Anas bin Malik adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi pelayannya sejak kecil hingga 10 tahun. Ia meriwayatkan banyak hadis dan menjadi saksi mata kehidupan Rasulullah. Anas bin Malik hidup sangat lama setelah wafatnya Rasulullah.
NAMA : NABILAFITRIA
KELAS :1B, PENDIDIKAN EKONOMI
MATA KULIAH : KETAHANMALANGAN
2.
BIOGRAFI ANAS BINMALIK
Nama lengkap Anas bin Malik adalah Anas bin Malik bin Nadri bin Damdam bin
Zaid bin Hiram bin Jundab bin Amir bin Ganam bin Adiyyi bin al-Najjar al-Anshari
al-Najjari. Kunniyah-nya Abu Umayyah, sedangkan laqab-nya adalah al-Ka’bi al-
Qusyairi.
Anas bin Malik berasal dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummu sulaim.
Sejak kecil Dia melayani keperluan Nabi Muhammad SAW, sehingga selalu
bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Dia menghafal
banyak hadist.
3.
Anas bin Maliklahir di Madinah pada tahun 10 H atau 612 M,
setelah Muhammad SAW tiba di Madinah, ibunya menyerahkannya kepadanya
untuk menjadi khadam Rasulullah. Setelah Rasul wafat, Anas bin Malik
menjadi khadam khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman ra., setelah itu Anas
pindah ke Basrah sampai akhir hayatnya pada tahun 73 H. Pendapat lain
mengatakan tahun 71 H dan pendapat terakhir mengatakan tahun 70 H.
Anas bin Malik meriwayatkan hadis sebanyak 2236 hadis. Kebanyakan
hadisnya diriwayatkan oleh ank-anaknya sendiri, Musa al-Nadir dan Abu
Bakar. Adapun di antara tabi’in yang meriwayatkan hadisnya ialah: al-Hasan
al-Basri, Sulaiman al-Taimiy, Abu qilabah, Qatadah dan lain-lain.
4.
Setelah wafatnya NabiMuhammad, Anas bin Malik pergi dan menetap
di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia mengikuti sejumlah
pertempuran dalam membela Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi
Muhammad SAW yang berumur paling panjang.
Anas bin Malik adalah sahabat yang terakhir meninggal di basrah dan
sahabat yang terakhir meninggal adalah Amir At'tufairi.Anas bin Malik
berkhidmat dengan nabi semasa dia masih kecil, dia berkhidmat dengan
nabi selama 10 tahun. Nabi juga selalu mendampingi Anas bin Malik
untuk memberi tunjuk ajar pada Anas, ketika hendak memulakan makan,
nabi perintahkan anas supaya membaca doa dan ambil makanan yang
berada di hadapan dahulu. Begitu sikap nabi mengajar Anas bin
Malik.Hebatnya para sahabat dahulu kala.
5.
PERJUMPAAN DENGAN RASULULLAH
Tidakberlangsung lama, Nabi Muhammad SAW menempuh
perjalanan menuju kota Madinah dengan sahabatnya Sayyiduna
Abu Bakar AsSiddiq untuk berhijrah. Maka setiap rumah yang
ada di Madinah menjadi bercahaya, penuhi dengan hati yang
gembira, setiap pandangan dan hati mereka bersambung dengan
jalan yang akan dilalui Rasulullah dan sahabatnya menuju kota
Madinah. Para sahabat setiap hari di penghujung kota Madinah
menanti-nanti kedatangan Nabi Muhammad SAW. Anak-anak
kecilpun termasuk Anas bin Malik ikut pula menanti bersama
para sahabat. Akan tetapi Sang Nabi tak kunjung datang.
6.
