MAMALIA Mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang memiliki
ciri khas berupa kelenjar susu (mammae) yang
digunakan untuk menyusui anaknya.
KELOMPOK 3 PENDIDIKAN BIOLOGI ICP
ANGGOTA KELOMPOK
220107511002
RIKA LAURA
220107510002
ANNITA SAPUTRI ALIM ZAHAL AHMAD HAFIZH
SUARDI
SITI NURHALIZAH M.
220108502010 220107511001 220107512005
DEFINISI MAMALIA
Mamalia merupakan kelompok hewan vertebrata berdarah panas
(endotermik) yang memiliki sejumlah ciri khas. Tubuhnya ditutupi
rambut atau bulu, bernapas dengan paru-paru, dan memiliki kelenjar
susu (mammae) untuk menyusui anaknya. Sebagian besar mamalia
berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar), meskipun terdapat
pengecualian seperti monotremata (misalnya platipus) yang bertelur.
Mamalia memiliki gigi heterodont, yaitu gigi yang terdiri dari gigi seri,
taring, dan geraham, kecuali pada beberapa spesies seperti trenggiling
yang tidak memiliki gigi, atau mamalia laut tertentu yang bergigi
seragam.
Rahang bawah mamalia terdiri atas satu tulang, dan tulang
pendengarnya tersusun dari tiga bagian: martil, landasan, dan
sanggurdi. Mamalia juga memiliki dua condyles occipitalis di
tengkoraknya, serta sel darah merah yang tidak berinti. Sistem
peredaran darahnya lengkap dengan jantung beruang empat yang
memisahkan darah bersih dan kotor secara sempurna. Selain itu,
mamalia memiliki sistem saraf yang sangat berkembang, terutama di
bagian cerebrum, yang berperan penting dalam kemampuan belajar
dan perilaku kompleks.
CIRI KHUSUS
Rambut/Bulu dan Kelenjar Kulit
Khas
Sistem Pendengaran dan Rahang
Unik
Otak dengan Neokorteks
Berkembang
Adaptasi Fisiologis untuk Suhu
Stabil
Ukuran Kecil & Postur Awal
Parasagital
SISTEM ORGAN
Pernapasan: Menggunakan paru-paru besar dengan alveolus
untuk pertukaran gas yang efisien.
Sirkulasi: Sistem tertutup dan ganda, jantung beruang
empat, memisahkan darah kaya dan miskin oksigen secara
sempurna.
Pencernaan: Disesuaikan dengan jenis makanan;
Lambung sederhana pada karnivora
Lambung majemuk pada herbivora ruminansia
Ekskresi: Melalui ginjal metanefros, menyaring limbah dan
menjaga keseimbangan elektrolit.
Sistem Saraf: Sangat berkembang; otak besar & neokorteks
mendukung fungsi motorik, sensorik, dan kognitif tinggi.
Reproduksi: Umumnya internal & vivipar, dengan fertilisasi di
dalam tubuh betina dan perawatan induk yang tinggi
terhadap anak.
Reproduksi merupakan proses biologis
dimana makhluk hidup menghasilkan
keturunan. Mamalia dikenal sebagai hewan
yang bereproduksi secara vivipar atau
melahirkan anaknya setelah melalui proses
kehamilan di dalam rahim induk betina.
Namun terdapat beberapa hewan mamalia
yang bertelur diantaranya adalah Platypus dan
Ekidna.
Proses reproduksi dari mamalia meliputi
Fertilisasi > Zigot terbentuk > berkembang
menjadi embrio > melahirkan
R E P R O D U K S I
Berdasarkan Cara Reproduksi
Monotremata (Mamalia Bertelur) Kelompok primitif
yang bertelur seperti platipus dan echidna. Meski
bertelur, mereka tetap menyusui anaknya setelah
menetas.
Marsupialia (Mamalia Berkantong) Mamalia yang
melahirkan anak dalam kondisi belum sempurna dan
melanjutkan perkembangan dalam kantong seperti
kanguru, koala, dan opossum.
Placentalia (Mamalia Berplasenta) Kelompok terbesar
mamalia yang anaknya berkembang sempurna dalam
rahim dengan bantuan plasenta sebelum dilahirkan.
