SMP Negeri 2 Palembang
Dra Hj Khoiriah, M.Pd
Laporan On the Job Training
PEMBELAJARAN MENDALAM
KEPALA SEKOLAH
Profile
Nama Sekolah : SMPN 2 Plg
NPSN : 10603695
Alamat : Jl, AKBP. M
Amin. 24 Ilir
Bukit Kecil
Palembang
Akreditasi : A
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya laporan On the Job
Training (OJT) ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan ini disusun sebagai bagian dari
implementasi program Pengelolaan Pembelajaran Mendalam di sekolah SMP Negeri 2 dengan
menggunakan model inkuiri kolaboratif.
Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang
2.Bapak/Ibu Fasilitator selaku mentor yang telah memberikan arahan dan masukan.
3.Bapak/Ibu kepala Sekolah peserta Bimtek yang telah bekerja sama dan berbagi ilmu.
4.Rekan-rekan dewan guru dan pegawai SMP Negeri 2 atas kerja sama dan dukungannya.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini
dapat memberikan manfaat praktis dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di
sekolah kita.
Palembang, September 2025
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................1
B. Tujuan Penyusunan Program
............................................. 2
C.Hasil yang Diharapkan
.......................................................... 3 BAB II.
LAPORAN KEGIATAN
D.A
s
s
e
s
........................................................................
...................
4
E. Design..........................................................................................7
F. Implement................................................................................................
G.Measure, Reflect and
Change..................................................... BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
H.Kesimpulan..............................................................................................
I.Saran.............................................................................................................
LAMPIRAN
Jurnal harian,
Dokumentasi kegiatan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perubahan paradigma pembelajaran saat ini menuntut sekolah untuk tidak hanya berfokus pada capaian
kognitif, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan
kreativitas. Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai upaya agar siswa mampu
memahami konsep, mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, dan memecahkan masalah secara
kolaboratif.
Namun, dalam praktik di sekolah masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti pembelajaran yang
cenderung berpusat pada guru, kurangnya variasi strategi, dan keterbatasan refleksi bersama antar guru. Oleh
karena itu, melalui program OJT ini, penulis melaksanakan model inkuiri kolaboratif untuk meningkatkan
pengelolaan pembelajaran mendalam berfokus pada penguasaan 8 Dimensi Profil Lulusan yaitu Keimanan
dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kesehatan dan
Komunikasi. Untuk mencapai hal ini, peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran menjadi sangat
penting. Kepala sekolah harus mampu memfasilitasi, memotivasi, dan membimbing guru untuk
bertransformasi dari metode mengajar konvensional ke metode yang berpusat pada murid dan mendorong
pemikiran tingkat tinggi. Oleh karena itu, kegiatan OJT ini diarahkan untuk membekali kepala sekolah dengan
pemahaman dan keterampilan praktis dalam merancang serta mengimplementasikan kepemimpinan yang
efektif untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di SMPNegeri2Palembang
B. Tujuan Penyusunan Program
1. Mengembangkan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam berbasis
inkuiri kolaboratif.
2. Meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.
3. Menumbuhkan budaya refleksi dan kolaborasi di lingkungan sekolah.
4. Meningkatkan pemahaman konseptual dan praktis kepala sekolah mengenai pembelajaran
mendalam dan 8 Dimensi Profil Lulusan
5. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah yang berfokus pada
peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam.
6. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik yang
konstruktif dan memotivasi.
7. Mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan ekosistem
sekolah yang mendukung pembelajaran mendalam.
C. Hasil yang diharapkan
• Guru mampu merancang dan melaksanakan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam.
• Sekolah memiliki motode pengelolaan pembelajaran mendalam yang berkelanjutan.
• Peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas, anggota
mendapatwawasan, ilmu, atau keterampilan baru yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka
melalui sesi-sesi yang diadakan.
• Meningkatnya rasa memiliki terhadap komunitas karena merasa menjadi bagian dari ekosistem
yang saling mendukung dan memberdayakan.
• Tumbuhnya budaya "saling berbagi" di mana anggota secara proaktif menawarkan bantuan
dan pengetahuan tanpa harus selalu difasilitasi secara formal.
• Siswa menyadari penting kebersihan lingkungan dan mampu menjaganya.
• Siswa mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
BAB II LAPORAN KEGIATAN
A. Asses
Berikut adalah tahapannya:
1. Membentuk Tim Inti :
Tim Inti yang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan guru dari
semua mapel, serta tenaga kependidikan. Tim ini merupakan motor
penggerak dalam proses identifikasi.