Di pagi yangcerah dan mentari yang bersinar indah seorang laki-laki berteriak
dengan kencang : “ Sesungguhnya Nabi Muhammad dan sahabatnya sudah dekat
dengan kota Madinah”. Maka semua laki-laki berbondong-bondong menuju
gerbang kota Madinah yang akan dilalui oleh Sang Nabi pembawa hidayah dan
Kebenaran. Maka mereka para penduduk kota Madinah baik orang tua ataupun
pemuda dan anak-anak kecil, berlomba-lomba untuk menyambut Sang Nabi,
wajah mereka berseri-seri, hati mereka berbunga-bunga, dan salah satu yang
paling bercahaya wajahnya dan yang paling gembira hatinya adalah Anas bin
Malik.
Akhirnya Rasulullah SAW bersama sahabatnya Sayyidina Abu Bakar AsSiddiq
disambut oleh jamaah laki-laki dan anak-anak kota Madinah. Adapun golongan
perempuan dan anak-anak perempuan menyambut Rasulullah di atas rumah-
rumah mereka, mereka memandangi Rasulullah dari tempat-tempat yang jauh
dengan mengatakan : “Apakah dia…? Apakah dia..?” maka hari itu pun menjadi
momen yang tak terlupakan. Anas bin Malik pun selalu menyebut kejadian itu
walaupun umurnya lebih dari seratus tahun.
7.
MENJADI PELAYAN RASULULLAH
Belumsehari Rasulullah menetap di kota madinah, Humaisha’ binti Milhan ibunda
Anas bin Malik bersama putra tercinta yang masih kecil yang berjalan didepannya
dengan meloncat-meloncat kegirangan, dan kuncirnya bergoyang kekanan dan
kekiri, kemudian ibunda Anas mengucapkan salam kepada Sang Nabi dan berkata :
“Ya Rasulullah, tidak ada laki-laki atau perempuan dari golongan Anshor kecuali
telah memberimu hadiah, akan tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang bisa
kuhadiahkan kepadamu kecuali putraku ini, maka ambillah ia, jadikanlah ia
pembatumu”. Maka nabipun senang, dan menerima Anas dengan wajah yang
berseri-seri. Kemudian Rasulullah mengusap kepala Anas bin Malik dengan
tangannya yang mulia dan memegang kuncirnya dengan jari-jarinya yang lembut.
Dan membawa Anas kekeluarga Rasulullah SAW.
8.
Anas bin Malikatau Uneis (panggilan Rasulullah kepada Anas). Dalam
usianya yang ke sepuluh adalah hari-hari yang sangat
membahagiakannya, ketika menjadi pembantu Nabi Muhammad SAW,
dan dia hidup di dalam pendidikan dan penjagaan Nabi Muhammad
SAW, sampai beliau meninggal, dan masa-masa itu berlangsung selama
sepuluh tahun tepat, jiwanya pun penuh dengan hidayah, hatinya penuh
dengan hadits –hadits Nabi sehingga ia menjadi orang yang lebih tahu
tentang keadaan Nabi, rahasia, sifat-sifat Nabi SAW, yang tidak
diketahui orang lain kecuali dirinya.
9.
KENANGAN MANIS BERSAMARASULULLAH
Annas bin Malik telah melihat dari pergaulan Nabi yang sangat mulia yang tidak
bisa didapatkan dari seorangpun. Dan merasakan indahnya perangai Nabi, dan
agungnya sifat-sifat Nabi. Yang membuat iri semua orang didunia, maka aku
kisahkan tentang Anas bin Malik sebuah hadits yang sangat jelas. Anas bin Malik
berkata : “Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus akhlaqnya, yang paling
lapang dadanya, dan yang paling dermawan.”
Maka suatu hari Beliau mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku
keluar dan aku menuju anak-anak kecil yang sedang main di pasar untuk
bermain bersama mereka dan akupun keluar tidak untuk menunaikan hajatnya
Rasulullah SAW, maka ketika aku sedang bermain bersama mereka tiba-tiba
ada seseorang yang berdiri di belakangku dan memegang bajuku, kemudian
aku memalingkan wajahku untuk melihatnya.
10.
