Qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyu
iopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
hjklzxcvbw
ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiop
asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjkl
zxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh
jklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvb
nmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwer
tyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuio
Creative Rasional
Pop Mie Awareness Campaign
Mata Kuliah Penulisan Naskah Advertensi
Krisnawati
211000024
1. Latar Belakang
Pop Mie adalah merek dagang produk mi instan dalam bentuk cup dari PT Indomie Sukses
Makmur Tbk di Indonesia. Pop Mie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Pop Mie
pertama kali diluncurkan pada tahun 1987.
Pop Mie pada awalnya menggunakan kemasan cup dari ukuran kecil (mini, 35 gram), sedang
(57 gram) sampai cup plastik (60 gram untuk Ayam Spesial dan 80 gram untuk Mi Goreng). Pada
tahun 2010 Pop Mie tampil dengan kemasan dan logo baru, dengan logo Pop Mie merah di dalam
lingkaran biru dengan mata diatasnya, namun kemasan Pop Mie diperbesar menjadi 75 gram pada
tahun 2013 dan tampilan kemasan pun berubah menjadi lebih menarik dari kemasan sebelumnya.
Kemasan Pop Mie yang lebih baru dan lebih besar dan Makin Hits!, Lebih Nendang, Lebih Kenyang,
Lebih Yummy.
Beberapa tahun belakangan pop mie mengusai pasar mie instan cup seiring dengan
gencarnya iklan dan promosi yang mereka buat baik melalui berbagai media seperti televisi, radio,
dan cetak serta berbagai strategi seperti softsell (Pop Up Your Live) dan hardsell (Pop Mie Get
lucky). Popmie juga terus berusaha mempertahankan dominasinya dengan melakukan inovasi dan
diferensiasi produk popmie. Pop mie tersedia dalam berbagai rasa. Popmie juga mempunyai
produk turunan berupa pop mini yang membuat popmie semakin menguasai rak ritel.
Berikut adalah variasi rasa dan packaging yang dimiliki oleh Pop Mie:
Munculnya Mie Sedaap Cup jelas menjadi ancaman bagi popmie. Selama ini indomie juga
sudah menjadi pesaing tangguh bagi kekuasaan indomie di pasar mie instan. Mie Sedap Cup tampil
dengan iklan yang begitu menggigit dengan dibintangi oleh raditya dika, iklannya memunculkan
mengapdate rasa dengan mie sedap cup.
Menurut saya, iklan yang dibuat oleh pihak Mie Sedaap Cup sangat menarik dan efektif untuk
membagun brand awareness. Hal ini dapat dilihat dari tagline “Mie cup yang sedaapnya up to date”
sampai pada penggunaan celebrity endorser Raditya Dika yang sangat sesuai dengan target market
yang mereka bidik yaitu anak muda.
Pop Mie sebagai pemain lama, selama ini selalu menampilkan iklan yang nyeleneh dan tidak
serius seperti iklan versi “telepon dari boss”, “skinny jeans”, dan “nikmatnya kemenangan” dengan
berbagai versi. Pada iklan- iklan tersebut terdapaat kemunculan tokoh Pop Mie berukuran besar
yang bertangan dan berkaki. Pada awalnya, sebagai satu- satunya pemain pada lini produk mi
dalam cup, Pop Mie dengan iklan seperti itu aman- aman saja. Namun dengan kemunculan Mie
Sedaap Cup dengan iklannya yang lebih realistis dan menggigit membuat posisi Pop Mie menjadi
tidak aman dan sudah tentu sangat dibutuhkan gebrakan baru dalam pembuatan strategi
pemasaran termasuk dalam hal pembuatan iklan.
Berdasarkan hal tersebut, maka saya memutuskan big idea yang akan saya jadikan dasar pada
kampanye Pop Mie ini adalah sebagai berikut:
“Pop Mie dapat menjadi teman dikala kita sedang ingin bersikap jujur dan merasakan bahagia
yang sesungguhnya.”
