6 Edisi 15 - 21 Januari 2020 No.3830 Tahun L
L958/HAYATI/DEPTAN-PPVTPP/VIII/2011
PUPUK ORGANIK CAIR
HEMAT BIAYA
PANEN BERLIPAT
GANDA
Diproduksi dan Dipasarkan
PT. SONGGOLANGIT PERSADA
TEKNOLOGI FERMENTASI
BAHAN ORGANIK BERMANFAAT UNTUK:
Memperbaiki sifat biologis,z
fisik dan kimia tanah.
Meningkatkan produksi tanamanz
dan menjaga kestabilan produksi
Memfermentasikanz
bahan organik tanah dan
mempercepat dekomposisi.
Meningkatkan kualitasz
dan kuantitas hasil pertanian
yang berwawasan lingkungan.
Meningkatkan keragamanz
mikroba yang menguntungkan
di dalam tanah.
Meningkatkan ketersediaan nutrisiz
dan senyawa organik dalam tanah.
Meningkatkan Fixasiz
Nitrogen/Bintil akar.
Dapat mengurangi kebutuhanz
pupuk kimia dan pestisida.
Dapat digunakan untuk semuaz
jenis tanaman dan tanah.
Pembuatan pestisida organikz
Pembuatan kompos bokashi.z
Kadar Hara Pupuk
C organik = 27,05 % ; pH = 3,90 ;
N = 0,07 % ; P2
O5
= 3,22 ppm;
K2
O = 7675,0 ppm; Ca = 1676,25;
Mg = 597,0 ppm; B < 20 ppm;
Cu < 0,01 ppm; Mn = 3,29 ppm;
Fe = 5,54 ppm; Zn = 1,90 ppm;
Mikroba:
Lactobacillus =8,7 x 105
sel/ml;
Pelarut Fosfat =7,5 x 106
sel/ml;
Yeast/Khamir =8,5 x 106
sel/ml;
ADVANCED TECHNOLOGY TOWARDS NATURE FARMING
KANTOR PEMASARAN :
JAKARTA & SUMATERA : Telp. (021) 78833766 & 78834091 Fax : (021) 78833766
E-mail : agoes_em4@yahoo.com, slpjakarta@em4-indonesia.com
JAWA TENGAH : Telp & Fax : (0293) 326593 E-mail : slpjateng@em4-indonesia.com
JAWA TIMUR : Telp & Fax : (031) 7405203 E-mail: slpjatim@em4-indonesia.com
BALI : Telp & Fax : (0361) 8424066 E-mail : slpbali@em4-indonesia.com
Web: www.em4-indonesia.com
Email : bokashiok@yahoo.com
AGRI TIPS
TANI SUKSES
D
esa Kanreapia,
Kecamatan Tombolo
Pao, Kabupaten Gowa,
Sulawesi Selatan,
merupakan daerah dataran tinggi
yang menghasilkan berbagai
macam sayur-sayuran. “Kurang
lebih setiap harinya ada puluhan
ton sayuran yang di panen
di daerah ini yang kemudian
dipasarkan ke Makassar dan Pulau
Kalimantan,” ungkap Jamal.
Untuk ke Makassar saja ada 20
ton setiap hari yang dikirim dari
Tombolo. Jenis sayurannya berupa
kol, sawi, tomat, wortel, daun
bawang, kentang, seledri, dan
labu siam. “Data ini dapat dilihat
dari jumlah mobil yang membawa
sayuran ke Kota Makassar,”
katanya.
Meski sebagai penghasil
sayuran-sayuran, sayangnya
masyarakat belum mengetahui
bahwa penyuplai terbesarnya
berasal dari Tombolo. “Makanya
saya ingin mengangkat daerah
saya, tepatnya Desa Kanreapia
sebagai Kampung Sayur dan
menjadikannyasebagaiAgrowisata
yang berada di daerah Gowa,” kata
Jamal.
DenganadanyaKampungSayur
di Desa Kanreapia, masyarakat
sekitar mendapatkan penghasilan
tambahan. Selain itu, banyak
masyarakat berbondong-bondong
datang berkunjung belajar menjadi
petani atau sebatas melepas penat.
“Saat ini kampung sayur terus di
datangi dan menjadi sasaran studi
banding, karena kami mencoba
menawarkan konsep wisata
edukasi,” ungkap Jamal.
