Domain 1
Prinsip Satu Data
Indonesia
Tim Pelaksana EPSS
BADAN PUSAT STATISTIK
Entry Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan
Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2024
2 April 2024
Indikator bersifat
umum/general
(tidak harus terkait
dengan kegiatan
statistik yang
dinilaikan)
3
STRUKTUR LEMBAR KERJA EPSS
Menentukan
Tingkat
Kematangan
Mengisi
Penjelasan
Menyampaikan
Bukti Dukung
P
Mengisi Penjelasan:
1. Menjelasakan proses di instansi pemerintah sesuai
tingkat kematangan yang dipilih
2. Menjelaskan bagaimana bukti dukung yang
disampaikan dapat menunjukkan implementasi dari
proses di instansi pemerintah
Contoh:
Penerapan Metadata Statistik di Pemerintah
Kabupaten Abc sudah mencapai tingkat kematangan 3
(tiga). Dalam menyelenggarakan kegiatan statistik,
seluruh produsen data terkait sudah menerapkan
metadata statistik yang terdiri dari metadata kegiatan,
metadata variabel, dan metadata
indikator sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati
Abc Nomor 20 Tahun 2021 tentang Satu Data
Indonesia pada Pasal X (halaman 7) yang
memuat klausul terkait metadata statistik. Penerapan
metadata statistik tersebut juga telah merujuk format
baku yang ditetapkan pada Peraturan BPS Nomor
5 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis
Metadata Statistik. Metadata yang dibuat oleh
produsen data selanjutnya diperiksa oleh Dinas
Komunikasi dan Informasi Statistik Kabupaten Abc
selaku walidata.
4
GAMBARAN UMUM KRITERIA BUKTI DUKUNG PADA TINGKAT
KEMATANGAN
► Tidak ada bukti dukung, atau
► Bukti dukung tidak relevan
► Dokumen administasi yang sesuai dengan kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator
► Dokumen pendukung lainnya
► Dokumen kebijakan yang mengatur internal instansi pemerintah sesuai kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator
► Dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terkelola
► Dokumen pendukung lainnya
► Dokumen hasil reviu dan evaluasi sesuai kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator
► Dokumen kebijakan dan dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terdefinisi
► Dokumen pendukung lainnya
► Dokumen perbaikan proses yang dapat menunjukkan before-after dari hasil reviu/evaluasi sesuai kriteria tingkat kematangan suatu indikator
► Dokumen hasil reviu dan evaluasi, dokumen kebijakan, dan dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terpadu dan Terukur
► Dokumen pendukung lainnya
Level 1 - Rintisan
Level 2 - Terkelola
Level 3 - Terdefinisi
Level 4 – Terpadu dan Terukur
Level 5 – Optimum
INDEKS
PEMBANGUNAN
STATISTIK
5 Domain, 19 Aspek,
38 Indikator
100%
Proses Bisnis Statistik
4 Aspek ,
7 Indikator
19% Perencanaan Data
3 Indikator
32%
Pemeriksaan Data
2 Indikator
21%
Penyebarluasan Data
1 Indikator
21%
26%
Pengumpulan Data
1 Indikator
Kualitas Data
5 Aspek ,
10 Indikator
24% Relevansi
2 Indikator
21%
Akurasi
1 Indikator
16%
Aktualitas &
Ketepatan Waktu
2 Indikator
21%
Aksesibilitas
3 Indikator
21%
Keterbandingan &
Konsistensi
2 Indikator
21%
Prinsip SDI
4 Aspek ,
4 Indikator
28% Standar Data Statistik
1 Indikator
25%
Metadata Statistik
1 Indikator
25%
Interoperabilitas Data
1 Indikator
25%
Kode Referensi
dan/atau Data Induk
1 Indikator
25%
Kelembagaan
3 Aspek , 10 Indikator
17% Profesionalitas
4 Indikator
35%
SDM yang Memadai
dan Kapabel
2 Indikator
30%
Pengorganisasian
Statistik
4 Indikator
35%
Statistik Nasional
3 Aspek , 7 Indikator
12% Pemanfaatan Data
Statistik
3 Indikator
34%
Pengelolaan Kegiatan
Statistik
1 Indikator
33%
Penguatan SSN
Berkelanjutan
3 Indikator
33%
1. Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia
2. Peraturan BPS No 4/2020 ttg Petunjuk Teknis Standar Data Statistik
3. Peraturan BPS No 5/2020 ttg Petunjuk Teknis Metadata Statistik
4. Permen Kominfo No 1/2023 ttg Interoperabilitas Data dalam
Penyelenggaraan SPBE & SDI
5. Hasil kesepakatan Forum SDI tingkat Pusat
UN Quality Assurance Frameworks (UNQAF)
Manual of Official Statistics
Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) -
UNECE/Eurostat/OECD
1. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik
2. Panduan Ringkas Penggunaan Aplikasi Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik)
Online - romantik.bps.go.id
3. Kepka BPS No 5/2000 ttg Sistem Statistik Nasional (SSN)
1. UN Quality Assurance Frameworks (UNQAF) Manual of Official Statistics
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik
3. Perpres No 39/2019 ttg Satu Data Indonesia (SDI)
6
STRUKTUR PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN
Pembentuk Domain Prinsip Satu Data Indonesia
 Dasar pemilihan indikator relevan dengan tugas BPS
sebagai Pembina Data dalam Perpres 39 Tahun 2019
tentang SDI
 Bisa digunakan sebagai indikator kinerja dan capaian
pelaksanaan SDI untuk seluruh K/L/Pemda
 Manfaat dari indikator ini sebagai ukuran pemenuhan dari
Perpres 39 Tahun 2019 tentang SDI
 Menjadi ukuran Pembinaan Statistik oleh BPS kepada
K/L/Pemda dalam upaya pemenuhan prinsip SDI
Untuk mendapatkan ukuran capaian kinerja K/L/Pemda (Walidata / Produsen
Data) dalam pemenuhan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia.