Dan, Tagline barunya adalah: “Pop Mie, Nikmat Versi Loe”
Sebagai brand yang pertama kali muncul pada lini produk mi cup di Indonesia dan sebagai
brand yang sudah jauh lebih lama ada jika dibandingkan dengan kompetitornya, Pop Mie memiliki
kelebihan tersendiri yaitu berupa kedekatannya dengan konsumen atau brand engagement. Sudah
banyak cerita dan pengalaman- pengalaman para konsumen dengan produk tersebut. Bisa kita
bilang, siapa sih orang Indonesia yang belum pernah makan Pop Mie? Hampir semua orang
Indonesia sudah pernah mencobanya pada berbagai kesempatan. Dari situ, dapat disadari bahwa
telah banyak cerita- cerita yang orang Indonesia alami bersama Pop Mie. Ini juga merupakan hal
yang tidak dimiliki oleh kompetitornya- Mie Sedaap Cup- yang terhitung merupakan pemain baru
dalam lini produk mi dalam cup ini. Maka, saya memilih untuk mengusung ini sebagai ide dari iklan
dan segala jenis strategi kreatif pemasaran yang akan saya buat.
Untuk meningkatkan Word of Mouth mengenai brand Pop Mie itu sendiri, saya akan membuat
kampanye pada media baru internet bertajuk, “Ini Nikmat Versi Gue, Apa Nikmat Versi Loe?” Jadi,
dalam kampanye digital tersebut, Saya mengajak target market untuk ikut serta dalam
menceritakan momen- momen terbaik mereka bersama Pop Mie yang menurut mereka itu adalah
nikmatnya makan Pop Mie ala mereka. Tentu akan ada hadiah untuk approach perhatian mereka.
2. Objective
Tujuan dari pembuatan iklan ini adalah untuk meningkatkan brand awareness dari produk Pop
Mie.
3. Promise
Pilihan tepat di saat lapar melanda.
4. Reason to Believe
Dengan kepraktisannya dan ketersediaannya dalam berbagai varian rasa dan ukuran, Pop Mie
dapat menjadi teman makan yang tepat untuk mengobati rasa lapar di saat mereka ingin menjadi
diri sendiri dan jujur terhadap diri sendiri.
5. Strategi Kreatif
Target Market
Demografis
Unisex
20-25 tahun
Geografis
Urban dan
Sub- urban
Psikografis
Dinamis, “on the
move”, selalu ingin
jadi trend setter.
Pada kampanye untuk meningkatkan brand awareness Pop Mie ini saya akan menggunakan
strategi kreatif melalui pendekatan secara emosional. Ini dilatarbelakangi oleh target market dari
kampanye itu sendiri, yaitu anak muda usia 20-25 tahun. Anak muda usia 20-25 tahun di wilayah
urban dan sub-urban itu biasanya merupakan mahasiswa atau para first jobber yang secara
psikologis sedang semangat- semagatnya untuk meraih aktualisasi diri mereka. Mereka rela
melakukan apa saja agar diangap ada dan eksis oleh dunia. Sampai- sampai melakukan hal- hal yang
sebenarnya mereka tidak sukai namun karena alasan aktualisasi diri itu mereka jadi mengabaikan
hati nurani mereka dan membohongi diri mereka sendiri. Misalnya, sebenarnya mereka lebih suka
rasa gado- gado daripada rasa spageti, tapi karena ingin dibilang gaul maka mereka memilih untuk
menikmati spageti plus rela mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal untuk nongkrong di restoran
spageti. Nah, konten pada iklan- iklan yang akan saya buat akan “menyindir” hal- hal seperti itu.
Lalu mengenai kenyataan bahwa siapa yang tidak pernah berpura- pura bahagia padahal Ia tidak
bahagia. Hal- hal semacam itu yang akan saya angkat sebagai topik dalam iklan. Salah satu alasan
kenapa saya ingin membuat iklan yang lebih meaningful jika dibandingkan dengan iklan Pop Mie
yang lama adalah ingin lebih memberikan manfaat bagi yang melihat iklan tersebut.
Pada kampanye ini, akan digunakan beberapa media, antara lain:
1. Radio
2. Televisi
3. Media Baru
4. Media Cetak
5. POS dan POP
Tagline yang akan diusung adalah:
“Pop Mie, Nikmat Versi Loe.”
6. Eksekusi
1. Naskah Iklan Radio
Client : PT Indomie Sukses Makmur Tbk
Product: Pop Mie
Project : Radio- 60”
Title : Apa nikmat versi kamu?
