2. Elemen DalamSistem Kontrol
1. Transmitter
Alat ini berfungsi untuk mengubah besaran fisis
menjadi besaran standard yang dapat diterima oleh
kontroler agar dapat dilakukan proses kontrol.
2. Kontroller
Alat ini berfungsi sebagai pengontrol yang menerima
input sinyal dari transmitter dan membandingkanya
dengan input setpoint untuk menghasilkan output
kontrol yang menuju ke elemen kontrol akhir.
4.
2. Elemen DalamSistem Kontrol
3. Elemen Kontrol Akhir
Alat ini berfungsi untuk melakukan action
terhadap sinyal kontrol yang dikeluarkan oleh
Kontroler dan alat ini lah yang langsung
memberikan perubahan pada perubahan fisis
dari suatu proses yang dikontrol.
2.1.1 Temperature
Secara umumyang digunakan adalah :
1.Termocouple
Susunan thermocouple terdiri dari dua kabel metal
yang berbeda materialnya, dengan adanya panas
akan membangkitkan perbedaan tegangan yang
proporsional terhadap perubahan temperatur.
7.
2.1.1 Temperature
2. RTD(Resistance Temperature Detector)
Terbuat dari metal yang akan mengalami kenaikan
resistansi mengikuti perubahan temperatur dari
proses, resistansi tsb ditransmisikan oleh
transmitter dalam bentuk sinyal 4 – 20 mA.
8.
2.1.2 Pressure
Local PressureIndicator
Terbuat dari metal yang lengkung, akan
mengalami stress sesuai dengan bertambahnya
tekanan yang diukur .
9.
2.1.2 Pressure
Pressure transmitter
Terdiridari sensor module, signal conditioning yang
terintegrasi dalam electronic card. Proses akan
memberikan input pressure dan akan dideteksi oleh
sensor module, kemudian ditransmisikan ke DCS
oleh electronic card.
10.
2.1.3 Level
Gauge glass
Menggunakanbejana gelas transparent yang
terhubung dengan vessel, ketinggian pada bejana
gelas adalah sama dengan ketinggian cairan didalam
vessel.
11.
2.1.4 Flow
Flow transmitter: Jenis prowirl yang menggunakan
sensor vortex untuk membentuk vortek aliran,
frekuensi vortek tersebut akan dikonfersikan
sebagai flow yang mengalir.
12.
2.1.7 Proximity
Proximity sensormerupakan sensor yang digunakan
sebagai indicator switch untuk memberikan respon
kondisi open atau close suatu system control.
13.
2.2 Kontroler
DCS (DistributedControl System)
Merupakan kontroler yang memiliki strategi kontrol
PID, Fuzzy, dan algoritma kontrol lainya, secara
umum digunakan untuk continous control system.
PLC (Programmable Logic Controller)
Merupakan kontroler sequensial yang memberikan
2 state output berdasarkan hubungan sistem logic
pada input – inputnya, secara umum digunakan
untuk On-Off control system dan juga untuk safety
integrated system (ESD/Interlock)
14.
2.3. Elemen KontrolAkhir
Control Valve
On-Off Valve : Control valve yang beroperasi pada 2
state(keadaan) yaitu full close dan full open
Throtling valve : Control valve yang beroperasi
pada persentase opening 0-100 %
Assesoris Control Valve
- Pressure Regulator
- Positioner
- Solenoid Valve
- I/P Converter (for pneumatic positioner)
2.3.1 Pressure Regulator
Intrumenyang berfungsi untuk memfilter dan
meregulasi (mengurangi) pressure dari header
agar pressure tersebut dapat digunakan oleh
positioner atau oleh actuator.
17.
2.3.2 Positioner
Instrumen iniberfungsi sebagai controler pada
valve yang menerima sinyal 4-20 mA dari DCS
dan mengontrol besarnya supply IA yang akan
diteruskan menuju actuator valve.
18.
2.3.3 Solenoid Valve
Solenoidevalve merupakan valve yang dikontrol
secara On-Off, accesoris control valve yang
ditujukan dalam system interlock.
19.
2.3.4 I/P Converter
Currentto Pressure transducer berfungsi untuk
mengubah sinyal arus menjadi sinyal pressure
yang akan diterima positioner pneumatik.