28%
1. Prinsip Satu
Data Indonesia
(SDI)
Standar Data Statistik
Tingkat Kematangan
Penerapan Standar Data
Statistik (SDS)
Metadata Statistik
Tingkat Kematangan
Penerapan Metadata
Statistik
Interoperabilitas Data
Tingkat Kematangan
Penerapan
Interoperabilitas Data
Kode Referensi dan/atau
Data Induk
Tingkat Kematangan
Penerapan Kode
Referensi
25% 25% 25% 25%
100% - Bobot indktr
7% - Bobot relatif
100% - Bobot indktr
7% - Bobot relatif
100% - Bobot indktr
7% - Bobot relatif
100% - Bobot indktr
7% - Bobot relatif
*Bobot indktr = bobot indikator pembentuk indeks aspek
*Bobot relatif = bobot indikator relatif terhadap indeks komposit (IPS)
Pemenuhan Prinsip Satu Data Indonesia
2
4
1
3
Standar Data Metadata
Interoperabilitas
Kode Referensi
dan/atau Data
Induk
Data yang dihasilkan oleh
produsen data harus
memenuhi standar data
Data yang dihasilkan oleh
produsen data harus
memenuhi kaidah
Interoperabilitas
Data yang dihasilkan oleh
produsen data harus
memiliki metadata
Data yang dihasilkan oleh
produsen data harus
menggunakan kode referensi
dan/atau Data Induk
10101. Penerapan Standar Data Statistik (SDS)
Deskripsi Indikator:
1. Standar Data adalah standar yang mendasari data tertentu, terdiri dari konsep,
definisi, klasifikasi, ukuran dan satuan;
2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi standar data.
3. Jika datanya lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka SDS ditetapkan oleh BPS
melalui regulasi Standar Data Statistik Nasional (SDSN) maupun yang pengusulan
SDS-nya sudah diverifikasi melalui indah.bps.go.id (status “Diterima”)
4. Jika datanya tidak lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka standar data yang
digunakan dapat merujuk pada yang ditetapkan oleh Menteri/Kepala Instansi
Pusat.
5. K/L/Pemda tidak harus mengusulkan SDS, dapat menggunakan SDSN yang telah
ditetapkan BPS
Ketentuan Penilaian:
Penilaian dilakukan terhadap penerapan SDS berdasarkan:
• Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia;
• Peraturan BPS No.4 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis SDS
• Peraturan BPS No.10 Tahun 2023 tentang Standar Data Statistik
• Kepka BPS No.850 Tahun 2023 tentang Standar Data Statistik Nasional
Kriteria Bukti Dukung:
1. Screenshot (SS) SDS:
• Jika SDSN sudah published, screenshot SDSN di Aplikasi INDAH atau
Ketetapan BPS tentang SDSN (Kepka 850/2023)
• Jika SDSN belum published, screenshot pengusulan SDS di INDAH
dengan status “Diterima”
DAN
2. Bukti bahwa variabel yang dikumpulkan atau indikator yang dihasilkan
telah merujuk pada SDSN, contoh:
• Panduan pengumpulan data, dimana konten variabel yang dikumpulkan
dan/atau indikator yang dihasilkan sesuai dengan SDSN;
• Metadata indikator dan variabel, dimana konsep, definisi, klasifikasi,
satuan, dan/atau ukuran sama dengan yang ditetapkan dalam SDSN;
dan/atau
• Publikasi statistik; dimana kontennya sesuai dengan SDSN
10101. Penerapan Standar Data Statistik (SDS)
Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung
1 Penerapan SDS belum
dilakukan oleh seluruh
Produsen Data
• Seluruh produsen belum menerapkan SDS; atau
• Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan SDS
Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen
data
2 Penerapan SDS telah
dilakukan oleh setiap
Produsen Data sesuai
standarnya masing-masing
• Seluruh produsen telah menerapkan SDS; dan
• Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku terkait
penerapan SDS yang berlaku untuk seluruh produsen data
di satu instansi pusat/pemda
Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data,
namun prosedur pemenuhan SDS antar produsen data dalam satu
instansi pusat/pemda masih berbeda-beda karena belum ada
kaidah baku
3 Penerapan SDS telah
dilakukan berdasarkan
kaidah yang ditetapkan
dan berlaku untuk seluruh
Produsen Data
• Seluruh produsen telah menerapkan SDS; dan
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS
yang berlaku untuk seluruh produsen data di satu instansi
pusat/pemda
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan
• Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS di satu
instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala
Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan
Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll
4 Penerapan SDS telah
dilakukan reviu dan
evaluasi secara berkala
• Seluruh produsen telah menerapkan SDS;
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/
pemda; dan
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3;
• Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi
penerapan SDS yang dilakukan secara periodik; dan
• Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan
rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut;
5 Penerapan SDS telah
dilakukan pemutakhiran
oleh Produsen Data
bersama Walidata dalam
rangka peningkatan
kualitas
• Seluruh produsen telah menerapkan SDS;
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda;
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik;
dan
• Telah dilakukan perbaikan penerapan SDS sebagai tindak
lanjut atas hasil reviu dan evaluasi
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4;
• Dokumentasi penerapan SDS sebelum dilakukan perbaikan; dan
• Dokumentasi penerapan SDS setelah dilakukan
perbaikan/penyempurnaan;
Contoh Bukti Dukung
published pada:
indah.bps.go.id
Published pada: Kepka BPS
No.850/2023 tentang SDSN
Standar Data Statistik Nasional yang sudah published
Contoh Bukti Dukung
Standar Data Statistik Nasional yang belum published
Status: Diterima
dapat digunakan sebagai rujukan dalam
penerapan SDS
Contoh Bukti Dukung
Definisi indikator IHK pada panduan pengumpulan SHK telah merujuk pada
SDSN Klasifikasi Penyajian, Satuan, dan Ukuran indikator IHK pada suatu publikasi
statistik telah merujuk pada SDSN
Data memenuhi standar data statistik
Contoh Bukti Dukung
Dokumen Kebijakan
10201. Penerapan Metadata Statistik (MS)
Deskripsi Indikator:
1. Metadata adalah informasi dalam bentuk struktur dan format yang baku
untuk menggambarkan data, menjelaskan data, serta memudahkan
pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi data.
