KALENDER PENGAWASAN
PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI BARAT TAHUN 2017
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
1. Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan
a. KPU keliru dalam
menetapkan jumlah
persyaratan dukungan
bagi Paslon perseora-
ngan dengan tidak
berdasarkan jumlah
DPT Pilpres 2014;
b. KPU tidak menetapkan
jumlah minimal
dukungan berdasarkan
DPT Pilpres 2014dan
sebarannya melalui
SK;
c. KPU tidak
menyebutkan jumlah
DPT Pilpres 2014
dalam SK;
d. KPU tidak
menyebutkan jumlah
minimal dukungan
dalam SK;
e. KPU tidak
menyerahkan salinan
SK tersebut kepada
Bawaslu;
f. KPU tidak
mengumumkan jadwal,
waktu, dan tempat
penyerahan dukungan
calon perseorangan
selama 14 hari;
g. KPU tidak
mencantumkan SK
Penetapan Jumlah
Miimal Dukungan dan
Sebarannya dalam
pengumuman;
h. KPU tidak
a. Memastikan KPU
menetapkan jumlah
persyaratan dukungan
bagi Paslon perseora-
ngan dengan
berdasarkan jumlah
DPT Pilpres 2014;
b. Memastikan KPU
menetapkan jumlah
minimal dukungan
berdasarkan DPT
Pilpres 2014 dan
sebaran melalui SK;
c. Memastikan KPU
menyebutkan jumlah
DPT Pilpres 2014
dalam SK;
d. Memastikan KPU
menyebutkan jumlah
minimal dukungan
dalam SK;
e. Memastikan KPU
menyerahkan salinan
SK tersebut kepada
Bawaslu;
f. Memastikan KPU
mengumumkan jadwal,
waktu, dan tempat
penyerahan dukungan
calon perseorangan
selama 14 hari;
g. Memastikan KPU
mencantumkan SK
Penetapan Jumlah
Miimal Dukungan dan
Sebarannya dalam
pengumuman;
h. Memastikan KPU
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan.
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan;
dan
b. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek keterpenuhan
muatan materi
Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan.
Dalam hal Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan tidak
memenuhi muatan materi
Pengumuman
Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan
sebagaimana ketentuan
peraturan perundang-
undangan, Bawaslu
merekomendasikan
perbaikan kepada KPU
agar dapat memberikan
informasi yang jelas dan
akurat bagi Calon
Perseorangan yang
hendak mengajukan
dukungan.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
1
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
memperhatikan daya
jangkau pengumuman
dengan tidak
mengumumkan pada
media cetak, media
elektronik, dan
website.
memperhatikan daya
jangkau pengumuman
dengan
mengumumkan pada
media cetak, media
elektronik, dan
website.
2. Penyerahan Syarat
Dukungan Pasangan
Calon Perseorangan
a. Bakal Pasangan Calon
perseorangan tidak
memenuhi jumlah
minimal dukungan dan
persebarannya;
b. Dokumen dukungan
diserahkan tidak
dilampiri fotokopi
identitas
kependudukan dan
rekapitulasi jumlah
dukungan;
c. Bakal Pasangan Calon
perseorangan tidak
menggunakan Formulir
Model B.1 KWK dan
Model B.2 KWK;
d. Dukungan dengan
menggunakan Surat
Identitas Lain
dikeluarkan secara
kolektif;
e. Bakal Pasangan Calon
perseorangan tidak
menyerahkan
rekapitulasi dukungan
dalam bentuk hardcopy
maupun softcopy serta
tidak dibuat dalam 3
(tiga) rangkap;
f. Bakal Pasangan Calon
tidak mengelompokkan
surat pernyataan
a. Memastikan Bakal
Pasangan Calon
memenuhi jumlah
minimal dukungan dan
persebarannya;
b. Memastikan dokumen
dukungan dilampiri
dengan fotokopi
identitas
kependudukan dan
rekapitulasi jumlah
dukungan;
c. Memastikan Bakal
Pasangan Calon
perseorangan
menggunakan Formulir
Model B.1 KWK dan
Model B.2 KWK;
d. Memastikan dukungan
dengan menggunakan
Surat Identitas Lain
tidak dikeluarkan
secara kolektif;
e. Memastikan Bakal
Pasangan Calon
menyerahkan
rekapitulasi dukungan
dalam bentuk hardcopy
maupun softcopy serta
dibuat dalam 3 (tiga)
rangkap;
f. Memastikan Bakal
Pasangan Calon
mengelompokkan surat
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan Syarat
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan.
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan Syarat
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan.
a. Pengawasan Literatur
atas pelaksanaan
penyerahan dukungan
Bakal Calon
Perseorangan dengan
memastikan :
1. Keterpenuhan jumlah
minimal dukungan
dan persebarannya;
2. Ketaatan Bakal
Pasangan Calon
menyerahkan
dokumen dengan
dilampiri fotokopi
identitas
kependudukan dan
rekapitulasi jumlah
dukungan;
3. Ketaatan Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan
menggunakan
Formulir Model B.1
KWK dan Model B.2
KWK;
4. Ketaatan Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan tidak
menggunakan
dukungan Surat
Identitas Lain secara
kolektif;
5. Ketaatan Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan
Dalam hal penyerahan
dukungan calon
prseorangan terdapat hal-
hal yang tidak sesuai
dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan.
Bawaslu
merekomendasikan saran
kepada KPU agar dapat
memberikan ruang
perbaikan kepada Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan dalam
masa penyerahan
dokumen dukungan.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
2
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
dukungan dan
rekapitulasi dukungan
berdasarkan wilayah
desa/kelurahan pada
Formulir B.2 KWK;
g. KPU mengabaikan
ketepatan waktu
dengan menerima
dukungan diluar batas
waktu yang telah
ditetapkan;
h. Petugas KPU tidak
membubuhkan paraf
dan cap basah pada
salinan arsip Bakal
Pasangan Calon;
i. KPU tidak memberikan
akses data dan
informasi kepada
Bawaslu.
pernyataan dukungan
dan rekapitulasi
dukungan berdasarkan
wilayah
desa/kelurahan pada
Formulir B.2 KWK;
g. Memastikan KPU tidak
mengabaikan
ketepatan waktu dan
menerima dukungan
sesuai batas waktu
yang telah ditetapkan;
h. Memastikan Petugas
KPU membubuhkan
paraf dan cap basah
pada salinan arsip
Bakal Pasangan
Calon;
i. Memastikan KPU
memberikan akses
data dan informasi
kepada Bawaslu.
menyerahkan
rekapitulasi
dukungan dalam
bentuk hardcopy
maupun softcopy
serta dibuat dalam 3
(tiga) rangkap; dan
6. Ketaatan Bakal
Pasangan Calon
mengelompokkan
surat pernyataan
dukungan dan
rekapitulasi
dukungan
berdasarkan wilayah
desa/kelurahan;
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
penyerahan dukungan
Bakal Calon
Perseorangan dengan
memastikan :
1. Ketaatan KPU dalam
menerima dukungan
sesuai batas waktu
yang telah
ditetapkan;
2. Ketaatan Petugas
KPU membubuhkan
paraf dan cap basah
pada salinan arsip
Bakal Pasangan
Calon; dan
3. KPU memberikan
akses data dan
informasi kepada
Bawaslu.
3
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
3. Penelitian Jumlah
Minimal Dukungan
dan Analisa
Dukungan Ganda
a. KPU tidak melakukan
penelitian terhadap
jumlah minimal
dukungan dan
persebarannya dalam
softcopy Formulir
Model B.1 KWK;
b. KPU tidak melakukan
penelitian kesesuaian
jumlah minimal
dukungan yang
terdapat dalam
softcopy dengan
hardcopy Formulir
Model B.1 KWK;
c. KPU tidak membuat
Berita Acara Hasil
Penelitian serta tanda
terima untuk dokumen
yang telah sesuai
antara softcopy
dengan hardcopy;
d. KPU tidak melakukan
analisa dukungan
ganda baik ganda
dalam satu Pasangan
Calon maupun ganda
antar Pasangan Calon;
e. KPU tidak
menyampaikan salinan
BA Hasil Penelitian
Dugaan Dukungan
Ganda kepada Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan;
f. KPU tidak melakukan
prosedur yang benar
dan/atau standar sama
dalam melakukan
penelitian administrasi
dan dukungan ganda.
a. Memastikan KPU
melakukan penelitian
terhadap jumlah
minimal dukungan dan
persebarannya dalam
softcopy Formulir
Model B.1 KWK;
b. Memastikan KPU
melakukan penelitian
kesesuaian jumlah
minimal dukungan
yang terdapat dalam
softcopy dengan
hardcopy Formulir
Model B.1 KWK;
c. Memastikan KPU
membuat Berita Acara
Hasil Penelitian serta
tanda terima untuk
dokumen yang telah
sesuai antara softcopy
dengan hardcopy;
d. Memastikan KPU
melakukan analisa
dukungan ganda baik
ganda dalam satu
Pasangan Calon
maupun ganda antar
Pasangan Calon;
e. Memastikan KPU
menyampaikan salinan
BA Hasil Penelitian
Dugaan Dukungan
Ganda kepada Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan;
f. Memastikan KPU
melakukan prosedur
yang benar dan/atau
standar sama dalam
melakukan penelitian
administrasi dan
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan Penelitian
Jumlah Minimal
Dukungan dan
Analisa Dukungan
Ganda
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan Penelitian
Jumlah Minimal
Dukungan dan
Analisa Dukungan
Ganda
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Penelitian
Jumlah Minimal
Dukungan dan Analisa
Dukungan Ganda serta
membuka memberikan
akses data dan informasi
kepada Bawaslu untuk
melakukan pengawasan;
dan
b. Pengawasan Literatur
terhadap keterpenuhan
jumlah minimal
dukungan dan indikasi
dukungan ganda dengan
cara :
1. Melakukan
penelitian terhadap
jumlah minimal
dukungan dan
persebarannya
dalam softcopy
Formulir Model B.1
KWK;
2. Melakukan
penelitian
kesesuaian jumlah
minimal dukungan
yang terdapat
dalam softcopy
dengan hardcopy
Formulir Model B.1
KWK;
3. Melakukan analisa
dukungan ganda
a. Dalam hal ditemukan
adanya
ketidaksesuaian antara
jumlah minimal
dukungan dalam
softcopy dengan
formulir Model B.1
KWK, Bawaslu
rekomendasikan saran
kepada KPU agar
membuat Berita Acara
dan mengembalikan
dokumen dukungan
untuk diperbaiki dalam
masa penyerahan
dokumen dukungan;
b. Dalam hal Pasangan
Calon tidak memenuhi
jumlah minimal
dukungan dan
sebarannya hingga
akhir masa penyerahan
dokumen dukungan,
Bawaslu
rekomendasikan
kepada KPU agar
menerbitkan Keputusan
Penetapan Pasangan
Calon Tidak Memenuhi
Syarat;
c. Dalam hal ditemukan
adanya dukungan
ganda antar pasangan
calon, Bawaslu
rekomendasikan
kepada KPU agar
melakukan penelitian
faktual; dan
d. Dalam hal ditemukan
dukungan ganda dalam
satu pasangan calon,
Bawaslu
4
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
g. KPU tidak memberikan
akses data dan
informasi kepada
Bawaslu.
dukungan ganda.
g. Memastikan KPU
memberikan akses
data dan informasi
kepada Bawaslu.
baik ganda dalam
satu Pasangan
Calon maupun
ganda antar
Pasangan Calon;
c. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Penelitian Jumlah
Minimal Dukungan dan
Analisa Dukungan
Ganda dengan cara :
1. Memastikan KPU
membuat Berita
Acara Hasil Penelitian
serta membuat Tanda
Terima untuk
dokumen yang telah
sesuai antara
softcopy dengan
hardcopy;
2. KPU menyampaikan
salinan BA Hasil
Penelitian Dugaan
Dukungan Ganda
kepada Bakal
Pasangan Calon
Perseorangan;
3. KPU melakukan
prosedur yang benar
dan/atau standar
sama dalam
melakukan penelitian
administrasi dan
dukungan ganda.
rekomendasikan
kepada KPU agar
dukungan hanya
dihitung satu.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
4. Penelitian
Administrasi dan
Faktual Dukungan di
Tingkat Desa/Kel
Penelitian Administrasi :
a. PPS tidak meneliti
keabsahan surat
dukungan pada
Formulir Model B.1
KWK;
b. PPS tidak meneliti
kesesuaian antara
Penelitian Administrasi :
a. Memastikan PPS
meneliti keabsahan
surat dukungan pada
Formulir Model B.1
KWK;
b. Memastikan PPS
meneliti kesesuaian
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan Penelitian
Administrasi dan
Faktual Dukungan
di Tingkat
Desa/Kelurahan;
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU agar
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
Penelitian Administrasi :
a. Dalam hal Formulir
Model B.1-KWK
Perseorangan tidak
ditandatangani diatas
materai oleh Pasangan
Calon Perseorangan,
PPS tetap melakukan
5
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
daftar nama dan
alamat pendukung
pada Formulir Model
B.1 KWK dengan
identitas
kependudukan
pendukung;
c. PPS tidak meneliti
kesesuaian antara
alamat pendukung
dengan daerah
pemilihan;
d. PPS tidak meneliti
kelengkapan lampiran
dokumen pendukung;
e. PPS tidak meneliti
kesesuaian alamat
pendukung dengan
alamat administrasi
PPS;
f. PPS tidak meneliti
surat identitas
kependudukan untuk
memastikan
pemenuhan syarat usia
dan/atau status
perkawinan
pendukung.
g. PPS tidak
menuangkan Hasil
Penelitian Administrasi
ke dalam Formulir
Model BA.3.1-KWK
Perseorangan.
Penelitian Faktual :
a. PPS tidak mendatangi
tempat tinggal setiap
pendukung untuk
mencocokkan
kebenaran nama,
antara daftar nama dan
alamat pendukung
pada Formulir Model
B.1 KWK dengan
identitas
kependudukan
pendukung;
c. Memastikan PPS
meneliti kesesuaian
antara alamat
pendukung dengan
daerah pemilihan;
d. Memastikan PPS
meneliti kelengkapan
lampiran dokumen;
e. Memastikan PPS
meneliti kesesuaian
alamat pendukung
dengan alamat
administrasi PPS;
f. Memastikan PPS
meneliti surat identitas
kependudukan untuk
memastikan
pemenuhan syarat usia
dan/atau status
perkawinan
pendukung.
g. Memastikan PPS
menuangkan Hasil
Penelitian Administrasi
ke dalam Formulir
Model BA.3.1-KWK
Perseorangan.
Penelitian Faktual :
a. Memastikan PPS
mendatangi tempat
tinggal setiap
pendukung untuk men-
cocokkan nama,
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan Penelitian
Administrasi dan
Faktual Dukungan
di Tingkat
Desa/Kelurahan;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
dan kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Penelitian
Administrasi dan Faktual
Dukungan di Tingkat
Desa/Kelurahan serta
memberikan akses data
dan informasi kepada
Bawaslu, Panwaskab,
Panwascam, dan PPL
untuk melakukan
pengawasan; dan
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Penelitian Jumlah
Minimal Dukungan dan
Analisa Dukungan
Ganda dengan
memastikan PPS
melaksanakan
Penelitian Administrasi
dan Faktual Dukungan
di Tingkat Desa/
Kelurahan sesuai
dengan syarat dan
ketentuan yang berlaku
dalam peraturan
perundang-undangan.
c. Pengawasan Audit
dengan melakukan uji
petik dukungan 5%
sampel dari jumlah
dukungan per kabupaten
masing-masing
Pasangan Calon untuk
dilakukan faktualisasi
kebenaran dan
kesesuaian dukungan di
lapangan.
penelitian faktual dan
menyatakan BMS dan
tidak menggugukan
dukungan;
b. Dalam hal nama dan
alamat pendukung tidak
sesuai dengan fotocopy
identitas
kependudukan, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan;
c. Dalam hal alamat
pendukung tidak sesuai
dengan daerah
pemilihan, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan;
d. Dalam hal pada
Formulir Model B.1-
KWK Perseorangan
tidak dilengkapi dengan
fotocopy identitas
kependudukan, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan;
e. Dalam hal fotokopi
identitas kependudukan
telah habis masa
berlakunya, PPS
menyatakan MS
Administrasi dan
melanjutkan penelitian
faktual
f. Dalam hal alamat
pendukung tidak sesuai
dengan wilayah
aadministrasi PPS,
PPS menyatakan TMS
dan mencoret
dukungan tetapi
dukungan tersebut
dapat digunakan oleh
6
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
alamat, dan dukungan;
b. PPS tidak meminta
Kepala Desa/Lurah
untuk menandatangani
dan memberikan
cap/stempel pada
Formulir Model B.1
KWK;
c. PPS tidak
mendokumentasikan
kegiatan penelitian
faktual dukungan;
d. PPS tidak meminta
Pasangan Calon/Tim
Penghubung untuk
menghadirkan
pendukung yang tidak
dapat ditemukan pada
waktu dan tempat yang
telah ditentukan untuk
mencocokan dan
meneliti kebenaran
dukungan;
e. PPS tidak
menuangkan Hasil
Penelitian Faktual ke
dalam Formulir Model
BA.3.2-KWK
Perseorangan yang
ditandatangani oleh
Ketua dan Anggota
PPS;
f. PPS tidak membuat
Berita Acara Penelitian
Administrasi dan
Faktual;
g. PPS tidak
menyerahkan 1 (satu)
rangkap BA Hasil
Penelitian Administrasi
dan Faktual kepada
PPL dan Pasangan
alamat, dan dukungan;
b. Memastikan PPS
meminta Kepala
Desa/Lurah untuk
menandatangani dan
memberi cap/stempel
pada Formulir Model
B.1 KWK;
c. Memastikan PPS
mendokumentasikan
kegiatan penelitian
faktual dukungan;
d. Memastikan PPS
meminta Pasangan
Calon/Tim
Penghubung mengha-
dirkan pendukung yang
tidak dapat ditemukan
pada waktu dan tempat
yang telah ditentukan
untuk mencocokan dan
meneliti kebenaran
dukungan;
e. Memastikan PPS
menuangkan Hasil
Penelitian Faktual ke
dalam Formulir Model
BA.3.2-KWK
Perseorangan yang
ditandatangani oleh
Ketua dan Anggota
PPS;
f. Memastikan PPS
membuat Berita Acara
Penelitian Administrasi
dan Faktual;
g. Memastikan PPS
menyerahkan 1 (satu)
rangkap BA Hasil
Penelitian Administrasi
dan Faktual kepada
PPL dan Pasangan
Pasangan Calon pada
masa perbaikan
dengan memindahkan
dukungan tersebut
sesuai dengan
desa/kelurahan;
g. Dalam hal syarat usia
dan/atau status
perkawinan dinyatakan
tidak sesuai, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan;
h. Dalam hal pada
Formulir Model B.1-
KWK Perseorangan
terdapat Anggota
TNI/Polri atau PNS
yang memberikan
dukungan, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan
dan memberikan
keterangan bahwa yang
bersangkutan adalah
Anggota Anggota
TNI/Polri atau PNS;
i. PPS menyerahkan 1
(satu) rangkap salinan
BA Hasil Penelitian
Administrasi kepada
PPL dan Pasangan
Calon.
Penelitian Faktual :
a. Dalam hal pendukung
menyatakan tidak
memberikan
dukungannya dan
mengisi Formulir Model
B.3-KWK, PPS
menyatakan TMS dan
mencoret dukungan;
7
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Calon/Tim
Penghubung.
Calon/Tim
Penghubung.
b. Dalam hal pendukung
tidak menyatakan
dukungannya tetapi
tidak bersedia mengisi
Formulir Model B.3-
KWK, PPS menyatakan
MS dan dukungan
dinyatakan sah;
c. Dalam hal pendukung
menarik dukungan
pada tahap verifikasi
faktual, PPS
menyatakan MS dan
dukungan dinyatakan
sah;
d. Dalam hal terdapat
bukti identitas
kependudukan yang
meragukan, PPS
meminta pendukung
menunjukkan
identitas
kependudukan asli;
e. Dalam hal terdapat
dukungan ganda
antar Pasangan
Calon, PPS
menanyakan
kepastian dukungan
dan meminta
pendukung
membubuhkan tanda-
tangan/cap jempol
terhadap Paslon yang
didukung, dan
mencoret pendukung
dalam daftar dukungan
Pasangan Calon yang
tidak didukung;
f. Dalam hal pendukung
tidak bersedia
membubuhkan tanda-
8
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
tangan/cap jempol
dan menyatakan
dukungannya,
dukungan dinyatakan
MS dan diwajibkan
tanda-tangan/cap
jempol.
g. Dalam hal pendukung
tidak bersedia
membubuhkan tanda-
tangan/cap jempol
dan tidak menyatakan
dukungannya, dan
bersedia/tidak
bersedia mengisi
Formulir Model B.3-
KWK Perseorangan,
PPS menyatakan TMS
dan mencoret
dukungan.
h. PPS menyerahkan 1
(satu) rangkap salinan
BA Hasil Penelitian
Faktual kepada PPL
dan Pasangan Calon.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
5. Penyusunan Daftar
Pemilih oleh KPU
Kabupaten
a. KPU Kab menyusun
Daftar Pemilih berdasar
DP4 dan mengabaikan
Daftar Pemilih pada
Pemilu terakhir;
b. KPU Kab menyusun
Daftar Pemilih dengan
mengabaikan maksimal
jumlah Pemilih 800
orang tiap TPS;
c. KPU Kab menyusun
Daftar Pemilih dengan
a. Memastikan KPU Kab
menyusun Daftar
Pemilih berdasar DP4
dan memperhatikan
Daftar Pemilih pada
Pemilu terakhir;
b. Memastikan KPU Kab
menyusun Daftar
Pemilih dengan
memperhatikan jumlah
Pemilih 800 orang tiap
TPS;
c. Memastikan KPU Kab
menyusun Daftar
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Penyusunan Daftar
Pemilih oleh KPU
Kabupaten;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Penyusunan Daftar
Pemilih oleh KPU
Kabupaten;
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU agar
menginstruksikan
kepada KPU Kab
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Penyusunan
Daftar Pemilih oleh
KPU Kabupaten serta
memberikan akses
a. Dalam hal ditemukan
adanya hal-hal yang
tidak sesuai dengan
syarat dan tata cara
penyusunan Daftar
Pemilih, maka
Panwaskab
merekomendasikan
saran/perbaikan kepada
KPU Kab;
b. Dalam hal hasil analisis
ditemukan adanya
Pemilih yang tidak lagi
memenuhi syarat
9
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
tidak memperhatikan
aspek kemudahan
Pemilih, aspek
geografis wilayah
Pemilih serta aspek
jarak dan waktu
tempuh Pemilih ke
TPS;
d. KPU Kab menyusun
Daftar Pemilih dengan
menggabungkan
Pemilih antar
desa/kelurahan atau
sebutan lain;
e. KPU Kab menyusun
Daftar Pemilih dengan
tidak memetakan
Pemilih dalam TPS 0
ke TPS-TPS yang ada
dan tidak melibatkan
PPK dan PPS;
f. KPU tidak membuka
akses data dan
informasi kepada
Pengawas Pemilu.
Pemilih dengan
memperhatikan aspek
kemudahan Pemilih,
aspek geografis
wilayah Pemilih serta
aspek jarak dan waktu
tempuh Pemilih ke
TPS;
d. Memastikan KPU Kab
menyusun Daftar
Pemilih dengan tidak
menggabungkan
Pemilih antar
desa/kelurahan atau
sebutan lain;
e. Memastikan KPU Kab
menyusun Daftar
Pemilih dengan
memetakan Pemilih
dalam TPS 0 ke TPS-
TPS yang ada dengan
melibatkan PPK/PPS;
f. Memastikan KPU
membuka akses data
dan informasi kepada
Pengawas Pemilu.
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
data dan informasi
kepada Bawaslu dan
Panwaskab untuk
melakukan
pengawasan;
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Penyusunan Daftar
Pemilih oleh KPU
Kabupaten untuk
memastikan KPU Kab
melakukan penyusunan
sesuai dengan tata
cara yang diatur;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi pada
analisis akurasi dan
validitas serta
keterpenuhan aspek
data dan informasi
Pemilih dalam Daftar
Pemilih.
berdasarkan data
Pemilih pada Pemilihan
terakhir, maka
Panwaskab
merekomendasikan
pencoretan yang
bersangkutan pada sub
tahapan Coklit kepada
KPU Kab;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
6. Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Kecamatan
a. PPK tidak
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Panwas Kecamatan
untuk menghadiri
rekapitulasi;
b. PPK tidak memberikan
waktu bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Panwas
Kecamatan untuk
menyampaikan
keberatan;
c. PPK tidak menerima,
a. Memastikan PPK
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Panwas Kecamatan
untuk menghadiri
rekapitulasi;
b. Memastikan PPK
memberikan waktu
bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Panwas
Kecamatan untuk
menyampaikan
keberatan;
c. Memastikan PPK
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat
Kecamatan;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU agar
menginstruksikan
kepada PPK melalui
KPU Kab terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Kecamatan
serta memberikan
akses data/informasi
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Dukungan
di Tingkat Kecamatan,
Panwascam harus
memiliki BA Hasil
Penelitian Administrasi
dan Faktual dari
masing-masing
desa/kel dan telah
melakukan rekapitulasi
hasil uji petik sampel
dukungan masing-
masing Paslon;
b. Terhadap hasil
Penelitian Administrasi
dan Faktual Dukungan
10
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
tidak meralat,dan tidak
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat dibuktikan
kebenarannya;
d. PPK tidak
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Panwas Kecamatan
dan Pasangan
Calon/Tim
Penghubung;
menerima, meralat,dan
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat dibuktikan
kebenarannya;
d. Memastikan PPK
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Panwas Kecamatan
dan Pasangan
Calon/Tim
penghubung;
Tingkat
Kecamatan;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
kepada Pengawas
Pemilu untuk
pengawasan; dan
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Rekapitulasi Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Kecamatan
dengan memastikan :
1. PPK meminta setiap
PPS untuk
menyampaikan
Rekapitulasi
Dukungan
berdasarkan
Formulir Model
BA.3.1-KWK dan
Model BA.3.2-KWK;
2. PPK menerima,
meralat dan melaku-
kan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat dibukti-
kan;
3. PPK meminta
Pasangan
Calon/Tim
Penghubung untuk
mengisi Formulir
Model BA.4.1-KWK
atas keberatan yang
tidak dapat dibukti-
kan kebenarannya
dan Pasangan
Calon/Tim
Penghubung tidak
dapat menerima.
oleh PPS ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan,
Panwascam harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti-bukti yang
ada;
c. Dalam hal belum
terbentuk Panwas
Kecamatan dan PPL
pada saat Rekapitulasi
Dukungan Calon
Perseorangan di
Tingkat Kecamatan,
Panwaskab dapat
membuat kelompok
kerja dengan
melibatkan pemantau
dan/atau kampus untuk
mengawasi
pelaksanaan sub
tahapan ini.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
11
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
7. Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Kabupaten
a. KPU Kab tidak
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Panwas Kabupaten
untuk menghadiri
Rekapitulasi;
b. KPU Kab tidak
memberikan waktu
bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Panwaskab untuk
menyampaikan
keberatan;
c. KPU Kab tidak
menerima, tidak
meralat,dan tidak
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat di buktikan
kebenarannya;
d. KPU Kab tidak
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Panwaskab dan
Pasangan Calon/Tim
Penghubung;
a. Memastikan KPU Kab
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Panwas Kabupaten
untuk menghadiri
Rekapitulasi;
b. Memastikan KPU Kab
memberikan waktu
bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Panwaskab untuk
menyampaikan
keberatan;
c. Memastikan KPU Kab
menerima, meralat,dan
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat di buktikan
kebenarannya;
d. Memastikan KPU Kab
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Panwaskab dan
Pasangan Calon/Tim
Penghubung;
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat
Kabupaten;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Kabupaten;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU agar
menginstruksikan
kepada KPU Kab terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
Dukungan Perseorangan
di Tingkat Kabupaten
serta memberikan akses
data dan informasi
kepada Bawaslu dan
Panwaskab untuk
melakukan pengawasan;
dan
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Rekapitulasi Dukungan
Perseorangan di Tingkat
Kabupaten dengan
memastikan :
1. KPU Kab meminta
setiap PPK untuk
menyampaikan
Rekapitulasi
Dukungan
berdasarkan Formulir
Model BA.4-KWK;
2. KPU Kab menerima,
meralat dan melaku-
kan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat dibukti-
kan;
3. KPU Kab meminta
Pasangan Calon/Tim
Penghubung untuk
mengisi Formulir
Model BA.5.1-KWK
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Dukungan
di Tingkat Kabupaten,
Panwaskab harus
memiliki BA
Rekapitulasi Dukungan
dari masing-masing
kecamatan dan telah
melakukan rekapitulasi
hasil uji petik sampel
dukungan masing-
masing Pasangan
Calon;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi Dukungan
di Tingkat Kabupaten
oleh KPU Kab
ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan,
Panwaskab harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti-bukti yang
ada;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
12
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
atas keberatan yang
tidak dapat dibukti-
kan kebenarannya
dan Pasangan
Calon/Tim
Penghubung tidak
dapat menerima.