2. Melakukan observasi pemberlajaran di kelas untuk memetakan
kebutuhan pengembangan profesional mereka terkait metode
pembelajaran inovatif, penilaian formatif, dan penggunaan
teknologi.
3. Menyebarkan angket kepada guru untuk mengetahui
pemahaman guru tentang pembelajaran mendalam
4. Melakukan diskusi kelompok terbatas bersama guru untuk
menemukan tantangan utama. Seperti
• Belum semua guru mampu merancang model ajar dengan model
pembelajaran mendalam
• Terbatasnya penggunan metode pembelajaran aktif
• Perlunya pendampingan intensif agar guru lebih percaya diri
dalam melaksanakan pembelajaran
B. DESIGN
Strategi yang dirancang antar lain:
1. Pengimbasan /Berbagi Pratik Baik Penyusunan modul ajar berbasis ikuiri kolaboratif dalam
pembelajaran mendalam
2. Pendampingan tatap muka untuk memberikan konsultasi berkelanjutan
3. Penguatan Kompetensi guru melalui komunitas belajar
4. Penggunaan media pembelajaran digital untuk mendukung eksplorasi siswa.
5. Diskusi kelompok guru (lesson study mini) untuk menyusun dan menguji strategi pembelajaran
mendalam.
5. Penetapan indikator keberhasilan berupa peningkatan keterlibatan siswa dan kualitas refleksi guru.
C. IMPLEMENT
Langkah-langkah pelaksanaan program meliputi:
A.Sosialisasi: penyampaian program kepada
guru dan siswa.
B.Pelaksanaan Pembelajaran: guru
menerapkan pembelajaran mendalam dengan
metode inkuiri kolaboratif di kelas. Siswa
diberi masalah nyata untuk dianalisis.
📌
Contoh Implemt yang sudah dilakukan dalam pembelajarn mendalam dengan
metode Inkuiri Kolaboratif
Bidang IPA – Lingkungan Hidup
Masalah:
Di sekitar sekolah, banyak sampah plastik berserakan yang menimbulkan
bau dan mengganggu kebersihan lingkungan.
Pertanyaan Inkuiri:
Mengapa sampah plastik sulit terurai?
Apa dampak sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan?
Bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik di sekolah?
Kegiatan Kolaboratif:
Siswa mencari informasi dari internet atau buku.
Diskusi kelompok untuk merancang solusi (bank sampah, ecobrick,
kampanye pengurangan plastik).
Presentasi hasil dan rekomendasi program sekolah ramah
lingkungan.
Refleksi Bersama: setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi
bersama untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan.
Monitoring: kepala sekolah dan tim kurikulum melakukan
observasi serta memberikan masukan perbaikan.
.4 Measure, Reflect, and Change
Measure: evaluasi dilakukan dengan instrumen observasi kelas,
wawancara guru, serta angket kepuasan siswa. Hasil menunjukkan
keterlibatan siswa meningkat, namun beberapa guru masih kesulitan
mengelola waktu diskusi.
Reflect: refleksi bersama menghasilkan catatan bahwa
pembelajaran mendalam efektif ketika guru berperan sebagai
fasilitator dan siswa lebih aktif membangun pengetahuan.
Change: tindak lanjut berupa pengembangan komunitas belajar
guru (teacher learning community) yang secara rutin membahas
praktik pembelajaran mendalam dan menyempurnakan Modul Ajar.
Measure (Pengukuran/Evaluasi)
Hasil evaluasi dari pelaksanaan pembelajaran mendalam:
Observasi kelas: siswa terlihat antusias saat diskusi, 4
dari 5 kelompok mampu menyusun solusi kreatif
(ecobrick, program bank sampah, dan kampanye
“bawa tumbler sendiri”).
Angket siswa: 80% siswa menyatakan lebih paham
dampak sampah plastik terhadap lingkungan.
Hasil presentasi: sebagian besar kelompok mampu
memaparkan solusi, namun ada kelompok yang masih
bingung menyusun langkah nyata.
Indikator ketercapaian: siswa lebih kritis dalam
menganalisis penyebab dan dampak sampah plastik,
serta mulai muncul ide untuk perbaikan di sekolah.
Reflect (Refleksi)
Temuan penting selama proses pembelajaran:
1. Siswa aktif berdiskusi, banyak ide kreatif muncul.Terjadi
kerja sama yang baik antara nggota kelompok.
