PENATAAN MSDM
Monitoring danEvaluasi
Penataan Sistem
Manajemen
SDM
Layanan Unggulan
Peringkat Jabatan
• Redefinisi Visi; Misi dan Strategi
• Restrukturisasi
• Analisis Beban Kerja
• Restrukturisasi
• Redefinisi Visi; Misi dan Strategi
• Analisis Beban Kerja
• Penyusunan Tatalaksana (SOP)
• Elektronisasi Dokumentasi
• Analisis Jabatan
• Evaluasi Jabatan
• Asesmen Kompetensi Individu
• Membangun sistem penilaian kerja
• Mengembangkan sistem rekrutmen dan
seleksi
• Mengembangkan pola pelatihan dan
pengembangan
• Memperkuat pola rotasi, mutasi dan
promosi
• Memperkuat pola karir
• Membangun/memperkuat database
pegawai
Manajemen Perubahan
Penataan Organisasi
Penataan Proses Kerja
Penataan Sistem
Manajemen SDM
Penataan Peraturan
Perundang-undangan
2
3.
PENGERTIAN
MSDM
“Serangkaian kebijakan mengelolaSDM secara
optimal mulai dari:
1.Pemetaan Kompetensi Jabatan;
2.Perencanaan SDM;
3.Rekrutmen;
4.Seleksi;
5.Penempatan;
6.Peningkatan Kualitas;
7.Kinerja Individu; dan
8.Perencanaan Karir.
Secara terintegrasi untuk mencapai tujuan
organisasi”.
3
4.
PROSES M-SDM (1/2)
BKPSDM
Tugas&
Fungsi
Analisa Jabatan
Peta Kompetensi Jabatan
Uraian Jabatan Spesifikasi Jabatan Evaluasi Jabatan
Peringkat Jabatan
4
Kepala
BKPSD
M
Bidang Bidang Bidang Bidang
PRINSIP DIKLAT BERBASISKOMPETENSI
Keterkaitan antara Diklat dengan kebutuhan
kompetensi jabatan
Sesuai kebutuhan organisasi
Disetarakan dengan pengembangan karir
Menciptakan kesamaan visi dan pola pikir dalam
mewujudkan tujuan organisasi
Meningkatkan pelaksanaan jabatan secara
profesional dilandasi pada etika dan kultur organisasi
yang sehat
8
MANFAAT KOMPETENSI
12
Memperjelasstandar kerja dan harapan yang
ingin dicapai dalam organisasi.
Memaksimalkan kinerja dan produktivitas
pegawai dan organisasi.
Sebagai alat seleksi dan evaluasi pegawai.
Sebagai dasar pengembangan sistem
remunerasi.
Memudahkan adaptasi terhadap
perubahan. kerja dengan
nilai-
Menyelaraskan
perilaku nilai
organisasi.
PENGERTIAN
menunjukan keterkaitan dankeserasian antara jabatan
pangkat, pendidikan dan pelatihan jabatan, kompetensi,
serta masa jabatan sejak pengangkatan pertama dalam
jabatan tertentu sampai dengan pensiun.
Hakekatnya adalah lintasan perkembangan dan kemajuan
pegawai dengan pola gerakan posisi pegawai baik secara
horizontal maupun vertikal yang selalu mengarah pada
tingkat atau jenjang posisi yang lebih tinggi. PNS diangkat
dalam jabatan dan pangkat pada Jabatan Struktural atau
Jabatan Fungsional.
14
Pola karier PNS
menggambarkan
adalah pola pembinaan
PNS alur
perkembangan karier
yang
yang
ASPEK-ASPEK PERTIMBANGAN
POLA MUTASIJABATAN KARIR PNS
16
•
•
•
•
•
•
Persyaratan administrasi menurut peraturan
perundang-undangan yang mengatur perpindahan
jabatan struktural atau jabatan fungsional,
Unsur prestasi kerja,
Jangka waktu menduduki jabatan dan lokasi unit
kerja,
Peringkat jabatan,
Hukuman disiplin PNS, dalam hal PNS yang
bersangkutan pernah dikenakan sanksi atas
pelanggaran disiplin pegawai,
Persyaratan khusus yang ditentukan unit
eselon I.
PRINSIP PENATAAN SDM
18
•Memberdayakan pegawai secara optimal dalam
organisasi.
• Memperhatikan beban kerja yang ada dan
memperkirakan beban kerja yang akan datang.
• Memperhatikan kualifikasi pendidikan dan
pelatihan yang diperlukan dalam organisasi.
• Memperhatikan kebijakan dalam pengadaan
pegawai misalnya minus growth atau zero growth
dengan memperhatikan formasi pegawai yang
tersedia.
19.
INTI PENATAAN PEGAWAI
•Penerapan merit system (prestasi kerja)
dalam manajemen sumberdaya manusia.
• Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
sistem, pendidikan dan latihan yang
efektif.
• Standarisasi dan peningkatan kinerja.
• Pola karir yang jelas, terukur, dan
terencana.
19
20.
REKRUTMEN
20
Serangkaian kegiatan
pencarian sejumlahSDM
yang memenuhi syarat
dalam jumlah tertentu
yang akan diseleksi untuk
mengisi lowongan jabatan
yang ada.
