FARMAKOLOGI
DASAR
TBMT
DIKLAT INTERNAL
Golongan Obat
1. Cardiac drugs
2. Anti-virus
3. Anti-amuba
4. Antipirai
5. AINS
6. Antibiotik
7. GI tract drugs
8. Corticosteroid & antihistamin
9. Roborantia
10. Preparat Topikal
11.Respiratory drugs
12.Lain-lain
KETERANGAN :
• D : Dosis
• I : Indikasi
• KO : Kontra Indikasi
• ESO : Efek Samping Obat
• IO : Interaksi Obat
Cardiac Drugs
1). Hidrochlorothiazide 25 mg dan 50 mg
 Golongan Diuretik Thiazid
D : 50-200 mg/hari
I : Diuretika, Udema, Terapi tambahan pada
Tatalaksana Hipertensi
KI : Anuria, Dekompensasi ginjal, Penggunaan
bersama Lithium
ESO : Gangguan Metabolik, Imbalans
Elektrolit(Menekan K), Hipotensi Postural
IO : Digitalis, alcohol, opioid, steroid
 Biasanya digunakan bersamaan dengan golongan
antihipertensi lain sebagai potensial diuretic (Efek
Potensiasi)
2). Captopril 12,5 mg dan 25 mg
 Golongan ACE inhibitor
D : 25-125 mg/hari
I : Hipertensi, Gagal Jantung
KI : Hamil, Gagal ginjal, Stenosis aorta
ESO : Batuk kering, Proteinuria, Ruam kulit
IO : Minoksidil, Suplemen K, Diuretik Hemat kalium
 Efek jangka panjang  BATUK KERING.
Jangan terburu buru mengobati batuk karena drug-induced
cough akan berhenti setelah obat dihentikan.
3). Nifedipine 10 mg
 Golongan Ca Antagonis Dihidropiridin
D : 10-30 mg/hari
I : Hipertensi, UAP, SAP, Sindroma Raynaud,
Premature Labour, Spasme esophagus
KI : Hamil, laktasi
ESO : Takikardia, Udema, Palpitasi
IO : Jus Grapefruit
4). Aspirin 80 mg
 Golongan Asam Asetil salisilat
D : 80-160 mg/ hari
I : TIA, SI, Infark miokard
KI : Tukak peptic, gangguan perdarahan
ESO : Nyeri lambung, gangguan masa
pembekuan
IO : Antikoagulan, Kortikosteroid,
Sulfonilurea, Metotreksat.
5). ISDN 5 mg
 Golongan Isosorbid Dinitrat
D : 5-10 mg SL saat serangan, 10-20 mg/per pemberian
4x sehari(jangka panjang)
I : Terapi dan profilaksis angina pectoris, profilaksis
serangan nokturna angina
KI : Hipotensi terutama tekanan sistolik yang rendah,
glaucoma, perdarahan serebral, gangguan sirkulasi
akut.
ESO : Takikardi, nyeri kepala, hipotensi ortostatik
IO : Vasodilator lain, alcohol
 Bersama Morfin, Oksigen, ISDN, Aspirin, Clopidogrel ditekankan
dalam tatalaksana emergensi akut STEMI. (MONACo)
 Bersama morfin, oksigen, furosemid, ISDN ditekankan
dalam emergensi Udema Paru Akut e.c Gagal Jantung.
AINS/NSAID
1) As. Mefenamat 500 mg
 Analgesik asam fenamat golongan klorobenzoat
D : Awal 500 mg kemudian 250 mg tiap 6jam
I : Analgesik, antiinflamasi,antipiretik
KI : Tukak peptic, kerusakan ginjal, asma yg sensitive
terhadap AINS
ESO : Gangguan GI, mual, muntah, diare.
IO : Antikoagulan oral
 Penggunaaan yang kurang tepat dan tidak disertai pelindung
GI, akan menyebabkan perdarahan saluran cerna massif
2) Piroxicam 10 mg
 Analgesik cox inhibitor non-selektif
D : Awal 40 mg/hari dilanjutkan 20 mg(OA, RA)
dilanjutkan 40mg (Gout)
I : OA, RA, nyeri post operatif, dismenorea
KI : Hipersensitif thp aspirin, riwayat perdarahan GI
ESO : Gangguan GI dan perdarahan
IO : Aspirin, Lithium, Warfarin
 Penggunaan yang kurang tepat dan tidak disertai pelindung
GI akan menyebabkan perdarahan saluran cerna massif.