2. Guru berhasil memfasilitasi dengan pertanyaan pemantik
yang membuat siswa berpikir kritis
3. Waktu diskusi kurang panjang sehingga beberapa ide tidak
sempat diperdalam.4. Tidak semua siswa percaya diri
menyampaikan pendapat di depan kelas.
Change (Perubahan/Perbaikan)
Upaya tindak lanjut untuk memperbaiki dan menguatkan program:
Perbaikan strategi pembelajaran: alokasi waktu diskusi ditambah,
guru memberikan panduan langkah penyusunan solusi (alur: masalah
→ ide → aksi nyata).
Penguatan keterampilan presentasi: memberikan latihan berbicara
di depan kelas agar siswa lebih percaya diri.
Tindak lanjut nyata di sekolah:
Membentuk tim “Sekolah Bebas Plastik” yang diketuai OSIS.
Menerapkan program “Satu Siswa Satu Tumbler”.
Membuat proyek ecobrick dari sampah plastik yang terkumpul.
Keberlanjutan: solusi yang sudah berjalan dievaluasi setiap bulan
melalui rapat kecil antara guru, OSIS, dan perwakilan kelas.
Tabel Analisis Measure, Reflect, and Changee
Tahap Uraian Analisis
Measure
(Pengukuran/Evaluasi)
- Observasi: siswa aktif diskusi, 4 dari 5 kelompok menyusun solusi kreatif
(ecobrick, bank sampah, tumbler). - Angket: 80% siswa lebih paham dampak
sampah plastik. - Presentasi: sebagian besar mampu menyampaikan solusi,
tetapi ada yang masih bingung dalam menyusun langkah nyata. - Indikator:
siswa lebih kritis menganalisis masalah lingkungan dan mulai muncul ide
solusi.
Reflect (Refleksi)
- Kekuatan: siswa antusias, ide beragam, kerja sama baik, guru berhasil
memfasilitasi. - Kelemahan: waktu diskusi kurang, sebagian siswa kurang
percaya diri, solusi belum sepenuhnya realistis.
Change
(Perbaikan/Perubahan)
- Tambah waktu diskusi, guru memberi panduan langkah penyusunan solusi.
- Latihan presentasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. - Tindak
lanjut nyata: tim "Sekolah Bebas Plastik", program "Satu Siswa Satu
Tumbler", proyek ecobrick. - Evaluasi berkala tiap bulan bersama OSIS, guru,
dan perwakilan kelas.
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pelaksanaan program pembelajaran mendalam melalui model inkuiri kolaboratif
telah berjalan dengan baik. Guru dan siswa semakin terbiasa berkolaborasi, serta
suasana kelas lebih interaktif. Meski demikian, diperlukan perbaikan pada
manajemen waktu dan peningkatan penggunaan media digital untuk memperkaya
proses pembelajaran.
B. Saran
1. Guru hendaknya terus berlatih menerapkan pembelajaran mendalam secara
konsisten.
2. Sekolah perlu menyediakan forum refleksi guru secara rutin.
3. Dukungan kepala sekolah sangat penting dalam bentuk penyediaan sarana
prasarana dan fasilitasi pengembangan profesional guru.
No
Hari/ Tanggal Kegiatan Catatan Penting
1.
Selasa, 19
Agustus 2025
Rapat Review Visi Misi Tujuan SMPN 2
Palembang
Kepala sekolah memberikan informasi hasil Raport mutu than
2025 sebagai rujukan review VMT
2
Senin, 1 Sept
2025
Pertemuan kecil TIM Kurilum, waka2
Kepala sekolah memberikan informasi hasil pelatihan PM
Kepsek secara singkat dan menyusun program RTL bersama
TIM
3
Selasa, 2
Sept 2025
Pengimbasan tentang Penyelarasan VMT
satuan pendidikan kepada warga sekolah
Guru antusias, ada masukan agar jadwal disesuaikan dengan
kegiatan sekolah
4.
Rabu, 3 Sept
2025
Diskusi dengan guru mapel tentang strategi
pembelajaran mendalam
Disepakati penggunaan konsep inquiry kolbortif di semua
jenjang
5
Kamis, 4 Sept
2025
Pengimbasan antar guru dan Pendampingan
dalam membuat RPP berbasis pembelajaran
mendalam
Kendala: waktu guru terbatas, solusi: pendampingan dilakukan
setelah jam pelajaran
6.
Senin, 8 Sept
Agustus 2025
Observasi Awal
Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran di
kelas VIII. Mengamati keterlibatan siswa
dalam diskusi dan cara guru mengelola
kelas.