2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus dilengkapi dengan metadata
3. Jika datanya lintas instansi pusat dan/atau daerah, informasi dalam metadata
harus mengikuti struktur dan format yang baku yang ditetapkan oleh BPS
4. Jika datanya tidak lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka struktur dan
format baku dari metadata dapat ditetapkan oleh Menteri/Kepala Instansi
Pusat, sepanjang mengacu struktur dan format baku yang ditetapkan BPS
5. Metadata statistik dilaporkan ke BPS melalui aplikasi indah.bps.go.id (untuk
data yang sifatnya dipublikasikan untuk umum)
Ketentuan Penilaian:
Penilaian dilakukan terhadap penerapan Metadata Statistik berdasarkan:
• Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia;
• Peraturan BPS No.5 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Metadata Statistik
Kriteria Bukti Dukung:
1. Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah serta datanya dipublikasikan umum: screenshot metadata kegiatan, variabel, dan indikator utama
di aplikasi INDAH dengan status submit
2. Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah namun tidak dipublikasikan untuk umum: file/screenshot metadata sesuai MS-Keg, MS-Var dan
MS-Ind sesuai struktur dan format baku yang ditetapkan BPS
3. Untuk data yang sifatnya tidak lintas instansi pusat dan daerah: ketetapan struktur dan format baku metadata dari Menteri/Kepala Instansi Pusat terkait
DAN screenshot metadata statistik yang sesuai dengan ketetapan tersebut.
10201. Penerapan Metadata Statistik (MS)
Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung
1 Penerapan Metadata
Statistik belum dilakukan
oleh seluruh Produsen Data
• Seluruh produsen belum menerapkan MS; atau
• Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan MS
Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen
data
2 Penerapan Metadata
Statistik telah dilakukan oleh
setiap Produsen Data sesuai
standarnya masing-masing
• Seluruh produsen telah menerapkan MS; dan
• Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku terkait MS
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda
Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data,
namun prosedur pemenuhan MS antar produsen data dalam satu
instansi pusat/pemda masih berbeda-beda karena belum ada
kaidah baku
3 Penerapan Metadata
Statistik telah dilakukan
berdasarkan kaidah yang
berlaku untuk seluruh
Produsen Data
• Seluruh produsen telah menerapkan MS; dan
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan
• Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS di satu
instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala
Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan
Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll
4 Penerapan Metadata
Statistik telah dilakukan
reviu dan evaluasi secara
berkala
Seluruh produsen telah menerapkan MS;
Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda;
dan
Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik.
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3;
• Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi
penerapan MS yang dilakukan secara periodik; dan
• Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan
rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut;
5 Penerapan Metadata
Statistik telah dilakukan
pemutakhiran oleh Produsen
Data bersama Walidata
dalam rangka peningkatan
kualitas
• Seluruh produsen telah menerapkan MS;
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS
untuk seluruh produsen data di satu instansi
pusat/pemda;
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik;
dan
• Telah dilakukan perbaikan penerapan MS sebagai tindak
lanjut atas hasil reviu dan evaluasi
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4;
• Dokumentasi penerapan MS sebelum dilakukan perbaikan; dan
• Dokumentasi penerapan MS setelah dilakukan perbaikan/
penyempurnaan;
Contoh Bukti Dukung Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah serta datanya dipublikasikan umum: screenshot metadata
kegiatan, variabel, dan indikator utama di aplikasi INDAH dengan status submit
Informasi MS-Keg, MS-Ind, dan MS Var
Metadata yang telah diinputkan dalam INDAH
dengan status minimal “Submit”
Contoh Bukti Dukung Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah namun tidak dipublikasikan untuk umum:
file/screenshot metadata sesuai MS-Keg, MS-Ind dan MS-Var
Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC
2023
13
Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC Kementerian ABC
Sekretaris Jenderal
Pusat Data dan Informasi
-
Nama Pegawai nama Nama Panggilan lengkap seseorang
sesuai dengan nama yang
tercantum pada kartu keluarga
(KK) atau kartu tanda penduduk
(KTP).
• Kartu
keluarga
(KK)
• Kartu Tanda
Penduduk
(KTP).
Pada saat
pencacahan
Text - Wajib diisi Isikan nama lengkap sesuai
dengan KTP
2
Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC Kementerian ABC
Sekretaris Jenderal
Pusat Data dan Informasi
-
Indeks
Kinerja
Pegawai
Indeks
Kinerja
Pegawai
Indikator yang
menunjukkan tingkat
kinerja pegawai pada
suatu waktu
Semakin tinggi nilai
indicator menunjukkan
semakin baik kinerja
pegawai pada suatu
waktu
Satuan kerja • Hara
• Penil
Survei
Persepsi
Kinerja
Pegawai
Kemente
rian ABC
Contoh Bukti Dukung
Dokumen Kebijakan
10301. Penerapan Interoperabilitas Data
Deskripsi Indikator:
1. Interoperabilitas Data adalah kemampuan Data untuk
dibagipakaikan antar sistem elektronik yang saling
berinteraksi.
2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi
kaidah Interoperabilitas Data
3. Data harus konsisten dalam sintak/bentuk,
struktur/skema/komposisi penyajian, dan semantik/ artikulasi
keterbacaan
4. Data harus disimpan dalam format terbuka yang dapat dibaca
sistem elektronik.