Date : Des, 14th
2013
SFX1 : Suara riuh sedang mengobrol dan bercanda sambil tertawa.
SFX2 : SFX1 + musik slow mengalun.
FVO : Berpura- pura menikmati hidup, siapa sih yang gak pernah melakukannya? Makan di restoran
mahal dengan menghabiskan sebagian gaji bulanan, nongkrong di café dan beli kopi sambil wifian atau
sekedar hang out bareng temen sepulang kerja. Padahal di rumah sudah banyak tugas yang manggil-
manggil untuk dikerjainn. Hihihi… Bahagia sih, tapi apa iya benar- benar nikmatin?
MVO : Sebenarnya bahagia itu simpel, asalkan kita tahu caranya. Gak perlu mengorbankan
kebahagiaan di hati untuk sekedar menampilkan kebahagiaan di topeng wajah kita. Makan Pop Mie
hangat selagi hujan deras di rumah atau selagi lapar tengah malam. Hmmh… Nikmatnya... Pop Mie bisa
menjadi teman setia dikala kita sedang ingin beristirahat sejenak dari kegiatan berpura- pura kita lho.
Jinglette: Ini nikmat versi gue, apa nikmat versi loe?
2. Naskah Iklan Televisi (Story Line)
No Visual Copy
1 Dibuka dengan sekelompok orang yang
sedang gembira ria dan tertawa keras
berbarengan di sebuah cafe. (Long Shot)
SFX: Suara riuh orang- orang tertawa.
2 Seorang wanita yang merupakan bagian dari
sekelompok orang tersebut sedang mengetik
untuk meng-update Path-nya dengan
menulis “Happy time with” tiba- tiba
jemarinya terhenti mengetik.
SFX: Suara riuh sedang mengobrol dan bercanda
sambil tertawa.
3 Close up ke wajahnya yang mengekspresikan
ketidak yakinan dan keraguan bahwa dia
benar- benar bahagia.
SFX: Musik slow masuk.
“Berpura- pura bahagia dan menikmati hidup,
siapa yang tidak pernah melakukannya?”
4 Wanita tersebut pulang ke rumahnya yang
sudah gelap.
5 Ia membanting tubuhnya di sofa,
memejamkan mata dan membuka matanya
dan melihat ke arah meja kerjanya yang
terdapat tumpukan dokumen pekerjaan
yang harus ia selesaikan.
“Bekerja dan mencari uang….”
6 Ia kemudian mengerjakannya dengan sedikit
bermalas- malasan namun akhirnya selesai
juga.
“….nyatanya selalu menjadi hal utama yang
menyita waktu kita”
7 Tampak Ia keluar dari kamar mandi dan
menuju dapur sembari mengeringkan
rambutnya menggunakan handuk.
“Menikmati hidup itu simpel…”
8 Ia melihat Pop Mie di rak dapurnya
kemudian mengambilnya, menyeduhnya dan
menutup penutupnya dan membawanya ke
depan televisi dan menyalakan televisi dan
“….asalkan kita tahu caranya.”
sempat mengganti- ganti channel dengan
malasnya.
9 Ia kemudian membuka penutupnya dan
tampak asap mengepul dari segelas Pop Mie
yang masih panas.
“Menikmati waktu bersama diri sendiri…”
10 Ia tampak menghirup aroma Pop Mie yang
nikmat dan memakan Pop Mie- nya dengan
sangat nikmat dan tersenyum.
“….sembari menikmati segelas Pop Mie hangat….”
11 Ia memakan Pop Mie dan menonton televisi
sambil tertawa- tawa hingga tertidur di sofa.
“….adalah hal terjujur untuk menikmati hidup.”
12 Muncul produk Pop Mie di layar dengan
background suasana ruang TV dimana
wanita itu tertidur.
Anncr:
“Pop Mie, rasakan nikmatnya hidup.”
11 Muncul tulisan
“www.nikmatversikamu.com”
“Bagaimana nikmat versi kamu?”
3. Iklan di media baru
Pada media baru, saya akan memanfaatkan banner ads dan microsite. Banner Ads-nya
itu sendiri akan mengarahkan audience ke microsite www.nikmatversikamu.com .