K L A S I F I K A S I
M A M A L I A
Berdasarkan Jenis Makanan
Herbivora Mamalia pemakan tumbuhan dengan
sistem pencernaan khusus untuk mencerna selulosa,
seperti sapi, kuda, dan gajah.
Karnivora Mamalia pemakan daging dengan gigi
taring yang tajam dan sistem pencernaan yang
pendek, seperti singa, harimau, dan serigala.
Omnivora Mamalia pemakan segala dengan struktur
gigi yang beragam untuk memproses berbagai jenis
makanan, seperti babi, beruang, dan manusia.
Insektivora Mamalia pemakan serangga dengan gigi
yang kecil dan runcing, seperti tikus mondok dan
landak.
K L A S I F I K A S I
M A M A L I A
ADAPTASI
ADAPTASI MORFOLOGI
Mamalia telah beradaptasi dengan berbagai bentuk
tubuh sesuai habitatnya, seperti bentuk streamline
pada mamalia laut, sayap pada kelelawar, dan kaki
yang kuat pada mamalia penggali.
Adaptasi fisiologi meliputi pengaturan suhu tubuh,
efisiensi metabolisme, dan kemampuan hibernasi atau
estivasi pada kondisi lingkungan yang ekstrem.
ADAPTASI FISIOLOGI
Adaptasi ini terjadi melalui proses evolusi bertahap dalam waktu yang
lama, memungkinkan mamalia mengisi berbagai relung ekologis dan
berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh
karena itu, pemahaman tentang habitat dan adaptasi mamalia sangat
penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, terutama di
tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi habitat alami.
PERAN MAMALIA
Peran Ekologis
Mamalia memainkan peran penting dalam menjaga
keseimbangan ekosistem melalui berbagai fungsi ekologis.
Sebagai penyeimbang ekosistem, mereka berperan sebagai
predator, herbivora, dan dekomposer; misalnya, tikus dan
kelelawar membantu mengendalikan hama tanaman,
harimau Sumatra mengontrol populasi herbivora, sedangkan
musang membantu proses dekomposisi dengan memakan
bangkai. Dalam hal penyebaran biji dan penyerbukan,
mamalia seperti tikus, tupai, dan kelelawar buah
berkontribusi dalam regenerasi tumbuhan dengan
menyebarkan biji melalui kotoran atau aktivitas makan
mereka, sementara beberapa mamalia kecil yang menyerupai
serangga juga berperan sebagai polinator. Selain itu, mamalia
juga berfungsi sebagai pencipta habitat; berang-berang
membentuk bendungan yang menciptakan kolam sebagai
ekosistem baru, dan mamalia besar seperti gajah serta babi
hutan membuka jalur lintasan yang mempermudah distribusi
spesies lain di hutan.
Mamalia menempati berbagai tingkatan trofik dalam
rantai makanan, yang menunjukkan peran ekologis
mereka yang beragam. Meskipun bukan produsen,
beberapa mamalia berkontribusi secara tidak langsung
terhadap proses fotosintesis dengan menjadi polinator
yang membantu reproduksi tumbuhan berbunga. Sebagai
konsumen primer, mamalia herbivora seperti sapi dan rusa
memakan tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi
predator. Pada tingkatan yang lebih tinggi, mamalia
karnivora seperti singa, serigala, dan lumba-lumba
berperan sebagai konsumen sekunder hingga tersier yang
mengendalikan populasi mangsanya. Selain itu, beberapa
mamalia seperti tikus juga membantu dalam proses
dekomposisi dengan mendaur ulang nutrien dari sisa-sisa
organisme mati, sehingga menjaga keseimbangan unsur
hara di dalam tanah.
Peran dalam Rantai Makanan
PERAN MAMALIA
Peran Konservasi dan Keseimbangan
Mamalia memiliki peran penting dalam menjaga
kualitas dan stabilitas ekosistem. Keberadaan
spesies tertentu seperti siamang dan beruang
madu sering dijadikan indikator keanekaragaman
hayati, yang mencerminkan kondisi ekosistem
yang sehat dan lestari. Selain itu, mamalia besar
seperti gajah turut menjaga keseimbangan
ekosistem melalui aktivitas herbivori mereka, yang
mencegah dominasi tumbuhan tertentu dan
mendukung keberagaman spesies. Tak hanya itu,
mamalia penyebar biji seperti kelelawar dan
primata juga berkontribusi dalam mitigasi
perubahan iklim dengan mendukung regenerasi
hutan, yang berfungsi sebagai penyerap karbon
dioksida (CO₂) secara alami.
