DEEP LEARNING
APA, MENGAPA, BAGAIMANA?
Dr. H. Ujang S. Hidayat, M.Pd.
Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi
Ketua Asosiasi Pengawas Provinsi Jawa barat
27/10/202
4
1
1
1
Dr. H. Ujang S. Hidayat, M.Pd., M.Si.
Pembina Utama Muda / IV-c
Jl. Karang tengah - Cibadak Kab. Sukabumi
1. Pengawas Sekolah Disdik Kab. Sukabumi
(2010-Skrg)
2. Anggota BAN S/M Jawa Barat 2021- 2024
3. Anggota BAN PDM Jawa Barat 2025- 2028
4. Ketua APSI Prov. Jawa Barat 2021-2026
5. Pengurus BMPS Kab. Sukabumi 2023-2027
6. Narsum BOS Pusat/Pend. Karakter Kemdikbud
7. Instruktur Kurikulum Merdeka
8. Tim Asesor PGP, PSP, PPG, Ujikom
9. Dosen Universitas Nusa Putra
NEPANGKEUNG
7
Deep Teaching dan Deep Learning
•Konsep dan Fokus:
Deep Teaching :
Berfokus pada pendekatan mengajar yang lebih mendalam dan
holistik, yang mengutamakan pemahaman, keterlibatan, serta
pengembangan keterampilan siswa secara menyeluruh.
Deep Learning :
Adalah pendekatan yang mengarahkan siswa bisa belajar
dengan mendalam untuk menganalisis data, belajar dari data
tersebut, dan membuat prediksi atau keputusan.
8
Deep Teaching dan Deep Learning
•Tujuan:
Deep Teaching :
Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan
masalah, serta pengembangan karakter siswa.
Deep Learning :
Bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapat belajar secara
mandiri dari data besar, sehingga dapat mengenali pola dan
membuat keputusan otomatis.
9
Deep Teaching dan Deep Learning
• Aplikasi dan Penggunaan:
oDeep Teaching :
Digunakan dalam konteks pendidikan, dengan fokus pada
strategi pengajaran yang lebih mendalam dan efektif yang
dilakukan guru.
oDeep Learning :
Diterapkan dalam teknologi yang dapat membuka cakrawala
siswa dalam proses belajar. (contoh : AI)
• Methods
•Strategies of
learning •Project
Based Learning
 Goal/Objective
 Profil Lulusan
 Competences
 Learning outcomes
•Developing
 competenci
es •Contents
• support 4C
•Support
HOTS
Dimana posisi DEEP
LEARNING: -
 Meaningful learning
 mindful learning
 Joyful learning
GOA
L
COMPETENCI
ES
DELIVER
Y
SYSTE
M
PRIORITIZI
NG
CONTE
NT
ASSESME
NT
2
KOMPONEN
KURIKULUM
Types of assessment :
•Formative & Sumatif
•Test & NonTest
• Portfolio •Remedial Test
Penyampaiannya
Prioritasnya
Sasarannya
Penilaiannya
4
 Deep Learning : Cara lengkap untuk
mempelajari sesuatu yang berarti bagi
seseorang untuk memahami sesuatu dan
tidak akan melupakannya (Cambridge, 2024).
 Deep Learning diharapkan dapat memberikan
pembelajaran yang mendalam bagi siswa
danditujukan untuk memberikan perhatian
penuh, bermakna.
 Deep learning bertujuan memberikan
pengalaman belajar lebih bermakna,
menyenangkan bagi siswa, dilandasi
spiritual competencies, keimanan dan
ketakwaan.
4
Teknik Mengajar
 Upload
 Download
Page 4
Peran Guru dalam
PBM
Menciptakan
Pengalaman
Pembelajaran
yang
Kontekstual dan
Bermakna.
Mendorong
Pemikiran Kritis
dan Refleksi Diri
Menerapkan
Pembelajaran
Berbasis
Masalah (PBL) .
Page 5
Peran Siswa
Membangun
Pemahaman
Berpikir Kritis
dan Reflektif.
Pengalaman
Praktis
Terlibat dalam
Pembelajaran
Aktif
Rasa Ingin
Tahu
Mengambil
Tanggung Jawab
atas Pembelajaran
Sendiri.
