Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Munanto Haris, SST., MP.
Aries Boedi Setiawan, ST., MM.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Munanto Haris, SST., MP.
Aries Boedi Setiawan, ST., MM.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
GREENHOUSE BAMBU
UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK
DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA
SELARAS
Buku ini menyajikan berbagai teori tentang pertanian organik,
bangunan greenhouse, sayur hidroganik dan aplikasinya dalam
bentuk bangunan greenhouse untuk tanaman sayur dengan sistem
hidroganik menggunakan energi surya fotovoltaik. Desain,
pembuatan dan pemasangan greenhouse ini telah diaplikasikan di
Kampung Bunga Grangsil Desa Jambangan Kabupaten Malang yang
dilakukan oleh para penulis melalui Program Produk Teknologi yang
didesiminasikan ke masyarakat Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2019 berjudul “Inovasi Teknologi
Hidroganik Dengan Tenaga Listrik Mandiri Fotovoltaik”. Pengabdian
ini didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan
Teknologi Nasional. Diharapkan buku ini dapat menjadi inspirasi dan
referensi bagi akademisi dan praktisi dalam program ketahanan
pangan di Indonesia.
Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Munanto Haris, SST., MP.
Aries Boedi Setiawan, ST., MM.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
GREENHOUSE BAMBU
UNTUK TANAMAN SAYUR
HIDROGANIK DENGAN
LISTRIK TENAGA SURYA
ii
Layout Isi dan Sampul : Tim Penerbit Selaras
Copyright 2020, Penerbit Selaras
Diterbitkan oleh :
Penerbit Selaras Media Kreasindo
Perum. Pesona Griya Asri A-11
Malang 65154
E-mail : selaras_mediakreasindo@yahoo.co.id
Anggota IKAPI
Sanksi Pelanggaran Pasal 22
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002
Tentang Hak Cipta
:
1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp
1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/
atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.
Penulis :
Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD.
Munanto Haris, SST., MP.
Aries Boedi Setiawan, ST., MM.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars.
ISBN : 978-602-6228-83-3
Hak Cipta dilindungi undang - undang
Jumlah : iv+63 Halaman
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Cetakan 1, Oktober 2020
GREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR
HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur kepada Allah SWT atas
berkat Rahmat dan HidayahNya sehingga buku ini bisa tersusun. Buku
ini menyajikan teori dan aplikasi bangunan bambu untuk
tanaman sayur hidroganik dengan listrik tenaga surya. Desain dan
pembuatan bangunan ini telah diterapkan di Kabupaten Malang. Materi
tulisan buku ini merupakan teknologi tepat guna hasil penelitian dan
pengabdian yang penulis lakukan pada tahun 2019 yang didanai oleh
Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Teknologi Nasional.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Kementerian RISTEK/BRIN yang telah mendanai penelitian dan
pengabdian bangunan struktur bambu hingga
hasilnya menjadi bahan utama buku ini.
2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Merdeka Malang yang telah memfasilitasi kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Balai Besar Penelitian Pertanian Ketindan Malang yang telah
memberikan data tentang sistem pertanian hidroganik.
4. Para dosen prodi Arsitektur dan Teknik Elektro Universitas
Merdeka Malang atas dukungannya.
5. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Kampung Bunga Gangsil”,
Kelompok Wanita Tani “Syakura Arum” dan PKK di Dusun
Grangsil, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten
Malang yang telah menginspirasi tersusunnya buku ini.
Sangat disadari bahwa masih banyak kekurangan pada buku ini,
untuk itu diharapkan saran yang membangun agar tulisan ini dapat
dimanfaatkan bagi yang membutuhkannya.
Malang, Oktober 2020
Hery Budiyanto
Munanto Haris
Aries Boedi Setiawan
Muhammad Iqbal
greenhouse
greenhouse
iii
iii
iv
1
3
3
4
5
25
32
43
43
44
48
49
49
53
56
56
57
58
58
58
60
DAFTAR ISI
..................................................................
.............................................................................
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Literatur
Bab III Desain ......................................................................
BAB IV APLIKASI BANGUNAN GREENHOUSE BAMBU
UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK
DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA .......................
BAB V PENGUJIAN ..............................................................
BAB VI KESIMPULAN ...........................................................
DAFTAR PUSTAKA ................................................................
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
...........................................................................
......................................................................
2.1 Ketahanan Pangan ..........................................................
2.2 Sentra Pertanian Perkotaan (Urban Farming) .......
2.3 Greenhouse ........................................................................
2.4 Pertanian Hidroganik .....................................................
2.5 Pembangkit Listrik Tenaga Surya ...............................
3.1 Desain Skematik Sistem
3.2 Desain
3.3 Desain Bracket Energi Surya .......................................
4.1 Pembangunan ...................................................................
4.2 Sosialisasi dan Koordinasi ............................................
5.1 Uji Perbedaan Temperatur ...........................................
5.2 Pengujian Energi Surya Fotovoltaik ..........................
6.1Kesimpulan ..........................................................................
6.2 Rekomendasi .....................................................................
Greenhouse Hidroganik
Greenhouse ........................................................
IV
BAB I
PENDAHULUAN
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi
masyarakat Indonesia. Sektor pertanian merupakan sumber
penghasilan bagi beberapa masyarakat, karena sebagian besar
kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Para petani
biasanya menggunakan tanah untuk media tanam, namun seiring
dengan perkembangan kota lahan pertanian banyak yang
berubah menjadi lahan permukiman dan fasilitas kota lainnya
sehingga lahan pertanian menjadi semakin sempit. Pertanian
Perkotaan ( ) adalah bertani dengan memanfaatkan
lahan sempit atau intensifikasi lahan, guna memenuhi kebutuhan
sayuran dan buah segar sehari-hari bagi masyarakat
pemukiman/perumahan di perkotaan (Pratiwi et al., 2017). Maka
saat ini ada cara lain untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai
usaha untuk mengembangkan hasil pertanian, yaitu dengan cara
bercocok tanam secara hidroganik.
Hidroganik berasal dari kata “Hidro” dan “Organik” yang
didefinisikan sebagai sistem budidaya organik dengan
memadukan sistem hidro dan sistem organik. Sumber nutrisi
utama dari hidroganik ini diperoleh dari pupuk organik padat dan
cair serta air kolam yang di- sebagai nutrisi tanaman.
Terdapat 3 komponen penting dalam aplikasi hidroganik yaitu: 1)
Kolam; 2) pupuk organik (sebagai media tanam); dan 3) rangkaian
( Udin, 2017).
Keuntungan cara bercocok tanam sistem hidroganik
adalah: 1) Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi; 2) Lebih
terbebas dari hama dan penyakit; 3) Penggunaan air dan pupuk
lebih hemat; 4) Dapat untuk mengatasi masalah tanah; 5) Dapat
untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan (Budiyanto et al.,
2019). Sedangkan keunggulannya adalah: 1) Tidak perlu
Urban Farming
treatment
wick sistem
1
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
pengolahan tanah; 2) Tidak perlu rotasi tanaman; 3) Hasil
seragam; 4) Bersih 5) Hasil tinggi; 6) Tenaga kerja sedikit (efisien);
7) Lebih mudah dalam pemeliharaan; 8) Lebih mudah dalam
mengganti tanaman baru; 9) Dapat merupakan tempat dan cara
untuk memperbaiki mutu tanaman(Udin, 2017).
Di Jawa Timur, Sistem Hidroganik mulai dikembangkan oleh
kelompok Usaha Bersama Mini Maxi yang membentuk
perkumpulan “Bengkel Mimpi” di Desa Kanigoro, Kecamatan
Pagelaran, Kabupaten Malang, kemudian banyak dipelajari dan
disebarluaskan melalui pelatihan dan diseminasi di berbagai kota
di Jawa maupun luar Jawa (Basiri, 2019). Program Diseminasi
Teknologi Hidroganik dengan sumber listrik mandiri yang berasal
dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dilaksanakan di
Kampung Bunga Grangsil, Desa Jambangan Kecamatan Dampit
Kabupaten Malang. Masyarakat yang menjadi pelaku kegiatan
adalah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) “Kampoeng
Boenga Grangsil” dan Kelompok Wanita Tani “Syakura Arum”
(Budiyanto et al., 2019).
2 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
BAB II
KAJIAN LITERATUR
2.1 Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan memiliki lima unsur yang harus
dipenuhi: (a) Berorientasi pada rumah tangga dan individu; (b)
Dimensi waktu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses; (c)
Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik
fisik, ekonomi dan sosial; (d) Berorientasi pada pemenuhan gizi;
dan (e) Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif (Suharyanto,
2011). Salah satu aspek yang dapat mendorong peningkatan
ketahanan pangan adalah pemanfaatan lahan pekarangan.
Pemanfaatan pekarangan ataupun halaman rumah yang terbatas
dapat mempunyai nilai tambah yang maksimal jika dilakukan
secara tepat dan mempunyai konsep yang jelas. Lahan
pekarangan yang ada umumnya belum dimanfaatkan untuk
pemenuhan kebutuhan pangan, kalaupun dilaksanakan, masih
bersifat sambilan atau mengisi waktu luang. Puspitasari (Sudarmo,
2018) menyatakan perlu dilakukan rancangan pemanfaatan
pekarangan yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan
peran lahan pekarangan sebagai penyangga ketahanan pangan
rumah tangga. Pekarangan dengan keanekaragaman di dalamnya
juga mempunyai potensi yang besar untuk menaikkan daya
dukung lingkungan. Gerakan pertanian perkotaaan dapat
menjadi tulang punggung dalam meningkatkan kemandirian
masyarakat terutama menjaga ketahanan pangan dalam skala
rumah tangga. Keterbatasan lahan yang sempit tersebut
memunculkan pilihan bertani dengan sistem hidroponik.
Sistem ketahanan pangan di Indonesia secara
komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: (1) ketersediaan
pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh
3
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
penduduk, (2) distribusi pangan yang lancar dan merata, (3)
konsumsi pangan setiap individu yang memenuhi kecukupan gizi
seimbang, yang berdampak pada (4) status gizi masyarakat.
Dengan demikian, sistem ketahanan pangan dan gizi tidak hanya
menyangkut soal produksi, distribusi, dan penyediaan pangan
ditingkat makro (nasional dan regional), tetapi juga menyangkut
aspek mikro, yaitu akses pangan di tingkat rumah tangga dan
individu serta status gizi anggota rumah tangga, terutama anak
dan ibu hamil dari rumah tangga miskin. Meskipun secara
konseptual pengertian ketahanan pangan meliputi aspek mikro,
namun dalam pelaksanaan sehari-hari masih sering ditekankan
pada aspek makro yaitu ketersediaan pangan. Agar aspek mikro
tidak terabaikan, maka dalam dokumen ini digunakan istilah
ketahanan pangan dan gizi.
FAO (Food and Agriculture Organization) menjelaskan
Pertanian Perkotaan sebagai industri yang memproduksi,
memproses, dan memasarkan produk pertanian, terutama
memenuhi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan,
dengan metode produksi intensif, memanfaatkan dan mendaur
ulang sumber daya dan limbah perkotaan untuk menghasilkan
beragam tanaman kebutuhan pangan masyarakat Perkotaan
(Lee-Smith et al., 2010). Council on Agriculture, Science and
Technology (CAST) menyatakan Pertanian Perkotaan mencakup
aspek kesehatan lingkungan, remediasi, dan rekreasi. Di berbagai
kota, Pertanian Perkotaan menjadi pendukung aspek keindahan
kota dan kelayakan penggunaan tata ruang yang berkelanjutan.
Pertanian Perkotaan juga dilakukan untuk meningkatkan
pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan untuk
dikonsumsi keluarga, dan di beberapa tempat dilakukan untuk
tujuan rekreasi dan relaksasi (Nasr, 1997).
2.2 Sentra Pertanian Perkotaan (Urban Farming)
4 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Pertanian Perkotaan memberikan hasil yang optimal
dengan fasilitas Greenhouse dan teknologi Hidroganik.
Greenhouse meningkatkan perlindungan tanaman dari intensitas
hujan, sinar matahari dan iklim mikro, serta mengoptimalkan
pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro, sehingga
mampu meningkatkan produksi sayuran, buah dan bunga yang
berkualitas tanpa tergantung dengan musim.
Rumah kaca atau greenhouse pada prinsipnya adalah
sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau
plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan
bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi
juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembaban
udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong
bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua
tempat yang kita jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini.
Greenhouse biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau
lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaan yang
bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market
hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju
seperti USA, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian
besar tanaman hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse di mancanegara
sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah berpuluh tahun
sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut.
Rumah kaca/greenhouse yang digunakan di Indonesia
sebagian besar digunakan untuk penelitian percobaan budidaya,
percobaan pemupukan, percobaan ketahanan tanaman terhadap
hama maupun penyakit, percobaan kultur jaringan, percobaan
persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik dan
percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para
2.3 Greenhouse
5
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
mahasiswa , para peneliti, para pengusaha dan praktisi disemua
bidang pertanian.
Pada awalnya pembuatan bangunan greenhouse di
Indonesia dilatarbelakangi oleh kegiatan penelitian yang
dilakukan lembaga penelitian maupun dunia pendidikan.
Kegiatan penelitian yang dimaksud disini adalah kegiatan mencari
jawaban atau mencari solusi / jalan keluar atau pemecahan
terhadap suatu kasus. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari uji
ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit
tertentu. Adanya greenhouse yang mampu menciptakan iklim
yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi tanpa kenal
musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan
hama dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya
greenhouse penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat
dicegah . Hal ini berbeda dengan percobaan yang dilakukan di
luar greenhouse dimana dalam waktu yang sangat singkat hama
dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa angin
maupun serangga.
Manipulasi lingkungan ini dilakukan dalam dua hal, yaitu
menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan
memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki. Kondisi
lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
a) Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar ultra violet dan
sinar infra merah.
b) Suhu udara dan kelembaban yang tidak sesuai.
c) Kekurangan dan kelebihan curah hujan.
d) Gangguan hama dan penyakit.
e) Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat
merobohkan tanaman.
f) Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan
kontaminasi penyerbukan.
g) Ekses polutan akibat polusi udara.
6 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Sementara kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
a) Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih
panjang.
b) Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas
cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
c) Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan
terukur.
d) Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama
dan penyakit.
e) Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan
pengawasan mutu.
f) Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya
residu pestisida
g) Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan.
Manfaat greenhouse dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dunia pertanian kita masih demikian tergantungnya pada
keadaan cuaca, bila terjadi perubahan musim, apalagi bila
tidak terprediksi akan menyebabkan sulitnya menentukan
jenis tanaman yang akan diproduksi. Jika musim hujan terlalu
panjang akan menyebabkan banyaknya penyakit termasuk
pembusukan akar. Jika musim terlalu kering akan
menyebabkan tanaman kekurangan air, hama juga akan
menyerang yang dapat menimbulkan kerugian. Demikian
pula pada saat tertentu suatu komoditas sulit ditemui
mengakibatkan harganya demikian tinggi, sementara pada
waktu lain kebanjiran produk menyebabkan harga anjlok,
sehingga kerugian segera tiba.
Untuk itu perlu sekali mengurangi ketergantungan pada
lingkungan luar menggantikan dengan mikroklimat yang
2.3.1 Manfaat Greenhouse
1. Pengaturan jadwal produksi.
7
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
diatur. Dengan demikian dapat dijadwalkan produksi secara
mandiri dan berkesinambungan. Sehingga konsumen tidak
perlu kehilangan komoditas yang dibutuhkan, juga kita tidak
perlu membanjiri pasar denganb jenis komoditas yang sama
yang menyebabkan harga anjlok.
Pada luasan areal yang sama tingkat produksi budidaya di
dalam greenhouse lebih tinggi dibandingkan di luar
greenhouse. Karena budidaya di dalam greenhouse kondisi
lingkungan dan pemberian hara dikendalikan sesuai
kebutuhan tanaman. Gejala hilangnya hara yang biasa terjadi
pada areal terbuka seperti pencucian dan fiksasi, di dalam
greenhouse diminimalisir. Budidaya tanaman seperti ini
dikenal sebagai hidroponik.