3) Ibuprofen 400 mg
 Analgesik cox inhibitor non-spesifik isobutilpropanoat
fenolik acid
D : 400 -1200 mg
I : Analgesik
KI : Hipersensitif aspirin, laktasi
ESO : Gangguan GI dan perdarahan.
IO : Aspirin, Lithium, Warfarin, Sulfonilurea, MTX
 Merupakan WHO Model List of Essentials Medicine.
Penggunaan paling umum ialah dalam bentuk peluru
suppositoria untuk menurunkan demam anak. Seperti COX
inhibitor lain, penggunaan berlebihan dan tidak tepat guna
akan mengakibatkan perdarahan saluran cerna.
4) Antalgin 500 mg
 Analgetik gol sodium metamizol(metampiron)
D : 500mg-2000 mg per hari
I : Analgesik
KI : Gangguan perdarahan, porfiria
IO : Klorpromazin
 Merupakan salah satu analgetik yg sering digunakan secara
luas dan sering pula menyebabkan reaksi agranulositosis,
hipersensitivitas, anafilaktik.
Antibiotik
1) Amoxicillin 500 mg/125mg-5mL
 Golongan penisilin beta laktam spectrum luas gram (+) dan (–)
D : 1500 mg/hari
I : Infeksi saluran nafas, THT, saluran kemih, GI, kulit, jaringan
lunak, tulang, pelvis, kandung empedu, GO, Sifilis, septicemia,
endokarditis, meningitis, peritonitis, abses gigi, demam enteric.
KI : Hipersensitif, mononucleosis
IO : Probenesid, Alopurinol, Asam klavulanat
 Merupakan first line antibiotic yang sering digunakan di Indonesia 
banyak pembelian secara bebas  resistensi obat sering dijumpai /
MRSA (metisilin resisten staph aureus).
 Pemberian amoksisilin dipotensiasi dengan asam klavulanat. Pemberian
amoksisilin pada mono/kissing disease akan menimbulkan rash
makulopapular yg disebut amoksisilin induced morbiliform rash.
2) Tetracyclin 500 mg
 Golongan broad-spektrum poliketida
D : 500-2000 mg/hari
I : Infeksi riketsial, klamidia, mikoplasma,
limfogranuloma, meningokokus, gonokokus,
treponemalgram - dan +
KI : Hipersensitif, hamil, anak <8 tahun, gangguan
ginjal berat
IO : Potensiasi efek antikoagulan dan sulfonylurea.
Absorbsi berkurang dengan ion logam.
ESO : Diskolorasi pada pertumbuhan gigi (grey-yellow-
brown teeth), nubian mummies, fotosensitivitas
kulit yang menginduksi lupus(diskoid) dan hepatitis
(drug-induced), gangguan pertumbuhan tulang dan
gigi pd kehamilan dan laktasi, menyebabkan
mikrovaskular fatty liver.
3) Erithromycin 500 mg
 Golongan broad spectrum makrolid-beta laktam
D : 1000-2000mg/hari
I : ISPA, pneumonia, infeksi kulit dan jar lunak. Profilaksis
pre op dan luka bakar. Osteomyelitis dan odontitis,
pulpitis, GO,LGV, difteri dan scarlet fever.
KI : Hipersensitif, Gangguan fungsi hati, kehamilan, stenosis
pylorus.
IO : Potensiasi dengan karbamazepin, teofilin, siklosporin,
warfarin, alkaloid ergot, pil kontrasepsi.
 Umum digunakan bagi mereka yg alergi terhadap golongan
penisilin. Daya bakterisid sedikit melebihi golongan penisilin,
terutama mycoplasma dan legionella. E.s terutama gangguan GI
karena daya promotilitas tinggi. Dilaporkan pula kejadian aritmia
(LQTS) dan tinnitus.
4) Kloramfenikol 250mg/125mg-5mL
 Golongan antibiotic prototipikal
D : 750-2000 mg/hari
I : Demam tifoid dan paratifoid, gastroenteritis,
bruselosis, riketsia, disentri, meningitis.
Topikal: infeksi mata dan telinga dan kulit dan jar lunak.
KI : Hipersensitif, anemia, kehamilan trimester 3, laktasi.
IO : Paracetamol, antikoagulan oral, obat hipoglikemik oral,
siklofosfamid, fenitoin.
 Bersama tetrasiklin merupakan golongan antibiotic yang umum
digunakan pada kasus infeksi dunia-ketiga (3rd world infections).
Merupakan 2nd line drug untuk kolera-resisten-tetrasiklin dan
tifoid.