5. Menyediakan LID (Layanan Interoperabilitas Data)
6. API yang disediakan terhubung dengan SPLP
7. Memenuhi persyaratan kebijakan, organisasi, dan teknis
(Permenkominfo No.1 Tahun 2023)
Ketentuan Penilaian:
Penilaian dilakukan terhadap penerapan Interoperabilitas Data
berdasarkan:
• Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia;
dan/atau
• Peraturan Menteri Kominfo No. 1 Tahun 2023 tentang
Interoperabilitas Data dalam Penyelenggaraan SPBE dan SDI
Kriteria Bukti Dukung:
1. Screeshot ketersediaan web service / API / system lainnya; atau
2. Screenshot pendaftaran pada Katalog Nasional LID;
10301. Penerapan Interoperabilitas Data
Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung
1 Penerapan Interoperabilitas
Data belum dilakukan oleh
seluruh Produsen Data
• Seluruh produsen belum menerapkan kaidah
Interoperabilitas Data; atau
• Baru sebagian produsen data yang telah
menerapkan kaidah Interoperabilitas Data
Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh
produsen data
2 Penerapan Interoperabilitas
Data telah dilakukan oleh setiap
Produsen Data sesuai
standarnya masing-masing
• Seluruh produsen telah menerapkan kaidah
Interoperabilitas Data; dan
• Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku untuk
seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda
Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen
data, namun penerapan Interoperabilitas Data yang
dilakukan oleh produsen data masih berbeda-beda
karena belum ada kaidah baku dalam satu instansi
pusat/pemda tersebut
3 Penerapan Interoperabilitas
Data antar unit kerja/perangkat
daerah di Instansi
Pusat/Pemerintahan Daerah
telah dilakukan berdasarkan
kaidah yang berlaku untuk
seluruh Produsen Data
• Seluruh produsen telah menerapkan kaidah
Interoperabilitas Data; dan
• Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan
kaidah Interoperabilitas Data untuk seluruh
produsen data di satu instansi pusat/pemda
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan
• Dokumen kebijakan/prosedur baku penerapan
kaidah Interoperabilitas Data di satu instansi
pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan
Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat
Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi
pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll
10301. Penerapan Interoperabilitas Data
Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung
4 Penerapan Interoperabilitas
Data antar Instansi
Pusat/Pemerintahan Daerah
telah dilakukan reviu dan
evaluasi secara berkala
• Seluruh produsen telah menerapkan kaidah
Interoperabilitas Data;
• Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah
Interoperabilitas Data untuk seluruh produsen data di
satu instansi pusat/pemda; dan
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara
berkala/periodik.
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3;
• Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan
evaluasi penerapan kaidah Interoperabilitas Data
yang dilakukan secara periodik; dan
• Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten
isu/permasalahan dan rekomendasi
perbaikan/rencana tindak lanjut;
5 Penerapan Interoperabilitas
Data telah dilakukan
pemutakhiran oleh Walidata
dalam rangka peningkatan
kualitas
• Seluruh produsen telah menerapkan kaidah
Interoperabilitas Data;
• Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah
Interoperabilitas Data untuk seluruh produsen data di
satu instansi pusat/pemda;
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara
berkala/periodik; dan
• Telah dilakukan perbaikan penerapan kaidah
Interoperabilitas Data sebagai tindak lanjut atas hasil
reviu dan evaluasi
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4;
• Dokumentasi penerapan kaidah Interoperabilitas
Data sebelum dilakukan perbaikan; dan
• Dokumentasi penerapan kaidah Interoperabilitas
Data setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan;
Contoh Bukti Dukung
Penerapan Interoperabilitas Data antar Unit Kerja/Perangkat Daerah
Contoh Bukti Dukung
https://splp.layanan.go.id
Penerapan Interoperabilitas Data antar Instansi Pusat/Pemda
Contoh Bukti Dukung
Dokumen Kebijakan
Contoh Bukti Dukung
Dokumen Kebijakan
10401. Penerapan Kode Referensi dan/atau Data Induk
Deskripsi Indikator:
1. Kode Referensi adalah tanda berisi karakter yang
mengandung atau menggambarkan makna, maksud, atau
norma tertentu sebagai rujukan identitas Data yang bersifat
unik.
2. Kode Referensi dan/atau Data Induk dibahas dan disepakati
dalam Forum SDI
3. Yang sudah dibahas dan disepakati mencakup: kode
kependudukan, bridging kode kewilayahan, NPWP dan kode
Fasyankes
4. Jika kegiatan statistik tidak terkait dengan data
kependudukan, kewilayahan, dan Kesehatan, maka kode
referensi dapat merujuk pada standar Internasional
Ketentuan Penilaian:
Penilaian dilakukan terhadap penerapan Kode Referensi
dan/atau Data Induk berdasarkan:
• Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia;
• Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SDI Tingkat Pusat
Kriteria Bukti Dukung:
1. Screenshot penggunaan kode referensi pada raw data
2. Screenshot penggunaan kode referensi pada penyajian data
10401. Penerapan Kode Referensi dan/atau Data Induk
Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung
1 Penerapan Kode Referensi
belum dilakukan oleh
seluruh Produsen Data
• Seluruh produsen belum menerapkan Kode Referensi; atau
• Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan Kode
Referensi
Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen
data
2 Penerapan Kode Referensi
telah dilakukan oleh setiap
Produsen Data sesuai
standarnya masing-masing
• Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; dan
• Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku untuk seluruh
produsen data di satu instansi pusat/pemda, sehingga prosedur
penerapan Kode Referensi antar produsen data dalam satu
instansi pusat/pemda berbeda
Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data
3 Penerapan Kode Referensi
berdasarkan kaidah yang
ditetapkan dan berlaku
untuk seluruh Produsen
Data
• Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; dan
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode
Referensi untuk seluruh produsen data di satu instansi
pusat/pemda
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan
• Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode
Referensi di satu instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan
Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat
Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi pusat/pemda
sesuai kewenangannya, dll
4 Penerapan Kode Referensi
telah dilakukan reviu dan
evaluasi secara berkala
• Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi;
• Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode
Referensi untuk seluruh produsen data di satu instansi
pusat/pemda; dan
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik.