Kondisi areal yang beratap dan lebih tertata menyebabkan
pengawasan dapat lebih intensif dilakukan. Bila terjadi
gangguan terhadap tanaman baik karena hama, penyakit
ataupun gangguan fisiologis, dapat dengan segera diketahui
untuk diatasi.
Ekses radiasi matahari seperti sinar UV, kelebihan temperatur,
air hujan, debu, polutan dan residu pestisida akan
mempengaruhi penampilan visual, ukuran dan kebersihan
hasil produksi.
Dengan kondisi lingkungan yang terlindungi dan pemberian
nutrisi akurat dan tepat waktu, maka hasil produksi tanaman
akan berkwalitas. Pemasakan berlangsung lebih serentak,
sehingga pada saat panen diperoleh hasil yang lebih
seragam, baik ukuran maupun bentuk visual produk.
2. Meningkatkan hasil produksi
3. Meningkatkan kualitas produksi
8 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4. Meminimalisasi pestisida
5. Aset dan performance
6. Sarana agrowisata
Greenhouse yang baik selain dirancang untuk memberikan
kondisi mikroklimat ideal bagi tanaman, juga memberikan
perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Perlindungan yang umum dilakukan adalah dengan
memasang insect screen pada dinding dan bukaan ventilasi
di bagian atap. Insect screen yang baik tidak dapat dilewati
oleh hama seperti kutu daun.
Pada beberapa greenhouse bagian pintu masuknya tidak
berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Ada ruang
kecil, semacam teras transisi yang dibuat untuk menahan
hama atau patogen yang terbawa oleh manusia. Pada lantai
ruang ini juga terdapat bak berisi cairan pencuci hama dan
patogen. Untuk pintu dapat ditambahkan lembaran PVC
sheet.
Saat ini sangat biasa orang membangun greenhouse dengan
sistem knock down. Dengan cara ini gren house bukanlah
aset mati, manakala karena suatu hal ada perubahan
kebijakan, maka struktur greenhouse tersebut dapat
dipindahkan atau mungkin dijual ke pihak lain yang
memerlukan dengan harga yang proporsional.
Dengan adanya greenhouse maka kesan usaha akan terlihat
lebih modern dan padat teknologi. Hal ini tentunya akan
meningkatkan performance petani atau perusahaan yang
menggunakannya.
Greenhouse banyak juga digunakan sebagai ruang koleksi
berbagai jenis tanaman bernilai tinggi. Di dalam greenhouse
pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman yang
9
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
menarik, bahkan langka, sehingga dapat menjadi daya tarik.
Ada yang khusus mengkoleksi kaktus, anggrek atau berbagai
jenis tanaman dengan suasana dibuat seperti di alam bebas.
Di Indonesia greenhouse seperti ini banyak ditemukan di
berbagai kebun raya dan tempat agrowisata.
Yang dimaksud dengan jenis greenhouse adalah
pembedaan ragam greenhouse berdasarkan material dominan
yang digunakan. Pembedaan ini akan membawa kita pada
perbedaan biaya pembangunan dan umur pakai greenhouse.
Semakin kuat dan awet material yang digunakan, akan semakin
besar biayanya tetapi umur greenhouse akan lebih lama.
Untuk negara kita, greenhouse yang biasa digunakan dapat
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu greenhouse bambu, greenhouse
kayu dan greenhouse besi.
Greenhouse jenis ini umumnya dipakai sebagai greenhouse
produksi. Greenhouse ini secara umum adalah jenis
greenhouse yang paling murah biaya pembuatannya dan
banyak dipakai oleh kalangan petani kita sebagai sarana
produksi.
2.3.2 Jenis Greenhouse
1. Greenhouse bambu.
10 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Namun kelemahan dari ini adalah umurnya
yang relatif pendek dan bahan materialnya dapat menjadi media
timbulnya hama. Karena kekuatan struktur dan juga masalah
biaya, maka bambu atapnya terbatas menggunakan
plastik UV.
greenhouse
greenhouse
11
Gambar 1. Bambu
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2. kayu
Lebih baik dari bambu adalah
dengan material kayu, terutama jenis kayu yang tahan air,
seperti ulin dan bengkirai. Dibanding bambu
umur pakai kayu biasanya lebih panjang dan
kondisi sanitasi lingkungan lebih baik.
Beberapa jenis kayu, bagian dinding bawah
dibuat dari pasangan bata yang diplester. Jenis
ini bahan atapnya sudah lebih bervariasi bisa plastik,
polykarbonat, PVC ataupun kaca.
Greenhouse
greenhouse greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
12
Gambar 2. Kayu
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
3. besi.
Dari segi umur pakai dan kualitas, maka yang terbaik adalah
yang menggunakan struktur besi, terlebih besi
yang telah di treatment “ ”. Struktur yang
baik akan mengurangi frekuensi perawatan; sehingga tidak
terjadi stagnan kegiatan., walaupun pada keadaan tertentu
perlu dilakukan sanitasi, tetapi sanitasi yang terjadwal
Dengan struktur yang kuat, maka berbagai jenis tambahan
peralatan / optional dapat dipasangkan pada jenis
greenhouse besi, sehingga penggunaan dapat
dilakukan secara optimal.
greenhouse
hot dipped galvanist
greenhouse
Greenhouse
13
Gambar 3. Besi
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.3.3 Tipe Greenhouse
Tipe dibedakan berdasarkan bentuk bangunan
atau desainnya. Bentuk atau desain ini selain berpengaruh pada
kekuatan struktur juga sangat berpengaruh pada kondisi
mikroklimat di dalam .
Secara umum desain untuk daerah tropis
berbeda dengan desain di daerah empat musim maupun sub
tropis. Kecuali desain yang memang dibuat khusus
seperti untuk penanaman planlet, induksi akar atau pembuatan
stek.
Desain daerah tropis ditandai dengan
banyaknya bukaan ventilasi. Karena problem utama dari
di wilayah tropis adalah suhu udara yang terlalu tinggi
akibat radiasi sinar infra merah. Sebaliknya pada daerah sub tropis
maupun daerah empat musim desain lebih tertutup.
Bukaan yang minimal ini dibuituhkan karena pada saat musim
dingin udara hangat akibar radiasi infra merah dipertahankan
tidak keluar. Jadi desain sebuah sangat penting untuk
pertumbuhan tanaman. Bagaimana sebuah dapat
memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan
tanaman terletak pada desainnya.
Pada dasarnya dapat dibagi ke dalam 3 type,
yaitu :
Tipe ini dari depan tampak seperti lorong setengah lingkaran.
Kelebihannya adalah memiliki struktur sangat kuat. Atapnya
yang berbentuk melengkung kebawah merupakan bentuk
yang sangat ideal dalam menghadapi terpaan angin.
Sementara struktur busur dengan kedua kaki terpendam
ketanah memegang bangunan lebih kuat.
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
greenhouse
1. Tipe Tunnel
14 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Kelemahan dari tipe ini adalah minimnya sistem ventilasi. Jika
digunakan pada daerah tropis dibutuhkan alat tambahan
berupa atau untuk mengalirkan
dan menurunkan suhu udara di dalam .
tipe ini banyak digunakan di daerah tropis, dapat
dikatakan tipe ini adalah tropical greenhouse. Keunggulan
tipe ini pada ventilasi udara yang sangat baik. Banyak
memiliki struktur bukaan, sehingga memberikan lingkungan
mikroklimat yang kondusif bagi pertrumbuhan tanaman.
exhaust fan cooling system
greenhouse
Greenhouse
2. Tipe Piggy back
15
Gambar 4. Tipe
Greenhouse Tunnel
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Selain memiliki keunggulan, banyaknya struktur bukaan juga
merupakan kelemahan dari tipe ini. Pada daerah dengan
tiupan angin yang kuat tipe kurang
disarankan. Karena dengan banyaknya struktur terbuka
menyebabkan struktur rentan terhadap terpaan angin. Selain
itu dari segi biaya dengan penggunaan material atap sama,
greeen house tipe ini relatif lebih mahal dibanding tipe lain
karena penggunaan material struktur lebih banyak.
Desain tipe ini boleh dikatakan adalah campuran antara tipe
tunnel dengan tipe piggy back. Dari desainnya terlihat
tampak, bahwa tipe ini seakan – akan paduan ( ) antara
tipe dengan tipe . Karena itu, maka tipe
ini memeliki kelebihan dari tipe dan tipe
greenhouse piggy back
hybrid
tunnel piggy back
greenhouse tunnel
3. Tipe Campuran ( dan )
Single span Multispan
16
Gambar 5. Tipe Piggy Back
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
piggy back
greenhouse
(Single Span) greenhouse
(Multispan)
greenhouse tunnel
piggy back
greenhouse
type multispan
, yaitu strukturnya kuat tetapi tetap memiliki
ventilasi yang maksimal.
Kelebihan lain dari tipe ini adalah beberapa unit
dapat disatukan menjadi satu blok
besar dimana hal ini sulit dilakukan pada
tipe .
Dibandingkan tipe , selain struktur lebih kuat biaya
pembuatan tipe campuran ini lebih hemat. Sehingga pada
bidang kegiatan yang membutuhkan luas, maka
adalah tipe yang paling sesuai.
2.3.4 Bahan Penutup Greenhouse
Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar tanaman yang
dibudidayakan pada greenhouse membutuhkan cahaya dengan
panjang gelombang sekitar 400 – 700 nanometer
( ). Hampir semua bahan
Photosynthetically Active Radiation
17
Gambar 6. Tipe Campuran
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
penutup greenhouse mampu menampung cahaya tersebut sesuai
dengan panjang gelombang yang diinginkan tanaman. Bahan
yang terbuat dari dan cenderung
membuat cahaya menjadi tersebar, sementara bahan yang
terbuat dari dan lebih cenderung
meneruskan cahaya yang masuk secara langsung. Cahaya yang
sifatnya menyebar tersebut memberikan keuntungan tersendiri
bagi tanaman, dimana dia bisa mengurangi kelebihan cahaya
pada daun-daun tanaman bagian atas dan memantulkannya pada
daun-daun yang ada di bagian bawah sehingga penyebaran
cahaya menjadi lebih merata.
Sebenarnya bentuk-bentuk tersebut
bermacam-macam mulai dari bentuk sederhana dengan bahan
yang paling murah sampai bentuk komplek yang dibentuk dari
bahan penutup yang mahal. Adapun bahan penutup atap dapat
menggunakan kaca maupun plastik. Bahan yang terbuat dari
plastik juga tidak kalah dengan kaca dimana mempunyai
kelebihan antara lain : tahan pecah, bentuknya bisa disesuaikan
dengan bermacam design, dan sangat mudah digunakan.
Beberapa tipe plastik yang biasa digunakan sebagai penutup
greenhouse antara lain:
sangat tahan terhadap perubahan cuaca , tahan pecah
serta sangat transparan. Penyerapan sinar yang
berasal dari matahari lebih tinggi dibandingkan dengan
bahan yang terbuat dari kaca. Penggunaan sebanyak
dua lapis mampu menghantarkan sekitar 83 % cahaya dan
mengurangi kehilangan panas sekitar 20-40% dibandingkan
penggunaan 1 lapis. Bahan ini tidak akan menguning
walaupun digunakan dalam waktu yang lama. Namun
kekurangan dari bahan adalah : mudah terbakar,sangat
mahal, dan sangat mudah tergores/tidak tahan gores.
Polyethylene fiberglass
acrylic polycarbonate
greenhouse
Acrylic
ultra violet
acrylic
acrylic
1. Acrylic
18 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
19
Gambar 7. dengan Penutup
Greenhouse Acrylic
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2. Polycarbonate
Polycarbonate
acrylic
polycarbonate
memiliki ciri-ciri : lebih tahan, lebih fleksibel,
lebih tipis, serta lebih murah dibandingkan .
Penggunaan dua lapis mampu
menghantarkan cahaya sekitar 75-80 % dan mengurangi
kehilangan panas sekitar 40% dibandingkan satu lapis.
Namun bahan ini sangat mudah tergores, mudah memuai,
gampang menguning, dan akan membuat lapisan kurang
transparan dalam waktu satu tahun (meskipun kini hadir jenis
baru yang tidak cepat menguning).
20
Gambar 8. dengan Penutup
Greenhouse Polycarbonate
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
3. Fiberglass
Bahan ini memiliki sifat-sifat : lebih tahan lama,
penampilannya menarik, harganya terjangkau dibandingkan
kaca, serta FRP ini lebih tahan pengaruh perubahan cuaca.
Bahan plastik ini mudah sekali dibentuk menjadi bentuk
bergelombang maupun berupa lempengan. Meskipun
demikian kekurangannya adalah bahan ini mudah memuai.
Reinforced Polyester
21
Gambar 9. dengan Penutup
Greenhouse Fiberglass
Reinforced Polyester
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4.
Bahan ini sangat murah dibandingkan dengan bahan lainnya
namun sifatnya hanya sementara (kurang tahan lama),
bentuknya kurang menarik, serta membutuhkan penanganan
maupun perawatan yang lebih intensif . Selain itu, bahan ini
juga mudah sekali rusak oleh sengatan cahaya matahari,
walaupun mampu bertahan minimal 1 – 2 tahun dengan
perawatan lebih intensif. Dikarenakan bahan ini berupa
lembaran lebar sehingga tidak membutuhkan kerangka yang
lebih banyak dan bisa menghantarkan cahaya paling besar.
Polyethylene film
22
Gambar 10. dengan Penutup
Greenhouse Polyethylene film
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
5. Polyvinyl cholride film
polyethylene film
greenhouse
greenhouse
greenhouse greenhouse
greenhouse
polybag
Bahan ini mempunyai sifat penghantar emisi yang sangat
besar untuk cahaya dengan panjang gelombang yang besar,
dimana bahan ini mampu menciptakan temperatur udara
yang cukup tinggi pada malam hari dan bisa berfungsi
sebagai penghalang sinar ultra violet. Bahan ini lebih mahal
dibandingkan dan cenderung mudah kotor,
yang mana harus terus dilakukan pembersihan agar
didapatkan penghantaran cahaya yang lebih baik.
Untuk model atap ada yang berbentuk melengkung dan ada
yang berbentuk lancip. Tinggi dinding yang baik mencapai 6
sampai 9 meter, tergantung crop yang akan diproduksi atau
tergantung pada tujuannya. Bahan dinding beserta atapnya
dapat dari kaca maupun plastik yang tebal yang tidak mudah
sobek dan cara pemasanganya dimulai dari atapnya dulu,
kalau sudah selesai baru dinding. Pintu dari harus
dibuat serapat mungkin sehingga tidak memberikan
kesempatan bagi udara luar untuk masuk kedalam
. Setelah dinding dan atap terpasang kaca atau
plastik, kita dapat memasang sistem irigasi dengan
menggunakan pipa secara sistematis yang dapat kita
kendalikan, serta diberi bak pengontrol untuk mengontrol
masuk dan keluarnya air dari dalam dan keluar dari
. Untuk bagian dalam ada 2 jenis, yaitu
diplester dengan semen, ini hanya untuk yang
penanamannya menggunakan media pot atau plastik
atau percobaan hydroponik tetapi ada juga yang
dalamnya berupa tanah seperti yang ada dilahan
persawahan, hal ini bertujuan untuk budidaya sayuran, buah-
buahan dan bunga yang akan dibuat petakan atau bedengan.
Bahkan bedengan ini ada juga yang diberi mulsa sama seperti
tehnik budidaya tanaman pada umumnya. Tetapi dengan
23
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
greenhouse pengawasan terhadap tanaman baik
temperature, kelembaban, kebutuhan air, kebutuhan hara
bahkan pengendalian hama dan penyakitnya dapat dikontrol
dengan sebaik-baiknya.
24
Gambar 11. dengan Penutup
Greenhouse Polyvinyl
cholride film
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.4 Pertanian Hidroganik
2.4.1 Pemahaman tentang Hidroganik
2.4.2 Proses Pembuatan Instalasi Hidroganik
Hidroganik berasal dari kata “Hidro” dan “Organik” yang
didefinisikan sebagai sistem budidaya organik dengan
memadukan sistem hidro dan sistem organik . Sumber nutrisi
utama dari hidroganik ini diperoleh dari pupuk organik padat dan
air sebagai nutrisi tambahan.