Komunitas Rumah Koran
Jamal menceritakan, Kampung
Sayur ini lahirnya dari program
komunitas pertanian yang ada
di Desa Kanreapia, yakni Rumah
Koran. Dari sinilah berkembang
menjadi Kampung Sayur.
“Jadi konsep Rumah Koran
ini adalah satu rumah dipenuhi
dengan koran, sehingga
masyarakat yang ada di sini,
mudah mendapatkan informasi
dan melahirkan budaya literasi
(suka membaca) di kalangan
petani,” tuturnya.
Metode pembelajaran yang
diajarkan di Kampung Sayur
ini tidak sebatas di ruangan,
melainkan berinterkasi di alam
bebas atau yang biasa disebut
dengan sekolah alam. Jamal
menceritakan tempat untuk belajar
dapat di sungai, gunung, atau
ladang pertanaman, tergantung
inginnya di mana. Tidak hanya
itu, mereka pun diajak untuk
panen sendiri.
“Karena ini pengalaman yang
langka dan mengasikkan bagi
mereka, tidak lupa diabadikan
dalam bentuk foto atau video lalu
memamerkan ke media sosial,
sehingga banyak orang yang
tertarik untuk datang ke sini,”
paparnya.
Dengan adanya Kampung
Sayur, tentu mengangkat identitas
petani sekitarnya. Selama ini
Jamal mengakui, generasi muda
memang kurang tertarik dengan
pertanian. Namun dengan adanya
kegiatan ini, mereka menjadi lebih
dihargai dan menumbuhkan
generasi muda Indonesia untuk
terjun ke dunia pertanian.
Karenanya tidak heran,
kegiatan Kampung Sayur dan
Rumah Koran ini mendapatkan
Dari Rumah KoranDari Rumah Koran
menjadi Kampung Sayurmenjadi Kampung Sayur
JamalJamal
Melahirkan semangat bertani dan menggarap potensi
desa yang ada di dataran tinggi Kabupaten Gowa
membutuhkan ide dan terobosan baru. Seperti halnya,
petani muda asal Sulawesi Selatan, tepatnya Kabupaten
Gowa, Jamal yang mencoba membawa daerahnya menjadi
kampung sayur.
penghargaan Satu Indonesia
Award pada tahun 2017 dan HKTI
Innovation Awards tahun 2018.
“Untuk saat ini, daerah kami
(Kampung Sayur) oleh Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan
dijadikan sebagai salahsatu usaha
sosial yang ada di Sulawesi,”
pungkas Jamal.„Cla/Yul
“S
iapa yang tak kenal buah
salak? Buah eksotis dengan
penampakan bersisik
memiliki penggemar yang
tidak sedikit. Apalagi rasanya yang khas,
manis dan sepatnya memang tidak dimiliki
oleh buah-buahan lain,” ungkap Direktur
Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.
Salak, si buah unik yang kulitnya
bersisik tetapi daging buahnya begitu
mulus. Bahkan salak menjadi buah lokal
primadona yang permintaan ekspornya
cukup tinggi. Walaupun menjadi salah satu
buah primadona, ternyata ada beberapa
orang yang tidak bisa mengupas kulitnya.
Masih ingat kasus Nia Ramadani yang
mendapat ledekan dari sang suami karena
tidakbisamengupassalak? Beberapawaktu
lalu, video yang memperlihatkan istri dari
Ardi Bakri yang tidak bisa mengupas salak
menjadi viral dan trending topic di media
sosial. Nia mengakui tidak bisa mengupas
buah salak. "Memang enggak bisa (kupas
salak) gimana dong?" kata Nia.
Saking tidak tahunya, Nia berpikir
Cara Mudah
Mengupas Salak
mengupas salak harus menggunakan
pisau. Memang untuk sebagian orang
mengupas salak menjadi persoalan
tersendiri, karena kulitnya bersisik dan
agak tajam. Kadanag kalau tidak hati-hati
bisa melukai tangan.
Padahalmembukasalakmudah,cukup
dengan menggunakan tangan kosong.
Ada empat langkah cara membuka salak.
Langkah pertama adalah pastikan salak
pada posisi kerucutnya menghadap ke
atas saat memegang. Kemudian (langkah
kedua), di kerucutnya tersebut cari bagian
yang lunak atau kopong. Setelah ketemu,
tekan bagian tersebut dengan ibu jari ke
arah belakang.
Ketika sudah terbuka, biasanya jauh
lebih mudah untuk mengupas kulitnya.
