medis, pelayanannya
dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama
yang merupakan bagian dari pembayaran kapitasi
dan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan tetap
dapat diklaimkan sesuai tarif INA-CBGs, sedangkan
obatnya menggunakan obat program
Obat penyakit kronis yang ditetapkan oleh
Menteri dapat diberikan melalui IF di FKRTL
atau apotek yang bekerja sama dengan BPJS
Kesehatan
Permenkes RI No 3/2023 tentang
Standar Tarif Pelayanan Kesehatan
dalam Penyelenggaraan Program JKN
5.
Perbekalan Kesehatan
5
(Pasal 314UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan)
Tanggungjawab
Ketersediaan Obat
• Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah
bertanggung jawab
terhadap ketersediaan,
pemerataan, dan
keterjangkauan
Perbekalan Kesehatan
yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan Upaya
Kesehatan.
• Tanggung jawab terhadap
ketersediaan, pemerataan,
dan keterjangkauan
sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan
melalui pengelolaan
Perbekalan Kesehatan.
• Pengelolaan Perbekalan
Kesehatan sebagaiman
dimaksud pada ayat (2)
meliputi perencanaan,
penyediaan, dan
pendistribusian.
• Pengelolaan Perbekalan
Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3)
untuk Pelayanan Kesehatan
dilaksanakan dengan
memperhatikan keamanan,
kemanfaatan/khasiat,
mutu, dan harga.
Pengelolaan
Perbekalan Kesehatan
Menjamin keamanan,
manfaat, mutu dan
harga
6.
Konsep Pelayanan Obat
6
PerpresNo. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan
Kesehatan
• Dalam hal terjadi permasalahan pengadaan obat,
alkes, dan/atau BMHP yang dapat berpotensi
terjadinya kekosongan obat maka Pemerintah
Pusat, Pemerintah Daerah, atau Fasilitas Kesehatan
melakukan upaya penyelesaian sesuai dengan
permasalahan dan kewenangannya.
Pasal 61 Potensi Kekosongan Obat
• Pengadaan obat, alkes, dan/ atau BMHP oleh
Fasilitas Kesehatan milik pemerintah maupun
swasta untuk program Jaminan Kesehatan
dilakukan melalui e-purchasing berdasarkan
katalog elektronik.
• Pengadaan dapat dilakukan secara manual
berdasarkan katalog elektronik apabila belum
dilakukan secara e-Purchasing.
Pasal 60
Pengadaan Obat
• Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan
Fasilitas Kesehatan bertanggung jawab atas
ketersediaan obat, alat kesehatan, dan BMHP
dalam penyelenggaraan JKN sesuai dengan
kewenangannya.
Tanggungjawab Ketersediaan
Obat
Pasal 58
• Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan
medis habis pakai untuk Peserta Jaminan
Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan
berpedoman pada daftar obat, alat
kesehatan, dan bahan medis habis pakai
yang ditetapkan oleh Menteri.
• Daftar obat, alat kesehatan, dan bahan medis
habis pakai dituangkan dalam formularium
nasional atau kompendium alkes.
Pasal 59 Pedoman Daftar Obat
7.
7
Permenkes 42 Tahun2022 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan DAK NonFisik Bidang Kesehatan TA 2023
Menu Kefarmasian dan BHP, termasuk BMHP
Data Dasar Sumber Data
Kapasitas Fiskal (rendah dan sangat
rendah)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
116/PMK.07/2021 tentang Peta
Kapasitas Fiskal Daerah
Bobot jumlah kabupaten/kota Data Krisna Bappenas
Rencana Kebutuhan Obat (RKO)
usulan daerah
RKO e-Monev Obat
Jumlah Penduduk Data Penduduk BPS
Jumlah Puskesmas Data Pusdatin
8.
Perubahan Pengaturan DanaAlokasi Umum
8
UU RI Nomor 1 Tahun 2022
Redesign DAU
untuk pemerataan
keuangan antar-
daerah,
mendorong pola
belanja yang lebih
baik dan
percepatan
ekualisasi layanan
publik daerah
PAGU DAU
Ditetapkan
minimal 26% dari
PDN Netto
Ditetapkan dengan mempertimbangkan
kebutuhan pelayanan publik daerah,
kemampuan keuangan negara, pagu TKD
secara keseluruhan dan target
pembangunan nasional
FORMULA
ALOKASI
DAU = Alokasi
Dasar + Celah
Fiskal
DAU = Celah Fiskal = Kebutuhan Fiskal –
Potensi Pendapatan Daerah
PENGGUNAAN
Block Grant
(tidak ditentukan
penggunaannya)
Terdiri dari DAU yang penggunaannya
tidak ditentukan (block grant) dan DAU
yang penggunaannya ditentukan (spesific
grant)
Sebelumnya
KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN2021
11
Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi
dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah
Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
12.
KEPMENDAGRI 050-5889 TAHUN2021
12
Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi
dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah
Disadur dari Kementerian Dalam Negeri, 9 Feb 2023
Permenkes Nomor 5Tahun 2019
15
Perencanaan dan Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik
Pengadaan Obat
1.Pengadaan obat
oleh institusi
pemerintah dan
swasta dilakukan
melalui e-
Purchasing
2.FKTP milik swasta
dan Apotek yang
bekerjasama dgn
BPJS hanya dapat
melakukan
pengadaan obat
PRB
Pemantauan dan
Evaluasi
1.Dilakukan melalui e-
Monev Obat .
2.Pada pengadaan
obat dilakukan
terhadap data:
a.Realisasi
pemenuhan
pesanan obat.
b.Realisasi
pendistribusian
obat.
c.Realisasi
penerimaan obat.
d.Realisasi
pembayaran obat.
Pembinaan dan
Pengawasan
Menteri,
Gubernur dan
Bupati/Wali kota
melakukan
pembinaan dan
pengawasan
sesuai dengan
tugas dan
kewenangan
masing-masing
Perencanaan
Obat
Institusi
pemerintah dan
swasta wajib
menyampaikan
RKO kepada
Menteri, paling
lambat bulan
April tahun
sebelumnya,
menggunakan
e-Monev Obat
Institusi pemerintah dan swasta yang tidak menyampaikan RKO dikenakan sanksi
penghentian sementara transaksi e-Purchasing. Diaktifkan kembali setelah
menyampaikan RKO tahun berjalan.
16.
e-Monev Obat
16
01
02
03
04
05
Satker Pemerintah
Pusatdan Daerah
FKTP dan
FKTRL Pusat
& Daerah
FKTP dan FKTRL
Swasta
bekerjasama
dengan BPJS
Apotik PRB
bekerjasama
dengan BPJS
Industri farmasi
dan PBF
Industri Farmasi
Input komitmen produksi dan laporan
pemesanan obat
Pedagang Besar Farmasi
Input pengiriman obat ke Satker dan
Faskes
Satker dan Fasilitas Kesehatan
Input RKO tahun berikutnya
Input konfirmasi penerimaan &
pembayaran obat
1
2
3
• Tugas dan Tanggung Jawab Institusi
dalam E-Monev Obat
17.
Rencana Kebutuhan Obat(RKO) Secara Elektronik
Melalui aplikasi e-Monev Obat (http://monevkatalogobat.kemkes.go.id)
MEKANISME
BOTTOM-UP
Verifikasi berjenjang difasilitasi
DinkesKab/Kota – Dinkes Prov –
Pusat
Pemerintah dan swasta yg
bekerjasama dg BPJS, termasuk
Apotek PRB
FASILITAS
KESEHATAN
Mengacu pada Fornas,
sesuai tingkat fasilitas
kesehatan (Faskes Tk1, Tk 2.
dan Tk 3)
ITEM
623 item zat aktif
dalam 1.059 bentuk
sediaan/ kekuatan
PRB: 91 item dalam
162 sediaan/
kekuatan
Fornas
2021*)
*) dengan Addendum Tahun 2022
18.