Kelebihan Budidaya Hidroganik, antara lain:
1. Tidak perlu mengolah lahan
2. Tidak banyak gulma
3. Pengendalian hama lebih mudah
4. Tidak perlu penyemaian
5. Lebih hemat bibit
6. Perawatan mudah
7. Tidak perlu irigasi
8. Panen lebih mudah
9. Hasil panen lebih maksimal 1:4
10. Panen ikan
11. Tidak membutuhkan air banyak
12. Bisa dibuat disekitar rumah, di lahan kering, di atas
bangunan dan halaman mall
13. Panen yang dihasilkan lebih sehat karena tidak menggunak
pupuk kimia dan pestisida kimia
14. Dalam satu tahun bisa panen 4 kali
Proses pembuatan instalasi Hidroganik digambarkan
sebagai berikut:
25
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Contoh instalasi Hidroganik digambarkan sebagai berikut:
26
Gambar 12. Pembuatan Instalasi Hidroganik
Sumber: (Basiri, 2019)
Gambar 13. Instalasi Padi Hidroganik
Sumber: (Basiri, 2019)
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.4.3 Pupuk Organik Majemuk
Bahan Baku Pupuk Organik Majemuk
1.
Bahan baku pembuatan pupuk organik majemuk adalah:
Tabel 1. Bahan Baku Pupuk Organik
*Jenis dekomposer harus mengandung 10 microba dan kandungan
cfu/ml 105Sumber: (Basiri, 2019)
27
Gambar 14. Pembuatan Netpot dengan Gelas Mineral
Sumber: (Basiri, 2019)
No. BAHAN JUMLAH
1 Kotoran Ayam 80 Kg
2 Kotoran Kambing 20 Kg
3 Urin Kelinci 10 Liter
4 Air Kelapa 5 Liter
5 Air cucian beras 5 Liter
6 Tetes 1 Liter
7 Dekomposer*)
100 ml
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Mikro Organisme pada pupuk organik Majemuk adalah :
Genom bakteri gram positive berbentuk batang dan
anggota dari .Spesies (bergantung
pada oksigen) atau anaerobik fakultatif (memiliki
kemampuan untuk menjadi aerobik atau anaerobik)
Menghasilkan senyawa yang menghambat bakteri yang
merugikan
Menghasilkan protease untuk mengurangi limbah protein
dari sisa makanan dan kotoran (kompos)
Bakteri ini dapat menghambat pertumbuhan
mikroorganisme yang merugikan tanaman
Meningkatakan percepatan perombakan bahan organik
Menghancurkan bahan organik seperti lonin dan selulosa
serta menfermentasi tanpa menimbulkan senyawa
beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan
organik
Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan rusarium, yaitu
1. Bacilus Megathirium
2. Lactocbacilus sp
3. Sterptomyces
4. Azetobakter sp
5. Azosprilium
6. Pseudomas Flourencens
7. Aspergillus Niger
8. Pinicillium sp
9. Trichoderma Coningi
10. Metharizium Nisopleae
11. Rhizobium
1. Bacilus Megathirium
firmcutes aerob abliyant
2. Lactobacillus sp
?
?
?
?
?
?
?
28 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
mikroorganisme merugikan yang menimbulkan penyakit
pada lahan / tanaman yang terus menerus ditanami.
Penguraian bahan organik atau kompos
Menghasilkan anti biotik As 1A yang mampu mencegah
pertumbuhan penyakit layu pada tanaman
salah satu fungsi bakteri yang
penting untuk menyediakan Nitrogen pada tanah dan
tanaman
Mampu meningkatkan kesehatan tanaman akibat adanya
penggunaan bahan kimia dengan cara menguraikan
karbon / residu kimia
Bakteri yang hidup di daerah akar tanaman bakteri ini
berkembangbiak terutama pada perpanjangan akar dan
pangkal
Sumber energi yang mereka sukai adalah asam organik
Fungsi nya mampu menambah nitrogen atmosfer dan
memacu pertumbuhan tanaman
Sekelompok AIROB yang memanfaatkan oksigen sebagai
penerima elektron (bakteri ini juga bisa tumbuh AN AIROB
(tanah)
Melindungi akar dari inveksi patogen tanah dengan cara
kolonisasi
Mengeluarakan senyawa yang mampu merangsang
pertumbuhan dan perpanjangan pada akar
3. Sterptomyces
4. Azetobacter sp
Rhizobakter INOKULON
5. Azospirilium
6. Psedomas Flourescens
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
29
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
Mampu melarutkan fostot yang terikat oleh kalium
Mempercepat fermentasi
Fungsi utama memproduksi enzim dan asam organik
(asam nitrat dan asam glukosa)
Genus dari fungsi yang sangat penting dalam
lingkungan alam serta produk makanan dan obat
Beberapa anggota dari genus menghasilkan pinisillin ,
molekul yang digunakan sebagai anti biotik yang
membunuh / menghentikan bakteri jahat
Dapat digunakan dalam pembuatan keju
dari ordo
memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk
badan spora yang disebut konodium
jamur ini menghasilkan sebuah
molekul yang digunakan sebagai antibiotik yang
membunuh atau menghentikan pertumbuhan beberapa
jenis bakteri didalam tubuh dan tanaman
Sebangsa jamur yang memiliki selulitik yang sangat
aktif
Cendawan antagonis ini merupakan agon pengendali
hayati yang menpunyai banyak mekanisme dalam
menyerang dan merusak patogen makanan
Jamur yang tumbuh secara alami dalam tanah diseluruh
dunia dan menyebabkan penyakit diberbagai serangan
dengan bertindak sebagai parasitoid
7. Aspergillus Niger
estrogikata
8. Pinicillium sp
Genus fungi hypomycetes filum askomycota
penicillium sp
Genus ascomycetous major
9. Trichoderma coningi
enzim
10. Metharizium amsoplene
30 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
?
?
?
?
?
?
M anisoplea
11. Rhizobium
farebeae
dan spesies terkait untuk untuk dapat
mengendalikan sejumlah hama seperti rayap , trip dll
Bakteri yang bersikap aerob merupakan penambah
nitrogen yang hidup dalam tanah dan berasosiasi simbiotik
dengan sel akar logume , legumenuseae / disebut juga
, merupakan tanaman berbunga yang di koros
dengan keluaraga larang – larangan
Campurkan bahan organik padat menjadi satu
Campurkan bahan organik cair kedalam satu wadah
Siramkan ke media padat
Diamkan minimal 5 hari jika pupuk tidak berbau maka bisa
digunakan
2. Cara pembuatan pupuk organik majemuk
31
Gambar 15. Proses Pembuatan Pupuk Organik Majemuk
Sumber: (Basiri, 2019)
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.5 Pembangkit Listrik Tenaga Surya
2.5.1 Panel Surya (Fotovoltaik)
Fotovoltaik (biasanya disebut juga sel surya) adalah piranti
semikonduktor yang dapat merubah cahaya secara langsung
menjadi menjadi arus listrik searah (DC) dengan menggunakan
kristal silicon (Si) yang tipis. Sebuah kristal silindris Si diperoleh
dengan cara memanaskan Si itu dengan tekanan yang diatur
sehingga Si itu berubah menjadi penghantar. Bila kristal silindris
itu dipotong stebal 0,3 mm, akan terbentuklah sel-sel silikon yang
tipis atau yang disebut juga dengan sel surya (fotovoltaik). Sel-sel
silikon itu dipasang dengan posisi sejajar/seri dalam sebuah panel
yang terbuat dari alumunium atau baja anti karat dan dilindungi
oleh kaca atau plastik. Kemudian pada tiap-tiap sambungan sel itu
diberi sambungan listrik. Bila sel-sel itu terkena sinar matahari
maka pada sambungan itu akan mengalir arus listrik. Besarnya
arus/tenaga listrik itu tergantung pada jumlah energi cahaya yang
32
Gambar 16. Pembuatan Media Tanam Hidroganik
Sumber: (Basiri, 2019)
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
mencapai silikon itu dan luas permukaan sel itu. Pada dasarnya
sel surya fotovoltaik merupakan suatu dioda semikonduktor yang
bekerja dalam proses tak seimbang dan berdasarkan efek
fotovoltaik. Dalam proses itu sel surya menghasilkan tegangan
0,5-1 volt tergantung intensitas cahaya dan jenis zat
semikonduktor yang dipakai. Sementara itu intensitas energi yang
terkandung dalam sinar matahari yang sampai ke permukaan
bumi besarnya sekitar 1000 Watt. Tapi karena daya guna konversi
energi radiasi menja-di energi listrik berdasarkan efek fotovol-taik
baru mencapai 25%, maka produksi listrik maksimal yang
dihasilkan sel surya baru mencapai 250 Watt per m2 (Suryani et al.,
2018). Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul
yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik.
Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang
dihubungkan secara seri dan paralel. Teknologi ini cukup canggih
dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah
dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan
kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya
fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh
listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan
subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter
sesuai dengan kebutuhannya
Bentuk moduler dari panel surya memberikan kemudahan
pemenuhan kebutuhan pemenuhan listrik untuk berbagai skala
kebutuhan. komponen utama panel surya adalah modul yang
merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk
membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan
teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat
dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk
membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. Modul
fotovoltaik tersusun dari beberapasel fotovoltaik yang
dihubungkan secara seri dan paralel.
33
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.5.2 Controller Regulator
Controller regulator adalah alat elektronik pada system
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik (PLTSF). Berfungsi
mengatur lalu lintas listrik dari modul surya ke battery
(apabila battery sdh penuh maka listrik dari modul surya tidak
akan dimasukkan ke battery dan sebaliknya), dan dari
battery/accu ke beban (apabila listrik dalam battery/accu tinggal
20-30%, maka listrik ke beban otomatis dimatikan.
Controller regulator (Pengontrol muatan) atau pengatur
muatan pada dasarnya adalah pengatur tegangan dan / atau arus,
34
Gambar 17. Panel Surya
Gambar 18. Struktur Sel Surya
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
untuk menjaga baterai dari pengisian yang berlebihan. Ini
mengatur tegangan dan arus yang datang dari panel surya dan
pergi ke baterai. Sebagian besar panel “12 volt” menghasilkan
sekitar 16 hingga 20 volt, jadi jika tidak ada regulasi, baterai akan
rusak karena pengisian berlebih (Dunlop, 1997).
Pertanyaan yang jelas kemudian muncul - "mengapa panel
tidak hanya dibuat untuk mengeluarkan 12 volt?" Alasannya
adalah jika Anda melakukan itu, panel akan memberikan daya
hanya ketika dingin, dalam kondisi sempurna dan sinar matahari
penuh. Ini bukan sesuatu yang dapat Anda andalkan di sebagian
besar tempat. Panel perlu memberikan tegangan ekstra sehingga
ketika sinar matahari rendah di langit, atau Anda memiliki kabut
tebal, tutupan awan, atau suhu tinggi, Anda masih mendapatkan
beberapa output dari panel, sehingga panel harus mengeluarkan
setidaknya 12,7 volt dalam kondisi kasus terburuk.(Osaretin &
Edeko, 2015).
Fungsi utama dari pengontrol pengisian daya adalah untuk
menjaga baterai pada kondisi pengisian daya setinggi mungkin.
Pengontrol pengisian daya melindungi baterai dari pengisian
berlebih dan memutus beban untuk mencegah pelepasan muatan
yang dalam. Idealnya, charge controller langsung mengendalikan
keadaan baterai. Pengontrol memeriksa status pengisian baterai
antara pulsa dan menyesuaikan sendiri setiap kali. Teknik ini
memungkinkan arus secara efektif “meruncing” dan hasilnya
setara dengan pengisian “tegangan konstan”. Tanpa kontrol
pengisian, arus dari modul PV akan mengalir ke baterai yang
sebanding dengan radiasi, apakah baterai perlu diisi atau tidak.
Jika baterai terisi penuh, pengisian yang tidak diatur akan
menyebabkan tegangan baterai mencapai
35
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.5.3 Baterry
Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh
Panel Surya (Solar Panel) sebelum dimanfaatkan untuk
menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan
atau peralatan elektronik dan peralatan lainnya yang
membutuhkan listrik. Fungsi penyimpanan Baterai dalam sistem
PV, antara lain (Manimekalai, 2013): a) Penyimpanan energi dan
otonomi. Untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh
array PV dan ke memasok energi ke beban listrik saat dan ketika
dibutuhkan (selama waktu malam dan hari-hari non sinar
matahari di musim dingin). b) Stabilisasi tegangan. Untuk
memasok daya ke beban listrik pada tegangan yang stabil
menekan fluktuasi tegangan dalam sistem PV dan melindungi
peralatan dari kerusakan. c) Arus pasokan gelombang. Untuk
memasok arus awal yang tinggi ke beban listrik seperti motor atau
beban induktif lainnya. Kinerja PV sistem dengan penyimpanan
36
Gambar 19. Solar Charger Controller
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
baterai tergantung pada desain baterai dan parameter operasi
sistem. Jika baterai tidak dirancang untuk kondisi operasi, maka
sistem PV lalu akan gagal bekerja sebelum waktunya.
Berfungsi merubah arus DC dari battrey menjadi arus AC, arus
yang di hasilkan oleh sangatlah setabil, sehingga sudah
tidak memerlukan alat setabilizer lagi, serta aman dan berproteksi
tinggi.
Inverter daya DC ke AC, bertujuan untuk mentransformasikan
daya DC secara efisien sumber ke sumber AC, mirip dengan daya
yang akan tersedia di stopkontak listrik. Inverter digunakan untuk
banyak aplikasi, seperti dalam situasi di mana sumber DC
tegangan rendah seperti baterai, panel surya atau sel bahan bakar
harus dikonversi sehingga perangkat dapat kehabisan daya AC.
Salah satu contoh situasi seperti itu akan mengubah daya listrik
dari aki mobil menjadi: laptop, TV atau .
Metode di mana daya DC tegangan dikonversi menjadi AC
diselesaikan dalam dua langkah: , konversi daya DC
2.5.4 AC
Inverter
INVERTER
handphone
Pertama
37
Gambar 19. VRLA Battery
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
tegangan rendah ke sumber DC tegangan tinggi, dan langkah
konversi sumber DC tinggi ke bentuk gelombang AC
menggunakan modulasi pulsa lebar. Lain metode untuk
menyelesaikan hasil yang diinginkan akan terlebih dahulu
mengkonversi daya DC tegangan rendah ke AC, dan kemudian
gunakan transformator untuk meningkatkan tegangan hingga
120 volt.
Dari berbagai DC/AC yang ada di pasaran saat ini,
pada dasarnya ada dua bentuk AC yang berbeda output yang
dihasilkan: gelombang sinus yang dimodifikasi, dan gelombang
sinus murni
Gelombang sinus yang dimodifikasi dapat dilihat sebagai lebih
banyak dari gelombang persegi dari gelombang sinus;
melewati tegangan DC tinggi untuk jumlah waktu tertentu
sehingga daya rata-rata dan tegangan rms sama seperti jika itu
adalah gelombang sinus. Jenis inverter ini banyak lebih murah
daripada inverter gelombang sinus murni dan karenanya
merupakan alternatif yang menarik.
Inverter gelombang sinus murni, di sisi lain, menghasilkan
output gelombang sinus yang identik dengan daya keluar dari
outlet listrik. Perangkat ini mampu menjalankan perangkat
yang lebih sensitif yang dimodifikasi gelombang sinus dapat
menyebabkan kerusakan seperti: printer laser, komputer
laptop, peralatan listrik, jam digital dan peralatan medis.
Bentuk daya AC ini juga mengurangi suara yang terdengar di
perangkat seperti fluorescent lampu dan menjalankan beban
induktif, seperti motor, lebih cepat dan lebih tenang karena
distorsi harmonik yang rendah.
kedua,
inverter
?
?
38 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.5.5 Bracket
Bracket
Bracket
Bracket
atau kerangka penyangga sistem panel surya harus
dirancang dengan tepat, jika kerangka dipasang dengan benar
maka akan mendukung kebutuhan energi surya secara optimal
dan melindunginya dari kegagalan akibat angin dan potensi
bahaya cuaca lainnya. Sistem pemasangan juga memungkinkan
untuk mengatur orientasi panel surya terhadap posisi matahari
untuk memaksimalkan kinerja energinya.
biasanya terbuat dari baja atau aluminium,
kebanyakan sistem pemasangannya dirancang untuk berbagai
aplikasi, dan dapat menahan berbagai beban termasuk
kemiringan bingkai, dipasang di atap yang datar atau dipasang di
tanah. dapat disesuaikan untuk memenuhi ukuran dan
spesifikasi instalasi PV, seperti serta gaya atap atau instalasi.
