LDR? Why Not?
Hemm.. saya adalah salah satu dari sekian banyak pejuang LDR yang setiap hari harus sabar
melunasi rindu-rindu yang hinggap didalam batin. *halaah*
Saya di jogja dan si pacar tinggal di kediri. Lumayan jauh yah. Apalagi kalo dari kediri ke
jogjanya sambil ngesot.. aduhh jauh banget. *skip*
Menjalani hubungan LDR adalah bukan kali pertamanya untuk saya. Sudah lumayan sering saya
mengenal LDR. Rasanya ya macem-macem. Paling kendalanya di waktu dan ongkos. Hehe
Di twitter, pejuang LDR paling rame dibully. Ada yang bilang LDR rasa jomblo, bla bla bla.
Tapi buat saya itu cuma mitos. *eaak*
Sejauh ini saya dan pasangan saya menikmatinya. Meski kami jauh tapi komunikasi lancar dan
selalu meluangkan waktu untuk sebisa mungkin bertemu.
Dua kali sudah dia mengunjungi saya ke jogja, selalu mengambil waktu weekend agar kami bisa
lebih lama untuk pacaran. Hehe
Kami lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan jalan, makan, dan……… *sinyal ilang*
Oke kembali ke LDR. Bagi sebagian besar LDR adalah hubungan yang banyak godaannya. Ya
yang tidak LDR saja bisa selingkuh gimana yang LDR. Pasti begitu kata mereka yang hobi
ngebully. Hih.
Kuncinya ialah percaya dan sabar. Duhh lagi-lagi sabar. Pantesan pantat saya lebar. *tabok*
Percaya pada pasangan adalah hal penting demi menjaga baik ukhuwah suatu hubungan. Kalau
dia bilang lagi keluar sama teman-temannya ya kamu iya-in aja biar cepet. Jujur tidaknya dia itu
biar kita serahin ke Tuhan aja yah. Iyah.
Pejuang LDR itu kebanyakan sabar-sabar. Sebegitu setianya mereka memperjuangkan hubungan
agar tetap baik-baik saja. Walaupun kadang kerikil-kerikil kecil sering menghalangi langkah kita
sedang kita berusaha sekuat tenaga agar tidak terjatuh.
Selain itu, godaan untuk berselingkuh juga salah satu virus yang suatu saat akan datang
menyerang para pejuang LDR. Tapi justru disitulah kesabaran kita diuji. Meski jauh tetapi
lihatlah hati masing-masing. Didalam sana ada pilar-pilar kesetiaan sedang berjihad. Godaan
hanyalah sebatas menggoda. Selanjutnya akan membuat berantakan kemudian akhirnya sia-sia.
Saya adalah perempuan rumahan yang jarang keluar jauh dari rumah. Apalagi untuk pergi keluar
kota sendirian. Jangan harap saya dapat izin dari keluarga. Terkadang ada perasaan tidak enak
terhadap dia. Jika terus-terusan dia yang mengunjungi saya, kasihan. Sedangkan saya untuk pergi
nonton dengan teman saja harus sama teman perempuan. Hufftete….
Tapi syukurlah dia pria yang cukup dewasa. Dia mengerti bagaimana kondisi saya. Meski hati
kecil saya selalu ingin berkunjung ke kotanya. Tapi saya berjanji, bagaimanapun keadaannya
akan saya usahakan untuk menemui dia di kediri. Dia punya janji pengen nyanyiin buat saya
sambil memainkan piano di sebuah cafe favorit dia di kediri. Ah, nambah pengen membelah diri
kesana.
Saya tidak pernah takut dengan perpisahan. Segala bentuk perpisahan sudah saya rasakan selama
21 tahun ini. Jika saya dan dia tak berjodoh, insyaallah saya sudah mengikhlaskannya. Tapi
dalam setiap doa yang saya panjatkan adalah saya ingin berjodoh dengannya. Tuhan mendengar
dan saya yakin saat ini Tuhan sedang menimbang-nimbang doa saya.
Pada aspal jogjakarta ku titipkan lirih rindu ke kotamu. Percayalah Tuhan sedang menggendong
kita.
Terimakasih jarak, berkat engkau saya tahu bagaimana rasanya berjihad melawan rindu.