8. Pengumuman
Pendaftaran
Pasangan Calon
a. KPU keliru dalam
menetapkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol;
b. KPU tidak menetapkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol melalui SK;
c. KPU tidak
menyebutkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi Parpol
atau Gabungan Parpol
dalam SK;
d. KPU tidak
menyebutkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal akumuasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol dalam SK;
a. Memastikan KPU
menetapkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol dengan benar;
b. Memastikan KPU
menetapkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol melalui SK;
c. Memastikan KPU
menyebutkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi Parpol
atau Gabungan Parpol
dalam SK;
d. Memastikan KPU
menyebutkan
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal akumuasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol dalam SK;
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
Pendaftaran
Pasangan Calon;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
Pendaftaran
Pasangan Calon.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Pengumuman
Pendaftaran Pasangan
Calon; dan
b. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada aspek
keterpenuhan muatan
materi Pengumuman
Pendaftaran Pasangan
Calon.
Dalam hal Pengumuman
Pendaftaran Pasangan
Calon tidak memenuhi
muatan materi
Pengumuman
Pendaftaran Pasangan
Calon sebagaimana
ketentuan peraturan
perundang-undangan,
Bawaslu
merekomendasikan
perbaikan kepada KPU
agar dapat memberikan
informasi yang jelas dan
akurat bagi Parpol atau
Gabungan Parpol yang
hendak mengajukan
dukungan.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
13
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
e. KPU tidak
menyerahkan salinan
SK tersebut kepada
Bawaslu;
f. KPU tidak
mengumumkan jadwal,
waktu, dan tempat
pendaftaran Pasangan
Calon selama 11 hari;
g. KPU tidak
mencantumkan SK
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol;
h. KPU tidak
memperhatikan daya
jangkau pengumuman
dengan tidak
mengumumkan pada
media cetak, media
elektronik, dan
website.
e. Memastikan KPU
menyerahkan salinan
SK tersebut kepada
Bawaslu;
f. Memastikan KPU
mengumumkan jadwal,
waktu, dan tempat
pendaftaran Pasangan
Calon selama 11 hari;
g. Memastikan KPU
mencantumkan SK
persyaratan
persentase dan jumlah
minimal kursi serta
persentase dan jumlah
minimal akumulasi
perolehan suara sah
Parpol atau Gabungan
Parpol;
h. Memastikan KPU
memperhatikan daya
jangkau pengumuman
dengan
mengumumkan pada
media cetak, media
elektronik, dan
website.
9. Pencocokan dan
Penelitian Daftar
Pemilih
a. PPDP yang diangkat
tidak mengetahui
baca, tulis, dan hitung;
b. PPS tidak memberikan
Bimtek kepada PPDP
sehingga tidak
mengetahui tata cara
Pencocokan dan
Penelitian Daftar
Pemilih;
c. PPDP tidak turun ke
lapangan namun
hanya update data
a. Memastikan PPDP
yang diangkat
mengetahui baca, tulis,
dan hitung;
b. Memastikan PPS
memberikan Bimtek
kepada PPDP
sehingga PPDP
mengetahui tata cara
Pencocokan dan
Penelitian Daftar
Pemilih;
c. Memastikan PPDP
turun ke lapangan dan
tidak hanya update
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pencocokan dan
Penelitian Daftar
Pemilih;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pencocokan dan
Penelitian Daftar
Pemilih.
c. Supervisi alat
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Pencocokan
dan Penelitian Daftar
Pemilih; dan
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
pengawasan pada aspek
ketatatan dan kepatuhan
PPDP dalam
a. Dalam hal ditemukan
kesaahan pada data
Pemilih, PPDP
melakukan perbaikan;
b. PPDP mencoret
Pemilih tidak
memenuhi syarat, yaitu:
- Telah meninggal
dunia;
- Pindah domisili;
- TNI/Polri
- Belum 17 tahun/
belum menikah pada
hari H;
- Telah dipastikan
14
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
berdasar data RT/RW
setempat;
d. PPDP tidak
memberikan tanda
bukti terdaftar kepada
Pemilih (Form Model
AA.1-KWK);
e. PPDP tidak
menempelkan stiker
Coklit di rumah Pemilih
yang telah didaftar
(Form Model AA.2-
KWK);
f. PPDP tidak mencoret
Pemilih yang tidak lagi
memenuhi syarat;
g. PPDP tidak mencatat
Pemilih yang telah
memenuhi syarat
namun belum terdaftar.
data berdasar data
RT/RW setempat;
d. Memastikan PPDP
memberikan tanda
bukti terdaftar kepada
Pemilih (Form Model
AA.1-KWK);
e. Memastikan PPDP
menempelkan stiker
Coklit di rumah Pemilih
yang telah didaftar
(Form Model AA.2-
KWK).
f. Memastikan PPDP
mencoret Pemilih yang
tidak lagi memenuhi
syarat;
g. Memastikan PPDP
mencatat Pemilih yang
telah memenuhi syarat
namun belum terdaftar.
kerja/instrumen
pengawasan.
melaksanakan
Pencocokan dan
Penelitian Daftar Pemilih.
c. Pengawasan Audit
dengan cara uji petik
50% jumlah TPS tiap
desa/kel untuk
mendapatkan hasil
pemutakhiran yang telah
dilakukan oleh PPDP.
tidak ada
keberadaannya;
- Terganggu jiwa/
ingatannya;
- Telah dicabut hak
pilihnya; dan
- Bukan penduduk
daerah Pemilihan.
c. Dalam hal ditemukan
Pemilih penyandang
cacat, PPDP mencatat
jenis diabilitas.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
10. Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Provinsi
a. KPU Prov tidak
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Bawaslu Provinsi
untuk menghadiri
Rekapitulasi;
b. KPU tidak memberikan
waktu bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Bawaslu Provinsi
untuk menyampaikan
keberatan;
c. KPU Prov tidak
menerima, tidak
meralat,dan tidak
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat di buktikan
kebenarannya;
d. KPU Prov tidak
a. Memastikan KPU Prov
mengundang
Pasangan Calon/Tim
Penghubung atau
Bawaslu Provinsi
untuk menghadiri
Rekapitulasi;
b. Memastikan KPU
memberikan waktu
bagi Pasangan
Calon/Tim Penghubung
atau Bawaslu Provinsi
untuk menyampaikan
keberatan;
c. Memastikan KPU Prov
menerima, meralat,dan
melakukan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat di buktikan
kebenarannya;
d. Memastikan KPU Prov
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Provinsi;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
Dukungan
Perseorangan di
Tingkat Provinsi.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/peringatan dini
kepada KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
Dukungan Perseorangan
di Tingkat Provinsi serta
memberikan akses data
dan informasi kepada
Bawaslu untuk
melakukan pengawasan;
dan
b. Pengawasan Melekat
atas pelaksanaan
Rekapitulasi Dukungan
Perseorangan di Tingkat
Provinsi dengan
memastikan :
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Dukungan
di Tingkat Provinsi,
Bawaslu Prov harus
memiliki BA
Rekapitulasi Dukungan
dari masing-masing
Kabupaten dan telah
melakukan rekapitulasi
hasil uji petik sampel
dukungan masing-
masing Pasangan
Calon;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi Dukungan
di Tingkat Provinsi oleh
KPU Prov ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan, Bawaslu
Provinsi harus
15
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Bawaslu Provinsi dan
Pasangan Calon/Tim
Penghubung;
menyerahkan 1 (satu)
rangkap salinan BA
Hasil Rekapitulasi
Dukungan kepada
Bawaslu Provinsi dan
Pasangan Calon/Tim
Penghubung;
1. KPU Prov meminta
setiap KPU Kab untuk
menyampaikan
Rekapitulasi
Dukungan
berdasarkan Formulir
Model BA.5-KWK;
2. KPU Prov menerima,
meralat dan melaku-
kan pembetulan
terhadap keberatan
yang dapat dibukti-
kan;
3. KPU Prov meminta
Pasangan Calon/Tim
Penghubung untuk
mengisi Formulir
Model BA.6.1-KWK
atas keberatan yang
tidak dapat dibukti-
kan kebenarannya
dan Pasangan
Calon/Tim
Penghubung tidak
dapat menerima.
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti-bukti yang
ada;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
11. Pendaftaran
Pasangan Calon
a. Bakal Pasangan Calon
tidak menaati aspek
keterpenuhan
persyaratan
pendaftaran yaitu :
1. Tidak didukung
oleh Parpol atau
Gabungan Parpol
dengan perolehan
paling sedikit 20%
jumlah kursi DPRD
atau 25%
akumulasi
perolehan suara
sah Pemilu
Terakhir;
2. Tidak didukung
a. Memastikan Bakal
Paslon menaati aspek
keterpenuhan
persyaratan
pendaftaran yaitu :
1. Didukung oleh
Parpol atau
Gabungan Parpol
dengan perolehan
paling sedikit 20%
jumlah kursi DPRD
atau 25%
akumulasi
perolehan suara
sah Pemilu
Terakhir;
2. Didukung oleh
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pendaftaran
Pasangan Calon;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pendaftaran
Pasangan Calon.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
Parpol dan KPU terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Pendaftaran Pasangan
Calon;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan Parpol dan
KPU dalam proses
Pendaftaran Pasangan
a. Dalam hal ditemukan
Bakal Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
aspek keterpenuhan
persyaratan
pendaftaran dan
persyaratan
pencalonan, maka
Bawaslu Provinsi
merekomendasikan
kepada KPU untuk tidak
menerima pendaftaran
Bakal Pasangan Calon
dimaksud; dan
b. Dalam hal ditemukan
Bakal Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
16
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
oleh Parpol atau
Gabungan Parpol
yang memperoleh
kursi di DPRD pada
Pemilu Terakhir;
3. Tidak menyertakan
SK Pimpinan
Parpol Tingkat
Pusat tentang
Kepengurusan
Partai Politik
Tingkat Provinsi;
4. Tidak menyerahkan
dokumen
persyaratan jumlah
minimal dukungan
dan sebarannya
(untuk Pasangan
Calon
Perseorangan);
5. Tidak menyerahkan
Daftar Nama Tim
Kampanye Tingkat
Provinsi,
Kabupaten, dan
Kecamatan;
6. Tidak menyerahkan
RKDK;
b. Bakal Pasangan Calon
tidak menaati aspek
keterpenuhan
persyaratan
pencalonan yaitu :
1. Tidak menyertakan
Surat Pencalonan
Gubernur dan Wakil
Gubernur dari
Parpol atau
Gabungan Parpol
(Model B-KWK
Parpol);
2. Tidak menyertakan
Parpol atau
Gabungan Parpol
yang memperoleh
kursi di DPRD pada
Pemilu Terakhir;
3. Menyertakan SK
Pimpinan Parpol
Tingkat Pusat
tentang
Kepengurusan
Partai Politik
Tingkat Provinsi;
4. Menyerahkan
dokumen
persyaratan jumlah
minimal dukungan
dan sebarannya
(untuk Pasangan
Calon
Perseorangan);
5. Menyerahkan
Daftar Nama Tim
Kampanye Tingkat
Provinsi,
Kabupaten, dan
Kecamatan;
6. Menyerahkan
RKDK;
b. Memastikan Bakal
Paslon menaati aspek
keterpenuhan
persyaratan
pencalonan yaitu :
1. Menyertakan Surat
Pencalonan
Gubernur dan
Wakil Gubernur
dari Parpol atau
Gabungan Parpol
(Model B-KWK
Parpol);
2. Menyertakan
Calon;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kelengkapan
persyaratan Bakal
Pasangan Calon.
aspek kelengkapan
persyaratan calon,
maka Bawaslu Provinsi
merekomendasikan
kepada KPU agar Bakal
Pasangan Calon
dimaksud dapat
melengkapi kekurangan
tersebut sesegera
mungkin.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
17
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Keputusan
Pimpinan Parpol
Tingkat Pusat
tentang
Persetujuan
Pasangan Calon
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.1-KWK Parpol);
3. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Kesepakatan
Parpol/Gabungan
Parpol dalam
Pencalonan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.2-KWK Parpol);
4. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Kesepakatan
Antara
Parpol/Gabungan
Parpol dengan
Pasangan Calon
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.3-KWK Parpol);
5. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Kesesuaian Naskah
Visi, Misi, dan
Program Pasangan
Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur
dengan RPJP
Daerah (Model B.4-
KWK Parpol);
6. Tidak menyertakan
Surat Pencalonan
Gubernur dan Wakil
Gubernur dari
Keputusan
Pimpinan Parpol
Tingkat Pusat
tentang
Persetujuan
Pasangan Calon
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.1-KWK Parpol);
3. Menyertakan Surat
Pernyataan
Kesepakatan
Parpol/Gabungan
Parpol dalam
Pencalonan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.2-KWK Parpol);
4. Menyertakan Surat
Pernyataan
Kesepakatan
Antara
Parpol/Gabungan
Parpol dengan
Pasangan Calon
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.3-KWK Parpol);
5. Menyertakan Surat
Pernyataan
Kesesuaian Naskah
Visi, Misi, dan
Program Pasangan
Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur
dengan RPJP
Daerah (Model B.4-
KWK Parpol);
6. Menyertakan Surat
Pencalonan
Gubernur dan Wakil
Gubernur dari
18
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Perseorangan
(Model B-KWK
Perseorangan);
7. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.1-KWK
Perseorangan);
8. Tidak menyertakan
Rekapitulasi
Jumlah Dukungan
Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.2-KWK
Perseorangan);
9. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Tidak Mendukung
Pasangan Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.3-KWK
Perseorangan);
10. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Kesesuaian Naskah
Visi, Misi, dan
Program Pasangan
Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur
dengan RPJP
Daerah (Model B.4-
Perseorangan
(Model B-KWK
Perseorangan);
7. Menyertakan Surat
Pernyataan
Dukungan
Pasangan Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.1-KWK
Perseorangan);
8. Menyertakan
Rekapitulasi
Jumlah Dukungan
Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.2-KWK
Perseorangan);
9. Menyertakan Surat
Pernyataan Tidak
Mendukung
Pasangan Calon
Perseorangan
dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil
Gubernur (Model
B.3-KWK
Perseorangan);
10. Menyertakan Surat
Pernyataan
Kesesuaian Naskah
Visi, Misi, dan
Program Pasangan
Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur
dengan RPJP
Daerah (Model B.4-
19
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
KWK
Perseorangan);
c. Bakal Pasangan Calon
tidak menaati aspek
kelengkapan
persyaratan calon
yaitu:
1. Tidak menyertakan
Surat Pernyataan
Calon Gubernur
dan Wakil
Gubernur (Model
BB.1-KWK);
2. Tidak menyertakan
Daftar Riwayat
Hidup Calon
Gubernur dan
Wakil Gubernur
(Model BB.2-KWK);
3. Tidak menyertakan
dokumen
persyaratan calon
lainnya
sebagaimana
diatur dalam
ketentuan
peraturan
perundangan-
undangan.
d. Bakal Pasangan Calon
mendaftarkan diri pada
akhir waktu (last
minute) pendaftaran
sehingga tidak memiliki
waktu untuk perbaikan
persyaratan
pendaftaran dan
pencalonan yang
menyebabkan pihak
KPU berat mengambil
keputusan;
e. Dokumen persyaratan
KWK
Perseorangan);
c. Memastikan Bakal
Paslon menaati aspek
kelengkapan
persyaratan calon
yaitu:
1. Menyertakan Surat
Pernyataan Calon
Gubernur dan
Wakil Gubernur
(Model BB.1-KWK);
2. Menyertakan
Daftar Riwayat
Hidup Calon
Gubernur dan
Wakil Gubernur
(Model BB.2-KWK);
3. Menyertakan
dokumen
persyaratan calon
lainnya
sebagaimana
diatur dalam
ketentuan
peraturan
perundangan-
undangan.
d. Memastikan Bakal
Paslon mendaftarkan
diri pada awal waktu
pendaftaran sehingga
memiliki cukup waktu
untuk perbaikan
persyaratan
pendaftaran dan
pencalonan sehingga
pihak KPU tidak
merasa berat
mengambil keputusan;
e. Memastikan dokumen
20
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Bakal Pasangan Calon
diragukan validitas dan
kebenarannya;
f. KPU tidak melakukan
prosedur yang benar
dan/atau standar sama
dalam melakukan
pemeriksaan dokumen
dan/atau dalam
memfaktualkan
dokumen persyaratan
Bakal Pasangan Calon.
g. Ketidaknetralan
penyelenggara (KPU)
akibat adanya
hubungan yang
mengakibatkan konflik
kepentingan baik
hubungan bisnis
maupun kekerabatan
dengan Bakal Paslon.
persyaratan Bakal
Paslon terpenuhi
validitas dan
kebenarannya;
f. Memastikan KPU
melakukan prosedur
yang benar dan/atau
standar sama dalam
melakukan
pemeriksaan dokumen
dan/atau dalam
memfaktualkan
dokumen persyaratan
Bakal Pasangan Calon.
g. Memastikan netralitas
penyelenggara (KPU)
yang tidak terpengaruh
adanya hubungan yang
mengakibatkan konflik
kepentingan baik
hubungan bisnis
maupun kekerabatan
dengan Bakal Paslon.
12. Pemeriksaan
Kesehatan serta
Penelitian Syarat
Pencalonan dan
Syarat Calon
Pemeriksaan
Kesehatan:
a. KPU tidak
berkoordinasi dengan
Ikatan Dokter
Indonesia (IDI) Tingkat
Provinsi untuk
menetapkan standar
kemampuan sehat
rohani dan jasmani
serta rumah sakit
pemerintah yang dapat
ditunjuk melakukan
pemeriksaan
kesehatan rohani dan
jasmani;
b. KPU tidak menetapkan
standar kemampuan
sehat rohani dan
Pemeriksaan
Kesehatan:
a. Memastikan KPU
berkoordinasi dengan
Ikatan Dokter
Indonesia (IDI) Tingkat
Provinsi untuk
menetapkan standar
kemampuan sehat
rohani dan jasmani
serta rumah sakit
pemerintah yang dapat
ditunjuk melakukan
pemeriksaan
kesehatan rohani dan
jasmani;
b. Memastikan KPU
menetapkan standar
kemampuan sehat
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pemeriksaan
Kesehatan serta
Penelitian Syarat
Pencalonan dan
Syarat Calon;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pemeriksaan
Kesehatan serta
Penelitian Syarat
Pencalonan dan
Syarat Calon.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU terkait dengan
ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Pemeriksaan
Kesehatan serta
Penelitian Syarat
Pencalonan dan Syarat
Calon serta kepada
Tim Dokter Pemeriksa
agar dapat
melaksanakan tugas
secara mandiri dan
profesional;
a. Dalam hal ditemukan
Bakal Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
aspek kelengkapan
persyaratan calon,
maka Bawaslu Provinsi
merekomendasikan
kepada KPU agar Bakal
Pasangan Calon
dimaksud dapat
melengkapi kekurangan
tersebut sesegera
mungkin;
b. Dalam hal ditemukan
dokumen Bakal
Pasangan Calon yang
tidak terpenuhi aspek
kebenaran dan
keabsahan setelah
21
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
jasmani serta rumah
sakit pemerintah yang
dapat ditunjuk untuk
melakukan
pemeriksaan
kesehatan rohani dan
jasmani melalui SK;
c. KPU tidak
menyampaikan standar
kemampuan sehat
rohani dan jasmani
rumah sakit pemerintah
sebagai rujukan dalam
pemeriksaan
kesehatan Pasangan
Calon;
d. KPU tidak
menyampaikan nama
rumah sakit pemerintah
yang ditunjuk kepada
Pimpinan
Parpol/Gabungan
Parpol yang
mengusulkan
Pasangan Calon;
e. Tim Dokter Pemeriksa
Kesehatan tidak
melaksanakan
tugasnya secara
mandiri dan
profesional.
Penelitian Syarat
Pencalonan dan Syarat
Calon :
a. KPU tidak meneliti
kelengkapan dan
keabsahan dokumen
yang meliputi penelitian
terhadap :
1. Cap basah Parpol
atau masing-
rohani dan jasmani
serta rumah sakit
pemerintah yang dapat
ditunjuk melakukan
pemeriksaan
kesehatan rohani dan
jasmani melalui SK;
c. Memastikan KPU
menyampaikan standar
kemampuan sehat
rohani dan jasmani
rumah sakit pemerintah
sebagai rujukan dalam
pemeriksaan
kesehatan Pasangan
Calon;
d. Memastikan KPU
menyampaikan nama
rumah sakit pemerintah
yang ditunjuk kepada
Pimpinan
Parpol/Gabungan
Parpol yang
mengusulkan
Pasangan Calon;
e. Memastikan Tim
Dokter Pemeriksa
Kesehatan
melaksanakan
tugasnya secara
profesional dan
mandiri.
Penelitian Syarat
Pencalonan dan Syarat
Calon :
a. Memastikan KPU
meneliti kelengkapan
dan keabsahan
dokumen yang meliputi
penelitian terhadap :
1. Cap basah Parpol
atau masing-
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
proses Penelitian
Syarat Pencalonan dan
Syarat Calon;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek keabsahan dan
keterpenuhan
persyaratan Bakal
Pasangan Calon; dan
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan verifikasi
faktual kebenaran dan
keabsahan terhadap
persyaratan
pencalonan dan
persyaratan calon yang
diragukan
kebenarannya
berdasarkan temuan
maupun laporan
masyarakat;
dilakukan faktualisasi,
Bawaslu Provinsi
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
22
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
masing Gabungan
Parpol yang
bergabung;
2. Kesesuaian tanda
tangan masing-
masing Calon
dalam Formulir
Pendaftaran
dengan tanda
tangan pada
fotokopi KTP;
3. Keberadaan
materai pada
dokumen-dokumen
yang
mempersyaratkan
penggunaan
materai.
4. Kesesuaian isi
dokumen dengan
ketentuan
peraturan
perundang-
undangan
b. KPU tidak menuangkan
hasil penelitian ke
dalam Formulir Model
BA.HP-KWK dan
Lampirannya;
c. KPU tidak memberikan
akses data dan
informasi kepada
Bawaslu.
masing Gabungan
Parpol yang
bergabung;
2. Kesesuaian tanda
tangan masing-
masing Calon
dalam Formulir
Pendaftaran
dengan tanda
tangan pada
fotokopi KTP;
3. Keberadaan
materai pada
dokumen-dokumen
yang
mempersyaratkan
penggunaan
materai.
4. Kesesuaian isi
dokumen dengan
ketentuan
peraturan
perundang-
undangan
b. Memastikan KPU
menuangkan hasil
penelitian ke dalam
Formulir Model BA.HP-
KWK dan
Lampirannya;
c. Memastikan KPU
memberikan akses
data dan informasi
kepada Bawaslu.
13. Pemberitahuan Hasil
Penelitian,
Perbaikan, dan
Penelitian Hasil
Perbaikan
Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon
a. KPU tidak
menyampaikan hasil
penelitian dalam
bentuk Formulir Model
BA.HP-KWK dan
Lampirannya kepada
Bawaslu Provinsi serta
Pasangan Calon dan
a. Memastikan KPU
menyampaikan hasil
penelitian dalam
bentuk Formulir Model
BA.HP-KWK dan
Lampirannya kepada
Bawaslu Provinsi serta
Pasangan Calon dan
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan Pemberi-
tahuan Hasil Pene-
litian, Perbaikan,
dan Penelitian
Hasil Perbaikan
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU terkait dengan
ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
a. Dalam hal ditemukan
Bakal Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
aspek kelengkapan
persyaratan calon
setelah dilakukan
perbaikan, maka
Bawaslu Provinsi
23
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Parpol/Gabungan
Parpol;
b. KPU tidak
mengumumkan hasil
penelitian paling
lambat 2 (dua) hari
setelah penelitian;
c. KPU tidak
menyebutkan
dokumen yang belum
lengkap dan/atau BMS
dan/atau TMS untuk
diperbaiki ;
d. KPU tidak memberikan
kesempatan
penggantian Calon
atau Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
syarat kesehatan
rohani dan jasmani
dan/atau bebas
narkoba.
e. KPU tidak
menindaklanjuti
rekomendasi Bawaslu
Provinsi atau laporan
tertulis masyarakat
yang dilampiri bukti-
bukti yang
memperkuat laporan.
f. KPU tidak
menuangkan hasil
penelitian perbaikan ke
dalam Formulir Model
BA.HP-KWK
Perbaikan dan
Lampirannya;
g. KPU tidak
menyampaikan hasil
penelitian perbaikan
Parpol/Gabungan
Parpol;
b. Memastikan KPU
mengumumkan hasil
penelitian paling
lambat 2 (dua) hari
setelah penelitian;
c. Memastikan KPU
menyebutkan
dokumen yang belum
lengkap dan/atau BMS
dan/atau TMS untuk
diperbaiki ;
d. Memastikan KPU
memberikan
kesempatan
penggantian Calon
atau Pasangan Calon
yang tidak memenuhi
syarat kesehatan
rohani dan jasmani
dan/atau bebas
narkoba.
e. Memastikan KPU
menindaklanjuti
rekomendasi Bawaslu
Provinsi atau laporan
tertulis masyarakat
yang dilampiri bukti-
bukti yang
memperkuat laporan.
f. Memastikan KPU
menuangkan hasil
penelitian perbaikan ke
dalam Formulir Model
BA.HP-KWK
Perbaikan dan
Lampirannya;
g. Memastikan KPU
menyampaikan hasil
penelitian perbaikan
Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pemberitahuan
Hasil Penelitian,
Perbaikan, dan
Penelitian Hasil
Perbaikan
Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon.
sub tahapan
Pemberitahuan Hasil
Penelitian, Perbaikan,
dan Penelitian Hasil
Perbaikan Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
proses Penelitian Hasil
Perbaikan Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek keabsahan dan
keterpenuhan
persyaratan hasil
perbaikan oleh Bakal
Pasangan Calon; dan
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan verifikasi
faktual kebenaran dan
keabsahan terhadap
perbaikan persyaratan
pencalonan dan
persyaratan calon yang
diragukan
kebenarannya
berdasarkan temuan
maupun laporan
masyarakat;
merekomendasikan
kepada KPU agar Bakal
Pasangan Calon
tersebut dinyatakan
TMS;
b. Dalam hal ditemukan
dokumen Bakal
Pasangan Calon yang
tidak terpenuhi aspek
kebenaran dan
keabsahan setelah
dilakukan faktualisasi
terhadap dokumen hasil
perbaikan, Bawaslu
Provinsi
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
24
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
kepada Bawaslu
Provinsi serta
Pasangan Calon dan
Parpol/Gabungan
Parpol;
h. KPU tidak
mengumumkan hasil
penelitian perbaikan
kepada masyarakat;
i. KPU tidak memberikan
akses data dan
informasi kepada
Bawaslu.
kepada Bawaslu
Provinsi serta
Pasangan Calon dan
Parpol/Gabungan
Parpol;
h. Memastikan KPU
mengumumkan hasil
penelitian perbaikan
kepada masyarakat;
i. Memastikan KPU
memberikan akses
data dan informasi
kepada Bawaslu.
14. Penetapan
Pasangan Calon,
Pengumuman, dan
Pengundian Nomor
Urut Pasangan
Calon
Penetapan Pasangan
Calon :
a. KPU tidak menyusun
BA Penetapan
Pasangan Calon
berdasarkan Hasil
Penelitian Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon dan
menetapkannya
dengan SK;
b. KPU menetapkan
Pasangan Calon yang
Tidak Memenuhi
Syarat dan tidak
menetapkan Pasangan
Calon yang Memenuhi
Syarat;
c. KPU tidak melakukan
Rapat Pleno Terbuka
Penetapan Pasangan
Calon dan penetapan
pasangan calon
melewati batas waktu
yang telah ditentukan;
d. KPU tidak
Penetapan Pasangan
Calon :
a. Memastikan KPU
menyusun BA
Penetapan Pasangan
Calon berdasarkan
Hasil Penelitian
Persyaratan
Pencalonan dan
Persyaratan Calon dan
menetapkannya
dengan SK;
b. Memastikan KPU
menetapkan Pasangan
Calon yang Memenuhi
Syarat dan tidak
menetapkan Pasangan
Calon yang Tidak
Memenuhi Syarat;
c. Memastikan KPU
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Penetapan Pasangan
Calon dan penetapan
pasangan calon tidak
melewati batas waktu
yang telah ditentukan;
d. Memastikan KPU
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Penetapan
Pasangan Calon,
Pengumuman, dan
Pengundian
Nomor Urut
Pasangan Calon;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan Penetapan
Pasangan Calon,
Pengumuman, dan
Pengundian Nomor
Urut Pasangan
Calon.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU terkait dengan
ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Penetapan Pasangan
Calon, Pengumuman,
dan Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon
serta kepada Pasangan
Calon/Parpol/
Gabungan Parpol untuk
tidak mengundurkan
diri/menarik pengajuan
Pasangan Calon pasca
Penetapan Pasangan
Calon;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
proses Penetapan
Pasangan Calon,
Pengumuman, dan
Pengundian Nomor
a. Dalam hal ditemukan
Penetapan Pasangan
Calon oleh KPU yang
tidak sesuai dengan
ketentuan, maka
Bawaslu Provinsi
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
b. Dalam hal ditemukan
Pasangan
Calon/Calon/Parpol/
Gabungan Parpol yang
mengundurkan
diri/menarik pengajuan
Pasangan Calon pasca
Penetapan Pasangan
Calon, maka Bawaslu
Provinsi
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
25
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
mengumumkan Hasil
Penetapan Pasangan
Calon;
Pengundian Nomor
Urut:
a. KPU tidak melakukan
Rapat Pleno Terbuka
Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon
dan Pengundian
Nomor Urut Pasangan
Calon melewati batas
waktu yang telah
ditentukan;
b. KPU tidak
mengumumkan Hasil
Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon.
