ADVANCED
SEMANTICS & PRAGMATICS
M. Ibnu P
@ibnu_582
Neta Khoerunisa
@__khrnisaaa
Inference, Presupposition, Implicature, Grice’s Cooperation
Principles, Maxims, and Violation of Maxims
Thursday, 17 October 2024
Universitas Pendidikan
@upi_official
R. Dian Dia-an Mun
@dian_d_muniroh
SPs Pascasarjana
@spsupi
Hot Topics for You
M. Ibnu P
@ibnu_582
Grice’s Cooperative Principles
Conversational Maxims
49.5K posts
44.3K posts
Maxims Violation and Its Purpose
The Latest Research on Implicature
and Cooperative Principles
39.7K posts
35.2K posts
Show more
…
…
…
…
Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia
Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia
Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia
Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia
Inference, Presupposition, and Implicature
Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia
50.4K posts
…
Universitas Pendidikan
@upi_official
R. Dian Dia-an Mun
@dian_d_muniroh
SPs Pascasarjana
@spsupi
(1) a guess that you make, or
(2) an opinion that you form
based on the information that you have
Interpretativ
e
Identifying
Speaker
Meaning
Gestures Tone Context
WHAT IS INFERENCE?
Mahal doang
harganya.
Dia kecewa terhadap makanan tersebut,
selain harganya mahal, rasanya pun biasa saja.
Anda tidak bisa menelfon saya, karena saya sedang rapat.
Saya sedang rapat.
Gimana makananannya?
Apakah saya bisa menelfon?
Apakah saya
bisa telfon?
Tidak bisa. Kenapa tidak?
Karena saya
sedang rapat.
Gimana
makanannya?
Biasa aja. Loh kenapa? Mahal doang harganya
Presupposition
Presupposition describes the piece
of information that is presumed to
be true for another sentence.
For instance, this is considered to
be true before uttering:
Utterance:
Tony’s brother is lovely.
Presupposition:
Tony has a brother.
Implicature
|
Explicature
|
Presupposition
|
Entailment
Moeschler proposes a graded scale
of commitment strength for these
phenomena, whereby
Example
A: Bisakah Anda mengikuti
pelatihan di kampus hari ini?
B: Mohon maaf pak, saya harus
menjemput ibu istri saya dari
rumah sakit.
Presupposition/
Praanggapan
1. B tidak bisa mengikuti
pelatihan di kampus.
2. A seorang laki-laki
3. B seorang laki-laki.
4. B sudah menikah.
5. Ibu istri B masih hidup.
Utterance/Ujaran
Ek s is
tens i al
PRE
SUPPO SITIO N
Jenis-jenis
Presuposisi
Fa kt if
Lek s i ka l
Non-
fak ti f
Struktu
ral
Ko nte r
f akt ua l
1
2
3
4
5
6
EKSISTENSIAL
These presuppositions demonstrate how presuppositions
can convey the existence/non-existence of something
John! Explain to me why did your sister buy a
new car even though she owes me money?
1.John is exist.
2.John has a sister.[His sister is exist]
3.John’s sister has a car.[The car is
exist]
4.John’s sister is in debt. [The debt is
exist]
F
A
K
T
I
F
The information to be conveyed is expressed in words that indicate a
true fact or news
Adjectives are words in a speech that can provide definite meaning and
be used to state facts, such as "realize", "know", and "aware".
I didn't know if it was going to rain
today or not, but I know that I care
about you. So let's share this
umbrella.
1.Today is raining.
2.He care about her.
STRUKTURAL
Team: So should we continue this meeting tomorrow
morning?
Boss: Yes, at 09:00 AM to be exact.
When a speaker delivers information and the listener agrees, it implies
that both parties believe the information to be true.
1.They will meet again
tomorrow.
2.Boss confirms the question
by providing time.
LE
KS
IK
AL
With the aid of the genie of the lamp, Aladdin
becomes rich and powerful and marries Princess
Badroulbadour (the sultan's daughter).
The use of a form with a conventionally stated meaning with the
assumption that another (unstated) meaning is understood.
1.Aladdin was not rich.
2.Aladdin was not powerful.
3.Aladdin was single.
NON-FAKTIF
Non-factive means not necessarily true or happening,
and it is the inverse of factual
They are often based on beliefs, opinions, or desires rather than facts.
1.The son believes that his report
card is not good.
2.The father thinks his son is
pretending to sleep.
I just got home from my son's school to get his
report card. When I arrived, I think he was
pretending to sleep in his room to avoid
discussing about it.
KONTERFAKTUAL
If I were a cat,
I’d gladly spend all my 9 lives with you.
A counterfactual presupposition is one that leads to an understanding
that is contrary to or contradictory to the statement.
They often involve "if" clauses and imply that the stated condition is
contrary to fact.
1.I’m not a cat.
2.I don’t have 9 lives.
Implicature
1. Merinci aspek-aspek fungsional
dalam bahasa, yang seringkali
linguistik struktural tidak mampu
menjelaskannya.
2. Menjelaskan secara eksplisit hal-
hal yang bersifat implisit, seperti
menjelaskan perbedaan antara
makna kalimat dengan struktur
kalimatnya itu sendiri.
3. Menjadikan komunikasi lebih
efektif dan efisien.
Grice (1989) distinguished
between what a speaker says and
what they implicate
Implikatur bertujuan untuk
menyelesaikan masalah
pemaknaan percakapan yang
tidak bisa diselesaikan dari sisi
semantik saja.
Kegunaan Implikatur
MENJELASKAN ASPEK FUNGSIONAL BAHASA
JAM BERAPA
SEKARANG?
Jam 8 pagi pak
Maaf pak, tadi di
jalan macet
MENJELASKAN PERBEDAAN UJARAN DAN
MAKSUD
Geleuh
ih!
WITHOUT
CONTEXT
(NEGATIVE)
WITH CONTEXT
(POSITIVE)
EFISIENSI
KOMUNIKASI
Konteks:
Si A = Laki-laki, usia 29, belum menikah, sedang mencari jodoh
Si B = Laki-laki, usia 28, teman Si A, tetangga Si C
Si C = Perempuan, usia 30, sudah menikah, memiliki 2 anak
“Si A melihat Si C melewatinya ketika akan belanja ke toko"
B: Iya.
