E-Learning: Konsep
dan Pemanfaatan
PRODI S2 TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D.
Universitas Negeri Yogyakarta
bit.ly/YThermands
hermands.id
Outline
¨ Definisi e-Learning
¨ Konsep e-Learning
¨ E-learning framework
¨ Komponen e-Learning
¨ Pemanfaatan e-Learning
¤ PJJ
¤ MOOC
¨ Blended Learning
Definisi E-learning
¨ Pengiriman materi pembelajaran kepada siapa pun, di mana pun,
dan kapan pun dengan menggunakan teknologi informasi dalam
lingkungan pembelajaran yang terbuka, fleksibel, dan terdistribusi
(Khan, 2005).
¨ Terbuka dan fleksibel merujuk pada kebebasan peserta didik dalam
hal waktu, tempat, kecepatan, isi materi, gaya belajar, jenis evaluasi,
belajar kolaborasi atau mandiri.
Konsep e-Learning
¨ Konsep pemanfaatan teknologi komputer dan web/internet
dalam proses belajar mengajar dimana guru dan siswa tidak
dalam satu tempat (terpisah).
¨ Meliputi:
¤ computer-based learning,
¤ web-based learning,
¤ virtual classrooms, dll.
¨ Dua mode:
¤ synchronous
¤ asynchronous
Synchronous learning
¨ Dalam pembelajaran synchronous; proses belajar mengajar
berlangsung dalam waktu yg sama (real time) sementara guru
dan siswa terpisah.
¨ Contoh:
¤ Belajar dari radio atau video streaming secara live.
¤ Mengikuti audio/video conference
¤ Kuliah/ceramah online
Asynchronous learning
¨ Dosen/guru menyiapkan materi pembelajaran sebelum
kuliah/kelas berlangsung. Mahasiswa bebas menentukan kapan
mereka akan mempelajari materi.
¨ Contoh:
¤ Belajar mandiri melalui internet atau multimedia pempelajaran (CD-
Rom)
¤ Belajar dari rekaman video (Youtube) atau audio
¤ Mempelajari Q & A
¤ Membaca bahan ajar di web atau dari email
Synchronous E-learning
Synchronous E-Learning kini lebih disukai sebagai mode pembelajaran e-
learning.
Alasan:
1. Frustrasi bisa dihindari, karena tidak perlu menunggu jawaban
terlalu lama.
2. Bisa memberikan suasana belajar yang lebih “akrab”.
3. Meningkatkan motivasi.
4. Reaksi langsung bisa diketahui.
Synchronous E-learning
Kapan, Mengapa, dan Bagaimana menggunakan Synchronous E-Learning
Synchronous E-Learning
Kapan? Mendiskusikan permasalahan yg sederhana
Berkenalan dengan peserta baru
Merencanakan pekerjaan
Mengapa? Peserta menjadi komitmen dan termotivasi karena mendapat respon
yang cepat.
Bagaimana? Gunakan perangkat/aplikasi synchronous seperti videoconferencing,
instant messaging, chat, dan komplemen dengan pertemuan F2F.
Contoh Peserta yang akan kerja kelompok disarankan menggunakan instant
messaging untuk mendukung upaya saling kenal, tukar menukar
ide, dan merencanakan rencana kerja.
Nara sumber yang akan menyajikan materi dapat melalui kuliah
online menggunakan videoconference.
Communication
¨ Ada beberapa model arah komunikasi:
¤ one to one
¤ one to many
¤ many to one
¤ many to many
One to one
¨ Situasi:
¤ Learner to learner
¤ Learner to trainer
¤ Trainer to learner
¨ Contoh:
¤ chat: private chat in a chat room or the instant messenger
¤ e-mail: send mail to a colleague or ask a question to a trainer
¤ screen sharing: sharing Microsoft Word, collaborate on a Word document
One to many
¨ Situasi:
¤ Trainer to learners
¤ Learner to learners
¨ Contoh:
¤ chat: trainer is explaining content to learners
¤ video conference: trainer is explaining content to learners via web broadcast
¤ screen sharing: using the net for giving learners a tour through PowerPoint slides
or web pages
¤ newsgroups: posting a question in a newsgroup or discussion forum
¤ e-seminar: lecture or presentation over the internet
Many to one
¨ Situasi:
¤ Learners to trainer
¤ Learners to learner
¨ Contoh:
¤ chat: ask or discuss real-time questions or issues to a learning desk
¤ newsgroup: react on a posted message in a discussion forum
Many to many
¨ Situasi:
¤ Learners to learners
¤ Learners to learners and trainers
Contoh:
¨ chat: discussion where learners can exchange learning experiences or just
talk or a discussion led by trainers where students solve a case by
collaboration through discussion
¨ two-way video conferencing: virtual classroom situation where trainer
explains and learners react or meeting where subjects can be discussed
¨ telephone conferencing
Interaksi Online
14
¨ Interaksi online dapat
synchronous atau
asynchronous.
