 Pengertian Kepemimpinan Demokratis
 Gaya Kepemimpinan Demokratis
menurut Siagian
 Hambatan-Hambatan pada Gaya
Kepemimpinan Demokratis
Gaya demokratis dalam kepemimpinan
pemerintahan adalah cara seorang
pemimpin dalam menghadapi
bawahan dan masyarakatnya dengan
memakai metode pembagian tugas
yang merata, adil, dan terbuka.
a) Memiliki pandangan, betapa pun besarnya sumber
daya dan dana yang tersedia bagi organisasi,
kesemuanya itu tidaklah berarti apa-apa kecuali
digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia dalam
organisasi demi kepentingan pencapaian tujuan
dan berbagai sasaran organisasi.
b) Dalam kehidupan organisasional, tidak boleh segala
kegiatan hanya dilakukan oleh seorang pemimpin,
maka dari itu selalu mengusahakan adanya
pendelegasian wewenang yang praktis dan realistis
tanpa kehilangan kendali organisasional.
c) Para bawahan dilibatkan secara aktif dalam
menentukan dalam menentukan nasib sendiri
melalui peran sertanya dalam proses pengambilan
keputusan.
d) Kesungguhan yang nyata dalam
memperlakukan bawahan sebagai
makhluk politik, ekonomi, maupun sosial
dengan karakteristik dan jati diri yang
mempunyai kebutuhan kompleks.
e) Usaha memperoleh pengakuan yang tulus
dari para bawahan atas kepemimpinan
orang yang bersangkutan didasarkan
pada pembuktian kemampuan
kepemimpinannya, dan bukan sekedar
karena memiliki wewenang.
1. Persoalan pertama adalah bahwa sistem
kepemimpinan demokratis merupakan hasil buatan
orang, khususnya orang-orang yang mempunyai
wewenang membangun sistem politik negara.
2. Persoalan kedua adalah bahwa sekalipun ada
sistem politik demokratis tetapi para pelaku politik
kurang bersifat demokratis, maka tidak akan ada
kondisi masyarakat yang demokratis.
3. Diperlukan kepemimpinan yang cukup
kuat, dengan didukung kepemimpinan di bidang
ekonomi dan keamanan, untuk membuat ekonomi
maju. Dan itu akan memberikan dampak positif
dalam perkembangan demokrasi.
Kepemimpinan demokratis

Kepemimpinan demokratis

  • 2.
     Pengertian KepemimpinanDemokratis  Gaya Kepemimpinan Demokratis menurut Siagian  Hambatan-Hambatan pada Gaya Kepemimpinan Demokratis
  • 3.
    Gaya demokratis dalamkepemimpinan pemerintahan adalah cara seorang pemimpin dalam menghadapi bawahan dan masyarakatnya dengan memakai metode pembagian tugas yang merata, adil, dan terbuka.
  • 4.
    a) Memiliki pandangan,betapa pun besarnya sumber daya dan dana yang tersedia bagi organisasi, kesemuanya itu tidaklah berarti apa-apa kecuali digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia dalam organisasi demi kepentingan pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi. b) Dalam kehidupan organisasional, tidak boleh segala kegiatan hanya dilakukan oleh seorang pemimpin, maka dari itu selalu mengusahakan adanya pendelegasian wewenang yang praktis dan realistis tanpa kehilangan kendali organisasional. c) Para bawahan dilibatkan secara aktif dalam menentukan dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.
  • 5.
    d) Kesungguhan yangnyata dalam memperlakukan bawahan sebagai makhluk politik, ekonomi, maupun sosial dengan karakteristik dan jati diri yang mempunyai kebutuhan kompleks. e) Usaha memperoleh pengakuan yang tulus dari para bawahan atas kepemimpinan orang yang bersangkutan didasarkan pada pembuktian kemampuan kepemimpinannya, dan bukan sekedar karena memiliki wewenang.
  • 6.
    1. Persoalan pertamaadalah bahwa sistem kepemimpinan demokratis merupakan hasil buatan orang, khususnya orang-orang yang mempunyai wewenang membangun sistem politik negara. 2. Persoalan kedua adalah bahwa sekalipun ada sistem politik demokratis tetapi para pelaku politik kurang bersifat demokratis, maka tidak akan ada kondisi masyarakat yang demokratis. 3. Diperlukan kepemimpinan yang cukup kuat, dengan didukung kepemimpinan di bidang ekonomi dan keamanan, untuk membuat ekonomi maju. Dan itu akan memberikan dampak positif dalam perkembangan demokrasi.