EUTANASIA
RIZAL SANIF
Latar belakang
Penyakit yang tak tersembuhkan, pasien dalam
keadaan merana dan sekarat.
Pasien memohon agar dibebaskan penderitaannya
dan tidak ingin diperpanjang hidupnya lagi
Latar belakang
Pasien yang sudah tidak sadar, keluarga tidak tega
melihat pasien yang penuh penderitaan menjelang
ajalnya minta dokter untuk tidak meneruskan
🡪
pengobatan atau bila perlu memberikan obat yang
mempercepat kematian.
Topik
🞆 Apa pengertian dari Euthanasia?
🞆 Apa saja jenis-jenis Euthanasia?
🞆 Bagaimana tinjauan Etika terhadap Euthanasia?
🞆 Bagaimana tinjauan Hukum terhadap Euthanasia?
🞆 Bagaimana tinjauan Agama terhadap Euthanasia?
PENGERTIAN EUTANASIA
🞆 Euthanasia bahasa Yunani, yaitu eu dan thanatos.
🞆 Kata eu berarti baik, tanpa penderitaan dan thanatos berarti mati.
🞆 Euthanasia dapat diartikan mati dengan baik tanpa penderitaan.
🞆 Ada yang menerjemahkan mati cepat tanpa derita.
🞆 .
PENGERTIAN EUTANASIA
🞆 Secara etimologis euthanasia berarti kematian dengan baik tanpa
penderitaan, maka dari itu dalam mengadakan euthanasia arti
sebenarnya bukan untuk menyebabkan kematian, namun untuk
mengurangi atau meringankan penderitaan orang yang sedang
menghadapi kematiannya.
Menurut hasil seminar aborsi dan euthanasia ditinjau dari segi medis,
hukum dan psikologi, euthanasia diartikan:
🞆 a. Dengan sengaja melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidup
seorang pasien.
🞆 b. Dengan sengaja tidak melakukan sesuatu (palaten) untuk
memperpanjang hidup pasien
🞆 c. Dilakukan khusus untuk kepentingan pasien itu sendiri atas
permintaan atau tanpa permintaan pasien.
🞆 Menurut kode etik kedokteran indonesia, kata euthanasia
dipergunakan dalam tiga arti:
a. Berpindahnya ke alam baka dengan tenang dan aman tanpa
penderitaan, untuk yang beriman dengan nama Allah dibibir.
b. Ketika hidup berakhir, diringankan penderitaan sisakit dengan
memberinya obat penenang.
c. Mengakhiri penderitaan dan hidup seorang sakit dengan
sengaja atas permintaan pasien sendiri dan keluarganya.
Faktor-faktor euthanasia adalah sebagai
berikut:
1. Berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu
2. Mengakhiri hidup, mempercepat kematian,
atau tidak memperpanjang hidup pasien.
3. Pasien menderita suatu penyakit yang sulit
untuk disembuhkan kembali.
4. Atas atau tanpa permintaan pasien atau
keluarganya.
5. Demi kepentingan pasien dan keluarganya.
Jenis-Jenis Euthanasia
🞆 Ditinjau dari berbagai sudut, seperti cara pelaksanaanya, dari
mana datang permintaan, sadar tidaknya pasien dan lain-
lain.
1. Euthanasia aktif
2. Euthanasia pasif
Euthanasia aktif
🞆 Perbuatan yang dilakukan secara aktif oleh dokter untuk
mengakhiri hidup seorang (pasien) yang dilakukan secara
medis.
🞆 Biasanya dilakukan dengan penggunaan obat-obatan yang
bekerja cepat dan mematikan.
🞆 Euthanasia aktif terbagi menjadi dua golongan
a. Euthanasia aktif langsung
b. Euthanasia aktif tidak langsung
Euthanasia aktif langsung
🞆 Cara pengakhiran kehidupan melalui tindakan medis
yang diperhitungkan akan langsung mengakhiri hidup
pasien.
🞆 Misalnya dengan memberi tablet sianida atau suntikan
zat yang segera mematikan
Euthanasia aktif tidak langsung
🞆 Tindakan medis yang dilakukan tidak akan langsung
mengakhiri hidup pasien, tetapi diketahui bahwa risiko
tindakan tersebut dapat mengakhiri hidup pasien.
🞆 Misalnya, mencabut oksigen atau alat bantu kehidupan
lainnya
Euthanasia pasif
🞆 Perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan
atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup
manusia, sehingga pasien diperkirakan akan meninggal
setelah tindakan pertolongan dihentikan.
3. Euthanasia volunter
🞆 Euthanasia jenis ini adalah Penghentian tindakan pengobatan
atau mempercepat kematian atas permintaan sendiri.