A: Kenal sama dia?
B: Iya, dia tetangga.
A: Boleh dikenalin
B: Hus! Ga boleh.
A: Kenapa?
B: Dia udah nikah.
A: Udah nikah? Kaya yang masih 20
tahunan.
A: Eh cantik ya?
B: Hus! udah punya anak 2 itu.
IMPLIKATUR
Konvensio
nal
Non-
Konvensional
Percakapa
n Umum
Percakapa
n Khusus
Berskala
Implikatur
Konvension
al
makna tersirat yang sudah menjadi semacam
konvensi
atau kesepakatan bersama dalam bahasa
tersebut
tidak bergantung kepada konteks
Saya hanya makan sedikit (Saya tidak makan banyak)
Barista menyarankan untuk memesan kopi hitam,
tapi saya pesan kopi susu (Saya tidak mengikuti saran
barista)
Implikatur
Percakapa
n
Umum
Implikatur
Percakapa
n
Khusus
A: Hari ini panas.
B: Saya lupa bawa
payung.
(general context)
M: Apakah saya bisa ikut
ujian?
D: Teori yang Anda gunakan
belum relevan.
Saya
lapar
Percakapan
Umum:
Dia ingin makan
Percakapan Khusus:
Dia menderita karena
sedang diet
Implikatur Berskala
Ujaran disampaikan dengan mengungkapkan kuantitas dalam skala
All, Most, Many, Some, Few | Always, Often, Sometimes
Saya sudah kirimkan di grup kelas, baru beberapa orang yang merespon.
(tidak semua merespon saya)
Saya lihat dia jarang sarapan pagi. (dia tidak sering sarapan)
Terkadang saya merenungi beratnya hidup. (saya tidak selalu merenung)
( ِّ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ب‬َ‫اط‬َ‫ب‬َ‫ط‬ ُ‫ن‬ْ‫ب‬ِ‫ا‬
Ibn Thabathaba Al-`Alawi
)
ِ‫ه‬ِّ‫ب‬ُ‫ح‬ِ‫ب‬ ْ‫َت‬‫ف‬َ‫ل‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ٍ‫ل‬َّ‫و‬‫َأ‬
َّ‫ب‬ُ‫ح‬ ْ‫ع‬َ‫د‬
✿
ِ‫ر‬َ‫خ‬‫اآل‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ح‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬‫ِإ‬ ُّ‫ب‬ُ‫ح‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬
( ٍ‫ام‬َ‫م‬َ‫ت‬ ‫و‬ُ‫ب‬‫َأ‬
Abu Tamam
)
‫ى‬َ‫و‬َ‫ه‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ت‬‫ْئ‬ِ‫ش‬ ُ‫ث‬ْ‫ي‬َ‫ح‬ َ‫ك‬َ‫د‬‫ا‬‫َؤ‬ُ‫ف‬ ْ‫ل‬ِّ‫ق‬َ‫ن‬
✿
ِ‫ل‬َّ‫و‬‫َأل‬‫ا‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ح‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬‫ِإ‬ ُّ‫ب‬ُ‫ح‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬
Palingkanlah hatimu dari cinta sesaat ✿
karena cinta yang sejati itu adalah yang pertama
Tinggalkanlah cinta pertama yang membebani
pikiranmu ✿
karena cinta yang sejati itu adalah yang kedua
01
QUANTITY
Do not overshare information
02
QUALITY
Speak the truth
03
RELEVANC
E
Response must be
relevant
04
MANNER
Speak directly and clearly
ATURAN ITU ADA
UNTUK DITAATI
Violation
of Maxims
Dalam beberapa
kesempatan, prinsip
kooperatif dan maksim ini
dilanggar.
ATURAN ADA
UNTUK DITAATI
ATURAN ADA
UNTUK DILANGGAR
Petugas: Ada keperluan apa?
Anda: Saya ingin bertemu dekan. Saya
tadi ditelfon oleh beliau diminta untuk
segera menghadap.
Hal yang bisa termasuk ke
dalam pelanggaran maksim
kuantitas
Dosen: Kenapa datang terlambat?
Anda: Tadi macet di jalan pak.
Ditambah lagi mobil saya mogok dan
saya tidak bisa pesan ojeg online
karena tidak ada kuota.
Menambahkan informasi dari apa
yang seharusnya disampaikan.
Dosen: Kenapa datang terlambat?
Anda: Tadi di jalan macet pak dan
parkir kendaraan penuh.
Petugas: Ada keperluan apa?
Anda: Saya ingin bertemu dekan.
Percakapan yang mematuhi
maksim kuantitas
QUANTITY
MAXIM
Ibu: Berapa tadi beli buku dan
seragamnya?
Anda: Tadi semuanya 700 ribu (uniko)
Beberapa hal yang bisa termasuk ke
dalam pelanggaran maksim kualitas
Warung: Ambil berapa tadi
gorengannya?
Anda: Tadi cuma ambil satu (darmaji)
1. Lying/False pretense
2. Exaggerating
3. Joking
4. Sarcasm/Irony
Ibu: Berapa tadi beli buku dan
seragamnya?
Anda: Tadi semuanya 200 ribu (truth)
Friend: What’s wrong?
Me: I’m so starving, I could eat like a
whole elephant.
Percakapan yang mematuhi
maksim kualitas
QUALITY
MAXIM
Mereka nyumput,
malu kalah cantik sama kamu.
Memberikan jawaban yang tidak relevan dengan pertanyaan
termasuk pelanggaran maksim ini
RELEVANCE
MAXIM
Malam ini langitnya cerah.
Bintang sama bulannya ga keliatan.
Pada kemana ya?
Ketika intensitas cahaya yang ada pada sekitar sangat tinggi,
maka cahaya "menutupi" benda-benda yang ada di baliknya,
sehingga tidak dapat memfokuskan pandangan terhadap benda-
benda tersebut.
Beberapa hal yang bisa
termasuk ke dalam
pelanggaran maksim manner:
1.Ambiguous/vague answer
2.Indirect answer
3.Not giving real answer
MANNER
MAXIM Secara sederhana, sebenarnya pertanyaan
hanya perlu dijawab “mau” atau “tidak mau”
Contoh
 Q : You like kids right?