Penyusunan Nomor
Urut dan Nama
Pasangan Calon :
a. KPU tidak menyusun
Nomor Urut dan Nama
Pasangan Calon
dalam Daftar
Pasangan Calon;
b. Nama lengkap
Pasangan Calon pada
Daftar Pasangan Calon
tidak sesuai dengan
Kartu Tanda Penduduk
(KTP).
Ketaatan Pasangan
Calon/Parpol/Gabungan
Parpol :
a. Pasangan Calon/salah
seorang Calon
mengundurkan diri
setelah ditetapkan
sebagai Peserta
mengumumkan Hasil
Penetapan Pasangan
Calon;
Pengundian Nomor
Urut:
a. Memastikan KPU
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon
dan Pengundian
Nomor Urut Pasangan
Calon tidak melewati
batas waktu yang telah
ditentukan;
b. Memastikan KPU
mengumumkan Hasil
Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon.
Penyusunan Nomor
Urut dan Nama
Pasangan Calon :
a. Memastikan KPU
menyusun Nomor Urut
dan Nama Pasangan
Calon dalam Daftar
Pasangan Calon;
b. Memastikan Nama
lengkap Pasangan
Calon pada Daftar
Pasangan Calon
sesuai dengan Kartu
Tanda Penduduk
(KTP).
Ketaatan Pasangan
Calon/Parpol/Gabungan
Parpol :
a. Memastikan Pasangan
Calon/salah seorang
Calon tidak
mengundurkan diri
setelah ditetapkan
Urut Pasangan Calon;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek keterpenuhan
muatan materi
Pengumuman Hasil
Penetapan Pasangan
Calon dan Hasil
Pengundian Nomor
Urut Pasangan Calon.
menggunakan Form A
Pengawasan.
26
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Pemilihan;
b. Partai Politik atau
Gabungan Partai Politik
menarik pengajuan
Pasangan Calon
dan/atau salah seorang
Calon setelah
pengumuman.
sebagai Peserta
Pemilihan;
b. Memastikan Partai
Politik atau Gabungan
Partai Politik tidak
menarik pengajuan
Pasangan Calon
dan/atau salah seorang
Calon setelah
pengumuman.
15. Penyerahan Laporan
Awal Dana
Kampanye (LADK)
a. Pasangan Calon tidak
melaporkan LADK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
b. Petugas yang ditunjuk
melaporkan LADK
tidak menyerahkan
Surat Tugas;
c. Pasangan Calon tidak
melaporkan LADK
dengan format yang
lengkap;
d. Pasangan Calon tidak
mengisi cakupan
informasi LADK
dengan lengkap;
e. Pasangan Calon tidak
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Pasangan Calon
menerima sumbangan
dana kampanye dari
pihak yang dilarang
dan/atau sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. KPU Prov tidak
a. Memastikan Paslon
melaporkan LADK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
b. Memastikan Petugas
yang melaporkan
LADK menyerahkan
Surat Tugas;
c. Memastikan Paslon
melaporkan LADK
dengan format yang
lengkap;
d. Memastikan Paslon
mengisi cakupan
informasi LADK
dengan lengkap;
e. Memastikan Paslon
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Memastikan Paslon
tidak menerima
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
menerima sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. Memastikan KPU Prov
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan
Laporan Awal
Dana Kampanye
(LADK);
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan
Laporan Awal
Dana Kampanye
(LADK).
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov dan Paslon
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Penyerahan
Laporan Awal Dana
Kampanye (LADK);
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
menerima Penyerahan
Laporan Awal Dana
Kampanye (LADK);
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kelengkapan
format dan
keterpenuhan cakupan
informasi LADK Paslon;
d. Pengawasan
Investigasi dengan
cara melakukan
penelusuran terhadap
pihak yang
a. Dalam hal ditemukan
cakupan informasi dan
format LADK Paslon
yang tidak lengkap,
maka Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada KPU Prov untuk
meminta Paslon
bersangkutan
melengkapi sesegera
mungkin;
b. Dalam hal ditemukan
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
sumbangan yang
melebihi batas sesuai
ketentuan, maka
Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada Paslon yang
bersangkutan untuk
tidak menggunakan
dana tersebut dan
mengembalikan ke kas
negara.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
Pengawasan.
27
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
memberikan sanksi
peringatan kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LADK;
h. KPU Prov tidak
melakukan
pencermatan terhadap
cakupan informasi dan
format LADK;
i. KPU Prov tidak
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
LADK serta tidak
membuat catatan
khusus dalam BA
untuk cakupan
informasi/format LADK
yang tidak lengkap;
j. KPU Prov tidak
mengumumkan LADK
paling lambat 1 (satu)
hari setelah menerima
LADK;
k. KPU Prov tidak
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
memberikan sanksi
peringatan kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LADK;
h. Memastikan KPU Prov
melakukan
pencermatan terhadap
cakupan informasi dan
format LADK
i. Memastikan KPU Prov
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
LADK serta membuat
catatan khusus dalam
BA untuk cakupan
informasi/format LADK
yang tidak lengkap;
j. Memastikan KPU Prov
mengumumkan LADK
paling lambat 1 (satu)
hari setelah menerima
LADK;
k. Memastikan KPU Prov
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
memberikan
sumbangan untuk
memastikan kebenaran
dan kesesuaian nilai
sumbangan dengan
kondisi faktual
penyumbang.
16. Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel
a. PPS tidak menyusun
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran
berdasarkan Coklit
PPDP;
b. PPS tidak menyusun
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran
menggunakan Formulir
Model A1.1-KWK;
c. PPS tidak melakukan
a. Memastikan PPS
menyusun Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran
berdasarkan Coklit
PPDP;
b. Memastikan PPS
menyusun Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran
menggunakan Formulir
Model A1.1-KWK;
c. Memastikan PPS
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan Rekap
Daftar Pemilih
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel, PPL
harus memiliki Hasil
Pengawasan
berdasarkan uji petik
50% jumlah TPS tiap
desa/kel dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa terhadap
hasil pengawasan
tersebut;
28
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Pleno Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
d. PPS tidak
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
e. PPS tidak
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
f. PPS tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.1-
KWK) kepada PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon.
melakukan Pleno
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
d. Memastikan PPS
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
e. Memastikan PPS
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
f. Memastikan PPS
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.1-
KWK) kepada PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon.
Tingkat Desa/Kel;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPS dalam
proses Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek Hasil
Pemutakhiran yang
dilakukan oleh PPDP
dengan Hasil
Pengawasan PPL.
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel oleh
PPS ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan, PPL
harus menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal belum
terbentuk PPL pada
saat Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Desa/Kel,
Panwaskab membuat
kelompok kerja
melibatkan pemantau
dan/atau kampus untuk
mengawasi
pelaksanaan sub
tahapan ini.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
17. Kampanye dan
Debat Publik
Alat Peraga Kampanye
dan Bahan Kampanye :
a. KPU Prov membuat
APeKa dan Bahan
Kampanye tidak
sesuai design dan
materi yang
disampaikan oleh
Paslon;
b. KPU Prov terlambat
membuat APeKa dan
Bahan Kampanye
Paslon;
c. KPU Prov membuat
Alat Peraga Kampanye
dan Bahan Kampanye :
a. Memastikan KPU Prov
membuat APeKa dan
Bahan Kampanye
sesuai design dan
materi yang
disampaikan oleh
Paslon;
b. Memastikan KPU Prov
tepat waktu membuat
APeKa dan Bahan
Kampanye Paslon;
c. Memastikan KPU Prov
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan
Tahapan
Kampanye;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan
Tahapan
Kampanye;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov dan
Pasangan Calon terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
Tahapan Kampanye;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan Pasangan
a. Pasca Penetapan
Pasangan Calon,
Bawaslu Prov
berkoordinasi dengan
KPU Prov terkait
penyusunan jadwal
waktu dan lokasi
kampanye Pertemuan
Terbatas, Tatap Muka,
dan Rapat Umum;
b. Bawaslu Prov
berkoordinasi dengan
masing-masing
Pasangan Calon untuk
29
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
APeKa dan Bahan
Kampanye Paslon
tidak sesuai jumlah
dan ukuran yang
diatur;
d. KPU Prov memasang
APeKa Paslon pada
tempat-tempat yang
dilarang;
e. Paslon mencetak dan
menyebarkan APeKa;
f. Paslon mencetak dan
menyebarkan Bahan
Kampanye selain yang
diperkenankan;
g. Paslon mencetak dan
menyebarkan Bahan
Kampanye dengan
konversi lebih dari Rp.
25.000,-/unit;
h. Paslon memasang
stiker pada tempat-
tempat yang dilarang;
i. Materi kampanye
bertentangan aturan
yang ada.
Pertemuan Terbatas,
Tatap Muka, dan Rapat
Umum :
a. Paslon tidak
menyampaikan
pemberitahuan tertulis
kepada Kepolisian
dengan tembusan
kepada KPU Prov dan
Bawaslu Prov;
b. Jumlah peserta
membuat APeKa dan
Bahan Kampanye
Paslon sesuai jumlah
dan ukuran yang
diatur;
d. Memastikan KPU Prov
memasang APeKa
Paslon pada tempat-
tempat yang
diperbolehkan;
e. Memastikan Paslon
tidak mencetak dan
menyebarkan APeKa;
f. Memastikan Paslon
mencetak dan
menyebarkan Bahan
Kampanye yang
diperkenankan;
g. Memastikan Paslon
tidak mencetak dan
meyebarkan Bahan
Kampanye dengan
konversi lebih dari Rp.
25.000,-/unit;
h. Memastikan Paslon
memasang stiker pada
tempat-tempat yang
dilarang;
i. Memastikan materi
kampanye sesuai
aturan.
Pertemuan Terbatas,
Tatap Muka, dan Rapat
Umum :
a. Memastikan Paslon
menyampaikan
pemberitahuan tertulis
kepada Kepolisian
dengan tembusan
kepada KPU Prov dan
Bawaslu Prov;
b. Memastikan jumlah
Kampanye dalam
melaksanakan
Kampanye;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
dokumen-dokumen
terkait Kampanye yang
antara lain :
1. Daftar Tim
Kampanye dan
Penghubung Paslon
(Form Model BC1-
KWK);
2. Daftar Petugas
Kampanye (Form
Model BC2-KWK);
3. Orang-Seorang atau
Relawan Kampanye
(Form Model BC3-
KWK);
4. Akun Media Sosial
Paslon (Form Model
BC4-KWK);
5. Pemberitahuan
Tertulis terkait
Rencana
Kampanye; dan
6. Jadwal Kampanye
mendapatkan desain
APeKa dan Bahan
Kampanye serta materi
Iklan Kampanye;
c. Bawaslu Prov
melakukan
pencermatan dan
penelusuran nama-
nama Tim Kampanye
Paslon terutama pada
indikasi adanya
keterlibatan TNI/Polri,
ASN/PNS, dan Kades/
Perangkat Desa dalam
Tim Kampanye;
d. Pengawas Pemilu
melakukan upaya-
upaya yang maksimal
pencegahan terhadap
praktek Politik Uang,
keterlibatan ASN/PNS
dan Kades/ Perangkat
Desa dalam Kampanye,
serta kemungkinan
penggunaan fasilitas
negara/daerah dan
pemberian uang/materi
lainnya berkedok
Bansos;
e. Pengawas Pemilu
berkoordinasi dengan
KPU Prov/Kab, Pihak
Kepolisian dan
Pemerintah Darah
(Satpol-PP) untuk
melakukan penertiban
APeKa dan Bahan
Kampanye yang
bertentangan dengan
peraturan perundang-
undangan.
30
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
kampanye lebih dari
2.000 orang;
c. Terdapat tanda
gambar/atribut selain
gambar/atribut Paslon
bersangkutan;
d. Kampanye
menggunakan faslitas
negara/daerah;
e. Paslon melibatkan
Pejabat BUMN/BUMD,
TNI/Polri, ASN/PNS,
dan Kades/Perangkat
Desa;
f. Terdapat kegiatan
Politik Uang;
g. Berlangsung sebelum
pukul 09.00 pagi dan
berakhir setelah pukul
18.00 sore (Rapat
Umum);
h. Kegiatan kampanye
melanggar larangan-
larangan lainnya.
Iklan Kampanye di
Media Massa:
a. KPU Prov
menayangkan Iklan
Kampanye tidak
sesuai materi yang
disampaikan Paslon;
b. KPU Prov
menayangkan Iklan
Kampanye tidak
sesuai jumlah, ukuran,
dan durasi tayang
setiap Paslon;
peserta kampanye
tidak lebih dari 2.000
orang;
c. Memastikan tidak
terdapat tanda
gambar/atribut selain
gambar/atribut Paslon
bersangkutan;
d. Memastikan
Kampanye tidak
menggunakan faslitas
negara/daerah;
e. Memastikan Paslon
tidak melibatkan
Pejabat BUMN/BUMD,
TNI/Polri, ASN/PNS,
dan Kades/ Perangkat
Desa;
f. Memastikan tidak
terdapat kegiatan
Politik Uang;
g. Memastikan
berlangsung mulai
pukul 09.00 pagi dan
s.d pukul 18.00 sore
(Rapat Umum);
h. Memastikan kegiatan
kampanye tidak
melanggar larangan.
Iklan Kampanye di
Media Massa:
a. Memastikan KPU Prov
menayangkan Iklan
Kampanye sesuai
materi yang
disampaikan Paslon;
b. Memastikan KPU Prov
menayangkan Iklan
Kampanye sesuai
jumlah, ukuran, dan
durasi tayang setiap
Paslon;
31
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
c. KPU Prov tidak
memberikan perlakuan
sama dan berimbang
bagi jadwal iklan setiap
Paslon;
d. Paslon membuat
materi Iklan Kampanye
tidak sesuai peraturan
dan etika periklanan;
e. Paslon membuat dan
menayangkan Iklan
Kampanye selain yang
difasilitasi KPU Prov.
f. Paslon memasang
Iklan Kampanye diluar
jadwal waktu
Kampanye Iklan di
Media Massa.
Kampanye di Media
Sosial :
a. Paslon tidak membuat
akun resmi di media
sosial;
b. Paslon tidak
mendaftarkan akun
resmi di media sosial
kepada KPU Prov
sesuai waktu tahapan;
c. Akun media sosial
dalam Form Model
BC4-KWK tidak
disampaikan kepada
Bawaslu Prov dan
Kepolisian.
d. Materi kampanye
dalam akun media
sosial bernada Black
Campaign.
c. Memastikan KPU Prov
memberikan perlakuan
sama dan berimbang
bagi jadwal iklan setiap
Paslon;
d. Memastikan Paslon
membuat materi Iklan
Kampanye sesuai
peraturan dan etika
periklanan;
e. Memastikan Paslon
tidak membuat dan
menayangkan Iklan
Kampanye selain yang
difasilitasi KPU Prov.
f. Memastikan Paslon
tidak memasang Iklan
Kampanye diluar
jadwal waktu
Kampanye Iklan di
Media Massa.
Kampanye di Media
Sosial :
a. Memastikan Paslon
membuat akun resmi
di media sosial;
b. Memastikan Paslon
mendaftarkan akun
resmi di media sosial
kepada KPU Prov
sesuai waktu tahapan;
c. Memastikan akun
media sosial dalam
Form Model BC4-KWK
disampaikan kepada
Bawaslu Prov dan
Kepolisian.
d. Memastikan materi
kampanye dalam akun
media sosial tidak
bernada Black
32
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Debat Publik :
a. Tidak dipandu oleh
moderator yang netral,
profesional, dan
berintegritas tinggi;
b. KPU Prov tidak
memberikan akses
yang luas bagi
penyandang
disabilitas;
c. Materi debat yang
tidak berorientasi visi,
misi, program
Pasangan Calon;
d. Moderator
memberikan komentar,
penilaian, dan
kesimpulan terhadap
materi debat;
e. KPU Prov tidak
menetapkan
mekanisme
penyelenggaraan
debat melalui SK.
Campaign.
Debat Publik :
a. Memastikan dipandu
oleh moderator yang
netral, profesional, dan
berintegritas tinggi;
b. Memastikan KPU Prov
memberikan akses
yang luas bagi
penyandang
disabilitas;
c. Memastikan materi
debat berorientasi visi,
misi, program
Pasangan Calon;
d. Memastikan moderator
tidak memberikan
komentar, penilaian,
dan kesimpulan
terhadap materi debat;
e. Memastikan KPU Prov
menetapkan
mekanisme
penyelenggaraan
debat melalui SK.
18. Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Kecamatan
a. PPK tidak melakukan
Rapat Pleno Terbuka
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran sesuai
waktu tahapan;
b. PPK tidak
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
c. PPK tidak memberikan
kesempatan dan tidak
a. Memastikan PPK
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran sesuai
waktu tahapan;
b. Memastikan PPK
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
c. Memastikan PPK
memberikan
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Kecamatan;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Kecamatan;
c. Supervisi alat
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPK melalui
KPU Kab terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan PPK
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Kecamatan;
b. Pengawasan Melekat
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran,
Panwascam harus
memiliki Formulir Model
A1.1-KWK setiap
Desa/Kel dan telah
melakukan rekapitulasi
terhadap data tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran oleh PPK
ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
33
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
d. PPK tidak menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran
menggunakan Formulir
Model A1.2-KWK;
e. PPK tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.2-
KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
kesempatan dan
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
d. Memastikan PPK
menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran
menggunakan Formulir
Model A1.2-KWK;
e. Memastikan PPK
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.2-
KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
kerja/instrumen
pengawasan.
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPK dalam
proses Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Desa/Kel dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Kecamatan.
Rekapitulasi
Panwascam, maka
Panwascam harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal belum
terbentuk Panwascam
pada saat Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Kecamatan,
Panwaskab dapat
membuat kelompok
kerja dengan
melibatkan pemantau
dan/atau kampus untuk
mengawasi
pelaksanaan sub
tahapan ini.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
19. Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS di
Kabupaten
a. KPU Kab tidak
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS
sesuai waktu tahapan;
b. KPU Kab tidak
mengundang
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS;
c. KPU Kab tidak
memberikan
a. Memastikan KPU Kab
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Kab
mengundang
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS;
c. Memastikan KPU Kab
memberikan
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS di
Kabupaten;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS di
Kabupaten;
c. Supervisi alat
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada KPU Kab
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan KPU
Kab terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS di
Tingkat Kabupaten;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS,
Panwaskab harus
memiliki Formulir Model
A1.2-KWK setiap
Kecamatan dan telah
melakukan rekapitulasi
terhadap data tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS oleh
KPU Kab ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
34
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
kesempatan dan tidak
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
d. KPU Kab tidak
menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS
menggunakan Formulir
Model A1.3-KWK;
e. KPU Kab tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.3-
KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon;
f. KPU Kab tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPS kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
kesempatan dan
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai dengan data
autentik dan bukti
tertulis;
d. Memastikan KPU Kab
menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS
menggunakan Formulir
Model A1.3-KWK;
e. Memastikan KPU Kab
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.3-
KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon;
f. Memastikan KPU Kab
tidak menyerahkan
softcopy by name by
addres DPS kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
kerja/instrumen
pengawasan.
kepatuhan KPU Kab
dalam proses
Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran/
Penetapan DPS;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Kecamatan dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten;
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dan
kemungkinan Pemilih
ganda dalam DPS.
Rekapitulasi
Panwaskab, maka
Panwaskab harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal
rekomendasi/masukan
yang disampaikan
kepada KPU Kab tidak
ditindaklanjuti maka
Panwaskab
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
20. Rekapitulasi DPS di
Provinsi
a. KPU Prov tidak
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPS
sesuai waktu tahapan;
b. KPU Prov tidak
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
DPS;
a. Memastikan KPU Prov
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPS
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Prov
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
DPS;
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
di Provinsi;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
di Provinsi.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU terkait dengan
ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Rekapituasi DPS di
Tingkat Provinsi;
b. Pengawasan Melekat
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPS,
Bawaslu Prov harus
memiliki Formulir Model
A1.3-KWK setiap
Kabupaten dan telah
melakukan rekapitulasi
terhadap data tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPS oleh
KPU Prov ditemukan
ketidaksesuaian
35
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
c. KPU Prov tidak
memberikan
kesempatan dan tidak
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai data autentik
dan bukti tertulis;
d. KPU Prov tidak
menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
menggunakan Formulir
Model A1.4-KWK;
e. KPU Prov tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.4-
KWK) kepada Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Paslon;
f. KPU Prov tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPS kepada Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
c. Memastikan KPU Prov
memberikan
kesempatan dan
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai data autentik
dan bukti tertulis;
d. Memastikan KPU Prov
menyusun
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
menggunakan Formulir
Model A1.4-KWK;
e. Memastikan KPU Prov
menyampaikan salinan
Rekapitulasi Daftar
Pemilih Sementara
(Formulir Model A1.4-
KWK) kepada Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Paslon;
f. Memastikan KPU Prov
tidak menyerahkan
softcopy by name by
addres DPS kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
proses Rekapitulasi
DPS;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Provinsi.
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dan Pemilih
ganda dalam DPS.
dengan Hasil
Rekapitulasi Bawaslu
Prov, maka Bawaslu
Prov harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal
rekomendasi/masukan
yang disampaikan
kepada KPU Prov tidak
ditindaklanjuti maka
Bawaslu Prov
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
21. Pengumuman dan
Tanggapan DPS
a. PPS tidak
mengumumkan DPS
sesuai waktu tahapan;
b. PPS mengumumkan
hanya sebagian dari
TPS yang ada dalam
wilayah desa/kel;
c. PPS tidak
mengumumkan DPS
pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau;
d. PPS tidak
a. Memastikan PPS
mengumumkan DPS
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPS
mengumumkan
seluruh TPS yang ada
dalam wilayah
desa/kel;
c. Memastikan PPS
mengumumkan DPS
pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau;
d. Memastikan PPS
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman dan
Tanggapan DPS;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman dan
Tanggapan DPS;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini agar
KPU Prov dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Pengumuman
dan Tanggapan DPS;
a. Dalam hal PPS tidak
mengumumkan DPS,
Panwascam/PPL
memberikan
rekomendasi
administrasif kepada
PPS agar segera
mengumumkan DPS
paling lama 1x24 jam;
b. Dalam hal PPS tidak
menindaklanjuti
masukan/tanggapan/
usulan perbaikan, maka
Panwascam/PPL
36
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
menindaklanjuti
masukan/tanggapan/
usulan perbaikan yang
disampaikan;
e. PPS tidak mengisi
formulir
tanggapan/masukan
menggunakan Form
Model A2-KWK;
f. PPS tidak memberikan
tanda bukti telah
diterima usulan
perbaikan identitas
dan/atau telah
terdaftar sebagai
Pemilih.
menindaklanjuti
masukan/tanggapan/
usulan perbaikan yang
disampaikan;
e. Memastikan PPS
mengisi formulir
tanggapan/masukan
menggunakan Form
Model A2-KWK;
f. Memastikan PPS
memberikan tanda
bukti telah diterima
usulan perbaikan
identitas dan/atau
telah terdaftar sebagai
Pemilih.
pengawasan. b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPS dalam
menerima dan
manindaklanjuti
masukan/tanggapan/
usulan perbaikan yang
disampaikan;
c. Pengawasan Audit
dengan cara
melakukan
penelusuran ke tempat-
tempat dimana PPS
mengumumkan DPS.
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
22. Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Desa/Kel
a. PPS tidak menyusun
DPSHP sesuai waktu
tahapan;
b. PPS tidak menyusun
DPSHP menggunakan
Formulir Model A3.1-
KWK;
c. PPS tidak melakukan
Pleno Rekapitulasi
DPSHP;
d. PPS tidak
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
DPSHP;
e. PPS tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP
(Formulir Model A3.1-
KWK) kepada PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon.
a. Memastikan PPS
menyusun DPSHP
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPS
menyusun DPSHP
menggunakan Formulir
Model A3.1-KWK;
c. Memastikan PPS
melakukan Pleno
Rekapitulasi DPSHP;
d. Memastikan PPS
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
DPSHP;
e. Memastikan PPS
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP
(Formulir Model A3.1-
KWK) kepada PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di
Tingkat Desa/Kel;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Desa/Kel;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPS Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Desa/Kel;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPS dalam
proses Rekapitulasi
DPS Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Desa/Kel;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan (DPSHP) di
Tingkat Desa/Kel, PPL
harus memiliki Hasil
Pengawasan
berdasarkan laporan/
temuan dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa hasil
pengawasan tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan (DPSHP)
oleh PPS ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan, PPL
harus menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal belum
terbentuk PPL pada
saat Rekapituasi Daftar
Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
37
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
pengawasan pada
aspek Hasil Perbaikan
DPS yang dilakukan
oleh PPS dengan Hasil
Pengawasan PPL.
Tingkat Desa/Kel,
Panwaskab dapat
membuat kelompok
kerja dengan
melibatkan pemantau
dan/atau kampus untuk
mengawasi
pelaksanaan sub
tahapan ini.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
23. Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Kecamatan
a. PPK tidak menyusun
DPSHP sesuai waktu
tahapan;
b. PPK tidak menyusun
DPSHP menggunakan
Formulir Model A3.2-
KWK;
c. PPK tidak melakukan
Rapat Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP;
d. PPK tidak
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP;
e. PPK tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP
(Formulir Model A3.2-
KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
a. Memastikan PPK
menyusun DPSHP
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPK
menyusun DPSHP
menggunakan Formulir
Model A3.2-KWK;
c. Memastikan PPK
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP;
d. Memastikan PPK
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP;
e. Memastikan PPK
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP
(Formulir Model A3.2-
KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di
Tingkat
Kecamatan;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Kecamatan;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPK melalui
KPU Kab terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan PPK
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPS Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Tingkat
Kecamatan;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPK dalam
proses Rekapitulasi
DPS Hasil Perbaikan
(DPSHP) di Kec;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Desa/Kel dengan
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan (DPSHP) di
Tingkat Kecamatan,
Panwascam harus
memiliki Formulir Model
A3.1-KWK setiap
Desa/Kel dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa terhadap
hasil pengawasan
tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan (DPSHP)
oleh PPK ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan,
Panwascam harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal belum
terbentuk Panwascam
pada saat Rekapituasi
Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran di
Tingkat Kecamatan,
Panwaskab dapat
38
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Rekapitulasi di Tingkat
Kecamatan.
membuat kelompok
kerja dengan
melibatkan pemantau
dan/atau kampus untuk
mengawasi
pelaksanaan sub
tahapan ini.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
24. Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP)/Penetapan
DPT di Tingkat
Kabupaten
a. KPU Kab tidak
menyusun DPSHP/
Penetapan DPT sesuai
waktu tahapan;
b. KPU Kab tidak
menyusun DPSHP/
Penetapan DPT
menggunakan Formulir
Model A3.3-KWK;
c. KPU Kab tidak
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT;
d. KPU Kab tidak
mengundang
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT;
e. KPU Kab tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT
(Formulir Model A3.3-
KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon;
a. Memastikan KPU Kab
menyusun DPSHP/
Penetapan DPT sesuai
waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Kab
menyusun DPSHP/
Penetapan DPT
menggunakan Formulir
Model A3.3-KWK;
c. Memastikan KPU Kab
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT;
d. Memastikan KPU Kab
mengundang
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT;
e. Memastikan KPU Kab
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPSHP/
Penetapan DPT
(Formulir Model A3.3-
KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon;
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP)/
Penetapan DPT di
Tingkat
Kabupaten;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPS
Hasil Perbaikan
(DPSHP)/
Penetapan DPT di
Tingkat Kabupaten;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada KPU Kab
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan KPU
Kab terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPS Hasil Perbaikan
(DPSHP)/Penetapan
DPT di Tingkat
Kabupaten;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU Kab
dalam proses
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan
(DPSHP)/Penetapan
DPT di Tingkat
Kabupaten;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan
(DPSHP)/Penetapan
DPT di Tingkat
Kabupaten, Panwaskab
harus memiliki Formulir
Model A3.2-KWK setiap
Kecamatan dan telah
melakukan rekapitulasi
terhadap data tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPS Hasil
Perbaikan
(DPSHP)/Penetapan
DPT di Tingkat
Kabupaten oleh KPU
Kab ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Rekapitulasi
Panwaskab, maka
Panwaskab harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal
rekomendasi/masukan
yang disampaikan
kepada KPU Kab tidak
ditindaklanjuti maka
Panwaskab
39
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
f. KPU Kab tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPT kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
f. Memastikan KPU Kab
tidak menyerahkan
softcopy by name by
addres DPT kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
Kecamatan dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten;
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dan
kemungkinan masih
adanya Pemilih ganda
dalam DPT.
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
25. Rekapitulasi DPT di
Provinsi
a. KPU Prov tidak
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPT
sesuai waktu tahapan;
b. KPU Prov tidak
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
DPT;
c. KPU Prov tidak
memberikan
kesempatan dan tidak
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai data autentik
dan bukti tertulis;
d. KPU Prov tidak
menyusun
Rekapitulasi DPT
menggunakan Formulir
Model A3.4-KWK;
e. KPU Prov tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPT
(Formulir Model A3.4-
KWK) kepada Bawaslu
Prov dan Tim
a. Memastikan KPU Prov
melakukan Rapat
Pleno Terbuka
Rekapitulasi DPT
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Prov
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Terbuka Rekapitulasi
DPT;
c. Memastikan KPU Prov
memberikan
kesempatan dan
menindaklanjuti
masukan yang dapat
disertai data autentik
dan bukti tertulis;
d. Memastikan KPU Prov
menyusun
Rekapitulasi DPT
menggunakan Formulir
Model A3.4-KWK;
e. Memastikan KPU Prov
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPT
(Formulir Model A3.4-
KWK) kepada Bawaslu
Prov dan Tim
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPT
di Provinsi;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPT
di Provinsi.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU terkait dengan
ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Rekapituasi DPT di
Tingkat Provinsi;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
proses Rekapitulasi
DPT;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Provinsi.