18
Verifikasi Rencana KebutuhanObat (RKO)
Secara Berjenjang
Tipe dan Data fasyankes dan/atau Dinkes
Kab/Kota yang akan diverifikasi
Kesesuaian perencanaan jenis dan jumlah
item obat yang diusulkan -->
membandingkan data rencana kebutuhan
dan rencana pengadaan
Ketepatan waktu pengumpulan RKO
Jenis obat, terutama item obat program
yang diadakan oleh pusat
Verifikasi RKO dilakukan untuk memastikan
bahwa data yang disampaikan sudah benar dan
akurat
Adapun beberapa hal yang dipertimbangkan
dalam pelaksanaan verifikasi RKO adalah :
Data Pendukung :
RKO dari instansi pemerintah dan swasta yang merujuk
pada Peraturan Menteri Kesehatan
ROP Dinkes Kabupaten/Kota
Target dan sasaran program
Persentase capaian program pada tahun sebelumnya
Angka kesakitan/data kasus tahun berjalan
Pemakaian rata-rata per bulan di Instalasi Farmasi
Provinsi
Data sisa stok dan masa kedaluwarsa obat program di
Instalasi Farmasi Provinsi sesuai dengan periode
perencanaan yang akan diverifikasi
Jumlah prediksi penerimaan obat program di Instalasi
Farmasi Provinsi tahun berjalan.
Data penerimaan obat program per periode di Instalasi
Farmasi Provinsi.
Data pendukung tambahan sesuai dengan kebutuhan
masing-masing program
19.
Penambahan Fitofarmaka padaRKO Elektronik
No Kelas Terapi Nama Produk Komposisi Satuan
1 Sistem
Kardiovaskular
Kombinasi ekstrak Herba seledri (Apii graveolentis
herba) dan ekstrak Daun kumis kucing
(Orthosiphonis staminei folium)
Tiap kapsul mengandung:
- 92 mg ekstrak Apii graveolentis herba
- 28 mg ekstrak Orthosiphonis staminei folium
Kapsul
2 Sistem Metabolik Fraksi dari ekstrak campuran Daun bungur
(Lagerstroemiae speciosae folium) dan Kulit kayu
manis (Cinnamomi burmannii cortex)
Tiap kapsul mengandung 100 mg fraksi dari ekstrak campuran Lagerstroemiae
speciosae folium dan Cinnamomi burmannii cortex (1:3)
Kapsul
3 Sistem
Pencernaan
Fraksi dari ekstrak Kulit kayu manis (Cinnamomi
burmannii cortex)
Tiap kaplet mengandung 250 mg fraksi dari ekstrak Cinnamom burmannii
cortex
Kaplet
4 Sistem Imun Ekstrak Herba meniran (Phyllanthi niruri herba) Tiap kapsul mengandung 50 mg ekstrak Phyllanti niruri herba Kapsul
Tiap 5 ml sirup mengandung 25 mg ekstrak Phyllanthi niruri herba Botol
5 Nutrisi Kombinasi ekstrak Ikan gabus (Ophiocephali striati),
ekstrak Buah jeruk (Citri sinensidis fructus), dan
ekstrak Rimpang kunyit (Curcumae longae rhizome)
Bentuk sediaan serbuk dalam kemasan saset. Tiap saset mengandung:
- 5 g ekstrak Ophiocephali striati
- 4,5 g ekstrak Citri sinensidis fructus
- 0,05 g ekstrak Curcumae longae rhizome
Sachet
Sudah ditambahkan di Template RKO E-Monev Tahun 2024 untuk
FKTP dan FKRTL
20.