 Penggunaan kloramfenikol erat kaitannya dengan idiosinkrasi
G6PD dan toksisitas sum-sum tulang(anemia aplastik).
5) Ciprofloxacin 500 mg
 Golongan broad-spectrum fluorokuinolon
D : 1000 mg/hari
I : ISK, GI, GO, Sal nafas, Tifoid.
KI : Anak pada masa pertumbuhan, kehamilan, laktasi.
IO : As Askorbat, antasida, teofilin.
 Salah satu antibiotic gol fluorokuinolin yang mulai banyak
dan sering digunakan secara bebas. Mulai diketemukan
resistensi terhadap dekstromer dari ciprofloxacin (D-Cipro)
sehingga mulai digunakan derivate levomer dan derivate
lainnya.
6) Ampicillin 500 mg
 Golongan penisilin gram- dan gram +
D : 1000-3000 mg/ hari
I : ISK, infeksi tr resp, infeksi GI, otitis.
KI : Hipersensitif penisilin. Mononukleosis
IO : Probenesid, alopurinol, kontrasepsi oral, atenolol.
 Mempunyai potensi dan cara kerja mirip amoksisilin.
 Penggunaan bersama dengan sulbaktam kini dilakukan guna
potensiasi dan pencegahan resistensi.
7) Kotrimoksazole 480 mg/960 mg (forte)
 Golongan kombinasi trimetoprim-sulfametoksazol
(80mg:400mg)
D : 2 x 2tab, 5x2 tab(GO, hanya diberikan sehari)
I : Infeksi GI, enteric, sal nafas
KI : Hipersensitif golongan sulfa, kerusakan hati dan ginjal
berat, hamil, laktasi, porfiria, blood diskrasia.
IO : PABA dan prokain(menurun), warfarin, metotreksat,
sulfonylurea (potensiasi)
 Masuk dalam guidelines gangguan pencernaan pada MTBS
Indonesia.
Anti Virus
1) Acyclovir 400 mg
 Golongan antivirus
D : 1000 mg perhari (herpes simpleks) 4000 mg (herpes
zoster dan varicella), anak ½ dosis dewasa
I : Herpes simpleks inisial dan rekuren pada kulit dan
selaput lendir, infeksi virus varicella zooster
KI : Hipersensitif
IO : Half life meningkat dengan probenesid
 Asiklovir dan derivatnya merupakan antivirus tersering
digunakan dalam klinis.
Anti-Fungi
1) Griseofulvin 125 mg
D : 500 mg/hari. Anak 10 mg/kg BB single dose
I : Dermatofitosis kulit dan kuku atatupun corporeal yg
sulit diatasi
KI : Porfiria, hamil, gagal hati
IO : Menurunkan kadar antikoagulan warfarin. Absorbsi
berkurang dengan barbiturate. Mengurangi efek
kontrasepsi oral. Meningkatkan efek alcohol
2) Ketoconazole 200 mg
D : Dewasa 1 tab/hari. Anak 50-100 mg/hari
I : Mikosis subkutan kronik dan sistemik termasuk
parakokidiomikosis, histoplasmosis, kromomikosis
KI : Gagal hati
IO : Siklosporin, antasida, AH2 dan warfarin
 Pemberian antifungal hanya single dose/hari karena waktu
paruh yang cukup panjang.
 Setiap pemberian antifungal akan meningkatkan
kemungkinan resiko kegagalan fungsi hati.
Anti Amoeba
1) Metronidazole 500 mg
 Antiamoeba golongan nitroimidazole
D : 1500 mg/hari
I : Pengobatan infeksi bakteri anaerob, amebiasis, giardiasis
KI : Hipersensitif, kehamilan trimester 1
IO : Koumarin, alcohol
GI Tract Drugs
1) Cimetidine 200 mg
D : 600-1200 mg/hari
I : Tukak peptic, GERD, menghambat ekskresi asam
lambung
KI : Tidak untuk< 16 tahun
IO : lidokain warfarin, fenitoin
2) Metoclopramide 10 mg
D : 15-30 mg
I : Gastroparesis diabetikum, antiemetik
KI : Kondisi yg melarang adanya perangsangan
motilitas
IO : Antikolinergik, depresan ssp,
ESO : Sedasi, sakit kepala, gejala ekstrapiramidal
3) Domperidone 10 mg
 Golongan Antidopaminergik
D : 10-30 mg/ hari 30 menit sblm makan.