Mengumumkan
pendaftaran
peserta, seleksi,
pemeriksaan
lembar ujian, dan
hasil ujian, melalui
media yang mudah
diakses oleh
masyarakat.
Sistem yang transparan,
sederhana, sesuai
kompetensi, dan
berbasis IT.
Pelaksanaan ujian
secara serentak
dan mudah
dijangkau peserta.
Pemeriksaan lembar
ujian secara
objektif.
Pengumuman hasil
ujian secara
serentak dan
terbuka
menampilkan data
ranking kelulusan
21.
NILAI DASAR BUDAYAKERJA
Komitmen dan
konsisten
Wewenang dan
tanggung jawab
Keihlasan dan kejujuran
Integritas dan
profesionalisme
Kreativitas dan kepekaan
Kepemimpinan
dan keteladanan
Kebersamaan dan
Rasionalitas dan
kecerdasan emosi
Keteguhan dan
ketegasan
Disiplin dan keteraturan
kerja
Keberanian dan kearifan
Dedikasi dan loyalitas
Semangat dan motivasi
Ketekunan dan kesabaran
Keadilan dan keterbukaan
Penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi 21
•
•
•
•
•
•
•
•
Pengertian Assessment
Center
23
“Proses, proseduratau metode
pendekatan untuk menilai dan
mengukur kompetensi
seseorang”
Tujuan
1.Memotret profil kompetensi
seorang pegawai secara
objektif
2. Memetakan profil
kompetensi
seluruh pegawai dalam
organisasi
24.
CENTER
24
Menggunakan beberapa jenisteknik dan metode assessment
Assessment dilakukan berdasarkan suatu acuan tertentu yang
bersifat multikriteria
Keterlibatan lebih dari satu asesor untuk mengoptimalkan
derajat objektivitas penilaian
Kesertaan sejumlah assesse dalam situasi simulasi
Informasi dan Data yang diperoleh diintegrasikan sehigga
tersusun suatu rekomendasi mengenai assessee
• Menghimpun indikasi terbaik mengenai kompetensi seseorang
yang aktual maupun potensial
• Agar perform pada jabatan atau tingkat jabatan tertentu
ASSESSMENT
CENTER
26
1. Membuat rancangansarana fisik
2. Membuat Model dan Kamus Kompetensi
3. Membuat Standar Kompetensi Jabatan
4. Membuat alat ukur (tools) yang akan digunakan
5. Melatih dan mensertifikasi pengelola (tim)
Assessment Center Kementerian Agama
RI
6. Melakukan proses pengukuran kompetensi SDM (Uji
coba proses Assessment Center)
7. Implementasi
27.
Implementasi
Uji Coba
Implementasi
Persiapan
Implementasi
Desain dan
Konstruksi
METODOLOGIPELAKSANAAN AC
27
• Desain Fisik
• Model Kompetensi
• Desain & Konstruksi
Instrumen •
•
• Model Kompetensi
• Instrumen
Assessment Center
Tim Asesor
Materi Pelatihan
• Assessor
• Administrasi
• Alat Ukur/ Tools
•
• Rencana Kerja
Kegiatan AC
• Sarana Fisik
• Model Kompetensi
• Instrumen AC
• Materi Pelatihan
Kesiapan Pelaksanaan
Program AC:
•Waktu, Tempat
Pelaksanaan
•Alat Ukur/ Tools
•Sistem
Pelaporan
•
•
Laporan Asesmen
Individu
• Umpan Balik
(Review)
Kesiapan para
Asesor
•
•
Transfer of
Knowledge
Dokumentasi
PENGERTI
AN
29
Sistem Informasi ManajemenKepegawaian (SIMPEG)
merupakan prasyarat bagi pengembangan SDM
dalam suatu organisasi modern.
SIMPEG meliputi:
perangkat keras;
perangkat lunak;
jejaring komputer;
prosedur operasi; dan
regulasi.
30.
KEGIATAN PENGEMBANGAN SIMPEG
30
Pelatihan tenaga SIMPEG;
Pembenahan dan moderenisasi alat SIMPEG;
Pembenahan SOP pertukaran data;
Penerapan standarisasi pengkodean database
kepegawaian untuk memudahkan
pertukaran data antar-unit;
Penerapan pelaporan data dari unit kerja eselon I
ke Sekretariat Jenderal;
Pengembangan aplikasi baru SIMPEGTM;
Pengembangan dan integrasi sistem aplikasi
assessment center.
TANTANGAN PENGEMBANGAN SIMPEG
32
Penerapan standarisasi struktur dan konstrain database
kepegawaian pada setiap database kepegawaian
mengharuskan adanya modifikasi atau customisasi pada
aplikasi end user. Perlu penyediaan waktu, tenaga dan
biaya yang tidak sedikit.
Peralihan ke sistem baru akan membangkitkan resistensi
setiap unit eselon I yang sudah merasa cukup mapan
dan terpenuhi kebutuhan operasionalnya oleh sistem
yang sudah ada terhadap penerapan sistem baru.
Membutuhkan persiapan lebih dini terhadap penyediaan
SDM yang mampu mengoperasionalkan, memelihara,
dan mengembangkan sistem yang baru. Perlu
perencanaan matang dari segi peningkatan kualitas dan
kuantitas SDM di bidang IT.