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3;
• Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi
penerapan Kode Referensi yang dilakukan secara periodik; dan
• Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan
rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut;
5 Penerapan Kode Referensi
telah dilakukan
pemutakhiran berdasarkan
kesepakatan Forum Satu
Data Indonesia
• Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi;
• Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan Kode Referensi
untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda;
• Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik; dan
• Telah dilakukan perbaikan penerapan Kode Referensi sebagai
tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi
• Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4;
• Dokumentasi penerapan Kode Referensi sebelum dilakukan
perbaikan; dan
• Dokumentasi penerapan Kode Referensi setelah dilakukan
perbaikan/penyempurnaan;
Contoh Bukti Dukung
Mawar Melati
Mawar Melati
Contoh Bukti Dukung
Dokumen Kebijakan
Thank You
For Attending
Thank you once again for your time and attention. I look forward to
continued collaboration and the exciting possibilities that lie ahead.
www.bps.go.id ips@bps.go.id
BADAN PUSAT STATISTIK

Domai 1 - Prinsip Satu Data Indonesia.pdf

  • 1.
    Domain 1 Prinsip SatuData Indonesia Tim Pelaksana EPSS BADAN PUSAT STATISTIK Entry Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2024 2 April 2024
  • 2.
    Indikator bersifat umum/general (tidak harusterkait dengan kegiatan statistik yang dinilaikan)
  • 3.
    3 STRUKTUR LEMBAR KERJAEPSS Menentukan Tingkat Kematangan Mengisi Penjelasan Menyampaikan Bukti Dukung P Mengisi Penjelasan: 1. Menjelasakan proses di instansi pemerintah sesuai tingkat kematangan yang dipilih 2. Menjelaskan bagaimana bukti dukung yang disampaikan dapat menunjukkan implementasi dari proses di instansi pemerintah Contoh: Penerapan Metadata Statistik di Pemerintah Kabupaten Abc sudah mencapai tingkat kematangan 3 (tiga). Dalam menyelenggarakan kegiatan statistik, seluruh produsen data terkait sudah menerapkan metadata statistik yang terdiri dari metadata kegiatan, metadata variabel, dan metadata indikator sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Abc Nomor 20 Tahun 2021 tentang Satu Data Indonesia pada Pasal X (halaman 7) yang memuat klausul terkait metadata statistik. Penerapan metadata statistik tersebut juga telah merujuk format baku yang ditetapkan pada Peraturan BPS Nomor 5 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Metadata Statistik. Metadata yang dibuat oleh produsen data selanjutnya diperiksa oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Statistik Kabupaten Abc selaku walidata.
  • 4.
    4 GAMBARAN UMUM KRITERIABUKTI DUKUNG PADA TINGKAT KEMATANGAN ► Tidak ada bukti dukung, atau ► Bukti dukung tidak relevan ► Dokumen administasi yang sesuai dengan kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator ► Dokumen pendukung lainnya ► Dokumen kebijakan yang mengatur internal instansi pemerintah sesuai kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator ► Dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terkelola ► Dokumen pendukung lainnya ► Dokumen hasil reviu dan evaluasi sesuai kriteria tingkat kematangan pada suatu indikator ► Dokumen kebijakan dan dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terdefinisi ► Dokumen pendukung lainnya ► Dokumen perbaikan proses yang dapat menunjukkan before-after dari hasil reviu/evaluasi sesuai kriteria tingkat kematangan suatu indikator ► Dokumen hasil reviu dan evaluasi, dokumen kebijakan, dan dokumen administasi pada Tingkat Kematangan Terpadu dan Terukur ► Dokumen pendukung lainnya Level 1 - Rintisan Level 2 - Terkelola Level 3 - Terdefinisi Level 4 – Terpadu dan Terukur Level 5 – Optimum
  • 5.
    INDEKS PEMBANGUNAN STATISTIK 5 Domain, 19Aspek, 38 Indikator 100% Proses Bisnis Statistik 4 Aspek , 7 Indikator 19% Perencanaan Data 3 Indikator 32% Pemeriksaan Data 2 Indikator 21% Penyebarluasan Data 1 Indikator 21% 26% Pengumpulan Data 1 Indikator Kualitas Data 5 Aspek , 10 Indikator 24% Relevansi 2 Indikator 21% Akurasi 1 Indikator 16% Aktualitas & Ketepatan Waktu 2 Indikator 21% Aksesibilitas 3 Indikator 21% Keterbandingan & Konsistensi 2 Indikator 21% Prinsip SDI 4 Aspek , 4 Indikator 28% Standar Data Statistik 1 Indikator 25% Metadata Statistik 1 Indikator 25% Interoperabilitas Data 1 Indikator 25% Kode Referensi dan/atau Data Induk 1 Indikator 25% Kelembagaan 3 Aspek , 10 Indikator 17% Profesionalitas 4 Indikator 35% SDM yang Memadai dan Kapabel 2 Indikator 30% Pengorganisasian Statistik 4 Indikator 35% Statistik Nasional 3 Aspek , 7 Indikator 12% Pemanfaatan Data Statistik 3 Indikator 34% Pengelolaan Kegiatan Statistik 1 Indikator 33% Penguatan SSN Berkelanjutan 3 Indikator 33% 1. Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia 2. Peraturan BPS No 4/2020 ttg Petunjuk Teknis Standar Data Statistik 3. Peraturan BPS No 5/2020 ttg Petunjuk Teknis Metadata Statistik 4. Permen Kominfo No 1/2023 ttg Interoperabilitas Data dalam Penyelenggaraan SPBE & SDI 5. Hasil kesepakatan Forum SDI tingkat Pusat UN Quality Assurance Frameworks (UNQAF) Manual of Official Statistics Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) - UNECE/Eurostat/OECD 1. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik 2. Panduan Ringkas Penggunaan Aplikasi Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik) Online - romantik.bps.go.id 3. Kepka BPS No 5/2000 ttg Sistem Statistik Nasional (SSN) 1. UN Quality Assurance Frameworks (UNQAF) Manual of Official Statistics 2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik 3. Perpres No 39/2019 ttg Satu Data Indonesia (SDI)
  • 6.