I : Dispepsia fungsional, mual muntah akut dan mual
muntah akibat pemberian bromkriptin dan levodopa
KI : Prolaktinoma hipofise. Perhatian pada anak
ESO : Sedasi, Ekstrapiramidal sindroma, sakit kepala, ruam
kulit
IO : Analgesik opiate, antikolinergik, bromkriptin, antacid
4) Diaform
 Attapulgite koloid karbon aktif
D : 2 tab setiap BAB
I : Terapi simptomatik diare
KI : Hipersensitif. Intestinal obstruction
IO : Tetrasiklin
5) Loperamide 2 mg
D : Awal 2 tab, setiap diare 1 tab, maks 8 tab sehari
I : Diare non spesifik akut dan kronik
KI : Inhibisi peristaltic dilarang, hepatic failure, anak <12
tahun, colitis pseudomembran
6) Ranitidine150 mg
D : 150-200 mg/hari
I : Tukak peptik
KI : Kehamilan, laktasi
IO : Diazepam, lidokain, warfarin, fenitoin, propranolol
7) Antasida
 Golongan basa hidroklorida
D : 3 tab sehari SEBELUM makan
I : Tukak peptic, hiperasiditas
KI : Diet rendah fosfat, gagal ginjal
IO : Mengurangi efektifitas INH, tetrasiklin warfarin
kuinidin
8) Spasminal
D : 1-2 tab /hari
I : Antipasme hollow viscus
KI : Glaukoma, obstruksi, ileus, gagal hepar dan ginjal
IO : Antasida, antikolinergik, histamine
Corticosteroid
& Antihistamin
1) Prednison 5 mg
2) Licodexon dexametason 0.75 mg
3) CTM 4 mg
4) Cortisone
5) Loratadine
6) Metilprednisolon
7) Molacort
Roborantia
1) Univit multivitamin sirup 60 ml
2) Sulfas ferosus 200 mg
3) Vit. C 25 mg
4) Vit. B complex
5) Vit. B 12
6) Vit. B1
7) Liconam ( vit. B6 ) 10 mg
8) Vit. K
9) Etabion
Obat Topikal
1) Talc salycyl 2 %
2) Hidrocortisone cream 2.5 %
3) Trifamycetin chloramphenicol
4) Salep tetrasiklin (oxitetra) 5 gr
5) Erlamycetin eyedrop
6) Albothyl
7) Dermifar
8) Gentamycin
9) Mazole cream
10) Miconazole
11) Salep 24 HCl 2%
12) Thrombopop gel
13) Trifacyclin
Respiratory
Drugs
1) Salbutamol 4 mg
2) Rifampicin 450 mg
3) Etambuthol 50 mg
4) Isoniazide
5) OBH
6) Pirazinamide 500 mg
7) Pimtrakol 60 ml ;
- Acetaminophenum 125 mg
- Gliseril guaiakolat 50 mg
- Ephedrine hidrochloridum 2,5 mg
- Chlorpheniramine maleas 2 mg
- Thiamine hydrochloridum 1 mg
- Pyridoxine hydrochloridum 0,5 mg
- Nicotinamidum 5 mg
- Calcil pantothenas 1 mg
8) Baby’s cough sirup 60 ml ;
- Paracetamol 120 mg
- Gliseril guaiakolat 25 mg
9) Paraflu ;
- Paracetamol 500 mg
- Phenilpropanolamin HCL 12.5 mg
- Chlorpheniramine maleat 50 mg
- Gliseril guaiakonat 50 mg
- Alkohol 4,8%
10) Novadryl 60 ml ;
- Diphenhydramin
- HCL 13.5 mg
- Amonium klorida 12.5 mg
- Natrium sitrat 55 mg
11) Gliseril guaiaconat 100 mg
12) Aminophylin 200 mg
13) Dekstrometrofan 15 mg
14) Bronex
- Bromhexin HCL 8 mg
- Ambroxol hidroklorida 30 mg
15) Ambroxol
16) Pacdin cough
- Paracetamol 120 mg
- Gliseril guaiakonat 50 mg
- Klorfeniramine 1 mg
Obat Lain-lain
1) Diazepam
D : 0,15- 0,25 mg/kgBB
I : Antikonvulsan, antiansietas, dan banyak lagi
KI : Hiperkapnia, intoxikasi alkohol
IO : Alkohol
ESO : Depresi SSP, withdrawal
2) Pirantel pamoat
D : 10 mg/kg BB dosis tunggal
I : Infeksi askariasis, oxyuris, ankilostoma, necator,
trikostrongilides
KI : Hipersensitif
IO : Antagonis oleh piperazine
“
”
TERIMA KASIH

FARMAKOLOGI DASAR .pptx

  • 1.