¨ Ada 3 macam:
¤ Student-content
¤ Student-instructor
¤ Student-student
Ethical
I
n
s
t
i
t
u
t
i
o
n
a
l
R
esource
Support
On-line and off-line resources & support
Management
e-Learning
Pedagogical
Evaluation
T
e
c
h
n
o
l
o
g
i
c
a
l
Interface
Design
Learning and teaching issues
Infrastructure, hardware and software
Physical layout and navigation
Content development and maintenance
Academic, administrative & student services
Ethical considerations in e-learning
Assessment of learner, evaluation of learning environment
Apa Pembelajaran Online (e-Learning) itu?
¨ Pembelajaran melalui TIK (Internet dan PC/Laptop/HP).
Konsep Pembelajaran Online (e-Learning)
¨ e-Learning memungkinkan ANYONE belajar
ANYWHERE, ANYTIME.
¨ Menggunakan TIK
Mode:
¨ Singkron dan Asinkron
Syarat Pembelajaran Online (E-Learning)
Harus Ada:
1
2
3
Konten E-learning
¨ Learning Resources (Sumber Belajar/Media)
¤ Materi/bahan ajar berbentuk multimedia (teks, images, animasi, video)
(Slide presentasi, LKS, modul, dll)
¤ Bahan pendukung (Kurikulum, Silabus, RPP, dll)
¤ Link untuk pengayaan
¨ Aktivitas/Interaksi
¤ Forum (diskusi, perkenalan, refleksi, informasi)
¤ Tugas (tugas essay, tugas online, tugas offline)
¤ Quiz (PG, BS, isian, mencocokkan)
¤ Vicon, survey, chat, dll
Kualitas e-learning
¨ Efektivitas
Seberapa tinggi tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh mahasiswa.
¨ Engagement
Seberapa tinggi tingkat ketertarikan dan partisipasi mahasiswa dalam
aktivitas online.
¨ Efesiensi
Seberapa tinggi tingkat kebermanfaatan e-learning dibanding dengan
sumberdaya (waktu, beaya, usaha) yang digunakan.
E-learning yang Efektif
Sumber: http://iversity.org/
E-learning
tradisional
Belajar terisolasi
Membosankan,
disengaging
E-learning
Efektif
Belajar melalui
interaksi sosial
Engaging,
termotivasi
Berupa aktivitas
yg menantang
dan bervariasi
Hanya berisi
sumber belajar
(teks, video, dll)
Best Practice dalam e-Learning
¨ Harus ada kebijakan Rektor/Pimpinan
¨ e-Learning harus didesain dan dibuat sebelum pelaksanaan perkuliahan.
¨ e-Learning yang baik harus berisi konten yang berkualitas dan aktivitas
online yang beragam.
¨ Konten pembelajaran perlu diperkaya dengan multimedia untuk
memudahkan pemahaman.
¨ Beragam aktivitas/interaksi perlu agar mahasiswa aktif, senang, dan
termotivasi serta engaging.
¨ Jenis penilaian perlu dibuat bervariasi.
¨ Pelu respon dengan segera dan positip.
23
1
2
3
4
Kendala Implementasi E-learning
Student engagement
¨ Peserta harus dilibatkan secara intelektual dan emosional dalam
mendapatkan pengalaman belajar online.
¨ Hal ini bisa diupayakan melalui aktivitas pendek, penilian formatif
(Quiz), pemberian umpan balik.
¨ Konten dan aktivitas yang mengakomodasi gaya belajar juga dapat
membantu diperolehnya student engagement ini.
24
Inovasi dalam E-learning
¨ Adaptive E-learning
¨ Engaging E-learning
Adaptive E-learning
¨ Adaptive E-learning: E-learning yang mampu menyajikan materi
pembelajaran sesuai karakteristik mahasiswa (pengetahuan, gaya
belajar, latar belakang, dll).
¨ Komponen utama:
¤ domain model,
¤ user model, dan
¤ adaptation model
26
Impelementasi Adaptive E-learning
¨ Implementasi di BESMART: 3 modul assignment, quiz, resource, 4 blok
adaptif, dan 1 format halaman course.
¨ Variasi adaptasi: Global-Visual (G-V), Global-Auditory (G-A),
Global-Kinesthetic (G-K), Sequential-Visual (S-V), Sequential-Auditory
(S-A), dan Sequential-Kinesthetic (S-K).
¨ Setiap variasi ini memerlukan tampilan materi yang berbeda.
27
Engaging E-learning
¨ Engaging E-learning: E-learning yang dilengkapi dengan berbagai
aktivitas yang menarik dan interaktif untuk mendorong mahasiswa
aktif dan kolaboratif.