 Sal : Yeah, yeah.
 Q : No, you don’t.
Q implies that Sal has to be a person who hates kids.
Ujaran “no, you don’t” adalah kalimat deklaratif/pernyataan, tetapi implikatur
yang muncul adalah perintah/imperative.
Implikatur Percakapan Khusus
Ujaran : No, you don’t.
Maksud : Don’t like kids while you are posing as a judge.
1. Quantity Maxim : Q memberikan informasi yang cukup/sesuai.
2. Quality Maxim : Q berkata apa adanya.
3. Relevance Maxim : Q merespon Sal dengan respon yang relevan.
4. Manner Maxim : Q menyampaikan pesan secara jelas/tidak
ambigu.
 Sal : Have you ever seen like a kangaroo?
 Girl : Yeah.
 Sal : They jump. They don’t get awards for it though. Do they?
Sal implies that the girl’s talent is worthless by comparing it to a kangaroo
that they also jump but they do not get awards for doing it.
Ujaran “Do they?” adalah kalimat interogatif/pertanyaan, tapi maksudnya bukan
untuk bertanya, melainkan menguatkan kalimat sebelumnya yang bermakna
merendahkan (degrading).
Implikatur Percakapan Khusus
Ujaran : They jump. They don’t get awards for it though. Do they?
Maksud : You don't deserve an award, just like a kangaroo doesn't deserve
to get an award for jumping.
1. Quantity Maxim : Sal memberikan informasi yang cukup/sesuai.
2. Quality Maxim : Sal berkata apa adanya.
3. Relevance Maxim : Sal merespon Girl dengan respon yang relevan.
4. Manner Maxim : Sal menyampaikan pesan secara jelas/tidak
Latest Research
Nuha Abdullah Alsmari (2024)
Pragmatic Competence in EFL: The Impact of Multimodality on Interpreting Conversational Implicatures
Computer Assisted Language Learning Electronic Journal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modalitas multimodal (seperti audio-visual) secara
signifikan meningkatkan pemahaman EFL (English as a Foreign Language) siswa terhadap implikatur
percakapan dibandingkan dengan modalitas tekstual.
Penelitian menunjukkan bahwa siswa EFL lebih akurat dalam menginterpretasikan implikatur percakapan
ketika mereka menggunakan modalitas multimodal, terlepas dari tingkat kemahiran bahasa mereka. Ini
menunjukkan pentingnya isyarat kontekstual, seperti ekspresi wajah, gerakan, dan intonasi, dalam
membantu siswa memahami makna yang dimaksudkan
Sally Mohammad Ali Darweesh & Rajai Rashid Al-Khanji (2024)
Conversational Implicatures in Medical Discourse: An Analysis of Doctor-Patient Dialogues in Amman, Jordan
Theory and Practice in Language Studies
Pemahaman terhadap prinsip-prinsip kooperatif, khususnya maksim kuantitas, kualitas, cara, dan
relevansi, sangat penting untuk memahami makna implikasi percakapan dalam interaksi dokter-pasien.
Penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi oral antara dokter dan pasien, terdapat kecenderungan
untuk melanggar prinsip-prinsip kooperatif, sekitar 66,7% dari interaksi menunjukkan adanya
pelanggaran maksim.
Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman konteks dan fungsi dari maksim-maksim ini sangat penting
Latest Research
Benjamin Weissman (2024)
Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying
Journal of Pragmatics
1.Komitmen Pengirim: Emoji dapat menunjukkan komitmen pengirim, yang diukur melalui
penilaian komitmen dan kemampuan untuk menyangkal. Temuan menunjukkan bahwa emoji
dengan high meaning agreement yield menghasilkan komitmen yang lebih kuat dibandingkan
dengan emoji yang memiliki low meaning agreement.
2.Perbedaan antara Emoji Afektif dan Non-Afektif: Emoji non-afektif menunjukkan tingkat
komitmen yang lebih tinggi dan kemampuan untuk menyangkal yang lebih rendah
dibandingkan dengan emoji afektif. Ini menunjukkan bahwa jenis emoji yang digunakan dapat
mempengaruhi bagaimana pesan dipersepsikan dalam hal komitmen dan kejujuran.
3.Kemungkinan Berbohong dengan Emoji: Penelitian ini juga mengeksplorasi kemungkinan
bahwa emoji dapat digunakan untuk berbohong. Dalam eksperimen kedua, konteks di mana
emoji digunakan mempengaruhi penilaian tentang apakah emoji tersebut digunakan dengan
niat untuk menipu (baik itu dalam situasi benar atau salah).
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana emoji dapat
berfungsi dalam komunikasi digital, terutama dalam konteks kejujuran dan kebohongan.
Latest Research
Benjamin Weissman (2024)
Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying
Journal of Pragmatics
Paper ini memiliki kaitan yang erat dengan teori implikatur dan maksim Grice dalam
beberapa hal:
1. Implikatur dan Komitmen:
 Teori implikatur Grice menjelaskan bagaimana makna yang disampaikan dalam
komunikasi sering kali melampaui apa yang diungkapkan secara eksplisit.
 Dalam konteks emoji, komitmen pengirim terhadap makna emoji dapat dilihat
sebagai bentuk implikatur.
 Penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap makna emoji dapat
mempengaruhi penilaian tentang kejujuran dan niat si pengirim.
2. Maksim Grice:
 Penggunaan emoji yang tepat dapat membantu memenuhi maksim relevansi
dengan memberikan konteks tambahan atau nuansa emosional pada pesan.
 Penelitian ini menunjukkan bahwa emoji dapat berfungsi untuk memperjelas atau
memperkaya makna pesan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Grice.
Latest Research
Benjamin Weissman (2024)
Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying
Journal of Pragmatics
3. Penipuan dan Implikasi Pragmatik:
 Penelitian ini juga menyentuh pada bagaimana emoji dapat digunakan
untuk menipu, yang berkaitan dengan maksim kualitas (tidak mengatakan
yang salah).
 Ketika seseorang menggunakan emoji dengan niat untuk menipu, mereka
mungkin melanggar maksim ini, dan penelitian ini mengeksplorasi
bagaimana komitmen terhadap makna emoji dapat mempengaruhi persepsi
tentang kejujuran.
