Deep Learning: Topic Selection, Active ‘Joyful’
Engagement Techniques to foster Meaningful
Learning.
Dr. Dina Rachmawati
Pertanyaan pemantik
• Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar
istilah deep learning dalam konteks pendidikan?
• Apa bedanya belajar mendalam dengan belajar
sekadar menghafal?
• Mengapa menurut Anda pemerintah mendorong
pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah?
 Ikhtisar Deep Learning
 Deep Learning in ELT
 Simulasi
IKHTISAR
PEMBELAJARAN
MENDALAM
Latar Belakang
Pengertian Pembelajaran
Mendalam
Perwujudan Pembelajaran Mendalam
Latar Belakang
• Permasalahan mutu pendidikan: literasi, numerasi,
keterampilan berpikir tingkat tinggi
• Tuntutan kompetensi dan keterampilan global
• Perlunya penguatan praktik pedagogi (re-empowering)
Pengertian
Pembelajaran
Mendalam
Pembelajaran
Mendalam (PM)
Pendekatan yang memuliakan
Pendekatan yang memberikan
penekanan pada penciptaan
suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan
Pendekatan yang diwujudkan
melalui olah pikir, olah hati, olah
rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu.
Perwujudan Pembelajaran Mendalam
Memuliakan:
Dalam penerapan PM semua pihak yang telibat saling menghargai dan
menghormati dengan mempertimbangkan potensi,, martabat, dan nilai-nilai
kemanusiaan
Pembelajaran
Mendalam
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
Olah Raga
Mewujudkan Profil Lulusan
(8 Dimensi)
Kerangka Kerja
Pembelajaran Mendalam
• Dimensi profil lulusan merupakan focus profil lulusan
yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan
kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis,
kolaborasi, kemandirian, Kesehatan dan komunikasi
• Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik
pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran,
bermakna, menggembirakan
• Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami
peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami,
mengaplikasi, merefleksi
• Kerangka Pembelajaran sebagai panduan sistematis
dalam Menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik
pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan
digital, dan kemitraan pembelajaran
Dimensi Lulusan
Keimanan dan
ketakwaan terhadap
Tuhan YME
Kewargaan Penalaran Kritis Kreativitas
Kolaborasi Kemandirian Kesehatan Komunikasi
Prinsip Pembelajaran
Berkesadaran
• Memiliki kesadaran
untuk menjadi
pembelajar yang
aktif dan
meregulasi diri
(active and self
regulated learners)
Bermakna
• Merasakan
manfaat dan
relevansi dari hal-
hal yang dipelajari
untuk kehidupan
(relevant and
meaningful
learning)
Menggembirakan
• Menciptakan
suasana belajar
yang positif,
menyenangkan,
menantang, dan
memotivasi (joyful
and motivating
learning)
Pembelajaran Mendalam
dalam MetodePembelajaran Bahasa Inggris
Pengalaman
Belajar
Metode Pembelajaran
(PPP)
Prinsip
Pembelajaran
Memahami Presentation
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasi Practice Production
Merefleksi
Reflection (Linking to
real life contexts)
Pembelajaran Mendalam
dalam Metode Pembelajaran Bahasa Inggris
Pengalaman
Belajar
Metode Pembelajaran
(GBA)
Prinsip
Pembelajaran
Memahami
• Building Knowledge of the
Field
• Modelling of the Text
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasi
• Joint Construction of the Text
• Independent Construction of
the Text
Merefleksi
Reflection (Linking to the real-life
contexts)
Pembelajaran Mendalam
dalam MetodePembelajaran Bahasa Inggris
Pengalaman
Belajar
Metode Pembelajaran
(PBL)
Prinsip
Pembelajaran
Memahami
• Identifying a Problem
• Analyzing the Problem
• Stating the Problem
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasi
• Gathering Information
• Developing Solution
• Presenting Solution
Merefleksi
Reflecting the process and the
outputs
Pembelajaran Mendalam
dalam MetodePembelajaran Bahasa Inggris
Pengalaman
Belajar
Metode Pembelajaran
(PjBL)
Prinsip
Pembelajaran
Memahami
• Posing a driving question
• Planning the project
• Conducting research and
gathering information
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasi
• Designing and developing
the project
• Collaborating and
communicating the project
• Presenting the project
Merefleksi
Reflecting the process and the
outputs
Format RPP PM
Format RPP PM
Keterampilan
Berbahasa Inggris
Brown, D. H. & Lee, H. (2015).