Langkah terakhir, belah-belah bagian
dalamnya. Apabila tidak suka dengan
kulit arinya, dapat dikupas-kupas terlebih
dahulu, tetapi kalau suka, bisa langsung
dimakan. Mudah bukan mengupasnya?
Jadi tunggu apalagi, mari menikmati si
buah eksotis yang unik ini.„Cla/Yul

Dari Rumah Koran Menjadi Kampung Sayur di Tabloid Sinar Tani

  • 1.
    6 Edisi 15- 21 Januari 2020 No.3830 Tahun L L958/HAYATI/DEPTAN-PPVTPP/VIII/2011 PUPUK ORGANIK CAIR HEMAT BIAYA PANEN BERLIPAT GANDA Diproduksi dan Dipasarkan PT. SONGGOLANGIT PERSADA TEKNOLOGI FERMENTASI BAHAN ORGANIK BERMANFAAT UNTUK: Memperbaiki sifat biologis,z fisik dan kimia tanah. Meningkatkan produksi tanamanz dan menjaga kestabilan produksi Memfermentasikanz bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi. Meningkatkan kualitasz dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan. Meningkatkan keragamanz mikroba yang menguntungkan di dalam tanah. Meningkatkan ketersediaan nutrisiz dan senyawa organik dalam tanah. Meningkatkan Fixasiz Nitrogen/Bintil akar. Dapat mengurangi kebutuhanz pupuk kimia dan pestisida. Dapat digunakan untuk semuaz jenis tanaman dan tanah. Pembuatan pestisida organikz Pembuatan kompos bokashi.z Kadar Hara Pupuk C organik = 27,05 % ; pH = 3,90 ; N = 0,07 % ; P2 O5 = 3,22 ppm; K2 O = 7675,0 ppm; Ca = 1676,25; Mg = 597,0 ppm; B < 20 ppm; Cu < 0,01 ppm; Mn = 3,29 ppm; Fe = 5,54 ppm; Zn = 1,90 ppm; Mikroba: Lactobacillus =8,7 x 105 sel/ml; Pelarut Fosfat =7,5 x 106 sel/ml; Yeast/Khamir =8,5 x 106 sel/ml; ADVANCED TECHNOLOGY TOWARDS NATURE FARMING KANTOR PEMASARAN : JAKARTA & SUMATERA : Telp. (021) 78833766 & 78834091 Fax : (021) 78833766 E-mail : agoes_em4@yahoo.com, slpjakarta@em4-indonesia.com JAWA TENGAH : Telp & Fax : (0293) 326593 E-mail : slpjateng@em4-indonesia.com JAWA TIMUR : Telp & Fax : (031) 7405203 E-mail: slpjatim@em4-indonesia.com BALI : Telp & Fax : (0361) 8424066 E-mail : slpbali@em4-indonesia.com Web: www.em4-indonesia.com Email : bokashiok@yahoo.com AGRI TIPS TANI SUKSES D esa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan daerah dataran tinggi yang menghasilkan berbagai macam sayur-sayuran. “Kurang lebih setiap harinya ada puluhan ton sayuran yang di panen di daerah ini yang kemudian dipasarkan ke Makassar dan Pulau Kalimantan,” ungkap Jamal. Untuk ke Makassar saja ada 20 ton setiap hari yang dikirim dari Tombolo. Jenis sayurannya berupa kol, sawi, tomat, wortel, daun bawang, kentang, seledri, dan labu siam. “Data ini dapat dilihat dari jumlah mobil yang membawa sayuran ke Kota Makassar,” katanya. Meski sebagai penghasil sayuran-sayuran, sayangnya masyarakat belum mengetahui bahwa penyuplai terbesarnya berasal dari Tombolo. “Makanya saya ingin mengangkat daerah saya, tepatnya Desa Kanreapia sebagai Kampung Sayur dan menjadikannyasebagaiAgrowisata yang berada di daerah Gowa,” kata Jamal. DenganadanyaKampungSayur di Desa Kanreapia, masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, banyak masyarakat berbondong-bondong datang berkunjung belajar menjadi petani atau sebatas melepas penat. “Saat ini kampung sayur terus di datangi dan menjadi sasaran studi banding, karena kami mencoba menawarkan konsep wisata edukasi,” ungkap Jamal. Komunitas Rumah Koran Jamal menceritakan, Kampung Sayur ini lahirnya dari program komunitas pertanian yang ada di Desa Kanreapia, yakni Rumah Koran. Dari sinilah berkembang menjadi Kampung Sayur. “Jadi konsep Rumah Koran ini adalah satu rumah dipenuhi dengan koran, sehingga masyarakat yang ada di sini, mudah