5
PR / Tugas yang relevan saat ini
Memberikan PR dengan memberikan soal-soal dari buku Paket,
sudah sangat tidak relevan dan tidak tepat, karena dengan mudah
dijawan dengan digitalisasi (AI)
PR Berbasis
Project
• Membuat video
pendek
• Melakukan eksperimen
sederhana dengan
bahan yg mudah
ditemukan
• Melakukan observasi
alam
Tugas
Wawancara
Membuat
karya seni
Membuat
rekaman teks
Pembelajaran mendalam
melalui wawancara
memungkinkan
pemahaman lebih dalam
tentang pengalaman dan
perspektif individu..
 Poster
 Ilusrasi
 Membuat
Vlog
Membaca Teks, lalu
menceritakan /
menuliskan kembali
dari apa yang
difahami dalam
bacaan tersebut
MEANINGFUL
LEARNING
AUSUBEL, David Paul. The Psychology of Meaningful
Verbal Learning , Grune and Stratton, New York,
1963.
 AUSUBEL (1918 -
2008): Seorang
Psikolog dan Dosen
Psikologi Pendidikan,
Ilmu Kognitif,
Cognitive. Ia Peneliti
dalam bidang Advace
Organizers.
BUKU
1
6
MEANINGFUL
LEARNING
(Ausubel, 1963)
Relevan
t Prior
Meaningful
ly
Meaningf
ul
Materi
al
Knowled
ge
To
Learn
7
MEANINGFUL LEARNING X ROOT
LEARNING
(Pengetahuan yang
relevan)
(Materi yg
bermakna)
(untuk belajar secara
bermakna)
 Pembelajaran Bermakna : Mendorong siswa
untuk mengaitkan konsep baru yang akan
diajarkan dengan konsep yang sebelumnya
sudah mereka pahami.
 Pembelajaran Bermakna : Pembelajaran
yang menghubungkan pengetahuan baru
dengan konsep relevan yang telah diketahui.
 Pengetahuan baru harus berinteraksi
dengan struktur pengetahuan pembelajar.
Learnin
g
Learnin
g
Derivativ
e
Subsumpti
on
Combination
al
Subsumpti
on
Superordinati
ve
Correlativ
e
Bahan ajar atau
hubungan baru dapat
diturunkan dari
struktur yang ada.
Gabungan ketiga
Konsep Belajar yang
bermakna
Materi baru
merupakan
perluasan atau
penjabaran dari
apa yang sudah
diketahui.
siswa telah tahu
banyak
contoh dari konsep,
tetapi belum
mengetahui konsep
sebelum diajarkan ke
siswa tersebut.
EMPAT JENIS PEMBEAJARAN BERMAKNA
AUSUBEL
8
Dr Craig Hassed is an internationally
recognised expert in mindfulness
who has published extensively in the
areas of mind–body medicine and
mindfulness. Craig is co-author of
Exisle’s very successful 'Mindfulness
for Life'.
HASSED CRAIG & CHAMBER, RICHARD
(2015). MINDFULNESS LEARNING. New
York: AmazonPublisher
BUKU
2
1
0
&
Curiousi
ty
Compassi
on
Acceptan
ce
Opennes
s
Rasa belas
kasih
Penerimaan
Rasa ingin tahu
1
3
BUKU
3
Mindful Learning :
ATESL Adult ESL
Curriculum
Framework.
Government
of Alberta
1
4
Bagaimana
Deep
Learning
direncanakan
di
SEKOLAH
?
Joyful learning:
Pembelajaran
berbasis kasih
sayang
1
6
❑ The affective role of education in
the education of the heart
through a framework for
education of the heart that
integrates elements of (a)
emotional intelligence, (b)
empathy and (c) pedagogy of
love.
Compassion ‘nourishes and
enriches what is best in us so
that
the world of education can be
instrumental in ushering a
society
“of love, justice, and joy” (p.
100)
BUKU
4
❑
The Cycle of the
Pedagogy of Love
❑ The Cycle of the Pedagogy of Love
is all about the caring attitude of
the teacher, ultimately leading to
loving actions, which in turn will
touch the life of learner.