¨ Skenario aktivitas:
¤ Tahap 1: aktivitas interaktif yang ringan
¤ Tahap 2: aktivitas yang memerlukan pemikiran kritis, refleksi, dan tukar
pikiran
¤ Tahap 3: aktivitas untuk kolaborasi, menyelesaikan masalah, dan berbagi
pengalaman
¤ Tahap 4: aktivitas yang dipimpin mahasiswa
¨ Pemanfaatan Teknologi Web 2.0 dan Multimedia
28
Pemanfaatan E-learning dalam
PJJ
Latar Belakang
¨ APK Pendidikan Tinggi hanya 28.16% th 2016
¨ Target APK PT menjadi 29.5% di tahun 2017
¨ Usaha pemerintah:
¤ Meningkatkan daya tampung PTN/PTS
¤ Memberi beasiswa pada calon mahasiswa
¨ Daya tampung 50% dari jumlah lulusan SMA/SMK
¨ Solusi melalui penyelenggaraan PJJ
¤ UT, Hylite, PJJ PGSD, PDITT
30
Dasar Hukum
UU Sisdiknas No. 20/2003:
¨ Pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta
didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya
menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi
komunikasi, informasi, dan media lain.
¨ Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada berbagai jenjang,
jalur dan bentuk pendidikan.
Pendidikan Jarak Jauh
¨ PP No. 17/2010: PJJ bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan
pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi
pendidikan.
¨ Permendikbud No 109/2013: PJJ bersifat terbuka, mandiri, tuntas,
terpadu, serta menggunakan teknologi informasi dan teknologi
pendidikan.
32
Pendidikan Jarak Jauh
¨ PJJ (Moore & Kearsley, 2012):
¤ Pembelajaran yang terencana,
¤ Dosen dan mhs TERPISAH,
¤ Rancangan instruksional khusus,
¤ TEKNOLOGI untuk berkomunikasi, dan
¤ Administrasi khusus
¨ Jauhà TERPISAH: dalam hal Ruang dan/atau Waktu
33
Ciri PJJ
¨ Guru & siswa terpisah dalam ruang/waktu.
¨ Komunikasi antara Guru & siswa dimediasi oleh berbagai teknologi.
¨ Belajar tanpa kehadiran guru.
¨ Bergantung pada penggunaan bahan ajar dan media.
¨ Proses dikelola oleh lembaga, bukan mandiri.
¨ Memberi kebebasan belajar pada siapapun, kapanpun dan
dimanapun.
Perkembangan PJJ
¨ Generasi 1: bahan ajar tekstual melalui jasa pos.
¨ Generasi 2: bahan ajar audio-visual melalui radio dan televisi
¨ Generasi 3: organisasi sistem universitas terbuka
¨ Generasi 4: teknologi teleconference
¨ Generasi 5: teknologi Web
¨ Generasi 6: teknologi mobile
35
Sumber: (Moore & Kearsley, 2012; Taylor, 2001)
Inovasi dalam PJJ
¨ Masih ada permasalahan dalam sistem dan penyelenggaraan PJJ:
kualitas, pemerataan akses, efesiensi, dan efektivitas.
¨ Inovasi dalam PJJ: pemanfaatan TI, pengelolaan, program,
pendaftaran, dan metode evaluasi.
¨ Trend ICT: cloud computing, mobile devices, social networking dan big
data
¨ Inovasi TI dalam PJJ:
¤ Adaptive E-learning
¤ Engaging E-learning
36
MOOC
MASSIVE OPEN ONLINE COURSE
What is massive?
1,000
10,000
100,000
OPEN
REGISTRATION?
Self-Paced?
College credit
Open content?
Free of charge?
Affordable?
Real-time
Interaction
Learning Community?
Scripted assessments
and feedback?
MOOC
Kahn Academy
¨ Khan Academy is a non-profit educational website created in 2006 by
Salman Khan; it began as an effort to tutor his teenage cousin; its mission
now is to provide "a free, world-class education for anyone, anywhere”.
Udacity, Coursera, edX
¨ The success of the initial course caused a series of entrepreneurial activity creating
companies to tap into the perceived market for online education
¨ Sebastian Thrun (Stanford) started Udacity
¨ Andrew Ng and Daphne Koller (Stanford Computer Science faculty) founded Coursera
¨ MIT created a non-profit called edX and was soon joined by Harvard
¨ Others . . .
Content is Growing at a Rapid Rate*
¨ EdX currently offers 94 courses from 29 institutions around the world (as
of November 2013).
¨ Coursera currently offers 325 courses
¤ 30% in the sciences,
¤ 28% in arts and humanities,
¤ 23% in information technology,
¤ 13% in business and
¤ 6% in mathematics
¨ Udacity currently offers 26 courses
• Udacity's CS101, with an enrollment of over 300,000 students, was the largest
MOOC to date
• *As of Jan., 2014
A Sample Course
6/00.1 Introduction to Computer Science and Programming Using Python
Instructor: Eric Grimson, MIT
https://www.edx.org/course/mitx/mitx-6-00-1x-introduction-computer-1122#.UzT1HvldV8E
Georgia Tech Computer Science Online Masters Program
• Is now offering a MOOC-based
online master’s degree in
computer science for $6,600 —
far less than the $45,000
on-campus price
• Georgia Tech will provide the
content and professors and get
60 percent of the revenue while
Udacity will provide the computer
platform, course assistants and
receive the other 40 percent.