Sistem pemasangan yang baik harus mudah dipasang, terbuat
dari bahan yang berkualitas, bebas karat dengan perlindungan
korosi yang cukup (seperti cat, galvanis) - dan harus secara efektif
melindungi system kabel.
39
Gambar 20. DC ke AC
Inverter
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
40
Gambar 21. Penyangga Panel Surya
Bracket
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
2.5.6 Prinsip Kerja PLTSF
Dalam cahaya matahari terkandung energi dalam bentuk
foton. Ketika foton ini mengenai permukaan sel surya, elektron-
elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan aliran listrik.
Prinsip ini dikenal sebagai prinsip . Sel surya dapat
tereksitasi karena terbuat dari material semikonduktor; yang
mengandung unsur silikon. Silikon ini terdiri atas dua jenis lapisan
sensitif: lapisan negatif (tipe-n)3 dan lapisan positif (tipe-p). Sel
surya ini mudah pecah dan berkarat jika terkena air. Karena itu sel
ini dibuat dalam bentuk panel-panel ukuran tertentu yang dilapisi
plastic atau kaca bening yang kedap air. Panel ini dikenal sebagai
panel surya. Ada beberapa jenis panel surya yang dijual di
pasaran. Jenis pertama, yang terbaik saat ini, adalah jenis
monokristalin. Panel ini memiliki efisiensi5 12-14%. Jenis kedua
adalah jenis polikristalin atau multikristalin, yang terbuat dari
kristal silikon dengan efisiensi 10-12%. Jenis ketiga adalah silikon
jenis , yang berbentuk film tipis. Efisiensinya sekitar 4-
6%. Panel surya jenis ini banyak dipakai di mainan anak-anak, jam
dan kalkulator. Yang terakhir adalah panel surya yang terbuat dari
GaAs ( ) yang lebih efisien pada temperatur
tinggi.
Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung
digunakan atau disimpan lebih dahulu ke dalam baterai. Arus
listrik yang dihasilkan adalah listrik dengan arus searah (DC).
Rangkaian panel-panel surya dapat didesain secara seri atau
paralel, untuk memperoleh output tegangan dan arus yang
diinginkan. Untuk memperoleh arus bolak balik (AC) diperlukan
alat tambahan yang disebut inverter. Kemudian arus yang
diperoleh dari inverter dapat menyuplai beban AC.
photoelectric
amorphous
Gallium Arsenide
41
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
42
Gambar 22. Rangkaian PLTS
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
BAB III
DESAIN
3.1 Desain Skematik Sistem Hidroganik
Greenhouse
Desain Skematik Pertanian Sayur Hidroganik
dengan Energi Surya dapat dilihat pada gambar berikut
Pada desain skematik diperlihatkan sistem pengairan
sebagai berikut: pengambilan air bersih menggunakan pompa air
dalam ( ) kemudian disalurkan ke tangki air, dari tangka
air disalurkan ke kolam ikan hidroganik. Dari kolam hidroganik air
dipompakan ke pipa-pipa paralon tempat menumbukan sayur
menggunakan pipa sirkulasi hidroganik. Sedangkan sumber
tenaga listrik untuk kedua jenis pompa diambil dari inventer pada
system pembangkit listrik tenaga surya.
Greenhouse
submersible
43
Gambar 23. Desain Skematik Greenhouse Pertanian Sayur
Hidroganik dengan Energi Surya
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Detail Sistem Hidroganik dapat digambarkan sebagai berikut:
Desain bentuk bangunan Pertanian Sayur
Hidroganik dengan Energi Surya menggunakan bentuk
yang memudahkan masyarakat untuk membangunnya.
Sedangkan struktur bangunan menggunakan bahan bambu,
mengingat di kawasan pedesaan terdapat banyak tanaman
bambu untuk konstruksi bangunan.
Pertanian sayur hidroganik ditempatkan dalam
yang struktur bangunannya menggunakan bambu. Bentuk
bangunan menggunakan bentuk tunnel yang memudahkan
masyarakat untuk membangunnya. Sedangkan struktur
bangunan menggunakan bahan bambu, Gambar berikut
memperlihatkan desain greenhouse berbentuk tunnel
menggunakan struktur bambu dengan energi mandiri fotovoltaik.
3.2 Desain Greenhouse
Greenhouse
tunnel
greenhouse
44
Talang
Tanaman sayur
Pipa paralon media tanam
Gelas plastik berisi tanah humus
media tanam sayur
Pipa dari pompa menuju paralon
media tanam
Pipa air meuju kolam
Kolam ikan
Air
Ikan
Pompa sirkulasi air
Gambar 24. Sistem Hidroganik Sayur
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
45
UNIT
1
UNIT
2
DENAH
Gambar 25. Denah Greenhouse
RENCANA ATAP
Gambar 26. Rencana Atap Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
46
TAMPAK DEPAN
Gambar 27. Tampak Depan Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
47
Gambar 28. Desain Ekstrior Bambu Untuk
Pertanian Hidroganik Energi Surya
Greenhouse
Gambar 29. Desain Interior Bambu Untuk
Pertanian Hidroganik Energi Surya
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
3.3 Desain Energi Surya
Bracket
48
Panel surya
Dudukan panel surya
Pipa baja
Pipa baja
Panel surya
Pipa baja
Controller, Battery
dan Inverter
Bagian-bagian bracket dan panel surya
Isometri energy surya fotovoltaik
Gambar 30. Desain Sumber Listrik Tenaga Surya
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
BAB IV
APLIKASI BANGUNAN GREENHOUSE BAMBU UNTUK
TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA
SURYA
4.1 Pembangunan
4.1.1 Pembuatan Greenhouse
Pembangunan dengan struktur bambu
dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat dusun
Grangsil dibantu mahasiswa Unmer Malang yang sedang
melakukan Kuliah Kerja Nyata pada tahun 2019. Dibutuhkan
waktu 15 hari untuk menyelesaikan pembangunan
dengan struktur bambu. Bahan bambu yang digunakan adalah
jenis bambu petung dan bambu ori yang mudah didapatkan di
sekitar Dusun Grangsil
greenhouse
greenhouse
49
Gambar 31. Penyiapan Bahan Bambu
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
50
Gambar 32. Pembuatan (15 hari)
Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4.1.2 Instalasi Hidroganik
Pemasangan instalasi hidroganik dengan bahan-bahan:
rangka aluminium, pipa paralon, asbes gelombang, terpal;
pelaksanaan dilakukan oleh masyarakat Jambangan dan
mahasiswa KKN Unmer Malang dengan arahan oleh Tim
Pengabdian Unmer Malang dan tenaga ahli hidroganik dari
“Bengkel Mimpi. Pemasangan instalasi ini memerlukan waktu 6
hari.
51
Gambar 33. Instalasi Hidroganik (6 hari)
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4.1.3 Instalasi PLTS
Pemasangan instalasi PLTS antara lain: solar panel, ,
dan jaringan kabel menuju
pompa air dan lampu penerangan dilakukan oleh Tim Pengabdian
Unmer Malang dibantu oleh masyarakat Dusun Grangsil.
Pemasangan dilaksanakan dalam waktu 2 hari.
bracket
solar controller, battery, inverter,
52
Gambar 34.Pemasangan Solar Panel(6 Jam)
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4.2 Sosialisasi dan Koordinasi
4.2.1 Koordinasi
Diskusi berupa dan koordinasi dilakukan di lapangan tempat
penanaman hidroganik dan di rumah Kepala Dusun Grangsil.
53
Gambar 35. Sosialisasi Pertanian Hidroganik
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
4.2.2 Workshop Pertanian Hidroganik
Workshop pertanian hidroganik meliputi: pemahaman
tentang pertanian hidrogani, cara membuat media hidroganik,
cara menanam dan memelihara tanaman hidroganik dilaksanakan
di “Bengkel Mimpi” Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran,
Kabupaten Malang.
54
Gambar 36. Koordinasi Tim Pengelola Hidroganik
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
55
Gambar 37. Workshop Pertanian Hidroganik
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
BAB V
PENGUJIAN
5.1 Uji Perbedaan Temperatur
Hasil pengujian perbedaan temperatur antara diluar dan di
dalam greenhouse ditunjukkan pada gambar berikut:
Terdapat perbedaan temperatur antara bagian luar dan
dalam greenhouse, perbedaan tertinggi sebesar 7 derajad selsius
pada jam 12.51 wib.
56
Gambar 38. Grafik Perbedaan Temperatur Luar dan
Dalam Greenhouse
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
5.2 Pengujian Energi Surya Fotovoltaik
Hasil pengujian terhadap 2 panel surya masing-masing
2500 wp adalah sebagai berikut:
Terdapat korelasi atara kekuatan cahaya (lux) dengan voltase
yang dihasilkan oleh panel surya. Pada cuaca cerah, 2 buah panel
surya 500 WP dapat menghasilkan maksimum 40,8 volt, rata-rata
35,9 Volt, sedangkan ketika cuaca mendung arus menurun hingga
26,2 Volt. Energi listrik yang tersimpan di dalam 2 buah baterai
(masing-masing 100 AH 12 volt menghasilkan listrik AC dengan
tegangan konstan sebesar 22,2 Volt. sudah dapat digunakan
untuk menggerakkan pompa air dalam (submersible) dengan
daya 700 watt dan pompa air sirkulasi hidroganik masing-masing
38 Watt tegangan 220 Volt serta lampu penerangan baik di dalam
greenhouse maupun di lingkungan sekitarnya.
57
Gambar 39. Grafik Kekuatan Cahaya Voltase Panel Surya
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
BAB VI
KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
6.2 Rekomendasi
a. Prototipe Greenhouse dengan bentuk tunnel dan bahan
struktur bambu merupakan satu pilihan bentuk bangunan
yang indah, kokoh, dan nyaman digunakan untuk
pertanian hidroganik. Pertanian hidroganik merupakan
salah satu contoh upaya dalam mensukseskan program
peningkatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan
lahan pertanian yang semakin sempit,
b. Pertanian hidroganik dengan energi mandiri tenaga surya
merupakan contoh sistem pertanian yang sangat efisien
dan penggunaan energi mandiri. Teknologi ini sangat
sesuai untuk kebutuhan pertanian modern. Kebutuhan
energi listrik untuk pompa air dan lampu penerangan dapat
dipenuhi oleh 500 WP panel surya fotovoltaik, pada cuaca
cerah menghasilkan arus listrik tegangan rata-rata 35,9
Volt, sehingga tidak memerlukan genset atau listrik PLN.
Bangunan greenhouse hidroganik energi mandiri ini dapat
menjadi prototip secara luas sebagai bangunan
greenhouse yang cepat bangun dengan energi mandiri.
a. Prototipe Greenhouse Pertanian Hidroganik energi listrik
mandiri tenaga surya dapat didupikasi dalam skala yang
lebih luas.
b. Penelitian lanjutan dapat dilakukan pada sistem
otomatisasi/sensor di beberapa bagian untuk
memudahkan operasional hidroganik, antara lain untuk
pengaturan waktu pemberian pakan ikan dan sirkulasi air.
c. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan pada
58 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
pemanfaatan bambu sebagai pengganti pipa paralon
untuk pertanian hidroganik
59
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
DAFTAR PUSTAKA
Basiri. (2019). Edukasi Pertanian Hidroganik Padi.
Budiyanto, H., Haris, M., Setiawan, A. B., Sonalitha, E., & Iqbal, M.
(2019). Teknologi greenhouse hidroganik dengan tenaga
listrik. Seminar Nasional Infrastruktur Berkelanjutan Era
R e v o l u s i I n d u s t r i 4 . 0 , 2 , 6 .
https://ejournal.itn.ac.id/index.php/semsina/article/view/22
20
Dunlop, J. P. (1997). Batteries and Charge Control in Stand-Alone
Photovoltaic Systems Batteries and Charge Control in Stand-
Alone Photovoltaic Systems Fundamentals and Application.
http://www.fsec.ucf.edu/en/publications/pdf/FSEC-CR-
1292-01.pdf
Lee-Smith, D., Mougeot, L., Levenston, M., Mann, P., Brown, K., &
Kaufman, J. (2010). On the past and the future of the urban
agriculture movement: Reflections in tribute to Jac Smit.
Journal of Agriculture, Food Systems, and Community
D e v e l o p m e n t , 1 ( 2 ) , 1 7 – 3 9 .
https://doi.org/10.5304/jafscd.2010.012.009
Manimekalai, P. (2013). An Overview of Batteries for Photovoltaic (
PV ) Systems. International Journal of Computer Applications
( 0 9 7 5 – 8 8 8 7 ) , 8 2 ( 1 2 ) , 2 8 – 3 2 .
http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.
401.7780&rep=rep1&type=pdf
Nasr, J. (1997). Urban agriculture: food, jobs and sustainable cities.
In Urban Agriculture (2001st ed., Vol. 34, Issue 11, pp. 34-
6355-34–6355). The Urban Agriculture Network, Inc.
https://doi.org/10.5860/choice.34-6355
60 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Osaretin, C. A., & Edeko, F. (2015). Design and implementation of a
solar charge controller with. Journal of electrical and
e l e c t r o n i c e n g i n e e r i n g , 1 2 ( 2 ) , 4 0 – 5 0 .
https://www.researchgate.net/publication/303683238_Des
ign_And_Implementation_Of_A_Solar_Charge_Controller_
With_Variable_Output
Pratiwi, Y. I., Ali, M., Setiawan, M. I., Budiyanto, H., & Sucahyo, B. S.
(2017). Urban Agriculture Technology to Support Urban
Tourism. ADRI International Journal Of Agriculture, 1(1),
5 7 – 6 0 . h t t p : / / e j o u r n a l . p -
adri.org/index.php/ijag/article/view/142
Sudarmo, A. P. (2018). Pemanfaatan pertanian secara hidroponik
untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di Daerah
Perkotaan. In A. Lilik Aslichati, Tutisiana, Adi Suryanto (Ed.),
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakt
Universitas Terbuka (pp. 1–8). Universitas Terbuka.
Suharyanto, H. (2011). Ketahanan Pangan Heri Suharyanto *
Abstrak . Sosial Humaniora, 4(2), 186–194.
http://iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/633/355
Suryani, A., Fadhillah, A. P., Saichu, & Mubarok, H. (2018). Instalasi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dos & Don ’ ts (B.
Ramadhani (ed.); 1st ed.). Deutsche Gesellschaft für
Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.
http://ebtke.esdm.go.id/post/2018/08/31/2007/buku.pan
duan.instalasi.pembangkit.listrk.tenaga.surya
Udin, A. (2017). BBPP Ketindan Kembangkan Sayuran Organik
D e n g a n H i d r o g a n i k . B B P P K e t i n d a n , 1 .
http://www.swadayaonline.com/artikel/377/BBPP-
Ketindan-Kembangkan-Sayuran-Organik-Dengan-
Hidroganik/
61
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Buku ini menyajikan berbagai teori tentang pertanian
organik, bangunan greenhouse, sayur hidroganik dan aplikasinya
dalam bentuk bangunan greenhouse untuk tanaman sayur
dengan sistem hidroganik menggunakan energi surya fotovoltaik.
Desain, pembuatan dan pemasangan greenhouse ini telah
diaplikasikan di Kampung Bunga Grangsil Desa Jambangan
Kabupaten Malang yang dilakukan oleh para penulis melalui
Program Produk Teknologi yang Di Desiminasikan Ke Masyarakat
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun
Anggaran 2019 berjudul “Inovasi Teknologi Hidroganik Dengan
Tenaga Listrik Mandiri Fotovoltaik”. Pengabdian ini didanai oleh
Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Teknologi
Nasional. Diharapkan buku ini dapat menjadi inspirasi dan
referensi bagi akademisi dan praktisi dalam program ketahanan
pangan di Indonesia.
Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD. Adalah dosen Prodi
Arsitektur Universitas Merdeka Malang. Pendidikan
S1 dan S2 Arsitektur ditempuh di Institut Teknologi
Bandung dan Pendidikan S3 Urban & Regional
Planning ditempuh di Universiti Teknologi Malaysia.