Emoji bukanlah implikatur itu sendiri, tetapi memiliki kesamaan dengan implikatur dalam
hal ketergantungannya pada konteks untuk menyampaikan makna
Secara keseluruhan, paper ini mengintegrasikan konsep-konsep dari teori
implikatur dan maksim Grice untuk menjelaskan bagaimana emoji berfungsi
Alsmari, N. A. (2024). Pragmatic Competence in EFL : The Impact of Multimodality on Interpreting Conversational Implicatures. 25(3), 66–81.
Anan, N. F. (2023). Implikatur Percakapan dalam Percakapan Humor. Jurnal Latihan PPJB-SIP, 3(3B), 1–15. journal.ikip
Arbain, A., Geroda, G. B., & Mulyono, E. A. (2023). Maxim violations and their reasons in an animated movie: a Gricean approach to communication. Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra Dan
Pengajarannya, 17(2), 117. https://doi.org/10.30595/lks.v17i2.17519
Athala, D., & Rachman, F. (2023). IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI BAHASA ARAB PADA FILM ANIMASI CARS Dicko Athala , Fazlur Rachman Fakultas Bahasa dan
Kebudayaan Arab Universitas Al-Azhar Indonesia. 62–70.
Birner, B. J. (2013). Introduction to Pragmatics. WILEY-BLACKWELL.
Darweesh, S. M. A., & Al-Khanji, R. R. (2024). Conversational Implicatures in Medical Discourse: An Analysis of Doctor-Patient Dialogues in Amman, Jordan. Theory and Practice in Language
Studies, 14(7), 2203–2210. https://doi.org/10.17507/tpls.1407.28
Dewi, A. N. C., & Rahman, Y. (2021). Pelanggaran Maksim Percakapan pada Prinsip Kerjasama Grice dalam Film Ballon Tahun 2018 Karya Michael Herbig. IDENTITAET, 10(2), 141–152.
Habibolahi, M. (2024). Exploring the Implicit Meanings of the Qur ’ ān Through Pragmatics : Reference , Presupposition and Entailment in Focus. 3(2023), 307–326.
https://doi.org/10.22081/ttais.2024.68323.1025
Hall, A., & Mazzarella, D. (2023). Pragmatic inference, levels of meaning and speaker accountability. Journal of Pragmatics, 205, 92–110. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2022.12.007
Herawati, A. (2013). The Cooperative Principle: Is Grice’s Theory Suitable to Indonesian Language Culture? Lingua Cultura, 7(1), 43. https://doi.org/10.21512/lc.v7i1.417
Hossain, M. M. (2021). The Application of Grice Maxims in Conversation: A Pragmatic Study. Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics, 3(10), 32–40.
https://doi.org/10.32996/jeltal
Kroeger, P. R. (2019). Analyzing meaning: An introduction to semantics and pragmatics. Second corrected and slightly revised edition. In Analyzing meaning: An introduction to semantics and
pragmatics. Second corrected and slightly revised edition (pp. 1–482). https://doi.org/10.5281/zenodo.2538330
Kurniadi, S. (2021). a Gricean Maxim Analysis in Teaching and Learning Process At Higher Level Education. Jurnal Inotera, 6(2), 112–118. https://doi.org/10.31572/inotera.vol6.iss2.2021.id145
Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1093/oseo/instance.00076667
Marty, P., & Romoli, J. (2021). Presuppositions, implicatures, and contextual equivalence. Natural Language Semantics, 29(2), 229–280. https://doi.org/10.1007/s11050-021-09176-0
Mirayanti, N. K., Luh, N., Beratha, S., & Sukarini, N. W. (2024). Violations Of Grice ’ s Maxim. 2(2).
Moeschler, J. (2013). Is a speaker-based pragmatics possible? Or how can a hearer infer a speaker’s commitment? Journal of Pragmatics, 48(1), 84–97.
https://doi.org/10.1016/j.pragma.2012.11.019
Nur, S., & Fatmawati, K. (2015). A pragmatic analysis of maxim flouting performed by Solomon Northup in 12 years a slave movie. A Pragmatic Analysis .... (Siti Nur Khasanah Fatmawati), 1–10.
http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16012
Olivia, V., & Simanjuntak, R. R. (2021). Presupposition and Entailment in the Amazing World of Gumball Series by Mic Graves . Proceedings of the 1st UMGESHIC International Seminar on
Health, Social Science and Humanities (UMGESHIC-ISHSSH 2020), 585, 45–49. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211020.009
Saeed, J. I. (2016). Semantics (4th edition). In Wiley Blackwell.
Sari, R., Chairunnisa, S., Gultom, K., & Sitio, E. S. (2020). Principle of Cooperation in Human Conversation: Insight of Grice’s Prominent Theory Risma Sari. JELITA: Journal of English Language
Teaching and Literature, 1(1), 27–34.
Syafira, A., Oktaviani Putri, D., Sukma Dara Damanik, E., & Hafizhah, Z. (2022). Presupposition And Entailment In “The Family Nightmare” Short Story. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(06), 565–
574. https://doi.org/10.59141/japendi.v3i06.986
RE
FE
RE
NC
ES

Inference, Implicature, Maxims - Ibnu.pptx

  • 3.
  • 4.
    M. Ibnu P @ibnu_582 NetaKhoerunisa @__khrnisaaa Inference, Presupposition, Implicature, Grice’s Cooperation Principles, Maxims, and Violation of Maxims Thursday, 17 October 2024 Universitas Pendidikan @upi_official R. Dian Dia-an Mun @dian_d_muniroh SPs Pascasarjana @spsupi Hot Topics for You
  • 5.
    M. Ibnu P @ibnu_582 Grice’sCooperative Principles Conversational Maxims 49.5K posts 44.3K posts Maxims Violation and Its Purpose The Latest Research on Implicature and Cooperative Principles 39.7K posts 35.2K posts Show more … … … … Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia Inference, Presupposition, and Implicature Trending in Doctoral Program in Linguistics, Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia 50.4K posts … Universitas Pendidikan @upi_official R. Dian Dia-an Mun @dian_d_muniroh SPs Pascasarjana @spsupi
  • 6.
