MAMALIA Mamalia adalahkelas hewan vertebrata yang memiliki
ciri khas berupa kelenjar susu (mammae) yang
digunakan untuk menyusui anaknya.
KELOMPOK 3 PENDIDIKAN BIOLOGI ICP
DEFINISI MAMALIA
Mamalia merupakankelompok hewan vertebrata berdarah panas
(endotermik) yang memiliki sejumlah ciri khas. Tubuhnya ditutupi
rambut atau bulu, bernapas dengan paru-paru, dan memiliki kelenjar
susu (mammae) untuk menyusui anaknya. Sebagian besar mamalia
berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar), meskipun terdapat
pengecualian seperti monotremata (misalnya platipus) yang bertelur.
Mamalia memiliki gigi heterodont, yaitu gigi yang terdiri dari gigi seri,
taring, dan geraham, kecuali pada beberapa spesies seperti trenggiling
yang tidak memiliki gigi, atau mamalia laut tertentu yang bergigi
seragam.
Rahang bawah mamalia terdiri atas satu tulang, dan tulang
pendengarnya tersusun dari tiga bagian: martil, landasan, dan
sanggurdi. Mamalia juga memiliki dua condyles occipitalis di
tengkoraknya, serta sel darah merah yang tidak berinti. Sistem
peredaran darahnya lengkap dengan jantung beruang empat yang
memisahkan darah bersih dan kotor secara sempurna. Selain itu,
mamalia memiliki sistem saraf yang sangat berkembang, terutama di
bagian cerebrum, yang berperan penting dalam kemampuan belajar
dan perilaku kompleks.
4.
CIRI KHUSUS
Rambut/Bulu danKelenjar Kulit
Khas
Sistem Pendengaran dan Rahang
Unik
Otak dengan Neokorteks
Berkembang
Adaptasi Fisiologis untuk Suhu
Stabil
Ukuran Kecil & Postur Awal
Parasagital
5.
SISTEM ORGAN
Pernapasan: Menggunakanparu-paru besar dengan alveolus
untuk pertukaran gas yang efisien.
Sirkulasi: Sistem tertutup dan ganda, jantung beruang
empat, memisahkan darah kaya dan miskin oksigen secara
sempurna.
Pencernaan: Disesuaikan dengan jenis makanan;
Lambung sederhana pada karnivora
Lambung majemuk pada herbivora ruminansia
Ekskresi: Melalui ginjal metanefros, menyaring limbah dan
menjaga keseimbangan elektrolit.
Sistem Saraf: Sangat berkembang; otak besar & neokorteks
mendukung fungsi motorik, sensorik, dan kognitif tinggi.
Reproduksi: Umumnya internal & vivipar, dengan fertilisasi di
dalam tubuh betina dan perawatan induk yang tinggi
terhadap anak.
6.
Reproduksi merupakan prosesbiologis
dimana makhluk hidup menghasilkan
keturunan. Mamalia dikenal sebagai hewan
yang bereproduksi secara vivipar atau
melahirkan anaknya setelah melalui proses
kehamilan di dalam rahim induk betina.
Namun terdapat beberapa hewan mamalia
yang bertelur diantaranya adalah Platypus dan
Ekidna.
Proses reproduksi dari mamalia meliputi
Fertilisasi > Zigot terbentuk > berkembang
menjadi embrio > melahirkan
R E P R O D U K S I
7.
Berdasarkan Cara Reproduksi
Monotremata(Mamalia Bertelur) Kelompok primitif
yang bertelur seperti platipus dan echidna. Meski
bertelur, mereka tetap menyusui anaknya setelah
menetas.
Marsupialia (Mamalia Berkantong) Mamalia yang
melahirkan anak dalam kondisi belum sempurna dan
melanjutkan perkembangan dalam kantong seperti
kanguru, koala, dan opossum.
Placentalia (Mamalia Berplasenta) Kelompok terbesar
mamalia yang anaknya berkembang sempurna dalam
rahim dengan bantuan plasenta sebelum dilahirkan.
K L A S I F I K A S I
M A M A L I A
8.
Berdasarkan Jenis Makanan
HerbivoraMamalia pemakan tumbuhan dengan
sistem pencernaan khusus untuk mencerna selulosa,
seperti sapi, kuda, dan gajah.
Karnivora Mamalia pemakan daging dengan gigi
taring yang tajam dan sistem pencernaan yang
pendek, seperti singa, harimau, dan serigala.
Omnivora Mamalia pemakan segala dengan struktur
gigi yang beragam untuk memproses berbagai jenis
makanan, seperti babi, beruang, dan manusia.
Insektivora Mamalia pemakan serangga dengan gigi
yang kecil dan runcing, seperti tikus mondok dan
landak.
K L A S I F I K A S I
M A M A L I A
9.
ADAPTASI
ADAPTASI MORFOLOGI
Mamalia telahberadaptasi dengan berbagai bentuk
tubuh sesuai habitatnya, seperti bentuk streamline
pada mamalia laut, sayap pada kelelawar, dan kaki
yang kuat pada mamalia penggali.
Adaptasi fisiologi meliputi pengaturan suhu tubuh,
efisiensi metabolisme, dan kemampuan hibernasi atau
estivasi pada kondisi lingkungan yang ekstrem.
ADAPTASI FISIOLOGI
10.