Berikut tampilan Banner Ads:
Pada microsite www.nikmatversikamu.com itu sendiri akan ada event kompetisi untuk
menceritakan nikmat makan Pop Mie versi mereka. Ada 2 pilihan cara untuk menceritakan pengalaman
mereka bersama Pop Mie, yaitu bercerita melalui foto dan melalui tulisan. Akan dipilih pemenang untuk
setiap kategori dan hadiahnya berupa tour ke luar negeri. Event ini merupakan salah satu cara
meningkatkan Word of Mouth atau merangsang agar Pop Mie lebih banyak diperbincangkan, baik di
dunia maya (viral) maupun di dunia nyata.
4. Iklan Media Cetak
Iklan media cetak versi 1 yang saya buat menunjukkan ada satu model pada dua jenis foto yang
berbeda. Foto sebelah kiri memperlihatkan Ia sedang nongkrong di café sambil wifian dan foto sebelah
kanan menggambarkan Ia sedang santai di rumahnya sambil makan Pop Mie hangat dan baca komik
dikala hujan deras di luar rumahnya. Ekspresi model di foto sebelah kiri datar, namun di foto sebelah
kanan terlihat dengan lahapnya memakan Pop Mie. Pesan yang ingin disampaikan oleh iklan ini adalah
kita terkadang menganggap sesuatu yang kecil seperti makan Pop Mie karena tidak sempat masak dan
lelah sehabis bekerja dan lapar adalah sesuatu yang biasa. Namun sebenarnya iitulah saat yang pas
untuk kita benar- benar terlepas dari kebisingan atau kerusuhan jadwal rutinitas kita. Daripada pulang
kerja nongkrong di café hanya untuk wifian, lebih baik pulang ke rumah, santai, pakai baju yang nyaman
lalu menikmati segelas Pop Mie hangat.
Lalu untuk versi 2, ada satu model wanita dengan dua foto yang diambil pada kesempatan yang
berbeda pula. Foto kiri menggambarkan ia sedang ngegalau di café sendirian karena urusan pekerjaan,
pacar dan lain sebagainya. Sedangkan foto kanan menggambarkan Ia sedang melampiaskan segala
perasaan bad mood-nya dengan makan Pop Mie yang nikmat.
Dari dua versi iklan ini, pokok pesannya adalah terkadang masing- masing dari kita memiliki
perasaan dan ekspresi yang berbeda di kesempatan yang berbeda pula dan sebenarnya kita bisa
memilih untuk kita ingin merasa bahagia atau sedih, merasakan kebahagiaan yang sebenarnya atau
hanya kebahagiaan yang semu.
Sedangkan versi 3 menggambarkan betapa nikmat itu sederhana, seduh dan makan Pop Mie
dikala sharing bersama keluarga.
5. POS dan POP
Point of Sell dan Point of Purchase merupakan salah satu pilihan media pemasaran yang
cukup efektif. Karena keduanya biasa ditempatkan di tempat dimana konsumen melakukan
pembelian seperti supermarket, mini market, dan lain sebagainya. Keduanya membantu
meningkatkan penjualan melalui peningkatan tindakan refleks konsumen yang disebabkan oleh
ketertarikan mereka akan bentuk dan warna dari keduanya.
Saya memilih untuk membuat dua macam POS dan POP, yaitu:
a. Hanging Mobile
Hanging mobile adalah POP yang biasa digantung pada trolley atau atap
supermarket. Saya memilih hanging mobile yang digantung pada trolley. Karena Trolley
sudah pasti akan menjelajahi seluruh sudut supermarket yang didorong oleh
konsumennya sendiri dan diharapkan akan semakin banyak orang yang melihat materi
promosi kita tersebut dan dapat meningkatkan brand awareness brand Pop Mie itu
sendiri dan selanjutnya akan mempengaruhi keputusan pembelian mereka terhadap
Pop Mie.
Berikut adalah desain untuk hanging mobile:
Dan apabila diaplikasikan ke Trolley kira- kira tampilannya akan seperti ini:
b. Shelf Talker
Shelf Talker adalah sejenis gambar yang ditempelkan pada rak- rak di supermarket
guna menarik perhatian para pengunjung supermarket. Shelf talker yang saya buat akan
memiliki sensor, sehingga ketika ada pengunjung yang melewatinya akan terdengar
suara dengan kalimat “Pop Mie/ Ini nikmat versi gue/ apa nikmat versi loe?// Pop Mie/
nikmat versi loe.”
