Indonesia Dan Sosialisme
Jauh sebelum republik ini merdeka dan mempunyai nama indonesia,seorang patih dari
kerajaan majapahit yang bernama Gadjah Mada menyerukan cita-citanya untuk
mempersatukan nusantara, ya nusantara nama Republik ini sebelum bernama Indonesia.
Gadjah Mmada ingin melihat suatu negeri yang rukun dan makmur agar rakyatnnya dapat
hidup sejahtera dan tanpa penindasan. Lalu kita mengenal cita-cita Gadjah Mada itu dengan
sumpah palapa. Sekilas cita-cita patih Gadjah Mada tersebut mirip cita-cita
sosialisme,dimana cita-cita sosialisme adalah membentuk masyarakat yang sejahtera, kolektif
dan meniadakan hak milik pribadi. Beberapa tahun kemudian lahirlah seorang anak yang
lahir disurabaya pada 6 juni 1901 yang kemudian sejarah mencatatkannya sebagai president
pertama RI,Sdialah soekarno.Sama halnya dengan gadjah mada soekarno adalah orang yang
ingin mempersatukan negeri indonesia yang sekian lama dijajah belanda. Dalam pidatonya
soekarno menyerukan kata sosialisme untuk mempersatukan bangsanya.
”revolusi belum selesai,revolusi indonesia menuju ke arah sosialisme”
seperti itulah salah satu bunyi pidato Soekarno. Sejarah Indonesia pun mencatat
bahwa Indonesia pernah mempunyai partai yang ber-ideologikan sosialisme yaitu PSI(partai
sosialisme indonesia) yang dulunya partai ini diketuai oleh seorang bung kecil yaitu Sutan
Syahrir. Gerakan-gerakan sosialisme sangat aktif menentang penindasan oleh imperialis dan
menyerukan kebersamaan,persaudaraan dan kesetaraan derajat. Sosialisme menjadi mimpin
Indonesia kala itu pasca Indonesia merdeka, baik Soekarno dan Syahrir menyerukan
sosialisme untuk indonesia dan menolak dijajah kembali oleh bangsa asing.sosialisme
seaakan menjadi cita-cita berikutnya setelah kemerdekaan. Walaupun pada akhirnya cita-cita
sosialisme itu harus kandas ditengah jalan oleh kekuatan liberalisme dan kapitalisme yang
membuat orang tergoda untuk menjadi kaya sendirian dan akan melakukan apapun demi
memperoleh kekayaan. Tidak pedulu lagi teman seperjuangan,tidak peduli lagi sejarah
perjuangan dan tidak peduli lagi akan cita-cita sosialisme orang-orang yang terpengaruh
sistem kapitalisme mencari kekayaan untuk dirinya sendiri kapitalisme membuat seorang
menjadi induvidualistis dan hanya memandang dunia dengan prespektif untung dan rugi. Ya
untung dan rugi mereka seakan memandang bahwa dunia ini adalah pasar yang akan
menghasilkan banyak uang dan cara mereka mendapat banyak uang adalah dengan meng
eksploitasi sesama manusia,sesama teman seperjuangannya dan sesama bangsanya. Rakyat
indonesia yang dulu sempat melihat harapan untuk mendapat kehidupan lebih baik pasca
Soekarno memproklamirkan kemerdekaan kini harus pupus harapannya. Egoisme telah
mengalahkan sosialisme dan kapitalisme telah meninju telak sosialisme beserta soekarno dan
orang-orang sosialis yang lainnya.soekarno tumbang sosialisme hancur kapitalisme lah yang
menang dan berdiri tegak mengatur pola fikir elit politik dan menyebabkan kesenjangan
sosial di Indonesia.
Lalu masih hidupkah cita-cita sosialisme hari ini? hari ini berbicara cita-cita
sosialisme memang sangan utopis untuk diwujudkan.bagaimana tidak?p engaruh liberalisme
dan kapitalisme membuat masyarakat menjadi individualis dan membanggakan harta-harta
yang mereka miliki tanpa melihat sekelilingnya. Kapitalisme dengan misinya yaitu
mengambil hak milik umum untuk dijadikan hak milik pribadi membuat negeri ini seperti
tidak merasakan kemerdekaanya,hanya orang-orang besar yang menikmati kemerdekaan
negeri ini. Seakan kemerdekaan dan kekayaan negeri ini tidak untuk rakyat kecil. Contoh
gunung biji emas yang ada di papua yang seharusnya bisa dinikamti seluruh rakyat indonesia
kini nyatanya hanya dinikmati oleh PT Freeport dan elit politik kita sendiri, padahal nenek
kakek kita kan juga ikut memperjuangkan republik ini kenapa hanya segelintir orang saja
yang dapat menikmati hasil dari graseberg itu? nenek-kakek kita sama sama berjuang untuk
generasi penerusnya tapi kenapa ketika sudah sama-sama berjuang yang satu bisa tidur di
rumah mewah dan yang satu tidur dikolong jembatan.tentu ini adalah dampak dari
kapitalisme pasca Indonesia merdeka dan hal hal seperti ini tentu bertentangan dengan cita-
cita mulia Gadjah Mada dan Soekarno tentang sosialisme.padahal jika dilihat dari sejarah
republik ini indonesia memang dekat kaitannya dengan cita-cita sosialisme, namun cita-cita
sosialisme itu lenyap berbarengan dengan pengaruh liberalisme dan kapitalisme. Fenomena-
fenomena mengenai kesenjangan sosial dan ekonomi yang dipertontonkan secara asyik oleh
media menggambarkan bahwa kita memang jauh dari sosialisme, seakan kita telah putus dari
sejarah cita-cita sosialisme yang telah lama dikumandangkan dengan lantang oleh Gadjah
Mada dan Soekarno.