Adaptasi ini terjadimelalui proses evolusi bertahap dalam waktu yang
lama, memungkinkan mamalia mengisi berbagai relung ekologis dan
berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh
karena itu, pemahaman tentang habitat dan adaptasi mamalia sangat
penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, terutama di
tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi habitat alami.
11.
PERAN MAMALIA
Peran Ekologis
Mamaliamemainkan peran penting dalam menjaga
keseimbangan ekosistem melalui berbagai fungsi ekologis.
Sebagai penyeimbang ekosistem, mereka berperan sebagai
predator, herbivora, dan dekomposer; misalnya, tikus dan
kelelawar membantu mengendalikan hama tanaman,
harimau Sumatra mengontrol populasi herbivora, sedangkan
musang membantu proses dekomposisi dengan memakan
bangkai. Dalam hal penyebaran biji dan penyerbukan,
mamalia seperti tikus, tupai, dan kelelawar buah
berkontribusi dalam regenerasi tumbuhan dengan
menyebarkan biji melalui kotoran atau aktivitas makan
mereka, sementara beberapa mamalia kecil yang menyerupai
serangga juga berperan sebagai polinator. Selain itu, mamalia
juga berfungsi sebagai pencipta habitat; berang-berang
membentuk bendungan yang menciptakan kolam sebagai
ekosistem baru, dan mamalia besar seperti gajah serta babi
hutan membuka jalur lintasan yang mempermudah distribusi
spesies lain di hutan.
Mamalia menempati berbagai tingkatan trofik dalam
rantai makanan, yang menunjukkan peran ekologis
mereka yang beragam. Meskipun bukan produsen,
beberapa mamalia berkontribusi secara tidak langsung
terhadap proses fotosintesis dengan menjadi polinator
yang membantu reproduksi tumbuhan berbunga. Sebagai
konsumen primer, mamalia herbivora seperti sapi dan rusa
memakan tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi
predator. Pada tingkatan yang lebih tinggi, mamalia
karnivora seperti singa, serigala, dan lumba-lumba
berperan sebagai konsumen sekunder hingga tersier yang
mengendalikan populasi mangsanya. Selain itu, beberapa
mamalia seperti tikus juga membantu dalam proses
dekomposisi dengan mendaur ulang nutrien dari sisa-sisa
organisme mati, sehingga menjaga keseimbangan unsur
hara di dalam tanah.
Peran dalam Rantai Makanan
12.
PERAN MAMALIA
Peran Konservasidan Keseimbangan
Mamalia memiliki peran penting dalam menjaga
kualitas dan stabilitas ekosistem. Keberadaan
spesies tertentu seperti siamang dan beruang
madu sering dijadikan indikator keanekaragaman
hayati, yang mencerminkan kondisi ekosistem
yang sehat dan lestari. Selain itu, mamalia besar
seperti gajah turut menjaga keseimbangan
ekosistem melalui aktivitas herbivori mereka, yang
mencegah dominasi tumbuhan tertentu dan
mendukung keberagaman spesies. Tak hanya itu,
mamalia penyebar biji seperti kelelawar dan
primata juga berkontribusi dalam mitigasi
perubahan iklim dengan mendukung regenerasi
hutan, yang berfungsi sebagai penyerap karbon
dioksida (CO₂) secara alami.
Mamalia memiliki nilai penting dalam aspek sosial,
ekonomi, dan budaya masyarakat. Dalam
pemberdayaan masyarakat, mamalia ternak seperti sapi
dan kuda tidak hanya menyediakan tenaga kerja untuk
pertanian dan transportasi, tetapi juga menjadi sumber
pangan utama berupa daging dan susu. Produk lainnya
seperti madu dari lebah, wol dari domba, serta kulit
hewan tertentu yang bernilai ekonomis turut
mendukung sektor industri rumah tangga dan
kerajinan. Selain itu, mamalia juga memiliki nilai budaya
yang tinggi; misalnya, harimau dan kera kerap dijadikan
simbol dalam tradisi dan kepercayaan lokal. Bahkan,
dalam kajian etnozoologi, berbagai jenis mamalia
digunakan dalam praktik pengobatan tradisional,
menunjukkan kedekatan hubungan antara manusia
dan mamalia dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Sosial-Ekonomi dan Budaya
13.
Mamalia berevolusi darikelompok reptil therapsida
pada periode Trias sekitar 250 juta tahun lalu,
menunjukkan perubahan bertahap menuju ciri-ciri
mamalia modern seperti rambut, kelenjar susu, dan
struktur telinga tengah. Perkembangan ini terus
berlangsung hingga terjadi radiasi adaptif besar-
besaran setelah kepunahan dinosaurus di akhir
periode Kapur, yang membuka banyak relung ekologi
baru bagi mamalia untuk berkembang dan menyebar
luas. Bukti fosil memainkan peran penting dalam
merekonstruksi jejak evolusi ini, menunjukkan
bagaimana mamalia mengalami diversifikasi bentuk,
ukuran, dan fungsi seiring perubahan iklim dan
lingkungan bumi. Fosil juga mengungkap keberadaan
mamalia purba berukuran besar dan unik, seperti
mammoth berbulu tebal, harimau bertaring panjang
(saber-tooth tiger), serta berbagai megafauna lain
yang kini telah punah, namun memberikan gambaran
tentang keragaman dan adaptasi luar biasa mamalia
di masa lampau.