Blended Learning
¨ Pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari
pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online.
Blended Learning
¨ Distance education: e-learning, online learning, virtual learning,
distance learning, web-based learning
¨ Blended learning: pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek
terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan
pembelajaran online.
¨ Mode komunikasi: synchronous dan asynchronous
46
Kerangka Blended Learning
Waktu sama
(Sinkronous)
Waktu beda
(Asinkronous)
Tempat sama
(Tatap muka)
Tempat beda
(pakai ICT)
(Herman, 2018; modified from Heckman, 2015)
Kategori Online dan F2F
Proporsi Online Proporsi F2F Kategori
0 % 100 % Pembelajaran konvensional/
tradisional
1 s.d. 29 % 71 – 99 % Pembelajaran difasilitasi Online
30 s.d. 79 % 21 sd 70 % Blended Learning
80 s.d. 100% 0 sd 20 % Pembelajaran Online
48
Sumber: The Sloan Consortium
Kategori Online Learning (updated-2015)
Classroom Course: Aktivitas (kuliah, lab, bengkel, studio)
dilaksanakan secara tatap muka sesuai jadwal
Synchronous Distributed Course: Sebagian mhs mengikuti
aktivitas tatap muka dan mhs lain dari luar mengikuti melalui Vicon
Web-Enhanced Course: Aktivitas dilakukan secara tatap
muka yang diperkaya/ditambah dengan aktivitas online
Blended Classroom Course: Aktivitas dilakukan secara
tatap muka, namun ada sebagian yang diganti dengan online
Blended Online Course: Aktivitas dilakukan secara online,
namun ada sebagian yang diganti dengan tatap muka
Online Course: Semua aktivitas dilakukan sepenuhnya secara online
1
2
3
4
5
6
Blended Learning
¨ Blended Learning
¤ Kombinasi tatap muka (tradisional) dan online learning
¤ Tatap muka di kelas/lab/bengkel/studio
¤ E-learning: materi pembelajaran, quiz/tugas, diskusi, chat,
videoconferences.
¤ Aplikasi jejaring sosial:
n Facebook: informasi, group diskusi, notes
n Blogs: materi pembelajaran
50
Perlu perhatian dalam BL
¨ Kombinasi interaksi Synchronous dan Asynchronous
¤ Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan materi
pembelajaran
¨ Pengaturan waktu aktivitas pembelajaran
¤ Pengaturan waktu yang tepat antara aktivitas pembelajaran tatap muka
dan online
¨ Pemilihan teknologi yang tepat
¤ Tool yang tepat untuk mengakomodasi sistem online dan aktivitas online
Model Blended Learning
Pembelajaran tatap
muka di kelas
• ceramah
• diskusi
• tanya jawab
• ujian
Online learning (e-
learning, FB, blog)
• download materi
• quiz/tugas
• diskusi/chat
• videoconference
• kerjasama
Proyek/tugas
• praktik
• tugas
mandiri/kelompok
• membuat laporan
52
Mengapa Blended Learning
¨ Kemudahan dan kenyamanan akses (waktu fleksibel)
¨ Peningkatan pembelajaran
¤ Rancangan instruksional bisa ditingkatkan
¤ Petunjuk bisa lebih jelas
¤ Aktivitas belajar bisa lebih terarah
¤ Memfasilitasi Individualized learning
¤ Keterlibatan meningkat melalui interaksi sosial
¤ Pengaturan waktu lebih baik
¨ Beaya lebih murah
¨ Perlunya pendidikan karakter
¨ Perlunya skill motorik/ketrampilan praktik
Best Practice dalam BL
¨ Kombinasi interaksi Synchronous dan Asynchronous
Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan materi
pembelajaran.
¨ Pengaturan waktu aktivitas pembelajaran
Pengaturan waktu yang tepat antara aktivitas pembelajaran tatap muka dan
online.
¨ Pemilihan teknologi yang tepat
Tool yang tepat untuk mengakomodasi sistem online dan aktivitas online.
Kesimpulan
¨ E-learning adalah pemanfaatan teknologi informasi atau web
dalam proses belajar mengajar jarak jauh.
¨ Mode komunikasi dalam e-learning: synchronous dan asynchronous
¨ PJJ dan MOOC adalah contoh pemanfaatan e-learning
¨ E-learning adaptif dapat menyajikan materi pembelajaran sesuai
dengan tingkat pengetahuan dan gaya belajar mahasiswa
sehingga pembelajaran akan efektif.
Kesimpulan
¨ E-learning yang engaging adalah e-learning yang memikat
mahasiswa agar selalu datang mengunjungi dengan suka hati tanpa
paksaan.
¨ E-learning yang berkualitas tidak saja harus memuat bahan ajar yang
baik, tetapi juga harus dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang
membuat peserta didik senang dan menikmati pembelajaran online.