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPT di
Tingkat Provinsi,
Bawaslu Prov harus
memiliki Formulir Model
A3.3-KWK setiap
Kabupaten dan telah
melakukan rekapitulasi
terhadap data tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPT di
Tingkat Provinsi oleh
KPU Prov ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Rekapitulasi Bawaslu
Prov, maka Bawaslu
Prov harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
c. Dalam hal
rekomendasi/masukan
yang disampaikan
kepada KPU Prov tidak
ditindaklanjuti maka
Bawaslu Prov
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
40
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Kampanye Pasangan
Calon;
f. KPU Prov tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPT kepada Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
Kampanye Pasangan
Calon;
f. Memastikan KPU Prov
tidak menyerahkan
softcopy by name by
addres DPT kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
jenis informasi data
Pemilih dan
kemungkinan masih
adanya Pemilih ganda
dalam DPT.
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
26. Produksi dan
Pendistribusian
Logistik
a. Ketidaksesuaian
dokumen perusahaan
rekanan secara faktual
dengan dokumen
lelang;
b. Perusahaan rekanan
tidak memiliki
kualifikasi sesuai
dokumen lelang;
c. Perusahaan rekanan
tidak memiliki gudang
representatif untuk
penyimpanan logistik;
d. Data perusahaan
rekanan tidak sesuai
dengan yang tercatat
pada Disperindag
setempat;
e. Track record
perusahaan rekanan
kurang baik;
f. KPU Prov tidak
menyusun jadwal
pengadaan dan
pendistribusian
logistik;
g. KPU Prov tidak
menetapkan standar
jumlah, kebutuhan,
dan spesifikasi teknis
logistik;
h. KPU Prov tidak
a. Memastikan
kesesuaian dokumen
perusahaan rekanan
secara faktual dengan
dokumen lelang;
b. Memastikan rekanan
memiliki kualifikasi
sesuai dokumen
lelang;
c. Memastikan
perusahaan rekanan
memiliki gudang
representatif untuk
penyimpanan logistik;
d. Memastikan data
perusahaan rekanan
sesuai dengan yang
tercatat pada
Disperindag setempat;
e. Memastikan track
record perusahaan
rekanan baik;
f. Memastikan KPU Prov
menyusun jadwal
pengadaan dan
pendistribusian
logistik;
g. Memastikan KPU Prov
menetapkan standar
jumlah, kebutuhan,
dan spesifikasi teknis
logistik;
h. Memastikan KPU Prov
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan
Tahapan Produksi
dan
Pendistribusian
Logistik;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan
Tahapan Produksi
dan
Pendistribusian
Logistik;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses Pengadaan,
Produksi dan
Pendistribusian
Logistik;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan perusahaan
rekanan dalam
produksi logistik;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
dokumen lelang
dengan dokumen dan
kondisi perusahaan
rekanan;
d. Pengawasan Audit
dengan melakukan uji
petik terhadap hasil
produksi logistik untuk
menguji ketepatan
kualitas dan jumlah
produksi;
e. Pengawasan
a. Dalam hal ditemukan
kualifikasi perusahaan
rekanan yang tidak
sesuai dengan
dokumen lelang,
Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada KPU Prov untuk
melakukan moratorium
produksi logistik dan
meninjau ulang
pengadaan oleh
rekanan tersebut;
b. Dalam hal ditemukan
kondisi perusahaan
rekanan yang tidak
sesuai dengan
dokumen pada
Disperindag, Bawaslu
Prov merekomendasi
perusahaan
bersangkutan untuk
melakukan perbaikan;
c. Dalam hal ditemukan
track record
perusahaan rekanan
yang tidak baik,
Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada KPU Prov untuk
melakukan peninjauan
ulang;
d. Merekomendasikan
41
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
melakukan monitoring
perkembangan proses
pencetakan logistik
secara periodik;
i. KPU Prov tidak
melibatkan
pengamanan dalam
proses pencetakan
dan pendistribusian
logistik;
j. KPU Kab tidak
melakukan
pengawasan yang
ketat terhadap sortir
surat suara yang
dilakukan relawan;
k. KPU Kab tidak ketat
melakukan pemilahan
jenis surat suara
rusak;
l. KPU Prov/Kab tidak
membuka akses data
dan informasi kepada
Pengawas Pemilu;
m. Distribusi logistik
terlambat;
n. Logistik tidak
mencukupi.
melakukan monitoring
perkembangan proses
pencetakan logistik
secara periodik;
i. Memastikan KPU Prov
melibatkan
pengamanan dalam
proses pencetakan
dan pendistribusian
logistik;
j. Memastikan KPU Kab
melakukan
pengawasan yang
ketat terhadap sortir
surat suara yang
dilakukan relawan;
k. Memastikan KPU Kab
ketat melakukan
pemilahan jenis surat
suara rusak;
l. Memastikan KPU
Prov/Kab membuka
akses data dan
informasi kepada
Pengawas Pemilu;
m. Memastikan distribusi
logistik tidak terlambat;
n. Memastikan logistik
mencukupi.
Investigasi dengan
melakukan
penelusuran dan
penelitian terhadap
kualifikasi dan track
record perusahan
rekanan.
kepada KPU Prov untuk
melibatkan Bawaslu
Prov dalam
penyusunan dan
perencanaan standar
jumlah, kebutuhan, dan
spesifikasi teknis
logistik;
e. Merekomendasikan
kepada KPU Kab untuk
memberikan skala
prioritas distribusi pada
wilayah-wilayah dengan
kondisi geografis
ekstrem.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
27. Pengumuman DPT
oleh PPS
a. PPS tidak
mengumumkan DPT
sesuai waktu tahapan;
b. PPS mengumumkan
hanya sebagian dari
TPS yang ada dalam
wilayah desa/kel;
c. PPS tidak
mengumumkan DPT
pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau.
a. Memastikan PPS
mengumumkan DPT
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPS
mengumumkan
seluruh TPS yang ada
dalam wilayah
desa/kel;
c. Memastikan PPS
mengumumkan DPT
pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
DPT;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
DPT;
c. Supervisi alat
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini agar
KPU Prov dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Pengumuman
a. Dalam hal PPS tidak
mengumumkan DPT,
Panwascam/PPL
memberikan
rekomendasi
administrasif kepada
PPS agar segera
mengumumkan DPT
paling lama 1x24 jam;
b. Dalam hal PPS tidak
menindaklanjuti, maka
Panwascam/PPL
menindaklanjuti sesuai
42
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
kerja/instrumen
pengawasan.
DPT;
b. Pengawasan Audit
dengan cara
melakukan
penelusuran ke tempat-
tempat dimana PPS
mengumumkan DPT.
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
28. Pendaftaran dan
Penyusunan DPTb-1
a. PPS tidak
mendaftarkan Pemilih
yang telah memenuhi
syarat dan dapat
menunjukkan KTP,
KK, Paspor, atau
Identitas Lainnya;
b. PPS tidak mencatat
NKK dan NIK Pemilih
DPTb-1 saat didaftar
pada Form Model
A.Tb1-KWK;
c. PPS tidak memeriksa
keterpenuhan syarat
Pemilih DPTb-1 seperti
TNI/Polri aktif, domisili
bukan pada desa/kel
bersangkutan, usia
belum 17 tahun, dan
belum 17 tahun tetapi
sudah/pernah
menikah;
d. PPS mendaftar
Pemilih yang
sebelumnya telah ada
dalam DPT.
a. Memastikan PPS
mendaftarkan Pemilih
yang telah memenuhi
syarat dan dapat
menunjukkan KTP,
KK, Paspor, atau
Identitas Lainnya;
b. Memastikan PPS
mencatat NKK dan
NIK Pemilih DPTb-1
saat didaftar pada
Form Model A.Tb1-
KWK;
c. Memastikan PPS
memeriksa keterpenu-
han syarat Pemilih
DPTb-1 seperti
TNI/Polri aktif, domisili
bukan pada desa/kel
bersangkutan, usia
belum 17 tahun, dan
belum 17 tahun tetapi
sudah/pernah
menikah;
d. Memastikan PPS tidak
mendaftar Pemilih
yang sebelumnya telah
ada dalam DPT.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pendaftaran dan
Penyusunan
DPTb-1;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pendaftaran dan
Penyusunan DPTb-
1;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov agar dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Pendaftaran
dan Penyusunan
DPTb-1;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPS dalam
proses Pendaftaran
dan Penyusunan
DPTb-1;
c. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dalam Form
Model A.Tb1-KWK.
a. Dalam hal ditemukan
adanya hal-hal yang
tidak sesuai dengan
syarat dan tata cara
Pendaftaran dan
Penyusunan DPTb-1,
maka Panwascam/PPL
merekomendasikan
saran/perbaikan kepada
PPS;
b. Dalam hal hasil
penelitian ditemukan
adanya Pemilih DPTb-1
yang telah terdaftar
dalam DPT, maka
Panwascam/PPL
merekomendasikan
pencoretan yang
bersangkutan dari
DPTb-1;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
29. Penyerahan Laporan
Penerimaan
Sumbangan Dana
Kampanye (LPSDK)
a. Pasangan Calon tidak
melaporkan LPSDK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
a. Memastikan Paslon
melaporkan LPSDK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
a. Dalam hal ditemukan
cakupan informasi dan
format LPSDK Paslon
yang tidak lengkap,
43
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
b. Petugas yang ditunjuk
melaporkan LPSDK
tidak menyerahkan
Surat Tugas;
c. Pasangan Calon tidak
melaporkan LPSDK
dengan format yang
lengkap;
d. Pasangan Calon tidak
mengisi cakupan
informasi LPSDK
dengan lengkap;
e. Pasangan Calon tidak
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Pasangan Calon
menerima sumbangan
dana kampanye dari
pihak yang dilarang
dan/atau sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. KPU Prov tidak
memberikan sanksi
peringatan kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LPSDK;
h. KPU Prov tidak
melakukan
pencermatan terhadap
cakupan informasi dan
format LPSDK;
i. KPU Prov tidak
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
b. Memastikan Petugas
yang melaporkan
LPSDK menyerahkan
Surat Tugas;
c. Memastikan Paslon
melaporkan LPSDK
dengan format yang
lengkap;
d. Memastikan Paslon
mengisi cakupan
informasi LPSDK
dengan lengkap;
e. Memastikan Paslon
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Memastikan Paslon
tidak menerima
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
menerima sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. Memastikan KPU Prov
memberikan sanksi
peringatan kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LPSDK;
h. Memastikan KPU Prov
melakukan
pencermatan terhadap
cakupan informasi dan
format LPSDK
i. Memastikan KPU Prov
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
Penyerahan
Laporan
Penerimaan
Sumbangan Dana
Kampanye
(LPSDK);
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan
Laporan
Penerimaan
Sumbangan Dana
Kampanye
(LPSDK).
KPU Prov dan Paslon
terkait ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Penyerahan Laporan
Penerimaan
Sumbangan Dana
Kampanye (LPSDK);
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
menerima Penyerahan
Laporan Penerimaan
Sumbangan Dana
Kampanye (LPSDK);
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kelengkapan
format dan
keterpenuhan cakupan
informasi LPSDK.
d. Pengawasan
Investigasi dengan
cara melakukan
penelusuran terhadap
pihak yang
memberikan
sumbangan untuk
memastikan kebenaran
dan kesesuaian nilai
sumbangan dengan
kondisi faktual
penyumbang.
maka Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada KPU Prov untuk
meminta Paslon
bersangkutan
melengkapi sesegera
mungkin;
b. Dalam hal ditemukan
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
sumbangan yang
melebihi batas sesuai
ketentuan, maka
Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada Paslon yang
bersangkutan untuk
tidak menggunakan
dana tersebut dan
mengembalikan ke kas
negara.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
44
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
LPSDK serta tidak
membuat catatan
khusus dalam BA
untuk cakupan
informasi/format
LPSDK yang tidak
lengkap;
j. KPU Prov tidak
mengumumkan
LPSDK paling lambat
1 (satu) hari setelah
menerima LPSDK;
k. KPU Prov tidak
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
LPSDK serta membuat
catatan khusus dalam
BA untuk cakupan
informasi/format
LPSDK yang tidak
lengkap;
j. Memastikan KPU Prov
mengumumkan
LPSDK paling lambat
1 (satu) hari setelah
menerima LPSDK;
k. Memastikan KPU Prov
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
30. Rekapitulasi DPTb-1
di Tingkat Desa/Kel
a. PPS tidak menyusun
DPTb-1 sesuai waktu
tahapan;
b. PPS tidak menyusun
DPTb-1 menggunakan
Formulir Model
A.Tb1.1-KWK;
c. PPS tidak melakukan
Pleno Rekapitulasi
DPTb-1;
d. PPS tidak
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
DPTb-1;
e. PPS tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.1-KWK) kepada
PPL dan Tim
Kampanye Paslon.
a. Memastikan PPS
menyusun DPTb-1
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPS
menyusun DPTb-1
menggunakan Formulir
Model A.Tb1.1-KWK;
c. Memastikan PPS
melakukan Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
d. Memastikan PPS
mengundang PPL dan
Tim Kampanye
Pasangan Calon pada
Pleno Rekapitulasi
DPTb-1;
e. Memastikan PPS
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.1-KWK) kepada
PPL dan Tim
Kampanye Paslon.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Desa/Kel;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPTb-
1 di Tingkat
Desa/Kel;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Desa/Kel;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPS dalam
proses Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Desa/Kel;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Desa/Kel, PPL
harus memiliki Hasil
Pengawasan
berdasarkan laporan/
temuan dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa hasil
pengawasan tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Desa/Kel oleh
PPS ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan, PPL
harus menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
45
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
aspek Hasil
Pendaftaran dan
Penyusunan DPTb-1
yang dilakukan oleh
PPS dengan Hasil
Pengawasan PPL.
31. Rekapitulasi DPTb-1
di Tingkat
Kecamatan
a. PPK tidak menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
sesuai waktu tahapan;
b. PPK tidak menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
menggunakan Formulir
Model A.Tb1.2-KWK;
c. PPK tidak melakukan
Pleno Rekapitulasi
DPTb-1;
d. PPK tidak
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
e. PPK tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.2-KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
a. Memastikan PPK
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan PPK
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
menggunakan Formulir
Model A.Tb1.2-KWK;
c. Memastikan PPK
melakukan Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
d. Memastikan PPK
mengundang
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
e. Memastikan PPK
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.2-KWK) kepada
Panwascam dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Kecamatan;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPTb-
1 di Tingkat
Kecamatan;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada PPK melalui
KPU Kab terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan PPK
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Kecamatan;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan PPK dalam
proses Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Kecamatan;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Desa/Kel dengan
Rekapitulasi di Kec
Kecamatan.
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Kecamatan,
Panwascam harus
memiliki Formulir Model
A.Tb1.1-KWK setiap
Desa/Kel dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa terhadap
hasil pengawasan
tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Kecamatan
oleh PPK ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan,
Panwascam harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
32. Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
di Tingkat
Kabupaten
a. KPU Kab tidak
menyusun
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
a. Memastikan KPU Kab
menyusun
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Kabupaten,
Panwaskab harus
46
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
sesuai waktu tahapan;
b. KPU Kab tidak
menyusun
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
menggunakan Formulir
Model A.Tb1.3-KWK;
c. KPU Kab tidak
melakukan Pleno
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1;
d. KPU Kab tidak
mengundang
PanwasKab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1;
e. KPU Kab tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.3-KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
f. KPU Kab tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPTb-1 kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Kab
menyusun
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
menggunakan Formulir
Model A.Tb1.3-KWK;
c. Memastikan KPU Kab
melakukan Pleno
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1;
d. Memastikan KPU Kab
mengundang
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1;
e. Memastikan KPU Kab
menyampaikan salinan
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.3-KWK) kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
f. Memastikan KPU Kab
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPTb-1 kepada
Panwaskab dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
di Tingkat
Kabupaten;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1
di Tingkat
Kabupaten;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
KPU agar dapat
menginstruksikan
kepada KPU Kab
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan KPU
Kab terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1 di
Tingkat Kabupaten;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU Kab
dalam proses
Rekapitulasi/
Penetapan DPTb-1 di
Tingkat Kabupaten;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Kecamatan dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten;
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dalam Formulir
Model A.Tb1-KWK.
memiliki Formulir Model
A.Tb1.2-KWK setiap
Kecamatan dan telah
melakukan rekapitulasi
serta analisa terhadap
hasil pengawasan
tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Kabupaten oleh
KPU Kab ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan,
Panwaskab harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
33. Rekapitulasi DPTb-1
di Tingkat Provinsi
a. KPU Prov tidak
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
sesuai waktu tahapan;
b. KPU Prov tidak
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
menggunakan Formulir
a. Memastikan KPU Prov
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
sesuai waktu tahapan;
b. Memastikan KPU Prov
menyusun
Rekapitulasi DPTb-1
menggunakan Formulir
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi
DPTb-1 di Tingkat
Provinsi;
b. Evaluasi atau
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov terkait
dengan ketaatan dan
kepatuhan KPU Prov
terhadap proses
a. Sebelum menghadiri
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Provinsi,
Bawaslu Prov harus
memiliki Formulir Model
A.Tb1.3-KWK setiap
Kabupaten dan telah
melakukan rekapitulasi
47
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
Model A.Tb1.4-KWK;
c. KPU Prov tidak
melakukan Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
d. KPU Prov tidak
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
e. KPU Prov tidak
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.4-KWK) kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
f. KPU Prov tidak
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPTb-1 kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
Model A.Tb1.4-KWK;
c. Memastikan KPU Prov
melakukan Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
d. Memastikan KPU Prov
mengundang Bawaslu
Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon pada Pleno
Rekapitulasi DPTb-1;
e. Memastikan KPU Prov
menyampaikan salinan
Rekapitulasi DPTb-1
(Formulir Model
A.Tb1.4-KWK) kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
f. Memastikan KPU Prov
menyerahkan softcopy
by name by addres
DPTb-1 kepada
Bawaslu Prov dan Tim
Kampanye Pasangan
Calon.
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Rekapitulasi DPTb-
1 di Tingkat
Provinsi.
pelaksanaan sub
tahapan Rekapitulasi
DPTb-1;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU Prov
dalam proses
Rekapitulasi DPTb-1;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kesesuaian
antara Hasil
Rekapitulasi di Tingkat
Kabupaten dengan
Rekapitulasi di Tingkat
Provinsi;
d. Pengawasan
Investigasi dengan
melakukan penelitian
terhadap kelengkapan
jenis informasi data
Pemilih dalam Formulir
Model A.Tb1-KWK.
serta analisa terhadap
hasil pengawasan
tersebut;
b. Terhadap hasil
Rekapitulasi DPTb-1 di
Tingkat Provinsi oleh
KPU Prov ditemukan
ketidaksesuaian
dengan Hasil
Pengawasan, Bawaslu
Prov harus
menyampaikan
keberatan disertai
dengan bukti yang ada;
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
34. Pengumuman DPTb-
1 oleh PPS
a. PPS tidak
mengumumkan DPTb-
1 sesuai tahapan;
b. PPS mengumumkan
hanya sebagian dari
TPS yang ada dalam
wilayah desa/kel;
c. PPS tidak
mengumumkan DPTb-
1 pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau.
a. Memastikan PPS
mengumumkan DPTb-
1 sesuai tahapan;
b. Memastikan PPS
mengumumkan
seluruh TPS yang ada
dalam desa/kel;
c. Memastikan PPS
mengumumkan DPTb-
1 pada tempat-tempat
yang mudah
dijangkau.
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
DPTb-1;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Pengumuman
DPTb-1;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini agar
KPU Prov dapat
menginstruksikan
kepada PPS melalui
KPU Kab dan PPK
terkait dengan ketaatan
dan kepatuhan PPS
terhadap proses
pelaksanaan sub
tahapan Pengumuman
DPTb-1;
b. Pengawasan Audit
dengan cara
melakukan
a. Dalam hal PPS tidak
mengumumkan DPTb-
1, Panwascam/PPL
memberikan
rekomendasi
administrasif kepada
PPS agar segera
mengumumkan DPTb-1
paling lama 1x24 jam;
b. Dalam hal PPS tidak
menindaklanjuti, maka
Panwascam/PPL
menindaklanjuti sesuai
dengan tata cara
penanganan dan
penindakan
pelanggaran.
48
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
penelusuran ke tempat
dimana PPS mengu-
mumkan DPTb-1.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
35. Penyerahan Laporan
Penerimaan dan
Pengeluaran Dana
Kampanye (LPPDK)
a. Pasangan Calon tidak
melaporkan LPPDK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
b. Petugas yang ditunjuk
melaporkan LPPDK
tidak menyerahkan
Surat Tugas;
c. Pasangan Calon tidak
melaporkan LPPDK
dengan format yang
lengkap;
d. Pasangan Calon tidak
mengisi cakupan
informasi LPPDK
dengan lengkap;
e. Pasangan Calon tidak
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Pasangan Calon
menerima sumbangan
dana kampanye dari
pihak yang dilarang
dan/atau sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. KPU Prov tidak
memberikan sanksi
pembatalan Pasangan
Calon kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LPPDK;
h. KPU Prov tidak
a. Memastikan Paslon
melaporkan LPPDK
sesuai batas waktu
yang ditentukan;
b. Memastikan Petugas
yang melaporkan
LPPDK menyerahkan
Surat Tugas;
c. Memastikan Paslon
melaporkan LPPDK
dengan format yang
lengkap;
d. Memastikan Paslon
mengisi cakupan
informasi LPPDK
dengan lengkap;
e. Memastikan Paslon
melampirkan Surat
Pernyataan
Penyumbang dengan
isian data dan
informasi yang
lengkap;
f. Memastikan Paslon
tidak menerima
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
menerima sumbangan
yang melebihi batas
sesuai ketentuan;
g. Memastikan KPU Prov
memberikan sanksi
pembatalan Pasangan
Calon kepada
Pasangan Calon yang
terlambat/tidak
melaporkan LPPDK;
h. Memastikan KPU Prov
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan
Laporan
Penerimaan dan
Pengeluaran Dana
Kampanye
(LPPDK);
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan sub
tahapan
Penyerahan
Laporan
Penerimaan dan
Pengeluaran Dana
Kampanye
(LPPDK).
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU Prov dan Paslon
terkait ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaan
sub tahapan
Penyerahan LPPDK;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU dalam
menerima Penyerahan
LPPDK;
c. Pengawasan Literatur
dengan substansi
pengawasan pada
aspek kelengkapan
format dan
keterpenuhan cakupan
informasi LPPDK.
d. Pengawasan
Investigasi dengan
cara melakukan
penelusuran terhadap
pihak yang
memberikan
sumbangan untuk
memastikan kebenaran
dan kesesuaian nilai
sumbangan dengan
kondisi faktual
penyumbang.
a. Dalam hal ditemukan
cakupan informasi dan
format LPPDK Paslon
yang tidak lengkap,
maka Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada KPU Prov untuk
meminta Paslon
bersangkutan
melengkapi sesegera
mungkin;
b. Dalam hal ditemukan
sumbangan dana
kampanye dari pihak
yang dilarang dan/atau
sumbangan yang
melebihi batas sesuai
ketentuan, maka
Bawaslu Prov
merekomendasikan
kepada Paslon yang
bersangkutan untuk
tidak menggunakan
dana tersebut dan
mengembalikan ke kas
negara.
c. Bawaslu Provinsi
melakukan
pencermatan terhadap
kelengkapan bukti
pengeluaran yang
meliputi jumlah unit dan
jenis barang, bentuk
jasa, kwitansi dan
rincian item
pengeluaran untuk
setiap aktifitas
kampanye, serta
49
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
LPPDK serta tidak
membuat catatan
khusus dalam BA
untuk cakupan
informasi/format
LPPDK yang tidak
lengkap;
i. KPU Prov tidak
menyampaikan
LPPDK kepada KAP
paling lambat 1 (satu)
hari setelah menerima
LPPDK;
j. KPU Prov tidak
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
membuat tanda terima
dan BA Penerimaan
LPPDK serta membuat
catatan khusus dalam
BA untuk cakupan
informasi/format
LPPDK yang tidak
lengkap;
i. Memastikan KPU Prov
tidak menyampaikan
LPPDK kepada KAP
paling lambat 1 (satu)
hari setelah menerima
LPPDK;
j. Memastikan KPU Prov
membuka akses data
dan informasi bagi
Bawaslu Prov.
kejanggalan berkas
lainnya.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
36. Masa Tenang,
Pembersihan
APeKa, dan
Distribusi C6-KWK
a. Pasangan Calon
masih melakukan
Kampanye;
b. Politik Uang;
c. Keterlambatan
distribusi C6-KWK oleh
KPPS kepada Pemilih;
d. Transaksi jual beli C6-
KWK oleh
penyelenggara Pemilu
dan aparat
a. Memastikan Pasangan
Calon tidak lagi
melakukan Kampanye
dalam bentuk apapun;
b. Memastikan tidak
terjadi perbuatan
Politik Uang yang
dilakukan oleh
Paslon/Tim Kampanye
dan komponen
masyarakat lainnya;
c. Memastikan KPPS
segera mendistribusi-
kan C6-KWK kepada
Pemilih dan tidak
memberikan C6-KWK
kepada pihak-pihak
yang tidak
berkepentingan;
d. Memastikan sisa C6-
KWK yang belum
terbagi tetap disimpan
oleh KPPS hingga Hari
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan Masa
Tenang dan
Pembersihan
APeKa;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan Masa
Tenang dan
Pembersihan
APeKa;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
Paslon/Tim Kampanye
terkait ketaatan dan
kepatuhan pada Masa
Tenang;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPU
Prov/Kab, PPK, PPS,
dan KPPS dalam
distribusi logistik
termasuk C6-KWK
serta Pembersihan
APeKa dan Bahan
Kampanye;
c. Pengawasan Audit
dengan melakukan uji
petik jumlah Pemilih
a. Pengawas Pemilu
melakukan upaya-
upaya pencegahan
yang maksimal
terhadap kemungkinan
adanya kegiatan
kampanye dan Politik
Uang yang dilakukan
oleh Paslon/Tim
Kampanye dan
komponen masyarakat
lainnya
b. Bawaslu Prov
menginstruksikan
kepada Pengawas TPS
melalui Panwaskab,
Panwascam, dan PPL
untuk mengawasi
penyalahgunaan C6-
KWK;
c. Bawaslu Prov/
Panwaskab
berkoordinasi dengan
50
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
pemerintah;
e. KPU Prov tidak
mengambil sikap
terkait Penertiban
APeKa dan Bahan
Kampanye.
Pemungutan Suara;
e. Memastikan APeKa
dan Bahan Kampanye
tidak lagi terpasang.
yang telah
menerima/belum
menerima C6-KWK.
pihak KPU Prov/Kab,
Pemerintah Daerah
(Satpol-PP), dan pihak
Kepolisian untuk
melakukan
Pembersihan APeKa
dan Bahan Kampanye.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
37. Pemungutan dan
Penghitungan Suara
Pemungutan Suara:
a. KPPS tidak
menempelkan salinan
DPT dan DPTb-1 pada
papan pengumuman;
b. Ketua KPPS tidak
mengambil sumpah/
janji Anggota KPPS;
c. Ketua KPPS tidak
menandatangani Surat
Suara yang akan
digunakan Pemilih;
d. KPPS tidak melakukan
pemeriksaan silang
pada DPT dan DPTb-1
bagi Pemilih DPTb-2;
e. KPPS tidak
memberikan salinan
DPT dan DPTb-1
kepada Saksi Paslon
dan Pengawas TPS;
f. Pemilih menggunakan
C6-KWK milik orang
lain;
g. KPPS tidak
menindaklanjuti
keberatan yang
diajukan Saksi Paslon
Pemungutan Suara:
a. Memastikan KPPS
menempelkan salinan
DPT dan DPTb-1 pada
papan pengumuman;
b. Memastikan Ketua
KPPS mengambil
sumpah/janji Anggota
KPPS;
c. Memastikan Ketua
KPPS menandata-
ngani Surat Suara
yang akan digunakan
Pemilih;
d. Memastikan KPPS
melakukan
pemeriksaan silang
pada DPT dan DPTb-1
bagi Pemilih DPTb-2;
e. Memastikan KPPS
memberikan salinan
DPT dan DPTb-1
kepada Saksi Paslon
dan Pengawas TPS;
f. Memastikan Pemilih
tidak menggunakan
C6-KWK milik orang
lain;
g. Memastikan KPPS
menindaklanjuti
keberatan yang
diajukan Saksi Paslon
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan
Pemungutan dan
Penghitungan
Suara;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan
Pemungutan dan
Penghitungan
Suara;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPPS terkait ketaatan
dan kepatuhan
terhadap proses
pelaksanaaan
Pemungutan dan
Penghitungan Suara;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPPS
dalam pelaksanaaan
Pemungutan dan
Penghitungan Suara
sesuai dengan tata
cara yang telah diatur
dalam peraturan
perundang-undangan;
c. Pengawasan Literatur
dengan melakukan
pemeriksaan
kelengkapan dan
kebenaran tata cara
pengisian data dan
informasi dalam
Formulir Model C1-
KWK.
a. Dalam hal ditemukan
KPPS melaksanakan
Pemungutan dan
Penghitungan Suara
yang tidak sesuai
dengan tata cara yang
telah ditetapkan,
Pengawas TPS
memberikan saran/
perbaikan (sepanjang
tata cara tersebut tidak
mempengaruhi
integritas proses dan
integritas hasil);
b. Dalam hal ditemukan
tata cara pelaksanaan
Pemungutan dan
Penghitungan Suara
yang tidak sesuai
ketentuan dan dapat
mempengaruhi
integritas proses dan
integritas hasil,
Panwascam
berdasarkan hasil
pemeriksaan
merekomendasikan
Pemungutan Suara
Ulang (PSU) dan/atau
Penghitungan Suara
Ulang.
c. Pengawas TPS dan
51
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
dan/atau Pengawas
TPS;
h. KPPS mempengaruhi
pilihan Pemilih;
i. Pemilih memilih lebih
dari 1 (satu) kali;
j. Pemilih tidak mau
mencelupkan jari
tangan pada tinta yang
disediakan;
k. Pemungutan Suara
melewati batas waktu
yang ditentukan;
l. KPPS menyalahguna-
kan sisa Surat Suara;
m. KPPS tidak memberi
tanda silang pada sisa
Surat Suara.
