ATMOSFER
KONDISI UMUM ATMOSFER
ATMOSFER
Apa yang
dimaksud dengan
atmosfer?
Atmosfer  atmos = uap;
sphaira = bola bumi
Atmosfer merupakan lapisan
udara yang menyelubungi bumi.
AWAL EVOLUSI ATMOSFER
CO2 berkadar
tinggi; tidak
ada O2
tidak ada
lapisan ozon
sinar UV tidak
mengalami
atenuasi
intensitas
radiasi sangat
kuat
tidak ada
kehidupan; kecuali
pada perairan dalam
once upon a
time
muncul makhluk
hidup berklorofil
+ 3,5 milyar
tahun lalu
terjadi
fotosintesis
kadar CO2
berkurang; kadar
O2 bertambah
terbentuk
lapisan ozon
(O3) di
stratosfer
Proses fotokimia dan energi matahari
suhu
bumi
turun
revolusi
makhluk
hidup ke
daratan
ATMOSFER
Atmosfer berfungsi sebagai payung atau pelindung
kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat di siang
hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa
pada malam hari.
Atmosfer menghambat setiap benda yang bergerak
melaluinya, sehingga sebagian meteor yang melalui
atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum sampai
ke permukaan bumi.
Atmosfer bersifat dapat dimampatkan (kompresibel) 
lapisan atmosfer bawah lebih rapat daripada lapisan
atasnya tekanan udara berkurang sesuai dengan
ketinggian.
SIFAT-SIFAT ATMOSFER
 Tidak memiliki warna, tidak berbau, dan tidak
memiliki wujud, hanya bisa dirasakan oleh indera
perasa kita dalam bentuk angin.
 Memiliki berat sehingga dapat menyebabkan
tekanan.
 Memiliki sifat dinamis dan elastis yang dapat
mengembang dan mengerut.
KOMPOSISI ATMOSFER
Gas Volume (%) Massa (%)
Nitrogen 78,088 75,527
Oksigen 20,949 23,143
Argon 0,930 1,282
Karbondioksida 0,030 0,045
99,997 99,997
KOMPOSISI ATMOSFER
 Oksigen, sangat penting bagi kehidupan; mengubah zat makanan
menjadi energi hidup; berperan dalam proses pembakaran.
 Karbon dioksida, dibutuhkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis;
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan
hewan; menyebabkan efek rumah kaca.
 Nitrogen, jumlah terbanyak dalam atmosfer; merupakan bagian dari
senyawa organik.
 Neon, Argon, Xenon, Kripton, merupakan gas mulia; tidak mudah
bergabung dengan unsur lain.
 Helium dan hidrogen, sangat jarang di udara, kecuali pada paras yang
tinggi; sering dipakai untuk mengisi balon metrologi.
 Ozon, gas yang sangat aktif; menyerap radiasi ultraviolet yang
berbahaya bagi manusia.
 Uap air, sangat penting dalam proses cuaca, karena dapat berubah fasa
(wujud) menjadi fasa cair (kondensasi) dan fasa padat (deposisi).
 Debu, terdiri dari asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar,
kebakaran hutan, bakteri, spora, tepung dan serbuk dari tanah yang
terhembus ke atas, partikel garam yang terpercik dari laut, dan
sebagainya; konsentrasinya berkurang seiring pertambahan ketinggian.
STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
 Troposfer (0 – 10 km)
 Stratosfer (10 – 50 km)
 Mesosfer (50 – 90 km)
 Termosfer (90 - 300 km)
STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
LAPISAN TROPOSFER (0 – 10 KM)
 Troposfer artinya bulatan atau lapisan yang
berubah-ubah.
 Terjadi gejala cuaca (awan, petir, topan, badai, dan
hujan).
 Terjadi penurunan suhu karena sangat sedikitnya
troposfer menyerap radsiasi gelombang pendek
dari matahari, sedangkan permukaan tanah
memberikan panas pada lapisan troposfer yang
berada di atasnya, melalui konduksi, konveksi,
kondensasi, dan sublimasi yang dilepaskan oleh
uap air atmosfer.
 Lapisan troposfer dibatasi oleh tropopause.
STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
LAPISAN STRATOSFER (10 – 50 KM)
 Stratosfer artinya bulatan atau lapisan berlapis yang
ditandai oleh pencampuran vertikal yang sangat lemah.
 Lapisan stratosfer merupakan lapisan inversi (suhu
udara bertambah tinggi seiring pertambahan
ketinggian).
 Lapisan stratosfer dibatasi oleh stratopause (0 °C)
Kenaikan suhu pada stratosfer disebabkan
adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi
ultra violet dari matahari.
STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
LAPISAN MESOSFER (50 – 90 KM)
 Mesosfer artinya bulatan atau lapisan tengah yang
tumpang tindih dengan ionosfer bawah.