    (1) a guessthat you make, or (2) an opinion that you form based on the information that you have Interpretativ e Identifying Speaker Meaning Gestures Tone Context WHAT IS INFERENCE?
  • 7.
    Mahal doang harganya. Dia kecewaterhadap makanan tersebut, selain harganya mahal, rasanya pun biasa saja. Anda tidak bisa menelfon saya, karena saya sedang rapat. Saya sedang rapat. Gimana makananannya? Apakah saya bisa menelfon? Apakah saya bisa telfon? Tidak bisa. Kenapa tidak? Karena saya sedang rapat. Gimana makanannya? Biasa aja. Loh kenapa? Mahal doang harganya
  • 8.
    Presupposition Presupposition describes thepiece of information that is presumed to be true for another sentence. For instance, this is considered to be true before uttering: Utterance: Tony’s brother is lovely. Presupposition: Tony has a brother. Implicature | Explicature | Presupposition | Entailment Moeschler proposes a graded scale of commitment strength for these phenomena, whereby
  • 9.
    Example A: Bisakah Andamengikuti pelatihan di kampus hari ini? B: Mohon maaf pak, saya harus menjemput ibu istri saya dari rumah sakit. Presupposition/ Praanggapan 1. B tidak bisa mengikuti pelatihan di kampus. 2. A seorang laki-laki 3. B seorang laki-laki. 4. B sudah menikah. 5. Ibu istri B masih hidup. Utterance/Ujaran
  • 10.
    Ek s is tensi al PRE SUPPO SITIO N Jenis-jenis Presuposisi Fa kt if Lek s i ka l Non- fak ti f Struktu ral Ko nte r f akt ua l 1 2 3 4 5 6
  • 11.
    EKSISTENSIAL These presuppositions demonstratehow presuppositions can convey the existence/non-existence of something John! Explain to me why did your sister buy a new car even though she owes me money? 1.John is exist. 2.John has a sister.[His sister is exist] 3.John’s sister has a car.[The car is exist] 4.John’s sister is in debt. [The debt is exist]
  • 12.
    F A K T I F The information tobe conveyed is expressed in words that indicate a true fact or news Adjectives are words in a speech that can provide definite meaning and be used to state facts, such as "realize", "know", and "aware". I didn't know if it was going to rain today or not, but I know that I care about you. So let's share this umbrella. 1.Today is raining. 2.He care about her.
  • 13.
    STRUKTURAL Team: So shouldwe continue this meeting tomorrow morning? Boss: Yes, at 09:00 AM to be exact. When a speaker delivers information and the listener agrees, it implies that both parties believe the information to be true. 1.They will meet again tomorrow. 2.Boss confirms the question by providing time.
  • 14.
    LE KS IK AL With the aidof the genie of the lamp, Aladdin becomes rich and powerful and marries Princess Badroulbadour (the sultan's daughter). The use of a form with a conventionally stated meaning with the assumption that another (unstated) meaning is understood. 1.Aladdin was not rich. 2.Aladdin was not powerful. 3.Aladdin was single.
  • 15.
    NON-FAKTIF Non-factive means notnecessarily true or happening, and it is the inverse of factual They are often based on beliefs, opinions, or desires rather than facts. 1.The son believes that his report card is not good. 2.The father thinks his son is pretending to sleep. I just got home from my son's school to get his report card. When I arrived, I think he was pretending to sleep in his room to avoid discussing about it.
  • 16.
    KONTERFAKTUAL If I werea cat, I’d gladly spend all my 9 lives with you. A counterfactual presupposition is one that leads to an understanding that is contrary to or contradictory to the statement. They often involve "if" clauses and imply that the stated condition is contrary to fact. 1.I’m not a cat. 2.I don’t have 9 lives.
  • 17.
    Implicature 1. Merinci aspek-aspekfungsional dalam bahasa, yang seringkali linguistik struktural tidak mampu menjelaskannya. 2. Menjelaskan secara eksplisit hal- hal yang bersifat implisit, seperti menjelaskan perbedaan antara makna kalimat dengan struktur kalimatnya itu sendiri. 3. Menjadikan komunikasi lebih efektif dan efisien. Grice (1989) distinguished between what a speaker says and what they implicate Implikatur bertujuan untuk menyelesaikan masalah pemaknaan percakapan yang tidak bisa diselesaikan dari sisi semantik saja. Kegunaan Implikatur
  • 18.
    MENJELASKAN ASPEK FUNGSIONALBAHASA JAM BERAPA SEKARANG? Jam 8 pagi pak Maaf pak, tadi di jalan macet
  • 19.
    MENJELASKAN PERBEDAAN UJARANDAN MAKSUD Geleuh ih! WITHOUT CONTEXT (NEGATIVE) WITH CONTEXT (POSITIVE)
  • 20.
    EFISIENSI KOMUNIKASI Konteks: Si A =Laki-laki, usia 29, belum menikah, sedang mencari jodoh Si B = Laki-laki, usia 28, teman Si A, tetangga Si C Si C = Perempuan, usia 30, sudah menikah, memiliki 2 anak “Si A melihat Si C melewatinya ketika akan belanja ke toko" B: Iya. A: Kenal sama dia? B: Iya, dia tetangga. A: Boleh dikenalin B: Hus! Ga boleh. A: Kenapa? B: Dia udah nikah. A: Udah nikah? Kaya yang masih 20 tahunan. A: Eh cantik ya? B: Hus! udah punya anak 2 itu.
  • 21.
  • 22.
    Implikatur Konvension al makna tersirat yangsudah menjadi semacam konvensi atau kesepakatan bersama dalam bahasa tersebut tidak bergantung kepada konteks Saya hanya makan sedikit (Saya tidak makan banyak) Barista menyarankan untuk memesan kopi hitam, tapi saya pesan kopi susu (Saya tidak mengikuti saran barista)
  • 23.
    Implikatur Percakapa n Umum Implikatur Percakapa n Khusus A: Hari inipanas. B: Saya lupa bawa payung. (general context) M: Apakah saya bisa ikut ujian? D: Teori yang Anda gunakan belum relevan.
  • 24.
    Saya lapar Percakapan Umum: Dia ingin makan PercakapanKhusus: Dia menderita karena sedang diet
  • 25.