56

e-Learning Konsep dan Pemanfaatan 2023.pdf

  • 1.
    E-Learning: Konsep dan Pemanfaatan PRODIS2 TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Universitas Negeri Yogyakarta bit.ly/YThermands hermands.id
  • 2.
    Outline ¨ Definisi e-Learning ¨Konsep e-Learning ¨ E-learning framework ¨ Komponen e-Learning ¨ Pemanfaatan e-Learning ¤ PJJ ¤ MOOC ¨ Blended Learning
  • 3.
    Definisi E-learning ¨ Pengirimanmateri pembelajaran kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun dengan menggunakan teknologi informasi dalam lingkungan pembelajaran yang terbuka, fleksibel, dan terdistribusi (Khan, 2005). ¨ Terbuka dan fleksibel merujuk pada kebebasan peserta didik dalam hal waktu, tempat, kecepatan, isi materi, gaya belajar, jenis evaluasi, belajar kolaborasi atau mandiri.
  • 4.
    Konsep e-Learning ¨ Konseppemanfaatan teknologi komputer dan web/internet dalam proses belajar mengajar dimana guru dan siswa tidak dalam satu tempat (terpisah). ¨ Meliputi: ¤ computer-based learning, ¤ web-based learning, ¤ virtual classrooms, dll. ¨ Dua mode: ¤ synchronous ¤ asynchronous
  • 5.
    Synchronous learning ¨ Dalampembelajaran synchronous; proses belajar mengajar berlangsung dalam waktu yg sama (real time) sementara guru dan siswa terpisah. ¨ Contoh: ¤ Belajar dari radio atau video streaming secara live. ¤ Mengikuti audio/video conference ¤ Kuliah/ceramah online
  • 6.
    Asynchronous learning ¨ Dosen/gurumenyiapkan materi pembelajaran sebelum kuliah/kelas berlangsung. Mahasiswa bebas menentukan kapan mereka akan mempelajari materi. ¨ Contoh: ¤ Belajar mandiri melalui internet atau multimedia pempelajaran (CD- Rom) ¤ Belajar dari rekaman video (Youtube) atau audio ¤ Mempelajari Q & A ¤ Membaca bahan ajar di web atau dari email
  • 7.
    Synchronous E-learning Synchronous E-Learningkini lebih disukai sebagai mode pembelajaran e- learning. Alasan: 1. Frustrasi bisa dihindari, karena tidak perlu menunggu jawaban terlalu lama. 2. Bisa memberikan suasana belajar yang lebih “akrab”. 3. Meningkatkan motivasi. 4. Reaksi langsung bisa diketahui.
  • 8.
    Synchronous E-learning Kapan, Mengapa,dan Bagaimana menggunakan Synchronous E-Learning Synchronous E-Learning Kapan? Mendiskusikan permasalahan yg sederhana Berkenalan dengan peserta baru Merencanakan pekerjaan Mengapa? Peserta menjadi komitmen dan termotivasi karena mendapat respon yang cepat. Bagaimana? Gunakan perangkat/aplikasi synchronous seperti videoconferencing, instant messaging, chat, dan komplemen dengan pertemuan F2F. Contoh Peserta yang akan kerja kelompok disarankan menggunakan instant messaging untuk mendukung upaya saling kenal, tukar menukar ide, dan merencanakan rencana kerja. Nara sumber yang akan menyajikan materi dapat melalui kuliah online menggunakan videoconference.
  • 9.
    Communication ¨ Ada beberapamodel arah komunikasi: ¤ one to one ¤ one to many ¤ many to one ¤ many to many
  • 10.
    One to one ¨Situasi: ¤ Learner to learner ¤ Learner to trainer ¤ Trainer to learner ¨ Contoh: ¤ chat: private chat in a chat room or the instant messenger ¤ e-mail: send mail to a colleague or ask a question to a trainer ¤ screen sharing: sharing Microsoft Word, collaborate on a Word document
  • 11.
    One to many ¨Situasi: ¤ Trainer to learners ¤ Learner to learners ¨ Contoh: ¤ chat: trainer is explaining content to learners ¤ video conference: trainer is explaining content to learners via web broadcast ¤ screen sharing: using the net for giving learners a tour through PowerPoint slides or web pages ¤ newsgroups: posting a question in a newsgroup or discussion forum ¤ e-seminar: lecture or presentation over the internet
  • 12.
    Many to one ¨Situasi: ¤ Learners to trainer ¤ Learners to learner ¨ Contoh: ¤ chat: ask or discuss real-time questions or issues to a learning desk ¤ newsgroup: react on a posted message in a discussion forum
  • 13.
    Many to many ¨Situasi: ¤ Learners to learners ¤ Learners to learners and trainers Contoh: ¨ chat: discussion where learners can exchange learning experiences or just talk or a discussion led by trainers where students solve a case by collaboration through discussion ¨ two-way video conferencing: virtual classroom situation where trainer explains and learners react or meeting where subjects can be discussed ¨ telephone conferencing
  • 14.