Siswa masih pasif, guru lebih dominan. Diperlukan strategi
agar siswa lebih aktif.
7
Selasa , 9
Sept 2025
Diskusi & Assess
FGD dengan guru mata pelajaran membahas
kebutuhan, tantangan, dan peluang
penerapan pembelajaran mendalam.
Guru menyadari perlunya variasi metode. Antusias untuk
mencoba model inkuiri kolaboratif.
8 Rabu, 10 Sept
2025
Design RPP
Menyusun RPP berbasis inkuiri kolaboratif
dengan kelompok guru.
RPP memuat tahap orientasi masalah, eksplorasi, diskusi
kolaboratif, presentasi, dan refleksi.
Tabel 1. Jurnal Harian
Tabel 1. Jurnal Harian
No Hari/ Tanggal Kegiatan Catatan Penting
8.
Kamis, 11 Sept
2025
Implement 1
Guru A melaksanakan pembelajaran mendalam di
kelas IX menggunakan model inkuiri kolaboratif.
Siswa mulai berani bertanya, tapi diskusi masih
kurang terarah.
9
Senin , 15 Sept
2025
Refleksi Bersama
Guru dan peserta OJT melakukan refleksi atas
pelaksanaan hari sebelumnya.
Perlu perbaikan pada pengelolaan waktu diskusi
kelompok.
10
Selasa, 16 Sept
2025
Implementasi 2
Guru B melaksanakan RPP hasil revisi.
Siswa lebih aktif, presentasi kelompok berjalan baik.
11
Rabu 17
September 2025
Monitoring Kepala Sekolah
Kepala sekolah mengobservasi pelaksanaan
pembelajaran dan memberikan masukan.
Kepala sekolah mendukung, menyarankan
penggunaan media digital.
12
Kamis 18 Sept
2025
Measure & Evaluasi
Menggunakan instrumen monev, observasi kelas,
serta angket siswa.
Mayoritas siswa menyatakan pembelajaran lebih
menarik dan menantang.
13.
Jum’at 19
Septmebr 2025
Refleksi Akhir & Rekomendasi
Refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut berdasarkan
hasil observasi dan umpan balik.
DOKUMENTASI KEGIATAN
Tabel 2. Format RTL
Judul
Program
Tujuan Indikator Keberhasilan Langkah-Langkah Kegiatan
(Perencanaan,
Pelaksanaan, Monev,
Refleksi, Tindak Lanjut)
Sumber Daya Waktu
Pelaksanaan
8
Profil Lulusan
yang akan
dicapai
Gerakan
Sekolah
Bersih, Hidup
Sehat
Bersama
1. Meningkatkan
kesadaran warga sekolah
tentang pentingnya
kebersihan lingkungan
untuk kesehatan.
2. Menciptakan
lingkungan sekolah yang
bersih, sehat, dan
nyaman untuk proses
pembelajaran
90% warga sekolah terlibat
aktif dalam kegiatan
kebersihan.
- Lingkungan sekolah bebas
sampah setiap hari.
- Tersedianya sarana
kebersihan (tempat sampah,
(tempat sampah, alat
kebersihan) yang memadai
1. Sosialisasi program
kepada guru, siswa, dan
tenaga kependidikan.-
2. pembentukan tim
kebersihan sekolah.
3. Menyusun jadwal dan
SOP kebersihan.
4, Kegiatan rutin bersih
lingkungan setiap minggu.
5, - Penempatan dan
pemeliharaan tempat
sampah terpilah.
- Edukasi tentang
kebersihan dan kesehatan.
Monev
- Pemantauan
-Kepala sekolah
dan guru
pembina
-- Siswa
OSIS/ekstrakurik
uler peduli
lingkungan
--Masyarakat
sekitar
-- Instansi terkait
(Disdik,
Puskesas)
-- Alat
kebersihan
(sapu, pengki,
tong sampah
terpilah)
-- Dana BOS atau
1.eptember –
Desember
2025
(berkelanjuta
n setiap
semester)
--Kesehatan
-Kolaborasi
-Kreativitas
-Komunikasi
--Mandiri
Tabel 2. Format RTL
Judul
Program
Tujuan Indikator Keberhasilan Langkah-Langkah Kegiatan
(Perencanaan,
Pelaksanaan, Monev,
Refleksi, Tindak Lanjut)
Sumber Daya Waktu
Pelaksanaan
8
Profil Lulusan
yang akan
dicapai
, Kegiatan rutin bersih
lingkungan setiap minggu
(operasi semut, kegiatan
gotong royong disekitar
lingkungan . masyrakat
sekitarnya)
. Membuat
poster2/banner tentang
kebersihan
-lomba keberihan antar
kelas seetiap minggu
5, - Penempatan dan
pemeliharaan tempat
sampah terpilah.