Penelitian tentang Bangunan Greenhouse Sayur
Hidroganik dengan Energi Surya dilakukan pada tahun 2019.
Penulis
Munanto Haris, SST.,MP. adalah Widyaiswara di Balai
Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Malang, D4 lulusan
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian dan S2 Ilmu
Pertanian Universitas Brawijaya. Pernah bertugas di Balai
Informasi Penyuluhan (BIP) Provinsi Jambi, dan di Balai
Besar Pelatihan Binuang, Kalimantan Selatan. Tugas
tambahan lain sebagai Asesor Kompetensi Penyuluhan
Pertanian sejak tahun 2012 dan Pengurus Inti Perhimpunan Penyuluh
Pertanian (PERHIPTANI) Wilayah Jawa Timur sejak tahun 2015. Ahli di
bidang Penyuluhan Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat Pertanian
62 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
Aries Boedi Setiawan, ST., MM adalah dosen Teknik
Elektro Universitas Merdeka Malang. S1 Teknik Elektro
Universitas Brawijaya dan S2 Magister Manajemen
Universitas Merdeka Malang. Berbagai penelitian
telah dilakukan dalam bidang Energi Surya
Fotovoltaik.
Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. Adalah
lulusan S1 Arsitektur di Universitas Merdeka Malang.
Saat ini sedang menempuh studi S2 Prodi Arsitektur
dan sedang melakukan penelitian Tesis Desain
berjudul “Rumah Sakit Darurat Bencana dengan
Struktur Tiup”
63
Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya

Greenhouse dengan Konstruksi Bambu

  • 1.
    Ir. Hery Budiyanto,MSA., PhD. Munanto Haris, SST., MP. Aries Boedi Setiawan, ST., MM. Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD. Munanto Haris, SST., MP. Aries Boedi Setiawan, ST., MM. Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. GREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA SELARAS Buku ini menyajikan berbagai teori tentang pertanian organik, bangunan greenhouse, sayur hidroganik dan aplikasinya dalam bentuk bangunan greenhouse untuk tanaman sayur dengan sistem hidroganik menggunakan energi surya fotovoltaik. Desain, pembuatan dan pemasangan greenhouse ini telah diaplikasikan di Kampung Bunga Grangsil Desa Jambangan Kabupaten Malang yang dilakukan oleh para penulis melalui Program Produk Teknologi yang didesiminasikan ke masyarakat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2019 berjudul “Inovasi Teknologi Hidroganik Dengan Tenaga Listrik Mandiri Fotovoltaik”. Pengabdian ini didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Teknologi Nasional. Diharapkan buku ini dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi akademisi dan praktisi dalam program ketahanan pangan di Indonesia.
  • 2.
    Ir. Hery Budiyanto,MSA., PhD. Munanto Haris, SST., MP. Aries Boedi Setiawan, ST., MM. Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. GREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA
  • 3.
    ii Layout Isi danSampul : Tim Penerbit Selaras Copyright 2020, Penerbit Selaras Diterbitkan oleh : Penerbit Selaras Media Kreasindo Perum. Pesona Griya Asri A-11 Malang 65154 E-mail : selaras_mediakreasindo@yahoo.co.id Anggota IKAPI Sanksi Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta : 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. Penulis : Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD. Munanto Haris, SST., MP. Aries Boedi Setiawan, ST., MM. Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. ISBN : 978-602-6228-83-3 Hak Cipta dilindungi undang - undang Jumlah : iv+63 Halaman Ukuran: 15,5 x 23 cm Cetakan 1, Oktober 2020 GREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA
  • 4.
    KATA PENGANTAR Dengan mengucappuji dan syukur kepada Allah SWT atas berkat Rahmat dan HidayahNya sehingga buku ini bisa tersusun. Buku ini menyajikan teori dan aplikasi bangunan bambu untuk tanaman sayur hidroganik dengan listrik tenaga surya. Desain dan pembuatan bangunan ini telah diterapkan di Kabupaten Malang. Materi tulisan buku ini merupakan teknologi tepat guna hasil penelitian dan pengabdian yang penulis lakukan pada tahun 2019 yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Teknologi Nasional. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Kementerian RISTEK/BRIN yang telah mendanai penelitian dan pengabdian bangunan struktur bambu hingga hasilnya menjadi bahan utama buku ini. 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Merdeka Malang yang telah memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 3. Balai Besar Penelitian Pertanian Ketindan Malang yang telah memberikan data tentang sistem pertanian hidroganik. 4. Para dosen prodi Arsitektur dan Teknik Elektro Universitas Merdeka Malang atas dukungannya. 5. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Kampung Bunga Gangsil”, Kelompok Wanita Tani “Syakura Arum” dan PKK di Dusun Grangsil, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang telah menginspirasi tersusunnya buku ini. Sangat disadari bahwa masih banyak kekurangan pada buku ini, untuk itu diharapkan saran yang membangun agar tulisan ini dapat dimanfaatkan bagi yang membutuhkannya. Malang, Oktober 2020 Hery Budiyanto Munanto Haris Aries Boedi Setiawan Muhammad Iqbal greenhouse greenhouse iii
  • 5.
    iii iv 1 3 3 4 5 25 32 43 43 44 48 49 49 53 56 56 57 58 58 58 60 DAFTAR ISI .................................................................. ............................................................................. Bab IPendahuluan Bab II Kajian Literatur Bab III Desain ...................................................................... BAB IV APLIKASI BANGUNAN GREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA ....................... BAB V PENGUJIAN .............................................................. BAB VI KESIMPULAN ........................................................... DAFTAR PUSTAKA ................................................................ KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ........................................................................... ...................................................................... 2.1 Ketahanan Pangan .......................................................... 2.2 Sentra Pertanian Perkotaan (Urban Farming) ....... 2.3 Greenhouse ........................................................................ 2.4 Pertanian Hidroganik ..................................................... 2.5 Pembangkit Listrik Tenaga Surya ............................... 3.1 Desain Skematik Sistem 3.2 Desain 3.3 Desain Bracket Energi Surya ....................................... 4.1 Pembangunan ................................................................... 4.2 Sosialisasi dan Koordinasi ............................................ 5.1 Uji Perbedaan Temperatur ........................................... 5.2 Pengujian Energi Surya Fotovoltaik .......................... 6.1Kesimpulan .......................................................................... 6.2 Rekomendasi ..................................................................... Greenhouse Hidroganik Greenhouse ........................................................ IV
  • 6.
    BAB I PENDAHULUAN Pertanian merupakansektor yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian merupakan sumber penghasilan bagi beberapa masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Para petani biasanya menggunakan tanah untuk media tanam, namun seiring dengan perkembangan kota lahan pertanian banyak yang berubah menjadi lahan permukiman dan fasilitas kota lainnya sehingga lahan pertanian menjadi semakin sempit. Pertanian Perkotaan ( ) adalah bertani dengan memanfaatkan lahan sempit atau intensifikasi lahan, guna memenuhi kebutuhan sayuran dan buah segar sehari-hari bagi masyarakat pemukiman/perumahan di perkotaan (Pratiwi et al., 2017). Maka saat ini ada cara lain untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai usaha untuk mengembangkan hasil pertanian, yaitu dengan cara bercocok tanam secara hidroganik. Hidroganik berasal dari kata “Hidro” dan “Organik” yang didefinisikan sebagai sistem budidaya organik dengan memadukan sistem hidro dan sistem organik. Sumber nutrisi utama dari hidroganik ini diperoleh dari pupuk organik padat dan cair serta air kolam yang di- sebagai nutrisi tanaman. Terdapat 3 komponen penting dalam aplikasi hidroganik yaitu: 1) Kolam; 2) pupuk organik (sebagai media tanam); dan 3) rangkaian ( Udin, 2017). Keuntungan cara bercocok tanam sistem hidroganik adalah: 1) Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi; 2) Lebih terbebas dari hama dan penyakit; 3) Penggunaan air dan pupuk lebih hemat; 4) Dapat untuk mengatasi masalah tanah; 5) Dapat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan (Budiyanto et al., 2019). Sedangkan keunggulannya adalah: 1) Tidak perlu Urban Farming treatment wick sistem 1 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 7.
    pengolahan tanah; 2)Tidak perlu rotasi tanaman; 3) Hasil seragam; 4) Bersih 5) Hasil tinggi; 6) Tenaga kerja sedikit (efisien); 7) Lebih mudah dalam pemeliharaan; 8) Lebih mudah dalam mengganti tanaman baru; 9) Dapat merupakan tempat dan cara untuk memperbaiki mutu tanaman(Udin, 2017). Di Jawa Timur, Sistem Hidroganik mulai dikembangkan oleh kelompok Usaha Bersama Mini Maxi yang membentuk perkumpulan “Bengkel Mimpi” di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, kemudian banyak dipelajari dan disebarluaskan melalui pelatihan dan diseminasi di berbagai kota di Jawa maupun luar Jawa (Basiri, 2019). Program Diseminasi Teknologi Hidroganik dengan sumber listrik mandiri yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dilaksanakan di Kampung Bunga Grangsil, Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Masyarakat yang menjadi pelaku kegiatan adalah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) “Kampoeng Boenga Grangsil” dan Kelompok Wanita Tani “Syakura Arum” (Budiyanto et al., 2019). 2 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 8.
    BAB II KAJIAN LITERATUR 2.1Ketahanan Pangan Ketahanan pangan memiliki lima unsur yang harus dipenuhi: (a) Berorientasi pada rumah tangga dan individu; (b) Dimensi waktu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses; (c) Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial; (d) Berorientasi pada pemenuhan gizi; dan (e) Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif (Suharyanto, 2011). Salah satu aspek yang dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan adalah pemanfaatan lahan pekarangan. Pemanfaatan pekarangan ataupun halaman rumah yang terbatas dapat mempunyai nilai tambah yang maksimal jika dilakukan secara tepat dan mempunyai konsep yang jelas. Lahan pekarangan yang ada umumnya belum dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, kalaupun dilaksanakan, masih bersifat sambilan atau mengisi waktu luang. Puspitasari (Sudarmo, 2018) menyatakan perlu dilakukan rancangan pemanfaatan pekarangan yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan peran lahan pekarangan sebagai penyangga ketahanan pangan rumah tangga. Pekarangan dengan keanekaragaman di dalamnya juga mempunyai potensi yang besar untuk menaikkan daya dukung lingkungan. Gerakan pertanian perkotaaan dapat menjadi tulang punggung dalam meningkatkan kemandirian masyarakat terutama menjaga ketahanan pangan dalam skala rumah tangga. Keterbatasan lahan yang sempit tersebut memunculkan pilihan bertani dengan sistem hidroponik. Sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: (1) ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh 3 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 9.
    penduduk, (2) distribusipangan yang lancar dan merata, (3) konsumsi pangan setiap individu yang memenuhi kecukupan gizi seimbang, yang berdampak pada (4) status gizi masyarakat. Dengan demikian, sistem ketahanan pangan dan gizi tidak hanya menyangkut soal produksi, distribusi, dan penyediaan pangan ditingkat makro (nasional dan regional), tetapi juga menyangkut aspek mikro, yaitu akses pangan di tingkat rumah tangga dan individu serta status gizi anggota rumah tangga, terutama anak dan ibu hamil dari rumah tangga miskin. Meskipun secara konseptual pengertian ketahanan pangan meliputi aspek mikro, namun dalam pelaksanaan sehari-hari masih sering ditekankan pada aspek makro yaitu ketersediaan pangan. Agar aspek mikro tidak terabaikan, maka dalam dokumen ini digunakan istilah ketahanan pangan dan gizi. FAO (Food and Agriculture Organization) menjelaskan Pertanian Perkotaan sebagai industri yang memproduksi, memproses, dan memasarkan produk pertanian, terutama memenuhi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan, dengan metode produksi intensif, memanfaatkan dan mendaur ulang sumber daya dan limbah perkotaan untuk menghasilkan beragam tanaman kebutuhan pangan masyarakat Perkotaan (Lee-Smith et al., 2010). Council on Agriculture, Science and Technology (CAST) menyatakan Pertanian Perkotaan mencakup aspek kesehatan lingkungan, remediasi, dan rekreasi. Di berbagai kota, Pertanian Perkotaan menjadi pendukung aspek keindahan kota dan kelayakan penggunaan tata ruang yang berkelanjutan. Pertanian Perkotaan juga dilakukan untuk meningkatkan pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi keluarga, dan di beberapa tempat dilakukan untuk tujuan rekreasi dan relaksasi (Nasr, 1997). 2.2 Sentra Pertanian Perkotaan (Urban Farming) 4 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 10.
    Pertanian Perkotaan memberikanhasil yang optimal dengan fasilitas Greenhouse dan teknologi Hidroganik. Greenhouse meningkatkan perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari dan iklim mikro, serta mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro, sehingga mampu meningkatkan produksi sayuran, buah dan bunga yang berkualitas tanpa tergantung dengan musim. Rumah kaca atau greenhouse pada prinsipnya adalah sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua tempat yang kita jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini. Greenhouse biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju seperti USA, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian besar tanaman hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse di mancanegara sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah berpuluh tahun sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut. Rumah kaca/greenhouse yang digunakan di Indonesia sebagian besar digunakan untuk penelitian percobaan budidaya, percobaan pemupukan, percobaan ketahanan tanaman terhadap hama maupun penyakit, percobaan kultur jaringan, percobaan persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik dan percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para 2.3 Greenhouse 5 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 11.
    mahasiswa , parapeneliti, para pengusaha dan praktisi disemua bidang pertanian. Pada awalnya pembuatan bangunan greenhouse di Indonesia dilatarbelakangi oleh kegiatan penelitian yang dilakukan lembaga penelitian maupun dunia pendidikan. Kegiatan penelitian yang dimaksud disini adalah kegiatan mencari jawaban atau mencari solusi / jalan keluar atau pemecahan terhadap suatu kasus. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari uji ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. Adanya greenhouse yang mampu menciptakan iklim yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi tanpa kenal musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan hama dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya greenhouse penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat dicegah . Hal ini berbeda dengan percobaan yang dilakukan di luar greenhouse dimana dalam waktu yang sangat singkat hama dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa angin maupun serangga. Manipulasi lingkungan ini dilakukan dalam dua hal, yaitu menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki. Kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain : a) Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar ultra violet dan sinar infra merah. b) Suhu udara dan kelembaban yang tidak sesuai. c) Kekurangan dan kelebihan curah hujan. d) Gangguan hama dan penyakit. e) Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat merobohkan tanaman. f) Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan kontaminasi penyerbukan. g) Ekses polutan akibat polusi udara. 6 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 12.
    Sementara kondisi lingkunganyang dikehendaki antara lain : a) Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih panjang. b) Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman. c) Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan terukur. d) Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama dan penyakit. e) Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan pengawasan mutu. f) Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya residu pestisida g) Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan. Manfaat greenhouse dapat dijelaskan sebagai berikut : Dunia pertanian kita masih demikian tergantungnya pada keadaan cuaca, bila terjadi perubahan musim, apalagi bila tidak terprediksi akan menyebabkan sulitnya menentukan jenis tanaman yang akan diproduksi. Jika musim hujan terlalu panjang akan menyebabkan banyaknya penyakit termasuk pembusukan akar. Jika musim terlalu kering akan menyebabkan tanaman kekurangan air, hama juga akan menyerang yang dapat menimbulkan kerugian. Demikian pula pada saat tertentu suatu komoditas sulit ditemui mengakibatkan harganya demikian tinggi, sementara pada waktu lain kebanjiran produk menyebabkan harga anjlok, sehingga kerugian segera tiba. Untuk itu perlu sekali mengurangi ketergantungan pada lingkungan luar menggantikan dengan mikroklimat yang 2.3.1 Manfaat Greenhouse 1. Pengaturan jadwal produksi. 7 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 13.
    diatur. Dengan demikiandapat dijadwalkan produksi secara mandiri dan berkesinambungan. Sehingga konsumen tidak perlu kehilangan komoditas yang dibutuhkan, juga kita tidak perlu membanjiri pasar denganb jenis komoditas yang sama yang menyebabkan harga anjlok. Pada luasan areal yang sama tingkat produksi budidaya di dalam greenhouse lebih tinggi dibandingkan di luar greenhouse. Karena budidaya di dalam greenhouse kondisi lingkungan dan pemberian hara dikendalikan sesuai kebutuhan tanaman. Gejala hilangnya hara yang biasa terjadi pada areal terbuka seperti pencucian dan fiksasi, di dalam greenhouse diminimalisir. Budidaya tanaman seperti ini dikenal sebagai hidroponik. Kondisi areal yang beratap dan lebih tertata menyebabkan pengawasan dapat lebih intensif dilakukan. Bila terjadi gangguan terhadap tanaman baik karena hama, penyakit ataupun gangguan fisiologis, dapat dengan segera diketahui untuk diatasi. Ekses radiasi matahari seperti sinar UV, kelebihan temperatur, air hujan, debu, polutan dan residu pestisida akan mempengaruhi penampilan visual, ukuran dan kebersihan hasil produksi. Dengan kondisi lingkungan yang terlindungi dan pemberian nutrisi akurat dan tepat waktu, maka hasil produksi tanaman akan berkwalitas. Pemasakan berlangsung lebih serentak, sehingga pada saat panen diperoleh hasil yang lebih seragam, baik ukuran maupun bentuk visual produk. 2. Meningkatkan hasil produksi 3. Meningkatkan kualitas produksi 8 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 14.