 Terjadi penurunan suhu seiring pertambahan
ketinggian karena lapisan ini mempunyai
keseimbangan radiasi yang negatif.
 Lapisan mesosfer dibatasi oleh mesopause.
STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
LAPISAN TERMOSFER (90 – 300 KM)
 Termosfer artinya bulatan atau lapisan panas yang
meluas sampai ketinggian beberapa ratus kilometer
dan bersuhu antara 400 °C hingga 2000 °C
bergantung pada tingkat (fasa) aktivitas matahari
dan lintang tempat.
 Pada termosfer terdapat lapisan ionosfer yang
berfungsi untuk memantulkan gelombang radio
sebagai alat komunikasi. Di atas lapisan ionosfer
terdapat lapisan eksosfer.
 Lapisan termosfer dibatasi oleh termopause.
Termopause memiliki suhu konstan terhadap
ketinggian tetapi berubah terhadap waktu
(bergantung insolasi).
KOMPLEKSITAS ATMOSFER INDONESIA
 Kemompleksan atmosfer ditandai oleh bertemunya
sirkulasi Hadley (sirkulasi meridional), sirkulasi Walker
(sirkulasi zonal), dan sirkulasi konveksi di atas benua
maritim Indonesia.
 Pada tahun El Nino terjadi subsidensi sirkulasi Walker yang
kemudian divergen di permukaan sehingga sistem
perawanan dan distribusi curah hujan berkurang di benua
maritim Indonesia.
 Sirkulasi Hadley atau sirkulasi angin pasat dapat berubah
menjadi monsun barat laut pada waktu BBU musim dingin
dan menjadi monsun tenggara pada waktu BBS musim
dingin.
 Atmosfer Indonesia berperan penting dan unik dalam
perubahan atmosfer global.
KOMPLEKSITAS ATMOSFER INDONESIA
 Kerumitan dinamika atmosfer ekuator dan keunikan
atmosfer benua matirim Indonesia menyebabkan
kesulitan prediksi cuaca dengan tingkat ketelitian
yang tinggi.
 Tropopause pada daerah ekuator termasuk di atas
Indonesia lebih tinggi dibandingkan tropopause
pada daerah subtropis dan daerah polar.
FENOMENA ATMOSFER:
CUACA
DAN
IKLIM
CUACA DAN IKLIM
 Cuaca merupakan keadaan udara pada saat
tertentu di wilayah tertentu yang relatif sempit dan
pada jangka waktu yang singkat.
 Iklim merupakan suatu keadaan umum kondisi
cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim
merupakan kelanjutan dari hasil-hasil pengamatan
dan pencatatan unsur cuaca selama 30 tahun.
UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM
 Suhu udara
 Tekanan udara
 Angin: kekuatan dan arah
 Kelembaban udara
 Curah hujan
 Awan
SUHU UDARA
 Merupakan keadaan panas
dan dinginnya udara
 Dipengaruhi oleh:
 Lama penyinaran matahari
 Sudut datang sinar matahari
 Relief permukaan bumi
 Banyak sedikitnya awan
 Perbedaan letak lintang
TEKANAN UDARA
 Menyatakan berat
massa udara di suatu
wilayah
 Dipengaruhi oleh
ketinggian
ANGIN
Merupakan udara yang bergerak
Parameter angin:
 Kekuatan angin
 Arah angin
 Kecepatan angin
 Sistem angin
HUJAN
Merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk
cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer
ke permukaan bumi
AWAN
Merpakan kumpulan titik-titik air/kristal
es di udara yang terjadi karena adanya
kondensasi/sublimasi dari uap air yang
terdapat dalam udara.
Jenis-jenis awan:
1. Awan tinggi
2. Awan sedang
3. Awan rendah
4. Awan yang terjadi karena udara naik
AWAN TINGGI
 Misalnya: cirrus
AWAN SEDANG
 Misalnya:Altocumulus
AWAN RENDAH
 Misalnya: Stratocumulus
AWAN YANG TERJADI KARENA UDARA NAIK
 Misalnya: Cumulonimbus
KLASIFIKASI IKLIM DAN POLA CURAH HUJAN
DI INDONESIA

Atmosfer.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 4.
    ATMOSFER Apa yang dimaksud dengan atmosfer? Atmosfer atmos = uap; sphaira = bola bumi Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi.
  • 5.
    AWAL EVOLUSI ATMOSFER CO2berkadar tinggi; tidak ada O2 tidak ada lapisan ozon sinar UV tidak mengalami atenuasi intensitas radiasi sangat kuat tidak ada kehidupan; kecuali pada perairan dalam once upon a time muncul makhluk hidup berklorofil + 3,5 milyar tahun lalu terjadi fotosintesis kadar CO2 berkurang; kadar O2 bertambah terbentuk lapisan ozon (O3) di stratosfer Proses fotokimia dan energi matahari suhu bumi turun revolusi makhluk hidup ke daratan
  • 6.
