BIOTEKNOLOG
I
By:
Syafinatul Hidayah
PETA KONSEP
Bioteknologi
Bioteknologi
Modern
Rekayasa
Genetika
Dampak
Positif/Negatif
Bioteknologi
Konvensional
Fermentasi
PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi berasal dari dua
kata yaitu bios yang berarti hidup
dan teknologi yang berarti
metode ilmiah untuk mencapai
tujuan praktis.
BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL
Bioteknologi Konvensional adalah
bioteknologi yang menggunakan
mikroorganisme sebagai alat untuk
menghasilkan produk dan jasa
misalnya jamur dan bakteri yang
menghasilkan enzim-enzim tertentu
untuk melakukan metabolisme
sehingga diperoleh produk yang
diinginkan
Manfaat bioteknologi
Konvensional
Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk
makanan dan minuman
Menciptakan sumber makanan baru,
misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata
de coco
Dapat membuat makanan yang tahan lama,
misalnya asinan
Secara tidak langsung dapat meningkatkan
perekonomian rakyat karena bioteknologi
konvensional tidak banyak membutuhkan
biaya
Produk-produk Bioteknologi Konvensional
NO
.
Produk Enzim Bahan
makanan
Mikroorganisme
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Tempe
Kecap
Taoco
Keju
Mentega
Yoghurt
Oncom
Tape
Bir
Asinan
Protease
Protease
Protease
Lipase
Lipase
Laktase
Protease
Glukose
Laktase
Kedelai
Kedelai
Kedelai
Susu
Susu
Susu
Bungkil kacang
Ketela pohon/
beras ketan
Sari buah
Kubis
Rhizopus
oligosporus
Aspergilus wentii
Aspergilus oryzae
Lactobacillus
vulgaris
Streptococcus lactis
Streptococcus
thermophilus
Monilllia sitophilia
Saccharomyces
cerevisceae
Saccharomyces
ellipsoida
Tempe
Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan
dasar kedelai juga diperlukan ragi. Ragi
merupakan kumpulan spora mikroorganisme,
dalam hal ini kapang. Dalam proses pembuatan
tempe paling sedikit diperlukan empat jenis
kapang dari genus Rhizopus, yaitu Rhyzopus
oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhyzopus
arrhizus, dan Rhyzopus oryzae. Miselium dari
kapang tersebut akan
mengikat keping-keping biji kedelai dan
memfermentasikannya menjadi produk tempe.
Tape
Tape dibuat dari bahan dasar ketela
pohon dengan menggunakan sel-sel
ragi. Ragi menghasilkan enzim yang
dapat mengubah zat tepung menjadi
produk yang berupa gula dan
alkohol. Jamur yang digunakan
adalah Aspergillus oryzae,
Kecap
Dalam pembuatan kecap, jamur,
Aspergillus oryzae dibiakkan pada kulit
gandum terlebih dahulu. Jamur Aspergillus
oryzae bersama-sama dengan bakteri
asam laktat yang tumbuh pada kedelai
yang telah dimasak menghancurkan
campuran gandum. Setelah proses
fermentasi karbohidrat berlangsung cukup
lama akhirnya akan dihasilkan produk
kecap.
Yoghurt
Susu dipasteurisasi terlebih dahulu, selanjutnya
sebagian besar lemak dibuang. Mikroorganisme
yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophillus. Kedua bakteri tersebut ditambahkan
pada susu dengan jumlah yang seimbang,
selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada
temperatur 45ËšC. Selama penyimpanan
tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat
dari kegiatan bakteri asam laktat. Selanjutnya susu
didinginkan dan dapat diberi cita rasa.
BIOTEKNOLOGI GCR.pptx

BIOTEKNOLOGI GCR.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI Bioteknologi berasaldari dua kata yaitu bios yang berarti hidup dan teknologi yang berarti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis.
  • 4.
    BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL Bioteknologi Konvensionaladalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan
  • 5.
    Manfaat bioteknologi Konvensional Meningkatkan nilaigizi dari produk-produk makanan dan minuman Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata de coco Dapat membuat makanan yang tahan lama, misalnya asinan Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi konvensional tidak banyak membutuhkan biaya
  • 6.
    Produk-produk Bioteknologi Konvensional NO . ProdukEnzim Bahan makanan Mikroorganisme 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Tempe Kecap Taoco Keju Mentega Yoghurt Oncom Tape Bir Asinan Protease Protease Protease Lipase Lipase Laktase Protease Glukose Laktase Kedelai Kedelai Kedelai Susu Susu Susu Bungkil kacang Ketela pohon/ beras ketan Sari buah Kubis Rhizopus oligosporus Aspergilus wentii Aspergilus oryzae Lactobacillus vulgaris Streptococcus lactis Streptococcus thermophilus Monilllia sitophilia Saccharomyces cerevisceae Saccharomyces ellipsoida
  • 7.
    Tempe Untuk membuat tempe,selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi. Ragi merupakan kumpulan spora mikroorganisme, dalam hal ini kapang. Dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan empat jenis kapang dari genus Rhizopus, yaitu Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhyzopus arrhizus, dan Rhyzopus oryzae. Miselium dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan memfermentasikannya menjadi produk tempe.
  • 8.
    Tape Tape dibuat daribahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. Jamur yang digunakan adalah Aspergillus oryzae,
  • 9.
    Kecap Dalam pembuatan kecap,jamur, Aspergillus oryzae dibiakkan pada kulit gandum terlebih dahulu. Jamur Aspergillus oryzae bersama-sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum. Setelah proses fermentasi karbohidrat berlangsung cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap.
  • 10.
    Yoghurt Susu dipasteurisasi terlebihdahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang seimbang, selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada temperatur 45˚C. Selama penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat. Selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa.