1. Dokumen tersebut membahas tentang sifat-sifat besaran fisis skalar dan vektor, serta operasi-operasi dasar vektor seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dan vektor, proyeksi ortogonal, dan vektor satuan.
Sifat besaran fisis: Skalar
Vektor
Besaran Skalar
Besaran yang hanya memiliki besar ( nilai ) saja
Contoh: panjang, massa, dan waktu
Catatan : skalar tidak tergantung sistem koordinat
Besaran Vektor
Besaran yang memiliki besar ( nilai ) dan juga arah
z
x
y
PENGENALAN VEKTOR
Contoh : kecepatan, percepatan, gaya
Catatan : vektor tergantung sistem koordinat
3.
Adalah Himpunan ruasgaris-ruas
garis berarah yang mempunyai
besar dan arah yang sama,dimana
panjang ruas garis berarah itu
disebut panjang vektor dan arah
ruas garis berarah disebut arah
vektor
4.
Gambar :
P Q
TitikP : Titik pangkal vektor
Titik Q : Ujung vektor
Tanda panah : Arah vektor
Panjang PQ = |PQ| : Besarnya (panjang) vektor
Notasi Vektor
A Huruf tebal
Pakai tanda panah di atas
A
A Huruf miring
Besar vektor A = A = |A|
(pakai tanda mutlak)
PENGGAMBARAN DAN PENULISAN (NOTASI)
VEKTOR
5.
Catatan :
a. Duavektor sama jika arah dan besarnya sama
A B A = B
b. Dua vektor dikatakan tidak sama jika :
1. Besar sama, arah berbeda
A
B
A B
2. Besar tidak sama, arah sama
A B
3. Besar dan arahnya berbeda
A B
A B
A B
Why?
Why?
Why?
6.
VEKTOR DI R2
Vektordi R2
adalah
vektor yang terletak di satu bidang
atau
Vektor yang hanya mempunyai
dua komponen yaitu x dan y
7.
VEKTOR DI R2
OA
PA
OP
O P
i
j
X
A(x,y)
Y
OP = xi; OQ= yj
Jadi
OA =xi + yj
atau
a = xi + yj
a
x
y
i vektor satuan searah
sumbu X
j vektor satuan searah
sumbu Y
Q OA
OQ
OP
8.
Vektor di R3
Vektordi R3
adalah Vektor yang terletak di
ruang dimensi tiga
atau
Vektor yang mempunyai
tiga komponen
yaitu x, y dan z
9.
Misalkan koordinat titikT di R3
adalah (x, y, z) maka OP = xi;
OQ = yj dan OS = zk
X
Y
Z
T(x,y,z)
O
xi
yj
zk
P
Q
S
Hasil darialjabar tersebut dengan menggunakan 2
metode hasilnya sama, yaitu :
14.
Penjumlahan Vektor
Dalambentuk pasangan bilangan sbb:
d
b
c
a
d
c
b
a
v
u
d
c
v
dan
b
a
u
15.
Pengurangan Vektor
Selisihdua vektor u dan
v ditulis u – v
didefinisikan u + (-v)
Dalam bentuk pasangan
bilangan
v
u
w = u - v -v
u
d
b
c
a
d
c
b
a
v
u
d
c
v
dan
b
a
u
16.
Besar Vektor HasilPenjumlahan dan
Pengurangan
2
2
)
(
)
(
|
| d
b
c
a
v
u
d
b
c
a
d
c
b
a
v
u
d
c
v
dan
b
a
u
Jika
n
Penguranga
2
2
)
(
)
(
|
| d
b
c
a
v
u
d
b
c
a
d
c
b
a
v
u
d
c
v
dan
b
a
u
Jika
n
Penjumlaha
1. Perkalian Skalardengan Vektor
2. Perkalian vektor dengan Vektor
a. Perkalian Titik (Dot Product)
b. Perkalian Silang (Cross Product)
1. Perkalian Skalar dengan Vektor Hasilnya vektor
C = k A k : Skalar
A : Vektor
Vektor C merupakan hasil perkalian antara skalar k dengan vektor A
Catatan : Jika k positif arah C searah dengan A
Jika k negatif arah C berlawanan dengan A
k = 3,
A C = 3A
PERKALIAN VEKTOR
21.