Mamalia memiliki nilai penting dalam aspek sosial,
ekonomi, dan budaya masyarakat. Dalam
pemberdayaan masyarakat, mamalia ternak seperti sapi
dan kuda tidak hanya menyediakan tenaga kerja untuk
pertanian dan transportasi, tetapi juga menjadi sumber
pangan utama berupa daging dan susu. Produk lainnya
seperti madu dari lebah, wol dari domba, serta kulit
hewan tertentu yang bernilai ekonomis turut
mendukung sektor industri rumah tangga dan
kerajinan. Selain itu, mamalia juga memiliki nilai budaya
yang tinggi; misalnya, harimau dan kera kerap dijadikan
simbol dalam tradisi dan kepercayaan lokal. Bahkan,
dalam kajian etnozoologi, berbagai jenis mamalia
digunakan dalam praktik pengobatan tradisional,
menunjukkan kedekatan hubungan antara manusia
dan mamalia dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Sosial-Ekonomi dan Budaya
Mamalia berevolusi dari kelompok reptil therapsida
pada periode Trias sekitar 250 juta tahun lalu,
menunjukkan perubahan bertahap menuju ciri-ciri
mamalia modern seperti rambut, kelenjar susu, dan
struktur telinga tengah. Perkembangan ini terus
berlangsung hingga terjadi radiasi adaptif besar-
besaran setelah kepunahan dinosaurus di akhir
periode Kapur, yang membuka banyak relung ekologi
baru bagi mamalia untuk berkembang dan menyebar
luas. Bukti fosil memainkan peran penting dalam
merekonstruksi jejak evolusi ini, menunjukkan
bagaimana mamalia mengalami diversifikasi bentuk,
ukuran, dan fungsi seiring perubahan iklim dan
lingkungan bumi. Fosil juga mengungkap keberadaan
mamalia purba berukuran besar dan unik, seperti
mammoth berbulu tebal, harimau bertaring panjang
(saber-tooth tiger), serta berbagai megafauna lain
yang kini telah punah, namun memberikan gambaran
tentang keragaman dan adaptasi luar biasa mamalia
di masa lampau.
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA
P R E S E N T A S I K E L O M P O K M A M A L I A

MAMALIA..........................nmnm,...

  • 1.
    MAMALIA Mamalia adalahkelas hewan vertebrata yang memiliki ciri khas berupa kelenjar susu (mammae) yang digunakan untuk menyusui anaknya. KELOMPOK 3 PENDIDIKAN BIOLOGI ICP
  • 2.
    ANGGOTA KELOMPOK 220107511002 RIKA LAURA 220107510002 ANNITASAPUTRI ALIM ZAHAL AHMAD HAFIZH SUARDI SITI NURHALIZAH M. 220108502010 220107511001 220107512005
  • 3.
    DEFINISI MAMALIA Mamalia merupakankelompok hewan vertebrata berdarah panas (endotermik) yang memiliki sejumlah ciri khas. Tubuhnya ditutupi rambut atau bulu, bernapas dengan paru-paru, dan memiliki kelenjar susu (mammae) untuk menyusui anaknya. Sebagian besar mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar), meskipun terdapat pengecualian seperti monotremata (misalnya platipus) yang bertelur. Mamalia memiliki gigi heterodont, yaitu gigi yang terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham, kecuali pada beberapa spesies seperti trenggiling yang tidak memiliki gigi, atau mamalia laut tertentu yang bergigi seragam. Rahang bawah mamalia terdiri atas satu tulang, dan tulang pendengarnya tersusun dari tiga bagian: martil, landasan, dan sanggurdi. Mamalia juga memiliki dua condyles occipitalis di tengkoraknya, serta sel darah merah yang tidak berinti. Sistem peredaran darahnya lengkap dengan jantung beruang empat yang memisahkan darah bersih dan kotor secara sempurna. Selain itu, mamalia memiliki sistem saraf yang sangat berkembang, terutama di bagian cerebrum, yang berperan penting dalam kemampuan belajar dan perilaku kompleks.
  • 4.