Indonesia dan Sosialisme

  • 1.
    Indonesia Dan Sosialisme Jauhsebelum republik ini merdeka dan mempunyai nama indonesia,seorang patih dari kerajaan majapahit yang bernama Gadjah Mada menyerukan cita-citanya untuk mempersatukan nusantara, ya nusantara nama Republik ini sebelum bernama Indonesia. Gadjah Mmada ingin melihat suatu negeri yang rukun dan makmur agar rakyatnnya dapat hidup sejahtera dan tanpa penindasan. Lalu kita mengenal cita-cita Gadjah Mada itu dengan sumpah palapa. Sekilas cita-cita patih Gadjah Mada tersebut mirip cita-cita sosialisme,dimana cita-cita sosialisme adalah membentuk masyarakat yang sejahtera, kolektif dan meniadakan hak milik pribadi. Beberapa tahun kemudian lahirlah seorang anak yang lahir disurabaya pada 6 juni 1901 yang kemudian sejarah mencatatkannya sebagai president pertama RI,Sdialah soekarno.Sama halnya dengan gadjah mada soekarno adalah orang yang ingin mempersatukan negeri indonesia yang sekian lama dijajah belanda. Dalam pidatonya soekarno menyerukan kata sosialisme untuk mempersatukan bangsanya. ”revolusi belum selesai,revolusi indonesia menuju ke arah sosialisme” seperti itulah salah satu bunyi pidato Soekarno. Sejarah Indonesia pun mencatat bahwa Indonesia pernah mempunyai partai yang ber-ideologikan sosialisme yaitu PSI(partai sosialisme indonesia) yang dulunya partai ini diketuai oleh seorang bung kecil yaitu Sutan Syahrir. Gerakan-gerakan sosialisme sangat aktif menentang penindasan oleh imperialis dan menyerukan kebersamaan,persaudaraan dan kesetaraan derajat. Sosialisme menjadi mimpin Indonesia kala itu pasca Indonesia merdeka, baik Soekarno dan Syahrir menyerukan sosialisme untuk indonesia dan menolak dijajah kembali oleh bangsa asing.sosialisme seaakan menjadi cita-cita berikutnya setelah kemerdekaan. Walaupun pada akhirnya cita-cita sosialisme itu harus kandas ditengah jalan oleh kekuatan liberalisme dan kapitalisme yang membuat orang tergoda untuk menjadi kaya sendirian dan akan melakukan apapun demi memperoleh kekayaan. Tidak pedulu lagi teman seperjuangan,tidak peduli lagi sejarah perjuangan dan tidak peduli lagi akan cita-cita sosialisme orang-orang yang terpengaruh sistem kapitalisme mencari kekayaan untuk dirinya sendiri kapitalisme membuat seorang menjadi induvidualistis dan hanya memandang dunia dengan prespektif untung dan rugi. Ya untung dan rugi mereka seakan memandang bahwa dunia ini adalah pasar yang akan menghasilkan banyak uang dan cara mereka mendapat banyak uang adalah dengan meng eksploitasi sesama manusia,sesama teman seperjuangannya dan sesama bangsanya. Rakyat indonesia yang dulu sempat melihat harapan untuk mendapat kehidupan lebih baik pasca
  • 2.
    Soekarno memproklamirkan kemerdekaankini harus pupus harapannya. Egoisme telah mengalahkan sosialisme dan kapitalisme telah meninju telak sosialisme beserta soekarno dan orang-orang sosialis yang lainnya.soekarno tumbang sosialisme hancur kapitalisme lah yang menang dan berdiri tegak mengatur pola fikir elit politik dan menyebabkan kesenjangan sosial di Indonesia. Lalu masih hidupkah cita-cita sosialisme hari ini? hari ini berbicara cita-cita sosialisme memang sangan utopis untuk diwujudkan.bagaimana tidak?p engaruh liberalisme dan kapitalisme membuat masyarakat menjadi individualis dan membanggakan harta-harta yang mereka miliki tanpa melihat sekelilingnya. Kapitalisme dengan misinya yaitu mengambil hak milik umum untuk dijadikan hak milik pribadi membuat negeri ini seperti tidak merasakan kemerdekaanya,hanya orang-orang besar yang menikmati kemerdekaan negeri ini. Seakan kemerdekaan dan kekayaan negeri ini tidak untuk rakyat kecil. Contoh gunung biji emas yang ada di papua yang seharusnya bisa dinikamti seluruh rakyat indonesia kini nyatanya hanya dinikmati oleh PT Freeport dan elit politik kita sendiri, padahal nenek kakek kita kan juga ikut memperjuangkan republik ini kenapa hanya segelintir orang saja yang dapat menikmati hasil dari graseberg itu? nenek-kakek kita sama sama berjuang untuk generasi penerusnya tapi kenapa ketika sudah sama-sama berjuang yang satu bisa tidur di rumah mewah dan yang satu tidur dikolong jembatan.tentu ini adalah dampak dari kapitalisme pasca Indonesia merdeka dan hal hal seperti ini tentu bertentangan dengan cita- cita mulia Gadjah Mada dan Soekarno tentang sosialisme.padahal jika dilihat dari sejarah republik ini indonesia memang dekat kaitannya dengan cita-cita sosialisme, namun cita-cita sosialisme itu lenyap berbarengan dengan pengaruh liberalisme dan kapitalisme. Fenomena- fenomena mengenai kesenjangan sosial dan ekonomi yang dipertontonkan secara asyik oleh media menggambarkan bahwa kita memang jauh dari sosialisme, seakan kita telah putus dari sejarah cita-cita sosialisme yang telah lama dikumandangkan dengan lantang oleh Gadjah Mada dan Soekarno.