Teaching by principles: An
interactive approach to language
pedagogy (Fourth edition)
Pearson Education.
Penjenjangan Kompetensi Keterampilan Berbahasa (CEFR)
Contoh Perancangan PM dalam Keterampilan
Berbahasa Inggris
A1 (Beginner)
• Listening: Can understand basic words and simple phrases
related to personal information and immediate needs.
• Reading: Can recognize familiar words and very simple
sentences.
• Speaking: Can use simple phrases to introduce themselves
and ask basic questions.
• Writing: Can write simple phrases and short sentences.
Contoh Perancangan PM dalam Keterampilan
Berbahasa Inggris
A2 (Elementary)
• Listening: Can understand common expressions related to
everyday life (e.g., shopping, family, local area).
• Reading: Can read short, simple texts like signs, menus, and
personal letters.
• Speaking: Can communicate in routine tasks requiring a direct
exchange of information.
• Writing: Can write short notes, messages, and basic
• personal letters.
Contoh Perancangan PM dalam Keterampilan
Berbahasa Inggris
B1 (Intermediate)
• Listening: Can understand the main points of clear
• standard speech on familiar topics.
• Reading: Can comprehend texts related to work,
• school, and leisure.
• Speaking: Can describe experiences, events, and
• opinions using connected sentences
• Writing: Can produce simple, connected text on familiar
• topics.
Pertanyaan analytic
• Coba sebutkan contoh kegiatan belajar di kelas Anda
yang menurut Anda sudah mengarah ke deep learning.
Mengapa Anda menganggapnya demikian?
• Apa tantangan yang sering muncul saat guru mencoba
mendorong siswa berpikir kritis dan mendalam?
• Bagaimana deep learning approach bisa membantu siswa
lebih siap menghadapi masalah nyata di masyarakat?
Pertanyaan reflektif/metocognitif
• Ketika belajar, apa yang Anda lakukan agar bisa benar-
benar memahami materi, bukan hanya mengingatnya?
• Strategi belajar apa yang paling membantu Anda untuk
belajar mendalam?
• Jika Anda menjadi guru, bagaimana Anda akan menilai
apakah siswa sudah belajar mendalam?
Pertanyaan aplikasi/koneksi
• Bagaimana pendekatan deep learning dapat
dikaitkan dengan pembelajaran berbasis proyek atau
masalah (project/problem based learning)?
• Apa hubungan antara deep learning dan
kemampuan regulasi diri (self-regulated learning)?
• Bagaimana teknologi (misalnya platform e-learning)
dapat mendukung pembelajaran mendalam?
Deep learning approach dalam pendidikan
• Deep Learning Approach adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan
pemahaman konsep secara mendalam, pengaitan antaride, serta penerapan
pengetahuan dalam konteks nyata. Fokusnya:
• Memahami bukan sekadar menghafal.
• Mengaitkan pengetahuan baru dengan yang sudah ada.
• Refleksi atas proses belajar.
• Aplikasi pada masalah nyata.
• Pendekatan ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka di Indonesia, yang
menekankan “pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berpihak pada murid”.
Topic selection untuk deep learning
• Pemilihan topik sangat menentukan terciptanya pembelajaran mendalam. Prinsip-prinsipnya:
• Esensial dan Relevan: fokus pada konsep kunci, bukan tumpukan fakta.
• Kontekstual: terkait kehidupan siswa, lingkungan, atau isu aktual (misalnya lingkungan hidup, budaya
lokal, teknologi).
• Interdisipliner: membuka peluang menggabungkan berbagai mata pelajaran.
• Menantang tapi sesuai tahap perkembangan: memancing rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu sulit.
• Berorientasi Kompetensi: mendukung pencapaian kompetensi inti dan profil pelajar yang diharapkan
(misalnya berpikir kritis, kolaboratif, kreatif).
• Contoh: alih-alih menghafal “daftar hewan langka”, topiknya bisa “Mengapa populasi hewan langka
menurun dan bagaimana kita berperan melestarikannya?” → memancing analisis dan solusi.
Active “Joyful” Engagement Techniques
Untuk mendorong keterlibatan aktif dan menyenangkan (joyful learning),
teknik berikut bisa dipakai:
Teknik Deskripsi Manfaat
Problem-Based Learning
Siswa memecahkan masalah nyata secara
berkelompok.
Meningkatkan analisis, kolaborasi,
pemahaman konsep.
Project-Based Learning
Siswa mengerjakan proyek dari awal hingga
hasil nyata (produk, presentasi).