Berikut konsep desain shelf talker:
Dan apabila diaplikasikan di rak- rak, akan seperti ini:
Catatan: shelf Talker akan ditempatkan di
lorong produk mie instan.

Creative Rasional Pop Mie

  • 1.
  • 2.
    1. Latar Belakang PopMie adalah merek dagang produk mi instan dalam bentuk cup dari PT Indomie Sukses Makmur Tbk di Indonesia. Pop Mie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Pop Mie pertama kali diluncurkan pada tahun 1987. Pop Mie pada awalnya menggunakan kemasan cup dari ukuran kecil (mini, 35 gram), sedang (57 gram) sampai cup plastik (60 gram untuk Ayam Spesial dan 80 gram untuk Mi Goreng). Pada tahun 2010 Pop Mie tampil dengan kemasan dan logo baru, dengan logo Pop Mie merah di dalam lingkaran biru dengan mata diatasnya, namun kemasan Pop Mie diperbesar menjadi 75 gram pada tahun 2013 dan tampilan kemasan pun berubah menjadi lebih menarik dari kemasan sebelumnya. Kemasan Pop Mie yang lebih baru dan lebih besar dan Makin Hits!, Lebih Nendang, Lebih Kenyang, Lebih Yummy. Beberapa tahun belakangan pop mie mengusai pasar mie instan cup seiring dengan gencarnya iklan dan promosi yang mereka buat baik melalui berbagai media seperti televisi, radio, dan cetak serta berbagai strategi seperti softsell (Pop Up Your Live) dan hardsell (Pop Mie Get lucky). Popmie juga terus berusaha mempertahankan dominasinya dengan melakukan inovasi dan diferensiasi produk popmie. Pop mie tersedia dalam berbagai rasa. Popmie juga mempunyai produk turunan berupa pop mini yang membuat popmie semakin menguasai rak ritel. Berikut adalah variasi rasa dan packaging yang dimiliki oleh Pop Mie: Munculnya Mie Sedaap Cup jelas menjadi ancaman bagi popmie. Selama ini indomie juga sudah menjadi pesaing tangguh bagi kekuasaan indomie di pasar mie instan. Mie Sedap Cup tampil dengan iklan yang begitu menggigit dengan dibintangi oleh raditya dika, iklannya memunculkan mengapdate rasa dengan mie sedap cup.
  • 3.
    Menurut saya, iklanyang dibuat oleh pihak Mie Sedaap Cup sangat menarik dan efektif untuk membagun brand awareness. Hal ini dapat dilihat dari tagline “Mie cup yang sedaapnya up to date” sampai pada penggunaan celebrity endorser Raditya Dika yang sangat sesuai dengan target market yang mereka bidik yaitu anak muda. Pop Mie sebagai pemain lama, selama ini selalu menampilkan iklan yang nyeleneh dan tidak serius seperti iklan versi “telepon dari boss”, “skinny jeans”, dan “nikmatnya kemenangan” dengan berbagai versi. Pada iklan- iklan tersebut terdapaat kemunculan tokoh Pop Mie berukuran besar yang bertangan dan berkaki. Pada awalnya, sebagai satu- satunya pemain pada lini produk mi dalam cup, Pop Mie dengan iklan seperti itu aman- aman saja. Namun dengan kemunculan Mie Sedaap Cup dengan iklannya yang lebih realistis dan menggigit membuat posisi Pop Mie menjadi tidak aman dan sudah tentu sangat dibutuhkan gebrakan baru dalam pembuatan strategi pemasaran termasuk dalam hal pembuatan iklan. Berdasarkan hal tersebut, maka saya memutuskan big idea yang akan saya jadikan dasar pada kampanye Pop Mie ini adalah sebagai berikut: “Pop Mie dapat menjadi teman dikala kita sedang ingin bersikap jujur dan merasakan bahagia yang sesungguhnya.” Dan, Tagline barunya adalah: “Pop Mie, Nikmat Versi Loe” Sebagai brand yang pertama kali muncul pada lini produk mi cup di Indonesia dan sebagai brand yang sudah jauh lebih lama ada jika dibandingkan dengan kompetitornya, Pop Mie memiliki kelebihan tersendiri yaitu berupa kedekatannya dengan konsumen atau brand engagement. Sudah banyak cerita dan pengalaman- pengalaman para konsumen dengan produk tersebut. Bisa kita
  • 4.
