TEORI
EVOLUSI
Kelompok 12
Weni Veronika (2005111393)
Yulia Adriana (2005112332)
PENGERTIAN EVOLUSI
Evolusi berasal dari kata to evolve ( bahasa inggris ) yang berarti
berkembang atau berubah secara perlahan - lahan. Asal katanya
adalah evolut ( latin ) yang berarti menggulir.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Evolusi adalah
perubahan (pertumbuhan dan perkembangan) secara berangsur-
angsur dan perlahan-lahan atau sedikit demi sedikit.
Pada situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud), Evolusi biologi adalah perubahan atau
perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka lama
dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih kompleks
PERKEMBANGAN
TEORI EVOLUSI
TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN
1. Teori Abiogenesis
Teori Abiogenesis disebut juga teorigeneratio spontanae. Teori tersebut
menerangkan bahwa asal mula makhluk hidup adalah benda mati / benda tak
hidup.
Teori ini dianut oleh ilmuwan terdahulu, yaitu Aristoteles ( 384 - 322 SM ).
Teori ini dilanjutkan oleh Antony Van Leuwenhoek pada tahun 1677.Penemuan
Mikroskop sederhana oleh Antony Van Leuwenhoek, menjadi alat bantu untuk
memperlihatkan kuman, sel darah, dan lainnya, ia memperhatikan makhluk
renik yang tumbuh di dalam air bekas jerami yang direndam, kuman berasal
dari udara dan makanan basi.
Penemuan ini memperkuat teori Abiogenesis.
1. Fransisco Redi (1626-1697
2. Teori Biogenesis (Bantahan Teori Abiogenesis)
Francisco Redi membuktikan bahwa larva yang
muncul bukan dari daging melainkan dari telur lalat
2. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Lazzaro Spallanzani membuktikan bahwa
Organisme tidak lahir dari benda mati (air kaldu),
melainkan dari makhluk hidup lain
3. Louis Pastuer (1822-1895)
Louis Pastuer membuktikan bahwa mikroorganisme yang
muncul dari air kaldu bukan berasal dari air kaldu itu sendiri,
tetapi mikroorganisme yang ada di udara luar.
]
Bukti - bukti eksperimen ketiga ilmuwan cukup kuat untuk
menyanggah teori Abiogenesis yang sudah di anut sejak Aristoteles
hidup.
Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari
makhluk hidup. Teori ini memiliki tiga semboyan yaitu :
 Omne vivum ex ovo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari
telur
 Omne ovum ex vivo yang berarti semua telur berasal dari makhluk
hidup
 Omne vivum ex vivo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari
makhluk hidup
3. Teori Evolusi Kimia
9
Dia menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi
kaya akan molekul zat seperti Metana (CH4), Uap air
(H2O), Amonia(NH2), dan karbon dioksida (CO2) yang
semuanya berbentuk uap. Karena adanya pengaruh
energi radiasi sinar kiosmis serta aliran listrik halilintar
terjadilah reaksi diantara zat-zat tersebut menghasilkan
zat-zat hidup.
• Harold Urey
10
Satuan- satuan kompleks didalam sistem kehidupan seperti
Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan
lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotic. Ilmuan lain
yang menguji teori ini menemukan bahwa terbentuknya
senyawa organik secara bertahap dimulai dari bereaksinya
gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilin-tar.
Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi membentuk
senyawa yang lebih kompleks dan terkurung di lautan.
Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen
sel.
• Stanley Miller
11
● Teori Oparin-Haldane
Dalam bukunya (The Origin Of Life) menyatakan bahwa
asal mula kehidupan terjadi bersama dengan evolusi
terbentuknya bumi besertas atmosfernya. Senyawa organik
di bumi terakumulasi menjadi cekungan perairan
membentuk primordial soup, kemudian menjadi monomer.
Monomer menjadi polimer, akhirnya membentuk protobion
yang merupakan awal sel hidup.
4. Teori Evolusi Biologi
Teori evolusi biologi menyatakan bahwa makhluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi
molekul anorganik (Evolusi Kimia) yang kemudian berkembang menjadi struktur kehidupan
(sel).
Berdasarkan hasil percobaan Oparin, Haldane dan urey, asal - usul kehidupan berasal dari
sintesis dan akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik misalnya CH4, NH3, H2 dan
H2O bergabung membentuk asam amino dan Nukleotida. Molekul yang di hasilkan secara
abiotik disebut protobion. Protobion dibedakan menjadi koaservat, mikrosfir, dan liposom.
 Koaservat
Koaservat merupakan tetesan stabil yang cenderung terbentuk pada suspensi makromolekul
(polimer).
 Mikrosfir
Mikrosfir merupakan protobion yang terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes - tetes kecil
saat didinginkan.
 Liposom
Liposom merupakan protobion yang langsung terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes -
tetes kecil apabila komposisi organiknya mengandung lipid tertentu.
Teori - teori Evolusi
13
Teori evolusi Pra - Darwin
Teori Katastropisme
Teori ini tentang keanekaragaman makhluk hidup
dihasilkan oleh nenek moyang umum, dan muncul atau
punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam.
Teori Gradualisme
Teori ini menyatakan bahwa perubahan geologis
berlangsung pelan - pelan tapi pasti.
Teori Unifromitarianisme
Teori ini menyatakan bahwa proses - proses
geologis ternyata menuruti pola yang seragam,
sehingga kecepatan dan pengaruh perubahan
selalu seimbang dalam kurun waktu.
