Puisi ini menggambarkan kebingungan penulis tentang tuntutan dan harapan yang datang dari orang lain. Penulis merasa terjebak antara mengikuti perintah dan prinsip sendiri, sekaligus menghadapi ketidakadilan serta kebohongan. Pertanyaan 'kau ini bagaimana?' menjadi refleksi atas berbagai kontradiksi dalam hubungan tersebut.