Penghitungan Suara :
a. Penghitungan Suara
dilakukan sebelum
waktu yang ditentukan;
b. KPPS keliru
menetapkan suara sah
dan suara tidak sah;
c. Ketidaksesuaian
jumlah Pemilih Laki-
Laki dan Perempuan
dalam Formulir Model
C1-KWK dengan DPT
dan DPTb-1 yang telah
ditetapkan
sebelumnya;
dan/atau Pengawas
TPS;
h. Memastikan KPPS
tidak mempengaruhi
pilihan Pemilih;
i. Memastikan Pemilih
tidak memilih lebih dari
1 (satu) kali;
j. Memastikan Pemilih
mencelupkan jari
tangan pada tinta yang
disediakan;
k. Memastikan
Pemungutan Suara
tidak melewati batas
waktu yang ditentukan;
l. Memastikan KPPS
tidak menyalahguna-
kan sisa Surat Suara;
m. Memastikan KPPS
memberi tanda silang
pada sisa Surat Suara.
Penghitungan Suara :
a. Memastikan
Penghitungan Suara
dilakukan pada waktu
yang ditentukan;
b. Memastikan KPPS
tidak keliru
menetapkan suara sah
dan suara tidak sah;
c. Memastikan
kesesuaian jumlah
Pemilih Laki-Laki dan
Perempuan dalam
Formulir Model C1-
KWK dengan DPT dan
DPTb-1 yang telah
ditetapkan
sebelumnya;
PPL mengupayakan
penyelesaian tata cara
pengisian data dan
informasi dalam
Formulir Model C1-
KWK yang benar
kepada KPPS sebelum
proses Pemungutan
Suara dinyatakan
selesai.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
52
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
d. Ketidaksesuaian
jumlah surat suara
yang diterima dengan
jumlah surat suara
rusak/keliru coblos
ditambah surat suara
tidak digunakan
ditambah surat suara
digunakan;
e. Ketidaksesuaian
jumlah surat suara
digunakan dengan
jumlah pengguna hak
pilih;
f. Ketidaksesuaian
antara jumlah surat
suara sah dengan
perolehan suara sah
seluruh Paslon;
g. KPPS keliru
menggolongkan surat
suara rusak/keliru
coblos sebagai surat
suara tidak digunakan;
h. KPPS tidak mengisi
data dan informasi
secara lengkap dalam
Formulir Model C1-
KWK;
i. Penghitungan suara
dilakukan secara
tertutup;
j. Penghitungan suara
dilakukan dengan
suara yang tidak jelas;
d. Memastikan
kesesuaian jumlah
surat suara yang
diterima dengan
jumlah surat suara
rusak/keliru coblos
ditambah surat suara
tidak digunakan
ditambah surat suara
digunakan;
e. Memastikan
kesesuaian jumlah
surat suara digunakan
dengan jumlah
pengguna hak pilih;
f. Memastikan
kesesuaian antara
jumlah surat suara sah
dengan perolehan
suara sah seluruh
Paslon;
g. Memastikan KPPS
tidak keliru
menggolongkan surat
suara rusak/keliru
coblos sebagai surat
suara tidak digunakan;
h. Memastikan KPPS
mengisi data dan
informasi secara
lengkap dalam
Formulir Model C1-
KWK;
i. Memastikan
Penghitungan Suara
dilakukan secara
terbuka;
j. Memastikan
Penghitungan Suara
dilakukan dengan
suara yang jelas;
53
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
k. Penghitungan suara
dilakukan tanpa
penerangan yang
cukup;
l. Penghitungan suara
dilakukan pada waktu
dan tempat yang lain;
m. Penulisan perbaikan
(ralat) tidak dilakukan
dengan cara yang
benar;
n. KPPS melarang
masyarakat, Saksi
Paslon,dan Pengawas
TPS mendokumenta-
sikan hasil
penghitungan;
o. KPPS tidak
menindaklanjuti
keberatan yang
diajukan Saksi Paslon
dan/atau Pengawas
TPS;
p. KPPS tidak
memasukkan
dokumen ke dalam
Kotak Suara, tidak
mengunci dan
memberi segel pada
gembok Kotak Suara;
q. KPPS tidak
menyampaikan Kotak
Suara berisi Hasil
Penghitungan Suara
kepada PPS pada hari
yang sama;
r. KPPS tidak
memberikan salinan
Formulir Model C1-
k. Memastikan
Penghitungan Suara
dilakukan dengan
penerangan yang
cukup;
l. Memastikan
Penghitungan Suara
dilakukan pada waktu
dan tempat yang telah
ditentukan;
m. Memastikan penulisan
perbaikan (ralat)
dilakukan dengan cara
yang benar;
n. Memastikan
masyarakat, Saksi
Paslon,dan Pengawas
TPS dapat
mendokumentasikan
hasil penghitungan;
o. Memastikan KPPS
menindaklanjuti
keberatan yang
diajukan Saksi Paslon
dan/atau Pengawas
TPS;
p. Memastikan KPPS
memasukkan
dokumen ke dalam
Kotak Suara,
mengunci dan
memberi segel pada
gembok Kotak Suara;
q. Memastikan KPPS
menyampaikan Kotak
Suara berisi Hasil
Penghitungan Suara
kepada PPS pada hari
yang sama.
r. Memastikan KPPS
memberikan salinan
Formulir Model C1-
54
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
KWK kepada Saksi
Paslon dan Pengawas
TPS;
s. KPPS tidak
mengumukan Hasil
Penghitungan Suara di
TPS.
KWK kepada Saksi
Paslon dan Pengawas
TPS.
s. Memastikan KPPS
mengumukan Hasil
Penghitungan Suara di
TPS.
38. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dan Penetapan Hasil
Pemilihan
a. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dilakukan tidak sesuai
menurut tata cara yang
telah ditetapkan;
b. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
tidak dilakukan pada
waktu yang telah
ditentukan;
c. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
tidak dilakukan dalam
Rapat Pleno Terbuka;
d. Tidak menghadirkan
Saksi Paslon dan
Pengawas Pemilu
sesuai tingkatan;
e. Masukan/keberatan
Saksi Paslon dan
Pengawas Pemilu
tidak ditindaklanjuti;
f. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
tidak sesuai dengan
Hasil Penghitungan
Suara pada tingkatan
sebelumnya;
g. Salinan Rekapitulasi
Hasil Penghitungan
Suara tidak diserahkan
a. Memastikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dilakukan sesuai
menurut tata cara yang
telah ditetapkan;
b. Memastikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dilakukan pada waktu
yang telah ditentukan;
c. Memastikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dilakukan dalam Rapat
Pleno Terbuka;
d. Memastikan
menghadirkan Saksi
Paslon dan Pengawas
Pemilu sesuai
tingkatan;
e. Memastikan masukan/
keberatan Saksi
Paslon dan Pengawas
Pemilu ditindaklanjuti;
f. Memastikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
sesuai dengan Hasil
Penghitungan Suara
pada tingkatan
sebelumnya;
g. Memastikan salinan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
a. Pembuatan alat
kerja/instrumen
pengawasan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan
Suara dan
Penetapan Hasil
Pemilihan;
b. Evaluasi atau
pengujian hasil
pengawasan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan
Suara dan
Penetapan Hasil
Pemilihan;
c. Supervisi alat
kerja/instrumen
pengawasan.
a. Pengawasan Layar
dengan substansi
saran/himbauan/
peringatan dini kepada
KPU dan jajarannya
terkait ketaatan dan
kepatuhan terhadap
proses pelaksanaaan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dan Penetapan Hasil;
b. Pengawasan Melekat
dengan substansi
ketaatan dan
kepatuhan KPPS
dalam pelaksanaaan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
dan Penetapan Hasil
Pemilihan sesuai
dengan tata cara yang
telah diatur dalam
peraturan perundang-
undangan;
c. Pengawasan Literatur
dengan melakukan
pemeriksaan
kelengkapan dan
kebenaran tata cara
pengisian data dan
informasi serta
kesesuaian Hasil
Rekapitulasi dari
masing-masing
tingkatan dalam
a. Dalam hal ditemukan
pelaksanaan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
yang tidak sesuai
dengan tata cara yang
telah ditetapkan,
Pengawas Pemilu
memberikan saran/
perbaikan (sepanjang
tata cara tersebut tidak
mempengaruhi
integritas proses dan
integritas hasil);
b. Dalam hal ditemukan
tata cara pelaksanaan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
yang tidak sesuai
ketentuan dan dapat
mempengaruhi
integritas proses dan
integritas hasil,
Pengawas Pemilu
berdasarkan hasil
pemeriksaan
merekomendasikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
Ulang.
c. Pengawas Pemilu
mengupayakan
penyelesaian tata cara
pengisian data dan
informasi dalam
55
No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan
Fokus
Pengawasan
Pengawasan
KeteranganHulu/Ide/
Pemikiran
Tengah/
Aktualisasi Ide
Hilir/
Pelaksanaan
kepada Saksi Paslon
dan Pengawas Pemilu
sesuai tingkatan;
h. Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
tidak diumumkan pada
tiap tingkatan.
diserahkan kepada
Saksi Paslon dan
Pengawas Pemilu
sesuai tingkatan;
h. Memastikan
Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Suara
diumumkan pada tiap
tingkatan.
Sertifikat Rekapitulasi
Hasil dan Rincian
Penghitungan
Perolehan Suara.
Sertifikat Rekapitulasi
Hasil dan Rincian
Penghitungan
Perolehan Suara
kepada KPU sesuai
tingkatan sebelum
proses Rekapitulasi
Hasil Penghitungan
Suara dinyatakan
selesai.
Aktifitas pengawasan
menggunakan Form A
pengawasan.
56

Kalender pengawasan 2016 2017 - all

  • 1.
    KALENDER PENGAWASAN PEMILIHAN GUBERNURDAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI BARAT TAHUN 2017 No Waktu Sub Tahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan 1. Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan a. KPU keliru dalam menetapkan jumlah persyaratan dukungan bagi Paslon perseora- ngan dengan tidak berdasarkan jumlah DPT Pilpres 2014; b. KPU tidak menetapkan jumlah minimal dukungan berdasarkan DPT Pilpres 2014dan sebarannya melalui SK; c. KPU tidak menyebutkan jumlah DPT Pilpres 2014 dalam SK; d. KPU tidak menyebutkan jumlah minimal dukungan dalam SK; e. KPU tidak menyerahkan salinan SK tersebut kepada Bawaslu; f. KPU tidak mengumumkan jadwal, waktu, dan tempat penyerahan dukungan calon perseorangan selama 14 hari; g. KPU tidak mencantumkan SK Penetapan Jumlah Miimal Dukungan dan Sebarannya dalam pengumuman; h. KPU tidak a. Memastikan KPU menetapkan jumlah persyaratan dukungan bagi Paslon perseora- ngan dengan berdasarkan jumlah DPT Pilpres 2014; b. Memastikan KPU menetapkan jumlah minimal dukungan berdasarkan DPT Pilpres 2014 dan sebaran melalui SK; c. Memastikan KPU menyebutkan jumlah DPT Pilpres 2014 dalam SK; d. Memastikan KPU menyebutkan jumlah minimal dukungan dalam SK; e. Memastikan KPU menyerahkan salinan SK tersebut kepada Bawaslu; f. Memastikan KPU mengumumkan jadwal, waktu, dan tempat penyerahan dukungan calon perseorangan selama 14 hari; g. Memastikan KPU mencantumkan SK Penetapan Jumlah Miimal Dukungan dan Sebarannya dalam pengumuman; h. Memastikan KPU a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan. b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan; dan b. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek keterpenuhan muatan materi Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan. Dalam hal Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan tidak memenuhi muatan materi Pengumuman Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan sebagaimana ketentuan peraturan perundang- undangan, Bawaslu merekomendasikan perbaikan kepada KPU agar dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat bagi Calon Perseorangan yang hendak mengajukan dukungan. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 1
  • 2.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan memperhatikan daya jangkau pengumuman dengan tidak mengumumkan pada media cetak, media elektronik, dan website. memperhatikan daya jangkau pengumuman dengan mengumumkan pada media cetak, media elektronik, dan website. 2. Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan a. Bakal Pasangan Calon perseorangan tidak memenuhi jumlah minimal dukungan dan persebarannya; b. Dokumen dukungan diserahkan tidak dilampiri fotokopi identitas kependudukan dan rekapitulasi jumlah dukungan; c. Bakal Pasangan Calon perseorangan tidak menggunakan Formulir Model B.1 KWK dan Model B.2 KWK; d. Dukungan dengan menggunakan Surat Identitas Lain dikeluarkan secara kolektif; e. Bakal Pasangan Calon perseorangan tidak menyerahkan rekapitulasi dukungan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy serta tidak dibuat dalam 3 (tiga) rangkap; f. Bakal Pasangan Calon tidak mengelompokkan surat pernyataan a. Memastikan Bakal Pasangan Calon memenuhi jumlah minimal dukungan dan persebarannya; b. Memastikan dokumen dukungan dilampiri dengan fotokopi identitas kependudukan dan rekapitulasi jumlah dukungan; c. Memastikan Bakal Pasangan Calon perseorangan menggunakan Formulir Model B.1 KWK dan Model B.2 KWK; d. Memastikan dukungan dengan menggunakan Surat Identitas Lain tidak dikeluarkan secara kolektif; e. Memastikan Bakal Pasangan Calon menyerahkan rekapitulasi dukungan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy serta dibuat dalam 3 (tiga) rangkap; f. Memastikan Bakal Pasangan Calon mengelompokkan surat a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan. b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penyerahan Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan. a. Pengawasan Literatur atas pelaksanaan penyerahan dukungan Bakal Calon Perseorangan dengan memastikan : 1. Keterpenuhan jumlah minimal dukungan dan persebarannya; 2. Ketaatan Bakal Pasangan Calon menyerahkan dokumen dengan dilampiri fotokopi identitas kependudukan dan rekapitulasi jumlah dukungan; 3. Ketaatan Bakal Pasangan Calon Perseorangan menggunakan Formulir Model B.1 KWK dan Model B.2 KWK; 4. Ketaatan Bakal Pasangan Calon Perseorangan tidak menggunakan dukungan Surat Identitas Lain secara kolektif; 5. Ketaatan Bakal Pasangan Calon Perseorangan Dalam hal penyerahan dukungan calon prseorangan terdapat hal- hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Bawaslu merekomendasikan saran kepada KPU agar dapat memberikan ruang perbaikan kepada Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam masa penyerahan dokumen dukungan. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 2
  • 3.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan dukungan dan rekapitulasi dukungan berdasarkan wilayah desa/kelurahan pada Formulir B.2 KWK; g. KPU mengabaikan ketepatan waktu dengan menerima dukungan diluar batas waktu yang telah ditetapkan; h. Petugas KPU tidak membubuhkan paraf dan cap basah pada salinan arsip Bakal Pasangan Calon; i. KPU tidak memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. pernyataan dukungan dan rekapitulasi dukungan berdasarkan wilayah desa/kelurahan pada Formulir B.2 KWK; g. Memastikan KPU tidak mengabaikan ketepatan waktu dan menerima dukungan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan; h. Memastikan Petugas KPU membubuhkan paraf dan cap basah pada salinan arsip Bakal Pasangan Calon; i. Memastikan KPU memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. menyerahkan rekapitulasi dukungan dalam bentuk hardcopy maupun softcopy serta dibuat dalam 3 (tiga) rangkap; dan 6. Ketaatan Bakal Pasangan Calon mengelompokkan surat pernyataan dukungan dan rekapitulasi dukungan berdasarkan wilayah desa/kelurahan; b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan penyerahan dukungan Bakal Calon Perseorangan dengan memastikan : 1. Ketaatan KPU dalam menerima dukungan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan; 2. Ketaatan Petugas KPU membubuhkan paraf dan cap basah pada salinan arsip Bakal Pasangan Calon; dan 3. KPU memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. 3
  • 4.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan 3. Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda a. KPU tidak melakukan penelitian terhadap jumlah minimal dukungan dan persebarannya dalam softcopy Formulir Model B.1 KWK; b. KPU tidak melakukan penelitian kesesuaian jumlah minimal dukungan yang terdapat dalam softcopy dengan hardcopy Formulir Model B.1 KWK; c. KPU tidak membuat Berita Acara Hasil Penelitian serta tanda terima untuk dokumen yang telah sesuai antara softcopy dengan hardcopy; d. KPU tidak melakukan analisa dukungan ganda baik ganda dalam satu Pasangan Calon maupun ganda antar Pasangan Calon; e. KPU tidak menyampaikan salinan BA Hasil Penelitian Dugaan Dukungan Ganda kepada Bakal Pasangan Calon Perseorangan; f. KPU tidak melakukan prosedur yang benar dan/atau standar sama dalam melakukan penelitian administrasi dan dukungan ganda. a. Memastikan KPU melakukan penelitian terhadap jumlah minimal dukungan dan persebarannya dalam softcopy Formulir Model B.1 KWK; b. Memastikan KPU melakukan penelitian kesesuaian jumlah minimal dukungan yang terdapat dalam softcopy dengan hardcopy Formulir Model B.1 KWK; c. Memastikan KPU membuat Berita Acara Hasil Penelitian serta tanda terima untuk dokumen yang telah sesuai antara softcopy dengan hardcopy; d. Memastikan KPU melakukan analisa dukungan ganda baik ganda dalam satu Pasangan Calon maupun ganda antar Pasangan Calon; e. Memastikan KPU menyampaikan salinan BA Hasil Penelitian Dugaan Dukungan Ganda kepada Bakal Pasangan Calon Perseorangan; f. Memastikan KPU melakukan prosedur yang benar dan/atau standar sama dalam melakukan penelitian administrasi dan a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda serta membuka memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu untuk melakukan pengawasan; dan b. Pengawasan Literatur terhadap keterpenuhan jumlah minimal dukungan dan indikasi dukungan ganda dengan cara : 1. Melakukan penelitian terhadap jumlah minimal dukungan dan persebarannya dalam softcopy Formulir Model B.1 KWK; 2. Melakukan penelitian kesesuaian jumlah minimal dukungan yang terdapat dalam softcopy dengan hardcopy Formulir Model B.1 KWK; 3. Melakukan analisa dukungan ganda a. Dalam hal ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah minimal dukungan dalam softcopy dengan formulir Model B.1 KWK, Bawaslu rekomendasikan saran kepada KPU agar membuat Berita Acara dan mengembalikan dokumen dukungan untuk diperbaiki dalam masa penyerahan dokumen dukungan; b. Dalam hal Pasangan Calon tidak memenuhi jumlah minimal dukungan dan sebarannya hingga akhir masa penyerahan dokumen dukungan, Bawaslu rekomendasikan kepada KPU agar menerbitkan Keputusan Penetapan Pasangan Calon Tidak Memenuhi Syarat; c. Dalam hal ditemukan adanya dukungan ganda antar pasangan calon, Bawaslu rekomendasikan kepada KPU agar melakukan penelitian faktual; dan d. Dalam hal ditemukan dukungan ganda dalam satu pasangan calon, Bawaslu 4
  • 5.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan g. KPU tidak memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. dukungan ganda. g. Memastikan KPU memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. baik ganda dalam satu Pasangan Calon maupun ganda antar Pasangan Calon; c. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda dengan cara : 1. Memastikan KPU membuat Berita Acara Hasil Penelitian serta membuat Tanda Terima untuk dokumen yang telah sesuai antara softcopy dengan hardcopy; 2. KPU menyampaikan salinan BA Hasil Penelitian Dugaan Dukungan Ganda kepada Bakal Pasangan Calon Perseorangan; 3. KPU melakukan prosedur yang benar dan/atau standar sama dalam melakukan penelitian administrasi dan dukungan ganda. rekomendasikan kepada KPU agar dukungan hanya dihitung satu. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 4. Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan di Tingkat Desa/Kel Penelitian Administrasi : a. PPS tidak meneliti keabsahan surat dukungan pada Formulir Model B.1 KWK; b. PPS tidak meneliti kesesuaian antara Penelitian Administrasi : a. Memastikan PPS meneliti keabsahan surat dukungan pada Formulir Model B.1 KWK; b. Memastikan PPS meneliti kesesuaian a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan di Tingkat Desa/Kelurahan; a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU agar menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan Penelitian Administrasi : a. Dalam hal Formulir Model B.1-KWK Perseorangan tidak ditandatangani diatas materai oleh Pasangan Calon Perseorangan, PPS tetap melakukan 5
  • 6.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan daftar nama dan alamat pendukung pada Formulir Model B.1 KWK dengan identitas kependudukan pendukung; c. PPS tidak meneliti kesesuaian antara alamat pendukung dengan daerah pemilihan; d. PPS tidak meneliti kelengkapan lampiran dokumen pendukung; e. PPS tidak meneliti kesesuaian alamat pendukung dengan alamat administrasi PPS; f. PPS tidak meneliti surat identitas kependudukan untuk memastikan pemenuhan syarat usia dan/atau status perkawinan pendukung. g. PPS tidak menuangkan Hasil Penelitian Administrasi ke dalam Formulir Model BA.3.1-KWK Perseorangan. Penelitian Faktual : a. PPS tidak mendatangi tempat tinggal setiap pendukung untuk mencocokkan kebenaran nama, antara daftar nama dan alamat pendukung pada Formulir Model B.1 KWK dengan identitas kependudukan pendukung; c. Memastikan PPS meneliti kesesuaian antara alamat pendukung dengan daerah pemilihan; d. Memastikan PPS meneliti kelengkapan lampiran dokumen; e. Memastikan PPS meneliti kesesuaian alamat pendukung dengan alamat administrasi PPS; f. Memastikan PPS meneliti surat identitas kependudukan untuk memastikan pemenuhan syarat usia dan/atau status perkawinan pendukung. g. Memastikan PPS menuangkan Hasil Penelitian Administrasi ke dalam Formulir Model BA.3.1-KWK Perseorangan. Penelitian Faktual : a. Memastikan PPS mendatangi tempat tinggal setiap pendukung untuk men- cocokkan nama, b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan di Tingkat Desa/Kelurahan; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan di Tingkat Desa/Kelurahan serta memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu, Panwaskab, Panwascam, dan PPL untuk melakukan pengawasan; dan b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Penelitian Jumlah Minimal Dukungan dan Analisa Dukungan Ganda dengan memastikan PPS melaksanakan Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan di Tingkat Desa/ Kelurahan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan. c. Pengawasan Audit dengan melakukan uji petik dukungan 5% sampel dari jumlah dukungan per kabupaten masing-masing Pasangan Calon untuk dilakukan faktualisasi kebenaran dan kesesuaian dukungan di lapangan. penelitian faktual dan menyatakan BMS dan tidak menggugukan dukungan; b. Dalam hal nama dan alamat pendukung tidak sesuai dengan fotocopy identitas kependudukan, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan; c. Dalam hal alamat pendukung tidak sesuai dengan daerah pemilihan, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan; d. Dalam hal pada Formulir Model B.1- KWK Perseorangan tidak dilengkapi dengan fotocopy identitas kependudukan, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan; e. Dalam hal fotokopi identitas kependudukan telah habis masa berlakunya, PPS menyatakan MS Administrasi dan melanjutkan penelitian faktual f. Dalam hal alamat pendukung tidak sesuai dengan wilayah aadministrasi PPS, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan tetapi dukungan tersebut dapat digunakan oleh 6
  • 7.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan alamat, dan dukungan; b. PPS tidak meminta Kepala Desa/Lurah untuk menandatangani dan memberikan cap/stempel pada Formulir Model B.1 KWK; c. PPS tidak mendokumentasikan kegiatan penelitian faktual dukungan; d. PPS tidak meminta Pasangan Calon/Tim Penghubung untuk menghadirkan pendukung yang tidak dapat ditemukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk mencocokan dan meneliti kebenaran dukungan; e. PPS tidak menuangkan Hasil Penelitian Faktual ke dalam Formulir Model BA.3.2-KWK Perseorangan yang ditandatangani oleh Ketua dan Anggota PPS; f. PPS tidak membuat Berita Acara Penelitian Administrasi dan Faktual; g. PPS tidak menyerahkan 1 (satu) rangkap BA Hasil Penelitian Administrasi dan Faktual kepada PPL dan Pasangan alamat, dan dukungan; b. Memastikan PPS meminta Kepala Desa/Lurah untuk menandatangani dan memberi cap/stempel pada Formulir Model B.1 KWK; c. Memastikan PPS mendokumentasikan kegiatan penelitian faktual dukungan; d. Memastikan PPS meminta Pasangan Calon/Tim Penghubung mengha- dirkan pendukung yang tidak dapat ditemukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk mencocokan dan meneliti kebenaran dukungan; e. Memastikan PPS menuangkan Hasil Penelitian Faktual ke dalam Formulir Model BA.3.2-KWK Perseorangan yang ditandatangani oleh Ketua dan Anggota PPS; f. Memastikan PPS membuat Berita Acara Penelitian Administrasi dan Faktual; g. Memastikan PPS menyerahkan 1 (satu) rangkap BA Hasil Penelitian Administrasi dan Faktual kepada PPL dan Pasangan Pasangan Calon pada masa perbaikan dengan memindahkan dukungan tersebut sesuai dengan desa/kelurahan; g. Dalam hal syarat usia dan/atau status perkawinan dinyatakan tidak sesuai, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan; h. Dalam hal pada Formulir Model B.1- KWK Perseorangan terdapat Anggota TNI/Polri atau PNS yang memberikan dukungan, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan dan memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan adalah Anggota Anggota TNI/Polri atau PNS; i. PPS menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Penelitian Administrasi kepada PPL dan Pasangan Calon. Penelitian Faktual : a. Dalam hal pendukung menyatakan tidak memberikan dukungannya dan mengisi Formulir Model B.3-KWK, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan; 7
  • 8.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Calon/Tim Penghubung. Calon/Tim Penghubung. b. Dalam hal pendukung tidak menyatakan dukungannya tetapi tidak bersedia mengisi Formulir Model B.3- KWK, PPS menyatakan MS dan dukungan dinyatakan sah; c. Dalam hal pendukung menarik dukungan pada tahap verifikasi faktual, PPS menyatakan MS dan dukungan dinyatakan sah; d. Dalam hal terdapat bukti identitas kependudukan yang meragukan, PPS meminta pendukung menunjukkan identitas kependudukan asli; e. Dalam hal terdapat dukungan ganda antar Pasangan Calon, PPS menanyakan kepastian dukungan dan meminta pendukung membubuhkan tanda- tangan/cap jempol terhadap Paslon yang didukung, dan mencoret pendukung dalam daftar dukungan Pasangan Calon yang tidak didukung; f. Dalam hal pendukung tidak bersedia membubuhkan tanda- 8
  • 9.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan tangan/cap jempol dan menyatakan dukungannya, dukungan dinyatakan MS dan diwajibkan tanda-tangan/cap jempol. g. Dalam hal pendukung tidak bersedia membubuhkan tanda- tangan/cap jempol dan tidak menyatakan dukungannya, dan bersedia/tidak bersedia mengisi Formulir Model B.3- KWK Perseorangan, PPS menyatakan TMS dan mencoret dukungan. h. PPS menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Penelitian Faktual kepada PPL dan Pasangan Calon. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 5. Penyusunan Daftar Pemilih oleh KPU Kabupaten a. KPU Kab menyusun Daftar Pemilih berdasar DP4 dan mengabaikan Daftar Pemilih pada Pemilu terakhir; b. KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan mengabaikan maksimal jumlah Pemilih 800 orang tiap TPS; c. KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan a. Memastikan KPU Kab menyusun Daftar Pemilih berdasar DP4 dan memperhatikan Daftar Pemilih pada Pemilu terakhir; b. Memastikan KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan memperhatikan jumlah Pemilih 800 orang tiap TPS; c. Memastikan KPU Kab menyusun Daftar a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penyusunan Daftar Pemilih oleh KPU Kabupaten; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penyusunan Daftar Pemilih oleh KPU Kabupaten; a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU agar menginstruksikan kepada KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penyusunan Daftar Pemilih oleh KPU Kabupaten serta memberikan akses a. Dalam hal ditemukan adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan syarat dan tata cara penyusunan Daftar Pemilih, maka Panwaskab merekomendasikan saran/perbaikan kepada KPU Kab; b. Dalam hal hasil analisis ditemukan adanya Pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat 9
  • 10.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan tidak memperhatikan aspek kemudahan Pemilih, aspek geografis wilayah Pemilih serta aspek jarak dan waktu tempuh Pemilih ke TPS; d. KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan menggabungkan Pemilih antar desa/kelurahan atau sebutan lain; e. KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan tidak memetakan Pemilih dalam TPS 0 ke TPS-TPS yang ada dan tidak melibatkan PPK dan PPS; f. KPU tidak membuka akses data dan informasi kepada Pengawas Pemilu. Pemilih dengan memperhatikan aspek kemudahan Pemilih, aspek geografis wilayah Pemilih serta aspek jarak dan waktu tempuh Pemilih ke TPS; d. Memastikan KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan tidak menggabungkan Pemilih antar desa/kelurahan atau sebutan lain; e. Memastikan KPU Kab menyusun Daftar Pemilih dengan memetakan Pemilih dalam TPS 0 ke TPS- TPS yang ada dengan melibatkan PPK/PPS; f. Memastikan KPU membuka akses data dan informasi kepada Pengawas Pemilu. c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. data dan informasi kepada Bawaslu dan Panwaskab untuk melakukan pengawasan; b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Penyusunan Daftar Pemilih oleh KPU Kabupaten untuk memastikan KPU Kab melakukan penyusunan sesuai dengan tata cara yang diatur; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pada analisis akurasi dan validitas serta keterpenuhan aspek data dan informasi Pemilih dalam Daftar Pemilih. berdasarkan data Pemilih pada Pemilihan terakhir, maka Panwaskab merekomendasikan pencoretan yang bersangkutan pada sub tahapan Coklit kepada KPU Kab; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 6. Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kecamatan a. PPK tidak mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kecamatan untuk menghadiri rekapitulasi; b. PPK tidak memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kecamatan untuk menyampaikan keberatan; c. PPK tidak menerima, a. Memastikan PPK mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kecamatan untuk menghadiri rekapitulasi; b. Memastikan PPK memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kecamatan untuk menyampaikan keberatan; c. Memastikan PPK a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kecamatan; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU agar menginstruksikan kepada PPK melalui KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kecamatan serta memberikan akses data/informasi a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Dukungan di Tingkat Kecamatan, Panwascam harus memiliki BA Hasil Penelitian Administrasi dan Faktual dari masing-masing desa/kel dan telah melakukan rekapitulasi hasil uji petik sampel dukungan masing- masing Paslon; b. Terhadap hasil Penelitian Administrasi dan Faktual Dukungan 10
  • 11.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan tidak meralat,dan tidak melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat dibuktikan kebenarannya; d. PPK tidak menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Panwas Kecamatan dan Pasangan Calon/Tim Penghubung; menerima, meralat,dan melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat dibuktikan kebenarannya; d. Memastikan PPK menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Panwas Kecamatan dan Pasangan Calon/Tim penghubung; Tingkat Kecamatan; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. kepada Pengawas Pemilu untuk pengawasan; dan b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kecamatan dengan memastikan : 1. PPK meminta setiap PPS untuk menyampaikan Rekapitulasi Dukungan berdasarkan Formulir Model BA.3.1-KWK dan Model BA.3.2-KWK; 2. PPK menerima, meralat dan melaku- kan pembetulan terhadap keberatan yang dapat dibukti- kan; 3. PPK meminta Pasangan Calon/Tim Penghubung untuk mengisi Formulir Model BA.4.1-KWK atas keberatan yang tidak dapat dibukti- kan kebenarannya dan Pasangan Calon/Tim Penghubung tidak dapat menerima. oleh PPS ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Panwascam harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti-bukti yang ada; c. Dalam hal belum terbentuk Panwas Kecamatan dan PPL pada saat Rekapitulasi Dukungan Calon Perseorangan di Tingkat Kecamatan, Panwaskab dapat membuat kelompok kerja dengan melibatkan pemantau dan/atau kampus untuk mengawasi pelaksanaan sub tahapan ini. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 11