Teori Kreasionisme
Teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali
waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian
selesai dan tak ada lagi evolusi atau perubahan.
14
● Teori Lamarck
Idenya mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul "Philosophic zoologique".Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan :
• Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan.
• Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunan-nya.
• Organ yang sering digunakan akan berkembang,sedang-kan apabila tidak digunakan akan mengalami ke-mundur-an bahkan hilang.
Teori Lamarck dikenal dengan teori
perolehan yang terwariskan secara
genetik. Ia menerangkan bahwa nenek
moyang jerapah berleher pendek, tetapi
karena terus menerus leher dijulurkan
keatas untuk menggapai makanan, leher
jerapah menjadi menjadi panjang.
15
Teori Evolusi Darwin (Teori Seleksi Alam)
Charles Darwin (1809 - 1882), menyatakan bahwa
evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam. Teori
Darwin disusun atas dasar fakta - fakta yang ia amati
pada pengembaraannya berkeliling dunia dengan kapal
Beagle di Kepulauan Galapagos (kepulauan lepas pantai
negara Chili sekarang) dan juga beberapa tempat lain di
Amerika Selatan.
Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies
pada tahun 1859, dengan judul "on the ofiginof species by means of
natural selection" atau "the preservation of favored races in the
struggle for life". Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat :
Yang menjadi dasar evolusi organik bukan dari adaptasi lingkung-an,
melainkan karena seleksi alam dan seksual.
• Seleksi alam berupa "pertarungan" dalam kehidupan, yang kuat
akan terus hidup.
• Setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena
proses bereproduksi.
• Untuk berkembang biak, diperlukan adanya makanan dan ruang
yang cukup.
• Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus.
Teori Evolusi Neo-Darwinisme
Walaupun terkenal, teori Darwin bukan tanpa kelemahan. Teori Darwin tidak dapat menjelaskan
cara asal dan transmisi variasi. Sumber variasi ditemukan oleh Hugo de Vries yang mengajukan
teori mutasi. Teori mutasi menjelaskan bahwa beberapa spesies muncul secara tiba-tiba karena
variasi yang tidak berkelanjutan.
Beberapa ilmuwan yang turut berpengaruh dalam teori neo-Darwinisme ini adalah Gregor Mendel,
Hugo de Vries, dan August Weismann.
 Mendel menjelaskan tentang hukum pewarisan sifat yang diperlukan untuk memodifikasi
gagasan seleksi alam.
 De Vries mengemukakan peristiwa mutasi
 Weismann menjelaskan tentang konsep keberlanjutan plasma nutfah.
Inti dari teori evolusi neo-Darwinisme ini menganggap seleksi alam bukan merupakan penyebab
evolusi, namun hanya sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai dan bukan
merupakan faktor yang menjadi sebab timbulnya varian-varian baru.
MEKANISME
EVOLUSI
18
Mekanisme evolusi adalah perubahan yang dapat
terjadi karena variasi genetik dan seleksi alam.
Adanya variasi genetik akan memunculkan sifat-
sifat baru yang akan diturunkan. Variasi genetik ini
disebabkan karena adanya mutasi gen dan
rekombinasi gen. Seleksi alam juga merupakan
mekanisme evolusi. Dimana untuk
mempertahankan hidupnya individu-individu akan
beradaptasi sehingga individu akan mengalami
perubahan morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
SELEKSI
ALAM
Makhluk Hidup yang memiliki adaptasi yang baik( adaptif) akan dapat mempertahankan
hidupnya, memiliki resistensi yang tinggi dan dapat melanjutkan keturunannya.
Sedangkan individu yang tidak dapat beradaptasi (tidak adaptif) akan mati selanjutnya akan
punah.
SELEKSI TERARAH
Biston betularia dan beruang hitam
SELEKSI STABILISASI
Tikus ekor panjang dan pendek, bayi berat
badan lahir rendah
SELEKSI
DISRUPTIF
Burung finch
SELEKSI
BUATAN
Seleksi yang dilakukan
oleh manusia terhadap
makhluk hidup lain, baik
dibuat secara kimia,
fisika maupun biologi.
22
MUTASI GEN
Terjadinya mutasi ini dipengaruhi oleh faktor luar(zat mutagenik) dan faktor dalam (rekombinasi
gen-gen)
Mutasi gen yang tidak dipengaruhi oleh faktor luar mempunyai 2 sifat, yaitu
•Jarang terjadi, sebab tidak setiap rekombinasi gen menyebabkan mutasi
•Kebanyakan tidak menguntungkan
Mutasi adalah perubahan struktur kimia DNA secara spontan. Bersifat Menurun
(dibawa oleh keturunannya)
Poliploidi pada
tanaman
Kelainan jumlah kaki
pada kambing dan
Sindrom edward
(mutasi menguntungkan)
(mutasi merugikan)
23
Angka laju mutasi
adalah angka yang
menunjukkan berapakah jumlah
gen yang bermutasi dari seluruh
gamet yang dihasilkan oleh satu
individu dari suatu species.
Contohnya:
Angka laju mutasi per gen = 1 : 100.000
Jumlah gen dalam satu individu yang mampu
bermutasi = 1000
Perbandingan mutasi yang menguntungkan
dengan mutasi yang merugikan = 1 : 1000
Jumlah populasi setiap generasi = 200 juta
Jumlah generasi selama species itu ada =
5000
Jumlah mutasi gen yang
menguntungkan yang mungkin
terjadi adalah:
Pada satu individu: = 1/100.000 x
1000 x 1/1000 = 1/100.000
Pada tiap generasi = 1/100.000 x
200.000.000 = 2000
Selama species itu ada (5000
generasi) 2000 x 5000 =
10.000.000
Menghitung Mutasi Yang
Menguntungkan
R
E
K
O
M
B
I
N
A
S
I
Rekombinasi merupakan penggabungan gen-
gen melalui perkawinan silang, yang mana
Genotip rekombinan tidak sama dengan
induknya.Akibatnya adalah lahirnya varian
spesies baru.
