Puisi ini menggambarkan perasaan keraguan dan penderitaan dalam hidup, dengan pertanyaan retoris tentang keadilan dan perhatian dari orang lain. Penulis menyarankan agar individu lebih peka dan menjawab pertanyaan dalam diri sendiri, serta menunjukkan bahwa mencintai dan peduli adalah cara untuk memperoleh keindahan hidup. Dalam dialog dengan Tuhan, penulis menekankan pentingnya komunikasi langsung dalam mencari jawaban dan kejelasan.