HUKUM PERNIKAHAN DALAM
ISLAM
KELOMPOK 5
Hukum Pernikahan dalam Islam
Muhammad Adi D
17190075
Hagi Albar
17190040
Fauzi Ramdani
17190043
Ali Ibnu
17190067
Fajar Firdaus
17190008
Imam Rukmansyah
17190065
Galih Purnama P
17190025
PENGERTIAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM
Dari pengertiannya menurut KBBI, nikah adalah perjanjian perkawinan antara
laki-laki dan perempuan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama.
Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara
laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dari akad itu juga, muncul hak
dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan.
Ketentuan mengenai pernikahan ini tergambar dalam firman Allah SWT dalam
Alquran surah Ar-Rum ayat 21:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-
istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia [juga]
telah menjadikan di antaramu [suami, istri] rasa cinta dan kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berpikir,” (Ar-Rum [30]: 21)
Hukum Pernikahan dalam
Islam
Hukum menikah bisa sebagai wajib, sunah, mubah, makruh,
bahkan haram, bergantung pada kondisi dan situasi orang
hendak menikah. Berikut ini penjelasan hukum menikah dalam
Islam, dikutip dari buku Panduan Ibadah Muslimah karya
Syukron Maksum.
Wajib
Wajib jika seseorang sudah mampu dan sudah memenuhi syarat,
serta khawatir akan terjerumus melakukan perbuatan dosa besar
jika tidak segera menikah. Orang dengan kriteria tersebut
diwajibkan untuk segera menikah agar tidak terjerumus
melakukan dosa zina.
Sunnah
Sunah, bagi seseorang yang sudah mampu untuk berumah
tangga, mempunyai keinginan niat nikah. Dalam hal ini, orang
yang apabila tidak melaksanakan nikah masih mampu menahan
dirinya dari perbuatan dosa besar (zina) dihukumi sunah.
Mubah
Mubah, yakni bagi seseorang yang telah mempunyai keinginan
menikah, tetapi belum mampu mendirikan rumah tangga atau
belum mempunyai keinginan menikah, tetapi sudah mampu
mendirikan rumah tangga.
Makruh
Makruh, bagi seseorang yang belum mampu atau belum
mempunyai bekal mendirikan rumah tangga.
Haram
Haram, bagi seseorang yang bermaksud tidak akan menjalankan
kewajibannya sebagai suami atau istri yang baik. Rukun nikah
merupakan amalan hakiki yang ada dalam ibadah, sedangkan
syarat sah nikah ialah perkara di luar amalan tersebut namun
menjadi wajib ada.
Rukun Nikah
dalam Islam
• Terdapat calon pengantin laki-laki dan
perempuan yang tidak terhalang secara syar'i
untuk menikah
• Ada wali dari calon pengantin perempuan
• Dihadiri dua orang saksi laki-laki yang adil
untuk menyaksikan sah tidaknya pernikahan
• Diucapkannya ijab dari pihak wali pengantin
perempuan atau yang mewakilinya
• Diucapkannya kabul dari pengantin laki-laki
atau yang mewakilinya
TUJUAN DAN HIKMAH PEMBENTUKAN KELUARGA DALAM ISLAM
Diantara tujuan dan hikmah dalam pernikahan diantaranya :
• Menyempurnakan akhlak
• Menyempurnakan pelaksanaan agama
• Melahirkan keturunan yang mulia
• Menciptakan kesehatan dalam diri secara fisik maupun non fisik
• Mendidik generasi baru
• Menumbuhkan kesungguhan dalam mencari rezeki
• Latihan memikul tanggung jawab
Kriteria dalam
Mencari Pasangan
dalam Islam
Al-Quran sebagai pedoman hidup kita sudah
memberikan rambu-rambu petunjuk dalam memilih
calon istri / suami
• Memilih calon istri
• Agama menjadi prioritas
• Berakhlak mulia
• Memiliki kesuburan
2. Memilih calon suami
• Memiliki pemahaman agama dan akhlak yang
mulia
• Sehat dan tidak memiliki penyakit yang
membahayakan keutuhan rumah tangga
Pernikahan Dilarang dalam Islam
Jenis pernikahan yang dilarang dalam islam :
• Pernikahan Badal (Tukar menukar istri)
• Pernikahan Mut'ah (Pernikahan kontrak)
• Pernikahan syighar
THANK YOU!

hukum pernikahan dalam islam(1).pptx

  • 1.
  • 2.
    KELOMPOK 5 Hukum Pernikahandalam Islam Muhammad Adi D 17190075 Hagi Albar 17190040 Fauzi Ramdani 17190043 Ali Ibnu 17190067 Fajar Firdaus 17190008 Imam Rukmansyah 17190065 Galih Purnama P 17190025
  • 3.
    PENGERTIAN PERNIKAHAN DALAMISLAM Dari pengertiannya menurut KBBI, nikah adalah perjanjian perkawinan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dari akad itu juga, muncul hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan.
  • 4.
    Ketentuan mengenai pernikahanini tergambar dalam firman Allah SWT dalam Alquran surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri- istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia [juga] telah menjadikan di antaramu [suami, istri] rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir,” (Ar-Rum [30]: 21)
  • 5.
    Hukum Pernikahan dalam Islam Hukummenikah bisa sebagai wajib, sunah, mubah, makruh, bahkan haram, bergantung pada kondisi dan situasi orang hendak menikah. Berikut ini penjelasan hukum menikah dalam Islam, dikutip dari buku Panduan Ibadah Muslimah karya Syukron Maksum.
  • 6.
    Wajib Wajib jika seseorangsudah mampu dan sudah memenuhi syarat, serta khawatir akan terjerumus melakukan perbuatan dosa besar jika tidak segera menikah. Orang dengan kriteria tersebut diwajibkan untuk segera menikah agar tidak terjerumus melakukan dosa zina. Sunnah Sunah, bagi seseorang yang sudah mampu untuk berumah tangga, mempunyai keinginan niat nikah. Dalam hal ini, orang yang apabila tidak melaksanakan nikah masih mampu menahan dirinya dari perbuatan dosa besar (zina) dihukumi sunah.
  • 7.
    Mubah Mubah, yakni bagiseseorang yang telah mempunyai keinginan menikah, tetapi belum mampu mendirikan rumah tangga atau belum mempunyai keinginan menikah, tetapi sudah mampu mendirikan rumah tangga. Makruh Makruh, bagi seseorang yang belum mampu atau belum mempunyai bekal mendirikan rumah tangga. Haram Haram, bagi seseorang yang bermaksud tidak akan menjalankan kewajibannya sebagai suami atau istri yang baik. Rukun nikah merupakan amalan hakiki yang ada dalam ibadah, sedangkan syarat sah nikah ialah perkara di luar amalan tersebut namun menjadi wajib ada.
  • 8.
    Rukun Nikah dalam Islam •Terdapat calon pengantin laki-laki dan perempuan yang tidak terhalang secara syar'i untuk menikah • Ada wali dari calon pengantin perempuan • Dihadiri dua orang saksi laki-laki yang adil untuk menyaksikan sah tidaknya pernikahan • Diucapkannya ijab dari pihak wali pengantin perempuan atau yang mewakilinya • Diucapkannya kabul dari pengantin laki-laki atau yang mewakilinya
  • 9.
    TUJUAN DAN HIKMAHPEMBENTUKAN KELUARGA DALAM ISLAM Diantara tujuan dan hikmah dalam pernikahan diantaranya : • Menyempurnakan akhlak • Menyempurnakan pelaksanaan agama • Melahirkan keturunan yang mulia • Menciptakan kesehatan dalam diri secara fisik maupun non fisik • Mendidik generasi baru • Menumbuhkan kesungguhan dalam mencari rezeki • Latihan memikul tanggung jawab
  • 10.
    Kriteria dalam Mencari Pasangan dalamIslam Al-Quran sebagai pedoman hidup kita sudah memberikan rambu-rambu petunjuk dalam memilih calon istri / suami • Memilih calon istri • Agama menjadi prioritas • Berakhlak mulia • Memiliki kesuburan 2. Memilih calon suami • Memiliki pemahaman agama dan akhlak yang mulia • Sehat dan tidak memiliki penyakit yang membahayakan keutuhan rumah tangga
  • 11.
    Pernikahan Dilarang dalamIslam Jenis pernikahan yang dilarang dalam islam : • Pernikahan Badal (Tukar menukar istri) • Pernikahan Mut'ah (Pernikahan kontrak) • Pernikahan syighar
  • 12.