Attitud
e
Emotio
n
Actio
n
Sumber: The Pedagogy of Love (UNESCO,
2014)
Dimana
Peran
Kepala
Sekolah?
1
7
Sumber: The Pedagogy of Love (UNESCO,
2014)
The Sphere of Influence of Kaizen of
Love
Dimana
Peran
Kepala
Sekolah
?
1
8
Sumber : Frontiers in
Psychology, 2023
A
LOVE
OF
PEDAGO
GY
Lima belas
aspek
Kasih
Sayang
SEKOLA
H
RAMAH
ANA
K
1
9
Deep Teaching
Dr. H. Ujang S. Hidayat, M.Pd.
Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi
Ketua APSI Provinsi Jawa barat
27/10/202
4
1
1
1
Deep Teaching
Mengembangkan Pembelajaran Mendalam
dalam Pendidikan Pengertian, prinsip, dan
penerapan Deep Teaching dalam konteks
pendidikan.
Definisi Deep Teaching:
Pendekatan pendidikan yang mengutamakan
pemahaman mendalam dan penerapan
pengetahuan. Mendorong siswa untuk berpikir
kritis, menganalisis, dan menerapkan informasi
dalam konteks nyata
Apa itu Deep Teaching?
Meningkatkan kualitas pembelajaran siswa
dengan memperdalam pemahaman konsep.
Tujuan Utama:
iri
Teaching
Pemahaman Mendalam: Fokus pada
pemahaman konsep secara menyeluruh.
01
Pembelajaran Berbasis Pertanyaan: Siswa
didorong untuk bertanya dan mencari
jawaban.
02
Pembelajaran Kontekstual:
Menghubungkan materi dengan situasi
dunia nyata.
03
Aktivitas Reflektif: Siswa diberi kesempatan
untuk merefleksikan pembelajaran mereka.
04
Perbedaan Deep Teaching dan Surface Teaching
Deep Teaching (Dalam) Surface Teaching (Luarnya)
• Fokus pada pemahaman
dan aplikasi
• Pembelajaran aktif dan
kritis
• Mendorong pertanyaan
dan diskusi
• Pembelajaran
kontekstual dan kreatif
• Fokus pada hafalan dan
penguasaan fakta
• Pembelajaran pasif dan
repetitif
• Menyampaikan materi
secara satu arah
• Pembelajaran
terstruktur dan terarah
STRATEGI
PEMBELAJARAN
DEEP TEACHING
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL):
Menggunakan masalah nyata sebagai alat untuk
mendorong pemecahan masalah.
Pembelajaran Kolaboratif: Mendorong siswa
untuk bekerja dalam kelompok untuk
memecahkan masalah atau mencapai tujuan
bersama.
Proyek Siswa: Membiarkan siswa
mengeksplorasi topik lebih dalam melalui
proyek independen.
01
02
03
04 Diskusi Kelas: Memfasilitasi diskusi yang
mendorong siswa untuk mengkritisi dan
mengembangkan ide mereka.
TEKNOLOGI DALAM DEEP
TEACHING
Pembelajaran Digital:
Menggunakan platform
dan alat digital untuk
mendalami konsep,
seperti video
pembelajaran dan
simulasi interaktif.
Aplikasi
Pembelajaran
Kolaboratif:
Menggunakan aplikasi
seperti Google
Classroom, Padlet, atau
Trello untuk kolaborasi
antar siswa.
Analitik
Pembelajaran:
Memanfaatkan data
untuk menilai
pemahaman siswa dan
menyesuaikan metode
pengajaran.
Praktik Deep Teaching
KEUNTUNGAN
DEEP TEACHING
Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis:
Membantu siswa mengembangkan
kemampuan berpikir analitis dan kritis.
Penerapan dalam Dunia Nyata: Siswa dapat
menghubungkan pembelajaran dengan situasi dunia
nyata, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan.
Peningkatan Retensi Pengetahuan: Pembelajaran
yang mendalam membantu siswa mengingat dan
menerapkan pengetahuan lebih baik
Motivasi dan Keterlibatan Siswa: Meningkatkan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan
membuat mereka merasa lebih berdaya.