mendapatkan informasi dan melahirkan budaya literasi (suka membaca) di kalangan petani,” tuturnya. Metode pembelajaran yang diajarkan di Kampung Sayur ini tidak sebatas di ruangan, melainkan berinterkasi di alam bebas atau yang biasa disebut dengan sekolah alam. Jamal menceritakan tempat untuk belajar dapat di sungai, gunung, atau ladang pertanaman, tergantung inginnya di mana. Tidak hanya itu, mereka pun diajak untuk panen sendiri. “Karena ini pengalaman yang langka dan mengasikkan bagi mereka, tidak lupa diabadikan dalam bentuk foto atau video lalu memamerkan ke media sosial, sehingga banyak orang yang tertarik untuk datang ke sini,” paparnya. Dengan adanya Kampung Sayur, tentu mengangkat identitas petani sekitarnya. Selama ini Jamal mengakui, generasi muda memang kurang tertarik dengan pertanian. Namun dengan adanya kegiatan ini, mereka menjadi lebih dihargai dan menumbuhkan generasi muda Indonesia untuk terjun ke dunia pertanian. Karenanya tidak heran, kegiatan Kampung Sayur dan Rumah Koran ini mendapatkan Dari Rumah KoranDari Rumah Koran menjadi Kampung Sayurmenjadi Kampung Sayur JamalJamal Melahirkan semangat bertani dan menggarap potensi desa yang ada di dataran tinggi Kabupaten Gowa membutuhkan ide dan terobosan baru. Seperti halnya, petani muda asal Sulawesi Selatan, tepatnya Kabupaten Gowa, Jamal yang mencoba membawa daerahnya menjadi kampung sayur. penghargaan Satu Indonesia Award pada tahun 2017 dan HKTI Innovation Awards tahun 2018. “Untuk saat ini, daerah kami (Kampung Sayur) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dijadikan sebagai salahsatu usaha sosial yang ada di Sulawesi,” pungkas Jamal.„Cla/Yul “S iapa yang tak kenal buah salak? Buah eksotis dengan penampakan bersisik memiliki penggemar yang tidak sedikit. Apalagi rasanya yang khas, manis dan sepatnya memang tidak dimiliki oleh buah-buahan lain,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto. Salak, si buah unik yang kulitnya bersisik tetapi daging buahnya begitu mulus. Bahkan salak menjadi buah lokal primadona yang permintaan ekspornya cukup tinggi. Walaupun menjadi salah satu buah primadona, ternyata ada beberapa orang yang tidak bisa mengupas kulitnya. Masih ingat kasus Nia Ramadani yang mendapat ledekan dari sang suami karena tidakbisamengupassalak? Beberapawaktu lalu, video yang memperlihatkan istri dari Ardi Bakri yang tidak bisa mengupas salak menjadi viral dan trending topic di media sosial. Nia mengakui tidak bisa mengupas buah salak. "Memang enggak bisa (kupas salak) gimana dong?" kata Nia. Saking tidak tahunya, Nia berpikir Cara Mudah Mengupas Salak mengupas salak harus menggunakan pisau. Memang untuk sebagian orang mengupas salak menjadi persoalan tersendiri, karena kulitnya bersisik dan agak tajam. Kadanag kalau tidak hati-hati bisa melukai tangan. Padahalmembukasalakmudah,cukup dengan menggunakan tangan kosong. Ada empat langkah cara membuka salak. Langkah pertama adalah pastikan salak pada posisi kerucutnya menghadap ke atas saat memegang. Kemudian (langkah kedua), di kerucutnya tersebut cari bagian yang lunak atau kopong. Setelah ketemu, tekan bagian tersebut dengan ibu jari ke arah belakang. Ketika sudah terbuka, biasanya jauh lebih mudah untuk mengupas kulitnya. Langkah terakhir, belah-belah bagian dalamnya. Apabila tidak suka dengan kulit arinya, dapat dikupas-kupas terlebih dahulu, tetapi kalau suka, bisa langsung dimakan. Mudah bukan mengupasnya? Jadi tunggu apalagi, mari menikmati si buah eksotis yang unik ini.„Cla/Yul