    Interaksi Online 14 ¨ Interaksionline dapat synchronous atau asynchronous. ¨ Ada 3 macam: ¤ Student-content ¤ Student-instructor ¤ Student-student
  • 15.
    Ethical I n s t i t u t i o n a l R esource Support On-line and off-lineresources & support Management e-Learning Pedagogical Evaluation T e c h n o l o g i c a l Interface Design Learning and teaching issues Infrastructure, hardware and software Physical layout and navigation Content development and maintenance Academic, administrative & student services Ethical considerations in e-learning Assessment of learner, evaluation of learning environment
  • 16.
    Apa Pembelajaran Online(e-Learning) itu? ¨ Pembelajaran melalui TIK (Internet dan PC/Laptop/HP).
  • 17.
    Konsep Pembelajaran Online(e-Learning) ¨ e-Learning memungkinkan ANYONE belajar ANYWHERE, ANYTIME. ¨ Menggunakan TIK Mode: ¨ Singkron dan Asinkron
  • 18.
    Syarat Pembelajaran Online(E-Learning) Harus Ada: 1 2 3
  • 19.
    Konten E-learning ¨ LearningResources (Sumber Belajar/Media) ¤ Materi/bahan ajar berbentuk multimedia (teks, images, animasi, video) (Slide presentasi, LKS, modul, dll) ¤ Bahan pendukung (Kurikulum, Silabus, RPP, dll) ¤ Link untuk pengayaan ¨ Aktivitas/Interaksi ¤ Forum (diskusi, perkenalan, refleksi, informasi) ¤ Tugas (tugas essay, tugas online, tugas offline) ¤ Quiz (PG, BS, isian, mencocokkan) ¤ Vicon, survey, chat, dll
  • 20.
    Kualitas e-learning ¨ Efektivitas Seberapatinggi tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh mahasiswa. ¨ Engagement Seberapa tinggi tingkat ketertarikan dan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas online. ¨ Efesiensi Seberapa tinggi tingkat kebermanfaatan e-learning dibanding dengan sumberdaya (waktu, beaya, usaha) yang digunakan.
  • 21.
    E-learning yang Efektif Sumber:http://iversity.org/ E-learning tradisional Belajar terisolasi Membosankan, disengaging E-learning Efektif Belajar melalui interaksi sosial Engaging, termotivasi Berupa aktivitas yg menantang dan bervariasi Hanya berisi sumber belajar (teks, video, dll)
  • 22.
    Best Practice dalame-Learning ¨ Harus ada kebijakan Rektor/Pimpinan ¨ e-Learning harus didesain dan dibuat sebelum pelaksanaan perkuliahan. ¨ e-Learning yang baik harus berisi konten yang berkualitas dan aktivitas online yang beragam. ¨ Konten pembelajaran perlu diperkaya dengan multimedia untuk memudahkan pemahaman. ¨ Beragam aktivitas/interaksi perlu agar mahasiswa aktif, senang, dan termotivasi serta engaging. ¨ Jenis penilaian perlu dibuat bervariasi. ¨ Pelu respon dengan segera dan positip.
  • 23.
  • 24.
    Student engagement ¨ Pesertaharus dilibatkan secara intelektual dan emosional dalam mendapatkan pengalaman belajar online. ¨ Hal ini bisa diupayakan melalui aktivitas pendek, penilian formatif (Quiz), pemberian umpan balik. ¨ Konten dan aktivitas yang mengakomodasi gaya belajar juga dapat membantu diperolehnya student engagement ini. 24
  • 25.
    Inovasi dalam E-learning ¨Adaptive E-learning ¨ Engaging E-learning
  • 26.
    Adaptive E-learning ¨ AdaptiveE-learning: E-learning yang mampu menyajikan materi pembelajaran sesuai karakteristik mahasiswa (pengetahuan, gaya belajar, latar belakang, dll). ¨ Komponen utama: ¤ domain model, ¤ user model, dan ¤ adaptation model 26
  • 27.
    Impelementasi Adaptive E-learning ¨Implementasi di BESMART: 3 modul assignment, quiz, resource, 4 blok adaptif, dan 1 format halaman course. ¨ Variasi adaptasi: Global-Visual (G-V), Global-Auditory (G-A), Global-Kinesthetic (G-K), Sequential-Visual (S-V), Sequential-Auditory (S-A), dan Sequential-Kinesthetic (S-K). ¨ Setiap variasi ini memerlukan tampilan materi yang berbeda. 27
  • 28.
    Engaging E-learning ¨ EngagingE-learning: E-learning yang dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang menarik dan interaktif untuk mendorong mahasiswa aktif dan kolaboratif. ¨ Skenario aktivitas: ¤ Tahap 1: aktivitas interaktif yang ringan ¤ Tahap 2: aktivitas yang memerlukan pemikiran kritis, refleksi, dan tukar pikiran ¤ Tahap 3: aktivitas untuk kolaborasi, menyelesaikan masalah, dan berbagi pengalaman ¤ Tahap 4: aktivitas yang dipimpin mahasiswa ¨ Pemanfaatan Teknologi Web 2.0 dan Multimedia 28
  • 29.