Rekombinasi gen ini
erat kaitannya dengan
frekuensi gen
The Power of PowerPoint |
thepopp.com
25
FREKUENSI GEN
Apabila frekuensi genotip dalam suatu populasi dari
generasi ke generasi itu konstan maka keadaannya
seimbang. Maka berlaku hukum Hardy Weinberg.
Keadaan seimbang terjadi jika:
1. Tidak terjadi mutasi
2. Tidak ada seleksi alam
3. Tidak ada migrasi dalam populasinya(terisolir)
4. Populasinya besar
5. Perkawinannya acak, viabilitas(kemampuan hidup)
dan fertilitasnya(kesuburan) sama.
Faktor yang menyebabkan perubahan
frekuensi gen adalah :
-Terjadinya mutasi pada satu atau beberapa
gen akan mengakibatkan adanya perubahan
kesetimbangan gen-gen
-Seleksi alam Apabila gen A memiliki
viabilitas lebih rendah dari gen a, atau gen A
memiliki mempunyai daya fertilitas lebih baik
dari gen a, maka jumlah individu dengan gen
A dalam populasi itu akan bertambah,
sedangkan individu dengan gen a akan
berkurang.
26
Misalnya Populasi tersebut dimulai dengan 50% AA jantan dan 50% aa
betina,
maka dalam generasi (F1) semua populasi bergenotif Aa.
Apabila dilakukan perkawinan F1 dengan F1 maka frekuensi genotif F2
adalah =
25 AA : 50 Aa : 25 aa atau ¼ AA : ½ Aa : ¼ aa
Berdasarkan perhitungan tersebut maka frekuensi keseimbangan genotif F2
adalah hasil kali frekuensi gen dari masing-masing induknya, yaitu :
(A + a)(A + a) = AA + 2 Aa + aa
A2 + 2 Aa + a2
Demikian pula pada generasi F3 tetap seperti pada F2 yaitu 1 : 2 : 1.
Misal suatu populasi mempunyai gen dominan
A dan gen resesif a.
Kedua gen tersebut sama-sama adaptif.
Maka generasi yang bergenotif AA, Aa
maupun aa mempunyai daya fertilitas dan
viabilitas yang sama.
27
Bukti F3 nya 1 : 2 : 1
AA kawin dengan AA = 1 AA
AA kawin dengan Aa = 1 AA dan 1 Aa ( ini yang jantan AA )
AA kawin dengan aa = 1 Aa
Aa kawin dengan AA = 1 AA dan 1 Aa ( ini yang betina AA)
Aa kawin dengan Aa = 1 AA dan 2 Aa serta 1 aa
Aa kawin dengan aa = 1 Aa serta 1 aa
aa kawin dengan AA = 1 Aa
aa kawin dengan Aa = 1 Aa serta 1 aa
aa kawin dengan aa = 1 aa
perhatikan Rationya AA ( 4) : Aa ( 8) : aa ( 4) Jadi tetap juga 1 : 2 : 1
Jadi kesimpulannya Frekwensi gen dari generasi ke generasi ternyata berlaku tetap
yaitu Perbandingannya 1 : 2 : 1
Jadi apabila setiap individu dari berbagai kesempatan melakukan perkawinan yang sama dan
berlangsung secara acak,
serta setiap genotif mempunyai viabilitas yang sama maka perbandingan antara genotif yang satu
dengan yang lainnya dari generasi ke generasi adalah tetap sama.
MUTASI GEN REKOMBINASI GEN
VariasiGenetik
Adaptasi
Spesiasi(mekanismepembentukanspesiesbaru)
29
Hukum Hardy Weinberg
Hukum Hardy Weinberg menunjukkan hubungan frekuensi gen dengan frekuensi genotip
pada suatu populasi, dengan persyaratan tertentu
Apabila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan symbol p dan
alelnya dengan symbol q,
maka secara matematika hukum tersebut dinyatakan sebagai
berikut:
Dimana:
pp = alel yang homozigot
pq = alel heterozigot
qq = alel homozigot resesif
30
Rumus 1 Sifat Berbeda
( Homozigot normal)
(Normal carier)
Homozigot resesif(penderita)
Rumus 2 sifat berbeda(Golongan darah)
31
Jika langsung dianalogikan dengan golongan darah ABO,
rumusnya dapat dimodifikasi sebagai berikut
Contoh soal 2
Contoh soal:
Dari 1000 orang yang menetap di Palopo, diketahui 500
orang bergolongan darah O, 250 orang bergolongan
darah A, 200 orang bergolongan darah B, dan 50 orang
bergolongan darah AB. Hitunglah:
a. Frekuensi alel IA, IB, dan IO
b. Frekuensi genotip IAIA, IBIO, IOIO, IAIB
c. Berapakah diantara mereka yang bergolongan darah A
heterozigot dan B homozigot?
Catatan: hitunglah terlebih dahulu frekuensi alel yang
hanya menentukan 1 sifat (fenotip), dalam hal ini adalah
alel IO (r).