- Edukasi tentang
kebersihan dan
kesehatan.
Monev
- Pemantauan

laporanOTbbbbbbbbbbbbbpembelajarannnnnnnn

  • 1.
    SMP Negeri 2Palembang Dra Hj Khoiriah, M.Pd Laporan On the Job Training PEMBELAJARAN MENDALAM KEPALA SEKOLAH
  • 2.
    Profile Nama Sekolah :SMPN 2 Plg NPSN : 10603695 Alamat : Jl, AKBP. M Amin. 24 Ilir Bukit Kecil Palembang Akreditasi : A
  • 4.
    KATA PENGANTAR Puji syukurke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya laporan On the Job Training (OJT) ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan ini disusun sebagai bagian dari implementasi program Pengelolaan Pembelajaran Mendalam di sekolah SMP Negeri 2 dengan menggunakan model inkuiri kolaboratif. Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang 2.Bapak/Ibu Fasilitator selaku mentor yang telah memberikan arahan dan masukan. 3.Bapak/Ibu kepala Sekolah peserta Bimtek yang telah bekerja sama dan berbagi ilmu. 4.Rekan-rekan dewan guru dan pegawai SMP Negeri 2 atas kerja sama dan dukungannya. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat praktis dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kita. Palembang, September 2025 Penulis
  • 5.
    DAFTAR ISI BAB I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.......................................................1 B. Tujuan Penyusunan Program ............................................. 2 C.Hasil yang Diharapkan .......................................................... 3 BAB II. LAPORAN KEGIATAN D.A s s e s ........................................................................ ................... 4 E. Design..........................................................................................7 F. Implement................................................................................................ G.Measure, Reflect and Change..................................................... BAB III KESIMPULAN DAN SARAN H.Kesimpulan.............................................................................................. I.Saran............................................................................................................. LAMPIRAN Jurnal harian, Dokumentasi kegiatan
  • 6.
    BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Perubahan paradigma pembelajaran saat ini menuntut sekolah untuk tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai upaya agar siswa mampu memahami konsep, mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, dan memecahkan masalah secara kolaboratif. Namun, dalam praktik di sekolah masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, kurangnya variasi strategi, dan keterbatasan refleksi bersama antar guru. Oleh karena itu, melalui program OJT ini, penulis melaksanakan model inkuiri kolaboratif untuk meningkatkan pengelolaan pembelajaran mendalam berfokus pada penguasaan 8 Dimensi Profil Lulusan yaitu Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kesehatan dan Komunikasi. Untuk mencapai hal ini, peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran menjadi sangat penting. Kepala sekolah harus mampu memfasilitasi, memotivasi, dan membimbing guru untuk bertransformasi dari metode mengajar konvensional ke metode yang berpusat pada murid dan mendorong pemikiran tingkat tinggi. Oleh karena itu, kegiatan OJT ini diarahkan untuk membekali kepala sekolah dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam merancang serta mengimplementasikan kepemimpinan yang efektif untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di SMPNegeri2Palembang
  • 7.
    B. Tujuan PenyusunanProgram 1. Mengembangkan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam berbasis inkuiri kolaboratif. 2. Meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. 3. Menumbuhkan budaya refleksi dan kolaborasi di lingkungan sekolah. 4. Meningkatkan pemahaman konseptual dan praktis kepala sekolah mengenai pembelajaran mendalam dan 8 Dimensi Profil Lulusan 5. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam. 6. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik yang konstruktif dan memotivasi. 7. Mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung pembelajaran mendalam.
  • 8.
    C. Hasil yangdiharapkan • Guru mampu merancang dan melaksanakan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam. • Sekolah memiliki motode pengelolaan pembelajaran mendalam yang berkelanjutan. • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas, anggota mendapatwawasan, ilmu, atau keterampilan baru yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka melalui sesi-sesi yang diadakan. • Meningkatnya rasa memiliki terhadap komunitas karena merasa menjadi bagian dari ekosistem yang saling mendukung dan memberdayakan. • Tumbuhnya budaya "saling berbagi" di mana anggota secara proaktif menawarkan bantuan dan pengetahuan tanpa harus selalu difasilitasi secara formal. • Siswa menyadari penting kebersihan lingkungan dan mampu menjaganya. • Siswa mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
  • 9.