    6 STRUKTUR PENILAIAN TINGKATKEMATANGAN Pembentuk Domain Prinsip Satu Data Indonesia  Dasar pemilihan indikator relevan dengan tugas BPS sebagai Pembina Data dalam Perpres 39 Tahun 2019 tentang SDI  Bisa digunakan sebagai indikator kinerja dan capaian pelaksanaan SDI untuk seluruh K/L/Pemda  Manfaat dari indikator ini sebagai ukuran pemenuhan dari Perpres 39 Tahun 2019 tentang SDI  Menjadi ukuran Pembinaan Statistik oleh BPS kepada K/L/Pemda dalam upaya pemenuhan prinsip SDI Untuk mendapatkan ukuran capaian kinerja K/L/Pemda (Walidata / Produsen Data) dalam pemenuhan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia. 28% 1. Prinsip Satu Data Indonesia (SDI) Standar Data Statistik Tingkat Kematangan Penerapan Standar Data Statistik (SDS) Metadata Statistik Tingkat Kematangan Penerapan Metadata Statistik Interoperabilitas Data Tingkat Kematangan Penerapan Interoperabilitas Data Kode Referensi dan/atau Data Induk Tingkat Kematangan Penerapan Kode Referensi 25% 25% 25% 25% 100% - Bobot indktr 7% - Bobot relatif 100% - Bobot indktr 7% - Bobot relatif 100% - Bobot indktr 7% - Bobot relatif 100% - Bobot indktr 7% - Bobot relatif *Bobot indktr = bobot indikator pembentuk indeks aspek *Bobot relatif = bobot indikator relatif terhadap indeks komposit (IPS)
  • 7.
    Pemenuhan Prinsip SatuData Indonesia 2 4 1 3 Standar Data Metadata Interoperabilitas Kode Referensi dan/atau Data Induk Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi standar data Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi kaidah Interoperabilitas Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memiliki metadata Data yang dihasilkan oleh produsen data harus menggunakan kode referensi dan/atau Data Induk
  • 8.
    10101. Penerapan StandarData Statistik (SDS) Deskripsi Indikator: 1. Standar Data adalah standar yang mendasari data tertentu, terdiri dari konsep, definisi, klasifikasi, ukuran dan satuan; 2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi standar data. 3. Jika datanya lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka SDS ditetapkan oleh BPS melalui regulasi Standar Data Statistik Nasional (SDSN) maupun yang pengusulan SDS-nya sudah diverifikasi melalui indah.bps.go.id (status “Diterima”) 4. Jika datanya tidak lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka standar data yang digunakan dapat merujuk pada yang ditetapkan oleh Menteri/Kepala Instansi Pusat. 5. K/L/Pemda tidak harus mengusulkan SDS, dapat menggunakan SDSN yang telah ditetapkan BPS Ketentuan Penilaian: Penilaian dilakukan terhadap penerapan SDS berdasarkan: • Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia; • Peraturan BPS No.4 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis SDS • Peraturan BPS No.10 Tahun 2023 tentang Standar Data Statistik • Kepka BPS No.850 Tahun 2023 tentang Standar Data Statistik Nasional Kriteria Bukti Dukung: 1. Screenshot (SS) SDS: • Jika SDSN sudah published, screenshot SDSN di Aplikasi INDAH atau Ketetapan BPS tentang SDSN (Kepka 850/2023) • Jika SDSN belum published, screenshot pengusulan SDS di INDAH dengan status “Diterima” DAN 2. Bukti bahwa variabel yang dikumpulkan atau indikator yang dihasilkan telah merujuk pada SDSN, contoh: • Panduan pengumpulan data, dimana konten variabel yang dikumpulkan dan/atau indikator yang dihasilkan sesuai dengan SDSN; • Metadata indikator dan variabel, dimana konsep, definisi, klasifikasi, satuan, dan/atau ukuran sama dengan yang ditetapkan dalam SDSN; dan/atau • Publikasi statistik; dimana kontennya sesuai dengan SDSN
  • 9.
    10101. Penerapan StandarData Statistik (SDS) Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung 1 Penerapan SDS belum dilakukan oleh seluruh Produsen Data • Seluruh produsen belum menerapkan SDS; atau • Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan SDS Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data 2 Penerapan SDS telah dilakukan oleh setiap Produsen Data sesuai standarnya masing-masing • Seluruh produsen telah menerapkan SDS; dan • Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku terkait penerapan SDS yang berlaku untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data, namun prosedur pemenuhan SDS antar produsen data dalam satu instansi pusat/pemda masih berbeda-beda karena belum ada kaidah baku 3 Penerapan SDS telah dilakukan berdasarkan kaidah yang ditetapkan dan berlaku untuk seluruh Produsen Data • Seluruh produsen telah menerapkan SDS; dan • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS yang berlaku untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan • Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS di satu instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll 4 Penerapan SDS telah dilakukan reviu dan evaluasi secara berkala • Seluruh produsen telah menerapkan SDS; • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/ pemda; dan • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3; • Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi penerapan SDS yang dilakukan secara periodik; dan • Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut; 5 Penerapan SDS telah dilakukan pemutakhiran oleh Produsen Data bersama Walidata dalam rangka peningkatan kualitas • Seluruh produsen telah menerapkan SDS; • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan SDS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik; dan • Telah dilakukan perbaikan penerapan SDS sebagai tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4; • Dokumentasi penerapan SDS sebelum dilakukan perbaikan; dan • Dokumentasi penerapan SDS setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan;
  • 10.
    Contoh Bukti Dukung publishedpada: indah.bps.go.id Published pada: Kepka BPS No.850/2023 tentang SDSN Standar Data Statistik Nasional yang sudah published
  • 11.
    Contoh Bukti Dukung StandarData Statistik Nasional yang belum published Status: Diterima dapat digunakan sebagai rujukan dalam penerapan SDS
  • 12.
    Contoh Bukti Dukung Definisiindikator IHK pada panduan pengumpulan SHK telah merujuk pada SDSN Klasifikasi Penyajian, Satuan, dan Ukuran indikator IHK pada suatu publikasi statistik telah merujuk pada SDSN Data memenuhi standar data statistik
  • 13.
  • 14.