Menggabungkan teori dan praktik, kreativitas,
tanggung jawab.
Role-Play / Simulation
Siswa memerankan peran dalam suatu situasi
(misal sidang lingkungan, simulasi bencana).
Empati, komunikasi, pemahaman konsep
dalam konteks nyata.
Debate Kritis / Socratic Seminar
Diskusi terbimbing dengan pertanyaan
mendalam.
Melatih berpikir kritis, argumentasi, mendengar
pandangan lain.
Gallery Walk / Learning Station
Materi dipajang di beberapa titik; siswa
berpindah untuk mengamati dan mencatat.
Variasi, gerak fisik, pengalaman multisensori.
Gamification (Kahoot, Quizizz)
Mengubah latihan menjadi permainan
interaktif.
Meningkatkan motivasi, keterlibatan.
Jurnal Reflektif Siswa menulis refleksi setelah belajar.
Melatih metakognisi dan self-regulated
learning.
Inquiry Learning
Guru memberi pertanyaan pemantik; siswa
mencari jawaban melalui riset kecil.
Rasa ingin tahu, kemampuan literasi informasi.
Kunci: kegiatan aktif & menyenangkan harus tetap diarahkan
pada tujuan pembelajaran, bukan hanya permainan semata.
Fostering meaningful learning
• Menurut Ausubel (1968), pembelajaran bermakna terjadi bila:
• Materi relevan dengan pengetahuan awal siswa.
• Siswa terlibat aktif menghubungkan konsep baru dengan konsep lama.
• Ada motivasi intrinsik.
• Ada refleksi setelah belajar.
• Strategi konkret:
• Mengaitkan topik dengan pengalaman nyata siswa.
• Menggunakan peta konsep untuk membantu siswa melihat hubungan antaride.
• Memberi ruang eksplorasi dan pilihan (student agency) dalam proyek/aktivitas.
• Memberikan umpan balik formatif agar siswa tahu kemajuan dan perbaikan.
• Menutup pembelajaran dengan refleksi atau presentasi agar siswa menginternalisasi pengetahuan.
Ringkasan
1.Pilih Topik yang esensial, relevan, kontekstual, dan interdisipliner.
2.Rancang Aktivitas Aktif & Joyful: problem/project-based learning, debat,
simulasi, gamifikasi, gallery walk, refleksi.
3.Fasilitasi Makna: hubungkan dengan pengalaman siswa, peta konsep, diskusi
kritis, feedback, refleksi.
Dengan pola ini, siswa tidak hanya mengingat, tetapi memahami,
menerapkan, dan mengembangkan pengetahuan — inti dari deep learning
approach.
Tell and I’ll forget, Teach and I may remember, Involve me
and I’ll learn (Benjami Franklin)
Thank you

Deep Learning_Final_Topic Selection, Active, Joyful Engangement Techniques to foster maningful learning_2.pptx

  • 1.
    Deep Learning: TopicSelection, Active ‘Joyful’ Engagement Techniques to foster Meaningful Learning. Dr. Dina Rachmawati
  • 3.
    Pertanyaan pemantik • Apayang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar istilah deep learning dalam konteks pendidikan? • Apa bedanya belajar mendalam dengan belajar sekadar menghafal? • Mengapa menurut Anda pemerintah mendorong pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah?
  • 4.
     Ikhtisar DeepLearning  Deep Learning in ELT  Simulasi
  • 5.
  • 6.
    Latar Belakang • Permasalahanmutu pendidikan: literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi • Tuntutan kompetensi dan keterampilan global • Perlunya penguatan praktik pedagogi (re-empowering)
  • 7.
    Pengertian Pembelajaran Mendalam Pembelajaran Mendalam (PM) Pendekatan yangmemuliakan Pendekatan yang memberikan penekanan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan Pendekatan yang diwujudkan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
  • 8.
    Perwujudan Pembelajaran Mendalam Memuliakan: Dalampenerapan PM semua pihak yang telibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi,, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan Pembelajaran Mendalam Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Olah Pikir Olah Hati Olah Rasa Olah Raga Mewujudkan Profil Lulusan (8 Dimensi)
  • 9.
    Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam •Dimensi profil lulusan merupakan focus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, Kesehatan dan komunikasi • Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan • Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi • Kerangka Pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam Menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran
  • 10.
    Dimensi Lulusan Keimanan dan ketakwaanterhadap Tuhan YME Kewargaan Penalaran Kritis Kreativitas Kolaborasi Kemandirian Kesehatan Komunikasi
  • 11.