    Implikatur Berskala Ujaran disampaikandengan mengungkapkan kuantitas dalam skala All, Most, Many, Some, Few | Always, Often, Sometimes Saya sudah kirimkan di grup kelas, baru beberapa orang yang merespon. (tidak semua merespon saya) Saya lihat dia jarang sarapan pagi. (dia tidak sering sarapan) Terkadang saya merenungi beratnya hidup. (saya tidak selalu merenung)
  • 27.
    ( ِّ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ب‬َ‫اط‬َ‫ب‬َ‫ط‬ُ‫ن‬ْ‫ب‬ِ‫ا‬ Ibn Thabathaba Al-`Alawi ) ِ‫ه‬ِّ‫ب‬ُ‫ح‬ِ‫ب‬ ْ‫َت‬‫ف‬َ‫ل‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ٍ‫ل‬َّ‫و‬‫َأ‬ َّ‫ب‬ُ‫ح‬ ْ‫ع‬َ‫د‬ ✿ ِ‫ر‬َ‫خ‬‫اآل‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ح‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬‫ِإ‬ ُّ‫ب‬ُ‫ح‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬ ( ٍ‫ام‬َ‫م‬َ‫ت‬ ‫و‬ُ‫ب‬‫َأ‬ Abu Tamam ) ‫ى‬َ‫و‬َ‫ه‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ت‬‫ْئ‬ِ‫ش‬ ُ‫ث‬ْ‫ي‬َ‫ح‬ َ‫ك‬َ‫د‬‫ا‬‫َؤ‬ُ‫ف‬ ْ‫ل‬ِّ‫ق‬َ‫ن‬ ✿ ِ‫ل‬َّ‫و‬‫َأل‬‫ا‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ح‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬‫ِإ‬ ُّ‫ب‬ُ‫ح‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬ Palingkanlah hatimu dari cinta sesaat ✿ karena cinta yang sejati itu adalah yang pertama Tinggalkanlah cinta pertama yang membebani pikiranmu ✿ karena cinta yang sejati itu adalah yang kedua
  • 29.
    01 QUANTITY Do not overshareinformation 02 QUALITY Speak the truth 03 RELEVANC E Response must be relevant 04 MANNER Speak directly and clearly
  • 31.
  • 32.
    Violation of Maxims Dalam beberapa kesempatan,prinsip kooperatif dan maksim ini dilanggar. ATURAN ADA UNTUK DITAATI ATURAN ADA UNTUK DILANGGAR
  • 33.
    Petugas: Ada keperluanapa? Anda: Saya ingin bertemu dekan. Saya tadi ditelfon oleh beliau diminta untuk segera menghadap. Hal yang bisa termasuk ke dalam pelanggaran maksim kuantitas Dosen: Kenapa datang terlambat? Anda: Tadi macet di jalan pak. Ditambah lagi mobil saya mogok dan saya tidak bisa pesan ojeg online karena tidak ada kuota. Menambahkan informasi dari apa yang seharusnya disampaikan. Dosen: Kenapa datang terlambat? Anda: Tadi di jalan macet pak dan parkir kendaraan penuh. Petugas: Ada keperluan apa? Anda: Saya ingin bertemu dekan. Percakapan yang mematuhi maksim kuantitas QUANTITY MAXIM
  • 34.
    Ibu: Berapa tadibeli buku dan seragamnya? Anda: Tadi semuanya 700 ribu (uniko) Beberapa hal yang bisa termasuk ke dalam pelanggaran maksim kualitas Warung: Ambil berapa tadi gorengannya? Anda: Tadi cuma ambil satu (darmaji) 1. Lying/False pretense 2. Exaggerating 3. Joking 4. Sarcasm/Irony Ibu: Berapa tadi beli buku dan seragamnya? Anda: Tadi semuanya 200 ribu (truth) Friend: What’s wrong? Me: I’m so starving, I could eat like a whole elephant. Percakapan yang mematuhi maksim kualitas QUALITY MAXIM
  • 35.
    Mereka nyumput, malu kalahcantik sama kamu. Memberikan jawaban yang tidak relevan dengan pertanyaan termasuk pelanggaran maksim ini RELEVANCE MAXIM Malam ini langitnya cerah. Bintang sama bulannya ga keliatan. Pada kemana ya? Ketika intensitas cahaya yang ada pada sekitar sangat tinggi, maka cahaya "menutupi" benda-benda yang ada di baliknya, sehingga tidak dapat memfokuskan pandangan terhadap benda- benda tersebut.
  • 36.
    Beberapa hal yangbisa termasuk ke dalam pelanggaran maksim manner: 1.Ambiguous/vague answer 2.Indirect answer 3.Not giving real answer MANNER MAXIM Secara sederhana, sebenarnya pertanyaan hanya perlu dijawab “mau” atau “tidak mau”
  • 37.
  • 38.
     Q :You like kids right?  Sal : Yeah, yeah.  Q : No, you don’t. Q implies that Sal has to be a person who hates kids. Ujaran “no, you don’t” adalah kalimat deklaratif/pernyataan, tetapi implikatur yang muncul adalah perintah/imperative. Implikatur Percakapan Khusus Ujaran : No, you don’t. Maksud : Don’t like kids while you are posing as a judge. 1. Quantity Maxim : Q memberikan informasi yang cukup/sesuai. 2. Quality Maxim : Q berkata apa adanya. 3. Relevance Maxim : Q merespon Sal dengan respon yang relevan. 4. Manner Maxim : Q menyampaikan pesan secara jelas/tidak ambigu.
  • 39.
     Sal :Have you ever seen like a kangaroo?  Girl : Yeah.  Sal : They jump. They don’t get awards for it though. Do they? Sal implies that the girl’s talent is worthless by comparing it to a kangaroo that they also jump but they do not get awards for doing it. Ujaran “Do they?” adalah kalimat interogatif/pertanyaan, tapi maksudnya bukan untuk bertanya, melainkan menguatkan kalimat sebelumnya yang bermakna merendahkan (degrading). Implikatur Percakapan Khusus Ujaran : They jump. They don’t get awards for it though. Do they? Maksud : You don't deserve an award, just like a kangaroo doesn't deserve to get an award for jumping. 1. Quantity Maxim : Sal memberikan informasi yang cukup/sesuai. 2. Quality Maxim : Sal berkata apa adanya. 3. Relevance Maxim : Sal merespon Girl dengan respon yang relevan. 4. Manner Maxim : Sal menyampaikan pesan secara jelas/tidak
  • 40.