Perhitungan Rencana KebutuhanFitofarmaka
Komposisi
Aturan
Pakai
Kebutuhan
/Pasien
Jumlah Prediksi
Pasien
Persentase Target
Kombinasi (%)
Total Kebutuhan
Fraksi dari ekstrak
campuran Daun bungur
(Lagerstroemiae speciosae
folium) dan Kulit kayu manis
(Cinnamomi burmannii
cortex)
1 x 1 kapsul
sehari
540 100 5 2.700
1. Sumber Jumlah Prediksi Pasien dari rekam medis/laporan tahunan pasien DM tahun 2022
2. Besaran persentase target kombinasi (sebagai komplementer dalam terapi), dipertimbangkan dalam TPOT dengan berbagai
aspek, termasuk kontraindikasi
Metode Morbiditas
Keterangan
21.
Proses Penyediaan Obatdan Vaksin Program
21
Usulan kebutuhan obat dari Program Pusat &
Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi
Perencanaan Kebutuhan
1
Evaluasi terhadap : NIE, ketersediaan
anggaran, spesifikasi teknis, kesiapan industri
Perencanaan Pengadaan
2
a. Proses pengadaan: e-katalog atau
cara lain sesuai Perpres Pengadaan
Barang/Jasa
b. Pendistribusian
Proses Pengadaan
3
22.
Perencanaan Kebutuhan Obat& Vaksin Program
22
• Mengisi matriks rencana
kebutuhan obat program
(ROP)
• Mengunggah dan
mengirimkan matriks pada E-
Monev Obat
https://monevkatalogobat.kemkes.go.id
/
Dinkes
Kab/Kota
Dinkes
Provinsi
Kemenkes
• Meninjau rencana
kebutuhan yang dikirimkan
Dinkes Kab/Kota
• Mengisi data yang
dibutuhkan (sisa stok, rata-
rata pemakaian,
penerimaan) dan
mengirimkannya ke
Kementerian Kesehatan
melalui E-monev Obat
https://monevkatalogobat.k
emkes.go.id/
• Program Pusat melakukan
desk dengan Dinkes Provinsi
hingga menghasilkan Berita
Acara.
• Program Pusat bersurat ke Dit.
Pengelolaan dan Pelayanan
Kefarmasian terkait usulan
kebutuhan obat sesuai hasil
desk.
• Dit. Pengelolaan dan
Pelayanan Kefarmasian
mengajukan usulan
pengadaan.
Daftar Obat ProgramKesehatan
24
Diadakan oleh Dinkes Provinsi melalui DAK Non Fisik
Oksitosin inj 10 IU/ml
Metil Ergometrin Maleat
inj 0,20 mg/ml
Magnesium Sulfat inj
40%
Magnesium sulfat inj
20%
Kalsium Glukonat inj 10%
Metronidazol infus 5
mg/ml
KES. IBU
Retinol (Vitamin A)
100.000 IU
Retinol (Vitamin A)
200.000 IU
Tablet Tambah Darah
Mineral Mix
GIZI
Fitomenadion (Vit. K1)
injeksi 2 mg/mL
Levo Tiroksin tab 50
mcg
Oksitetrasiklin HCl Salep
mata 1%
Fenobarbital injeksi 50
mg/mL
Diazepam injeksi 5
mg/mL
Ampisilin inj 1000
mg/vial
Gentamisin inj 40
mg/ml
KES. ANAK
25.
