Sebuah penciuman dapat membawa banyak kenangan, merubah mood seseorang, dan bahkan
mengubah kinerja seseorang. Is that true?
“The proust phenomenon” adalah fenomena yang terjadi ketika aroma tertentu dapat
membangkitkanmemori spesifik. Bulbus olfactorius merupakan bagian dari sistem limbic, sebuah area
yang sangatdekatdenganmemori danperasaansehingga bagian ini kadang disebut “emotional brain”.
Ia memilikihubungan “intim”denganamygdalayangmenyeimbangkanaktivitasfisiologi yaituendokrin
dan sistemimun,dengankatalainia mempengaruhi seseorangsecarafisiologi danpsikologi,sertadekat
dengan hippokampus yang responsibel terhadap associative learning. Meskipun memiliki ikatan yang
kuat, bau tidak akan memicu kenangan jika bukan untuk respon dari suatu kondisi.
Ketika anda pertama kali mencium aroma baru, anda akan mencoba menghubungkannya dengan
suatukejadian,seseorang,suatubenda, ataubahkan hilang begitu saja setelah beberapa saat. Bila kita
mencium aroma tersebut lagi, hubungan sudah terjalin, dan siap untuk mendatangkan memori atau
suasanahati. Chlorine bisamemanggil ingatandari kolamkenangansecara spesifik atau membuat anda
sekedar merasa. Mencium bunga tertentu misalnya, dapat mengganggu anda tanpa anda tahu
mengapa. Ini adalah bagian dari alasan mengapa tidak semua orang suka bau yang sama. Bahkan
beberapapenelitian sebelumnya menunjukkan bahwa amygdala diaktivasi secara adekuat oleh organ
sensum olfaktori dibandingkan dengan organ sensuum lain, seperti mata dan telinga.
Tidak hanya merubah perasaan, bau dapat menjadi reminder. Masa muda, adalah hal yang paling
sering diingat karena berbagai macam bau kita hadapi pertama kali saat masa muda. Tapi sebenarnya,
kita membuat hubungan antara bau dan emosi bahkan sebelum kita lahir. Bayi yang terkena alkohol,
asap rokok, atau bawang putih di dalam rahim menunjukkan preferensi untuk bau. Bagi mereka bau
dapat membuat mereka sedih atau bahkan membuat mereka nyaman.
Pada penelitian Matsunaga et al. (2011), bau tidak hanya mengingatkan kita pada memori spesifik
dan merubah perasaan, namun juga menimbulkan respon fisiologi berupa penurunan detak jantung,
peningkatan skin-conductance level, dan penurunan IL-2 perifer. Hal ini membuktikan bahwa bau
nostalgia mengubah keadaan mood, saraf otonom, endokrin, dan aktivitas imun. Pada penelitian
tersebutjugadisebutkanbahwamenciumbauyangberkenaan riwayat diri sendiri dapat menimbulkan
perasaan positif. Jadi, sudah terbayang kekuatan sebuah bau?
Referensi
Dowdey, Sarah. 2012. Smell and Memory. How Smell Works. Available at
http://health.howstuffworks.com/mental-health/human-nature/perception/smell3.htm. 2
Februari 2015 (17:29)
Matsunaga, Masahiro,TokikoIsowa,Kaori Yamakawa,YokoKawanishi,HirohitoTsuboi,Hiroshi Kaneko,
et al. 2011. Psychological and physiological responses to odor-evoked autobiographic memory.
Activitas Nervosa Superior Rediviva 53(3) :
Konnikova, Maria. 2014. Smells like old Times. Scientific American 23(1): 1-2

GABRIELLA C A fun fact - sensuum - olfactorius

  • 1.
    Sebuah penciuman dapatmembawa banyak kenangan, merubah mood seseorang, dan bahkan mengubah kinerja seseorang. Is that true? “The proust phenomenon” adalah fenomena yang terjadi ketika aroma tertentu dapat membangkitkanmemori spesifik. Bulbus olfactorius merupakan bagian dari sistem limbic, sebuah area yang sangatdekatdenganmemori danperasaansehingga bagian ini kadang disebut “emotional brain”. Ia memilikihubungan “intim”denganamygdalayangmenyeimbangkanaktivitasfisiologi yaituendokrin dan sistemimun,dengankatalainia mempengaruhi seseorangsecarafisiologi danpsikologi,sertadekat dengan hippokampus yang responsibel terhadap associative learning. Meskipun memiliki ikatan yang kuat, bau tidak akan memicu kenangan jika bukan untuk respon dari suatu kondisi. Ketika anda pertama kali mencium aroma baru, anda akan mencoba menghubungkannya dengan suatukejadian,seseorang,suatubenda, ataubahkan hilang begitu saja setelah beberapa saat. Bila kita mencium aroma tersebut lagi, hubungan sudah terjalin, dan siap untuk mendatangkan memori atau
  • 2.
    suasanahati. Chlorine bisamemanggilingatandari kolamkenangansecara spesifik atau membuat anda sekedar merasa. Mencium bunga tertentu misalnya, dapat mengganggu anda tanpa anda tahu mengapa. Ini adalah bagian dari alasan mengapa tidak semua orang suka bau yang sama. Bahkan beberapapenelitian sebelumnya menunjukkan bahwa amygdala diaktivasi secara adekuat oleh organ sensum olfaktori dibandingkan dengan organ sensuum lain, seperti mata dan telinga. Tidak hanya merubah perasaan, bau dapat menjadi reminder. Masa muda, adalah hal yang paling sering diingat karena berbagai macam bau kita hadapi pertama kali saat masa muda. Tapi sebenarnya, kita membuat hubungan antara bau dan emosi bahkan sebelum kita lahir. Bayi yang terkena alkohol, asap rokok, atau bawang putih di dalam rahim menunjukkan preferensi untuk bau. Bagi mereka bau dapat membuat mereka sedih atau bahkan membuat mereka nyaman. Pada penelitian Matsunaga et al. (2011), bau tidak hanya mengingatkan kita pada memori spesifik dan merubah perasaan, namun juga menimbulkan respon fisiologi berupa penurunan detak jantung, peningkatan skin-conductance level, dan penurunan IL-2 perifer. Hal ini membuktikan bahwa bau nostalgia mengubah keadaan mood, saraf otonom, endokrin, dan aktivitas imun. Pada penelitian tersebutjugadisebutkanbahwamenciumbauyangberkenaan riwayat diri sendiri dapat menimbulkan perasaan positif. Jadi, sudah terbayang kekuatan sebuah bau? Referensi Dowdey, Sarah. 2012. Smell and Memory. How Smell Works. Available at http://health.howstuffworks.com/mental-health/human-nature/perception/smell3.htm. 2 Februari 2015 (17:29) Matsunaga, Masahiro,TokikoIsowa,Kaori Yamakawa,YokoKawanishi,HirohitoTsuboi,Hiroshi Kaneko, et al. 2011. Psychological and physiological responses to odor-evoked autobiographic memory. Activitas Nervosa Superior Rediviva 53(3) : Konnikova, Maria. 2014. Smells like old Times. Scientific American 23(1): 1-2