  • 12.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan 7. Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kabupaten a. KPU Kab tidak mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kabupaten untuk menghadiri Rekapitulasi; b. KPU Kab tidak memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwaskab untuk menyampaikan keberatan; c. KPU Kab tidak menerima, tidak meralat,dan tidak melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat di buktikan kebenarannya; d. KPU Kab tidak menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Panwaskab dan Pasangan Calon/Tim Penghubung; a. Memastikan KPU Kab mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwas Kabupaten untuk menghadiri Rekapitulasi; b. Memastikan KPU Kab memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Panwaskab untuk menyampaikan keberatan; c. Memastikan KPU Kab menerima, meralat,dan melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat di buktikan kebenarannya; d. Memastikan KPU Kab menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Panwaskab dan Pasangan Calon/Tim Penghubung; a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kabupaten; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kabupaten; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU agar menginstruksikan kepada KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kabupaten serta memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu dan Panwaskab untuk melakukan pengawasan; dan b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Kabupaten dengan memastikan : 1. KPU Kab meminta setiap PPK untuk menyampaikan Rekapitulasi Dukungan berdasarkan Formulir Model BA.4-KWK; 2. KPU Kab menerima, meralat dan melaku- kan pembetulan terhadap keberatan yang dapat dibukti- kan; 3. KPU Kab meminta Pasangan Calon/Tim Penghubung untuk mengisi Formulir Model BA.5.1-KWK a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Dukungan di Tingkat Kabupaten, Panwaskab harus memiliki BA Rekapitulasi Dukungan dari masing-masing kecamatan dan telah melakukan rekapitulasi hasil uji petik sampel dukungan masing- masing Pasangan Calon; b. Terhadap hasil Rekapitulasi Dukungan di Tingkat Kabupaten oleh KPU Kab ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Panwaskab harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti-bukti yang ada; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 12
  • 13.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan atas keberatan yang tidak dapat dibukti- kan kebenarannya dan Pasangan Calon/Tim Penghubung tidak dapat menerima. 8. Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon a. KPU keliru dalam menetapkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol; b. KPU tidak menetapkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol melalui SK; c. KPU tidak menyebutkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi Parpol atau Gabungan Parpol dalam SK; d. KPU tidak menyebutkan persyaratan persentase dan jumlah minimal akumuasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol dalam SK; a. Memastikan KPU menetapkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol dengan benar; b. Memastikan KPU menetapkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol melalui SK; c. Memastikan KPU menyebutkan persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi Parpol atau Gabungan Parpol dalam SK; d. Memastikan KPU menyebutkan persyaratan persentase dan jumlah minimal akumuasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol dalam SK; a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon; dan b. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek keterpenuhan muatan materi Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon. Dalam hal Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon tidak memenuhi muatan materi Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan, Bawaslu merekomendasikan perbaikan kepada KPU agar dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat bagi Parpol atau Gabungan Parpol yang hendak mengajukan dukungan. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 13
  • 14.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan e. KPU tidak menyerahkan salinan SK tersebut kepada Bawaslu; f. KPU tidak mengumumkan jadwal, waktu, dan tempat pendaftaran Pasangan Calon selama 11 hari; g. KPU tidak mencantumkan SK persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol; h. KPU tidak memperhatikan daya jangkau pengumuman dengan tidak mengumumkan pada media cetak, media elektronik, dan website. e. Memastikan KPU menyerahkan salinan SK tersebut kepada Bawaslu; f. Memastikan KPU mengumumkan jadwal, waktu, dan tempat pendaftaran Pasangan Calon selama 11 hari; g. Memastikan KPU mencantumkan SK persyaratan persentase dan jumlah minimal kursi serta persentase dan jumlah minimal akumulasi perolehan suara sah Parpol atau Gabungan Parpol; h. Memastikan KPU memperhatikan daya jangkau pengumuman dengan mengumumkan pada media cetak, media elektronik, dan website. 9. Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih a. PPDP yang diangkat tidak mengetahui baca, tulis, dan hitung; b. PPS tidak memberikan Bimtek kepada PPDP sehingga tidak mengetahui tata cara Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih; c. PPDP tidak turun ke lapangan namun hanya update data a. Memastikan PPDP yang diangkat mengetahui baca, tulis, dan hitung; b. Memastikan PPS memberikan Bimtek kepada PPDP sehingga PPDP mengetahui tata cara Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih; c. Memastikan PPDP turun ke lapangan dan tidak hanya update a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih. c. Supervisi alat a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih; dan b. Pengawasan Melekat dengan substansi pengawasan pada aspek ketatatan dan kepatuhan PPDP dalam a. Dalam hal ditemukan kesaahan pada data Pemilih, PPDP melakukan perbaikan; b. PPDP mencoret Pemilih tidak memenuhi syarat, yaitu: - Telah meninggal dunia; - Pindah domisili; - TNI/Polri - Belum 17 tahun/ belum menikah pada hari H; - Telah dipastikan 14
  • 15.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan berdasar data RT/RW setempat; d. PPDP tidak memberikan tanda bukti terdaftar kepada Pemilih (Form Model AA.1-KWK); e. PPDP tidak menempelkan stiker Coklit di rumah Pemilih yang telah didaftar (Form Model AA.2- KWK); f. PPDP tidak mencoret Pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat; g. PPDP tidak mencatat Pemilih yang telah memenuhi syarat namun belum terdaftar. data berdasar data RT/RW setempat; d. Memastikan PPDP memberikan tanda bukti terdaftar kepada Pemilih (Form Model AA.1-KWK); e. Memastikan PPDP menempelkan stiker Coklit di rumah Pemilih yang telah didaftar (Form Model AA.2- KWK). f. Memastikan PPDP mencoret Pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat; g. Memastikan PPDP mencatat Pemilih yang telah memenuhi syarat namun belum terdaftar. kerja/instrumen pengawasan. melaksanakan Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih. c. Pengawasan Audit dengan cara uji petik 50% jumlah TPS tiap desa/kel untuk mendapatkan hasil pemutakhiran yang telah dilakukan oleh PPDP. tidak ada keberadaannya; - Terganggu jiwa/ ingatannya; - Telah dicabut hak pilihnya; dan - Bukan penduduk daerah Pemilihan. c. Dalam hal ditemukan Pemilih penyandang cacat, PPDP mencatat jenis diabilitas. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 10. Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Provinsi a. KPU Prov tidak mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Bawaslu Provinsi untuk menghadiri Rekapitulasi; b. KPU tidak memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Bawaslu Provinsi untuk menyampaikan keberatan; c. KPU Prov tidak menerima, tidak meralat,dan tidak melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat di buktikan kebenarannya; d. KPU Prov tidak a. Memastikan KPU Prov mengundang Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Bawaslu Provinsi untuk menghadiri Rekapitulasi; b. Memastikan KPU memberikan waktu bagi Pasangan Calon/Tim Penghubung atau Bawaslu Provinsi untuk menyampaikan keberatan; c. Memastikan KPU Prov menerima, meralat,dan melakukan pembetulan terhadap keberatan yang dapat di buktikan kebenarannya; d. Memastikan KPU Prov a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Provinsi; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Provinsi. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Provinsi serta memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu untuk melakukan pengawasan; dan b. Pengawasan Melekat atas pelaksanaan Rekapitulasi Dukungan Perseorangan di Tingkat Provinsi dengan memastikan : a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Dukungan di Tingkat Provinsi, Bawaslu Prov harus memiliki BA Rekapitulasi Dukungan dari masing-masing Kabupaten dan telah melakukan rekapitulasi hasil uji petik sampel dukungan masing- masing Pasangan Calon; b. Terhadap hasil Rekapitulasi Dukungan di Tingkat Provinsi oleh KPU Prov ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Bawaslu Provinsi harus 15
  • 16.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Bawaslu Provinsi dan Pasangan Calon/Tim Penghubung; menyerahkan 1 (satu) rangkap salinan BA Hasil Rekapitulasi Dukungan kepada Bawaslu Provinsi dan Pasangan Calon/Tim Penghubung; 1. KPU Prov meminta setiap KPU Kab untuk menyampaikan Rekapitulasi Dukungan berdasarkan Formulir Model BA.5-KWK; 2. KPU Prov menerima, meralat dan melaku- kan pembetulan terhadap keberatan yang dapat dibukti- kan; 3. KPU Prov meminta Pasangan Calon/Tim Penghubung untuk mengisi Formulir Model BA.6.1-KWK atas keberatan yang tidak dapat dibukti- kan kebenarannya dan Pasangan Calon/Tim Penghubung tidak dapat menerima. menyampaikan keberatan disertai dengan bukti-bukti yang ada; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 11. Pendaftaran Pasangan Calon a. Bakal Pasangan Calon tidak menaati aspek keterpenuhan persyaratan pendaftaran yaitu : 1. Tidak didukung oleh Parpol atau Gabungan Parpol dengan perolehan paling sedikit 20% jumlah kursi DPRD atau 25% akumulasi perolehan suara sah Pemilu Terakhir; 2. Tidak didukung a. Memastikan Bakal Paslon menaati aspek keterpenuhan persyaratan pendaftaran yaitu : 1. Didukung oleh Parpol atau Gabungan Parpol dengan perolehan paling sedikit 20% jumlah kursi DPRD atau 25% akumulasi perolehan suara sah Pemilu Terakhir; 2. Didukung oleh a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pendaftaran Pasangan Calon; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pendaftaran Pasangan Calon. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada Parpol dan KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pendaftaran Pasangan Calon; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan Parpol dan KPU dalam proses Pendaftaran Pasangan a. Dalam hal ditemukan Bakal Pasangan Calon yang tidak memenuhi aspek keterpenuhan persyaratan pendaftaran dan persyaratan pencalonan, maka Bawaslu Provinsi merekomendasikan kepada KPU untuk tidak menerima pendaftaran Bakal Pasangan Calon dimaksud; dan b. Dalam hal ditemukan Bakal Pasangan Calon yang tidak memenuhi 16
  • 17.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan oleh Parpol atau Gabungan Parpol yang memperoleh kursi di DPRD pada Pemilu Terakhir; 3. Tidak menyertakan SK Pimpinan Parpol Tingkat Pusat tentang Kepengurusan Partai Politik Tingkat Provinsi; 4. Tidak menyerahkan dokumen persyaratan jumlah minimal dukungan dan sebarannya (untuk Pasangan Calon Perseorangan); 5. Tidak menyerahkan Daftar Nama Tim Kampanye Tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan; 6. Tidak menyerahkan RKDK; b. Bakal Pasangan Calon tidak menaati aspek keterpenuhan persyaratan pencalonan yaitu : 1. Tidak menyertakan Surat Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur dari Parpol atau Gabungan Parpol (Model B-KWK Parpol); 2. Tidak menyertakan Parpol atau Gabungan Parpol yang memperoleh kursi di DPRD pada Pemilu Terakhir; 3. Menyertakan SK Pimpinan Parpol Tingkat Pusat tentang Kepengurusan Partai Politik Tingkat Provinsi; 4. Menyerahkan dokumen persyaratan jumlah minimal dukungan dan sebarannya (untuk Pasangan Calon Perseorangan); 5. Menyerahkan Daftar Nama Tim Kampanye Tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan; 6. Menyerahkan RKDK; b. Memastikan Bakal Paslon menaati aspek keterpenuhan persyaratan pencalonan yaitu : 1. Menyertakan Surat Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur dari Parpol atau Gabungan Parpol (Model B-KWK Parpol); 2. Menyertakan Calon; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kelengkapan persyaratan Bakal Pasangan Calon. aspek kelengkapan persyaratan calon, maka Bawaslu Provinsi merekomendasikan kepada KPU agar Bakal Pasangan Calon dimaksud dapat melengkapi kekurangan tersebut sesegera mungkin. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 17
  • 18.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Keputusan Pimpinan Parpol Tingkat Pusat tentang Persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.1-KWK Parpol); 3. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Kesepakatan Parpol/Gabungan Parpol dalam Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.2-KWK Parpol); 4. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Kesepakatan Antara Parpol/Gabungan Parpol dengan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.3-KWK Parpol); 5. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Kesesuaian Naskah Visi, Misi, dan Program Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan RPJP Daerah (Model B.4- KWK Parpol); 6. Tidak menyertakan Surat Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur dari Keputusan Pimpinan Parpol Tingkat Pusat tentang Persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.1-KWK Parpol); 3. Menyertakan Surat Pernyataan Kesepakatan Parpol/Gabungan Parpol dalam Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.2-KWK Parpol); 4. Menyertakan Surat Pernyataan Kesepakatan Antara Parpol/Gabungan Parpol dengan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.3-KWK Parpol); 5. Menyertakan Surat Pernyataan Kesesuaian Naskah Visi, Misi, dan Program Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan RPJP Daerah (Model B.4- KWK Parpol); 6. Menyertakan Surat Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur dari 18
  • 19.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Perseorangan (Model B-KWK Perseorangan); 7. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Dukungan Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.1-KWK Perseorangan); 8. Tidak menyertakan Rekapitulasi Jumlah Dukungan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.2-KWK Perseorangan); 9. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Tidak Mendukung Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.3-KWK Perseorangan); 10. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Kesesuaian Naskah Visi, Misi, dan Program Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan RPJP Daerah (Model B.4- Perseorangan (Model B-KWK Perseorangan); 7. Menyertakan Surat Pernyataan Dukungan Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.1-KWK Perseorangan); 8. Menyertakan Rekapitulasi Jumlah Dukungan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.2-KWK Perseorangan); 9. Menyertakan Surat Pernyataan Tidak Mendukung Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Model B.3-KWK Perseorangan); 10. Menyertakan Surat Pernyataan Kesesuaian Naskah Visi, Misi, dan Program Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan RPJP Daerah (Model B.4- 19
  • 20.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan KWK Perseorangan); c. Bakal Pasangan Calon tidak menaati aspek kelengkapan persyaratan calon yaitu: 1. Tidak menyertakan Surat Pernyataan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model BB.1-KWK); 2. Tidak menyertakan Daftar Riwayat Hidup Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model BB.2-KWK); 3. Tidak menyertakan dokumen persyaratan calon lainnya sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundangan- undangan. d. Bakal Pasangan Calon mendaftarkan diri pada akhir waktu (last minute) pendaftaran sehingga tidak memiliki waktu untuk perbaikan persyaratan pendaftaran dan pencalonan yang menyebabkan pihak KPU berat mengambil keputusan; e. Dokumen persyaratan KWK Perseorangan); c. Memastikan Bakal Paslon menaati aspek kelengkapan persyaratan calon yaitu: 1. Menyertakan Surat Pernyataan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model BB.1-KWK); 2. Menyertakan Daftar Riwayat Hidup Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Model BB.2-KWK); 3. Menyertakan dokumen persyaratan calon lainnya sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundangan- undangan. d. Memastikan Bakal Paslon mendaftarkan diri pada awal waktu pendaftaran sehingga memiliki cukup waktu untuk perbaikan persyaratan pendaftaran dan pencalonan sehingga pihak KPU tidak merasa berat mengambil keputusan; e. Memastikan dokumen 20
  • 21.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Bakal Pasangan Calon diragukan validitas dan kebenarannya; f. KPU tidak melakukan prosedur yang benar dan/atau standar sama dalam melakukan pemeriksaan dokumen dan/atau dalam memfaktualkan dokumen persyaratan Bakal Pasangan Calon. g. Ketidaknetralan penyelenggara (KPU) akibat adanya hubungan yang mengakibatkan konflik kepentingan baik hubungan bisnis maupun kekerabatan dengan Bakal Paslon. persyaratan Bakal Paslon terpenuhi validitas dan kebenarannya; f. Memastikan KPU melakukan prosedur yang benar dan/atau standar sama dalam melakukan pemeriksaan dokumen dan/atau dalam memfaktualkan dokumen persyaratan Bakal Pasangan Calon. g. Memastikan netralitas penyelenggara (KPU) yang tidak terpengaruh adanya hubungan yang mengakibatkan konflik kepentingan baik hubungan bisnis maupun kekerabatan dengan Bakal Paslon. 12. Pemeriksaan Kesehatan serta Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon Pemeriksaan Kesehatan: a. KPU tidak berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tingkat Provinsi untuk menetapkan standar kemampuan sehat rohani dan jasmani serta rumah sakit pemerintah yang dapat ditunjuk melakukan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani; b. KPU tidak menetapkan standar kemampuan sehat rohani dan Pemeriksaan Kesehatan: a. Memastikan KPU berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tingkat Provinsi untuk menetapkan standar kemampuan sehat rohani dan jasmani serta rumah sakit pemerintah yang dapat ditunjuk melakukan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani; b. Memastikan KPU menetapkan standar kemampuan sehat a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pemeriksaan Kesehatan serta Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pemeriksaan Kesehatan serta Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pemeriksaan Kesehatan serta Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon serta kepada Tim Dokter Pemeriksa agar dapat melaksanakan tugas secara mandiri dan profesional; a. Dalam hal ditemukan Bakal Pasangan Calon yang tidak memenuhi aspek kelengkapan persyaratan calon, maka Bawaslu Provinsi merekomendasikan kepada KPU agar Bakal Pasangan Calon dimaksud dapat melengkapi kekurangan tersebut sesegera mungkin; b. Dalam hal ditemukan dokumen Bakal Pasangan Calon yang tidak terpenuhi aspek kebenaran dan keabsahan setelah 21
  • 22.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan jasmani serta rumah sakit pemerintah yang dapat ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani melalui SK; c. KPU tidak menyampaikan standar kemampuan sehat rohani dan jasmani rumah sakit pemerintah sebagai rujukan dalam pemeriksaan kesehatan Pasangan Calon; d. KPU tidak menyampaikan nama rumah sakit pemerintah yang ditunjuk kepada Pimpinan Parpol/Gabungan Parpol yang mengusulkan Pasangan Calon; e. Tim Dokter Pemeriksa Kesehatan tidak melaksanakan tugasnya secara mandiri dan profesional. Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon : a. KPU tidak meneliti kelengkapan dan keabsahan dokumen yang meliputi penelitian terhadap : 1. Cap basah Parpol atau masing- rohani dan jasmani serta rumah sakit pemerintah yang dapat ditunjuk melakukan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani melalui SK; c. Memastikan KPU menyampaikan standar kemampuan sehat rohani dan jasmani rumah sakit pemerintah sebagai rujukan dalam pemeriksaan kesehatan Pasangan Calon; d. Memastikan KPU menyampaikan nama rumah sakit pemerintah yang ditunjuk kepada Pimpinan Parpol/Gabungan Parpol yang mengusulkan Pasangan Calon; e. Memastikan Tim Dokter Pemeriksa Kesehatan melaksanakan tugasnya secara profesional dan mandiri. Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon : a. Memastikan KPU meneliti kelengkapan dan keabsahan dokumen yang meliputi penelitian terhadap : 1. Cap basah Parpol atau masing- b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam proses Penelitian Syarat Pencalonan dan Syarat Calon; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek keabsahan dan keterpenuhan persyaratan Bakal Pasangan Calon; dan d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan verifikasi faktual kebenaran dan keabsahan terhadap persyaratan pencalonan dan persyaratan calon yang diragukan kebenarannya berdasarkan temuan maupun laporan masyarakat; dilakukan faktualisasi, Bawaslu Provinsi menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 22
  • 23.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan masing Gabungan Parpol yang bergabung; 2. Kesesuaian tanda tangan masing- masing Calon dalam Formulir Pendaftaran dengan tanda tangan pada fotokopi KTP; 3. Keberadaan materai pada dokumen-dokumen yang mempersyaratkan penggunaan materai. 4. Kesesuaian isi dokumen dengan ketentuan peraturan perundang- undangan b. KPU tidak menuangkan hasil penelitian ke dalam Formulir Model BA.HP-KWK dan Lampirannya; c. KPU tidak memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. masing Gabungan Parpol yang bergabung; 2. Kesesuaian tanda tangan masing- masing Calon dalam Formulir Pendaftaran dengan tanda tangan pada fotokopi KTP; 3. Keberadaan materai pada dokumen-dokumen yang mempersyaratkan penggunaan materai. 4. Kesesuaian isi dokumen dengan ketentuan peraturan perundang- undangan b. Memastikan KPU menuangkan hasil penelitian ke dalam Formulir Model BA.HP- KWK dan Lampirannya; c. Memastikan KPU memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. 13. Pemberitahuan Hasil Penelitian, Perbaikan, dan Penelitian Hasil Perbaikan Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon a. KPU tidak menyampaikan hasil penelitian dalam bentuk Formulir Model BA.HP-KWK dan Lampirannya kepada Bawaslu Provinsi serta Pasangan Calon dan a. Memastikan KPU menyampaikan hasil penelitian dalam bentuk Formulir Model BA.HP-KWK dan Lampirannya kepada Bawaslu Provinsi serta Pasangan Calon dan a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pemberi- tahuan Hasil Pene- litian, Perbaikan, dan Penelitian Hasil Perbaikan a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan a. Dalam hal ditemukan Bakal Pasangan Calon yang tidak memenuhi aspek kelengkapan persyaratan calon setelah dilakukan perbaikan, maka Bawaslu Provinsi 23
  • 24.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Parpol/Gabungan Parpol; b. KPU tidak mengumumkan hasil penelitian paling lambat 2 (dua) hari setelah penelitian; c. KPU tidak menyebutkan dokumen yang belum lengkap dan/atau BMS dan/atau TMS untuk diperbaiki ; d. KPU tidak memberikan kesempatan penggantian Calon atau Pasangan Calon yang tidak memenuhi syarat kesehatan rohani dan jasmani dan/atau bebas narkoba. e. KPU tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Provinsi atau laporan tertulis masyarakat yang dilampiri bukti- bukti yang memperkuat laporan. f. KPU tidak menuangkan hasil penelitian perbaikan ke dalam Formulir Model BA.HP-KWK Perbaikan dan Lampirannya; g. KPU tidak menyampaikan hasil penelitian perbaikan Parpol/Gabungan Parpol; b. Memastikan KPU mengumumkan hasil penelitian paling lambat 2 (dua) hari setelah penelitian; c. Memastikan KPU menyebutkan dokumen yang belum lengkap dan/atau BMS dan/atau TMS untuk diperbaiki ; d. Memastikan KPU memberikan kesempatan penggantian Calon atau Pasangan Calon yang tidak memenuhi syarat kesehatan rohani dan jasmani dan/atau bebas narkoba. e. Memastikan KPU menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Provinsi atau laporan tertulis masyarakat yang dilampiri bukti- bukti yang memperkuat laporan. f. Memastikan KPU menuangkan hasil penelitian perbaikan ke dalam Formulir Model BA.HP-KWK Perbaikan dan Lampirannya; g. Memastikan KPU menyampaikan hasil penelitian perbaikan Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pemberitahuan Hasil Penelitian, Perbaikan, dan Penelitian Hasil Perbaikan Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon. sub tahapan Pemberitahuan Hasil Penelitian, Perbaikan, dan Penelitian Hasil Perbaikan Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam proses Penelitian Hasil Perbaikan Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek keabsahan dan keterpenuhan persyaratan hasil perbaikan oleh Bakal Pasangan Calon; dan d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan verifikasi faktual kebenaran dan keabsahan terhadap perbaikan persyaratan pencalonan dan persyaratan calon yang diragukan kebenarannya berdasarkan temuan maupun laporan masyarakat; merekomendasikan kepada KPU agar Bakal Pasangan Calon tersebut dinyatakan TMS; b. Dalam hal ditemukan dokumen Bakal Pasangan Calon yang tidak terpenuhi aspek kebenaran dan keabsahan setelah dilakukan faktualisasi terhadap dokumen hasil perbaikan, Bawaslu Provinsi menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 24
  • 25.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan kepada Bawaslu Provinsi serta Pasangan Calon dan Parpol/Gabungan Parpol; h. KPU tidak mengumumkan hasil penelitian perbaikan kepada masyarakat; i. KPU tidak memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. kepada Bawaslu Provinsi serta Pasangan Calon dan Parpol/Gabungan Parpol; h. Memastikan KPU mengumumkan hasil penelitian perbaikan kepada masyarakat; i. Memastikan KPU memberikan akses data dan informasi kepada Bawaslu. 14. Penetapan Pasangan Calon, Pengumuman, dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Penetapan Pasangan Calon : a. KPU tidak menyusun BA Penetapan Pasangan Calon berdasarkan Hasil Penelitian Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon dan menetapkannya dengan SK; b. KPU menetapkan Pasangan Calon yang Tidak Memenuhi Syarat dan tidak menetapkan Pasangan Calon yang Memenuhi Syarat; c. KPU tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon dan penetapan pasangan calon melewati batas waktu yang telah ditentukan; d. KPU tidak Penetapan Pasangan Calon : a. Memastikan KPU menyusun BA Penetapan Pasangan Calon berdasarkan Hasil Penelitian Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon dan menetapkannya dengan SK; b. Memastikan KPU menetapkan Pasangan Calon yang Memenuhi Syarat dan tidak menetapkan Pasangan Calon yang Tidak Memenuhi Syarat; c. Memastikan KPU melakukan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon dan penetapan pasangan calon tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan; d. Memastikan KPU a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penetapan Pasangan Calon, Pengumuman, dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penetapan Pasangan Calon, Pengumuman, dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penetapan Pasangan Calon, Pengumuman, dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon serta kepada Pasangan Calon/Parpol/ Gabungan Parpol untuk tidak mengundurkan diri/menarik pengajuan Pasangan Calon pasca Penetapan Pasangan Calon; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam proses Penetapan Pasangan Calon, Pengumuman, dan Pengundian Nomor a. Dalam hal ditemukan Penetapan Pasangan Calon oleh KPU yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka Bawaslu Provinsi menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. b. Dalam hal ditemukan Pasangan Calon/Calon/Parpol/ Gabungan Parpol yang mengundurkan diri/menarik pengajuan Pasangan Calon pasca Penetapan Pasangan Calon, maka Bawaslu Provinsi menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan 25
  • 26.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan mengumumkan Hasil Penetapan Pasangan Calon; Pengundian Nomor Urut: a. KPU tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon melewati batas waktu yang telah ditentukan; b. KPU tidak mengumumkan Hasil Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon. Penyusunan Nomor Urut dan Nama Pasangan Calon : a. KPU tidak menyusun Nomor Urut dan Nama Pasangan Calon dalam Daftar Pasangan Calon; b. Nama lengkap Pasangan Calon pada Daftar Pasangan Calon tidak sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ketaatan Pasangan Calon/Parpol/Gabungan Parpol : a. Pasangan Calon/salah seorang Calon mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai Peserta mengumumkan Hasil Penetapan Pasangan Calon; Pengundian Nomor Urut: a. Memastikan KPU melakukan Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan; b. Memastikan KPU mengumumkan Hasil Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon. Penyusunan Nomor Urut dan Nama Pasangan Calon : a. Memastikan KPU menyusun Nomor Urut dan Nama Pasangan Calon dalam Daftar Pasangan Calon; b. Memastikan Nama lengkap Pasangan Calon pada Daftar Pasangan Calon sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ketaatan Pasangan Calon/Parpol/Gabungan Parpol : a. Memastikan Pasangan Calon/salah seorang Calon tidak mengundurkan diri setelah ditetapkan Urut Pasangan Calon; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek keterpenuhan muatan materi Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Calon dan Hasil Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon. menggunakan Form A Pengawasan. 26
  • 27.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Pemilihan; b. Partai Politik atau Gabungan Partai Politik menarik pengajuan Pasangan Calon dan/atau salah seorang Calon setelah pengumuman. sebagai Peserta Pemilihan; b. Memastikan Partai Politik atau Gabungan Partai Politik tidak menarik pengajuan Pasangan Calon dan/atau salah seorang Calon setelah pengumuman. 15. Penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) a. Pasangan Calon tidak melaporkan LADK sesuai batas waktu yang ditentukan; b. Petugas yang ditunjuk melaporkan LADK tidak menyerahkan Surat Tugas; c. Pasangan Calon tidak melaporkan LADK dengan format yang lengkap; d. Pasangan Calon tidak mengisi cakupan informasi LADK dengan lengkap; e. Pasangan Calon tidak melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Pasangan Calon menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. KPU Prov tidak a. Memastikan Paslon melaporkan LADK sesuai batas waktu yang ditentukan; b. Memastikan Petugas yang melaporkan LADK menyerahkan Surat Tugas; c. Memastikan Paslon melaporkan LADK dengan format yang lengkap; d. Memastikan Paslon mengisi cakupan informasi LADK dengan lengkap; e. Memastikan Paslon melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Memastikan Paslon tidak menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau menerima sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. Memastikan KPU Prov a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK); b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov dan Paslon terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK); b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam menerima Penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK); c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kelengkapan format dan keterpenuhan cakupan informasi LADK Paslon; d. Pengawasan Investigasi dengan cara melakukan penelusuran terhadap pihak yang a. Dalam hal ditemukan cakupan informasi dan format LADK Paslon yang tidak lengkap, maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada KPU Prov untuk meminta Paslon bersangkutan melengkapi sesegera mungkin; b. Dalam hal ditemukan sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan, maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada Paslon yang bersangkutan untuk tidak menggunakan dana tersebut dan mengembalikan ke kas negara. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A Pengawasan. 27