4. Euthanasia involunter
🞆 Euthanasia involunter adalah jenis euthanasia yang dilakukan pada
pasien dalam keadaan tidak sadar yang tidak mungkin untuk
menyampaikan keinginannya. Dalam hal ini dianggap famili pasien
yang bertanggung jawab atas penghentian bantuan pengobatan.
Perbuatan ini sulit dibedakan dengan perbuatan kriminal.
🞆Kasus Hasan Kusuma – Indonesia
🞆 Sebuah permohonan untuk melakukan euthanasia pada
tanggal 22 Oktober 2004 telah diajukan oleh seorang suami
bernama Hassan Kusuma karena tidak tega menyaksikan
istrinya yang bernama Agian Isna Nauli, 33 tahun, tergolek
koma selama 2 bulan dan disamping itu ketidakmampuan
untuk menanggung beban biaya perawatan merupakan suatu
alasan pula.
.
🞆 Kasus Hasan Kusuma – Indonesia
🞆 Permohonan untuk melakukan euthanasia ini diajukan ke
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kasus ini merupakan salah
satu contoh bentuk euthanasia yang diluar keinginan pasien.
🞆 Permohonan ini akhirnya ditolak oleh Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat, dan setelah menjalani perawatan intensif maka
kondisi terakhir pasien (7 Januari 2005) telah mengalami
kemajuan dalam pemulihan kesehatannya.
Tinjauan Etika Euthanasia
Tinjauan Kedokteran
🞆 Profesi tenaga medis sudah sejak lama menentang euthanasia sebab
profesi kedokteran adalah untuk menyembuhkan dan bukan untuk
mematikan. Profesi medis adalah untuk merawat kehidupan dan
bukan untuk merusak kehidupan.
🞆 Sumpah Hipokrates jelas-jelas menolaknya, “Saya tidak akan
memberikan racun yang mematikan ataupun memberikan saran
mengenai hal ini kepada mereka yang memintanya.”
🞆 pasal 9, bab II KODEKI tentang kewajiban dokter kepada pasien,
disebutkan bahwa seorang dokter harus senantiasa mengingat akan
kewajiban melindungi hidup makhluk insani.
🞆 berarti bahwa menurut KODEKI, dokter tidak diperbolehkan mengakhiri
hidup seorang yang sakit meskipun menurut pengetahuan dan
pengalaman tidak akan sembuh lagi.
🞆 Tetapi apabila pasien sudah dipastikan mengalami kematian batang
otak atau kehilangan fungsi otaknya sama sekali, maka pasien tersebut
secara keseluruhan telah mati walaupun jantungnya masih berdenyut.
Tinjauan Hukum Euthanasia
🞆 Di Indonesia belum ada pengaturan (dalam bentuk undang-undang)
yang khusus dan lengkap tentang euthanasia.
🞆 Karena masalah euthanasia menyangkut soal keamanan dan
keselamatan nyawa manusia, maka harus dicari pengaturan atau pasal
yang sekurang-kurangnya sedikit mendekati unsur-unsur euthanasia itu.
🞆 Maka satu-satunya yang dapat dipakai sebagai landasan hukum,
adalah apa yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana Indonesia.
Ketentuan pelangaran pidana yang berkaitan langsung dengan euthanasia
aktif tedapat padapasal 344 KUHP.
🞆 Pasal 344 KUHP: Barangsiapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan
orang itu sendiri, yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh-
sungguh, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun.
🞆 Ketentuan ini harus diingat kalangan kedokteran sebab walaupun terdapat
beberapa alasan kuat untuk membantu pasien atau keluarga pasien
mengakhiri hidup atau memperpendek hidup pasien, ancaman hukuman ini
harus dihadapinya.
Untuk jenis euthanasia aktif maupun pasif tanpa permintaan, beberapa pasal
dibawah ini perlu diketahui oleh dokter, yaitu:
🞆 Pasal 338 KUHP: Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang
lain, dihukum karena makar mati, dengan penjara selama-lamanya lima
belas tahun.
🞆 Pasal 340 KUHP: Barangsiapa dengan sengaja dan direncanakan lebih
dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan
direncanakan (moord) dengan hukuman mati atau penjara selama-
lamanya seumur hidup atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun.
🞆 Pasal 359 KUHP: Barang siapa karena salahnya menyebabkan
matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau
kurungan selama-lamanya satu tahun.
🞆 Selanjutnya di bawah ini dikemukakan sebuah ketentuan hukum
yang mengingatkan kalangan kesehatan untuk berhati-hati
menghadapi kasus euthanasia, yaitu:
🞆 Pasal 345 KUHP: Barang siapa dengan sengaja menghasut orang lain
unutk membunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu, atau
memberikan daya upaya itu jadi bunuh diri, dihukum penjara
selama-lamanya empat tahun.