Prinsip Deep Teaching
01
Waktu dan Sumber Daya:
Dibutuhkan waktu lebih lama untuk
merencanakan dan menerapkan
pembelajaran mendalam
02
Perubahan Paradigma Pengajaran:
Pendidik harus mengubah
pendekatan mereka dari mengajar
berbasis materi ke berbasis
pemahaman dan aplikasi.
03
Kesiapan Teknologi:
Mengintegrasikan teknologi
dalam pembelajaran mendalam
memerlukan infrastruktur yang
memadai.
04
Diferensiasi Pembelajaran: Setiap
siswa memiliki kebutuhan yang
berbeda, memerlukan pendekatan
yang lebih individual dan fleksibel.
Tantangan dalam Implementasi Deep
Teaching
58
Kesimpulan
 Deep Teaching : Mengajar secara mendalam (Guru).
 Guru mampu menggali agar siswa bisa berfikir secara
mendalam, bikin fikiran baru, terobosan baru, guru mampu
merangsang IQ, EQ, SQ dengan pertanyaan yg tepat.
 Siswa bukan ember yang diisi tapi api yang dinyalakan.
 Pemantiknya adalah pertanyaan-pertanyaan
 Deep Learning : Belajar secara mendalam (Siswa).
 Mengapa belum mencoba hal baru ?
 Perlu keberanian
 Mengapa harus ada takut ?
 Mending tertinggal atau malu mencoba ?
7 Kebiasaan Anak
Indonesia
Bangun Pagi
Beribadah
Berolahraga
Makan Sehat dan Bergizi
Gemar Belajar
Bermasyarakat
Tidur Cepat
MANFAAT
Untuk menumbuh kembangkan
delapan karakter bangsa pada setiap
individu anak atau peserta didik,
yakni religius, bermoral, sehat, cerdas
dan kreatif, kerja keras, disiplin dan
tertib, mandiri, serta bermanfaat
Bangun Pagi
Bangun pagi merupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap
hari akan mem berikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan
kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri,
meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan
seseorang.
Manfaat Bangun Pagi:
• Meningkatkan kedisiplinan
• Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu
• Meningkatkan Kemampuan Mengendalikan Diri
• Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Raga
• Mendukung Kesuksesan
BERIBADAH
Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter positif
pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan,
meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan
pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan
solidari tas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan.
Manfaat Beribadah:
• Mendekatkan Hubungan Individu dengan Tuhan
• Meningkatkan Nilai-Nilai Etika, Moral, Spiritual, dan
• Meningkatkan Pemahaman Tujuan Hidup dan Arah
• Meningkatkan Kebersamaan dan Solidaritas
• Peningkatan Diri secara Berkelanjutan
BEROLAHRAGA
Kebiasaan berolahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang
bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental,
menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai
sportivitas.
Manfaat Berolahraga:
• Menjaga Kesehatan Fisik dan Mendukung Kesehatan Mental
• Menjaga Kebugaran Tubuh
• Meningkatkan Potensi Diri
• Meningkatkan Nilai Sportivitas
MAKAN SEHAT &
BERGIZI
Kebiasaan makan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang
pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang
sehat,
seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik
sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga
tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian.
Manfaat Makan sehat dan bergizi:
• Menjaga Kesehatan Fisik sebagai Investasi Jangka Panjang
• Memaksimalkan Potensi Tubuh dan Pikiran
• Menjaga Tubuh Tetap Sehat sebagai Tanggung Jawab
• Meningkatkan Kemandirian
GEMAR BELAJAR
Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan
pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri,
menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan,
serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati.
Manfaat Gemar Belajar:
• Pengembangan Diri
• Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi
• Menemukan Kebenaran dan Pengetahuan
• Membentuk Kerendahan Hati dan Empati
BERMASYARAKAT
Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan
pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri,
menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan,
serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati.
Manfaat Bermasyarakat:
• Menumbuhkembangkan Nilai Gotong Royong dan Kerja Sama
• Menumbuhkembangkan Nilai Saling Menghormati dan Toleransi
• Menumbuhkembangkan Nilai Keadilan dan Kesetaraan
• Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
• Menciptakan Kegembiraan
TIDUR CEPAT
Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya
sesuai usia anak agar dapat ban gun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu
ideal yang dibutuhkan anak. Jika merujuk pada National Sleep Foundation yang dikutip
halodoc.com1 , waktu tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia adalah sebagai
berikut.
• Prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari
• Anak sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari
• Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari
• Pasca remaja (18–25 tahun): 7–9 jam per hari
• Dewasa (26–64 tahun): 7–9 jam per hari
• Lanjut usia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per hari
Manfaat Tidur Cepat:
• Menjaga Organ Tubuh Pulih dan Berfungsi Optimal
• Memulihkan Mental dan Emosional
• Menjaga Keseimbangan antara Aktivitas dan Ketenangan
DEEP LEARNING SUATU PENDEKATAN PEMBELAJARAN.pptx

DEEP LEARNING SUATU PENDEKATAN PEMBELAJARAN.pptx

  • 1.
    DEEP LEARNING APA, MENGAPA,BAGAIMANA? Dr. H. Ujang S. Hidayat, M.Pd. Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi Ketua Asosiasi Pengawas Provinsi Jawa barat 27/10/202 4 1 1 1
  • 2.
    Dr. H. UjangS. Hidayat, M.Pd., M.Si. Pembina Utama Muda / IV-c Jl. Karang tengah - Cibadak Kab. Sukabumi 1. Pengawas Sekolah Disdik Kab. Sukabumi (2010-Skrg) 2. Anggota BAN S/M Jawa Barat 2021- 2024 3. Anggota BAN PDM Jawa Barat 2025- 2028 4. Ketua APSI Prov. Jawa Barat 2021-2026 5. Pengurus BMPS Kab. Sukabumi 2023-2027 6. Narsum BOS Pusat/Pend. Karakter Kemdikbud 7. Instruktur Kurikulum Merdeka 8. Tim Asesor PGP, PSP, PPG, Ujikom 9. Dosen Universitas Nusa Putra NEPANGKEUNG
  • 7.
    7 Deep Teaching danDeep Learning •Konsep dan Fokus: Deep Teaching : Berfokus pada pendekatan mengajar yang lebih mendalam dan holistik, yang mengutamakan pemahaman, keterlibatan, serta pengembangan keterampilan siswa secara menyeluruh. Deep Learning : Adalah pendekatan yang mengarahkan siswa bisa belajar dengan mendalam untuk menganalisis data, belajar dari data tersebut, dan membuat prediksi atau keputusan.
  • 8.
    8 Deep Teaching danDeep Learning •Tujuan: Deep Teaching : Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pengembangan karakter siswa. Deep Learning : Bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapat belajar secara mandiri dari data besar, sehingga dapat mengenali pola dan membuat keputusan otomatis.
  • 9.
    9 Deep Teaching danDeep Learning • Aplikasi dan Penggunaan: oDeep Teaching : Digunakan dalam konteks pendidikan, dengan fokus pada strategi pengajaran yang lebih mendalam dan efektif yang dilakukan guru. oDeep Learning : Diterapkan dalam teknologi yang dapat membuka cakrawala siswa dalam proses belajar. (contoh : AI)
  • 10.
    • Methods •Strategies of learning•Project Based Learning  Goal/Objective  Profil Lulusan  Competences  Learning outcomes •Developing  competenci es •Contents • support 4C •Support HOTS Dimana posisi DEEP LEARNING: -  Meaningful learning  mindful learning  Joyful learning GOA L COMPETENCI ES DELIVER Y SYSTE M PRIORITIZI NG CONTE NT ASSESME NT 2 KOMPONEN KURIKULUM Types of assessment : •Formative & Sumatif •Test & NonTest • Portfolio •Remedial Test Penyampaiannya Prioritasnya Sasarannya Penilaiannya
  • 11.
    4  Deep Learning: Cara lengkap untuk mempelajari sesuatu yang berarti bagi seseorang untuk memahami sesuatu dan tidak akan melupakannya (Cambridge, 2024).  Deep Learning diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang mendalam bagi siswa danditujukan untuk memberikan perhatian penuh, bermakna.  Deep learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna, menyenangkan bagi siswa, dilandasi spiritual competencies, keimanan dan ketakwaan.
  • 13.
  • 14.