    CIRI KHUSUS Rambut/Bulu danKelenjar Kulit Khas Sistem Pendengaran dan Rahang Unik Otak dengan Neokorteks Berkembang Adaptasi Fisiologis untuk Suhu Stabil Ukuran Kecil & Postur Awal Parasagital
  • 5.
    SISTEM ORGAN Pernapasan: Menggunakanparu-paru besar dengan alveolus untuk pertukaran gas yang efisien. Sirkulasi: Sistem tertutup dan ganda, jantung beruang empat, memisahkan darah kaya dan miskin oksigen secara sempurna. Pencernaan: Disesuaikan dengan jenis makanan; Lambung sederhana pada karnivora Lambung majemuk pada herbivora ruminansia Ekskresi: Melalui ginjal metanefros, menyaring limbah dan menjaga keseimbangan elektrolit. Sistem Saraf: Sangat berkembang; otak besar & neokorteks mendukung fungsi motorik, sensorik, dan kognitif tinggi. Reproduksi: Umumnya internal & vivipar, dengan fertilisasi di dalam tubuh betina dan perawatan induk yang tinggi terhadap anak.
  • 6.
    Reproduksi merupakan prosesbiologis dimana makhluk hidup menghasilkan keturunan. Mamalia dikenal sebagai hewan yang bereproduksi secara vivipar atau melahirkan anaknya setelah melalui proses kehamilan di dalam rahim induk betina. Namun terdapat beberapa hewan mamalia yang bertelur diantaranya adalah Platypus dan Ekidna. Proses reproduksi dari mamalia meliputi Fertilisasi > Zigot terbentuk > berkembang menjadi embrio > melahirkan R E P R O D U K S I
  • 7.
    Berdasarkan Cara Reproduksi Monotremata(Mamalia Bertelur) Kelompok primitif yang bertelur seperti platipus dan echidna. Meski bertelur, mereka tetap menyusui anaknya setelah menetas. Marsupialia (Mamalia Berkantong) Mamalia yang melahirkan anak dalam kondisi belum sempurna dan melanjutkan perkembangan dalam kantong seperti kanguru, koala, dan opossum. Placentalia (Mamalia Berplasenta) Kelompok terbesar mamalia yang anaknya berkembang sempurna dalam rahim dengan bantuan plasenta sebelum dilahirkan. K L A S I F I K A S I M A M A L I A
  • 8.
    Berdasarkan Jenis Makanan HerbivoraMamalia pemakan tumbuhan dengan sistem pencernaan khusus untuk mencerna selulosa, seperti sapi, kuda, dan gajah. Karnivora Mamalia pemakan daging dengan gigi taring yang tajam dan sistem pencernaan yang pendek, seperti singa, harimau, dan serigala. Omnivora Mamalia pemakan segala dengan struktur gigi yang beragam untuk memproses berbagai jenis makanan, seperti babi, beruang, dan manusia. Insektivora Mamalia pemakan serangga dengan gigi yang kecil dan runcing, seperti tikus mondok dan landak. K L A S I F I K A S I M A M A L I A
  • 9.
    ADAPTASI ADAPTASI MORFOLOGI Mamalia telahberadaptasi dengan berbagai bentuk tubuh sesuai habitatnya, seperti bentuk streamline pada mamalia laut, sayap pada kelelawar, dan kaki yang kuat pada mamalia penggali. Adaptasi fisiologi meliputi pengaturan suhu tubuh, efisiensi metabolisme, dan kemampuan hibernasi atau estivasi pada kondisi lingkungan yang ekstrem. ADAPTASI FISIOLOGI
  • 10.
    Adaptasi ini terjadimelalui proses evolusi bertahap dalam waktu yang lama, memungkinkan mamalia mengisi berbagai relung ekologis dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pemahaman tentang habitat dan adaptasi mamalia sangat penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi habitat alami.
  • 11.