Jawab:
Dik. Golda O = 500 orang
Golda A = 250 orang
Golda B = 200 orang
Golda AB= 50 orang +
populasi = 1000 orang
Dit. a. Frekuensi alel IA, IB, dan IO
b. Frekuensi genotip IAIA, IBIO, IOIO, dan IAIB
c. Jumlah orang yang bergolongan darah A
heterozigot dan B homozigot
(a) frekuensi alel IA, IB, dan IO
alel IO = r
r2 = jumlah orang bergolongan darah O = 500= 0,5
populasi total =1000
r = √0,5 = 0,71
(p + r)2= jumlah orang bergolongan darah A + O=250 +500= 0,75
populasi total= 1000
p + r = √0,75 = 0,87
p = (p + r) - r = 0,87 - 0,71 = 0,16
p + q + r = 1
q = 1 - (p + r)= 1 - (0,87) = 0,13
q dapat juga dihitung dengan cara:
(q + r)2 =jumlah orang bergolongan darah B + O =200 +500= 0,7
populasi total = 1000
q + r = √0,7 = 0,84
q = (q + r) - r = 0,84 - 0,71 = 0,13
p + q + r = 1
p = 1 - (q + r)= 1 - (0,84) = 0,16
jadi, frekuensi alel IA = 0,16, Frekuensi alel IB = 0,13, dan frekuensi
alel IO = 0,71.
(b) frekuensi genotip IAIA, IBIO,
IOIO, dan IAIB
p2 + 2pr + q2 + 2qr + 2pq + r2 = 1
frekuensi genotip IAIA = p2=
(0,16)2 = 0,03
frekuensi genotip IBIO = 2qr= 2
(0,13)(0,71) = 0,18
frekuensi genotip IOIO = r2=
(0,71)2 = 0,50
frekuensi genotip IAIB = 2pq= 2
(0,16)(0,13)= 0,04
jadi, frekuensi genotip IAIA =
0,03; frekuensi genotip IBIO =
0,18, frekuensi genotip IOIO =
0,50, dan frekuensi genotip IAIB
= 0,04.
(c) jumlah orang yang bergolongan darah A
heterozigot dan B homozigot
jumlah yang bergolongan darah A heterozigot
= 2pr x populasi total
= 2 (0,16) (0,71) x 1000
= 0,23 x 1000
= 230
jumlah yang bergolongan darah B
homozigot= q2x populasi total
= (0,13)2 x 1000
= 0,02 x 1000
= 20
jadi, jumlah yang bergolongan darah A
heterozigot adalah 230 orang dan jumlah yang
bergolongan darah B homozigot adalah 20
orang.
35
GENETIK DRIFT (PERGESERAN GENETIK)
Genetik drift adalah perubahan frekuensi alel dari satu generasi ke generasi selanjutnya
yang terjadi karena alel pada suatu keturunan merupakan sampel acak (random sample)
dari orang tuanya; selain itu ia juga terjadi karena peranan probabilitas dalam penentuan
apakah suatu individu akan bertahan hidup dan bereproduksi atau tidak.
36
ALIRAN GEN (GEN FLOW)
Aliran gen adalah transfer alel atau gamet dari satu populasi ke yang lain. Hal ini juga dikenal sebagai
migrasi gen. Ketika individu dari satu populasi bermigrasi ke populasi lain frekuensi alel (proporsi
individu yang membawa alel yang sama) mengalami perubahan dalam populasi.
Xylopa nobilis (kumbang) antara daerah
manado dengan kepulauan sangihe.
Dalam populasi ikan kod Atlantik, aliran gen
tinggi telah diamati di wilayah geografis
yang luas. Dengan demikian, variasi genetik
antara populasi ikan kod tersebut rendah.
37
SPESIASI
Adalah munculnya spesies baru dari 2 induk yang berbeda, yang merupakan akibat
adanya populasi yang terisolasi, isolasi tersebut terbagi menjadi dua:
A. ISOLASI REPRODUKSI B. DOMESTIKASI
1. Isolasi Ekogeografi
2. Isolasi Habitat
3. Isolasi Musim
4. Isolasi Perilaku
5. Isolasi Mekanik
6. Isolasi Gamet
7. Isolasi Perkembangan
8. Bastar Mati Bujang
9. Bastar Mandul
Perubahan hewan yang liar menjadi hewan jinak
karena dipindahkan ke lingkungan baru.
ISOLASI EKOGEOGRAFI
Dua populasi yang terpisah oleh hambatan fisik, dapat menjadi berbeda begitu khusus
sesuai dengan lingkungannya( PERBEDAAN TEMPAT).
Platanus orientalis Platanus occidentalis
ISOLASI HABITAT
yaitu dua makhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya perbedaan
habitat sehingga akan terpisah menjadi spesies yang berbeda.
ISOLASI MUSIM
Yaitu dua makhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya perbedaan
musim matang gamet sehingga akan terpisah menjadi spesies yang berbeda.
ISOLASI PERILAKU
Isolasi tingkah laku dua makhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya
perbedaan tingkah laku dalam menarik perhatian lawan jenisnya sehingga akan terpisah
menjadi spesies yang berbeda.
ISOLASI MEKANIK
ISOLASI GAMET
Terhalangnya sel gamet jantan ke alat reproduksi betina karena perbedaan susunan
kimiawi dan molekul antara dua sel gamet sehingga dua spesies simpatrik tidak dapat
melakukan fertilisasi.