Rekapitulasi PKM danApotek Kerjasama BPJS Kesehatan
25
Data referensi online per Mei 2023
No Provinsi
Apotek
Swasta
RF PKM
Grand
Total
%
PKM PRB
1 Jawa Tengah 170 145 315 46%
2 Dki Jakarta 45 20 65 31%
3 Papua 14 6 20 30%
4 Nusa Tenggara Timur 31 10 41 24%
5 Sulawesi Selatan 59 17 76 22%
6 Sumatera Utara 65 18 83 22%
7 Sumatera Barat 44 7 51 14%
8 Jawa Timur 231 32 263 12%
9 Kepulauan Bangka Belitung 10 1 11 9%
10 Papua Barat 10 1 11 9%
11 Kalimantan Tengah 22 2 24 8%
12 Banten 47 4 51 8%
13 Riau 33 1 34 3%
14 Kalimantan Timur 40 1 41 2%
15 Jawa Barat 209 5 214 2%
16 Bali 43 1 44 2%
17 Bengkulu 11 11 0%
18 D I Yogyakarta 34 34 0%
19 Gorontalo 11 11 0%
20 Jambi 19 19 0%
21 Kalimantan Barat 29 29 0%
22 Kalimantan Selatan 41 41 0%
23 Kalimantan Utara 9 9 0%
24 Kepulauan Riau 34 34 0%
25 Lampung 37 37 0%
26 Maluku 6 6 0%
27 Maluku Utara 13 13 0%
28 NAD 45 45 0%
29 Nusa Tenggara Barat 25 25 0%
30 Sulawesi Barat 5 5 0%
31 Sulawesi Tengah 28 28 0%
32 Sulawesi Tenggara 10 10 0%
33 Sulawesi Utara 49 49 0%
34 Sumatera Selatan 50 50 0%
1.529 271 1.800 15%
Grand Total
• Terdapat 16 Provinsi yang sudah memiliki PKM
PRB bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
• BPJS Kesehatan belum memberikan data jumlah
PKM PRB yang sudah BLUD dan non BLUD
• Belum ada pemerataan PKM PRB di seluruh
provinsi, terutama wilayah perifer
• Jumlah Puskesmas yang sudah menjalin
kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk
pelayanan PRB adalah 271 ruang farmasi
Puskesmas, tetapi sampai dengan saat ini, dari
jumlah tersebut belum semua melaksanakan
pelayanan PRB dikarenakan terkendala pada
RKO yang saat ini hanya berisikan daftar obat
untuk FKTP sesuai dengan Formularium Nasional
dan Formularium Fitofarmaka (tidak mencakup
obat PRB) serta terkendala dengan kepemilikan
akun e-purchasing.
• BPJS Kesehatan memprioritaskan Puskesmas
BLUD untuk bekerja sama karena pola keuangan
dan pembiayaan Puskesmas BLUD lebih fleksibel.
26.
Surat Penyampaian RKOdan ROP Tahun 2024
26
RKO
(18
Januari
2023)
ROP
(30
Januari
2023)
27.
27
Update 13 Juli2022 dan 18 Mei 2023
Capaian nasional:
2023: 75,92%
2024: 90,15%
94.12% 93.77%
64.62%
88.48%
75.53%
66.88%
100% 100%
83.06%
96.96%
89.01% 90.58%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
100.00%
Dinkes
Provinsi
Dinkes
Kab/Kota
Apotek PRB RS
Pemerintah
RS Swasta RS TNI/POLRI
2023 2024
Pelaporan RKO Nasional Tahun 2023 dan 2024
28.
Capaian Provinsi :83%
Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2023
Rumah Sakit Pemerintah
Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota
Rumah Sakit TNI/Polri
28
Rumah Sakit Swasta
0
66 2
281 26
13 1
184 5
Apotek PRB
Pelaporan RKO Provinsi Jabar Tahun 2024
Rumah Sakit Pemerintah
Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota
Rumah Sakit TNI/Polri
28
Rumah Sakit Swasta
0
64 0
252 14
12 0
149 9
Apotek PRB
Capaian Provinsi : 85%
Update 18 Mei 2023
29.
Timeline Penyusunan RKOdan ROP Tahun 2024
29
W1 W2 W3 W4
JANUARI
Pendistribusian
surat permintaan
RKO dan input RKO
melalui E-Monev
24 17
W1 W2 W3 W4
FEBRUARI
Faskes
mengirimkan RKO
dengan status
terkirim ke Dinkes
Kab/Kota
03
MARET
Dinkes Kab/Kota
memverifikasi RKO
Faskes yang masuk
dan meneruskannya
ke Dinkes Provinsi
31
Dinkes Provinsi
memverifikasi RKO
Dinkes Kab/Kota
yang masuk dan
meneruskannya ke
Kementerian
Kesehatan RI
05
APRIL
18
Kegiatan
Penyusunan RKO
Nasional
Review Data RKO
Nasional
01
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
W1 W2 W3 W4
02
MEI
Finalisasi Data RKO
Nasional
JUNI
Data siap
diserahkan
sebagai dokumen
pendukung usulan
Katalog Obat
Pendistribusian
surat permintaan
ROP dan input ROP
melalui E-Monev*
01
Dinkes Kab/Kota
mengirimkan ROP
dengan status
terkirim ke Dinkes
Provinsi
14
Dinkes Provinsi
memverifikasi ROP
Dinkes Kab/Kota
yang masuk dan
meneruskannya ke
Kementerian
Kesehatan RI
21 23
Kegiatan
Desk DAK
Gizi, Kesbu,
Kesnak
20
Kegiatan
Desk
Program
Lainnya
Program Pusat
dan Provinsi
mengirimkan
surat usulan
hasil desk ke Dit.