    PERAN MAMALIA Peran Ekologis Mamaliamemainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui berbagai fungsi ekologis. Sebagai penyeimbang ekosistem, mereka berperan sebagai predator, herbivora, dan dekomposer; misalnya, tikus dan kelelawar membantu mengendalikan hama tanaman, harimau Sumatra mengontrol populasi herbivora, sedangkan musang membantu proses dekomposisi dengan memakan bangkai. Dalam hal penyebaran biji dan penyerbukan, mamalia seperti tikus, tupai, dan kelelawar buah berkontribusi dalam regenerasi tumbuhan dengan menyebarkan biji melalui kotoran atau aktivitas makan mereka, sementara beberapa mamalia kecil yang menyerupai serangga juga berperan sebagai polinator. Selain itu, mamalia juga berfungsi sebagai pencipta habitat; berang-berang membentuk bendungan yang menciptakan kolam sebagai ekosistem baru, dan mamalia besar seperti gajah serta babi hutan membuka jalur lintasan yang mempermudah distribusi spesies lain di hutan. Mamalia menempati berbagai tingkatan trofik dalam rantai makanan, yang menunjukkan peran ekologis mereka yang beragam. Meskipun bukan produsen, beberapa mamalia berkontribusi secara tidak langsung terhadap proses fotosintesis dengan menjadi polinator yang membantu reproduksi tumbuhan berbunga. Sebagai konsumen primer, mamalia herbivora seperti sapi dan rusa memakan tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi predator. Pada tingkatan yang lebih tinggi, mamalia karnivora seperti singa, serigala, dan lumba-lumba berperan sebagai konsumen sekunder hingga tersier yang mengendalikan populasi mangsanya. Selain itu, beberapa mamalia seperti tikus juga membantu dalam proses dekomposisi dengan mendaur ulang nutrien dari sisa-sisa organisme mati, sehingga menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah. Peran dalam Rantai Makanan
  • 12.
    PERAN MAMALIA Peran Konservasidan Keseimbangan Mamalia memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan stabilitas ekosistem. Keberadaan spesies tertentu seperti siamang dan beruang madu sering dijadikan indikator keanekaragaman hayati, yang mencerminkan kondisi ekosistem yang sehat dan lestari. Selain itu, mamalia besar seperti gajah turut menjaga keseimbangan ekosistem melalui aktivitas herbivori mereka, yang mencegah dominasi tumbuhan tertentu dan mendukung keberagaman spesies. Tak hanya itu, mamalia penyebar biji seperti kelelawar dan primata juga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim dengan mendukung regenerasi hutan, yang berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) secara alami. Mamalia memiliki nilai penting dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dalam pemberdayaan masyarakat, mamalia ternak seperti sapi dan kuda tidak hanya menyediakan tenaga kerja untuk pertanian dan transportasi, tetapi juga menjadi sumber pangan utama berupa daging dan susu. Produk lainnya seperti madu dari lebah, wol dari domba, serta kulit hewan tertentu yang bernilai ekonomis turut mendukung sektor industri rumah tangga dan kerajinan. Selain itu, mamalia juga memiliki nilai budaya yang tinggi; misalnya, harimau dan kera kerap dijadikan simbol dalam tradisi dan kepercayaan lokal. Bahkan, dalam kajian etnozoologi, berbagai jenis mamalia digunakan dalam praktik pengobatan tradisional, menunjukkan kedekatan hubungan antara manusia dan mamalia dalam kehidupan sehari-hari. Peran Sosial-Ekonomi dan Budaya
  • 13.
    Mamalia berevolusi darikelompok reptil therapsida pada periode Trias sekitar 250 juta tahun lalu, menunjukkan perubahan bertahap menuju ciri-ciri mamalia modern seperti rambut, kelenjar susu, dan struktur telinga tengah. Perkembangan ini terus berlangsung hingga terjadi radiasi adaptif besar- besaran setelah kepunahan dinosaurus di akhir periode Kapur, yang membuka banyak relung ekologi baru bagi mamalia untuk berkembang dan menyebar luas. Bukti fosil memainkan peran penting dalam merekonstruksi jejak evolusi ini, menunjukkan bagaimana mamalia mengalami diversifikasi bentuk, ukuran, dan fungsi seiring perubahan iklim dan lingkungan bumi. Fosil juga mengungkap keberadaan mamalia purba berukuran besar dan unik, seperti mammoth berbulu tebal, harimau bertaring panjang (saber-tooth tiger), serta berbagai megafauna lain yang kini telah punah, namun memberikan gambaran tentang keragaman dan adaptasi luar biasa mamalia di masa lampau.
  • 16.
    TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA PR E S E N T A S I K E L O M P O K M A M A L I A