DEEP LEARNING
APA, MENGAPA,BAGAIMANA?
Dr. H. Ujang S. Hidayat, M.Pd.
Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi
Ketua Asosiasi Pengawas Provinsi Jawa barat
27/10/202
4
1
1
1
2.
Dr. H. UjangS. Hidayat, M.Pd., M.Si.
Pembina Utama Muda / IV-c
Jl. Karang tengah - Cibadak Kab. Sukabumi
1. Pengawas Sekolah Disdik Kab. Sukabumi
(2010-Skrg)
2. Anggota BAN S/M Jawa Barat 2021- 2024
3. Anggota BAN PDM Jawa Barat 2025- 2028
4. Ketua APSI Prov. Jawa Barat 2021-2026
5. Pengurus BMPS Kab. Sukabumi 2023-2027
6. Narsum BOS Pusat/Pend. Karakter Kemdikbud
7. Instruktur Kurikulum Merdeka
8. Tim Asesor PGP, PSP, PPG, Ujikom
9. Dosen Universitas Nusa Putra
NEPANGKEUNG
7.
7
Deep Teaching danDeep Learning
•Konsep dan Fokus:
Deep Teaching :
Berfokus pada pendekatan mengajar yang lebih mendalam dan
holistik, yang mengutamakan pemahaman, keterlibatan, serta
pengembangan keterampilan siswa secara menyeluruh.
Deep Learning :
Adalah pendekatan yang mengarahkan siswa bisa belajar
dengan mendalam untuk menganalisis data, belajar dari data
tersebut, dan membuat prediksi atau keputusan.
8.
8
Deep Teaching danDeep Learning
•Tujuan:
Deep Teaching :
Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan
masalah, serta pengembangan karakter siswa.
Deep Learning :
Bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapat belajar secara
mandiri dari data besar, sehingga dapat mengenali pola dan
membuat keputusan otomatis.
9.
9
Deep Teaching danDeep Learning
• Aplikasi dan Penggunaan:
oDeep Teaching :
Digunakan dalam konteks pendidikan, dengan fokus pada
strategi pengajaran yang lebih mendalam dan efektif yang
dilakukan guru.
oDeep Learning :
Diterapkan dalam teknologi yang dapat membuka cakrawala
siswa dalam proses belajar. (contoh : AI)
10.
• Methods
•Strategies of
learning•Project
Based Learning
Goal/Objective
Profil Lulusan
Competences
Learning outcomes
•Developing
competenci
es •Contents
• support 4C
•Support
HOTS
Dimana posisi DEEP
LEARNING: -
Meaningful learning
mindful learning
Joyful learning
GOA
L
COMPETENCI
ES
DELIVER
Y
SYSTE
M
PRIORITIZI
NG
CONTE
NT
ASSESME
NT
2
KOMPONEN
KURIKULUM
Types of assessment :
•Formative & Sumatif
•Test & NonTest
• Portfolio •Remedial Test
Penyampaiannya
Prioritasnya
Sasarannya
Penilaiannya
11.
4
Deep Learning: Cara lengkap untuk
mempelajari sesuatu yang berarti bagi
seseorang untuk memahami sesuatu dan
tidak akan melupakannya (Cambridge, 2024).
Deep Learning diharapkan dapat memberikan
pembelajaran yang mendalam bagi siswa
danditujukan untuk memberikan perhatian
penuh, bermakna.
Deep learning bertujuan memberikan
pengalaman belajar lebih bermakna,
menyenangkan bagi siswa, dilandasi
spiritual competencies, keimanan dan
ketakwaan.
Page 4
Peran Gurudalam
PBM
Menciptakan
Pengalaman
Pembelajaran
yang
Kontekstual dan
Bermakna.
Mendorong
Pemikiran Kritis
dan Refleksi Diri
Menerapkan
Pembelajaran
Berbasis
Masalah (PBL) .
15.
Page 5
Peran Siswa
Membangun
Pemahaman
BerpikirKritis
dan Reflektif.
Pengalaman
Praktis
Terlibat dalam
Pembelajaran
Aktif
Rasa Ingin
Tahu
Mengambil
Tanggung Jawab
atas Pembelajaran
Sendiri.