Penyanfar
07
RKO
ROP
30.
Harapan Perbaikan dalam
PenyusunanRKO melalui E-Monev
• Registrasi
akun
E-Monev
• Perencanan
obat
mendekati
kebutuhan
• Verifikasi
RKO yang
sudah
dibuat
• Pelaporan
tepat waktu
Faskes
• Perencanaan
obat
mendekati
kebutuhan
• Verifikasi RKO
yang sudah
dibuat
• Verifikasi RKO
Faskes di
wilayahnya
• Pelaporan
tepat waktu
Dinkes
Kab/Kota
•Perencanaan
obat
mendekati
kebutuhan
•Verifikasi data
RKO Kab/Kota
dan Faskes di
wilayahnya
•Pelaporan
tepat waktu
Dinkes
Prov
Kementerian Kesehatan akan
menyampaikan feedback status
pelaporan RKO Tahun 2024
kepada Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi seluruh Indonesia.
Rekapitulasi RKO Nasional Tahun
2024 akan disampaikan sebagai
data dukung usulan katalog obat
tahun 2024
Tindak Lanjut
31.
Penutup
31
Akurasi penyusunan rencanakebutuhan obat
yang disampaikan dalam aplikasi E-Monev Obat
perlu terus ditingkatkan dengan menerapkan
verifikasi secara berjenjang dengan partisipasi
aktif dari Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Provinsi
1
Dinas Kesehatan Kab/Kota diharapkan dapat
menginventarisir Fasyankes yang bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan di wilayahnya, untuk
selanjutnya berkoordinasi dalam penyampaian
RKO guna meningkatkan kepatuhan pelaporan
RKO
2
Kementerian Kesehatan akan selalu melakukan
evaluasi dan perbaikan dalam tata kelola
obat, untuk itu diperlukan dukungan dan
kerjasama dengan seluruh stakeholder
sehingga pelayanan JKN serta program
kesehatan dapat berjalan dengan optimal
3
32.
Help desk E-MonevObat
Web: http://monevkatalogobat.kemkes.go.id/
Email: monevkatalogobat@kemkes.go.id
No. HP 082311656136 (jam kerja)
Telp. (021) 5214872
33.
Mekanisme MemperolehAkun e-PurchasingBagi Faskes Swasta
Faskes login ke e-monev
Faskes Swasta
melakukan registrasi
akses purchasing
melalui menu “profil”
Pengajuan Akses
Purchasing
Verifikasi dilakukan
oleh Kemkes
meliputi data faskes,
RKO, SK PPK, SK
PP, dan Bukti Status
Kepegawaian
Faskes swasta dapat
melihat status melalui
menu Pengajuan
Akses Purchasing
DITOLAK
Sebab:
- Belum mengirimkan
RKO
- SK PPK, PP, Bukti
Status Kepegawaian
tidak sesuai
DITERIMA
LPSE Kementerian
Kesehatan
akan membuatkan akun e-
purchasing
Filterisasi dan approval
akun e-purchasing
User ID dan
Password dapat
dilihat di menu
pengajuan akses
purchasing
http://monevkatalogobat.kemkes.go.id
Pembuatan Akun Verifikasi
Administrasi
Proses
Selesai