    bilang, siapa sihorang Indonesia yang belum pernah makan Pop Mie? Hampir semua orang Indonesia sudah pernah mencobanya pada berbagai kesempatan. Dari situ, dapat disadari bahwa telah banyak cerita- cerita yang orang Indonesia alami bersama Pop Mie. Ini juga merupakan hal yang tidak dimiliki oleh kompetitornya- Mie Sedaap Cup- yang terhitung merupakan pemain baru dalam lini produk mi dalam cup ini. Maka, saya memilih untuk mengusung ini sebagai ide dari iklan dan segala jenis strategi kreatif pemasaran yang akan saya buat. Untuk meningkatkan Word of Mouth mengenai brand Pop Mie itu sendiri, saya akan membuat kampanye pada media baru internet bertajuk, “Ini Nikmat Versi Gue, Apa Nikmat Versi Loe?” Jadi, dalam kampanye digital tersebut, Saya mengajak target market untuk ikut serta dalam menceritakan momen- momen terbaik mereka bersama Pop Mie yang menurut mereka itu adalah nikmatnya makan Pop Mie ala mereka. Tentu akan ada hadiah untuk approach perhatian mereka. 2. Objective Tujuan dari pembuatan iklan ini adalah untuk meningkatkan brand awareness dari produk Pop Mie. 3. Promise Pilihan tepat di saat lapar melanda. 4. Reason to Believe Dengan kepraktisannya dan ketersediaannya dalam berbagai varian rasa dan ukuran, Pop Mie dapat menjadi teman makan yang tepat untuk mengobati rasa lapar di saat mereka ingin menjadi diri sendiri dan jujur terhadap diri sendiri. 5. Strategi Kreatif Target Market Demografis Unisex 20-25 tahun Geografis Urban dan Sub- urban Psikografis Dinamis, “on the move”, selalu ingin jadi trend setter.
  • 5.
    Pada kampanye untukmeningkatkan brand awareness Pop Mie ini saya akan menggunakan strategi kreatif melalui pendekatan secara emosional. Ini dilatarbelakangi oleh target market dari kampanye itu sendiri, yaitu anak muda usia 20-25 tahun. Anak muda usia 20-25 tahun di wilayah urban dan sub-urban itu biasanya merupakan mahasiswa atau para first jobber yang secara psikologis sedang semangat- semagatnya untuk meraih aktualisasi diri mereka. Mereka rela melakukan apa saja agar diangap ada dan eksis oleh dunia. Sampai- sampai melakukan hal- hal yang sebenarnya mereka tidak sukai namun karena alasan aktualisasi diri itu mereka jadi mengabaikan hati nurani mereka dan membohongi diri mereka sendiri. Misalnya, sebenarnya mereka lebih suka rasa gado- gado daripada rasa spageti, tapi karena ingin dibilang gaul maka mereka memilih untuk menikmati spageti plus rela mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal untuk nongkrong di restoran spageti. Nah, konten pada iklan- iklan yang akan saya buat akan “menyindir” hal- hal seperti itu. Lalu mengenai kenyataan bahwa siapa yang tidak pernah berpura- pura bahagia padahal Ia tidak bahagia. Hal- hal semacam itu yang akan saya angkat sebagai topik dalam iklan. Salah satu alasan kenapa saya ingin membuat iklan yang lebih meaningful jika dibandingkan dengan iklan Pop Mie yang lama adalah ingin lebih memberikan manfaat bagi yang melihat iklan tersebut. Pada kampanye ini, akan digunakan beberapa media, antara lain: 1. Radio 2. Televisi 3. Media Baru 4. Media Cetak 5. POS dan POP Tagline yang akan diusung adalah: “Pop Mie, Nikmat Versi Loe.” 6. Eksekusi
  • 6.