    Latest Research Nuha AbdullahAlsmari (2024) Pragmatic Competence in EFL: The Impact of Multimodality on Interpreting Conversational Implicatures Computer Assisted Language Learning Electronic Journal Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modalitas multimodal (seperti audio-visual) secara signifikan meningkatkan pemahaman EFL (English as a Foreign Language) siswa terhadap implikatur percakapan dibandingkan dengan modalitas tekstual. Penelitian menunjukkan bahwa siswa EFL lebih akurat dalam menginterpretasikan implikatur percakapan ketika mereka menggunakan modalitas multimodal, terlepas dari tingkat kemahiran bahasa mereka. Ini menunjukkan pentingnya isyarat kontekstual, seperti ekspresi wajah, gerakan, dan intonasi, dalam membantu siswa memahami makna yang dimaksudkan Sally Mohammad Ali Darweesh & Rajai Rashid Al-Khanji (2024) Conversational Implicatures in Medical Discourse: An Analysis of Doctor-Patient Dialogues in Amman, Jordan Theory and Practice in Language Studies Pemahaman terhadap prinsip-prinsip kooperatif, khususnya maksim kuantitas, kualitas, cara, dan relevansi, sangat penting untuk memahami makna implikasi percakapan dalam interaksi dokter-pasien. Penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi oral antara dokter dan pasien, terdapat kecenderungan untuk melanggar prinsip-prinsip kooperatif, sekitar 66,7% dari interaksi menunjukkan adanya pelanggaran maksim. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman konteks dan fungsi dari maksim-maksim ini sangat penting
  • 41.
    Latest Research Benjamin Weissman(2024) Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying Journal of Pragmatics 1.Komitmen Pengirim: Emoji dapat menunjukkan komitmen pengirim, yang diukur melalui penilaian komitmen dan kemampuan untuk menyangkal. Temuan menunjukkan bahwa emoji dengan high meaning agreement yield menghasilkan komitmen yang lebih kuat dibandingkan dengan emoji yang memiliki low meaning agreement. 2.Perbedaan antara Emoji Afektif dan Non-Afektif: Emoji non-afektif menunjukkan tingkat komitmen yang lebih tinggi dan kemampuan untuk menyangkal yang lebih rendah dibandingkan dengan emoji afektif. Ini menunjukkan bahwa jenis emoji yang digunakan dapat mempengaruhi bagaimana pesan dipersepsikan dalam hal komitmen dan kejujuran. 3.Kemungkinan Berbohong dengan Emoji: Penelitian ini juga mengeksplorasi kemungkinan bahwa emoji dapat digunakan untuk berbohong. Dalam eksperimen kedua, konteks di mana emoji digunakan mempengaruhi penilaian tentang apakah emoji tersebut digunakan dengan niat untuk menipu (baik itu dalam situasi benar atau salah). Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana emoji dapat berfungsi dalam komunikasi digital, terutama dalam konteks kejujuran dan kebohongan.
  • 42.
    Latest Research Benjamin Weissman(2024) Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying Journal of Pragmatics Paper ini memiliki kaitan yang erat dengan teori implikatur dan maksim Grice dalam beberapa hal: 1. Implikatur dan Komitmen:  Teori implikatur Grice menjelaskan bagaimana makna yang disampaikan dalam komunikasi sering kali melampaui apa yang diungkapkan secara eksplisit.  Dalam konteks emoji, komitmen pengirim terhadap makna emoji dapat dilihat sebagai bentuk implikatur.  Penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap makna emoji dapat mempengaruhi penilaian tentang kejujuran dan niat si pengirim. 2. Maksim Grice:  Penggunaan emoji yang tepat dapat membantu memenuhi maksim relevansi dengan memberikan konteks tambahan atau nuansa emosional pada pesan.  Penelitian ini menunjukkan bahwa emoji dapat berfungsi untuk memperjelas atau memperkaya makna pesan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Grice.
  • 43.
    Latest Research Benjamin Weissman(2024) Can an emoji be a lie? The links between emoji meaning, commitment, and lying Journal of Pragmatics 3. Penipuan dan Implikasi Pragmatik:  Penelitian ini juga menyentuh pada bagaimana emoji dapat digunakan untuk menipu, yang berkaitan dengan maksim kualitas (tidak mengatakan yang salah).  Ketika seseorang menggunakan emoji dengan niat untuk menipu, mereka mungkin melanggar maksim ini, dan penelitian ini mengeksplorasi bagaimana komitmen terhadap makna emoji dapat mempengaruhi persepsi tentang kejujuran. Emoji bukanlah implikatur itu sendiri, tetapi memiliki kesamaan dengan implikatur dalam hal ketergantungannya pada konteks untuk menyampaikan makna Secara keseluruhan, paper ini mengintegrasikan konsep-konsep dari teori implikatur dan maksim Grice untuk menjelaskan bagaimana emoji berfungsi
  • 44.