PR / Tugasyang relevan saat ini
Memberikan PR dengan memberikan soal-soal dari buku Paket,
sudah sangat tidak relevan dan tidak tepat, karena dengan mudah
dijawan dengan digitalisasi (AI)
PR Berbasis
Project
• Membuat video
pendek
• Melakukan eksperimen
sederhana dengan
bahan yg mudah
ditemukan
• Melakukan observasi
alam
Tugas
Wawancara
Membuat
karya seni
Membuat
rekaman teks
Pembelajaran mendalam
melalui wawancara
memungkinkan
pemahaman lebih dalam
tentang pengalaman dan
perspektif individu..
Poster
Ilusrasi
Membuat
Vlog
Membaca Teks, lalu
menceritakan /
menuliskan kembali
dari apa yang
difahami dalam
bacaan tersebut
37.
MEANINGFUL
LEARNING
AUSUBEL, David Paul.The Psychology of Meaningful
Verbal Learning , Grune and Stratton, New York,
1963.
AUSUBEL (1918 -
2008): Seorang
Psikolog dan Dosen
Psikologi Pendidikan,
Ilmu Kognitif,
Cognitive. Ia Peneliti
dalam bidang Advace
Organizers.
BUKU
1
6
38.
MEANINGFUL
LEARNING
(Ausubel, 1963)
Relevan
t Prior
Meaningful
ly
Meaningf
ul
Materi
al
Knowled
ge
To
Learn
7
MEANINGFULLEARNING X ROOT
LEARNING
(Pengetahuan yang
relevan)
(Materi yg
bermakna)
(untuk belajar secara
bermakna)
Pembelajaran Bermakna : Mendorong siswa
untuk mengaitkan konsep baru yang akan
diajarkan dengan konsep yang sebelumnya
sudah mereka pahami.
Pembelajaran Bermakna : Pembelajaran
yang menghubungkan pengetahuan baru
dengan konsep relevan yang telah diketahui.
Pengetahuan baru harus berinteraksi
dengan struktur pengetahuan pembelajar.
Dr Craig Hassedis an internationally
recognised expert in mindfulness
who has published extensively in the
areas of mind–body medicine and
mindfulness. Craig is co-author of
Exisle’s very successful 'Mindfulness
for Life'.
HASSED CRAIG & CHAMBER, RICHARD
(2015). MINDFULNESS LEARNING. New
York: AmazonPublisher
BUKU
2
1
0
Joyful learning:
Pembelajaran
berbasis kasih
sayang
1
6
❑The affective role of education in
the education of the heart
through a framework for
education of the heart that
integrates elements of (a)
emotional intelligence, (b)
empathy and (c) pedagogy of
love.
Compassion ‘nourishes and
enriches what is best in us so
that
the world of education can be
instrumental in ushering a
society
“of love, justice, and joy” (p.
100)
BUKU
4
❑
45.
The Cycle ofthe
Pedagogy of Love
❑ The Cycle of the Pedagogy of Love
is all about the caring attitude of
the teacher, ultimately leading to
loving actions, which in turn will
touch the life of learner.
Attitud
e
Emotio
n
Actio
n
Sumber: The Pedagogy of Love (UNESCO,
2014)
Dimana
Peran
Kepala
Sekolah?
1
7
46.
Sumber: The Pedagogyof Love (UNESCO,
2014)
The Sphere of Influence of Kaizen of
Love
Dimana
Peran
Kepala
Sekolah
?
1
8
47.
Sumber : Frontiersin
Psychology, 2023
A
LOVE
OF
PEDAGO
GY
Lima belas
aspek
Kasih
Sayang
SEKOLA
H
RAMAH
ANA
K
1
9
49.
Deep Teaching
Dr. H.Ujang S. Hidayat, M.Pd.
Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi
Ketua APSI Provinsi Jawa barat
27/10/202
4
1
1
1
Definisi Deep Teaching:
Pendekatanpendidikan yang mengutamakan
pemahaman mendalam dan penerapan
pengetahuan. Mendorong siswa untuk berpikir
kritis, menganalisis, dan menerapkan informasi
dalam konteks nyata
Apa itu Deep Teaching?