    Page 4 Peran Gurudalam PBM Menciptakan Pengalaman Pembelajaran yang Kontekstual dan Bermakna. Mendorong Pemikiran Kritis dan Refleksi Diri Menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) .
  • 15.
    Page 5 Peran Siswa Membangun Pemahaman BerpikirKritis dan Reflektif. Pengalaman Praktis Terlibat dalam Pembelajaran Aktif Rasa Ingin Tahu Mengambil Tanggung Jawab atas Pembelajaran Sendiri.
  • 16.
  • 17.
    PR / Tugasyang relevan saat ini Memberikan PR dengan memberikan soal-soal dari buku Paket, sudah sangat tidak relevan dan tidak tepat, karena dengan mudah dijawan dengan digitalisasi (AI) PR Berbasis Project • Membuat video pendek • Melakukan eksperimen sederhana dengan bahan yg mudah ditemukan • Melakukan observasi alam Tugas Wawancara Membuat karya seni Membuat rekaman teks Pembelajaran mendalam melalui wawancara memungkinkan pemahaman lebih dalam tentang pengalaman dan perspektif individu..  Poster  Ilusrasi  Membuat Vlog Membaca Teks, lalu menceritakan / menuliskan kembali dari apa yang difahami dalam bacaan tersebut
  • 37.
    MEANINGFUL LEARNING AUSUBEL, David Paul.The Psychology of Meaningful Verbal Learning , Grune and Stratton, New York, 1963.  AUSUBEL (1918 - 2008): Seorang Psikolog dan Dosen Psikologi Pendidikan, Ilmu Kognitif, Cognitive. Ia Peneliti dalam bidang Advace Organizers. BUKU 1 6
  • 38.
    MEANINGFUL LEARNING (Ausubel, 1963) Relevan t Prior Meaningful ly Meaningf ul Materi al Knowled ge To Learn 7 MEANINGFULLEARNING X ROOT LEARNING (Pengetahuan yang relevan) (Materi yg bermakna) (untuk belajar secara bermakna)  Pembelajaran Bermakna : Mendorong siswa untuk mengaitkan konsep baru yang akan diajarkan dengan konsep yang sebelumnya sudah mereka pahami.  Pembelajaran Bermakna : Pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep relevan yang telah diketahui.  Pengetahuan baru harus berinteraksi dengan struktur pengetahuan pembelajar.
  • 39.
    Learnin g Learnin g Derivativ e Subsumpti on Combination al Subsumpti on Superordinati ve Correlativ e Bahan ajar atau hubunganbaru dapat diturunkan dari struktur yang ada. Gabungan ketiga Konsep Belajar yang bermakna Materi baru merupakan perluasan atau penjabaran dari apa yang sudah diketahui. siswa telah tahu banyak contoh dari konsep, tetapi belum mengetahui konsep sebelum diajarkan ke siswa tersebut. EMPAT JENIS PEMBEAJARAN BERMAKNA AUSUBEL 8
  • 40.
    Dr Craig Hassedis an internationally recognised expert in mindfulness who has published extensively in the areas of mind–body medicine and mindfulness. Craig is co-author of Exisle’s very successful 'Mindfulness for Life'. HASSED CRAIG & CHAMBER, RICHARD (2015). MINDFULNESS LEARNING. New York: AmazonPublisher BUKU 2 1 0
  • 41.
  • 42.
    1 3 BUKU 3 Mindful Learning : ATESLAdult ESL Curriculum Framework. Government of Alberta
  • 43.
  • 44.
    Joyful learning: Pembelajaran berbasis kasih sayang 1 6 ❑The affective role of education in the education of the heart through a framework for education of the heart that integrates elements of (a) emotional intelligence, (b) empathy and (c) pedagogy of love. Compassion ‘nourishes and enriches what is best in us so that the world of education can be instrumental in ushering a society “of love, justice, and joy” (p. 100) BUKU 4 ❑
  • 45.
    The Cycle ofthe Pedagogy of Love ❑ The Cycle of the Pedagogy of Love is all about the caring attitude of the teacher, ultimately leading to loving actions, which in turn will touch the life of learner. Attitud e Emotio n Actio n Sumber: The Pedagogy of Love (UNESCO, 2014) Dimana Peran Kepala Sekolah? 1 7
  • 46.
