Nama:Ulfa Madina Fitrayani 
Kelas:VI-B 
Cara Budidaya Jahe Emprit Dalam 
Polybag Yang Benar Agar Jahe Tumbuh 
Subur 
Jahe emprit merupakan salah satu jenis jahe yang ukurannya lebih kecil jika 
dibandingkan dengan jahe merah dan jahe gajah. Saat ini permintaan pasar terhadap jahe 
memang cukup tinggi karena tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri saja tetapi 
juga untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Tanaman jahe masuk dalam kategori tanaman obat 
dan temu – temuan atau rimpang dimana tanaman ini sebenarnya sejenis dengan tanaman 
temulawak, kunyit, dan temu – temuan lainnya. Cara budidaya jahe emprit dalam polybag saat 
ini memang banyak diminati apalagi semakin terbatasnya lahan yang ada saat ini membuat 
budidaya jahe menjadi lebih sulit. Oleh sebab itulah polybag merupakan salah satu tempat yang 
tepat untuk bercocok tanam jahe emprit dan membudidayakannya. Cara menanam jahe emprit 
dalam polybag sebenarnya tidaklah sulit. Cara tanam jahe emprit hampir sama dengan 
penananaman jahe di tempat lain. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang cara budidaya jahe 
emprit, berikut ini langkah – langkahnya.
Pemilihan Bibit 
Tips pemilihan bibit merupakan langkah yang paling penting sebelum memahami teknik 
budidaya tanaman jahe emprit. Bibit jahe dapat diperoleh dari perkebunan atau pembibitan jahe 
emprit yang sudah ada. Saat memilih bibit, pilihlah bibit jahe yang bagus dan berkualitas. 
Pastikan bahwa tanaman jahe memiliki varietas tinggi yaitu dapat tumbuh tinggi dan 
menghasilkan jahe yang berkualitas atau tidak cacat. 
Persiapan Media Tanam 
Media tanam yang harus dipersiapkan untuk pohon jahe polybag. Jumlah polybag harus 
disesuaikan dengan jumlah bibit jahe yang akan ditanam. Setelah polybag disiapkan, langkah 
selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk 
kandang. Tanah yang bagus untuk menanam jahe emprit adalah tanah yang gembur dan sedikit 
berpasir sehingga memudahkan tanaman jahe untuk lebih cepat tumbuh dan berkembang. 
Polybag yang digunakan untuk menanam bibit jahe juga harus besar yaitu berukuran 60 x 40 cm 
karena jahe akan tumbuh besar dan memerlukan banyak tempat untuk pertumbuhan rimpangnya. 
Penanaman 
Teknik menanam bibit jahe sebaiknya ditanam sedalam 5 sampai 7 cm dengan tunas bibit 
yang menghadap ke atas. Jangan sampai terbalik karena bisa menghambat pertumbuhan tanaman 
jahe. Penanaman bibit jahe sebaiknya dilakukan saat musim penghujan sehingga Anda tidak 
perlu repot – repot untuk menjaga kelembaban bibit jahe yang baru ditanam tersebut. 
Perawatan 
Pohon jahe yang sudah ditanam di dalam polybag memerlukan perawatan yang cukup rutin 
agar hasil panen jahe emprit dapat memuaskan. Berikut ini langkah perawatan dalam cara 
budidaya jahe emprit dalam polybag. 
 Penyiraman 
Tanaman jahe di dalam polybag harus disiram secara teratur setiap hari yaitu pagi dan sore. 
Pastikan tanah di dalam polybag tidak sampai kekeringan dan selalu berada dalam keadaan 
lembab sehingga tanaman jahe tidak akan mati. 
 Pemupukan 
Selain disiram, tanaman jahe dalam polybag juga harus dipupuk. Pupuk yang dianjurkan 
adalah pupuk kandang beruba kotoran domba atau kotoran sapi. Beri pupuk setiap polybag 
setelah tanaman mulai tumbuh. Kemudian setelah tanaman memasuki bulan keempat, tanaman 
jahe bisa diberi pupuk kandang agar lebih subur. 
 Menyiangi gulma 
Dalam polybag, biasanya akan ada rumput – rumput penganggu yang tumbuh dalam 
polybag. Hal ini akan menganggu pertumbuhan jahe dan rimpangnya. Oleh sebab itu, 
penyiangan gulma sebaiknya dilakukan secara intensif. Gulma biasanya banyak tumbuh saat
tanaman jahe mulai berumur 6 bulan. Namun, penyiangan sebaiknya mulai dilakukan saat 
tanaman jahe berumur 4 bulan agar tidak merusak akar yang nantinya dapat merusak benih – 
benih jahe. 
 Penyulaman 
Menyulam tanaman jahe yang tidak tumbuh dapat dilakukan saat bibit jahe berumur 1 bulan 
setelah tanam dengan benih cadangan yang telah disemaikan 
 Pembubunan 
Pembubunan atau pendangiran dilakukan saat tanaman telah berbentuk rumpun dengan 
empat atau lima anakan. Hal ini dilakukan agar rimpang jahe emprit selalu tertutup tanah. 
Dengan adanya pembumbunan, drainase juga akan selalu terjaga. 
 Pengendalian hama tanaman 
Pengendalian hama dapat dilakukan sesuai keperluan. Biasanya penyakit utama pada jahe 
emprit adalah busuk rimpang yang disebabkan karena bakteri Ralstonia solanacearum. Saat ini 
masih belum ada cara pengendalian yang memadai. Cara pencegahannya adalah perlakuan benih 
sehat, penggunaan benih sehat, perglran tanaman, pembuatan irigasi, dan penyiangan gulma. 
Tanaman yang diserang bakteri sebaiknya segera dicabut dan dibakar agar serangan bakteri tidak 
meluas. 