Meningkatkan kualitas pembelajaran siswa
dengan memperdalam pemahaman konsep.
Tujuan Utama:
52.
iri
Teaching
Pemahaman Mendalam: Fokuspada
pemahaman konsep secara menyeluruh.
01
Pembelajaran Berbasis Pertanyaan: Siswa
didorong untuk bertanya dan mencari
jawaban.
02
Pembelajaran Kontekstual:
Menghubungkan materi dengan situasi
dunia nyata.
03
Aktivitas Reflektif: Siswa diberi kesempatan
untuk merefleksikan pembelajaran mereka.
04
53.
Perbedaan Deep Teachingdan Surface Teaching
Deep Teaching (Dalam) Surface Teaching (Luarnya)
• Fokus pada pemahaman
dan aplikasi
• Pembelajaran aktif dan
kritis
• Mendorong pertanyaan
dan diskusi
• Pembelajaran
kontekstual dan kreatif
• Fokus pada hafalan dan
penguasaan fakta
• Pembelajaran pasif dan
repetitif
• Menyampaikan materi
secara satu arah
• Pembelajaran
terstruktur dan terarah
54.
STRATEGI
PEMBELAJARAN
DEEP TEACHING
Pembelajaran BerbasisMasalah (PBL):
Menggunakan masalah nyata sebagai alat untuk
mendorong pemecahan masalah.
Pembelajaran Kolaboratif: Mendorong siswa
untuk bekerja dalam kelompok untuk
memecahkan masalah atau mencapai tujuan
bersama.
Proyek Siswa: Membiarkan siswa
mengeksplorasi topik lebih dalam melalui
proyek independen.
01
02
03
04 Diskusi Kelas: Memfasilitasi diskusi yang
mendorong siswa untuk mengkritisi dan
mengembangkan ide mereka.
55.
TEKNOLOGI DALAM DEEP
TEACHING
PembelajaranDigital:
Menggunakan platform
dan alat digital untuk
mendalami konsep,
seperti video
pembelajaran dan
simulasi interaktif.
Aplikasi
Pembelajaran
Kolaboratif:
Menggunakan aplikasi
seperti Google
Classroom, Padlet, atau
Trello untuk kolaborasi
antar siswa.
Analitik
Pembelajaran:
Memanfaatkan data
untuk menilai
pemahaman siswa dan
menyesuaikan metode
pengajaran.
Praktik Deep Teaching
56.
KEUNTUNGAN
DEEP TEACHING
Pengembangan KeterampilanBerpikir Kritis:
Membantu siswa mengembangkan
kemampuan berpikir analitis dan kritis.
Penerapan dalam Dunia Nyata: Siswa dapat
menghubungkan pembelajaran dengan situasi dunia
nyata, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan.
Peningkatan Retensi Pengetahuan: Pembelajaran
yang mendalam membantu siswa mengingat dan
menerapkan pengetahuan lebih baik
Motivasi dan Keterlibatan Siswa: Meningkatkan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan
membuat mereka merasa lebih berdaya.
Prinsip Deep Teaching
57.
01
Waktu dan SumberDaya:
Dibutuhkan waktu lebih lama untuk
merencanakan dan menerapkan
pembelajaran mendalam
02
Perubahan Paradigma Pengajaran:
Pendidik harus mengubah
pendekatan mereka dari mengajar
berbasis materi ke berbasis
pemahaman dan aplikasi.
03
Kesiapan Teknologi:
Mengintegrasikan teknologi
dalam pembelajaran mendalam
memerlukan infrastruktur yang
memadai.
04
Diferensiasi Pembelajaran: Setiap
siswa memiliki kebutuhan yang
berbeda, memerlukan pendekatan
yang lebih individual dan fleksibel.
Tantangan dalam Implementasi Deep
Teaching
58.
58
Kesimpulan
Deep Teaching: Mengajar secara mendalam (Guru).