    4. Meminimalisasi pestisida 5.Aset dan performance 6. Sarana agrowisata Greenhouse yang baik selain dirancang untuk memberikan kondisi mikroklimat ideal bagi tanaman, juga memberikan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit. Perlindungan yang umum dilakukan adalah dengan memasang insect screen pada dinding dan bukaan ventilasi di bagian atap. Insect screen yang baik tidak dapat dilewati oleh hama seperti kutu daun. Pada beberapa greenhouse bagian pintu masuknya tidak berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Ada ruang kecil, semacam teras transisi yang dibuat untuk menahan hama atau patogen yang terbawa oleh manusia. Pada lantai ruang ini juga terdapat bak berisi cairan pencuci hama dan patogen. Untuk pintu dapat ditambahkan lembaran PVC sheet. Saat ini sangat biasa orang membangun greenhouse dengan sistem knock down. Dengan cara ini gren house bukanlah aset mati, manakala karena suatu hal ada perubahan kebijakan, maka struktur greenhouse tersebut dapat dipindahkan atau mungkin dijual ke pihak lain yang memerlukan dengan harga yang proporsional. Dengan adanya greenhouse maka kesan usaha akan terlihat lebih modern dan padat teknologi. Hal ini tentunya akan meningkatkan performance petani atau perusahaan yang menggunakannya. Greenhouse banyak juga digunakan sebagai ruang koleksi berbagai jenis tanaman bernilai tinggi. Di dalam greenhouse pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman yang 9 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 15.
    menarik, bahkan langka,sehingga dapat menjadi daya tarik. Ada yang khusus mengkoleksi kaktus, anggrek atau berbagai jenis tanaman dengan suasana dibuat seperti di alam bebas. Di Indonesia greenhouse seperti ini banyak ditemukan di berbagai kebun raya dan tempat agrowisata. Yang dimaksud dengan jenis greenhouse adalah pembedaan ragam greenhouse berdasarkan material dominan yang digunakan. Pembedaan ini akan membawa kita pada perbedaan biaya pembangunan dan umur pakai greenhouse. Semakin kuat dan awet material yang digunakan, akan semakin besar biayanya tetapi umur greenhouse akan lebih lama. Untuk negara kita, greenhouse yang biasa digunakan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu greenhouse bambu, greenhouse kayu dan greenhouse besi. Greenhouse jenis ini umumnya dipakai sebagai greenhouse produksi. Greenhouse ini secara umum adalah jenis greenhouse yang paling murah biaya pembuatannya dan banyak dipakai oleh kalangan petani kita sebagai sarana produksi. 2.3.2 Jenis Greenhouse 1. Greenhouse bambu. 10 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 16.
    Namun kelemahan dariini adalah umurnya yang relatif pendek dan bahan materialnya dapat menjadi media timbulnya hama. Karena kekuatan struktur dan juga masalah biaya, maka bambu atapnya terbatas menggunakan plastik UV. greenhouse greenhouse 11 Gambar 1. Bambu Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 17.
    2. kayu Lebih baikdari bambu adalah dengan material kayu, terutama jenis kayu yang tahan air, seperti ulin dan bengkirai. Dibanding bambu umur pakai kayu biasanya lebih panjang dan kondisi sanitasi lingkungan lebih baik. Beberapa jenis kayu, bagian dinding bawah dibuat dari pasangan bata yang diplester. Jenis ini bahan atapnya sudah lebih bervariasi bisa plastik, polykarbonat, PVC ataupun kaca. Greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse 12 Gambar 2. Kayu Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 18.
    3. besi. Dari segiumur pakai dan kualitas, maka yang terbaik adalah yang menggunakan struktur besi, terlebih besi yang telah di treatment “ ”. Struktur yang baik akan mengurangi frekuensi perawatan; sehingga tidak terjadi stagnan kegiatan., walaupun pada keadaan tertentu perlu dilakukan sanitasi, tetapi sanitasi yang terjadwal Dengan struktur yang kuat, maka berbagai jenis tambahan peralatan / optional dapat dipasangkan pada jenis greenhouse besi, sehingga penggunaan dapat dilakukan secara optimal. greenhouse hot dipped galvanist greenhouse Greenhouse 13 Gambar 3. Besi Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 19.
    2.3.3 Tipe Greenhouse Tipedibedakan berdasarkan bentuk bangunan atau desainnya. Bentuk atau desain ini selain berpengaruh pada kekuatan struktur juga sangat berpengaruh pada kondisi mikroklimat di dalam . Secara umum desain untuk daerah tropis berbeda dengan desain di daerah empat musim maupun sub tropis. Kecuali desain yang memang dibuat khusus seperti untuk penanaman planlet, induksi akar atau pembuatan stek. Desain daerah tropis ditandai dengan banyaknya bukaan ventilasi. Karena problem utama dari di wilayah tropis adalah suhu udara yang terlalu tinggi akibat radiasi sinar infra merah. Sebaliknya pada daerah sub tropis maupun daerah empat musim desain lebih tertutup. Bukaan yang minimal ini dibuituhkan karena pada saat musim dingin udara hangat akibar radiasi infra merah dipertahankan tidak keluar. Jadi desain sebuah sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Bagaimana sebuah dapat memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan tanaman terletak pada desainnya. Pada dasarnya dapat dibagi ke dalam 3 type, yaitu : Tipe ini dari depan tampak seperti lorong setengah lingkaran. Kelebihannya adalah memiliki struktur sangat kuat. Atapnya yang berbentuk melengkung kebawah merupakan bentuk yang sangat ideal dalam menghadapi terpaan angin. Sementara struktur busur dengan kedua kaki terpendam ketanah memegang bangunan lebih kuat. greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse 1. Tipe Tunnel 14 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 20.
    Kelemahan dari tipeini adalah minimnya sistem ventilasi. Jika digunakan pada daerah tropis dibutuhkan alat tambahan berupa atau untuk mengalirkan dan menurunkan suhu udara di dalam . tipe ini banyak digunakan di daerah tropis, dapat dikatakan tipe ini adalah tropical greenhouse. Keunggulan tipe ini pada ventilasi udara yang sangat baik. Banyak memiliki struktur bukaan, sehingga memberikan lingkungan mikroklimat yang kondusif bagi pertrumbuhan tanaman. exhaust fan cooling system greenhouse Greenhouse 2. Tipe Piggy back 15 Gambar 4. Tipe Greenhouse Tunnel Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 21.
    Selain memiliki keunggulan,banyaknya struktur bukaan juga merupakan kelemahan dari tipe ini. Pada daerah dengan tiupan angin yang kuat tipe kurang disarankan. Karena dengan banyaknya struktur terbuka menyebabkan struktur rentan terhadap terpaan angin. Selain itu dari segi biaya dengan penggunaan material atap sama, greeen house tipe ini relatif lebih mahal dibanding tipe lain karena penggunaan material struktur lebih banyak. Desain tipe ini boleh dikatakan adalah campuran antara tipe tunnel dengan tipe piggy back. Dari desainnya terlihat tampak, bahwa tipe ini seakan – akan paduan ( ) antara tipe dengan tipe . Karena itu, maka tipe ini memeliki kelebihan dari tipe dan tipe greenhouse piggy back hybrid tunnel piggy back greenhouse tunnel 3. Tipe Campuran ( dan ) Single span Multispan 16 Gambar 5. Tipe Piggy Back Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 22.
    piggy back greenhouse (Single Span)greenhouse (Multispan) greenhouse tunnel piggy back greenhouse type multispan , yaitu strukturnya kuat tetapi tetap memiliki ventilasi yang maksimal. Kelebihan lain dari tipe ini adalah beberapa unit dapat disatukan menjadi satu blok besar dimana hal ini sulit dilakukan pada tipe . Dibandingkan tipe , selain struktur lebih kuat biaya pembuatan tipe campuran ini lebih hemat. Sehingga pada bidang kegiatan yang membutuhkan luas, maka adalah tipe yang paling sesuai. 2.3.4 Bahan Penutup Greenhouse Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar tanaman yang dibudidayakan pada greenhouse membutuhkan cahaya dengan panjang gelombang sekitar 400 – 700 nanometer ( ). Hampir semua bahan Photosynthetically Active Radiation 17 Gambar 6. Tipe Campuran Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 23.
    penutup greenhouse mampumenampung cahaya tersebut sesuai dengan panjang gelombang yang diinginkan tanaman. Bahan yang terbuat dari dan cenderung membuat cahaya menjadi tersebar, sementara bahan yang terbuat dari dan lebih cenderung meneruskan cahaya yang masuk secara langsung. Cahaya yang sifatnya menyebar tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi tanaman, dimana dia bisa mengurangi kelebihan cahaya pada daun-daun tanaman bagian atas dan memantulkannya pada daun-daun yang ada di bagian bawah sehingga penyebaran cahaya menjadi lebih merata. Sebenarnya bentuk-bentuk tersebut bermacam-macam mulai dari bentuk sederhana dengan bahan yang paling murah sampai bentuk komplek yang dibentuk dari bahan penutup yang mahal. Adapun bahan penutup atap dapat menggunakan kaca maupun plastik. Bahan yang terbuat dari plastik juga tidak kalah dengan kaca dimana mempunyai kelebihan antara lain : tahan pecah, bentuknya bisa disesuaikan dengan bermacam design, dan sangat mudah digunakan. Beberapa tipe plastik yang biasa digunakan sebagai penutup greenhouse antara lain: sangat tahan terhadap perubahan cuaca , tahan pecah serta sangat transparan. Penyerapan sinar yang berasal dari matahari lebih tinggi dibandingkan dengan bahan yang terbuat dari kaca. Penggunaan sebanyak dua lapis mampu menghantarkan sekitar 83 % cahaya dan mengurangi kehilangan panas sekitar 20-40% dibandingkan penggunaan 1 lapis. Bahan ini tidak akan menguning walaupun digunakan dalam waktu yang lama. Namun kekurangan dari bahan adalah : mudah terbakar,sangat mahal, dan sangat mudah tergores/tidak tahan gores. Polyethylene fiberglass acrylic polycarbonate greenhouse Acrylic ultra violet acrylic acrylic 1. Acrylic 18 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 24.
    19 Gambar 7. denganPenutup Greenhouse Acrylic Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 25.
    2. Polycarbonate Polycarbonate acrylic polycarbonate memiliki ciri-ciri: lebih tahan, lebih fleksibel, lebih tipis, serta lebih murah dibandingkan . Penggunaan dua lapis mampu menghantarkan cahaya sekitar 75-80 % dan mengurangi kehilangan panas sekitar 40% dibandingkan satu lapis. Namun bahan ini sangat mudah tergores, mudah memuai, gampang menguning, dan akan membuat lapisan kurang transparan dalam waktu satu tahun (meskipun kini hadir jenis baru yang tidak cepat menguning). 20 Gambar 8. dengan Penutup Greenhouse Polycarbonate Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 26.
    3. Fiberglass Bahan inimemiliki sifat-sifat : lebih tahan lama, penampilannya menarik, harganya terjangkau dibandingkan kaca, serta FRP ini lebih tahan pengaruh perubahan cuaca. Bahan plastik ini mudah sekali dibentuk menjadi bentuk bergelombang maupun berupa lempengan. Meskipun demikian kekurangannya adalah bahan ini mudah memuai. Reinforced Polyester 21 Gambar 9. dengan Penutup Greenhouse Fiberglass Reinforced Polyester Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 27.
    4. Bahan ini sangatmurah dibandingkan dengan bahan lainnya namun sifatnya hanya sementara (kurang tahan lama), bentuknya kurang menarik, serta membutuhkan penanganan maupun perawatan yang lebih intensif . Selain itu, bahan ini juga mudah sekali rusak oleh sengatan cahaya matahari, walaupun mampu bertahan minimal 1 – 2 tahun dengan perawatan lebih intensif. Dikarenakan bahan ini berupa lembaran lebar sehingga tidak membutuhkan kerangka yang lebih banyak dan bisa menghantarkan cahaya paling besar. Polyethylene film 22 Gambar 10. dengan Penutup Greenhouse Polyethylene film Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 28.
    5. Polyvinyl cholridefilm polyethylene film greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse greenhouse polybag Bahan ini mempunyai sifat penghantar emisi yang sangat besar untuk cahaya dengan panjang gelombang yang besar, dimana bahan ini mampu menciptakan temperatur udara yang cukup tinggi pada malam hari dan bisa berfungsi sebagai penghalang sinar ultra violet. Bahan ini lebih mahal dibandingkan dan cenderung mudah kotor, yang mana harus terus dilakukan pembersihan agar didapatkan penghantaran cahaya yang lebih baik. Untuk model atap ada yang berbentuk melengkung dan ada yang berbentuk lancip. Tinggi dinding yang baik mencapai 6 sampai 9 meter, tergantung crop yang akan diproduksi atau tergantung pada tujuannya. Bahan dinding beserta atapnya dapat dari kaca maupun plastik yang tebal yang tidak mudah sobek dan cara pemasanganya dimulai dari atapnya dulu, kalau sudah selesai baru dinding. Pintu dari harus dibuat serapat mungkin sehingga tidak memberikan kesempatan bagi udara luar untuk masuk kedalam . Setelah dinding dan atap terpasang kaca atau plastik, kita dapat memasang sistem irigasi dengan menggunakan pipa secara sistematis yang dapat kita kendalikan, serta diberi bak pengontrol untuk mengontrol masuk dan keluarnya air dari dalam dan keluar dari . Untuk bagian dalam ada 2 jenis, yaitu diplester dengan semen, ini hanya untuk yang penanamannya menggunakan media pot atau plastik atau percobaan hydroponik tetapi ada juga yang dalamnya berupa tanah seperti yang ada dilahan persawahan, hal ini bertujuan untuk budidaya sayuran, buah- buahan dan bunga yang akan dibuat petakan atau bedengan. Bahkan bedengan ini ada juga yang diberi mulsa sama seperti tehnik budidaya tanaman pada umumnya. Tetapi dengan 23 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 29.
    greenhouse pengawasan terhadaptanaman baik temperature, kelembaban, kebutuhan air, kebutuhan hara bahkan pengendalian hama dan penyakitnya dapat dikontrol dengan sebaik-baiknya. 24 Gambar 11. dengan Penutup Greenhouse Polyvinyl cholride film Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 30.
    2.4 Pertanian Hidroganik 2.4.1Pemahaman tentang Hidroganik 2.4.2 Proses Pembuatan Instalasi Hidroganik Hidroganik berasal dari kata “Hidro” dan “Organik” yang didefinisikan sebagai sistem budidaya organik dengan memadukan sistem hidro dan sistem organik . Sumber nutrisi utama dari hidroganik ini diperoleh dari pupuk organik padat dan air sebagai nutrisi tambahan. Kelebihan Budidaya Hidroganik, antara lain: 1. Tidak perlu mengolah lahan 2. Tidak banyak gulma 3. Pengendalian hama lebih mudah 4. Tidak perlu penyemaian 5. Lebih hemat bibit 6. Perawatan mudah 7. Tidak perlu irigasi 8. Panen lebih mudah 9. Hasil panen lebih maksimal 1:4 10. Panen ikan 11. Tidak membutuhkan air banyak 12. Bisa dibuat disekitar rumah, di lahan kering, di atas bangunan dan halaman mall 13. Panen yang dihasilkan lebih sehat karena tidak menggunak pupuk kimia dan pestisida kimia 14. Dalam satu tahun bisa panen 4 kali Proses pembuatan instalasi Hidroganik digambarkan sebagai berikut: 25 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 31.
