1 Instrumentasi Pengendalian
Automatik
Diagram Blok Kontrol Closed Loop
+
_
+
Set point Controller Elemen
Kontrol Akhir
Elemen
sensor
Proses
Transmitter
Load
_
2. Elemen Dalam Sistem Kontrol
1. Transmitter
Alat ini berfungsi untuk mengubah besaran fisis
menjadi besaran standard yang dapat diterima oleh
kontroler agar dapat dilakukan proses kontrol.
2. Kontroller
Alat ini berfungsi sebagai pengontrol yang menerima
input sinyal dari transmitter dan membandingkanya
dengan input setpoint untuk menghasilkan output
kontrol yang menuju ke elemen kontrol akhir.
2. Elemen Dalam Sistem Kontrol
3. Elemen Kontrol Akhir
Alat ini berfungsi untuk melakukan action
terhadap sinyal kontrol yang dikeluarkan oleh
Kontroler dan alat ini lah yang langsung
memberikan perubahan pada perubahan fisis
dari suatu proses yang dikontrol.
2.1 Sensor & Transmitter
1. Temperatur
2. Pressure
3. Level
4. Flow
5. Proximity
2.1.1 Temperature
Secara umum yang digunakan adalah :
1.Termocouple
Susunan thermocouple terdiri dari dua kabel metal
yang berbeda materialnya, dengan adanya panas
akan membangkitkan perbedaan tegangan yang
proporsional terhadap perubahan temperatur.
2.1.1 Temperature
2. RTD (Resistance Temperature Detector)
Terbuat dari metal yang akan mengalami kenaikan
resistansi mengikuti perubahan temperatur dari
proses, resistansi tsb ditransmisikan oleh
transmitter dalam bentuk sinyal 4 – 20 mA.
2.1.2 Pressure
Local Pressure Indicator
Terbuat dari metal yang lengkung, akan
mengalami stress sesuai dengan bertambahnya
tekanan yang diukur .
2.1.2 Pressure
Pressure transmitter
Terdiri dari sensor module, signal conditioning yang
terintegrasi dalam electronic card. Proses akan
memberikan input pressure dan akan dideteksi oleh
sensor module, kemudian ditransmisikan ke DCS
oleh electronic card.
2.1.3 Level
Gauge glass
Menggunakan bejana gelas transparent yang
terhubung dengan vessel, ketinggian pada bejana
gelas adalah sama dengan ketinggian cairan didalam
vessel.
2.1.4 Flow
Flow transmitter : Jenis prowirl yang menggunakan
sensor vortex untuk membentuk vortek aliran,
frekuensi vortek tersebut akan dikonfersikan
sebagai flow yang mengalir.
2.1.7 Proximity
Proximity sensor merupakan sensor yang digunakan
sebagai indicator switch untuk memberikan respon
kondisi open atau close suatu system control.
2.2 Kontroler
DCS (Distributed Control System)
Merupakan kontroler yang memiliki strategi kontrol
PID, Fuzzy, dan algoritma kontrol lainya, secara
umum digunakan untuk continous control system.
PLC (Programmable Logic Controller)
Merupakan kontroler sequensial yang memberikan
2 state output berdasarkan hubungan sistem logic
pada input – inputnya, secara umum digunakan
untuk On-Off control system dan juga untuk safety
integrated system (ESD/Interlock)
2.3. Elemen Kontrol Akhir
Control Valve
On-Off Valve : Control valve yang beroperasi pada 2
state(keadaan) yaitu full close dan full open
Throtling valve : Control valve yang beroperasi
pada persentase opening 0-100 %
Assesoris Control Valve
- Pressure Regulator
- Positioner
- Solenoid Valve
- I/P Converter (for pneumatic positioner)
Control Valve Actuator
HandJack
Pressure
Regulator
Positioner
Stem
Body Valve
2.3.1 Pressure Regulator
Intrumen yang berfungsi untuk memfilter dan
meregulasi (mengurangi) pressure dari header
agar pressure tersebut dapat digunakan oleh
positioner atau oleh actuator.
2.3.2 Positioner
Instrumen ini berfungsi sebagai controler pada
valve yang menerima sinyal 4-20 mA dari DCS
dan mengontrol besarnya supply IA yang akan
diteruskan menuju actuator valve.
2.3.3 Solenoid Valve
Solenoide valve merupakan valve yang dikontrol
secara On-Off, accesoris control valve yang
ditujukan dalam system interlock.
2.3.4 I/P Converter
Current to Pressure transducer berfungsi untuk
mengubah sinyal arus menjadi sinyal pressure
yang akan diterima positioner pneumatik.