Perkalian Titik (DotProduct)
Perkalian titik (dot product) a•b (dibaca a dot b) antara dua vektor
a dan b merupakan perkalian antara panjang vektor dan cosinus
sudut antara keduanya.
cos
|
||
| b
a
b
a
Dalam bentuk komponen vektor, bila a = [a1,b1,c1] dan b = [a2,b2,c2],
maka :
2
1
2
1
2
1 c
c
b
b
a
a
b
a
a•b > 0 jika {γ| 0 < γ < 90o}
a•b = 0 jika {γ| γ = 90o}
a•b < 0 jika {γ| 90o < γ< 180o}
22.
Besar dan Arahdalam Perkalian Dot Product
Besar Sudut γ dapat dihitung dgn:
b
b
a
a
b
a
b
a
b
a
|
||
|
cos
24.
PERKALIAN SILANG (CROSS
PRODUCT)Arah vektor hasil cross product
adalah tegak lurus pada kedua
vektor tersebut dan memenuhi
aturan tangan kanan (right-hand
rule).
a x b = ab sin .
= sudut antara vektor dan vektor
25.
Dan apabila ditulisdalam determinan matriks, maka
kita dapatkan rumus sebagai berikut:
2. Diketahui koordinattitik A adalah (2, -3, 4). Tuliskan dalam bentuk vektor dan
berapa
besar vektornya ?
Vektor
Jawab :
= +
+
2
2
(-3)
2
4
2
A A
= 2i – 3j + 4k
A
= = 29 satuan
3. Tentukanlah hasil perkalian titik dan perkalian silang dari dua buah vektor berikut ini :
2i – 2j + 4k
A =
i – 3j + 2k
B =
Jawab :
Perkalian titik :
A . B = 2.1 + (-2)(-3) + 4.2
= 16
Perkalian silang :
A x B =
2
3
1
4
2
2
-
-
k
j
i
= { (-2).2 – 4.(-3)} i – {2.2 – 4.1} j + {2.(-3) – (-2).1} k
= (-4+12) i – (4-4) j + (-6+4) k
= 8i – 0j – 2j
= 8i – 2k
Vektor Posisi
OA= a dan OB = b
adalah vektor posisi.
AB = OB – OA
= b – a
30
X
Y
0
A
B
b
a
Vektor yang menyatakan posisi suatu titik dalam sistem
koordinat
31.
VEKTOR SATUAN
Vektor yangbesarnya satu satuan
A
A
A
ˆ
Dalam koordinat Cartesian (koordinat tegak)
Z
Y
X
j
k
i
A Arah sumbu x :
Arah sumbu y :
Arah sumbu z :
Notasi 1
ˆ
ˆ
A
A
A
A Besar Vektor
k
A
j
A
i
A
A z
y
x
ˆ
ˆ
ˆ
k̂
ĵ
iˆ
32.
Vektor Ortogonal
Teorema
Hasil perkalian dot product antara dua vektor
bukan-nol adalah nol jika dan hanya jika vektor-
vektor tersebut saling tegak lurus
Vektor a disebut ortogonal thd vektor b jika a•b =
0, dan vektor b juga ortogonal thd vektor a.
Vektor nol 0 ortogonal terhadap semua vektor.
Untuk vektor bukan-nol
a•b = 0 jika dan hanya jika cos γ = 0 γ = 90o =
π/2
33.
Proyeksi Ortogonal
Jikau dan a adalah vektor - vektor dalam
ruang berdimensi 2 atau 3 dan jika a ≠ 0,
maka :
a
a
a
.
u
u
oy
Pr 2
a
Proyeksi ortogonal u pada a
atau komponen vektor u yang
sejajar dengan a
a
a
a
.
u
u
u
oy
Pr
u 2
a
Komponen vektor u
yang ortogonal
terhadap a