    BAB II LAPORANKEGIATAN A. Asses Berikut adalah tahapannya: 1. Membentuk Tim Inti : Tim Inti yang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan guru dari semua mapel, serta tenaga kependidikan. Tim ini merupakan motor penggerak dalam proses identifikasi. 2. Melakukan observasi pemberlajaran di kelas untuk memetakan kebutuhan pengembangan profesional mereka terkait metode pembelajaran inovatif, penilaian formatif, dan penggunaan teknologi. 3. Menyebarkan angket kepada guru untuk mengetahui pemahaman guru tentang pembelajaran mendalam 4. Melakukan diskusi kelompok terbatas bersama guru untuk menemukan tantangan utama. Seperti • Belum semua guru mampu merancang model ajar dengan model pembelajaran mendalam • Terbatasnya penggunan metode pembelajaran aktif • Perlunya pendampingan intensif agar guru lebih percaya diri dalam melaksanakan pembelajaran
  • 10.
    B. DESIGN Strategi yangdirancang antar lain: 1. Pengimbasan /Berbagi Pratik Baik Penyusunan modul ajar berbasis ikuiri kolaboratif dalam pembelajaran mendalam 2. Pendampingan tatap muka untuk memberikan konsultasi berkelanjutan 3. Penguatan Kompetensi guru melalui komunitas belajar 4. Penggunaan media pembelajaran digital untuk mendukung eksplorasi siswa. 5. Diskusi kelompok guru (lesson study mini) untuk menyusun dan menguji strategi pembelajaran mendalam. 5. Penetapan indikator keberhasilan berupa peningkatan keterlibatan siswa dan kualitas refleksi guru.
  • 11.
    C. IMPLEMENT Langkah-langkah pelaksanaanprogram meliputi: A.Sosialisasi: penyampaian program kepada guru dan siswa. B.Pelaksanaan Pembelajaran: guru menerapkan pembelajaran mendalam dengan metode inkuiri kolaboratif di kelas. Siswa diberi masalah nyata untuk dianalisis. 📌 Contoh Implemt yang sudah dilakukan dalam pembelajarn mendalam dengan metode Inkuiri Kolaboratif Bidang IPA – Lingkungan Hidup Masalah: Di sekitar sekolah, banyak sampah plastik berserakan yang menimbulkan bau dan mengganggu kebersihan lingkungan. Pertanyaan Inkuiri: Mengapa sampah plastik sulit terurai? Apa dampak sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan? Bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik di sekolah? Kegiatan Kolaboratif: Siswa mencari informasi dari internet atau buku. Diskusi kelompok untuk merancang solusi (bank sampah, ecobrick, kampanye pengurangan plastik). Presentasi hasil dan rekomendasi program sekolah ramah lingkungan. Refleksi Bersama: setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi bersama untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan. Monitoring: kepala sekolah dan tim kurikulum melakukan observasi serta memberikan masukan perbaikan.
  • 12.
    .4 Measure, Reflect,and Change Measure: evaluasi dilakukan dengan instrumen observasi kelas, wawancara guru, serta angket kepuasan siswa. Hasil menunjukkan keterlibatan siswa meningkat, namun beberapa guru masih kesulitan mengelola waktu diskusi. Reflect: refleksi bersama menghasilkan catatan bahwa pembelajaran mendalam efektif ketika guru berperan sebagai fasilitator dan siswa lebih aktif membangun pengetahuan. Change: tindak lanjut berupa pengembangan komunitas belajar guru (teacher learning community) yang secara rutin membahas praktik pembelajaran mendalam dan menyempurnakan Modul Ajar.
  • 13.
    Measure (Pengukuran/Evaluasi) Hasil evaluasidari pelaksanaan pembelajaran mendalam: Observasi kelas: siswa terlihat antusias saat diskusi, 4 dari 5 kelompok mampu menyusun solusi kreatif (ecobrick, program bank sampah, dan kampanye “bawa tumbler sendiri”). Angket siswa: 80% siswa menyatakan lebih paham dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Hasil presentasi: sebagian besar kelompok mampu memaparkan solusi, namun ada kelompok yang masih bingung menyusun langkah nyata. Indikator ketercapaian: siswa lebih kritis dalam menganalisis penyebab dan dampak sampah plastik, serta mulai muncul ide untuk perbaikan di sekolah.
  • 14.