Drosophila virilis Drosophila americana Nicotiana
ISOLASI PERKEMBANGAN
Peristiwa fertilisasi yang berhasil pada perkawinan beda spesies tetapi embrio tidak dapat
tumbuh dan segera mati.
Bastar Mati Bujang
hasil persilangan dari dua spesies simpatrik namun tidak dapat bertumbuh dan
berkembang.
Bastar Mandul
Perkawinan 2 spesies menghasilkan keturunan tetapi keturunanya steril.
SELESAI

BIOLOGI TEORI EVOLUSI.pptx

  • 1.
    TEORI EVOLUSI Kelompok 12 Weni Veronika(2005111393) Yulia Adriana (2005112332)
  • 2.
    PENGERTIAN EVOLUSI Evolusi berasaldari kata to evolve ( bahasa inggris ) yang berarti berkembang atau berubah secara perlahan - lahan. Asal katanya adalah evolut ( latin ) yang berarti menggulir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Evolusi adalah perubahan (pertumbuhan dan perkembangan) secara berangsur- angsur dan perlahan-lahan atau sedikit demi sedikit. Pada situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evolusi biologi adalah perubahan atau perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka lama dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih kompleks
  • 3.
  • 4.
    TEORI ASAL USULKEHIDUPAN 1. Teori Abiogenesis Teori Abiogenesis disebut juga teorigeneratio spontanae. Teori tersebut menerangkan bahwa asal mula makhluk hidup adalah benda mati / benda tak hidup. Teori ini dianut oleh ilmuwan terdahulu, yaitu Aristoteles ( 384 - 322 SM ). Teori ini dilanjutkan oleh Antony Van Leuwenhoek pada tahun 1677.Penemuan Mikroskop sederhana oleh Antony Van Leuwenhoek, menjadi alat bantu untuk memperlihatkan kuman, sel darah, dan lainnya, ia memperhatikan makhluk renik yang tumbuh di dalam air bekas jerami yang direndam, kuman berasal dari udara dan makanan basi. Penemuan ini memperkuat teori Abiogenesis.
  • 5.
    1. Fransisco Redi(1626-1697 2. Teori Biogenesis (Bantahan Teori Abiogenesis) Francisco Redi membuktikan bahwa larva yang muncul bukan dari daging melainkan dari telur lalat
  • 6.
    2. Lazzaro Spallanzani(1729-1799) Lazzaro Spallanzani membuktikan bahwa Organisme tidak lahir dari benda mati (air kaldu), melainkan dari makhluk hidup lain
  • 7.
    3. Louis Pastuer(1822-1895) Louis Pastuer membuktikan bahwa mikroorganisme yang muncul dari air kaldu bukan berasal dari air kaldu itu sendiri, tetapi mikroorganisme yang ada di udara luar.
  • 8.
    ] Bukti - buktieksperimen ketiga ilmuwan cukup kuat untuk menyanggah teori Abiogenesis yang sudah di anut sejak Aristoteles hidup. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Teori ini memiliki tiga semboyan yaitu :  Omne vivum ex ovo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari telur  Omne ovum ex vivo yang berarti semua telur berasal dari makhluk hidup  Omne vivum ex vivo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
  • 9.
    3. Teori EvolusiKimia 9 Dia menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul zat seperti Metana (CH4), Uap air (H2O), Amonia(NH2), dan karbon dioksida (CO2) yang semuanya berbentuk uap. Karena adanya pengaruh energi radiasi sinar kiosmis serta aliran listrik halilintar terjadilah reaksi diantara zat-zat tersebut menghasilkan zat-zat hidup. • Harold Urey
  • 10.
    10 Satuan- satuan kompleksdidalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotic. Ilmuan lain yang menguji teori ini menemukan bahwa terbentuknya senyawa organik secara bertahap dimulai dari bereaksinya gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilin-tar. Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung di lautan. Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen sel. • Stanley Miller
  • 11.
    11 ● Teori Oparin-Haldane Dalambukunya (The Origin Of Life) menyatakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersama dengan evolusi terbentuknya bumi besertas atmosfernya. Senyawa organik di bumi terakumulasi menjadi cekungan perairan membentuk primordial soup, kemudian menjadi monomer. Monomer menjadi polimer, akhirnya membentuk protobion yang merupakan awal sel hidup.
  • 12.
    4. Teori EvolusiBiologi Teori evolusi biologi menyatakan bahwa makhluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul anorganik (Evolusi Kimia) yang kemudian berkembang menjadi struktur kehidupan (sel). Berdasarkan hasil percobaan Oparin, Haldane dan urey, asal - usul kehidupan berasal dari sintesis dan akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik misalnya CH4, NH3, H2 dan H2O bergabung membentuk asam amino dan Nukleotida. Molekul yang di hasilkan secara abiotik disebut protobion. Protobion dibedakan menjadi koaservat, mikrosfir, dan liposom.  Koaservat Koaservat merupakan tetesan stabil yang cenderung terbentuk pada suspensi makromolekul (polimer).  Mikrosfir Mikrosfir merupakan protobion yang terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes - tetes kecil saat didinginkan.  Liposom Liposom merupakan protobion yang langsung terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes - tetes kecil apabila komposisi organiknya mengandung lipid tertentu.
  • 13.
    Teori - teoriEvolusi 13 Teori evolusi Pra - Darwin Teori Katastropisme Teori ini tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam. Teori Gradualisme Teori ini menyatakan bahwa perubahan geologis berlangsung pelan - pelan tapi pasti. Teori Unifromitarianisme Teori ini menyatakan bahwa proses - proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam, sehingga kecepatan dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Teori Kreasionisme Teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau perubahan.