Seketika aku dapatiRasulullah tersenyum manis kepadaku dan berkata: “Wahai
Unais apakah engkau sudah mengerjakan suatu keperluan yang telah aku
perintahkan kepadamu?” Maka aku pun berlari dan berkata : “Ya, aku akan kerjakan
sekarang wahai Rasulullah”. Demi Allah sungguh aku telah menjadi pembantu
Rasulallah selama sepuluh tahun dan Beliau pun tidak pernah mengatakan untuk
sesuatu yang aku kerjakan : “Mengapa Engkau kerjakan!” dan untuk yang aku
tinggalkan : “Mengapa Engkau tinggalkan?”
Dan Rasulullah SAW apabila memanggil Anas, memanggilnya dengan panggilan
Unais, yaitu dengan panggilan yang penuh dengan kasih sayang. Terkadang Beliau
juga memanggilnya dengan panggilan wahai Anakku, panggilan yang penuh dengan
keakraban. Dan Rasulullah memenuhi hatinya dengan nasihat-nasihat dan ucapan-
ucapan hikmah yang mulia, diantaranya : “Wahai Anakku, apabila engkau mampu
untuk melewati hari-harimu dengan hati yang tidak ada kedengkian, maka
kerjakanlah, wahai anakku sesungguhnya semua itu adalah sunahku dan barang
siapa menghidupkan satu dari sunahku maka sungguh ia telah mencintaiku, dan
barang siapa mencintaiku maka ia bersamaku di surga. Wahai anakku, apabila
engkau ingin masuk kepada keluargamu, maka ucapkan salam kepada mereka, yang
akan menjadikan keberkahan untukmu dan keluargamu.
11.
SETELAH WAFATNYA RASULULLAH
Setelahwafatnya Rasululullah SAW, Anas bin Malik hidup selama 80 tahun lebih ,
hatinya pun penuh dengan ilmu dari ilmunya Rasulullah SAW, dan akalnya pun
begitu tajam, untuk memahami Syariat-syariat Islam. Hatinya pun hidup dengan
hidayah Rasulullah SAW. Dan Anas dalam umurnya yang sangat panjang ini Beliau
adalah tempat kembalinya orang-orang muslimin, ketika mereka mendapatkan suatu
masalah-masalah yang rumit dan merekapun memegang ucapan-ucapan yang keluar
dari Anas bin Malik diantaranya adalah bahwa sebagian orang yang ragu dalam
syariat agama, mereka menanyakan tetang keberadaan telaga Rasulullah SAW besok
pada hari Qiyamat. Kemudian mereka mendatangi Anas bin Malik dan menanyakan
hal tersebut kepadanya, maka Anas bin Malik menjawab : “ Aku tidak menyangka
dalam hidupku yang panjang ini akan menemui orang-orang yang seperti kalian
yang meragukan telaganya Rasulullah SAW, maka ketahuilah akan datang orang
yang lemah agamanya setelahku, dan mereka tidak melaksanakan shalat akan tetapi
mereka meminta kepada Allah agar bisa minum dari telaganya Rasulullah SAW.
12.
Dalam hidupnya yangsangat panjang Anas bin Malik selalu menggerakkan
bibirnya untuk menyebut Rasulullah SAW. Hari yang sangat
menggembirakannya adalah hari pertemuannya dengan Rasulullah SAW, dan
hari yang menyedihkan baginya adalah hari perpisahannya dengan
Rasululullah SAW. Kenangan itu selalu ia sebut-sebut dengan bibirnya yang
mulia. Anas bin Malik adalah seorang yang bersemangat untuk meneladani
Rasulullah SAW baik ucapan maupun perilakunya, mencintai apa yang
dicintai Rasulullah, membenci apa yang dibenci Rasulullah, dan hari yang
sangat berkesan dalam hidupnya adalah 2 hari, yaitu hari ketika bertemu
dengan Rasulullah SAW, dan hari ketika berpisah dengan Rasulullah SAW.