    1. Naskah IklanRadio Client : PT Indomie Sukses Makmur Tbk Product: Pop Mie Project : Radio- 60” Title : Apa nikmat versi kamu? Date : Des, 14th 2013 SFX1 : Suara riuh sedang mengobrol dan bercanda sambil tertawa. SFX2 : SFX1 + musik slow mengalun. FVO : Berpura- pura menikmati hidup, siapa sih yang gak pernah melakukannya? Makan di restoran mahal dengan menghabiskan sebagian gaji bulanan, nongkrong di café dan beli kopi sambil wifian atau sekedar hang out bareng temen sepulang kerja. Padahal di rumah sudah banyak tugas yang manggil- manggil untuk dikerjainn. Hihihi… Bahagia sih, tapi apa iya benar- benar nikmatin? MVO : Sebenarnya bahagia itu simpel, asalkan kita tahu caranya. Gak perlu mengorbankan kebahagiaan di hati untuk sekedar menampilkan kebahagiaan di topeng wajah kita. Makan Pop Mie hangat selagi hujan deras di rumah atau selagi lapar tengah malam. Hmmh… Nikmatnya... Pop Mie bisa menjadi teman setia dikala kita sedang ingin beristirahat sejenak dari kegiatan berpura- pura kita lho. Jinglette: Ini nikmat versi gue, apa nikmat versi loe?
  • 7.
    2. Naskah IklanTelevisi (Story Line) No Visual Copy 1 Dibuka dengan sekelompok orang yang sedang gembira ria dan tertawa keras berbarengan di sebuah cafe. (Long Shot) SFX: Suara riuh orang- orang tertawa. 2 Seorang wanita yang merupakan bagian dari sekelompok orang tersebut sedang mengetik untuk meng-update Path-nya dengan menulis “Happy time with” tiba- tiba jemarinya terhenti mengetik. SFX: Suara riuh sedang mengobrol dan bercanda sambil tertawa. 3 Close up ke wajahnya yang mengekspresikan ketidak yakinan dan keraguan bahwa dia benar- benar bahagia. SFX: Musik slow masuk. “Berpura- pura bahagia dan menikmati hidup, siapa yang tidak pernah melakukannya?” 4 Wanita tersebut pulang ke rumahnya yang sudah gelap. 5 Ia membanting tubuhnya di sofa, memejamkan mata dan membuka matanya dan melihat ke arah meja kerjanya yang terdapat tumpukan dokumen pekerjaan yang harus ia selesaikan. “Bekerja dan mencari uang….” 6 Ia kemudian mengerjakannya dengan sedikit bermalas- malasan namun akhirnya selesai juga. “….nyatanya selalu menjadi hal utama yang menyita waktu kita” 7 Tampak Ia keluar dari kamar mandi dan menuju dapur sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. “Menikmati hidup itu simpel…” 8 Ia melihat Pop Mie di rak dapurnya kemudian mengambilnya, menyeduhnya dan menutup penutupnya dan membawanya ke depan televisi dan menyalakan televisi dan “….asalkan kita tahu caranya.”
  • 8.
    sempat mengganti- gantichannel dengan malasnya. 9 Ia kemudian membuka penutupnya dan tampak asap mengepul dari segelas Pop Mie yang masih panas. “Menikmati waktu bersama diri sendiri…” 10 Ia tampak menghirup aroma Pop Mie yang nikmat dan memakan Pop Mie- nya dengan sangat nikmat dan tersenyum. “….sembari menikmati segelas Pop Mie hangat….” 11 Ia memakan Pop Mie dan menonton televisi sambil tertawa- tawa hingga tertidur di sofa. “….adalah hal terjujur untuk menikmati hidup.” 12 Muncul produk Pop Mie di layar dengan background suasana ruang TV dimana wanita itu tertidur. Anncr: “Pop Mie, rasakan nikmatnya hidup.” 11 Muncul tulisan “www.nikmatversikamu.com” “Bagaimana nikmat versi kamu?” 3. Iklan di media baru Pada media baru, saya akan memanfaatkan banner ads dan microsite. Banner Ads-nya itu sendiri akan mengarahkan audience ke microsite www.nikmatversikamu.com . Berikut tampilan Banner Ads:
  • 9.