  • 28.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan memberikan sanksi peringatan kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LADK; h. KPU Prov tidak melakukan pencermatan terhadap cakupan informasi dan format LADK; i. KPU Prov tidak membuat tanda terima dan BA Penerimaan LADK serta tidak membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LADK yang tidak lengkap; j. KPU Prov tidak mengumumkan LADK paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LADK; k. KPU Prov tidak membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. memberikan sanksi peringatan kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LADK; h. Memastikan KPU Prov melakukan pencermatan terhadap cakupan informasi dan format LADK i. Memastikan KPU Prov membuat tanda terima dan BA Penerimaan LADK serta membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LADK yang tidak lengkap; j. Memastikan KPU Prov mengumumkan LADK paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LADK; k. Memastikan KPU Prov membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. memberikan sumbangan untuk memastikan kebenaran dan kesesuaian nilai sumbangan dengan kondisi faktual penyumbang. 16. Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel a. PPS tidak menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran berdasarkan Coklit PPDP; b. PPS tidak menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran menggunakan Formulir Model A1.1-KWK; c. PPS tidak melakukan a. Memastikan PPS menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran berdasarkan Coklit PPDP; b. Memastikan PPS menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran menggunakan Formulir Model A1.1-KWK; c. Memastikan PPS a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekap Daftar Pemilih Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel, PPL harus memiliki Hasil Pengawasan berdasarkan uji petik 50% jumlah TPS tiap desa/kel dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa terhadap hasil pengawasan tersebut; 28
  • 29.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; d. PPS tidak mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; e. PPS tidak menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; f. PPS tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.1- KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon. melakukan Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; d. Memastikan PPS mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; e. Memastikan PPS menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; f. Memastikan PPS menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.1- KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Tingkat Desa/Kel; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPS dalam proses Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek Hasil Pemutakhiran yang dilakukan oleh PPDP dengan Hasil Pengawasan PPL. b. Terhadap hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel oleh PPS ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, PPL harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal belum terbentuk PPL pada saat Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Desa/Kel, Panwaskab membuat kelompok kerja melibatkan pemantau dan/atau kampus untuk mengawasi pelaksanaan sub tahapan ini. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 17. Kampanye dan Debat Publik Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye : a. KPU Prov membuat APeKa dan Bahan Kampanye tidak sesuai design dan materi yang disampaikan oleh Paslon; b. KPU Prov terlambat membuat APeKa dan Bahan Kampanye Paslon; c. KPU Prov membuat Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye : a. Memastikan KPU Prov membuat APeKa dan Bahan Kampanye sesuai design dan materi yang disampaikan oleh Paslon; b. Memastikan KPU Prov tepat waktu membuat APeKa dan Bahan Kampanye Paslon; c. Memastikan KPU Prov a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan Tahapan Kampanye; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan Tahapan Kampanye; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov dan Pasangan Calon terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan Tahapan Kampanye; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan Pasangan a. Pasca Penetapan Pasangan Calon, Bawaslu Prov berkoordinasi dengan KPU Prov terkait penyusunan jadwal waktu dan lokasi kampanye Pertemuan Terbatas, Tatap Muka, dan Rapat Umum; b. Bawaslu Prov berkoordinasi dengan masing-masing Pasangan Calon untuk 29
  • 30.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan APeKa dan Bahan Kampanye Paslon tidak sesuai jumlah dan ukuran yang diatur; d. KPU Prov memasang APeKa Paslon pada tempat-tempat yang dilarang; e. Paslon mencetak dan menyebarkan APeKa; f. Paslon mencetak dan menyebarkan Bahan Kampanye selain yang diperkenankan; g. Paslon mencetak dan menyebarkan Bahan Kampanye dengan konversi lebih dari Rp. 25.000,-/unit; h. Paslon memasang stiker pada tempat- tempat yang dilarang; i. Materi kampanye bertentangan aturan yang ada. Pertemuan Terbatas, Tatap Muka, dan Rapat Umum : a. Paslon tidak menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kepolisian dengan tembusan kepada KPU Prov dan Bawaslu Prov; b. Jumlah peserta membuat APeKa dan Bahan Kampanye Paslon sesuai jumlah dan ukuran yang diatur; d. Memastikan KPU Prov memasang APeKa Paslon pada tempat- tempat yang diperbolehkan; e. Memastikan Paslon tidak mencetak dan menyebarkan APeKa; f. Memastikan Paslon mencetak dan menyebarkan Bahan Kampanye yang diperkenankan; g. Memastikan Paslon tidak mencetak dan meyebarkan Bahan Kampanye dengan konversi lebih dari Rp. 25.000,-/unit; h. Memastikan Paslon memasang stiker pada tempat-tempat yang dilarang; i. Memastikan materi kampanye sesuai aturan. Pertemuan Terbatas, Tatap Muka, dan Rapat Umum : a. Memastikan Paslon menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kepolisian dengan tembusan kepada KPU Prov dan Bawaslu Prov; b. Memastikan jumlah Kampanye dalam melaksanakan Kampanye; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada dokumen-dokumen terkait Kampanye yang antara lain : 1. Daftar Tim Kampanye dan Penghubung Paslon (Form Model BC1- KWK); 2. Daftar Petugas Kampanye (Form Model BC2-KWK); 3. Orang-Seorang atau Relawan Kampanye (Form Model BC3- KWK); 4. Akun Media Sosial Paslon (Form Model BC4-KWK); 5. Pemberitahuan Tertulis terkait Rencana Kampanye; dan 6. Jadwal Kampanye mendapatkan desain APeKa dan Bahan Kampanye serta materi Iklan Kampanye; c. Bawaslu Prov melakukan pencermatan dan penelusuran nama- nama Tim Kampanye Paslon terutama pada indikasi adanya keterlibatan TNI/Polri, ASN/PNS, dan Kades/ Perangkat Desa dalam Tim Kampanye; d. Pengawas Pemilu melakukan upaya- upaya yang maksimal pencegahan terhadap praktek Politik Uang, keterlibatan ASN/PNS dan Kades/ Perangkat Desa dalam Kampanye, serta kemungkinan penggunaan fasilitas negara/daerah dan pemberian uang/materi lainnya berkedok Bansos; e. Pengawas Pemilu berkoordinasi dengan KPU Prov/Kab, Pihak Kepolisian dan Pemerintah Darah (Satpol-PP) untuk melakukan penertiban APeKa dan Bahan Kampanye yang bertentangan dengan peraturan perundang- undangan. 30
  • 31.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan kampanye lebih dari 2.000 orang; c. Terdapat tanda gambar/atribut selain gambar/atribut Paslon bersangkutan; d. Kampanye menggunakan faslitas negara/daerah; e. Paslon melibatkan Pejabat BUMN/BUMD, TNI/Polri, ASN/PNS, dan Kades/Perangkat Desa; f. Terdapat kegiatan Politik Uang; g. Berlangsung sebelum pukul 09.00 pagi dan berakhir setelah pukul 18.00 sore (Rapat Umum); h. Kegiatan kampanye melanggar larangan- larangan lainnya. Iklan Kampanye di Media Massa: a. KPU Prov menayangkan Iklan Kampanye tidak sesuai materi yang disampaikan Paslon; b. KPU Prov menayangkan Iklan Kampanye tidak sesuai jumlah, ukuran, dan durasi tayang setiap Paslon; peserta kampanye tidak lebih dari 2.000 orang; c. Memastikan tidak terdapat tanda gambar/atribut selain gambar/atribut Paslon bersangkutan; d. Memastikan Kampanye tidak menggunakan faslitas negara/daerah; e. Memastikan Paslon tidak melibatkan Pejabat BUMN/BUMD, TNI/Polri, ASN/PNS, dan Kades/ Perangkat Desa; f. Memastikan tidak terdapat kegiatan Politik Uang; g. Memastikan berlangsung mulai pukul 09.00 pagi dan s.d pukul 18.00 sore (Rapat Umum); h. Memastikan kegiatan kampanye tidak melanggar larangan. Iklan Kampanye di Media Massa: a. Memastikan KPU Prov menayangkan Iklan Kampanye sesuai materi yang disampaikan Paslon; b. Memastikan KPU Prov menayangkan Iklan Kampanye sesuai jumlah, ukuran, dan durasi tayang setiap Paslon; 31
  • 32.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan c. KPU Prov tidak memberikan perlakuan sama dan berimbang bagi jadwal iklan setiap Paslon; d. Paslon membuat materi Iklan Kampanye tidak sesuai peraturan dan etika periklanan; e. Paslon membuat dan menayangkan Iklan Kampanye selain yang difasilitasi KPU Prov. f. Paslon memasang Iklan Kampanye diluar jadwal waktu Kampanye Iklan di Media Massa. Kampanye di Media Sosial : a. Paslon tidak membuat akun resmi di media sosial; b. Paslon tidak mendaftarkan akun resmi di media sosial kepada KPU Prov sesuai waktu tahapan; c. Akun media sosial dalam Form Model BC4-KWK tidak disampaikan kepada Bawaslu Prov dan Kepolisian. d. Materi kampanye dalam akun media sosial bernada Black Campaign. c. Memastikan KPU Prov memberikan perlakuan sama dan berimbang bagi jadwal iklan setiap Paslon; d. Memastikan Paslon membuat materi Iklan Kampanye sesuai peraturan dan etika periklanan; e. Memastikan Paslon tidak membuat dan menayangkan Iklan Kampanye selain yang difasilitasi KPU Prov. f. Memastikan Paslon tidak memasang Iklan Kampanye diluar jadwal waktu Kampanye Iklan di Media Massa. Kampanye di Media Sosial : a. Memastikan Paslon membuat akun resmi di media sosial; b. Memastikan Paslon mendaftarkan akun resmi di media sosial kepada KPU Prov sesuai waktu tahapan; c. Memastikan akun media sosial dalam Form Model BC4-KWK disampaikan kepada Bawaslu Prov dan Kepolisian. d. Memastikan materi kampanye dalam akun media sosial tidak bernada Black 32
  • 33.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Debat Publik : a. Tidak dipandu oleh moderator yang netral, profesional, dan berintegritas tinggi; b. KPU Prov tidak memberikan akses yang luas bagi penyandang disabilitas; c. Materi debat yang tidak berorientasi visi, misi, program Pasangan Calon; d. Moderator memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan terhadap materi debat; e. KPU Prov tidak menetapkan mekanisme penyelenggaraan debat melalui SK. Campaign. Debat Publik : a. Memastikan dipandu oleh moderator yang netral, profesional, dan berintegritas tinggi; b. Memastikan KPU Prov memberikan akses yang luas bagi penyandang disabilitas; c. Memastikan materi debat berorientasi visi, misi, program Pasangan Calon; d. Memastikan moderator tidak memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan terhadap materi debat; e. Memastikan KPU Prov menetapkan mekanisme penyelenggaraan debat melalui SK. 18. Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Kecamatan a. PPK tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran sesuai waktu tahapan; b. PPK tidak mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; c. PPK tidak memberikan kesempatan dan tidak a. Memastikan PPK melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPK mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; c. Memastikan PPK memberikan a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Kecamatan; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Kecamatan; c. Supervisi alat a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPK melalui KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPK terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Kecamatan; b. Pengawasan Melekat a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran, Panwascam harus memiliki Formulir Model A1.1-KWK setiap Desa/Kel dan telah melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran oleh PPK ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil 33
  • 34.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; d. PPK tidak menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran menggunakan Formulir Model A1.2-KWK; e. PPK tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.2- KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. kesempatan dan menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; d. Memastikan PPK menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran menggunakan Formulir Model A1.2-KWK; e. Memastikan PPK menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.2- KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. kerja/instrumen pengawasan. dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPK dalam proses Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Desa/Kel dengan Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan. Rekapitulasi Panwascam, maka Panwascam harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal belum terbentuk Panwascam pada saat Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Kecamatan, Panwaskab dapat membuat kelompok kerja dengan melibatkan pemantau dan/atau kampus untuk mengawasi pelaksanaan sub tahapan ini. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 19. Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS di Kabupaten a. KPU Kab tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS sesuai waktu tahapan; b. KPU Kab tidak mengundang Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS; c. KPU Kab tidak memberikan a. Memastikan KPU Kab melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Kab mengundang Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS; c. Memastikan KPU Kab memberikan a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS di Kabupaten; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS di Kabupaten; c. Supervisi alat a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan KPU Kab terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS di Tingkat Kabupaten; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS, Panwaskab harus memiliki Formulir Model A1.2-KWK setiap Kecamatan dan telah melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS oleh KPU Kab ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil 34
  • 35.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan kesempatan dan tidak menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; d. KPU Kab tidak menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS menggunakan Formulir Model A1.3-KWK; e. KPU Kab tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.3- KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon; f. KPU Kab tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPS kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. kesempatan dan menindaklanjuti masukan yang dapat disertai dengan data autentik dan bukti tertulis; d. Memastikan KPU Kab menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS menggunakan Formulir Model A1.3-KWK; e. Memastikan KPU Kab menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.3- KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon; f. Memastikan KPU Kab tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPS kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. kerja/instrumen pengawasan. kepatuhan KPU Kab dalam proses Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran/ Penetapan DPS; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan dengan Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten; d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dan kemungkinan Pemilih ganda dalam DPS. Rekapitulasi Panwaskab, maka Panwaskab harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal rekomendasi/masukan yang disampaikan kepada KPU Kab tidak ditindaklanjuti maka Panwaskab menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 20. Rekapitulasi DPS di Provinsi a. KPU Prov tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS sesuai waktu tahapan; b. KPU Prov tidak mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS; a. Memastikan KPU Prov melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Prov mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi DPS; a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS di Provinsi; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS di Provinsi. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapituasi DPS di Tingkat Provinsi; b. Pengawasan Melekat a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPS, Bawaslu Prov harus memiliki Formulir Model A1.3-KWK setiap Kabupaten dan telah melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPS oleh KPU Prov ditemukan ketidaksesuaian 35
  • 36.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan c. KPU Prov tidak memberikan kesempatan dan tidak menindaklanjuti masukan yang dapat disertai data autentik dan bukti tertulis; d. KPU Prov tidak menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara menggunakan Formulir Model A1.4-KWK; e. KPU Prov tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.4- KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Paslon; f. KPU Prov tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPS kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. c. Memastikan KPU Prov memberikan kesempatan dan menindaklanjuti masukan yang dapat disertai data autentik dan bukti tertulis; d. Memastikan KPU Prov menyusun Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara menggunakan Formulir Model A1.4-KWK; e. Memastikan KPU Prov menyampaikan salinan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Formulir Model A1.4- KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Paslon; f. Memastikan KPU Prov tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPS kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam proses Rekapitulasi DPS; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten dengan Rekapitulasi di Tingkat Provinsi. d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dan Pemilih ganda dalam DPS. dengan Hasil Rekapitulasi Bawaslu Prov, maka Bawaslu Prov harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal rekomendasi/masukan yang disampaikan kepada KPU Prov tidak ditindaklanjuti maka Bawaslu Prov menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 21. Pengumuman dan Tanggapan DPS a. PPS tidak mengumumkan DPS sesuai waktu tahapan; b. PPS mengumumkan hanya sebagian dari TPS yang ada dalam wilayah desa/kel; c. PPS tidak mengumumkan DPS pada tempat-tempat yang mudah dijangkau; d. PPS tidak a. Memastikan PPS mengumumkan DPS sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPS mengumumkan seluruh TPS yang ada dalam wilayah desa/kel; c. Memastikan PPS mengumumkan DPS pada tempat-tempat yang mudah dijangkau; d. Memastikan PPS a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pengumuman dan Tanggapan DPS; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pengumuman dan Tanggapan DPS; c. Supervisi alat kerja/instrumen a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini agar KPU Prov dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pengumuman dan Tanggapan DPS; a. Dalam hal PPS tidak mengumumkan DPS, Panwascam/PPL memberikan rekomendasi administrasif kepada PPS agar segera mengumumkan DPS paling lama 1x24 jam; b. Dalam hal PPS tidak menindaklanjuti masukan/tanggapan/ usulan perbaikan, maka Panwascam/PPL 36
  • 37.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan menindaklanjuti masukan/tanggapan/ usulan perbaikan yang disampaikan; e. PPS tidak mengisi formulir tanggapan/masukan menggunakan Form Model A2-KWK; f. PPS tidak memberikan tanda bukti telah diterima usulan perbaikan identitas dan/atau telah terdaftar sebagai Pemilih. menindaklanjuti masukan/tanggapan/ usulan perbaikan yang disampaikan; e. Memastikan PPS mengisi formulir tanggapan/masukan menggunakan Form Model A2-KWK; f. Memastikan PPS memberikan tanda bukti telah diterima usulan perbaikan identitas dan/atau telah terdaftar sebagai Pemilih. pengawasan. b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPS dalam menerima dan manindaklanjuti masukan/tanggapan/ usulan perbaikan yang disampaikan; c. Pengawasan Audit dengan cara melakukan penelusuran ke tempat- tempat dimana PPS mengumumkan DPS. menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 22. Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel a. PPS tidak menyusun DPSHP sesuai waktu tahapan; b. PPS tidak menyusun DPSHP menggunakan Formulir Model A3.1- KWK; c. PPS tidak melakukan Pleno Rekapitulasi DPSHP; d. PPS tidak mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPSHP; e. PPS tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP (Formulir Model A3.1- KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Memastikan PPS menyusun DPSHP sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPS menyusun DPSHP menggunakan Formulir Model A3.1-KWK; c. Memastikan PPS melakukan Pleno Rekapitulasi DPSHP; d. Memastikan PPS mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPSHP; e. Memastikan PPS menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP (Formulir Model A3.1- KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPS dalam proses Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel; c. Pengawasan Literatur dengan substansi a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Desa/Kel, PPL harus memiliki Hasil Pengawasan berdasarkan laporan/ temuan dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) oleh PPS ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, PPL harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal belum terbentuk PPL pada saat Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di 37
  • 38.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan pengawasan pada aspek Hasil Perbaikan DPS yang dilakukan oleh PPS dengan Hasil Pengawasan PPL. Tingkat Desa/Kel, Panwaskab dapat membuat kelompok kerja dengan melibatkan pemantau dan/atau kampus untuk mengawasi pelaksanaan sub tahapan ini. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 23. Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Kecamatan a. PPK tidak menyusun DPSHP sesuai waktu tahapan; b. PPK tidak menyusun DPSHP menggunakan Formulir Model A3.2- KWK; c. PPK tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP; d. PPK tidak mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP; e. PPK tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP (Formulir Model A3.2- KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Memastikan PPK menyusun DPSHP sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPK menyusun DPSHP menggunakan Formulir Model A3.2-KWK; c. Memastikan PPK melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP; d. Memastikan PPK mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP; e. Memastikan PPK menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP (Formulir Model A3.2- KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Kecamatan; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Kecamatan; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPK melalui KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPK terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Kecamatan; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPK dalam proses Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Kec; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Desa/Kel dengan a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) di Tingkat Kecamatan, Panwascam harus memiliki Formulir Model A3.1-KWK setiap Desa/Kel dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa terhadap hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) oleh PPK ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Panwascam harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal belum terbentuk Panwascam pada saat Rekapituasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Tingkat Kecamatan, Panwaskab dapat 38
  • 39.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan. membuat kelompok kerja dengan melibatkan pemantau dan/atau kampus untuk mengawasi pelaksanaan sub tahapan ini. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 24. Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten a. KPU Kab tidak menyusun DPSHP/ Penetapan DPT sesuai waktu tahapan; b. KPU Kab tidak menyusun DPSHP/ Penetapan DPT menggunakan Formulir Model A3.3-KWK; c. KPU Kab tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT; d. KPU Kab tidak mengundang Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT; e. KPU Kab tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT (Formulir Model A3.3- KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon; a. Memastikan KPU Kab menyusun DPSHP/ Penetapan DPT sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Kab menyusun DPSHP/ Penetapan DPT menggunakan Formulir Model A3.3-KWK; c. Memastikan KPU Kab melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT; d. Memastikan KPU Kab mengundang Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT; e. Memastikan KPU Kab menyampaikan salinan Rekapitulasi DPSHP/ Penetapan DPT (Formulir Model A3.3- KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon; a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/ Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/ Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan KPU Kab terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU Kab dalam proses Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten, Panwaskab harus memiliki Formulir Model A3.2-KWK setiap Kecamatan dan telah melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP)/Penetapan DPT di Tingkat Kabupaten oleh KPU Kab ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Rekapitulasi Panwaskab, maka Panwaskab harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal rekomendasi/masukan yang disampaikan kepada KPU Kab tidak ditindaklanjuti maka Panwaskab 39
  • 40.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan f. KPU Kab tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPT kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. f. Memastikan KPU Kab tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPT kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Kecamatan dengan Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten; d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dan kemungkinan masih adanya Pemilih ganda dalam DPT. menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 25. Rekapitulasi DPT di Provinsi a. KPU Prov tidak melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT sesuai waktu tahapan; b. KPU Prov tidak mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT; c. KPU Prov tidak memberikan kesempatan dan tidak menindaklanjuti masukan yang dapat disertai data autentik dan bukti tertulis; d. KPU Prov tidak menyusun Rekapitulasi DPT menggunakan Formulir Model A3.4-KWK; e. KPU Prov tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPT (Formulir Model A3.4- KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim a. Memastikan KPU Prov melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Prov mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT; c. Memastikan KPU Prov memberikan kesempatan dan menindaklanjuti masukan yang dapat disertai data autentik dan bukti tertulis; d. Memastikan KPU Prov menyusun Rekapitulasi DPT menggunakan Formulir Model A3.4-KWK; e. Memastikan KPU Prov menyampaikan salinan Rekapitulasi DPT (Formulir Model A3.4- KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPT di Provinsi; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPT di Provinsi. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapituasi DPT di Tingkat Provinsi; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam proses Rekapitulasi DPT; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten dengan Rekapitulasi di Tingkat Provinsi. d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPT di Tingkat Provinsi, Bawaslu Prov harus memiliki Formulir Model A3.3-KWK setiap Kabupaten dan telah melakukan rekapitulasi terhadap data tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPT di Tingkat Provinsi oleh KPU Prov ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Rekapitulasi Bawaslu Prov, maka Bawaslu Prov harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; c. Dalam hal rekomendasi/masukan yang disampaikan kepada KPU Prov tidak ditindaklanjuti maka Bawaslu Prov menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan 40
  • 41.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon; f. KPU Prov tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPT kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Kampanye Pasangan Calon; f. Memastikan KPU Prov tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPT kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. jenis informasi data Pemilih dan kemungkinan masih adanya Pemilih ganda dalam DPT. penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 26. Produksi dan Pendistribusian Logistik a. Ketidaksesuaian dokumen perusahaan rekanan secara faktual dengan dokumen lelang; b. Perusahaan rekanan tidak memiliki kualifikasi sesuai dokumen lelang; c. Perusahaan rekanan tidak memiliki gudang representatif untuk penyimpanan logistik; d. Data perusahaan rekanan tidak sesuai dengan yang tercatat pada Disperindag setempat; e. Track record perusahaan rekanan kurang baik; f. KPU Prov tidak menyusun jadwal pengadaan dan pendistribusian logistik; g. KPU Prov tidak menetapkan standar jumlah, kebutuhan, dan spesifikasi teknis logistik; h. KPU Prov tidak a. Memastikan kesesuaian dokumen perusahaan rekanan secara faktual dengan dokumen lelang; b. Memastikan rekanan memiliki kualifikasi sesuai dokumen lelang; c. Memastikan perusahaan rekanan memiliki gudang representatif untuk penyimpanan logistik; d. Memastikan data perusahaan rekanan sesuai dengan yang tercatat pada Disperindag setempat; e. Memastikan track record perusahaan rekanan baik; f. Memastikan KPU Prov menyusun jadwal pengadaan dan pendistribusian logistik; g. Memastikan KPU Prov menetapkan standar jumlah, kebutuhan, dan spesifikasi teknis logistik; h. Memastikan KPU Prov a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan Tahapan Produksi dan Pendistribusian Logistik; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan Tahapan Produksi dan Pendistribusian Logistik; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses Pengadaan, Produksi dan Pendistribusian Logistik; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan perusahaan rekanan dalam produksi logistik; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian dokumen lelang dengan dokumen dan kondisi perusahaan rekanan; d. Pengawasan Audit dengan melakukan uji petik terhadap hasil produksi logistik untuk menguji ketepatan kualitas dan jumlah produksi; e. Pengawasan a. Dalam hal ditemukan kualifikasi perusahaan rekanan yang tidak sesuai dengan dokumen lelang, Bawaslu Prov merekomendasikan kepada KPU Prov untuk melakukan moratorium produksi logistik dan meninjau ulang pengadaan oleh rekanan tersebut; b. Dalam hal ditemukan kondisi perusahaan rekanan yang tidak sesuai dengan dokumen pada Disperindag, Bawaslu Prov merekomendasi perusahaan bersangkutan untuk melakukan perbaikan; c. Dalam hal ditemukan track record perusahaan rekanan yang tidak baik, Bawaslu Prov merekomendasikan kepada KPU Prov untuk melakukan peninjauan ulang; d. Merekomendasikan 41
  • 42.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan melakukan monitoring perkembangan proses pencetakan logistik secara periodik; i. KPU Prov tidak melibatkan pengamanan dalam proses pencetakan dan pendistribusian logistik; j. KPU Kab tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap sortir surat suara yang dilakukan relawan; k. KPU Kab tidak ketat melakukan pemilahan jenis surat suara rusak; l. KPU Prov/Kab tidak membuka akses data dan informasi kepada Pengawas Pemilu; m. Distribusi logistik terlambat; n. Logistik tidak mencukupi. melakukan monitoring perkembangan proses pencetakan logistik secara periodik; i. Memastikan KPU Prov melibatkan pengamanan dalam proses pencetakan dan pendistribusian logistik; j. Memastikan KPU Kab melakukan pengawasan yang ketat terhadap sortir surat suara yang dilakukan relawan; k. Memastikan KPU Kab ketat melakukan pemilahan jenis surat suara rusak; l. Memastikan KPU Prov/Kab membuka akses data dan informasi kepada Pengawas Pemilu; m. Memastikan distribusi logistik tidak terlambat; n. Memastikan logistik mencukupi. Investigasi dengan melakukan penelusuran dan penelitian terhadap kualifikasi dan track record perusahan rekanan. kepada KPU Prov untuk melibatkan Bawaslu Prov dalam penyusunan dan perencanaan standar jumlah, kebutuhan, dan spesifikasi teknis logistik; e. Merekomendasikan kepada KPU Kab untuk memberikan skala prioritas distribusi pada wilayah-wilayah dengan kondisi geografis ekstrem. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 27. Pengumuman DPT oleh PPS a. PPS tidak mengumumkan DPT sesuai waktu tahapan; b. PPS mengumumkan hanya sebagian dari TPS yang ada dalam wilayah desa/kel; c. PPS tidak mengumumkan DPT pada tempat-tempat yang mudah dijangkau. a. Memastikan PPS mengumumkan DPT sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPS mengumumkan seluruh TPS yang ada dalam wilayah desa/kel; c. Memastikan PPS mengumumkan DPT pada tempat-tempat yang mudah dijangkau. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pengumuman DPT; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pengumuman DPT; c. Supervisi alat a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini agar KPU Prov dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pengumuman a. Dalam hal PPS tidak mengumumkan DPT, Panwascam/PPL memberikan rekomendasi administrasif kepada PPS agar segera mengumumkan DPT paling lama 1x24 jam; b. Dalam hal PPS tidak menindaklanjuti, maka Panwascam/PPL menindaklanjuti sesuai 42