    Contoh instalasi Hidroganikdigambarkan sebagai berikut: 26 Gambar 12. Pembuatan Instalasi Hidroganik Sumber: (Basiri, 2019) Gambar 13. Instalasi Padi Hidroganik Sumber: (Basiri, 2019) Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 32.
    2.4.3 Pupuk OrganikMajemuk Bahan Baku Pupuk Organik Majemuk 1. Bahan baku pembuatan pupuk organik majemuk adalah: Tabel 1. Bahan Baku Pupuk Organik *Jenis dekomposer harus mengandung 10 microba dan kandungan cfu/ml 105Sumber: (Basiri, 2019) 27 Gambar 14. Pembuatan Netpot dengan Gelas Mineral Sumber: (Basiri, 2019) No. BAHAN JUMLAH 1 Kotoran Ayam 80 Kg 2 Kotoran Kambing 20 Kg 3 Urin Kelinci 10 Liter 4 Air Kelapa 5 Liter 5 Air cucian beras 5 Liter 6 Tetes 1 Liter 7 Dekomposer*) 100 ml Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 33.
    Mikro Organisme padapupuk organik Majemuk adalah : Genom bakteri gram positive berbentuk batang dan anggota dari .Spesies (bergantung pada oksigen) atau anaerobik fakultatif (memiliki kemampuan untuk menjadi aerobik atau anaerobik) Menghasilkan senyawa yang menghambat bakteri yang merugikan Menghasilkan protease untuk mengurangi limbah protein dari sisa makanan dan kotoran (kompos) Bakteri ini dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan tanaman Meningkatakan percepatan perombakan bahan organik Menghancurkan bahan organik seperti lonin dan selulosa serta menfermentasi tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan rusarium, yaitu 1. Bacilus Megathirium 2. Lactocbacilus sp 3. Sterptomyces 4. Azetobakter sp 5. Azosprilium 6. Pseudomas Flourencens 7. Aspergillus Niger 8. Pinicillium sp 9. Trichoderma Coningi 10. Metharizium Nisopleae 11. Rhizobium 1. Bacilus Megathirium firmcutes aerob abliyant 2. Lactobacillus sp ? ? ? ? ? ? ? 28 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 34.
    mikroorganisme merugikan yangmenimbulkan penyakit pada lahan / tanaman yang terus menerus ditanami. Penguraian bahan organik atau kompos Menghasilkan anti biotik As 1A yang mampu mencegah pertumbuhan penyakit layu pada tanaman salah satu fungsi bakteri yang penting untuk menyediakan Nitrogen pada tanah dan tanaman Mampu meningkatkan kesehatan tanaman akibat adanya penggunaan bahan kimia dengan cara menguraikan karbon / residu kimia Bakteri yang hidup di daerah akar tanaman bakteri ini berkembangbiak terutama pada perpanjangan akar dan pangkal Sumber energi yang mereka sukai adalah asam organik Fungsi nya mampu menambah nitrogen atmosfer dan memacu pertumbuhan tanaman Sekelompok AIROB yang memanfaatkan oksigen sebagai penerima elektron (bakteri ini juga bisa tumbuh AN AIROB (tanah) Melindungi akar dari inveksi patogen tanah dengan cara kolonisasi Mengeluarakan senyawa yang mampu merangsang pertumbuhan dan perpanjangan pada akar 3. Sterptomyces 4. Azetobacter sp Rhizobakter INOKULON 5. Azospirilium 6. Psedomas Flourescens ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 29 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 35.
    ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Mampu melarutkan fostotyang terikat oleh kalium Mempercepat fermentasi Fungsi utama memproduksi enzim dan asam organik (asam nitrat dan asam glukosa) Genus dari fungsi yang sangat penting dalam lingkungan alam serta produk makanan dan obat Beberapa anggota dari genus menghasilkan pinisillin , molekul yang digunakan sebagai anti biotik yang membunuh / menghentikan bakteri jahat Dapat digunakan dalam pembuatan keju dari ordo memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk badan spora yang disebut konodium jamur ini menghasilkan sebuah molekul yang digunakan sebagai antibiotik yang membunuh atau menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri didalam tubuh dan tanaman Sebangsa jamur yang memiliki selulitik yang sangat aktif Cendawan antagonis ini merupakan agon pengendali hayati yang menpunyai banyak mekanisme dalam menyerang dan merusak patogen makanan Jamur yang tumbuh secara alami dalam tanah diseluruh dunia dan menyebabkan penyakit diberbagai serangan dengan bertindak sebagai parasitoid 7. Aspergillus Niger estrogikata 8. Pinicillium sp Genus fungi hypomycetes filum askomycota penicillium sp Genus ascomycetous major 9. Trichoderma coningi enzim 10. Metharizium amsoplene 30 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 36.
    ? ? ? ? ? ? M anisoplea 11. Rhizobium farebeae danspesies terkait untuk untuk dapat mengendalikan sejumlah hama seperti rayap , trip dll Bakteri yang bersikap aerob merupakan penambah nitrogen yang hidup dalam tanah dan berasosiasi simbiotik dengan sel akar logume , legumenuseae / disebut juga , merupakan tanaman berbunga yang di koros dengan keluaraga larang – larangan Campurkan bahan organik padat menjadi satu Campurkan bahan organik cair kedalam satu wadah Siramkan ke media padat Diamkan minimal 5 hari jika pupuk tidak berbau maka bisa digunakan 2. Cara pembuatan pupuk organik majemuk 31 Gambar 15. Proses Pembuatan Pupuk Organik Majemuk Sumber: (Basiri, 2019) Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 37.
    2.5 Pembangkit ListrikTenaga Surya 2.5.1 Panel Surya (Fotovoltaik) Fotovoltaik (biasanya disebut juga sel surya) adalah piranti semikonduktor yang dapat merubah cahaya secara langsung menjadi menjadi arus listrik searah (DC) dengan menggunakan kristal silicon (Si) yang tipis. Sebuah kristal silindris Si diperoleh dengan cara memanaskan Si itu dengan tekanan yang diatur sehingga Si itu berubah menjadi penghantar. Bila kristal silindris itu dipotong stebal 0,3 mm, akan terbentuklah sel-sel silikon yang tipis atau yang disebut juga dengan sel surya (fotovoltaik). Sel-sel silikon itu dipasang dengan posisi sejajar/seri dalam sebuah panel yang terbuat dari alumunium atau baja anti karat dan dilindungi oleh kaca atau plastik. Kemudian pada tiap-tiap sambungan sel itu diberi sambungan listrik. Bila sel-sel itu terkena sinar matahari maka pada sambungan itu akan mengalir arus listrik. Besarnya arus/tenaga listrik itu tergantung pada jumlah energi cahaya yang 32 Gambar 16. Pembuatan Media Tanam Hidroganik Sumber: (Basiri, 2019) Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 38.
    mencapai silikon itudan luas permukaan sel itu. Pada dasarnya sel surya fotovoltaik merupakan suatu dioda semikonduktor yang bekerja dalam proses tak seimbang dan berdasarkan efek fotovoltaik. Dalam proses itu sel surya menghasilkan tegangan 0,5-1 volt tergantung intensitas cahaya dan jenis zat semikonduktor yang dipakai. Sementara itu intensitas energi yang terkandung dalam sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi besarnya sekitar 1000 Watt. Tapi karena daya guna konversi energi radiasi menja-di energi listrik berdasarkan efek fotovol-taik baru mencapai 25%, maka produksi listrik maksimal yang dihasilkan sel surya baru mencapai 250 Watt per m2 (Suryani et al., 2018). Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan kebutuhannya Bentuk moduler dari panel surya memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan pemenuhan listrik untuk berbagai skala kebutuhan. komponen utama panel surya adalah modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. Modul fotovoltaik tersusun dari beberapasel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. 33 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 39.
    2.5.2 Controller Regulator Controllerregulator adalah alat elektronik pada system Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik (PLTSF). Berfungsi mengatur lalu lintas listrik dari modul surya ke battery (apabila battery sdh penuh maka listrik dari modul surya tidak akan dimasukkan ke battery dan sebaliknya), dan dari battery/accu ke beban (apabila listrik dalam battery/accu tinggal 20-30%, maka listrik ke beban otomatis dimatikan. Controller regulator (Pengontrol muatan) atau pengatur muatan pada dasarnya adalah pengatur tegangan dan / atau arus, 34 Gambar 17. Panel Surya Gambar 18. Struktur Sel Surya Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 40.
    untuk menjaga bateraidari pengisian yang berlebihan. Ini mengatur tegangan dan arus yang datang dari panel surya dan pergi ke baterai. Sebagian besar panel “12 volt” menghasilkan sekitar 16 hingga 20 volt, jadi jika tidak ada regulasi, baterai akan rusak karena pengisian berlebih (Dunlop, 1997). Pertanyaan yang jelas kemudian muncul - "mengapa panel tidak hanya dibuat untuk mengeluarkan 12 volt?" Alasannya adalah jika Anda melakukan itu, panel akan memberikan daya hanya ketika dingin, dalam kondisi sempurna dan sinar matahari penuh. Ini bukan sesuatu yang dapat Anda andalkan di sebagian besar tempat. Panel perlu memberikan tegangan ekstra sehingga ketika sinar matahari rendah di langit, atau Anda memiliki kabut tebal, tutupan awan, atau suhu tinggi, Anda masih mendapatkan beberapa output dari panel, sehingga panel harus mengeluarkan setidaknya 12,7 volt dalam kondisi kasus terburuk.(Osaretin & Edeko, 2015). Fungsi utama dari pengontrol pengisian daya adalah untuk menjaga baterai pada kondisi pengisian daya setinggi mungkin. Pengontrol pengisian daya melindungi baterai dari pengisian berlebih dan memutus beban untuk mencegah pelepasan muatan yang dalam. Idealnya, charge controller langsung mengendalikan keadaan baterai. Pengontrol memeriksa status pengisian baterai antara pulsa dan menyesuaikan sendiri setiap kali. Teknik ini memungkinkan arus secara efektif “meruncing” dan hasilnya setara dengan pengisian “tegangan konstan”. Tanpa kontrol pengisian, arus dari modul PV akan mengalir ke baterai yang sebanding dengan radiasi, apakah baterai perlu diisi atau tidak. Jika baterai terisi penuh, pengisian yang tidak diatur akan menyebabkan tegangan baterai mencapai 35 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 41.
    2.5.3 Baterry Berfungsi menyimpanarus listrik yang dihasilkan oleh Panel Surya (Solar Panel) sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan atau peralatan elektronik dan peralatan lainnya yang membutuhkan listrik. Fungsi penyimpanan Baterai dalam sistem PV, antara lain (Manimekalai, 2013): a) Penyimpanan energi dan otonomi. Untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh array PV dan ke memasok energi ke beban listrik saat dan ketika dibutuhkan (selama waktu malam dan hari-hari non sinar matahari di musim dingin). b) Stabilisasi tegangan. Untuk memasok daya ke beban listrik pada tegangan yang stabil menekan fluktuasi tegangan dalam sistem PV dan melindungi peralatan dari kerusakan. c) Arus pasokan gelombang. Untuk memasok arus awal yang tinggi ke beban listrik seperti motor atau beban induktif lainnya. Kinerja PV sistem dengan penyimpanan 36 Gambar 19. Solar Charger Controller Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 42.
    baterai tergantung padadesain baterai dan parameter operasi sistem. Jika baterai tidak dirancang untuk kondisi operasi, maka sistem PV lalu akan gagal bekerja sebelum waktunya. Berfungsi merubah arus DC dari battrey menjadi arus AC, arus yang di hasilkan oleh sangatlah setabil, sehingga sudah tidak memerlukan alat setabilizer lagi, serta aman dan berproteksi tinggi. Inverter daya DC ke AC, bertujuan untuk mentransformasikan daya DC secara efisien sumber ke sumber AC, mirip dengan daya yang akan tersedia di stopkontak listrik. Inverter digunakan untuk banyak aplikasi, seperti dalam situasi di mana sumber DC tegangan rendah seperti baterai, panel surya atau sel bahan bakar harus dikonversi sehingga perangkat dapat kehabisan daya AC. Salah satu contoh situasi seperti itu akan mengubah daya listrik dari aki mobil menjadi: laptop, TV atau . Metode di mana daya DC tegangan dikonversi menjadi AC diselesaikan dalam dua langkah: , konversi daya DC 2.5.4 AC Inverter INVERTER handphone Pertama 37 Gambar 19. VRLA Battery Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 43.
    tegangan rendah kesumber DC tegangan tinggi, dan langkah konversi sumber DC tinggi ke bentuk gelombang AC menggunakan modulasi pulsa lebar. Lain metode untuk menyelesaikan hasil yang diinginkan akan terlebih dahulu mengkonversi daya DC tegangan rendah ke AC, dan kemudian gunakan transformator untuk meningkatkan tegangan hingga 120 volt. Dari berbagai DC/AC yang ada di pasaran saat ini, pada dasarnya ada dua bentuk AC yang berbeda output yang dihasilkan: gelombang sinus yang dimodifikasi, dan gelombang sinus murni Gelombang sinus yang dimodifikasi dapat dilihat sebagai lebih banyak dari gelombang persegi dari gelombang sinus; melewati tegangan DC tinggi untuk jumlah waktu tertentu sehingga daya rata-rata dan tegangan rms sama seperti jika itu adalah gelombang sinus. Jenis inverter ini banyak lebih murah daripada inverter gelombang sinus murni dan karenanya merupakan alternatif yang menarik. Inverter gelombang sinus murni, di sisi lain, menghasilkan output gelombang sinus yang identik dengan daya keluar dari outlet listrik. Perangkat ini mampu menjalankan perangkat yang lebih sensitif yang dimodifikasi gelombang sinus dapat menyebabkan kerusakan seperti: printer laser, komputer laptop, peralatan listrik, jam digital dan peralatan medis. Bentuk daya AC ini juga mengurangi suara yang terdengar di perangkat seperti fluorescent lampu dan menjalankan beban induktif, seperti motor, lebih cepat dan lebih tenang karena distorsi harmonik yang rendah. kedua, inverter ? ? 38 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 44.
    2.5.5 Bracket Bracket Bracket Bracket atau kerangkapenyangga sistem panel surya harus dirancang dengan tepat, jika kerangka dipasang dengan benar maka akan mendukung kebutuhan energi surya secara optimal dan melindunginya dari kegagalan akibat angin dan potensi bahaya cuaca lainnya. Sistem pemasangan juga memungkinkan untuk mengatur orientasi panel surya terhadap posisi matahari untuk memaksimalkan kinerja energinya. biasanya terbuat dari baja atau aluminium, kebanyakan sistem pemasangannya dirancang untuk berbagai aplikasi, dan dapat menahan berbagai beban termasuk kemiringan bingkai, dipasang di atap yang datar atau dipasang di tanah. dapat disesuaikan untuk memenuhi ukuran dan spesifikasi instalasi PV, seperti serta gaya atap atau instalasi. Sistem pemasangan yang baik harus mudah dipasang, terbuat dari bahan yang berkualitas, bebas karat dengan perlindungan korosi yang cukup (seperti cat, galvanis) - dan harus secara efektif melindungi system kabel. 39 Gambar 20. DC ke AC Inverter Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 45.