    Pada microsite www.nikmatversikamu.comitu sendiri akan ada event kompetisi untuk menceritakan nikmat makan Pop Mie versi mereka. Ada 2 pilihan cara untuk menceritakan pengalaman mereka bersama Pop Mie, yaitu bercerita melalui foto dan melalui tulisan. Akan dipilih pemenang untuk setiap kategori dan hadiahnya berupa tour ke luar negeri. Event ini merupakan salah satu cara meningkatkan Word of Mouth atau merangsang agar Pop Mie lebih banyak diperbincangkan, baik di dunia maya (viral) maupun di dunia nyata. 4. Iklan Media Cetak Iklan media cetak versi 1 yang saya buat menunjukkan ada satu model pada dua jenis foto yang berbeda. Foto sebelah kiri memperlihatkan Ia sedang nongkrong di café sambil wifian dan foto sebelah kanan menggambarkan Ia sedang santai di rumahnya sambil makan Pop Mie hangat dan baca komik dikala hujan deras di luar rumahnya. Ekspresi model di foto sebelah kiri datar, namun di foto sebelah kanan terlihat dengan lahapnya memakan Pop Mie. Pesan yang ingin disampaikan oleh iklan ini adalah kita terkadang menganggap sesuatu yang kecil seperti makan Pop Mie karena tidak sempat masak dan lelah sehabis bekerja dan lapar adalah sesuatu yang biasa. Namun sebenarnya iitulah saat yang pas untuk kita benar- benar terlepas dari kebisingan atau kerusuhan jadwal rutinitas kita. Daripada pulang kerja nongkrong di café hanya untuk wifian, lebih baik pulang ke rumah, santai, pakai baju yang nyaman lalu menikmati segelas Pop Mie hangat. Lalu untuk versi 2, ada satu model wanita dengan dua foto yang diambil pada kesempatan yang berbeda pula. Foto kiri menggambarkan ia sedang ngegalau di café sendirian karena urusan pekerjaan, pacar dan lain sebagainya. Sedangkan foto kanan menggambarkan Ia sedang melampiaskan segala perasaan bad mood-nya dengan makan Pop Mie yang nikmat. Dari dua versi iklan ini, pokok pesannya adalah terkadang masing- masing dari kita memiliki perasaan dan ekspresi yang berbeda di kesempatan yang berbeda pula dan sebenarnya kita bisa memilih untuk kita ingin merasa bahagia atau sedih, merasakan kebahagiaan yang sebenarnya atau hanya kebahagiaan yang semu. Sedangkan versi 3 menggambarkan betapa nikmat itu sederhana, seduh dan makan Pop Mie dikala sharing bersama keluarga.
  • 13.
    5. POS danPOP Point of Sell dan Point of Purchase merupakan salah satu pilihan media pemasaran yang cukup efektif. Karena keduanya biasa ditempatkan di tempat dimana konsumen melakukan pembelian seperti supermarket, mini market, dan lain sebagainya. Keduanya membantu meningkatkan penjualan melalui peningkatan tindakan refleks konsumen yang disebabkan oleh ketertarikan mereka akan bentuk dan warna dari keduanya. Saya memilih untuk membuat dua macam POS dan POP, yaitu: a. Hanging Mobile Hanging mobile adalah POP yang biasa digantung pada trolley atau atap supermarket. Saya memilih hanging mobile yang digantung pada trolley. Karena Trolley sudah pasti akan menjelajahi seluruh sudut supermarket yang didorong oleh konsumennya sendiri dan diharapkan akan semakin banyak orang yang melihat materi promosi kita tersebut dan dapat meningkatkan brand awareness brand Pop Mie itu sendiri dan selanjutnya akan mempengaruhi keputusan pembelian mereka terhadap Pop Mie. Berikut adalah desain untuk hanging mobile: Dan apabila diaplikasikan ke Trolley kira- kira tampilannya akan seperti ini:
  • 14.
    b. Shelf Talker ShelfTalker adalah sejenis gambar yang ditempelkan pada rak- rak di supermarket guna menarik perhatian para pengunjung supermarket. Shelf talker yang saya buat akan memiliki sensor, sehingga ketika ada pengunjung yang melewatinya akan terdengar suara dengan kalimat “Pop Mie/ Ini nikmat versi gue/ apa nikmat versi loe?// Pop Mie/ nikmat versi loe.” Berikut konsep desain shelf talker:
  • 15.
    Dan apabila diaplikasikandi rak- rak, akan seperti ini: Catatan: shelf Talker akan ditempatkan di lorong produk mie instan.