    Sumber: The Pedagogyof Love (UNESCO, 2014) The Sphere of Influence of Kaizen of Love Dimana Peran Kepala Sekolah ? 1 8
  • 47.
    Sumber : Frontiersin Psychology, 2023 A LOVE OF PEDAGO GY Lima belas aspek Kasih Sayang SEKOLA H RAMAH ANA K 1 9
  • 49.
    Deep Teaching Dr. H.Ujang S. Hidayat, M.Pd. Pengawas Disdik Kabupaten Sukabumi Ketua APSI Provinsi Jawa barat 27/10/202 4 1 1 1
  • 50.
    Deep Teaching Mengembangkan PembelajaranMendalam dalam Pendidikan Pengertian, prinsip, dan penerapan Deep Teaching dalam konteks pendidikan.
  • 51.
    Definisi Deep Teaching: Pendekatanpendidikan yang mengutamakan pemahaman mendalam dan penerapan pengetahuan. Mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis, dan menerapkan informasi dalam konteks nyata Apa itu Deep Teaching? Meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dengan memperdalam pemahaman konsep. Tujuan Utama:
  • 52.
    iri Teaching Pemahaman Mendalam: Fokuspada pemahaman konsep secara menyeluruh. 01 Pembelajaran Berbasis Pertanyaan: Siswa didorong untuk bertanya dan mencari jawaban. 02 Pembelajaran Kontekstual: Menghubungkan materi dengan situasi dunia nyata. 03 Aktivitas Reflektif: Siswa diberi kesempatan untuk merefleksikan pembelajaran mereka. 04
  • 53.
    Perbedaan Deep Teachingdan Surface Teaching Deep Teaching (Dalam) Surface Teaching (Luarnya) • Fokus pada pemahaman dan aplikasi • Pembelajaran aktif dan kritis • Mendorong pertanyaan dan diskusi • Pembelajaran kontekstual dan kreatif • Fokus pada hafalan dan penguasaan fakta • Pembelajaran pasif dan repetitif • Menyampaikan materi secara satu arah • Pembelajaran terstruktur dan terarah
  • 54.
    STRATEGI PEMBELAJARAN DEEP TEACHING Pembelajaran BerbasisMasalah (PBL): Menggunakan masalah nyata sebagai alat untuk mendorong pemecahan masalah. Pembelajaran Kolaboratif: Mendorong siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan bersama. Proyek Siswa: Membiarkan siswa mengeksplorasi topik lebih dalam melalui proyek independen. 01 02 03 04 Diskusi Kelas: Memfasilitasi diskusi yang mendorong siswa untuk mengkritisi dan mengembangkan ide mereka.
  • 55.
    TEKNOLOGI DALAM DEEP TEACHING PembelajaranDigital: Menggunakan platform dan alat digital untuk mendalami konsep, seperti video pembelajaran dan simulasi interaktif. Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif: Menggunakan aplikasi seperti Google Classroom, Padlet, atau Trello untuk kolaborasi antar siswa. Analitik Pembelajaran: Memanfaatkan data untuk menilai pemahaman siswa dan menyesuaikan metode pengajaran. Praktik Deep Teaching
  • 56.
    KEUNTUNGAN DEEP TEACHING Pengembangan KeterampilanBerpikir Kritis: Membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kritis. Penerapan dalam Dunia Nyata: Siswa dapat menghubungkan pembelajaran dengan situasi dunia nyata, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan. Peningkatan Retensi Pengetahuan: Pembelajaran yang mendalam membantu siswa mengingat dan menerapkan pengetahuan lebih baik Motivasi dan Keterlibatan Siswa: Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan membuat mereka merasa lebih berdaya. Prinsip Deep Teaching
  • 57.
    01 Waktu dan SumberDaya: Dibutuhkan waktu lebih lama untuk merencanakan dan menerapkan pembelajaran mendalam 02 Perubahan Paradigma Pengajaran: Pendidik harus mengubah pendekatan mereka dari mengajar berbasis materi ke berbasis pemahaman dan aplikasi. 03 Kesiapan Teknologi: Mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran mendalam memerlukan infrastruktur yang memadai. 04 Diferensiasi Pembelajaran: Setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda, memerlukan pendekatan yang lebih individual dan fleksibel. Tantangan dalam Implementasi Deep Teaching
  • 58.