  • 14.
    14 ● Teori Lamarck Idenyamengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul "Philosophic zoologique".Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan : • Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan. • Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunan-nya. • Organ yang sering digunakan akan berkembang,sedang-kan apabila tidak digunakan akan mengalami ke-mundur-an bahkan hilang. Teori Lamarck dikenal dengan teori perolehan yang terwariskan secara genetik. Ia menerangkan bahwa nenek moyang jerapah berleher pendek, tetapi karena terus menerus leher dijulurkan keatas untuk menggapai makanan, leher jerapah menjadi menjadi panjang.
  • 15.
    15 Teori Evolusi Darwin(Teori Seleksi Alam) Charles Darwin (1809 - 1882), menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam. Teori Darwin disusun atas dasar fakta - fakta yang ia amati pada pengembaraannya berkeliling dunia dengan kapal Beagle di Kepulauan Galapagos (kepulauan lepas pantai negara Chili sekarang) dan juga beberapa tempat lain di Amerika Selatan. Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul "on the ofiginof species by means of natural selection" atau "the preservation of favored races in the struggle for life". Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat : Yang menjadi dasar evolusi organik bukan dari adaptasi lingkung-an, melainkan karena seleksi alam dan seksual. • Seleksi alam berupa "pertarungan" dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup. • Setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses bereproduksi. • Untuk berkembang biak, diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup. • Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus.
  • 16.
    Teori Evolusi Neo-Darwinisme Walaupunterkenal, teori Darwin bukan tanpa kelemahan. Teori Darwin tidak dapat menjelaskan cara asal dan transmisi variasi. Sumber variasi ditemukan oleh Hugo de Vries yang mengajukan teori mutasi. Teori mutasi menjelaskan bahwa beberapa spesies muncul secara tiba-tiba karena variasi yang tidak berkelanjutan. Beberapa ilmuwan yang turut berpengaruh dalam teori neo-Darwinisme ini adalah Gregor Mendel, Hugo de Vries, dan August Weismann.  Mendel menjelaskan tentang hukum pewarisan sifat yang diperlukan untuk memodifikasi gagasan seleksi alam.  De Vries mengemukakan peristiwa mutasi  Weismann menjelaskan tentang konsep keberlanjutan plasma nutfah. Inti dari teori evolusi neo-Darwinisme ini menganggap seleksi alam bukan merupakan penyebab evolusi, namun hanya sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai dan bukan merupakan faktor yang menjadi sebab timbulnya varian-varian baru.
  • 17.
  • 18.
    18 Mekanisme evolusi adalahperubahan yang dapat terjadi karena variasi genetik dan seleksi alam. Adanya variasi genetik akan memunculkan sifat- sifat baru yang akan diturunkan. Variasi genetik ini disebabkan karena adanya mutasi gen dan rekombinasi gen. Seleksi alam juga merupakan mekanisme evolusi. Dimana untuk mempertahankan hidupnya individu-individu akan beradaptasi sehingga individu akan mengalami perubahan morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
  • 20.
    SELEKSI ALAM Makhluk Hidup yangmemiliki adaptasi yang baik( adaptif) akan dapat mempertahankan hidupnya, memiliki resistensi yang tinggi dan dapat melanjutkan keturunannya. Sedangkan individu yang tidak dapat beradaptasi (tidak adaptif) akan mati selanjutnya akan punah. SELEKSI TERARAH Biston betularia dan beruang hitam SELEKSI STABILISASI Tikus ekor panjang dan pendek, bayi berat badan lahir rendah SELEKSI DISRUPTIF Burung finch
  • 21.
    SELEKSI BUATAN Seleksi yang dilakukan olehmanusia terhadap makhluk hidup lain, baik dibuat secara kimia, fisika maupun biologi.
  • 22.
    22 MUTASI GEN Terjadinya mutasiini dipengaruhi oleh faktor luar(zat mutagenik) dan faktor dalam (rekombinasi gen-gen) Mutasi gen yang tidak dipengaruhi oleh faktor luar mempunyai 2 sifat, yaitu •Jarang terjadi, sebab tidak setiap rekombinasi gen menyebabkan mutasi •Kebanyakan tidak menguntungkan Mutasi adalah perubahan struktur kimia DNA secara spontan. Bersifat Menurun (dibawa oleh keturunannya) Poliploidi pada tanaman Kelainan jumlah kaki pada kambing dan Sindrom edward (mutasi menguntungkan) (mutasi merugikan)
  • 23.
    23 Angka laju mutasi adalahangka yang menunjukkan berapakah jumlah gen yang bermutasi dari seluruh gamet yang dihasilkan oleh satu individu dari suatu species. Contohnya: Angka laju mutasi per gen = 1 : 100.000 Jumlah gen dalam satu individu yang mampu bermutasi = 1000 Perbandingan mutasi yang menguntungkan dengan mutasi yang merugikan = 1 : 1000 Jumlah populasi setiap generasi = 200 juta Jumlah generasi selama species itu ada = 5000 Jumlah mutasi gen yang menguntungkan yang mungkin terjadi adalah: Pada satu individu: = 1/100.000 x 1000 x 1/1000 = 1/100.000 Pada tiap generasi = 1/100.000 x 200.000.000 = 2000 Selama species itu ada (5000 generasi) 2000 x 5000 = 10.000.000 Menghitung Mutasi Yang Menguntungkan
  • 24.