    10201. Penerapan MetadataStatistik (MS) Deskripsi Indikator: 1. Metadata adalah informasi dalam bentuk struktur dan format yang baku untuk menggambarkan data, menjelaskan data, serta memudahkan pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi data. 2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus dilengkapi dengan metadata 3. Jika datanya lintas instansi pusat dan/atau daerah, informasi dalam metadata harus mengikuti struktur dan format yang baku yang ditetapkan oleh BPS 4. Jika datanya tidak lintas instansi pusat dan/atau daerah, maka struktur dan format baku dari metadata dapat ditetapkan oleh Menteri/Kepala Instansi Pusat, sepanjang mengacu struktur dan format baku yang ditetapkan BPS 5. Metadata statistik dilaporkan ke BPS melalui aplikasi indah.bps.go.id (untuk data yang sifatnya dipublikasikan untuk umum) Ketentuan Penilaian: Penilaian dilakukan terhadap penerapan Metadata Statistik berdasarkan: • Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia; • Peraturan BPS No.5 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Metadata Statistik Kriteria Bukti Dukung: 1. Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah serta datanya dipublikasikan umum: screenshot metadata kegiatan, variabel, dan indikator utama di aplikasi INDAH dengan status submit 2. Untuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah namun tidak dipublikasikan untuk umum: file/screenshot metadata sesuai MS-Keg, MS-Var dan MS-Ind sesuai struktur dan format baku yang ditetapkan BPS 3. Untuk data yang sifatnya tidak lintas instansi pusat dan daerah: ketetapan struktur dan format baku metadata dari Menteri/Kepala Instansi Pusat terkait DAN screenshot metadata statistik yang sesuai dengan ketetapan tersebut.
  • 15.
    10201. Penerapan MetadataStatistik (MS) Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung 1 Penerapan Metadata Statistik belum dilakukan oleh seluruh Produsen Data • Seluruh produsen belum menerapkan MS; atau • Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan MS Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data 2 Penerapan Metadata Statistik telah dilakukan oleh setiap Produsen Data sesuai standarnya masing-masing • Seluruh produsen telah menerapkan MS; dan • Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku terkait MS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data, namun prosedur pemenuhan MS antar produsen data dalam satu instansi pusat/pemda masih berbeda-beda karena belum ada kaidah baku 3 Penerapan Metadata Statistik telah dilakukan berdasarkan kaidah yang berlaku untuk seluruh Produsen Data • Seluruh produsen telah menerapkan MS; dan • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan • Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS di satu instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll 4 Penerapan Metadata Statistik telah dilakukan reviu dan evaluasi secara berkala Seluruh produsen telah menerapkan MS; Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; dan Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik. • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3; • Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi penerapan MS yang dilakukan secara periodik; dan • Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut; 5 Penerapan Metadata Statistik telah dilakukan pemutakhiran oleh Produsen Data bersama Walidata dalam rangka peningkatan kualitas • Seluruh produsen telah menerapkan MS; • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan MS untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik; dan • Telah dilakukan perbaikan penerapan MS sebagai tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4; • Dokumentasi penerapan MS sebelum dilakukan perbaikan; dan • Dokumentasi penerapan MS setelah dilakukan perbaikan/ penyempurnaan;
  • 16.
    Contoh Bukti DukungUntuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah serta datanya dipublikasikan umum: screenshot metadata kegiatan, variabel, dan indikator utama di aplikasi INDAH dengan status submit Informasi MS-Keg, MS-Ind, dan MS Var Metadata yang telah diinputkan dalam INDAH dengan status minimal “Submit”
  • 17.
    Contoh Bukti DukungUntuk data yang sifatnya lintas instansi pusat dan daerah namun tidak dipublikasikan untuk umum: file/screenshot metadata sesuai MS-Keg, MS-Ind dan MS-Var Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC 2023 13 Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC Kementerian ABC Sekretaris Jenderal Pusat Data dan Informasi - Nama Pegawai nama Nama Panggilan lengkap seseorang sesuai dengan nama yang tercantum pada kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP). • Kartu keluarga (KK) • Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pada saat pencacahan Text - Wajib diisi Isikan nama lengkap sesuai dengan KTP 2 Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kementerian ABC Kementerian ABC Sekretaris Jenderal Pusat Data dan Informasi - Indeks Kinerja Pegawai Indeks Kinerja Pegawai Indikator yang menunjukkan tingkat kinerja pegawai pada suatu waktu Semakin tinggi nilai indicator menunjukkan semakin baik kinerja pegawai pada suatu waktu Satuan kerja • Hara • Penil Survei Persepsi Kinerja Pegawai Kemente rian ABC
  • 18.
  • 19.
    10301. Penerapan InteroperabilitasData Deskripsi Indikator: 1. Interoperabilitas Data adalah kemampuan Data untuk dibagipakaikan antar sistem elektronik yang saling berinteraksi. 2. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi kaidah Interoperabilitas Data 3. Data harus konsisten dalam sintak/bentuk, struktur/skema/komposisi penyajian, dan semantik/ artikulasi keterbacaan 4. Data harus disimpan dalam format terbuka yang dapat dibaca sistem elektronik. 5. Menyediakan LID (Layanan Interoperabilitas Data) 6. API yang disediakan terhubung dengan SPLP 7. Memenuhi persyaratan kebijakan, organisasi, dan teknis (Permenkominfo No.1 Tahun 2023) Ketentuan Penilaian: Penilaian dilakukan terhadap penerapan Interoperabilitas Data berdasarkan: • Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia; dan/atau • Peraturan Menteri Kominfo No. 1 Tahun 2023 tentang Interoperabilitas Data dalam Penyelenggaraan SPBE dan SDI Kriteria Bukti Dukung: 1. Screeshot ketersediaan web service / API / system lainnya; atau 2. Screenshot pendaftaran pada Katalog Nasional LID;
  • 20.