    Reflect (Refleksi) Temuan pentingselama proses pembelajaran: 1. Siswa aktif berdiskusi, banyak ide kreatif muncul.Terjadi kerja sama yang baik antara nggota kelompok. 2. Guru berhasil memfasilitasi dengan pertanyaan pemantik yang membuat siswa berpikir kritis 3. Waktu diskusi kurang panjang sehingga beberapa ide tidak sempat diperdalam.4. Tidak semua siswa percaya diri menyampaikan pendapat di depan kelas.
  • 15.
    Change (Perubahan/Perbaikan) Upaya tindaklanjut untuk memperbaiki dan menguatkan program: Perbaikan strategi pembelajaran: alokasi waktu diskusi ditambah, guru memberikan panduan langkah penyusunan solusi (alur: masalah → ide → aksi nyata). Penguatan keterampilan presentasi: memberikan latihan berbicara di depan kelas agar siswa lebih percaya diri. Tindak lanjut nyata di sekolah: Membentuk tim “Sekolah Bebas Plastik” yang diketuai OSIS. Menerapkan program “Satu Siswa Satu Tumbler”. Membuat proyek ecobrick dari sampah plastik yang terkumpul. Keberlanjutan: solusi yang sudah berjalan dievaluasi setiap bulan melalui rapat kecil antara guru, OSIS, dan perwakilan kelas.
  • 16.
    Tabel Analisis Measure,Reflect, and Changee Tahap Uraian Analisis Measure (Pengukuran/Evaluasi) - Observasi: siswa aktif diskusi, 4 dari 5 kelompok menyusun solusi kreatif (ecobrick, bank sampah, tumbler). - Angket: 80% siswa lebih paham dampak sampah plastik. - Presentasi: sebagian besar mampu menyampaikan solusi, tetapi ada yang masih bingung dalam menyusun langkah nyata. - Indikator: siswa lebih kritis menganalisis masalah lingkungan dan mulai muncul ide solusi. Reflect (Refleksi) - Kekuatan: siswa antusias, ide beragam, kerja sama baik, guru berhasil memfasilitasi. - Kelemahan: waktu diskusi kurang, sebagian siswa kurang percaya diri, solusi belum sepenuhnya realistis. Change (Perbaikan/Perubahan) - Tambah waktu diskusi, guru memberi panduan langkah penyusunan solusi. - Latihan presentasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. - Tindak lanjut nyata: tim "Sekolah Bebas Plastik", program "Satu Siswa Satu Tumbler", proyek ecobrick. - Evaluasi berkala tiap bulan bersama OSIS, guru, dan perwakilan kelas.
  • 17.
    BAB III SIMPULANDAN SARAN A. Kesimpulan Pelaksanaan program pembelajaran mendalam melalui model inkuiri kolaboratif telah berjalan dengan baik. Guru dan siswa semakin terbiasa berkolaborasi, serta suasana kelas lebih interaktif. Meski demikian, diperlukan perbaikan pada manajemen waktu dan peningkatan penggunaan media digital untuk memperkaya proses pembelajaran. B. Saran 1. Guru hendaknya terus berlatih menerapkan pembelajaran mendalam secara konsisten. 2. Sekolah perlu menyediakan forum refleksi guru secara rutin. 3. Dukungan kepala sekolah sangat penting dalam bentuk penyediaan sarana prasarana dan fasilitasi pengembangan profesional guru.
  • 18.
    No Hari/ Tanggal KegiatanCatatan Penting 1. Selasa, 19 Agustus 2025 Rapat Review Visi Misi Tujuan SMPN 2 Palembang Kepala sekolah memberikan informasi hasil Raport mutu than 2025 sebagai rujukan review VMT 2 Senin, 1 Sept 2025 Pertemuan kecil TIM Kurilum, waka2 Kepala sekolah memberikan informasi hasil pelatihan PM Kepsek secara singkat dan menyusun program RTL bersama TIM 3 Selasa, 2 Sept 2025 Pengimbasan tentang Penyelarasan VMT satuan pendidikan kepada warga sekolah Guru antusias, ada masukan agar jadwal disesuaikan dengan kegiatan sekolah 4. Rabu, 3 Sept 2025 Diskusi dengan guru mapel tentang strategi pembelajaran mendalam Disepakati penggunaan konsep inquiry kolbortif di semua jenjang 5 Kamis, 4 Sept 2025 Pengimbasan antar guru dan Pendampingan dalam membuat RPP berbasis pembelajaran mendalam Kendala: waktu guru terbatas, solusi: pendampingan dilakukan setelah jam pelajaran 6. Senin, 8 Sept Agustus 2025 Observasi Awal Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran di kelas VIII. Mengamati keterlibatan siswa dalam diskusi dan cara guru mengelola kelas. Siswa masih pasif, guru lebih dominan. Diperlukan strategi agar siswa lebih aktif. 7 Selasa , 9 Sept 2025 Diskusi & Assess FGD dengan guru mata pelajaran membahas kebutuhan, tantangan, dan peluang penerapan pembelajaran mendalam. Guru menyadari perlunya variasi metode. Antusias untuk mencoba model inkuiri kolaboratif. 8 Rabu, 10 Sept 2025 Design RPP Menyusun RPP berbasis inkuiri kolaboratif dengan kelompok guru. RPP memuat tahap orientasi masalah, eksplorasi, diskusi kolaboratif, presentasi, dan refleksi. Tabel 1. Jurnal Harian
  • 19.