    R E K O M B I N A S I Rekombinasi merupakan penggabungangen- gen melalui perkawinan silang, yang mana Genotip rekombinan tidak sama dengan induknya.Akibatnya adalah lahirnya varian spesies baru. Rekombinasi gen ini erat kaitannya dengan frekuensi gen
  • 25.
    The Power ofPowerPoint | thepopp.com 25 FREKUENSI GEN Apabila frekuensi genotip dalam suatu populasi dari generasi ke generasi itu konstan maka keadaannya seimbang. Maka berlaku hukum Hardy Weinberg. Keadaan seimbang terjadi jika: 1. Tidak terjadi mutasi 2. Tidak ada seleksi alam 3. Tidak ada migrasi dalam populasinya(terisolir) 4. Populasinya besar 5. Perkawinannya acak, viabilitas(kemampuan hidup) dan fertilitasnya(kesuburan) sama. Faktor yang menyebabkan perubahan frekuensi gen adalah : -Terjadinya mutasi pada satu atau beberapa gen akan mengakibatkan adanya perubahan kesetimbangan gen-gen -Seleksi alam Apabila gen A memiliki viabilitas lebih rendah dari gen a, atau gen A memiliki mempunyai daya fertilitas lebih baik dari gen a, maka jumlah individu dengan gen A dalam populasi itu akan bertambah, sedangkan individu dengan gen a akan berkurang.
  • 26.
    26 Misalnya Populasi tersebutdimulai dengan 50% AA jantan dan 50% aa betina, maka dalam generasi (F1) semua populasi bergenotif Aa. Apabila dilakukan perkawinan F1 dengan F1 maka frekuensi genotif F2 adalah = 25 AA : 50 Aa : 25 aa atau ¼ AA : ½ Aa : ¼ aa Berdasarkan perhitungan tersebut maka frekuensi keseimbangan genotif F2 adalah hasil kali frekuensi gen dari masing-masing induknya, yaitu : (A + a)(A + a) = AA + 2 Aa + aa A2 + 2 Aa + a2 Demikian pula pada generasi F3 tetap seperti pada F2 yaitu 1 : 2 : 1. Misal suatu populasi mempunyai gen dominan A dan gen resesif a. Kedua gen tersebut sama-sama adaptif. Maka generasi yang bergenotif AA, Aa maupun aa mempunyai daya fertilitas dan viabilitas yang sama.
  • 27.
    27 Bukti F3 nya1 : 2 : 1 AA kawin dengan AA = 1 AA AA kawin dengan Aa = 1 AA dan 1 Aa ( ini yang jantan AA ) AA kawin dengan aa = 1 Aa Aa kawin dengan AA = 1 AA dan 1 Aa ( ini yang betina AA) Aa kawin dengan Aa = 1 AA dan 2 Aa serta 1 aa Aa kawin dengan aa = 1 Aa serta 1 aa aa kawin dengan AA = 1 Aa aa kawin dengan Aa = 1 Aa serta 1 aa aa kawin dengan aa = 1 aa perhatikan Rationya AA ( 4) : Aa ( 8) : aa ( 4) Jadi tetap juga 1 : 2 : 1 Jadi kesimpulannya Frekwensi gen dari generasi ke generasi ternyata berlaku tetap yaitu Perbandingannya 1 : 2 : 1 Jadi apabila setiap individu dari berbagai kesempatan melakukan perkawinan yang sama dan berlangsung secara acak, serta setiap genotif mempunyai viabilitas yang sama maka perbandingan antara genotif yang satu dengan yang lainnya dari generasi ke generasi adalah tetap sama.
  • 28.
    MUTASI GEN REKOMBINASIGEN VariasiGenetik Adaptasi Spesiasi(mekanismepembentukanspesiesbaru)
  • 29.
    29 Hukum Hardy Weinberg HukumHardy Weinberg menunjukkan hubungan frekuensi gen dengan frekuensi genotip pada suatu populasi, dengan persyaratan tertentu Apabila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan symbol p dan alelnya dengan symbol q, maka secara matematika hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut: Dimana: pp = alel yang homozigot pq = alel heterozigot qq = alel homozigot resesif
  • 30.
    30 Rumus 1 SifatBerbeda ( Homozigot normal) (Normal carier) Homozigot resesif(penderita) Rumus 2 sifat berbeda(Golongan darah)
  • 31.
    31 Jika langsung dianalogikandengan golongan darah ABO, rumusnya dapat dimodifikasi sebagai berikut
  • 32.
  • 33.
    Contoh soal: Dari 1000orang yang menetap di Palopo, diketahui 500 orang bergolongan darah O, 250 orang bergolongan darah A, 200 orang bergolongan darah B, dan 50 orang bergolongan darah AB. Hitunglah: a. Frekuensi alel IA, IB, dan IO b. Frekuensi genotip IAIA, IBIO, IOIO, IAIB c. Berapakah diantara mereka yang bergolongan darah A heterozigot dan B homozigot? Catatan: hitunglah terlebih dahulu frekuensi alel yang hanya menentukan 1 sifat (fenotip), dalam hal ini adalah alel IO (r). Jawab: Dik. Golda O = 500 orang Golda A = 250 orang Golda B = 200 orang Golda AB= 50 orang + populasi = 1000 orang Dit. a. Frekuensi alel IA, IB, dan IO b. Frekuensi genotip IAIA, IBIO, IOIO, dan IAIB c. Jumlah orang yang bergolongan darah A heterozigot dan B homozigot (a) frekuensi alel IA, IB, dan IO alel IO = r r2 = jumlah orang bergolongan darah O = 500= 0,5 populasi total =1000 r = √0,5 = 0,71 (p + r)2= jumlah orang bergolongan darah A + O=250 +500= 0,75 populasi total= 1000 p + r = √0,75 = 0,87 p = (p + r) - r = 0,87 - 0,71 = 0,16 p + q + r = 1 q = 1 - (p + r)= 1 - (0,87) = 0,13 q dapat juga dihitung dengan cara: (q + r)2 =jumlah orang bergolongan darah B + O =200 +500= 0,7 populasi total = 1000 q + r = √0,7 = 0,84 q = (q + r) - r = 0,84 - 0,71 = 0,13 p + q + r = 1 p = 1 - (q + r)= 1 - (0,84) = 0,16 jadi, frekuensi alel IA = 0,16, Frekuensi alel IB = 0,13, dan frekuensi alel IO = 0,71.