    10301. Penerapan InteroperabilitasData Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung 1 Penerapan Interoperabilitas Data belum dilakukan oleh seluruh Produsen Data • Seluruh produsen belum menerapkan kaidah Interoperabilitas Data; atau • Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan kaidah Interoperabilitas Data Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data 2 Penerapan Interoperabilitas Data telah dilakukan oleh setiap Produsen Data sesuai standarnya masing-masing • Seluruh produsen telah menerapkan kaidah Interoperabilitas Data; dan • Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data, namun penerapan Interoperabilitas Data yang dilakukan oleh produsen data masih berbeda-beda karena belum ada kaidah baku dalam satu instansi pusat/pemda tersebut 3 Penerapan Interoperabilitas Data antar unit kerja/perangkat daerah di Instansi Pusat/Pemerintahan Daerah telah dilakukan berdasarkan kaidah yang berlaku untuk seluruh Produsen Data • Seluruh produsen telah menerapkan kaidah Interoperabilitas Data; dan • Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah Interoperabilitas Data untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan • Dokumen kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah Interoperabilitas Data di satu instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll
  • 21.
    10301. Penerapan InteroperabilitasData Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung 4 Penerapan Interoperabilitas Data antar Instansi Pusat/Pemerintahan Daerah telah dilakukan reviu dan evaluasi secara berkala • Seluruh produsen telah menerapkan kaidah Interoperabilitas Data; • Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah Interoperabilitas Data untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; dan • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik. • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3; • Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi penerapan kaidah Interoperabilitas Data yang dilakukan secara periodik; dan • Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut; 5 Penerapan Interoperabilitas Data telah dilakukan pemutakhiran oleh Walidata dalam rangka peningkatan kualitas • Seluruh produsen telah menerapkan kaidah Interoperabilitas Data; • Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan kaidah Interoperabilitas Data untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik; dan • Telah dilakukan perbaikan penerapan kaidah Interoperabilitas Data sebagai tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4; • Dokumentasi penerapan kaidah Interoperabilitas Data sebelum dilakukan perbaikan; dan • Dokumentasi penerapan kaidah Interoperabilitas Data setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan;
  • 22.
    Contoh Bukti Dukung PenerapanInteroperabilitas Data antar Unit Kerja/Perangkat Daerah
  • 23.
    Contoh Bukti Dukung https://splp.layanan.go.id PenerapanInteroperabilitas Data antar Instansi Pusat/Pemda
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    10401. Penerapan KodeReferensi dan/atau Data Induk Deskripsi Indikator: 1. Kode Referensi adalah tanda berisi karakter yang mengandung atau menggambarkan makna, maksud, atau norma tertentu sebagai rujukan identitas Data yang bersifat unik. 2. Kode Referensi dan/atau Data Induk dibahas dan disepakati dalam Forum SDI 3. Yang sudah dibahas dan disepakati mencakup: kode kependudukan, bridging kode kewilayahan, NPWP dan kode Fasyankes 4. Jika kegiatan statistik tidak terkait dengan data kependudukan, kewilayahan, dan Kesehatan, maka kode referensi dapat merujuk pada standar Internasional Ketentuan Penilaian: Penilaian dilakukan terhadap penerapan Kode Referensi dan/atau Data Induk berdasarkan: • Perpres No.39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia; • Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SDI Tingkat Pusat Kriteria Bukti Dukung: 1. Screenshot penggunaan kode referensi pada raw data 2. Screenshot penggunaan kode referensi pada penyajian data
  • 27.
    10401. Penerapan KodeReferensi dan/atau Data Induk Level Kriteria Kriteria Pemenuhan Kriteria Bukti Dukung 1 Penerapan Kode Referensi belum dilakukan oleh seluruh Produsen Data • Seluruh produsen belum menerapkan Kode Referensi; atau • Baru sebagian produsen data yang telah menerapkan Kode Referensi Tidak terpenuhinya Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data 2 Penerapan Kode Referensi telah dilakukan oleh setiap Produsen Data sesuai standarnya masing-masing • Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; dan • Belum ada kebijakan/kaidah/prosedur baku untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda, sehingga prosedur penerapan Kode Referensi antar produsen data dalam satu instansi pusat/pemda berbeda Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung pada seluruh produsen data 3 Penerapan Kode Referensi berdasarkan kaidah yang ditetapkan dan berlaku untuk seluruh Produsen Data • Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; dan • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode Referensi untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 2; dan • Dokumen kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode Referensi di satu instansi pusat/pemda; seperti: SOP, Peraturan Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah, Surat Edaran/Keputusan Pimpinan Tinggi di instansi pusat/pemda sesuai kewenangannya, dll 4 Penerapan Kode Referensi telah dilakukan reviu dan evaluasi secara berkala • Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; • Telah ada kebijakan/kaidah/prosedur baku penerapan Kode Referensi untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; dan • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik. • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 3; • Terdapat notulen/laporan/catatan hasil reviu dan evaluasi penerapan Kode Referensi yang dilakukan secara periodik; dan • Hasil reviu dan evaluasi berisikan konten isu/permasalahan dan rekomendasi perbaikan/rencana tindak lanjut; 5 Penerapan Kode Referensi telah dilakukan pemutakhiran berdasarkan kesepakatan Forum Satu Data Indonesia • Seluruh produsen telah menerapkan Kode Referensi; • Telah ada kebijakan/prosedur baku penerapan Kode Referensi untuk seluruh produsen data di satu instansi pusat/pemda; • Telah dilakuan reviu dan evaluasi secara berkala/periodik; dan • Telah dilakukan perbaikan penerapan Kode Referensi sebagai tindak lanjut atas hasil reviu dan evaluasi • Terpenuhi Kriteria Bukti Dukung Tingkat 4; • Dokumentasi penerapan Kode Referensi sebelum dilakukan perbaikan; dan • Dokumentasi penerapan Kode Referensi setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan;
  • 28.
    Contoh Bukti Dukung MawarMelati Mawar Melati
  • 29.
  • 30.
    Thank You For Attending Thankyou once again for your time and attention. I look forward to continued collaboration and the exciting possibilities that lie ahead. www.bps.go.id ips@bps.go.id BADAN PUSAT STATISTIK