  • 2.
    Golongan Obat 1. Cardiacdrugs 2. Anti-virus 3. Anti-amuba 4. Antipirai 5. AINS 6. Antibiotik 7. GI tract drugs 8. Corticosteroid & antihistamin 9. Roborantia 10. Preparat Topikal 11.Respiratory drugs 12.Lain-lain
  • 3.
    KETERANGAN : • D: Dosis • I : Indikasi • KO : Kontra Indikasi • ESO : Efek Samping Obat • IO : Interaksi Obat
  • 4.
  • 5.
    1). Hidrochlorothiazide 25mg dan 50 mg  Golongan Diuretik Thiazid D : 50-200 mg/hari I : Diuretika, Udema, Terapi tambahan pada Tatalaksana Hipertensi KI : Anuria, Dekompensasi ginjal, Penggunaan bersama Lithium ESO : Gangguan Metabolik, Imbalans Elektrolit(Menekan K), Hipotensi Postural IO : Digitalis, alcohol, opioid, steroid  Biasanya digunakan bersamaan dengan golongan antihipertensi lain sebagai potensial diuretic (Efek Potensiasi)
  • 7.
    2). Captopril 12,5mg dan 25 mg  Golongan ACE inhibitor D : 25-125 mg/hari I : Hipertensi, Gagal Jantung KI : Hamil, Gagal ginjal, Stenosis aorta ESO : Batuk kering, Proteinuria, Ruam kulit IO : Minoksidil, Suplemen K, Diuretik Hemat kalium  Efek jangka panjang  BATUK KERING. Jangan terburu buru mengobati batuk karena drug-induced cough akan berhenti setelah obat dihentikan.
  • 9.
    3). Nifedipine 10mg  Golongan Ca Antagonis Dihidropiridin D : 10-30 mg/hari I : Hipertensi, UAP, SAP, Sindroma Raynaud, Premature Labour, Spasme esophagus KI : Hamil, laktasi ESO : Takikardia, Udema, Palpitasi IO : Jus Grapefruit
  • 11.
    4). Aspirin 80mg  Golongan Asam Asetil salisilat D : 80-160 mg/ hari I : TIA, SI, Infark miokard KI : Tukak peptic, gangguan perdarahan ESO : Nyeri lambung, gangguan masa pembekuan IO : Antikoagulan, Kortikosteroid, Sulfonilurea, Metotreksat.
  • 13.
    5). ISDN 5mg  Golongan Isosorbid Dinitrat D : 5-10 mg SL saat serangan, 10-20 mg/per pemberian 4x sehari(jangka panjang) I : Terapi dan profilaksis angina pectoris, profilaksis serangan nokturna angina KI : Hipotensi terutama tekanan sistolik yang rendah, glaucoma, perdarahan serebral, gangguan sirkulasi akut. ESO : Takikardi, nyeri kepala, hipotensi ortostatik IO : Vasodilator lain, alcohol  Bersama Morfin, Oksigen, ISDN, Aspirin, Clopidogrel ditekankan dalam tatalaksana emergensi akut STEMI. (MONACo)  Bersama morfin, oksigen, furosemid, ISDN ditekankan dalam emergensi Udema Paru Akut e.c Gagal Jantung.
  • 14.
  • 15.
    1) As. Mefenamat500 mg  Analgesik asam fenamat golongan klorobenzoat D : Awal 500 mg kemudian 250 mg tiap 6jam I : Analgesik, antiinflamasi,antipiretik KI : Tukak peptic, kerusakan ginjal, asma yg sensitive terhadap AINS ESO : Gangguan GI, mual, muntah, diare. IO : Antikoagulan oral  Penggunaaan yang kurang tepat dan tidak disertai pelindung GI, akan menyebabkan perdarahan saluran cerna massif
  • 17.
    2) Piroxicam 10mg  Analgesik cox inhibitor non-selektif D : Awal 40 mg/hari dilanjutkan 20 mg(OA, RA) dilanjutkan 40mg (Gout) I : OA, RA, nyeri post operatif, dismenorea KI : Hipersensitif thp aspirin, riwayat perdarahan GI ESO : Gangguan GI dan perdarahan IO : Aspirin, Lithium, Warfarin  Penggunaan yang kurang tepat dan tidak disertai pelindung GI akan menyebabkan perdarahan saluran cerna massif.