  • 34.
    (b) frekuensi genotipIAIA, IBIO, IOIO, dan IAIB p2 + 2pr + q2 + 2qr + 2pq + r2 = 1 frekuensi genotip IAIA = p2= (0,16)2 = 0,03 frekuensi genotip IBIO = 2qr= 2 (0,13)(0,71) = 0,18 frekuensi genotip IOIO = r2= (0,71)2 = 0,50 frekuensi genotip IAIB = 2pq= 2 (0,16)(0,13)= 0,04 jadi, frekuensi genotip IAIA = 0,03; frekuensi genotip IBIO = 0,18, frekuensi genotip IOIO = 0,50, dan frekuensi genotip IAIB = 0,04. (c) jumlah orang yang bergolongan darah A heterozigot dan B homozigot jumlah yang bergolongan darah A heterozigot = 2pr x populasi total = 2 (0,16) (0,71) x 1000 = 0,23 x 1000 = 230 jumlah yang bergolongan darah B homozigot= q2x populasi total = (0,13)2 x 1000 = 0,02 x 1000 = 20 jadi, jumlah yang bergolongan darah A heterozigot adalah 230 orang dan jumlah yang bergolongan darah B homozigot adalah 20 orang.
  • 35.
    35 GENETIK DRIFT (PERGESERANGENETIK) Genetik drift adalah perubahan frekuensi alel dari satu generasi ke generasi selanjutnya yang terjadi karena alel pada suatu keturunan merupakan sampel acak (random sample) dari orang tuanya; selain itu ia juga terjadi karena peranan probabilitas dalam penentuan apakah suatu individu akan bertahan hidup dan bereproduksi atau tidak.
  • 36.
    36 ALIRAN GEN (GENFLOW) Aliran gen adalah transfer alel atau gamet dari satu populasi ke yang lain. Hal ini juga dikenal sebagai migrasi gen. Ketika individu dari satu populasi bermigrasi ke populasi lain frekuensi alel (proporsi individu yang membawa alel yang sama) mengalami perubahan dalam populasi. Xylopa nobilis (kumbang) antara daerah manado dengan kepulauan sangihe. Dalam populasi ikan kod Atlantik, aliran gen tinggi telah diamati di wilayah geografis yang luas. Dengan demikian, variasi genetik antara populasi ikan kod tersebut rendah.
  • 37.
    37 SPESIASI Adalah munculnya spesiesbaru dari 2 induk yang berbeda, yang merupakan akibat adanya populasi yang terisolasi, isolasi tersebut terbagi menjadi dua: A. ISOLASI REPRODUKSI B. DOMESTIKASI 1. Isolasi Ekogeografi 2. Isolasi Habitat 3. Isolasi Musim 4. Isolasi Perilaku 5. Isolasi Mekanik 6. Isolasi Gamet 7. Isolasi Perkembangan 8. Bastar Mati Bujang 9. Bastar Mandul Perubahan hewan yang liar menjadi hewan jinak karena dipindahkan ke lingkungan baru.
  • 38.
    ISOLASI EKOGEOGRAFI Dua populasiyang terpisah oleh hambatan fisik, dapat menjadi berbeda begitu khusus sesuai dengan lingkungannya( PERBEDAAN TEMPAT). Platanus orientalis Platanus occidentalis
  • 39.
    ISOLASI HABITAT yaitu duamakhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya perbedaan habitat sehingga akan terpisah menjadi spesies yang berbeda.
  • 40.
    ISOLASI MUSIM Yaitu duamakhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya perbedaan musim matang gamet sehingga akan terpisah menjadi spesies yang berbeda.
  • 41.
    ISOLASI PERILAKU Isolasi tingkahlaku dua makhluk hidup tidak dapat melakukan perkawinan karena adanya perbedaan tingkah laku dalam menarik perhatian lawan jenisnya sehingga akan terpisah menjadi spesies yang berbeda.
  • 42.
  • 43.
    ISOLASI GAMET Terhalangnya selgamet jantan ke alat reproduksi betina karena perbedaan susunan kimiawi dan molekul antara dua sel gamet sehingga dua spesies simpatrik tidak dapat melakukan fertilisasi. Drosophila virilis Drosophila americana Nicotiana
  • 44.
    ISOLASI PERKEMBANGAN Peristiwa fertilisasiyang berhasil pada perkawinan beda spesies tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati.
  • 45.
    Bastar Mati Bujang hasilpersilangan dari dua spesies simpatrik namun tidak dapat bertumbuh dan berkembang.
  • 46.
    Bastar Mandul Perkawinan 2spesies menghasilkan keturunan tetapi keturunanya steril.
  • 47.