🞆Terima kasih

Eutanasia FK MUHDYA 2021.pptxppppppppppp

  • 1.
  • 2.
    Latar belakang Penyakit yangtak tersembuhkan, pasien dalam keadaan merana dan sekarat. Pasien memohon agar dibebaskan penderitaannya dan tidak ingin diperpanjang hidupnya lagi
  • 3.
    Latar belakang Pasien yangsudah tidak sadar, keluarga tidak tega melihat pasien yang penuh penderitaan menjelang ajalnya minta dokter untuk tidak meneruskan 🡪 pengobatan atau bila perlu memberikan obat yang mempercepat kematian.
  • 4.
    Topik 🞆 Apa pengertiandari Euthanasia? 🞆 Apa saja jenis-jenis Euthanasia? 🞆 Bagaimana tinjauan Etika terhadap Euthanasia? 🞆 Bagaimana tinjauan Hukum terhadap Euthanasia? 🞆 Bagaimana tinjauan Agama terhadap Euthanasia?
  • 5.
    PENGERTIAN EUTANASIA 🞆 Euthanasiabahasa Yunani, yaitu eu dan thanatos. 🞆 Kata eu berarti baik, tanpa penderitaan dan thanatos berarti mati. 🞆 Euthanasia dapat diartikan mati dengan baik tanpa penderitaan. 🞆 Ada yang menerjemahkan mati cepat tanpa derita. 🞆 .
  • 6.
    PENGERTIAN EUTANASIA 🞆 Secaraetimologis euthanasia berarti kematian dengan baik tanpa penderitaan, maka dari itu dalam mengadakan euthanasia arti sebenarnya bukan untuk menyebabkan kematian, namun untuk mengurangi atau meringankan penderitaan orang yang sedang menghadapi kematiannya.
  • 7.
    Menurut hasil seminaraborsi dan euthanasia ditinjau dari segi medis, hukum dan psikologi, euthanasia diartikan: 🞆 a. Dengan sengaja melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidup seorang pasien. 🞆 b. Dengan sengaja tidak melakukan sesuatu (palaten) untuk memperpanjang hidup pasien 🞆 c. Dilakukan khusus untuk kepentingan pasien itu sendiri atas permintaan atau tanpa permintaan pasien.
  • 8.
    🞆 Menurut kodeetik kedokteran indonesia, kata euthanasia dipergunakan dalam tiga arti: a. Berpindahnya ke alam baka dengan tenang dan aman tanpa penderitaan, untuk yang beriman dengan nama Allah dibibir. b. Ketika hidup berakhir, diringankan penderitaan sisakit dengan memberinya obat penenang. c. Mengakhiri penderitaan dan hidup seorang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri dan keluarganya.
  • 9.
    Faktor-faktor euthanasia adalahsebagai berikut: 1. Berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu 2. Mengakhiri hidup, mempercepat kematian, atau tidak memperpanjang hidup pasien. 3. Pasien menderita suatu penyakit yang sulit untuk disembuhkan kembali. 4. Atas atau tanpa permintaan pasien atau keluarganya. 5. Demi kepentingan pasien dan keluarganya.
  • 10.
    Jenis-Jenis Euthanasia 🞆 Ditinjaudari berbagai sudut, seperti cara pelaksanaanya, dari mana datang permintaan, sadar tidaknya pasien dan lain- lain. 1. Euthanasia aktif 2. Euthanasia pasif
  • 11.
    Euthanasia aktif 🞆 Perbuatanyang dilakukan secara aktif oleh dokter untuk mengakhiri hidup seorang (pasien) yang dilakukan secara medis. 🞆 Biasanya dilakukan dengan penggunaan obat-obatan yang bekerja cepat dan mematikan. 🞆 Euthanasia aktif terbagi menjadi dua golongan a. Euthanasia aktif langsung b. Euthanasia aktif tidak langsung
  • 12.
    Euthanasia aktif langsung 🞆Cara pengakhiran kehidupan melalui tindakan medis yang diperhitungkan akan langsung mengakhiri hidup pasien. 🞆 Misalnya dengan memberi tablet sianida atau suntikan zat yang segera mematikan
  • 13.
    Euthanasia aktif tidaklangsung 🞆 Tindakan medis yang dilakukan tidak akan langsung mengakhiri hidup pasien, tetapi diketahui bahwa risiko tindakan tersebut dapat mengakhiri hidup pasien. 🞆 Misalnya, mencabut oksigen atau alat bantu kehidupan lainnya
  • 14.
    Euthanasia pasif 🞆 Perbuatanmenghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia, sehingga pasien diperkirakan akan meninggal setelah tindakan pertolongan dihentikan.
  • 15.
    3. Euthanasia volunter 🞆Euthanasia jenis ini adalah Penghentian tindakan pengobatan atau mempercepat kematian atas permintaan sendiri. 4. Euthanasia involunter 🞆 Euthanasia involunter adalah jenis euthanasia yang dilakukan pada pasien dalam keadaan tidak sadar yang tidak mungkin untuk menyampaikan keinginannya. Dalam hal ini dianggap famili pasien yang bertanggung jawab atas penghentian bantuan pengobatan. Perbuatan ini sulit dibedakan dengan perbuatan kriminal.
  • 16.
    🞆Kasus Hasan Kusuma– Indonesia 🞆 Sebuah permohonan untuk melakukan euthanasia pada tanggal 22 Oktober 2004 telah diajukan oleh seorang suami bernama Hassan Kusuma karena tidak tega menyaksikan istrinya yang bernama Agian Isna Nauli, 33 tahun, tergolek koma selama 2 bulan dan disamping itu ketidakmampuan untuk menanggung beban biaya perawatan merupakan suatu alasan pula. .
  • 17.
    🞆 Kasus HasanKusuma – Indonesia 🞆 Permohonan untuk melakukan euthanasia ini diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kasus ini merupakan salah satu contoh bentuk euthanasia yang diluar keinginan pasien. 🞆 Permohonan ini akhirnya ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan setelah menjalani perawatan intensif maka kondisi terakhir pasien (7 Januari 2005) telah mengalami kemajuan dalam pemulihan kesehatannya.
  • 18.
    Tinjauan Etika Euthanasia TinjauanKedokteran 🞆 Profesi tenaga medis sudah sejak lama menentang euthanasia sebab profesi kedokteran adalah untuk menyembuhkan dan bukan untuk mematikan. Profesi medis adalah untuk merawat kehidupan dan bukan untuk merusak kehidupan. 🞆 Sumpah Hipokrates jelas-jelas menolaknya, “Saya tidak akan memberikan racun yang mematikan ataupun memberikan saran mengenai hal ini kepada mereka yang memintanya.”
  • 19.
    🞆 pasal 9,bab II KODEKI tentang kewajiban dokter kepada pasien, disebutkan bahwa seorang dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. 🞆 berarti bahwa menurut KODEKI, dokter tidak diperbolehkan mengakhiri hidup seorang yang sakit meskipun menurut pengetahuan dan pengalaman tidak akan sembuh lagi. 🞆 Tetapi apabila pasien sudah dipastikan mengalami kematian batang otak atau kehilangan fungsi otaknya sama sekali, maka pasien tersebut secara keseluruhan telah mati walaupun jantungnya masih berdenyut.
  • 20.
    Tinjauan Hukum Euthanasia 🞆Di Indonesia belum ada pengaturan (dalam bentuk undang-undang) yang khusus dan lengkap tentang euthanasia. 🞆 Karena masalah euthanasia menyangkut soal keamanan dan keselamatan nyawa manusia, maka harus dicari pengaturan atau pasal yang sekurang-kurangnya sedikit mendekati unsur-unsur euthanasia itu. 🞆 Maka satu-satunya yang dapat dipakai sebagai landasan hukum, adalah apa yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.
  • 21.
    Ketentuan pelangaran pidanayang berkaitan langsung dengan euthanasia aktif tedapat padapasal 344 KUHP. 🞆 Pasal 344 KUHP: Barangsiapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh- sungguh, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. 🞆 Ketentuan ini harus diingat kalangan kedokteran sebab walaupun terdapat beberapa alasan kuat untuk membantu pasien atau keluarga pasien mengakhiri hidup atau memperpendek hidup pasien, ancaman hukuman ini harus dihadapinya.
  • 22.
    Untuk jenis euthanasiaaktif maupun pasif tanpa permintaan, beberapa pasal dibawah ini perlu diketahui oleh dokter, yaitu: 🞆 Pasal 338 KUHP: Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum karena makar mati, dengan penjara selama-lamanya lima belas tahun. 🞆 Pasal 340 KUHP: Barangsiapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan (moord) dengan hukuman mati atau penjara selama- lamanya seumur hidup atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun.
  • 23.
    🞆 Pasal 359KUHP: Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun. 🞆 Selanjutnya di bawah ini dikemukakan sebuah ketentuan hukum yang mengingatkan kalangan kesehatan untuk berhati-hati menghadapi kasus euthanasia, yaitu: 🞆 Pasal 345 KUHP: Barang siapa dengan sengaja menghasut orang lain unutk membunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu, atau memberikan daya upaya itu jadi bunuh diri, dihukum penjara selama-lamanya empat tahun.
  • 24.