    58 Kesimpulan  Deep Teaching: Mengajar secara mendalam (Guru).  Guru mampu menggali agar siswa bisa berfikir secara mendalam, bikin fikiran baru, terobosan baru, guru mampu merangsang IQ, EQ, SQ dengan pertanyaan yg tepat.  Siswa bukan ember yang diisi tapi api yang dinyalakan.  Pemantiknya adalah pertanyaan-pertanyaan  Deep Learning : Belajar secara mendalam (Siswa).  Mengapa belum mencoba hal baru ?  Perlu keberanian  Mengapa harus ada takut ?  Mending tertinggal atau malu mencoba ?
  • 59.
    7 Kebiasaan Anak Indonesia BangunPagi Beribadah Berolahraga Makan Sehat dan Bergizi Gemar Belajar Bermasyarakat Tidur Cepat
  • 60.
    MANFAAT Untuk menumbuh kembangkan delapankarakter bangsa pada setiap individu anak atau peserta didik, yakni religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat
  • 63.
    Bangun Pagi Bangun pagimerupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap hari akan mem berikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan seseorang. Manfaat Bangun Pagi: • Meningkatkan kedisiplinan • Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu • Meningkatkan Kemampuan Mengendalikan Diri • Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Raga • Mendukung Kesuksesan
  • 64.
    BERIBADAH Kebiasaan beribadah merupakanfondasi penting dalam pembentukan karakter positif pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidari tas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan. Manfaat Beribadah: • Mendekatkan Hubungan Individu dengan Tuhan • Meningkatkan Nilai-Nilai Etika, Moral, Spiritual, dan • Meningkatkan Pemahaman Tujuan Hidup dan Arah • Meningkatkan Kebersamaan dan Solidaritas • Peningkatan Diri secara Berkelanjutan
  • 65.
    BEROLAHRAGA Kebiasaan berolahraga merupakanbagian penting dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai sportivitas. Manfaat Berolahraga: • Menjaga Kesehatan Fisik dan Mendukung Kesehatan Mental • Menjaga Kebugaran Tubuh • Meningkatkan Potensi Diri • Meningkatkan Nilai Sportivitas
  • 66.
    MAKAN SEHAT & BERGIZI Kebiasaanmakan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian. Manfaat Makan sehat dan bergizi: • Menjaga Kesehatan Fisik sebagai Investasi Jangka Panjang • Memaksimalkan Potensi Tubuh dan Pikiran • Menjaga Tubuh Tetap Sehat sebagai Tanggung Jawab • Meningkatkan Kemandirian
  • 67.
    GEMAR BELAJAR Kebiasaan gemarbelajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan, serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati. Manfaat Gemar Belajar: • Pengembangan Diri • Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi • Menemukan Kebenaran dan Pengetahuan • Membentuk Kerendahan Hati dan Empati
  • 68.
    BERMASYARAKAT Kebiasaan gemar belajaradalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke benaran dan pengetahuan, serta membentuk kerenda han hati dan rasa empati. Manfaat Bermasyarakat: • Menumbuhkembangkan Nilai Gotong Royong dan Kerja Sama • Menumbuhkembangkan Nilai Saling Menghormati dan Toleransi • Menumbuhkembangkan Nilai Keadilan dan Kesetaraan • Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab terhadap Lingkungan • Menciptakan Kegembiraan
  • 69.
    TIDUR CEPAT Tidur cepatmerupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya sesuai usia anak agar dapat ban gun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu ideal yang dibutuhkan anak. Jika merujuk pada National Sleep Foundation yang dikutip halodoc.com1 , waktu tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut. • Prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari • Anak sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari • Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari • Pasca remaja (18–25 tahun): 7–9 jam per hari • Dewasa (26–64 tahun): 7–9 jam per hari • Lanjut usia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per hari Manfaat Tidur Cepat: • Menjaga Organ Tubuh Pulih dan Berfungsi Optimal • Memulihkan Mental dan Emosional • Menjaga Keseimbangan antara Aktivitas dan Ketenangan