    Prinsip Pembelajaran Berkesadaran • Memilikikesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan meregulasi diri (active and self regulated learners) Bermakna • Merasakan manfaat dan relevansi dari hal- hal yang dipelajari untuk kehidupan (relevant and meaningful learning) Menggembirakan • Menciptakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi (joyful and motivating learning)
  • 12.
    Pembelajaran Mendalam dalam MetodePembelajaranBahasa Inggris Pengalaman Belajar Metode Pembelajaran (PPP) Prinsip Pembelajaran Memahami Presentation Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Mengaplikasi Practice Production Merefleksi Reflection (Linking to real life contexts)
  • 13.
    Pembelajaran Mendalam dalam MetodePembelajaran Bahasa Inggris Pengalaman Belajar Metode Pembelajaran (GBA) Prinsip Pembelajaran Memahami • Building Knowledge of the Field • Modelling of the Text Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Mengaplikasi • Joint Construction of the Text • Independent Construction of the Text Merefleksi Reflection (Linking to the real-life contexts)
  • 14.
    Pembelajaran Mendalam dalam MetodePembelajaranBahasa Inggris Pengalaman Belajar Metode Pembelajaran (PBL) Prinsip Pembelajaran Memahami • Identifying a Problem • Analyzing the Problem • Stating the Problem Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Mengaplikasi • Gathering Information • Developing Solution • Presenting Solution Merefleksi Reflecting the process and the outputs
  • 15.
    Pembelajaran Mendalam dalam MetodePembelajaranBahasa Inggris Pengalaman Belajar Metode Pembelajaran (PjBL) Prinsip Pembelajaran Memahami • Posing a driving question • Planning the project • Conducting research and gathering information Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Mengaplikasi • Designing and developing the project • Collaborating and communicating the project • Presenting the project Merefleksi Reflecting the process and the outputs
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Keterampilan Berbahasa Inggris Brown, D.H. & Lee, H. (2015). Teaching by principles: An interactive approach to language pedagogy (Fourth edition) Pearson Education.
  • 19.
  • 20.
    Contoh Perancangan PMdalam Keterampilan Berbahasa Inggris A1 (Beginner) • Listening: Can understand basic words and simple phrases related to personal information and immediate needs. • Reading: Can recognize familiar words and very simple sentences. • Speaking: Can use simple phrases to introduce themselves and ask basic questions. • Writing: Can write simple phrases and short sentences.
  • 21.
    Contoh Perancangan PMdalam Keterampilan Berbahasa Inggris A2 (Elementary) • Listening: Can understand common expressions related to everyday life (e.g., shopping, family, local area). • Reading: Can read short, simple texts like signs, menus, and personal letters. • Speaking: Can communicate in routine tasks requiring a direct exchange of information. • Writing: Can write short notes, messages, and basic • personal letters.
  • 22.
    Contoh Perancangan PMdalam Keterampilan Berbahasa Inggris B1 (Intermediate) • Listening: Can understand the main points of clear • standard speech on familiar topics. • Reading: Can comprehend texts related to work, • school, and leisure. • Speaking: Can describe experiences, events, and • opinions using connected sentences • Writing: Can produce simple, connected text on familiar • topics.
  • 23.
    Pertanyaan analytic • Cobasebutkan contoh kegiatan belajar di kelas Anda yang menurut Anda sudah mengarah ke deep learning. Mengapa Anda menganggapnya demikian? • Apa tantangan yang sering muncul saat guru mencoba mendorong siswa berpikir kritis dan mendalam? • Bagaimana deep learning approach bisa membantu siswa lebih siap menghadapi masalah nyata di masyarakat?
  • 24.
    Pertanyaan reflektif/metocognitif • Ketikabelajar, apa yang Anda lakukan agar bisa benar- benar memahami materi, bukan hanya mengingatnya? • Strategi belajar apa yang paling membantu Anda untuk belajar mendalam? • Jika Anda menjadi guru, bagaimana Anda akan menilai apakah siswa sudah belajar mendalam?
  • 25.
    Pertanyaan aplikasi/koneksi • Bagaimanapendekatan deep learning dapat dikaitkan dengan pembelajaran berbasis proyek atau masalah (project/problem based learning)? • Apa hubungan antara deep learning dan kemampuan regulasi diri (self-regulated learning)? • Bagaimana teknologi (misalnya platform e-learning) dapat mendukung pembelajaran mendalam?
  • 26.