    40 Gambar 21. PenyanggaPanel Surya Bracket Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 46.
    2.5.6 Prinsip KerjaPLTSF Dalam cahaya matahari terkandung energi dalam bentuk foton. Ketika foton ini mengenai permukaan sel surya, elektron- elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan aliran listrik. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip . Sel surya dapat tereksitasi karena terbuat dari material semikonduktor; yang mengandung unsur silikon. Silikon ini terdiri atas dua jenis lapisan sensitif: lapisan negatif (tipe-n)3 dan lapisan positif (tipe-p). Sel surya ini mudah pecah dan berkarat jika terkena air. Karena itu sel ini dibuat dalam bentuk panel-panel ukuran tertentu yang dilapisi plastic atau kaca bening yang kedap air. Panel ini dikenal sebagai panel surya. Ada beberapa jenis panel surya yang dijual di pasaran. Jenis pertama, yang terbaik saat ini, adalah jenis monokristalin. Panel ini memiliki efisiensi5 12-14%. Jenis kedua adalah jenis polikristalin atau multikristalin, yang terbuat dari kristal silikon dengan efisiensi 10-12%. Jenis ketiga adalah silikon jenis , yang berbentuk film tipis. Efisiensinya sekitar 4- 6%. Panel surya jenis ini banyak dipakai di mainan anak-anak, jam dan kalkulator. Yang terakhir adalah panel surya yang terbuat dari GaAs ( ) yang lebih efisien pada temperatur tinggi. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung digunakan atau disimpan lebih dahulu ke dalam baterai. Arus listrik yang dihasilkan adalah listrik dengan arus searah (DC). Rangkaian panel-panel surya dapat didesain secara seri atau paralel, untuk memperoleh output tegangan dan arus yang diinginkan. Untuk memperoleh arus bolak balik (AC) diperlukan alat tambahan yang disebut inverter. Kemudian arus yang diperoleh dari inverter dapat menyuplai beban AC. photoelectric amorphous Gallium Arsenide 41 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 47.
    42 Gambar 22. RangkaianPLTS Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 48.
    BAB III DESAIN 3.1 DesainSkematik Sistem Hidroganik Greenhouse Desain Skematik Pertanian Sayur Hidroganik dengan Energi Surya dapat dilihat pada gambar berikut Pada desain skematik diperlihatkan sistem pengairan sebagai berikut: pengambilan air bersih menggunakan pompa air dalam ( ) kemudian disalurkan ke tangki air, dari tangka air disalurkan ke kolam ikan hidroganik. Dari kolam hidroganik air dipompakan ke pipa-pipa paralon tempat menumbukan sayur menggunakan pipa sirkulasi hidroganik. Sedangkan sumber tenaga listrik untuk kedua jenis pompa diambil dari inventer pada system pembangkit listrik tenaga surya. Greenhouse submersible 43 Gambar 23. Desain Skematik Greenhouse Pertanian Sayur Hidroganik dengan Energi Surya Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 49.
    Detail Sistem Hidroganikdapat digambarkan sebagai berikut: Desain bentuk bangunan Pertanian Sayur Hidroganik dengan Energi Surya menggunakan bentuk yang memudahkan masyarakat untuk membangunnya. Sedangkan struktur bangunan menggunakan bahan bambu, mengingat di kawasan pedesaan terdapat banyak tanaman bambu untuk konstruksi bangunan. Pertanian sayur hidroganik ditempatkan dalam yang struktur bangunannya menggunakan bambu. Bentuk bangunan menggunakan bentuk tunnel yang memudahkan masyarakat untuk membangunnya. Sedangkan struktur bangunan menggunakan bahan bambu, Gambar berikut memperlihatkan desain greenhouse berbentuk tunnel menggunakan struktur bambu dengan energi mandiri fotovoltaik. 3.2 Desain Greenhouse Greenhouse tunnel greenhouse 44 Talang Tanaman sayur Pipa paralon media tanam Gelas plastik berisi tanah humus media tanam sayur Pipa dari pompa menuju paralon media tanam Pipa air meuju kolam Kolam ikan Air Ikan Pompa sirkulasi air Gambar 24. Sistem Hidroganik Sayur Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 50.
    45 UNIT 1 UNIT 2 DENAH Gambar 25. DenahGreenhouse RENCANA ATAP Gambar 26. Rencana Atap Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 51.
    46 TAMPAK DEPAN Gambar 27.Tampak Depan Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 52.
    47 Gambar 28. DesainEkstrior Bambu Untuk Pertanian Hidroganik Energi Surya Greenhouse Gambar 29. Desain Interior Bambu Untuk Pertanian Hidroganik Energi Surya Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 53.
    3.3 Desain EnergiSurya Bracket 48 Panel surya Dudukan panel surya Pipa baja Pipa baja Panel surya Pipa baja Controller, Battery dan Inverter Bagian-bagian bracket dan panel surya Isometri energy surya fotovoltaik Gambar 30. Desain Sumber Listrik Tenaga Surya Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 54.
    BAB IV APLIKASI BANGUNANGREENHOUSE BAMBU UNTUK TANAMAN SAYUR HIDROGANIK DENGAN LISTRIK TENAGA SURYA 4.1 Pembangunan 4.1.1 Pembuatan Greenhouse Pembangunan dengan struktur bambu dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat dusun Grangsil dibantu mahasiswa Unmer Malang yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata pada tahun 2019. Dibutuhkan waktu 15 hari untuk menyelesaikan pembangunan dengan struktur bambu. Bahan bambu yang digunakan adalah jenis bambu petung dan bambu ori yang mudah didapatkan di sekitar Dusun Grangsil greenhouse greenhouse 49 Gambar 31. Penyiapan Bahan Bambu Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 55.
    50 Gambar 32. Pembuatan(15 hari) Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 56.
    4.1.2 Instalasi Hidroganik Pemasanganinstalasi hidroganik dengan bahan-bahan: rangka aluminium, pipa paralon, asbes gelombang, terpal; pelaksanaan dilakukan oleh masyarakat Jambangan dan mahasiswa KKN Unmer Malang dengan arahan oleh Tim Pengabdian Unmer Malang dan tenaga ahli hidroganik dari “Bengkel Mimpi. Pemasangan instalasi ini memerlukan waktu 6 hari. 51 Gambar 33. Instalasi Hidroganik (6 hari) Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 57.
    4.1.3 Instalasi PLTS Pemasanganinstalasi PLTS antara lain: solar panel, , dan jaringan kabel menuju pompa air dan lampu penerangan dilakukan oleh Tim Pengabdian Unmer Malang dibantu oleh masyarakat Dusun Grangsil. Pemasangan dilaksanakan dalam waktu 2 hari. bracket solar controller, battery, inverter, 52 Gambar 34.Pemasangan Solar Panel(6 Jam) Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 58.
    4.2 Sosialisasi danKoordinasi 4.2.1 Koordinasi Diskusi berupa dan koordinasi dilakukan di lapangan tempat penanaman hidroganik dan di rumah Kepala Dusun Grangsil. 53 Gambar 35. Sosialisasi Pertanian Hidroganik Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 59.
    4.2.2 Workshop PertanianHidroganik Workshop pertanian hidroganik meliputi: pemahaman tentang pertanian hidrogani, cara membuat media hidroganik, cara menanam dan memelihara tanaman hidroganik dilaksanakan di “Bengkel Mimpi” Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. 54 Gambar 36. Koordinasi Tim Pengelola Hidroganik Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 60.
    55 Gambar 37. WorkshopPertanian Hidroganik Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 61.
    BAB V PENGUJIAN 5.1 UjiPerbedaan Temperatur Hasil pengujian perbedaan temperatur antara diluar dan di dalam greenhouse ditunjukkan pada gambar berikut: Terdapat perbedaan temperatur antara bagian luar dan dalam greenhouse, perbedaan tertinggi sebesar 7 derajad selsius pada jam 12.51 wib. 56 Gambar 38. Grafik Perbedaan Temperatur Luar dan Dalam Greenhouse Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 62.
    5.2 Pengujian EnergiSurya Fotovoltaik Hasil pengujian terhadap 2 panel surya masing-masing 2500 wp adalah sebagai berikut: Terdapat korelasi atara kekuatan cahaya (lux) dengan voltase yang dihasilkan oleh panel surya. Pada cuaca cerah, 2 buah panel surya 500 WP dapat menghasilkan maksimum 40,8 volt, rata-rata 35,9 Volt, sedangkan ketika cuaca mendung arus menurun hingga 26,2 Volt. Energi listrik yang tersimpan di dalam 2 buah baterai (masing-masing 100 AH 12 volt menghasilkan listrik AC dengan tegangan konstan sebesar 22,2 Volt. sudah dapat digunakan untuk menggerakkan pompa air dalam (submersible) dengan daya 700 watt dan pompa air sirkulasi hidroganik masing-masing 38 Watt tegangan 220 Volt serta lampu penerangan baik di dalam greenhouse maupun di lingkungan sekitarnya. 57 Gambar 39. Grafik Kekuatan Cahaya Voltase Panel Surya Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 63.
    BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan 6.2Rekomendasi a. Prototipe Greenhouse dengan bentuk tunnel dan bahan struktur bambu merupakan satu pilihan bentuk bangunan yang indah, kokoh, dan nyaman digunakan untuk pertanian hidroganik. Pertanian hidroganik merupakan salah satu contoh upaya dalam mensukseskan program peningkatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pertanian yang semakin sempit, b. Pertanian hidroganik dengan energi mandiri tenaga surya merupakan contoh sistem pertanian yang sangat efisien dan penggunaan energi mandiri. Teknologi ini sangat sesuai untuk kebutuhan pertanian modern. Kebutuhan energi listrik untuk pompa air dan lampu penerangan dapat dipenuhi oleh 500 WP panel surya fotovoltaik, pada cuaca cerah menghasilkan arus listrik tegangan rata-rata 35,9 Volt, sehingga tidak memerlukan genset atau listrik PLN. Bangunan greenhouse hidroganik energi mandiri ini dapat menjadi prototip secara luas sebagai bangunan greenhouse yang cepat bangun dengan energi mandiri. a. Prototipe Greenhouse Pertanian Hidroganik energi listrik mandiri tenaga surya dapat didupikasi dalam skala yang lebih luas. b. Penelitian lanjutan dapat dilakukan pada sistem otomatisasi/sensor di beberapa bagian untuk memudahkan operasional hidroganik, antara lain untuk pengaturan waktu pemberian pakan ikan dan sirkulasi air. c. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan pada 58 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 64.
    pemanfaatan bambu sebagaipengganti pipa paralon untuk pertanian hidroganik 59 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 65.
    DAFTAR PUSTAKA Basiri. (2019).Edukasi Pertanian Hidroganik Padi. Budiyanto, H., Haris, M., Setiawan, A. B., Sonalitha, E., & Iqbal, M. (2019). Teknologi greenhouse hidroganik dengan tenaga listrik. Seminar Nasional Infrastruktur Berkelanjutan Era R e v o l u s i I n d u s t r i 4 . 0 , 2 , 6 . https://ejournal.itn.ac.id/index.php/semsina/article/view/22 20 Dunlop, J. P. (1997). Batteries and Charge Control in Stand-Alone Photovoltaic Systems Batteries and Charge Control in Stand- Alone Photovoltaic Systems Fundamentals and Application. http://www.fsec.ucf.edu/en/publications/pdf/FSEC-CR- 1292-01.pdf Lee-Smith, D., Mougeot, L., Levenston, M., Mann, P., Brown, K., & Kaufman, J. (2010). On the past and the future of the urban agriculture movement: Reflections in tribute to Jac Smit. Journal of Agriculture, Food Systems, and Community D e v e l o p m e n t , 1 ( 2 ) , 1 7 – 3 9 . https://doi.org/10.5304/jafscd.2010.012.009 Manimekalai, P. (2013). An Overview of Batteries for Photovoltaic ( PV ) Systems. International Journal of Computer Applications ( 0 9 7 5 – 8 8 8 7 ) , 8 2 ( 1 2 ) , 2 8 – 3 2 . http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1. 401.7780&rep=rep1&type=pdf Nasr, J. (1997). Urban agriculture: food, jobs and sustainable cities. In Urban Agriculture (2001st ed., Vol. 34, Issue 11, pp. 34- 6355-34–6355). The Urban Agriculture Network, Inc. https://doi.org/10.5860/choice.34-6355 60 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 66.
    Osaretin, C. A.,& Edeko, F. (2015). Design and implementation of a solar charge controller with. Journal of electrical and e l e c t r o n i c e n g i n e e r i n g , 1 2 ( 2 ) , 4 0 – 5 0 . https://www.researchgate.net/publication/303683238_Des ign_And_Implementation_Of_A_Solar_Charge_Controller_ With_Variable_Output Pratiwi, Y. I., Ali, M., Setiawan, M. I., Budiyanto, H., & Sucahyo, B. S. (2017). Urban Agriculture Technology to Support Urban Tourism. ADRI International Journal Of Agriculture, 1(1), 5 7 – 6 0 . h t t p : / / e j o u r n a l . p - adri.org/index.php/ijag/article/view/142 Sudarmo, A. P. (2018). Pemanfaatan pertanian secara hidroponik untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di Daerah Perkotaan. In A. Lilik Aslichati, Tutisiana, Adi Suryanto (Ed.), Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakt Universitas Terbuka (pp. 1–8). Universitas Terbuka. Suharyanto, H. (2011). Ketahanan Pangan Heri Suharyanto * Abstrak . Sosial Humaniora, 4(2), 186–194. http://iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/633/355 Suryani, A., Fadhillah, A. P., Saichu, & Mubarok, H. (2018). Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dos & Don ’ ts (B. Ramadhani (ed.); 1st ed.). Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH. http://ebtke.esdm.go.id/post/2018/08/31/2007/buku.pan duan.instalasi.pembangkit.listrk.tenaga.surya Udin, A. (2017). BBPP Ketindan Kembangkan Sayuran Organik D e n g a n H i d r o g a n i k . B B P P K e t i n d a n , 1 . http://www.swadayaonline.com/artikel/377/BBPP- Ketindan-Kembangkan-Sayuran-Organik-Dengan- Hidroganik/ 61 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 67.
    Buku ini menyajikanberbagai teori tentang pertanian organik, bangunan greenhouse, sayur hidroganik dan aplikasinya dalam bentuk bangunan greenhouse untuk tanaman sayur dengan sistem hidroganik menggunakan energi surya fotovoltaik. Desain, pembuatan dan pemasangan greenhouse ini telah diaplikasikan di Kampung Bunga Grangsil Desa Jambangan Kabupaten Malang yang dilakukan oleh para penulis melalui Program Produk Teknologi yang Di Desiminasikan Ke Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2019 berjudul “Inovasi Teknologi Hidroganik Dengan Tenaga Listrik Mandiri Fotovoltaik”. Pengabdian ini didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Teknologi Nasional. Diharapkan buku ini dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi akademisi dan praktisi dalam program ketahanan pangan di Indonesia. Ir. Hery Budiyanto, MSA., PhD. Adalah dosen Prodi Arsitektur Universitas Merdeka Malang. Pendidikan S1 dan S2 Arsitektur ditempuh di Institut Teknologi Bandung dan Pendidikan S3 Urban & Regional Planning ditempuh di Universiti Teknologi Malaysia. Penelitian tentang Bangunan Greenhouse Sayur Hidroganik dengan Energi Surya dilakukan pada tahun 2019. Penulis Munanto Haris, SST.,MP. adalah Widyaiswara di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Malang, D4 lulusan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian dan S2 Ilmu Pertanian Universitas Brawijaya. Pernah bertugas di Balai Informasi Penyuluhan (BIP) Provinsi Jambi, dan di Balai Besar Pelatihan Binuang, Kalimantan Selatan. Tugas tambahan lain sebagai Asesor Kompetensi Penyuluhan Pertanian sejak tahun 2012 dan Pengurus Inti Perhimpunan Penyuluh Pertanian (PERHIPTANI) Wilayah Jawa Timur sejak tahun 2015. Ahli di bidang Penyuluhan Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat Pertanian 62 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya
  • 68.
    Aries Boedi Setiawan,ST., MM adalah dosen Teknik Elektro Universitas Merdeka Malang. S1 Teknik Elektro Universitas Brawijaya dan S2 Magister Manajemen Universitas Merdeka Malang. Berbagai penelitian telah dilakukan dalam bidang Energi Surya Fotovoltaik. Muhammad Iqbal Nur Budiyantoputra, S.Ars. Adalah lulusan S1 Arsitektur di Universitas Merdeka Malang. Saat ini sedang menempuh studi S2 Prodi Arsitektur dan sedang melakukan penelitian Tesis Desain berjudul “Rumah Sakit Darurat Bencana dengan Struktur Tiup” 63 Greenhouse Bambu Untuk Tanaman Sayur Hidroganik Dengan Listrik Tenaga Surya