Guru mampu menggali agar siswa bisa berfikir secara
mendalam, bikin fikiran baru, terobosan baru, guru mampu
merangsang IQ, EQ, SQ dengan pertanyaan yg tepat.
Siswa bukan ember yang diisi tapi api yang dinyalakan.
Pemantiknya adalah pertanyaan-pertanyaan
Deep Learning : Belajar secara mendalam (Siswa).
Mengapa belum mencoba hal baru ?
Perlu keberanian
Mengapa harus ada takut ?
Mending tertinggal atau malu mencoba ?
MANFAAT
Untuk menumbuh kembangkan
delapankarakter bangsa pada setiap
individu anak atau peserta didik,
yakni religius, bermoral, sehat, cerdas
dan kreatif, kerja keras, disiplin dan
tertib, mandiri, serta bermanfaat
63.
Bangun Pagi
Bangun pagimerupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap
hari akan mem berikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan
kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri,
meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan
seseorang.
Manfaat Bangun Pagi:
• Meningkatkan kedisiplinan
• Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu
• Meningkatkan Kemampuan Mengendalikan Diri
• Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Raga
• Mendukung Kesuksesan
64.
BERIBADAH
Kebiasaan beribadah merupakanfondasi penting dalam pembentukan karakter positif
pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan,
meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan
pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan
solidari tas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan.
Manfaat Beribadah:
• Mendekatkan Hubungan Individu dengan Tuhan
• Meningkatkan Nilai-Nilai Etika, Moral, Spiritual, dan
• Meningkatkan Pemahaman Tujuan Hidup dan Arah
• Meningkatkan Kebersamaan dan Solidaritas
• Peningkatan Diri secara Berkelanjutan
65.
BEROLAHRAGA
Kebiasaan berolahraga merupakanbagian penting dari gaya hidup sehat yang
bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental,
menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai
sportivitas.
Manfaat Berolahraga:
• Menjaga Kesehatan Fisik dan Mendukung Kesehatan Mental
• Menjaga Kebugaran Tubuh
• Meningkatkan Potensi Diri
• Meningkatkan Nilai Sportivitas
66.
MAKAN SEHAT &
BERGIZI
Kebiasaanmakan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang
pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang
sehat,
seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik
sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga
tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian.
Manfaat Makan sehat dan bergizi:
• Menjaga Kesehatan Fisik sebagai Investasi Jangka Panjang
• Memaksimalkan Potensi Tubuh dan Pikiran
• Menjaga Tubuh Tetap Sehat sebagai Tanggung Jawab
• Meningkatkan Kemandirian
67.
GEMAR BELAJAR
Kebiasaan gemarbelajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan
pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri,
menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan,
serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati.
Manfaat Gemar Belajar:
• Pengembangan Diri
• Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi
• Menemukan Kebenaran dan Pengetahuan
• Membentuk Kerendahan Hati dan Empati
68.
BERMASYARAKAT
Kebiasaan gemar belajaradalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan
pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri,
menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan,
serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati.
Manfaat Bermasyarakat:
• Menumbuhkembangkan Nilai Gotong Royong dan Kerja Sama
• Menumbuhkembangkan Nilai Saling Menghormati dan Toleransi
• Menumbuhkembangkan Nilai Keadilan dan Kesetaraan
• Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
• Menciptakan Kegembiraan
69.
TIDUR CEPAT
Tidur cepatmerupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya
sesuai usia anak agar dapat ban gun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu
ideal yang dibutuhkan anak. Jika merujuk pada National Sleep Foundation yang dikutip
halodoc.com1 , waktu tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia adalah sebagai
berikut.
• Prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari
• Anak sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari
• Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari
• Pasca remaja (18–25 tahun): 7–9 jam per hari
• Dewasa (26–64 tahun): 7–9 jam per hari
• Lanjut usia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per hari
Manfaat Tidur Cepat:
• Menjaga Organ Tubuh Pulih dan Berfungsi Optimal
• Memulihkan Mental dan Emosional
• Menjaga Keseimbangan antara Aktivitas dan Ketenangan