  • 19.
    3) Ibuprofen 400mg  Analgesik cox inhibitor non-spesifik isobutilpropanoat fenolik acid D : 400 -1200 mg I : Analgesik KI : Hipersensitif aspirin, laktasi ESO : Gangguan GI dan perdarahan. IO : Aspirin, Lithium, Warfarin, Sulfonilurea, MTX  Merupakan WHO Model List of Essentials Medicine. Penggunaan paling umum ialah dalam bentuk peluru suppositoria untuk menurunkan demam anak. Seperti COX inhibitor lain, penggunaan berlebihan dan tidak tepat guna akan mengakibatkan perdarahan saluran cerna.
  • 21.
    4) Antalgin 500mg  Analgetik gol sodium metamizol(metampiron) D : 500mg-2000 mg per hari I : Analgesik KI : Gangguan perdarahan, porfiria IO : Klorpromazin  Merupakan salah satu analgetik yg sering digunakan secara luas dan sering pula menyebabkan reaksi agranulositosis, hipersensitivitas, anafilaktik.
  • 23.
  • 24.
    1) Amoxicillin 500mg/125mg-5mL  Golongan penisilin beta laktam spectrum luas gram (+) dan (–) D : 1500 mg/hari I : Infeksi saluran nafas, THT, saluran kemih, GI, kulit, jaringan lunak, tulang, pelvis, kandung empedu, GO, Sifilis, septicemia, endokarditis, meningitis, peritonitis, abses gigi, demam enteric. KI : Hipersensitif, mononucleosis IO : Probenesid, Alopurinol, Asam klavulanat  Merupakan first line antibiotic yang sering digunakan di Indonesia  banyak pembelian secara bebas  resistensi obat sering dijumpai / MRSA (metisilin resisten staph aureus).  Pemberian amoksisilin dipotensiasi dengan asam klavulanat. Pemberian amoksisilin pada mono/kissing disease akan menimbulkan rash makulopapular yg disebut amoksisilin induced morbiliform rash.
  • 26.
    2) Tetracyclin 500mg  Golongan broad-spektrum poliketida D : 500-2000 mg/hari I : Infeksi riketsial, klamidia, mikoplasma, limfogranuloma, meningokokus, gonokokus, treponemalgram - dan + KI : Hipersensitif, hamil, anak <8 tahun, gangguan ginjal berat IO : Potensiasi efek antikoagulan dan sulfonylurea. Absorbsi berkurang dengan ion logam. ESO : Diskolorasi pada pertumbuhan gigi (grey-yellow- brown teeth), nubian mummies, fotosensitivitas kulit yang menginduksi lupus(diskoid) dan hepatitis (drug-induced), gangguan pertumbuhan tulang dan gigi pd kehamilan dan laktasi, menyebabkan mikrovaskular fatty liver.
  • 28.
    3) Erithromycin 500mg  Golongan broad spectrum makrolid-beta laktam D : 1000-2000mg/hari I : ISPA, pneumonia, infeksi kulit dan jar lunak. Profilaksis pre op dan luka bakar. Osteomyelitis dan odontitis, pulpitis, GO,LGV, difteri dan scarlet fever. KI : Hipersensitif, Gangguan fungsi hati, kehamilan, stenosis pylorus. IO : Potensiasi dengan karbamazepin, teofilin, siklosporin, warfarin, alkaloid ergot, pil kontrasepsi.  Umum digunakan bagi mereka yg alergi terhadap golongan penisilin. Daya bakterisid sedikit melebihi golongan penisilin, terutama mycoplasma dan legionella. E.s terutama gangguan GI karena daya promotilitas tinggi. Dilaporkan pula kejadian aritmia (LQTS) dan tinnitus.
  • 30.
    4) Kloramfenikol 250mg/125mg-5mL Golongan antibiotic prototipikal D : 750-2000 mg/hari I : Demam tifoid dan paratifoid, gastroenteritis, bruselosis, riketsia, disentri, meningitis. Topikal: infeksi mata dan telinga dan kulit dan jar lunak. KI : Hipersensitif, anemia, kehamilan trimester 3, laktasi. IO : Paracetamol, antikoagulan oral, obat hipoglikemik oral, siklofosfamid, fenitoin.  Bersama tetrasiklin merupakan golongan antibiotic yang umum digunakan pada kasus infeksi dunia-ketiga (3rd world infections). Merupakan 2nd line drug untuk kolera-resisten-tetrasiklin dan tifoid.  Penggunaan kloramfenikol erat kaitannya dengan idiosinkrasi G6PD dan toksisitas sum-sum tulang(anemia aplastik).