    Alsmari, N. A.(2024). Pragmatic Competence in EFL : The Impact of Multimodality on Interpreting Conversational Implicatures. 25(3), 66–81. Anan, N. F. (2023). Implikatur Percakapan dalam Percakapan Humor. Jurnal Latihan PPJB-SIP, 3(3B), 1–15. journal.ikip Arbain, A., Geroda, G. B., & Mulyono, E. A. (2023). Maxim violations and their reasons in an animated movie: a Gricean approach to communication. Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pengajarannya, 17(2), 117. https://doi.org/10.30595/lks.v17i2.17519 Athala, D., & Rachman, F. (2023). IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI BAHASA ARAB PADA FILM ANIMASI CARS Dicko Athala , Fazlur Rachman Fakultas Bahasa dan Kebudayaan Arab Universitas Al-Azhar Indonesia. 62–70. Birner, B. J. (2013). Introduction to Pragmatics. WILEY-BLACKWELL. Darweesh, S. M. A., & Al-Khanji, R. R. (2024). Conversational Implicatures in Medical Discourse: An Analysis of Doctor-Patient Dialogues in Amman, Jordan. Theory and Practice in Language Studies, 14(7), 2203–2210. https://doi.org/10.17507/tpls.1407.28 Dewi, A. N. C., & Rahman, Y. (2021). Pelanggaran Maksim Percakapan pada Prinsip Kerjasama Grice dalam Film Ballon Tahun 2018 Karya Michael Herbig. IDENTITAET, 10(2), 141–152. Habibolahi, M. (2024). Exploring the Implicit Meanings of the Qur ’ ān Through Pragmatics : Reference , Presupposition and Entailment in Focus. 3(2023), 307–326. https://doi.org/10.22081/ttais.2024.68323.1025 Hall, A., & Mazzarella, D. (2023). Pragmatic inference, levels of meaning and speaker accountability. Journal of Pragmatics, 205, 92–110. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2022.12.007 Herawati, A. (2013). The Cooperative Principle: Is Grice’s Theory Suitable to Indonesian Language Culture? Lingua Cultura, 7(1), 43. https://doi.org/10.21512/lc.v7i1.417 Hossain, M. M. (2021). The Application of Grice Maxims in Conversation: A Pragmatic Study. Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics, 3(10), 32–40. https://doi.org/10.32996/jeltal Kroeger, P. R. (2019). Analyzing meaning: An introduction to semantics and pragmatics. Second corrected and slightly revised edition. In Analyzing meaning: An introduction to semantics and pragmatics. Second corrected and slightly revised edition (pp. 1–482). https://doi.org/10.5281/zenodo.2538330 Kurniadi, S. (2021). a Gricean Maxim Analysis in Teaching and Learning Process At Higher Level Education. Jurnal Inotera, 6(2), 112–118. https://doi.org/10.31572/inotera.vol6.iss2.2021.id145 Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1093/oseo/instance.00076667 Marty, P., & Romoli, J. (2021). Presuppositions, implicatures, and contextual equivalence. Natural Language Semantics, 29(2), 229–280. https://doi.org/10.1007/s11050-021-09176-0 Mirayanti, N. K., Luh, N., Beratha, S., & Sukarini, N. W. (2024). Violations Of Grice ’ s Maxim. 2(2). Moeschler, J. (2013). Is a speaker-based pragmatics possible? Or how can a hearer infer a speaker’s commitment? Journal of Pragmatics, 48(1), 84–97. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2012.11.019 Nur, S., & Fatmawati, K. (2015). A pragmatic analysis of maxim flouting performed by Solomon Northup in 12 years a slave movie. A Pragmatic Analysis .... (Siti Nur Khasanah Fatmawati), 1–10. http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16012 Olivia, V., & Simanjuntak, R. R. (2021). Presupposition and Entailment in the Amazing World of Gumball Series by Mic Graves . Proceedings of the 1st UMGESHIC International Seminar on Health, Social Science and Humanities (UMGESHIC-ISHSSH 2020), 585, 45–49. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211020.009 Saeed, J. I. (2016). Semantics (4th edition). In Wiley Blackwell. Sari, R., Chairunnisa, S., Gultom, K., & Sitio, E. S. (2020). Principle of Cooperation in Human Conversation: Insight of Grice’s Prominent Theory Risma Sari. JELITA: Journal of English Language Teaching and Literature, 1(1), 27–34. Syafira, A., Oktaviani Putri, D., Sukma Dara Damanik, E., & Hafizhah, Z. (2022). Presupposition And Entailment In “The Family Nightmare” Short Story. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(06), 565– 574. https://doi.org/10.59141/japendi.v3i06.986 RE FE RE NC ES

Editor's Notes

  • #6 Sifat inference adalah interpretative dan tujuannya untuk identifying speaker meaning, yang dapat dipahami melalui ujaran yang didukung dengan gestur, tone, dan konteks
  • #13 Another example: “Beli dimana sepatunya?” praanggapannya berarti “lawan tutur sudah membeli sepatu”.
  • #18 Merinci aspek-aspek fungsional dalam bahasa, yang seringkali linguistik struktural tidak mampu menjelaskannya.
  • #19 Menjelaskan secara eksplisit hal-hal yang bersifat implisit, seperti menjelaskan perbedaan antara makna kalimat dengan struktur kalimatnya itu sendiri.
  • #20 Wait for the animation, then explain everything. Close with analogy that “implicature” is like “skip AD” button to skip some unneeded conversation
  • #23 Konteks khusus: jika diucapkan di sekolah (anak sekolah) maka jawabannya bisa iya/tidak/Anda belum bayar SPP. Tapi ini contoh yang khusus hanya ada di Tingkat perguruan tinggi
  • #24 Pertanyaan “kamu kenapa?” dijawab dengan “saya lapar”
  • #32 Pelanggaran penggunaan maksim ini tidak selalu berarti komunikasi menjadi tidak baik. Setiap pelanggaran maksim yang dilakukan memiliki tujuan khusus yang justru terkadang bisa memberikan efektivitas komunikasi yang lebih baik atau makna yang lebih mendalam yang ingin disampaikan oleh pembicara.
  • #33 Tujuan pelanggaran maksim ini untuk memberikan detail informasi (yang mungkin akan ditanyakan Kembali oleh penutur Ketika hanya dijawab sesuai kadar/maksimnya)
  • #39 Key Points: Implikatur tidak dinyatakan secara eksplisit tetapi disimpulkan berdasarkan konteks dan maksud pembicara. Penggunaan pertanyaan retoris adalah strategi umum untuk memperkuat suatu poin atau menyampaikan pendapat yang kuat. Implikatur dalam bentuk sarkasme atau ironi, karena menyarankan bahwa kanguru tidak boleh dihargai untuk sesuatu yang mereka lakukan secara alami. Catatan Tambahan: Pilihan kata pembicara, seperti "though" berkontribusi pada nada sarkastik dari ucapan tersebut.
  • #42 Weissman: “These emoji are not implicatures per se, but share with implicatures some familiar elements of the Gricean context-meaning relationship.” (Emoji ini bukan implikatur itu sendiri, tetapi memiliki kesamaan dengan implikatur dalam hal ketergantungannya pada konteks untuk menyampaikan makna)