Basic Instrumentasi and control system.ppt

  • 2.
    1 Instrumentasi Pengendalian Automatik DiagramBlok Kontrol Closed Loop + _ + Set point Controller Elemen Kontrol Akhir Elemen sensor Proses Transmitter Load _
  • 3.
    2. Elemen DalamSistem Kontrol 1. Transmitter Alat ini berfungsi untuk mengubah besaran fisis menjadi besaran standard yang dapat diterima oleh kontroler agar dapat dilakukan proses kontrol. 2. Kontroller Alat ini berfungsi sebagai pengontrol yang menerima input sinyal dari transmitter dan membandingkanya dengan input setpoint untuk menghasilkan output kontrol yang menuju ke elemen kontrol akhir.
  • 4.
    2. Elemen DalamSistem Kontrol 3. Elemen Kontrol Akhir Alat ini berfungsi untuk melakukan action terhadap sinyal kontrol yang dikeluarkan oleh Kontroler dan alat ini lah yang langsung memberikan perubahan pada perubahan fisis dari suatu proses yang dikontrol.
  • 5.
    2.1 Sensor &Transmitter 1. Temperatur 2. Pressure 3. Level 4. Flow 5. Proximity
  • 6.
    2.1.1 Temperature Secara umumyang digunakan adalah : 1.Termocouple Susunan thermocouple terdiri dari dua kabel metal yang berbeda materialnya, dengan adanya panas akan membangkitkan perbedaan tegangan yang proporsional terhadap perubahan temperatur.
  • 7.
    2.1.1 Temperature 2. RTD(Resistance Temperature Detector) Terbuat dari metal yang akan mengalami kenaikan resistansi mengikuti perubahan temperatur dari proses, resistansi tsb ditransmisikan oleh transmitter dalam bentuk sinyal 4 – 20 mA.
  • 8.
    2.1.2 Pressure Local PressureIndicator Terbuat dari metal yang lengkung, akan mengalami stress sesuai dengan bertambahnya tekanan yang diukur .
  • 9.
    2.1.2 Pressure Pressure transmitter Terdiridari sensor module, signal conditioning yang terintegrasi dalam electronic card. Proses akan memberikan input pressure dan akan dideteksi oleh sensor module, kemudian ditransmisikan ke DCS oleh electronic card.
  • 10.
    2.1.3 Level Gauge glass Menggunakanbejana gelas transparent yang terhubung dengan vessel, ketinggian pada bejana gelas adalah sama dengan ketinggian cairan didalam vessel.
  • 11.
    2.1.4 Flow Flow transmitter: Jenis prowirl yang menggunakan sensor vortex untuk membentuk vortek aliran, frekuensi vortek tersebut akan dikonfersikan sebagai flow yang mengalir.
  • 12.
    2.1.7 Proximity Proximity sensormerupakan sensor yang digunakan sebagai indicator switch untuk memberikan respon kondisi open atau close suatu system control.
  • 13.
    2.2 Kontroler DCS (DistributedControl System) Merupakan kontroler yang memiliki strategi kontrol PID, Fuzzy, dan algoritma kontrol lainya, secara umum digunakan untuk continous control system. PLC (Programmable Logic Controller) Merupakan kontroler sequensial yang memberikan 2 state output berdasarkan hubungan sistem logic pada input – inputnya, secara umum digunakan untuk On-Off control system dan juga untuk safety integrated system (ESD/Interlock)
  • 14.
    2.3. Elemen KontrolAkhir Control Valve On-Off Valve : Control valve yang beroperasi pada 2 state(keadaan) yaitu full close dan full open Throtling valve : Control valve yang beroperasi pada persentase opening 0-100 % Assesoris Control Valve - Pressure Regulator - Positioner - Solenoid Valve - I/P Converter (for pneumatic positioner)
  • 15.
  • 16.
    2.3.1 Pressure Regulator Intrumenyang berfungsi untuk memfilter dan meregulasi (mengurangi) pressure dari header agar pressure tersebut dapat digunakan oleh positioner atau oleh actuator.
  • 17.
    2.3.2 Positioner Instrumen iniberfungsi sebagai controler pada valve yang menerima sinyal 4-20 mA dari DCS dan mengontrol besarnya supply IA yang akan diteruskan menuju actuator valve.
  • 18.
    2.3.3 Solenoid Valve Solenoidevalve merupakan valve yang dikontrol secara On-Off, accesoris control valve yang ditujukan dalam system interlock.
  • 19.
    2.3.4 I/P Converter Currentto Pressure transducer berfungsi untuk mengubah sinyal arus menjadi sinyal pressure yang akan diterima positioner pneumatik.