  • 30.
    Latar Belakang ¨ APKPendidikan Tinggi hanya 28.16% th 2016 ¨ Target APK PT menjadi 29.5% di tahun 2017 ¨ Usaha pemerintah: ¤ Meningkatkan daya tampung PTN/PTS ¤ Memberi beasiswa pada calon mahasiswa ¨ Daya tampung 50% dari jumlah lulusan SMA/SMK ¨ Solusi melalui penyelenggaraan PJJ ¤ UT, Hylite, PJJ PGSD, PDITT 30
  • 31.
    Dasar Hukum UU SisdiknasNo. 20/2003: ¨ Pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. ¨ Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada berbagai jenjang, jalur dan bentuk pendidikan.
  • 32.
    Pendidikan Jarak Jauh ¨PP No. 17/2010: PJJ bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. ¨ Permendikbud No 109/2013: PJJ bersifat terbuka, mandiri, tuntas, terpadu, serta menggunakan teknologi informasi dan teknologi pendidikan. 32
  • 33.
    Pendidikan Jarak Jauh ¨PJJ (Moore & Kearsley, 2012): ¤ Pembelajaran yang terencana, ¤ Dosen dan mhs TERPISAH, ¤ Rancangan instruksional khusus, ¤ TEKNOLOGI untuk berkomunikasi, dan ¤ Administrasi khusus ¨ Jauhà TERPISAH: dalam hal Ruang dan/atau Waktu 33
  • 34.
    Ciri PJJ ¨ Guru& siswa terpisah dalam ruang/waktu. ¨ Komunikasi antara Guru & siswa dimediasi oleh berbagai teknologi. ¨ Belajar tanpa kehadiran guru. ¨ Bergantung pada penggunaan bahan ajar dan media. ¨ Proses dikelola oleh lembaga, bukan mandiri. ¨ Memberi kebebasan belajar pada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
  • 35.
    Perkembangan PJJ ¨ Generasi1: bahan ajar tekstual melalui jasa pos. ¨ Generasi 2: bahan ajar audio-visual melalui radio dan televisi ¨ Generasi 3: organisasi sistem universitas terbuka ¨ Generasi 4: teknologi teleconference ¨ Generasi 5: teknologi Web ¨ Generasi 6: teknologi mobile 35 Sumber: (Moore & Kearsley, 2012; Taylor, 2001)
  • 36.
    Inovasi dalam PJJ ¨Masih ada permasalahan dalam sistem dan penyelenggaraan PJJ: kualitas, pemerataan akses, efesiensi, dan efektivitas. ¨ Inovasi dalam PJJ: pemanfaatan TI, pengelolaan, program, pendaftaran, dan metode evaluasi. ¨ Trend ICT: cloud computing, mobile devices, social networking dan big data ¨ Inovasi TI dalam PJJ: ¤ Adaptive E-learning ¤ Engaging E-learning 36
  • 37.
    MOOC MASSIVE OPEN ONLINECOURSE What is massive? 1,000 10,000 100,000 OPEN REGISTRATION? Self-Paced? College credit Open content? Free of charge? Affordable? Real-time Interaction Learning Community? Scripted assessments and feedback? MOOC
  • 38.
    Kahn Academy ¨ KhanAcademy is a non-profit educational website created in 2006 by Salman Khan; it began as an effort to tutor his teenage cousin; its mission now is to provide "a free, world-class education for anyone, anywhere”.
  • 39.
    Udacity, Coursera, edX ¨The success of the initial course caused a series of entrepreneurial activity creating companies to tap into the perceived market for online education ¨ Sebastian Thrun (Stanford) started Udacity ¨ Andrew Ng and Daphne Koller (Stanford Computer Science faculty) founded Coursera ¨ MIT created a non-profit called edX and was soon joined by Harvard ¨ Others . . .
  • 40.
    Content is Growingat a Rapid Rate* ¨ EdX currently offers 94 courses from 29 institutions around the world (as of November 2013). ¨ Coursera currently offers 325 courses ¤ 30% in the sciences, ¤ 28% in arts and humanities, ¤ 23% in information technology, ¤ 13% in business and ¤ 6% in mathematics ¨ Udacity currently offers 26 courses • Udacity's CS101, with an enrollment of over 300,000 students, was the largest MOOC to date • *As of Jan., 2014
  • 41.
    A Sample Course 6/00.1Introduction to Computer Science and Programming Using Python Instructor: Eric Grimson, MIT https://www.edx.org/course/mitx/mitx-6-00-1x-introduction-computer-1122#.UzT1HvldV8E
  • 43.
    Georgia Tech ComputerScience Online Masters Program • Is now offering a MOOC-based online master’s degree in computer science for $6,600 — far less than the $45,000 on-campus price • Georgia Tech will provide the content and professors and get 60 percent of the revenue while Udacity will provide the computer platform, course assistants and receive the other 40 percent.
  • 45.
    Blended Learning ¨ Pembelajaranyang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online.
  • 46.
    Blended Learning ¨ Distanceeducation: e-learning, online learning, virtual learning, distance learning, web-based learning ¨ Blended learning: pembelajaran yang menggabungkan aspek-aspek terbaik dari pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran online. ¨ Mode komunikasi: synchronous dan asynchronous 46
  • 47.
    Kerangka Blended Learning Waktusama (Sinkronous) Waktu beda (Asinkronous) Tempat sama (Tatap muka) Tempat beda (pakai ICT) (Herman, 2018; modified from Heckman, 2015)
  • 48.
    Kategori Online danF2F Proporsi Online Proporsi F2F Kategori 0 % 100 % Pembelajaran konvensional/ tradisional 1 s.d. 29 % 71 – 99 % Pembelajaran difasilitasi Online 30 s.d. 79 % 21 sd 70 % Blended Learning 80 s.d. 100% 0 sd 20 % Pembelajaran Online 48 Sumber: The Sloan Consortium
  • 49.
    Kategori Online Learning(updated-2015) Classroom Course: Aktivitas (kuliah, lab, bengkel, studio) dilaksanakan secara tatap muka sesuai jadwal Synchronous Distributed Course: Sebagian mhs mengikuti aktivitas tatap muka dan mhs lain dari luar mengikuti melalui Vicon Web-Enhanced Course: Aktivitas dilakukan secara tatap muka yang diperkaya/ditambah dengan aktivitas online Blended Classroom Course: Aktivitas dilakukan secara tatap muka, namun ada sebagian yang diganti dengan online Blended Online Course: Aktivitas dilakukan secara online, namun ada sebagian yang diganti dengan tatap muka Online Course: Semua aktivitas dilakukan sepenuhnya secara online 1 2 3 4 5 6
  • 50.
    Blended Learning ¨ BlendedLearning ¤ Kombinasi tatap muka (tradisional) dan online learning ¤ Tatap muka di kelas/lab/bengkel/studio ¤ E-learning: materi pembelajaran, quiz/tugas, diskusi, chat, videoconferences. ¤ Aplikasi jejaring sosial: n Facebook: informasi, group diskusi, notes n Blogs: materi pembelajaran 50
  • 51.
    Perlu perhatian dalamBL ¨ Kombinasi interaksi Synchronous dan Asynchronous ¤ Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan materi pembelajaran ¨ Pengaturan waktu aktivitas pembelajaran ¤ Pengaturan waktu yang tepat antara aktivitas pembelajaran tatap muka dan online ¨ Pemilihan teknologi yang tepat ¤ Tool yang tepat untuk mengakomodasi sistem online dan aktivitas online
  • 52.
    Model Blended Learning Pembelajarantatap muka di kelas • ceramah • diskusi • tanya jawab • ujian Online learning (e- learning, FB, blog) • download materi • quiz/tugas • diskusi/chat • videoconference • kerjasama Proyek/tugas • praktik • tugas mandiri/kelompok • membuat laporan 52
  • 53.
    Mengapa Blended Learning ¨Kemudahan dan kenyamanan akses (waktu fleksibel) ¨ Peningkatan pembelajaran ¤ Rancangan instruksional bisa ditingkatkan ¤ Petunjuk bisa lebih jelas ¤ Aktivitas belajar bisa lebih terarah ¤ Memfasilitasi Individualized learning ¤ Keterlibatan meningkat melalui interaksi sosial ¤ Pengaturan waktu lebih baik ¨ Beaya lebih murah ¨ Perlunya pendidikan karakter ¨ Perlunya skill motorik/ketrampilan praktik
  • 54.
    Best Practice dalamBL ¨ Kombinasi interaksi Synchronous dan Asynchronous Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan materi pembelajaran. ¨ Pengaturan waktu aktivitas pembelajaran Pengaturan waktu yang tepat antara aktivitas pembelajaran tatap muka dan online. ¨ Pemilihan teknologi yang tepat Tool yang tepat untuk mengakomodasi sistem online dan aktivitas online.
  • 55.
    Kesimpulan ¨ E-learning adalahpemanfaatan teknologi informasi atau web dalam proses belajar mengajar jarak jauh. ¨ Mode komunikasi dalam e-learning: synchronous dan asynchronous ¨ PJJ dan MOOC adalah contoh pemanfaatan e-learning ¨ E-learning adaptif dapat menyajikan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pengetahuan dan gaya belajar mahasiswa sehingga pembelajaran akan efektif.
  • 56.
    Kesimpulan ¨ E-learning yangengaging adalah e-learning yang memikat mahasiswa agar selalu datang mengunjungi dengan suka hati tanpa paksaan. ¨ E-learning yang berkualitas tidak saja harus memuat bahan ajar yang baik, tetapi juga harus dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang membuat peserta didik senang dan menikmati pembelajaran online. 56