*seduh kopi*

LDR :)

  • 1.
    LDR? Why Not? Hemm..saya adalah salah satu dari sekian banyak pejuang LDR yang setiap hari harus sabar melunasi rindu-rindu yang hinggap didalam batin. *halaah* Saya di jogja dan si pacar tinggal di kediri. Lumayan jauh yah. Apalagi kalo dari kediri ke jogjanya sambil ngesot.. aduhh jauh banget. *skip* Menjalani hubungan LDR adalah bukan kali pertamanya untuk saya. Sudah lumayan sering saya mengenal LDR. Rasanya ya macem-macem. Paling kendalanya di waktu dan ongkos. Hehe Di twitter, pejuang LDR paling rame dibully. Ada yang bilang LDR rasa jomblo, bla bla bla. Tapi buat saya itu cuma mitos. *eaak* Sejauh ini saya dan pasangan saya menikmatinya. Meski kami jauh tapi komunikasi lancar dan selalu meluangkan waktu untuk sebisa mungkin bertemu. Dua kali sudah dia mengunjungi saya ke jogja, selalu mengambil waktu weekend agar kami bisa lebih lama untuk pacaran. Hehe Kami lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan jalan, makan, dan……… *sinyal ilang* Oke kembali ke LDR. Bagi sebagian besar LDR adalah hubungan yang banyak godaannya. Ya yang tidak LDR saja bisa selingkuh gimana yang LDR. Pasti begitu kata mereka yang hobi ngebully. Hih. Kuncinya ialah percaya dan sabar. Duhh lagi-lagi sabar. Pantesan pantat saya lebar. *tabok* Percaya pada pasangan adalah hal penting demi menjaga baik ukhuwah suatu hubungan. Kalau dia bilang lagi keluar sama teman-temannya ya kamu iya-in aja biar cepet. Jujur tidaknya dia itu biar kita serahin ke Tuhan aja yah. Iyah. Pejuang LDR itu kebanyakan sabar-sabar. Sebegitu setianya mereka memperjuangkan hubungan agar tetap baik-baik saja. Walaupun kadang kerikil-kerikil kecil sering menghalangi langkah kita sedang kita berusaha sekuat tenaga agar tidak terjatuh. Selain itu, godaan untuk berselingkuh juga salah satu virus yang suatu saat akan datang menyerang para pejuang LDR. Tapi justru disitulah kesabaran kita diuji. Meski jauh tetapi lihatlah hati masing-masing. Didalam sana ada pilar-pilar kesetiaan sedang berjihad. Godaan hanyalah sebatas menggoda. Selanjutnya akan membuat berantakan kemudian akhirnya sia-sia. Saya adalah perempuan rumahan yang jarang keluar jauh dari rumah. Apalagi untuk pergi keluar kota sendirian. Jangan harap saya dapat izin dari keluarga. Terkadang ada perasaan tidak enak terhadap dia. Jika terus-terusan dia yang mengunjungi saya, kasihan. Sedangkan saya untuk pergi nonton dengan teman saja harus sama teman perempuan. Hufftete…. Tapi syukurlah dia pria yang cukup dewasa. Dia mengerti bagaimana kondisi saya. Meski hati kecil saya selalu ingin berkunjung ke kotanya. Tapi saya berjanji, bagaimanapun keadaannya akan saya usahakan untuk menemui dia di kediri. Dia punya janji pengen nyanyiin buat saya
  • 2.
    sambil memainkan pianodi sebuah cafe favorit dia di kediri. Ah, nambah pengen membelah diri kesana. Saya tidak pernah takut dengan perpisahan. Segala bentuk perpisahan sudah saya rasakan selama 21 tahun ini. Jika saya dan dia tak berjodoh, insyaallah saya sudah mengikhlaskannya. Tapi dalam setiap doa yang saya panjatkan adalah saya ingin berjodoh dengannya. Tuhan mendengar dan saya yakin saat ini Tuhan sedang menimbang-nimbang doa saya. Pada aspal jogjakarta ku titipkan lirih rindu ke kotamu. Percayalah Tuhan sedang menggendong kita. Terimakasih jarak, berkat engkau saya tahu bagaimana rasanya berjihad melawan rindu. *seduh kopi*