    Deep learning approachdalam pendidikan • Deep Learning Approach adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, pengaitan antaride, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Fokusnya: • Memahami bukan sekadar menghafal. • Mengaitkan pengetahuan baru dengan yang sudah ada. • Refleksi atas proses belajar. • Aplikasi pada masalah nyata. • Pendekatan ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka di Indonesia, yang menekankan “pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berpihak pada murid”.
  • 27.
    Topic selection untukdeep learning • Pemilihan topik sangat menentukan terciptanya pembelajaran mendalam. Prinsip-prinsipnya: • Esensial dan Relevan: fokus pada konsep kunci, bukan tumpukan fakta. • Kontekstual: terkait kehidupan siswa, lingkungan, atau isu aktual (misalnya lingkungan hidup, budaya lokal, teknologi). • Interdisipliner: membuka peluang menggabungkan berbagai mata pelajaran. • Menantang tapi sesuai tahap perkembangan: memancing rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu sulit. • Berorientasi Kompetensi: mendukung pencapaian kompetensi inti dan profil pelajar yang diharapkan (misalnya berpikir kritis, kolaboratif, kreatif). • Contoh: alih-alih menghafal “daftar hewan langka”, topiknya bisa “Mengapa populasi hewan langka menurun dan bagaimana kita berperan melestarikannya?” → memancing analisis dan solusi.
  • 28.
    Active “Joyful” EngagementTechniques Untuk mendorong keterlibatan aktif dan menyenangkan (joyful learning), teknik berikut bisa dipakai: Teknik Deskripsi Manfaat Problem-Based Learning Siswa memecahkan masalah nyata secara berkelompok. Meningkatkan analisis, kolaborasi, pemahaman konsep. Project-Based Learning Siswa mengerjakan proyek dari awal hingga hasil nyata (produk, presentasi). Menggabungkan teori dan praktik, kreativitas, tanggung jawab. Role-Play / Simulation Siswa memerankan peran dalam suatu situasi (misal sidang lingkungan, simulasi bencana). Empati, komunikasi, pemahaman konsep dalam konteks nyata. Debate Kritis / Socratic Seminar Diskusi terbimbing dengan pertanyaan mendalam. Melatih berpikir kritis, argumentasi, mendengar pandangan lain. Gallery Walk / Learning Station Materi dipajang di beberapa titik; siswa berpindah untuk mengamati dan mencatat. Variasi, gerak fisik, pengalaman multisensori. Gamification (Kahoot, Quizizz) Mengubah latihan menjadi permainan interaktif. Meningkatkan motivasi, keterlibatan. Jurnal Reflektif Siswa menulis refleksi setelah belajar. Melatih metakognisi dan self-regulated learning. Inquiry Learning Guru memberi pertanyaan pemantik; siswa mencari jawaban melalui riset kecil. Rasa ingin tahu, kemampuan literasi informasi. Kunci: kegiatan aktif & menyenangkan harus tetap diarahkan pada tujuan pembelajaran, bukan hanya permainan semata.
  • 29.
    Fostering meaningful learning •Menurut Ausubel (1968), pembelajaran bermakna terjadi bila: • Materi relevan dengan pengetahuan awal siswa. • Siswa terlibat aktif menghubungkan konsep baru dengan konsep lama. • Ada motivasi intrinsik. • Ada refleksi setelah belajar. • Strategi konkret: • Mengaitkan topik dengan pengalaman nyata siswa. • Menggunakan peta konsep untuk membantu siswa melihat hubungan antaride. • Memberi ruang eksplorasi dan pilihan (student agency) dalam proyek/aktivitas. • Memberikan umpan balik formatif agar siswa tahu kemajuan dan perbaikan. • Menutup pembelajaran dengan refleksi atau presentasi agar siswa menginternalisasi pengetahuan.
  • 30.
    Ringkasan 1.Pilih Topik yangesensial, relevan, kontekstual, dan interdisipliner. 2.Rancang Aktivitas Aktif & Joyful: problem/project-based learning, debat, simulasi, gamifikasi, gallery walk, refleksi. 3.Fasilitasi Makna: hubungkan dengan pengalaman siswa, peta konsep, diskusi kritis, feedback, refleksi. Dengan pola ini, siswa tidak hanya mengingat, tetapi memahami, menerapkan, dan mengembangkan pengetahuan — inti dari deep learning approach.
  • 31.
    Tell and I’llforget, Teach and I may remember, Involve me and I’ll learn (Benjami Franklin) Thank you