13.
Ketika ia mengingathari yang pertama mukanya kelihatan berseri-seri,
senang, bahagia dan sebaliknya apabila ia mengingat hari yang ke 2 ia
akan menangis tersedu-sedu, sehingga orang yang disekitarnya pun ikut
menangis. Kata-kata yang selalu ia ucapkan adalah : “Sungguh aku telah
melihat Rasulullah SAW ketika datang kepada kami di kota Madinah,
dan sungguh aku telah melihat Beliau, ketika beliau wafat di antara kita
maka tidak ada hari yang lebih berharga dari pada keduanya. Dihari
pertama ketika Rasulullah SAW memasuki kota madinah segala sesuatu
tampak bercahaya, dan dihari ketika Rasulullah meninggal segala
sesuatupun tampak gelap gulita.
14.
Dan hari terakhirketika aku melihatnya adalah hari senin, ketika Sang
Nabi membuka tirai kamarnya, maka aku melihat wajahnya putih bersih
seperti lembaran kertas. Dan diwaktu itu semua orang berdiri di
belakang Abu Bakar untuk melihat Nabi SAW, maka hampir semua
orang terkejut, ketakutan, maka Abu Bakar memberikan isyarat kepada
mereka untuk bersabar dan tenang, kemudian meninggallah Rasulullah
SAW di penghujung hari Senin tersebut. Maka tidak ada pemandangan
yang menyedihkan ketika kita menutupnya dengan tanah.
15.
Rasulullah SAW banyakmendoakan Anas bin Malik, dan salah satu doa
Rasulullah yang dikhususkan kepada Anas bin Malik adalah : “Ya Allah
berilah rizki kepadanya berupa harta dan anak yang banyak, kemudian
berkahi semua itu untuknya”. Dan sungguh Allah SWT telah
mengabulkan doa Nabi Nya yang tercinta. Oleh karena itu Anas bin
Malik menjadi orang yang paling kaya dari kaum Anshor dan yang
paling banyak anaknya, hingga dia melihat anak-anak dan cucunya lebih
dari 100.
16.
Dan Allah SWTtelah memberkahi umurnya sehinagga ia
hidupu dalam 1 kurun penuh dan lebih 3 tahun. Anas bin
Malik RA adalah orang yang sangat mengharapkan Syafaat
Rasulullah besok pada hari Qiyamat, dia selalu mengatakan :
“Sesungguhnya aku ingin bertemu Rasulullah SAW besok
pada hari Qiyamat, dan aku akan mengatakan kepadanya,
“Wahai Rasulallah ini adalah pembantu kecilmu Unais”. Dan
ketika Anas bin Malik sakit dipenghujung usianya beliau
berkata kepada keluarganya : “Talkinkan aku 2 kalimat
Syahadat, Laa Ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah”.
Setelah Anas bin Malik mengikuti dua kalimat Syahadat
tersebut Beliau meninggal dengan bahagia. Dan beliau
mewasiatkan agar ia di kubur dengan tongkat kecil yang
dihadiahkan Rasulullah SAW kepadanya, dan diletakkan
disebelah sisi bersama gamis yang ia kenakan.
17.
Sungguh beruntung Anasbin Malik atas
karunia Allah yang diberikan kepadanya,
karena ia bisa mendampingi Rasulullah selama
10 tahun penuh, dan dia adalah 3 diantara
periwayat hadits terbanyak setelah Abu
Hurairah dan Abdullah bin Umar. Semoga
Allah memberikan pahala kepadanya dan
kepada ibunya dengan sebaik-baiknya pahala.
18.
5 Perubahan yangakan kita lakukan
Menjadi orang yang amanah
dalam menjlankan suatu perintah
Konsisten terhadap sesuatu
yang kita pilih
Bersikap ramah terhadap
siapapun
Meningkatkan rasa cinta kita
terhadap Nabi Muhammad SAW
Tidak sombong dengan
segala harta yang dipunya