  • 32.
    5) Ciprofloxacin 500mg  Golongan broad-spectrum fluorokuinolon D : 1000 mg/hari I : ISK, GI, GO, Sal nafas, Tifoid. KI : Anak pada masa pertumbuhan, kehamilan, laktasi. IO : As Askorbat, antasida, teofilin.  Salah satu antibiotic gol fluorokuinolin yang mulai banyak dan sering digunakan secara bebas. Mulai diketemukan resistensi terhadap dekstromer dari ciprofloxacin (D-Cipro) sehingga mulai digunakan derivate levomer dan derivate lainnya.
  • 34.
    6) Ampicillin 500mg  Golongan penisilin gram- dan gram + D : 1000-3000 mg/ hari I : ISK, infeksi tr resp, infeksi GI, otitis. KI : Hipersensitif penisilin. Mononukleosis IO : Probenesid, alopurinol, kontrasepsi oral, atenolol.  Mempunyai potensi dan cara kerja mirip amoksisilin.  Penggunaan bersama dengan sulbaktam kini dilakukan guna potensiasi dan pencegahan resistensi.
  • 36.
    7) Kotrimoksazole 480mg/960 mg (forte)  Golongan kombinasi trimetoprim-sulfametoksazol (80mg:400mg) D : 2 x 2tab, 5x2 tab(GO, hanya diberikan sehari) I : Infeksi GI, enteric, sal nafas KI : Hipersensitif golongan sulfa, kerusakan hati dan ginjal berat, hamil, laktasi, porfiria, blood diskrasia. IO : PABA dan prokain(menurun), warfarin, metotreksat, sulfonylurea (potensiasi)  Masuk dalam guidelines gangguan pencernaan pada MTBS Indonesia.
  • 38.
  • 39.
    1) Acyclovir 400mg  Golongan antivirus D : 1000 mg perhari (herpes simpleks) 4000 mg (herpes zoster dan varicella), anak ½ dosis dewasa I : Herpes simpleks inisial dan rekuren pada kulit dan selaput lendir, infeksi virus varicella zooster KI : Hipersensitif IO : Half life meningkat dengan probenesid  Asiklovir dan derivatnya merupakan antivirus tersering digunakan dalam klinis.
  • 41.
  • 42.
    1) Griseofulvin 125mg D : 500 mg/hari. Anak 10 mg/kg BB single dose I : Dermatofitosis kulit dan kuku atatupun corporeal yg sulit diatasi KI : Porfiria, hamil, gagal hati IO : Menurunkan kadar antikoagulan warfarin. Absorbsi berkurang dengan barbiturate. Mengurangi efek kontrasepsi oral. Meningkatkan efek alcohol
  • 44.
    2) Ketoconazole 200mg D : Dewasa 1 tab/hari. Anak 50-100 mg/hari I : Mikosis subkutan kronik dan sistemik termasuk parakokidiomikosis, histoplasmosis, kromomikosis KI : Gagal hati IO : Siklosporin, antasida, AH2 dan warfarin  Pemberian antifungal hanya single dose/hari karena waktu paruh yang cukup panjang.  Setiap pemberian antifungal akan meningkatkan kemungkinan resiko kegagalan fungsi hati.
  • 46.
  • 47.
    1) Metronidazole 500mg  Antiamoeba golongan nitroimidazole D : 1500 mg/hari I : Pengobatan infeksi bakteri anaerob, amebiasis, giardiasis KI : Hipersensitif, kehamilan trimester 1 IO : Koumarin, alcohol
  • 49.
  • 50.
    1) Cimetidine 200mg D : 600-1200 mg/hari I : Tukak peptic, GERD, menghambat ekskresi asam lambung KI : Tidak untuk< 16 tahun IO : lidokain warfarin, fenitoin
  • 51.
    2) Metoclopramide 10mg D : 15-30 mg I : Gastroparesis diabetikum, antiemetik KI : Kondisi yg melarang adanya perangsangan motilitas IO : Antikolinergik, depresan ssp, ESO : Sedasi, sakit kepala, gejala ekstrapiramidal
  • 52.
    3) Domperidone 10mg  Golongan Antidopaminergik D : 10-30 mg/ hari 30 menit sblm makan. I : Dispepsia fungsional, mual muntah akut dan mual muntah akibat pemberian bromkriptin dan levodopa KI : Prolaktinoma hipofise. Perhatian pada anak ESO : Sedasi, Ekstrapiramidal sindroma, sakit kepala, ruam kulit IO : Analgesik opiate, antikolinergik, bromkriptin, antacid
  • 53.