  • 43.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan kerja/instrumen pengawasan. DPT; b. Pengawasan Audit dengan cara melakukan penelusuran ke tempat- tempat dimana PPS mengumumkan DPT. dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 28. Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1 a. PPS tidak mendaftarkan Pemilih yang telah memenuhi syarat dan dapat menunjukkan KTP, KK, Paspor, atau Identitas Lainnya; b. PPS tidak mencatat NKK dan NIK Pemilih DPTb-1 saat didaftar pada Form Model A.Tb1-KWK; c. PPS tidak memeriksa keterpenuhan syarat Pemilih DPTb-1 seperti TNI/Polri aktif, domisili bukan pada desa/kel bersangkutan, usia belum 17 tahun, dan belum 17 tahun tetapi sudah/pernah menikah; d. PPS mendaftar Pemilih yang sebelumnya telah ada dalam DPT. a. Memastikan PPS mendaftarkan Pemilih yang telah memenuhi syarat dan dapat menunjukkan KTP, KK, Paspor, atau Identitas Lainnya; b. Memastikan PPS mencatat NKK dan NIK Pemilih DPTb-1 saat didaftar pada Form Model A.Tb1- KWK; c. Memastikan PPS memeriksa keterpenu- han syarat Pemilih DPTb-1 seperti TNI/Polri aktif, domisili bukan pada desa/kel bersangkutan, usia belum 17 tahun, dan belum 17 tahun tetapi sudah/pernah menikah; d. Memastikan PPS tidak mendaftar Pemilih yang sebelumnya telah ada dalam DPT. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pendaftaran dan Penyusunan DPTb- 1; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov agar dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPS dalam proses Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1; c. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dalam Form Model A.Tb1-KWK. a. Dalam hal ditemukan adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan syarat dan tata cara Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1, maka Panwascam/PPL merekomendasikan saran/perbaikan kepada PPS; b. Dalam hal hasil penelitian ditemukan adanya Pemilih DPTb-1 yang telah terdaftar dalam DPT, maka Panwascam/PPL merekomendasikan pencoretan yang bersangkutan dari DPTb-1; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 29. Penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) a. Pasangan Calon tidak melaporkan LPSDK sesuai batas waktu yang ditentukan; a. Memastikan Paslon melaporkan LPSDK sesuai batas waktu yang ditentukan; a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada a. Dalam hal ditemukan cakupan informasi dan format LPSDK Paslon yang tidak lengkap, 43
  • 44.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan b. Petugas yang ditunjuk melaporkan LPSDK tidak menyerahkan Surat Tugas; c. Pasangan Calon tidak melaporkan LPSDK dengan format yang lengkap; d. Pasangan Calon tidak mengisi cakupan informasi LPSDK dengan lengkap; e. Pasangan Calon tidak melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Pasangan Calon menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. KPU Prov tidak memberikan sanksi peringatan kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LPSDK; h. KPU Prov tidak melakukan pencermatan terhadap cakupan informasi dan format LPSDK; i. KPU Prov tidak membuat tanda terima dan BA Penerimaan b. Memastikan Petugas yang melaporkan LPSDK menyerahkan Surat Tugas; c. Memastikan Paslon melaporkan LPSDK dengan format yang lengkap; d. Memastikan Paslon mengisi cakupan informasi LPSDK dengan lengkap; e. Memastikan Paslon melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Memastikan Paslon tidak menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau menerima sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. Memastikan KPU Prov memberikan sanksi peringatan kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LPSDK; h. Memastikan KPU Prov melakukan pencermatan terhadap cakupan informasi dan format LPSDK i. Memastikan KPU Prov membuat tanda terima dan BA Penerimaan Penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK); b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). KPU Prov dan Paslon terkait ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK); b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam menerima Penyerahan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK); c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kelengkapan format dan keterpenuhan cakupan informasi LPSDK. d. Pengawasan Investigasi dengan cara melakukan penelusuran terhadap pihak yang memberikan sumbangan untuk memastikan kebenaran dan kesesuaian nilai sumbangan dengan kondisi faktual penyumbang. maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada KPU Prov untuk meminta Paslon bersangkutan melengkapi sesegera mungkin; b. Dalam hal ditemukan sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan, maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada Paslon yang bersangkutan untuk tidak menggunakan dana tersebut dan mengembalikan ke kas negara. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 44
  • 45.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan LPSDK serta tidak membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LPSDK yang tidak lengkap; j. KPU Prov tidak mengumumkan LPSDK paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LPSDK; k. KPU Prov tidak membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. LPSDK serta membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LPSDK yang tidak lengkap; j. Memastikan KPU Prov mengumumkan LPSDK paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LPSDK; k. Memastikan KPU Prov membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. 30. Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel a. PPS tidak menyusun DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. PPS tidak menyusun DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.1-KWK; c. PPS tidak melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. PPS tidak mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. PPS tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.1-KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Paslon. a. Memastikan PPS menyusun DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPS menyusun DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.1-KWK; c. Memastikan PPS melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. Memastikan PPS mengundang PPL dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. Memastikan PPS menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.1-KWK) kepada PPL dan Tim Kampanye Paslon. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb- 1 di Tingkat Desa/Kel; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPS dalam proses Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel, PPL harus memiliki Hasil Pengawasan berdasarkan laporan/ temuan dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Desa/Kel oleh PPS ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, PPL harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 45
  • 46.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan aspek Hasil Pendaftaran dan Penyusunan DPTb-1 yang dilakukan oleh PPS dengan Hasil Pengawasan PPL. 31. Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan a. PPK tidak menyusun Rekapitulasi DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. PPK tidak menyusun Rekapitulasi DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.2-KWK; c. PPK tidak melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. PPK tidak mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. PPK tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.2-KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Memastikan PPK menyusun Rekapitulasi DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. Memastikan PPK menyusun Rekapitulasi DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.2-KWK; c. Memastikan PPK melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. Memastikan PPK mengundang Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. Memastikan PPK menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.2-KWK) kepada Panwascam dan Tim Kampanye Pasangan Calon. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb- 1 di Tingkat Kecamatan; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU agar dapat menginstruksikan kepada PPK melalui KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPK terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan PPK dalam proses Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Desa/Kel dengan Rekapitulasi di Kec Kecamatan. a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan, Panwascam harus memiliki Formulir Model A.Tb1.1-KWK setiap Desa/Kel dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa terhadap hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kecamatan oleh PPK ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Panwascam harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 32. Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 di Tingkat Kabupaten a. KPU Kab tidak menyusun Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 a. Memastikan KPU Kab menyusun Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kabupaten, Panwaskab harus 46
  • 47.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan sesuai waktu tahapan; b. KPU Kab tidak menyusun Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.3-KWK; c. KPU Kab tidak melakukan Pleno Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1; d. KPU Kab tidak mengundang PanwasKab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1; e. KPU Kab tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.3-KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. f. KPU Kab tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPTb-1 kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Kab menyusun Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 menggunakan Formulir Model A.Tb1.3-KWK; c. Memastikan KPU Kab melakukan Pleno Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1; d. Memastikan KPU Kab mengundang Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1; e. Memastikan KPU Kab menyampaikan salinan Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.3-KWK) kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. f. Memastikan KPU Kab menyerahkan softcopy by name by addres DPTb-1 kepada Panwaskab dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 di Tingkat Kabupaten; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 di Tingkat Kabupaten; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. KPU agar dapat menginstruksikan kepada KPU Kab terkait dengan ketaatan dan kepatuhan KPU Kab terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 di Tingkat Kabupaten; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU Kab dalam proses Rekapitulasi/ Penetapan DPTb-1 di Tingkat Kabupaten; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan dengan Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten; d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dalam Formulir Model A.Tb1-KWK. memiliki Formulir Model A.Tb1.2-KWK setiap Kecamatan dan telah melakukan rekapitulasi serta analisa terhadap hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Kabupaten oleh KPU Kab ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Panwaskab harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 33. Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Provinsi a. KPU Prov tidak menyusun Rekapitulasi DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. KPU Prov tidak menyusun Rekapitulasi DPTb-1 menggunakan Formulir a. Memastikan KPU Prov menyusun Rekapitulasi DPTb-1 sesuai waktu tahapan; b. Memastikan KPU Prov menyusun Rekapitulasi DPTb-1 menggunakan Formulir a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Provinsi; b. Evaluasi atau a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov terkait dengan ketaatan dan kepatuhan KPU Prov terhadap proses a. Sebelum menghadiri Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Provinsi, Bawaslu Prov harus memiliki Formulir Model A.Tb1.3-KWK setiap Kabupaten dan telah melakukan rekapitulasi 47
  • 48.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan Model A.Tb1.4-KWK; c. KPU Prov tidak melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. KPU Prov tidak mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. KPU Prov tidak menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.4-KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. f. KPU Prov tidak menyerahkan softcopy by name by addres DPTb-1 kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Model A.Tb1.4-KWK; c. Memastikan KPU Prov melakukan Pleno Rekapitulasi DPTb-1; d. Memastikan KPU Prov mengundang Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon pada Pleno Rekapitulasi DPTb-1; e. Memastikan KPU Prov menyampaikan salinan Rekapitulasi DPTb-1 (Formulir Model A.Tb1.4-KWK) kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. f. Memastikan KPU Prov menyerahkan softcopy by name by addres DPTb-1 kepada Bawaslu Prov dan Tim Kampanye Pasangan Calon. pengujian hasil pengawasan sub tahapan Rekapitulasi DPTb- 1 di Tingkat Provinsi. pelaksanaan sub tahapan Rekapitulasi DPTb-1; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU Prov dalam proses Rekapitulasi DPTb-1; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kesesuaian antara Hasil Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten dengan Rekapitulasi di Tingkat Provinsi; d. Pengawasan Investigasi dengan melakukan penelitian terhadap kelengkapan jenis informasi data Pemilih dalam Formulir Model A.Tb1-KWK. serta analisa terhadap hasil pengawasan tersebut; b. Terhadap hasil Rekapitulasi DPTb-1 di Tingkat Provinsi oleh KPU Prov ditemukan ketidaksesuaian dengan Hasil Pengawasan, Bawaslu Prov harus menyampaikan keberatan disertai dengan bukti yang ada; Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 34. Pengumuman DPTb- 1 oleh PPS a. PPS tidak mengumumkan DPTb- 1 sesuai tahapan; b. PPS mengumumkan hanya sebagian dari TPS yang ada dalam wilayah desa/kel; c. PPS tidak mengumumkan DPTb- 1 pada tempat-tempat yang mudah dijangkau. a. Memastikan PPS mengumumkan DPTb- 1 sesuai tahapan; b. Memastikan PPS mengumumkan seluruh TPS yang ada dalam desa/kel; c. Memastikan PPS mengumumkan DPTb- 1 pada tempat-tempat yang mudah dijangkau. a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Pengumuman DPTb-1; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Pengumuman DPTb-1; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini agar KPU Prov dapat menginstruksikan kepada PPS melalui KPU Kab dan PPK terkait dengan ketaatan dan kepatuhan PPS terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Pengumuman DPTb-1; b. Pengawasan Audit dengan cara melakukan a. Dalam hal PPS tidak mengumumkan DPTb- 1, Panwascam/PPL memberikan rekomendasi administrasif kepada PPS agar segera mengumumkan DPTb-1 paling lama 1x24 jam; b. Dalam hal PPS tidak menindaklanjuti, maka Panwascam/PPL menindaklanjuti sesuai dengan tata cara penanganan dan penindakan pelanggaran. 48
  • 49.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan penelusuran ke tempat dimana PPS mengu- mumkan DPTb-1. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 35. Penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) a. Pasangan Calon tidak melaporkan LPPDK sesuai batas waktu yang ditentukan; b. Petugas yang ditunjuk melaporkan LPPDK tidak menyerahkan Surat Tugas; c. Pasangan Calon tidak melaporkan LPPDK dengan format yang lengkap; d. Pasangan Calon tidak mengisi cakupan informasi LPPDK dengan lengkap; e. Pasangan Calon tidak melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Pasangan Calon menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. KPU Prov tidak memberikan sanksi pembatalan Pasangan Calon kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LPPDK; h. KPU Prov tidak a. Memastikan Paslon melaporkan LPPDK sesuai batas waktu yang ditentukan; b. Memastikan Petugas yang melaporkan LPPDK menyerahkan Surat Tugas; c. Memastikan Paslon melaporkan LPPDK dengan format yang lengkap; d. Memastikan Paslon mengisi cakupan informasi LPPDK dengan lengkap; e. Memastikan Paslon melampirkan Surat Pernyataan Penyumbang dengan isian data dan informasi yang lengkap; f. Memastikan Paslon tidak menerima sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau menerima sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan; g. Memastikan KPU Prov memberikan sanksi pembatalan Pasangan Calon kepada Pasangan Calon yang terlambat/tidak melaporkan LPPDK; h. Memastikan KPU Prov a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan sub tahapan Penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK); b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan sub tahapan Penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU Prov dan Paslon terkait ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaan sub tahapan Penyerahan LPPDK; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU dalam menerima Penyerahan LPPDK; c. Pengawasan Literatur dengan substansi pengawasan pada aspek kelengkapan format dan keterpenuhan cakupan informasi LPPDK. d. Pengawasan Investigasi dengan cara melakukan penelusuran terhadap pihak yang memberikan sumbangan untuk memastikan kebenaran dan kesesuaian nilai sumbangan dengan kondisi faktual penyumbang. a. Dalam hal ditemukan cakupan informasi dan format LPPDK Paslon yang tidak lengkap, maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada KPU Prov untuk meminta Paslon bersangkutan melengkapi sesegera mungkin; b. Dalam hal ditemukan sumbangan dana kampanye dari pihak yang dilarang dan/atau sumbangan yang melebihi batas sesuai ketentuan, maka Bawaslu Prov merekomendasikan kepada Paslon yang bersangkutan untuk tidak menggunakan dana tersebut dan mengembalikan ke kas negara. c. Bawaslu Provinsi melakukan pencermatan terhadap kelengkapan bukti pengeluaran yang meliputi jumlah unit dan jenis barang, bentuk jasa, kwitansi dan rincian item pengeluaran untuk setiap aktifitas kampanye, serta 49
  • 50.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan membuat tanda terima dan BA Penerimaan LPPDK serta tidak membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LPPDK yang tidak lengkap; i. KPU Prov tidak menyampaikan LPPDK kepada KAP paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LPPDK; j. KPU Prov tidak membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. membuat tanda terima dan BA Penerimaan LPPDK serta membuat catatan khusus dalam BA untuk cakupan informasi/format LPPDK yang tidak lengkap; i. Memastikan KPU Prov tidak menyampaikan LPPDK kepada KAP paling lambat 1 (satu) hari setelah menerima LPPDK; j. Memastikan KPU Prov membuka akses data dan informasi bagi Bawaslu Prov. kejanggalan berkas lainnya. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 36. Masa Tenang, Pembersihan APeKa, dan Distribusi C6-KWK a. Pasangan Calon masih melakukan Kampanye; b. Politik Uang; c. Keterlambatan distribusi C6-KWK oleh KPPS kepada Pemilih; d. Transaksi jual beli C6- KWK oleh penyelenggara Pemilu dan aparat a. Memastikan Pasangan Calon tidak lagi melakukan Kampanye dalam bentuk apapun; b. Memastikan tidak terjadi perbuatan Politik Uang yang dilakukan oleh Paslon/Tim Kampanye dan komponen masyarakat lainnya; c. Memastikan KPPS segera mendistribusi- kan C6-KWK kepada Pemilih dan tidak memberikan C6-KWK kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan; d. Memastikan sisa C6- KWK yang belum terbagi tetap disimpan oleh KPPS hingga Hari a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan Masa Tenang dan Pembersihan APeKa; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan Masa Tenang dan Pembersihan APeKa; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada Paslon/Tim Kampanye terkait ketaatan dan kepatuhan pada Masa Tenang; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPU Prov/Kab, PPK, PPS, dan KPPS dalam distribusi logistik termasuk C6-KWK serta Pembersihan APeKa dan Bahan Kampanye; c. Pengawasan Audit dengan melakukan uji petik jumlah Pemilih a. Pengawas Pemilu melakukan upaya- upaya pencegahan yang maksimal terhadap kemungkinan adanya kegiatan kampanye dan Politik Uang yang dilakukan oleh Paslon/Tim Kampanye dan komponen masyarakat lainnya b. Bawaslu Prov menginstruksikan kepada Pengawas TPS melalui Panwaskab, Panwascam, dan PPL untuk mengawasi penyalahgunaan C6- KWK; c. Bawaslu Prov/ Panwaskab berkoordinasi dengan 50
  • 51.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan pemerintah; e. KPU Prov tidak mengambil sikap terkait Penertiban APeKa dan Bahan Kampanye. Pemungutan Suara; e. Memastikan APeKa dan Bahan Kampanye tidak lagi terpasang. yang telah menerima/belum menerima C6-KWK. pihak KPU Prov/Kab, Pemerintah Daerah (Satpol-PP), dan pihak Kepolisian untuk melakukan Pembersihan APeKa dan Bahan Kampanye. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 37. Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemungutan Suara: a. KPPS tidak menempelkan salinan DPT dan DPTb-1 pada papan pengumuman; b. Ketua KPPS tidak mengambil sumpah/ janji Anggota KPPS; c. Ketua KPPS tidak menandatangani Surat Suara yang akan digunakan Pemilih; d. KPPS tidak melakukan pemeriksaan silang pada DPT dan DPTb-1 bagi Pemilih DPTb-2; e. KPPS tidak memberikan salinan DPT dan DPTb-1 kepada Saksi Paslon dan Pengawas TPS; f. Pemilih menggunakan C6-KWK milik orang lain; g. KPPS tidak menindaklanjuti keberatan yang diajukan Saksi Paslon Pemungutan Suara: a. Memastikan KPPS menempelkan salinan DPT dan DPTb-1 pada papan pengumuman; b. Memastikan Ketua KPPS mengambil sumpah/janji Anggota KPPS; c. Memastikan Ketua KPPS menandata- ngani Surat Suara yang akan digunakan Pemilih; d. Memastikan KPPS melakukan pemeriksaan silang pada DPT dan DPTb-1 bagi Pemilih DPTb-2; e. Memastikan KPPS memberikan salinan DPT dan DPTb-1 kepada Saksi Paslon dan Pengawas TPS; f. Memastikan Pemilih tidak menggunakan C6-KWK milik orang lain; g. Memastikan KPPS menindaklanjuti keberatan yang diajukan Saksi Paslon a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPPS terkait ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaaan Pemungutan dan Penghitungan Suara; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPPS dalam pelaksanaaan Pemungutan dan Penghitungan Suara sesuai dengan tata cara yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan; c. Pengawasan Literatur dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran tata cara pengisian data dan informasi dalam Formulir Model C1- KWK. a. Dalam hal ditemukan KPPS melaksanakan Pemungutan dan Penghitungan Suara yang tidak sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan, Pengawas TPS memberikan saran/ perbaikan (sepanjang tata cara tersebut tidak mempengaruhi integritas proses dan integritas hasil); b. Dalam hal ditemukan tata cara pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara yang tidak sesuai ketentuan dan dapat mempengaruhi integritas proses dan integritas hasil, Panwascam berdasarkan hasil pemeriksaan merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan/atau Penghitungan Suara Ulang. c. Pengawas TPS dan 51
  • 52.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan dan/atau Pengawas TPS; h. KPPS mempengaruhi pilihan Pemilih; i. Pemilih memilih lebih dari 1 (satu) kali; j. Pemilih tidak mau mencelupkan jari tangan pada tinta yang disediakan; k. Pemungutan Suara melewati batas waktu yang ditentukan; l. KPPS menyalahguna- kan sisa Surat Suara; m. KPPS tidak memberi tanda silang pada sisa Surat Suara. Penghitungan Suara : a. Penghitungan Suara dilakukan sebelum waktu yang ditentukan; b. KPPS keliru menetapkan suara sah dan suara tidak sah; c. Ketidaksesuaian jumlah Pemilih Laki- Laki dan Perempuan dalam Formulir Model C1-KWK dengan DPT dan DPTb-1 yang telah ditetapkan sebelumnya; dan/atau Pengawas TPS; h. Memastikan KPPS tidak mempengaruhi pilihan Pemilih; i. Memastikan Pemilih tidak memilih lebih dari 1 (satu) kali; j. Memastikan Pemilih mencelupkan jari tangan pada tinta yang disediakan; k. Memastikan Pemungutan Suara tidak melewati batas waktu yang ditentukan; l. Memastikan KPPS tidak menyalahguna- kan sisa Surat Suara; m. Memastikan KPPS memberi tanda silang pada sisa Surat Suara. Penghitungan Suara : a. Memastikan Penghitungan Suara dilakukan pada waktu yang ditentukan; b. Memastikan KPPS tidak keliru menetapkan suara sah dan suara tidak sah; c. Memastikan kesesuaian jumlah Pemilih Laki-Laki dan Perempuan dalam Formulir Model C1- KWK dengan DPT dan DPTb-1 yang telah ditetapkan sebelumnya; PPL mengupayakan penyelesaian tata cara pengisian data dan informasi dalam Formulir Model C1- KWK yang benar kepada KPPS sebelum proses Pemungutan Suara dinyatakan selesai. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 52
  • 53.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan d. Ketidaksesuaian jumlah surat suara yang diterima dengan jumlah surat suara rusak/keliru coblos ditambah surat suara tidak digunakan ditambah surat suara digunakan; e. Ketidaksesuaian jumlah surat suara digunakan dengan jumlah pengguna hak pilih; f. Ketidaksesuaian antara jumlah surat suara sah dengan perolehan suara sah seluruh Paslon; g. KPPS keliru menggolongkan surat suara rusak/keliru coblos sebagai surat suara tidak digunakan; h. KPPS tidak mengisi data dan informasi secara lengkap dalam Formulir Model C1- KWK; i. Penghitungan suara dilakukan secara tertutup; j. Penghitungan suara dilakukan dengan suara yang tidak jelas; d. Memastikan kesesuaian jumlah surat suara yang diterima dengan jumlah surat suara rusak/keliru coblos ditambah surat suara tidak digunakan ditambah surat suara digunakan; e. Memastikan kesesuaian jumlah surat suara digunakan dengan jumlah pengguna hak pilih; f. Memastikan kesesuaian antara jumlah surat suara sah dengan perolehan suara sah seluruh Paslon; g. Memastikan KPPS tidak keliru menggolongkan surat suara rusak/keliru coblos sebagai surat suara tidak digunakan; h. Memastikan KPPS mengisi data dan informasi secara lengkap dalam Formulir Model C1- KWK; i. Memastikan Penghitungan Suara dilakukan secara terbuka; j. Memastikan Penghitungan Suara dilakukan dengan suara yang jelas; 53
  • 54.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan k. Penghitungan suara dilakukan tanpa penerangan yang cukup; l. Penghitungan suara dilakukan pada waktu dan tempat yang lain; m. Penulisan perbaikan (ralat) tidak dilakukan dengan cara yang benar; n. KPPS melarang masyarakat, Saksi Paslon,dan Pengawas TPS mendokumenta- sikan hasil penghitungan; o. KPPS tidak menindaklanjuti keberatan yang diajukan Saksi Paslon dan/atau Pengawas TPS; p. KPPS tidak memasukkan dokumen ke dalam Kotak Suara, tidak mengunci dan memberi segel pada gembok Kotak Suara; q. KPPS tidak menyampaikan Kotak Suara berisi Hasil Penghitungan Suara kepada PPS pada hari yang sama; r. KPPS tidak memberikan salinan Formulir Model C1- k. Memastikan Penghitungan Suara dilakukan dengan penerangan yang cukup; l. Memastikan Penghitungan Suara dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan; m. Memastikan penulisan perbaikan (ralat) dilakukan dengan cara yang benar; n. Memastikan masyarakat, Saksi Paslon,dan Pengawas TPS dapat mendokumentasikan hasil penghitungan; o. Memastikan KPPS menindaklanjuti keberatan yang diajukan Saksi Paslon dan/atau Pengawas TPS; p. Memastikan KPPS memasukkan dokumen ke dalam Kotak Suara, mengunci dan memberi segel pada gembok Kotak Suara; q. Memastikan KPPS menyampaikan Kotak Suara berisi Hasil Penghitungan Suara kepada PPS pada hari yang sama. r. Memastikan KPPS memberikan salinan Formulir Model C1- 54
  • 55.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan KWK kepada Saksi Paslon dan Pengawas TPS; s. KPPS tidak mengumukan Hasil Penghitungan Suara di TPS. KWK kepada Saksi Paslon dan Pengawas TPS. s. Memastikan KPPS mengumukan Hasil Penghitungan Suara di TPS. 38. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan a. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dilakukan tidak sesuai menurut tata cara yang telah ditetapkan; b. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tidak dilakukan pada waktu yang telah ditentukan; c. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tidak dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka; d. Tidak menghadirkan Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu sesuai tingkatan; e. Masukan/keberatan Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu tidak ditindaklanjuti; f. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tidak sesuai dengan Hasil Penghitungan Suara pada tingkatan sebelumnya; g. Salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tidak diserahkan a. Memastikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dilakukan sesuai menurut tata cara yang telah ditetapkan; b. Memastikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dilakukan pada waktu yang telah ditentukan; c. Memastikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka; d. Memastikan menghadirkan Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu sesuai tingkatan; e. Memastikan masukan/ keberatan Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu ditindaklanjuti; f. Memastikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara sesuai dengan Hasil Penghitungan Suara pada tingkatan sebelumnya; g. Memastikan salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara a. Pembuatan alat kerja/instrumen pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan; b. Evaluasi atau pengujian hasil pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan; c. Supervisi alat kerja/instrumen pengawasan. a. Pengawasan Layar dengan substansi saran/himbauan/ peringatan dini kepada KPU dan jajarannya terkait ketaatan dan kepatuhan terhadap proses pelaksanaaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil; b. Pengawasan Melekat dengan substansi ketaatan dan kepatuhan KPPS dalam pelaksanaaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan sesuai dengan tata cara yang telah diatur dalam peraturan perundang- undangan; c. Pengawasan Literatur dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran tata cara pengisian data dan informasi serta kesesuaian Hasil Rekapitulasi dari masing-masing tingkatan dalam a. Dalam hal ditemukan pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara yang tidak sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan, Pengawas Pemilu memberikan saran/ perbaikan (sepanjang tata cara tersebut tidak mempengaruhi integritas proses dan integritas hasil); b. Dalam hal ditemukan tata cara pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara yang tidak sesuai ketentuan dan dapat mempengaruhi integritas proses dan integritas hasil, Pengawas Pemilu berdasarkan hasil pemeriksaan merekomendasikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Ulang. c. Pengawas Pemilu mengupayakan penyelesaian tata cara pengisian data dan informasi dalam 55
  • 56.
    No Waktu SubTahapan Titik Rawan Fokus Pengawasan Pengawasan KeteranganHulu/Ide/ Pemikiran Tengah/ Aktualisasi Ide Hilir/ Pelaksanaan kepada Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu sesuai tingkatan; h. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tidak diumumkan pada tiap tingkatan. diserahkan kepada Saksi Paslon dan Pengawas Pemilu sesuai tingkatan; h. Memastikan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara diumumkan pada tiap tingkatan. Sertifikat Rekapitulasi Hasil dan Rincian Penghitungan Perolehan Suara. Sertifikat Rekapitulasi Hasil dan Rincian Penghitungan Perolehan Suara kepada KPU sesuai tingkatan sebelum proses Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dinyatakan selesai. Aktifitas pengawasan menggunakan Form A pengawasan. 56