Demikian cara budidaya jahe emprit dalam polybag yang dapat Anda lakukan sebagai 
alternatif untuk membudidayakan jahe di tempat yang terbatas.

Budidaya jahe ku

  • 1.
    Nama:Ulfa Madina Fitrayani Kelas:VI-B Cara Budidaya Jahe Emprit Dalam Polybag Yang Benar Agar Jahe Tumbuh Subur Jahe emprit merupakan salah satu jenis jahe yang ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe merah dan jahe gajah. Saat ini permintaan pasar terhadap jahe memang cukup tinggi karena tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri saja tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Tanaman jahe masuk dalam kategori tanaman obat dan temu – temuan atau rimpang dimana tanaman ini sebenarnya sejenis dengan tanaman temulawak, kunyit, dan temu – temuan lainnya. Cara budidaya jahe emprit dalam polybag saat ini memang banyak diminati apalagi semakin terbatasnya lahan yang ada saat ini membuat budidaya jahe menjadi lebih sulit. Oleh sebab itulah polybag merupakan salah satu tempat yang tepat untuk bercocok tanam jahe emprit dan membudidayakannya. Cara menanam jahe emprit dalam polybag sebenarnya tidaklah sulit. Cara tanam jahe emprit hampir sama dengan penananaman jahe di tempat lain. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang cara budidaya jahe emprit, berikut ini langkah – langkahnya.
  • 2.
    Pemilihan Bibit Tipspemilihan bibit merupakan langkah yang paling penting sebelum memahami teknik budidaya tanaman jahe emprit. Bibit jahe dapat diperoleh dari perkebunan atau pembibitan jahe emprit yang sudah ada. Saat memilih bibit, pilihlah bibit jahe yang bagus dan berkualitas. Pastikan bahwa tanaman jahe memiliki varietas tinggi yaitu dapat tumbuh tinggi dan menghasilkan jahe yang berkualitas atau tidak cacat. Persiapan Media Tanam Media tanam yang harus dipersiapkan untuk pohon jahe polybag. Jumlah polybag harus disesuaikan dengan jumlah bibit jahe yang akan ditanam. Setelah polybag disiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Tanah yang bagus untuk menanam jahe emprit adalah tanah yang gembur dan sedikit berpasir sehingga memudahkan tanaman jahe untuk lebih cepat tumbuh dan berkembang. Polybag yang digunakan untuk menanam bibit jahe juga harus besar yaitu berukuran 60 x 40 cm karena jahe akan tumbuh besar dan memerlukan banyak tempat untuk pertumbuhan rimpangnya. Penanaman Teknik menanam bibit jahe sebaiknya ditanam sedalam 5 sampai 7 cm dengan tunas bibit yang menghadap ke atas. Jangan sampai terbalik karena bisa menghambat pertumbuhan tanaman jahe. Penanaman bibit jahe sebaiknya dilakukan saat musim penghujan sehingga Anda tidak perlu repot – repot untuk menjaga kelembaban bibit jahe yang baru ditanam tersebut. Perawatan Pohon jahe yang sudah ditanam di dalam polybag memerlukan perawatan yang cukup rutin agar hasil panen jahe emprit dapat memuaskan. Berikut ini langkah perawatan dalam cara budidaya jahe emprit dalam polybag.  Penyiraman Tanaman jahe di dalam polybag harus disiram secara teratur setiap hari yaitu pagi dan sore. Pastikan tanah di dalam polybag tidak sampai kekeringan dan selalu berada dalam keadaan lembab sehingga tanaman jahe tidak akan mati.  Pemupukan Selain disiram, tanaman jahe dalam polybag juga harus dipupuk. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk kandang beruba kotoran domba atau kotoran sapi. Beri pupuk setiap polybag setelah tanaman mulai tumbuh. Kemudian setelah tanaman memasuki bulan keempat, tanaman jahe bisa diberi pupuk kandang agar lebih subur.  Menyiangi gulma Dalam polybag, biasanya akan ada rumput – rumput penganggu yang tumbuh dalam polybag. Hal ini akan menganggu pertumbuhan jahe dan rimpangnya. Oleh sebab itu, penyiangan gulma sebaiknya dilakukan secara intensif. Gulma biasanya banyak tumbuh saat
  • 3.
    tanaman jahe mulaiberumur 6 bulan. Namun, penyiangan sebaiknya mulai dilakukan saat tanaman jahe berumur 4 bulan agar tidak merusak akar yang nantinya dapat merusak benih – benih jahe.  Penyulaman Menyulam tanaman jahe yang tidak tumbuh dapat dilakukan saat bibit jahe berumur 1 bulan setelah tanam dengan benih cadangan yang telah disemaikan  Pembubunan Pembubunan atau pendangiran dilakukan saat tanaman telah berbentuk rumpun dengan empat atau lima anakan. Hal ini dilakukan agar rimpang jahe emprit selalu tertutup tanah. Dengan adanya pembumbunan, drainase juga akan selalu terjaga.  Pengendalian hama tanaman Pengendalian hama dapat dilakukan sesuai keperluan. Biasanya penyakit utama pada jahe emprit adalah busuk rimpang yang disebabkan karena bakteri Ralstonia solanacearum. Saat ini masih belum ada cara pengendalian yang memadai. Cara pencegahannya adalah perlakuan benih sehat, penggunaan benih sehat, perglran tanaman, pembuatan irigasi, dan penyiangan gulma. Tanaman yang diserang bakteri sebaiknya segera dicabut dan dibakar agar serangan bakteri tidak meluas. Demikian cara budidaya jahe emprit dalam polybag yang dapat Anda lakukan sebagai alternatif untuk membudidayakan jahe di tempat yang terbatas.