    4) Diaform  Attapulgitekoloid karbon aktif D : 2 tab setiap BAB I : Terapi simptomatik diare KI : Hipersensitif. Intestinal obstruction IO : Tetrasiklin
  • 54.
    5) Loperamide 2mg D : Awal 2 tab, setiap diare 1 tab, maks 8 tab sehari I : Diare non spesifik akut dan kronik KI : Inhibisi peristaltic dilarang, hepatic failure, anak <12 tahun, colitis pseudomembran
  • 55.
    6) Ranitidine150 mg D: 150-200 mg/hari I : Tukak peptik KI : Kehamilan, laktasi IO : Diazepam, lidokain, warfarin, fenitoin, propranolol
  • 56.
    7) Antasida  Golonganbasa hidroklorida D : 3 tab sehari SEBELUM makan I : Tukak peptic, hiperasiditas KI : Diet rendah fosfat, gagal ginjal IO : Mengurangi efektifitas INH, tetrasiklin warfarin kuinidin
  • 57.
    8) Spasminal D :1-2 tab /hari I : Antipasme hollow viscus KI : Glaukoma, obstruksi, ileus, gagal hepar dan ginjal IO : Antasida, antikolinergik, histamine
  • 58.
  • 59.
    1) Prednison 5mg 2) Licodexon dexametason 0.75 mg 3) CTM 4 mg 4) Cortisone 5) Loratadine 6) Metilprednisolon 7) Molacort
  • 61.
  • 62.
    1) Univit multivitaminsirup 60 ml 2) Sulfas ferosus 200 mg 3) Vit. C 25 mg 4) Vit. B complex 5) Vit. B 12 6) Vit. B1 7) Liconam ( vit. B6 ) 10 mg 8) Vit. K 9) Etabion
  • 64.
  • 65.
    1) Talc salycyl2 % 2) Hidrocortisone cream 2.5 % 3) Trifamycetin chloramphenicol 4) Salep tetrasiklin (oxitetra) 5 gr 5) Erlamycetin eyedrop 6) Albothyl 7) Dermifar 8) Gentamycin 9) Mazole cream 10) Miconazole 11) Salep 24 HCl 2% 12) Thrombopop gel 13) Trifacyclin
  • 67.
  • 68.
    1) Salbutamol 4mg 2) Rifampicin 450 mg 3) Etambuthol 50 mg 4) Isoniazide 5) OBH 6) Pirazinamide 500 mg 7) Pimtrakol 60 ml ; - Acetaminophenum 125 mg - Gliseril guaiakolat 50 mg - Ephedrine hidrochloridum 2,5 mg - Chlorpheniramine maleas 2 mg - Thiamine hydrochloridum 1 mg - Pyridoxine hydrochloridum 0,5 mg - Nicotinamidum 5 mg - Calcil pantothenas 1 mg 8) Baby’s cough sirup 60 ml ; - Paracetamol 120 mg - Gliseril guaiakolat 25 mg 9) Paraflu ; - Paracetamol 500 mg - Phenilpropanolamin HCL 12.5 mg - Chlorpheniramine maleat 50 mg - Gliseril guaiakonat 50 mg - Alkohol 4,8% 10) Novadryl 60 ml ; - Diphenhydramin - HCL 13.5 mg - Amonium klorida 12.5 mg - Natrium sitrat 55 mg
  • 70.
    11) Gliseril guaiaconat100 mg 12) Aminophylin 200 mg 13) Dekstrometrofan 15 mg 14) Bronex - Bromhexin HCL 8 mg - Ambroxol hidroklorida 30 mg 15) Ambroxol 16) Pacdin cough - Paracetamol 120 mg - Gliseril guaiakonat 50 mg - Klorfeniramine 1 mg
  • 72.
  • 73.
    1) Diazepam D :0,15- 0,25 mg/kgBB I : Antikonvulsan, antiansietas, dan banyak lagi KI : Hiperkapnia, intoxikasi alkohol IO : Alkohol ESO : Depresi SSP, withdrawal 2) Pirantel pamoat D : 10 mg/kg BB dosis tunggal I : Infeksi askariasis, oxyuris, ankilostoma, necator, trikostrongilides KI : Hipersensitif IO : Antagonis oleh piperazine
  • 75.