    Tabel 1. JurnalHarian No Hari/ Tanggal Kegiatan Catatan Penting 8. Kamis, 11 Sept 2025 Implement 1 Guru A melaksanakan pembelajaran mendalam di kelas IX menggunakan model inkuiri kolaboratif. Siswa mulai berani bertanya, tapi diskusi masih kurang terarah. 9 Senin , 15 Sept 2025 Refleksi Bersama Guru dan peserta OJT melakukan refleksi atas pelaksanaan hari sebelumnya. Perlu perbaikan pada pengelolaan waktu diskusi kelompok. 10 Selasa, 16 Sept 2025 Implementasi 2 Guru B melaksanakan RPP hasil revisi. Siswa lebih aktif, presentasi kelompok berjalan baik. 11 Rabu 17 September 2025 Monitoring Kepala Sekolah Kepala sekolah mengobservasi pelaksanaan pembelajaran dan memberikan masukan. Kepala sekolah mendukung, menyarankan penggunaan media digital. 12 Kamis 18 Sept 2025 Measure & Evaluasi Menggunakan instrumen monev, observasi kelas, serta angket siswa. Mayoritas siswa menyatakan pembelajaran lebih menarik dan menantang. 13. Jum’at 19 Septmebr 2025 Refleksi Akhir & Rekomendasi Refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut berdasarkan hasil observasi dan umpan balik.
  • 20.
  • 21.
    Tabel 2. FormatRTL Judul Program Tujuan Indikator Keberhasilan Langkah-Langkah Kegiatan (Perencanaan, Pelaksanaan, Monev, Refleksi, Tindak Lanjut) Sumber Daya Waktu Pelaksanaan 8 Profil Lulusan yang akan dicapai Gerakan Sekolah Bersih, Hidup Sehat Bersama 1. Meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya kebersihan lingkungan untuk kesehatan. 2. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk proses pembelajaran 90% warga sekolah terlibat aktif dalam kegiatan kebersihan. - Lingkungan sekolah bebas sampah setiap hari. - Tersedianya sarana kebersihan (tempat sampah, (tempat sampah, alat kebersihan) yang memadai 1. Sosialisasi program kepada guru, siswa, dan tenaga kependidikan.- 2. pembentukan tim kebersihan sekolah. 3. Menyusun jadwal dan SOP kebersihan. 4, Kegiatan rutin bersih lingkungan setiap minggu. 5, - Penempatan dan pemeliharaan tempat sampah terpilah. - Edukasi tentang kebersihan dan kesehatan. Monev - Pemantauan -Kepala sekolah dan guru pembina -- Siswa OSIS/ekstrakurik uler peduli lingkungan --Masyarakat sekitar -- Instansi terkait (Disdik, Puskesas) -- Alat kebersihan (sapu, pengki, tong sampah terpilah) -- Dana BOS atau 1.eptember – Desember 2025 (berkelanjuta n setiap semester) --Kesehatan -Kolaborasi -Kreativitas -Komunikasi --Mandiri
  • 22.
    Tabel 2. FormatRTL Judul Program Tujuan Indikator Keberhasilan Langkah-Langkah Kegiatan (Perencanaan, Pelaksanaan, Monev, Refleksi, Tindak Lanjut) Sumber Daya Waktu Pelaksanaan 8 Profil Lulusan yang akan dicapai , Kegiatan rutin bersih lingkungan setiap minggu (operasi semut, kegiatan gotong royong disekitar lingkungan . masyrakat sekitarnya) . Membuat poster2/banner tentang kebersihan -lomba keberihan antar kelas seetiap minggu 5, - Penempatan dan pemeliharaan tempat sampah terpilah. - Edukasi tentang kebersihan dan kesehatan. Monev - Pemantauan