    ATMOSFER Atmosfer berfungsi sebagaipayung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat di siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer menghambat setiap benda yang bergerak melaluinya, sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum sampai ke permukaan bumi. Atmosfer bersifat dapat dimampatkan (kompresibel)  lapisan atmosfer bawah lebih rapat daripada lapisan atasnya tekanan udara berkurang sesuai dengan ketinggian.
  • 7.
    SIFAT-SIFAT ATMOSFER  Tidakmemiliki warna, tidak berbau, dan tidak memiliki wujud, hanya bisa dirasakan oleh indera perasa kita dalam bentuk angin.  Memiliki berat sehingga dapat menyebabkan tekanan.  Memiliki sifat dinamis dan elastis yang dapat mengembang dan mengerut.
  • 8.
    KOMPOSISI ATMOSFER Gas Volume(%) Massa (%) Nitrogen 78,088 75,527 Oksigen 20,949 23,143 Argon 0,930 1,282 Karbondioksida 0,030 0,045 99,997 99,997
  • 9.
    KOMPOSISI ATMOSFER  Oksigen,sangat penting bagi kehidupan; mengubah zat makanan menjadi energi hidup; berperan dalam proses pembakaran.  Karbon dioksida, dibutuhkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis; dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan hewan; menyebabkan efek rumah kaca.  Nitrogen, jumlah terbanyak dalam atmosfer; merupakan bagian dari senyawa organik.  Neon, Argon, Xenon, Kripton, merupakan gas mulia; tidak mudah bergabung dengan unsur lain.  Helium dan hidrogen, sangat jarang di udara, kecuali pada paras yang tinggi; sering dipakai untuk mengisi balon metrologi.  Ozon, gas yang sangat aktif; menyerap radiasi ultraviolet yang berbahaya bagi manusia.  Uap air, sangat penting dalam proses cuaca, karena dapat berubah fasa (wujud) menjadi fasa cair (kondensasi) dan fasa padat (deposisi).  Debu, terdiri dari asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, bakteri, spora, tepung dan serbuk dari tanah yang terhembus ke atas, partikel garam yang terpercik dari laut, dan sebagainya; konsentrasinya berkurang seiring pertambahan ketinggian.
  • 10.
    STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER Troposfer (0 – 10 km)  Stratosfer (10 – 50 km)  Mesosfer (50 – 90 km)  Termosfer (90 - 300 km)
  • 11.
    STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER LAPISANTROPOSFER (0 – 10 KM)  Troposfer artinya bulatan atau lapisan yang berubah-ubah.  Terjadi gejala cuaca (awan, petir, topan, badai, dan hujan).  Terjadi penurunan suhu karena sangat sedikitnya troposfer menyerap radsiasi gelombang pendek dari matahari, sedangkan permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang berada di atasnya, melalui konduksi, konveksi, kondensasi, dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.  Lapisan troposfer dibatasi oleh tropopause.
  • 12.
    STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER LAPISANSTRATOSFER (10 – 50 KM)  Stratosfer artinya bulatan atau lapisan berlapis yang ditandai oleh pencampuran vertikal yang sangat lemah.  Lapisan stratosfer merupakan lapisan inversi (suhu udara bertambah tinggi seiring pertambahan ketinggian).  Lapisan stratosfer dibatasi oleh stratopause (0 °C) Kenaikan suhu pada stratosfer disebabkan adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi ultra violet dari matahari.
  • 13.
    STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER LAPISANMESOSFER (50 – 90 KM)  Mesosfer artinya bulatan atau lapisan tengah yang tumpang tindih dengan ionosfer bawah.  Terjadi penurunan suhu seiring pertambahan ketinggian karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang negatif.  Lapisan mesosfer dibatasi oleh mesopause.
  • 14.
    STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER LAPISANTERMOSFER (90 – 300 KM)  Termosfer artinya bulatan atau lapisan panas yang meluas sampai ketinggian beberapa ratus kilometer dan bersuhu antara 400 °C hingga 2000 °C bergantung pada tingkat (fasa) aktivitas matahari dan lintang tempat.  Pada termosfer terdapat lapisan ionosfer yang berfungsi untuk memantulkan gelombang radio sebagai alat komunikasi. Di atas lapisan ionosfer terdapat lapisan eksosfer.  Lapisan termosfer dibatasi oleh termopause. Termopause memiliki suhu konstan terhadap ketinggian tetapi berubah terhadap waktu (bergantung insolasi).
  • 15.
    KOMPLEKSITAS ATMOSFER INDONESIA Kemompleksan atmosfer ditandai oleh bertemunya sirkulasi Hadley (sirkulasi meridional), sirkulasi Walker (sirkulasi zonal), dan sirkulasi konveksi di atas benua maritim Indonesia.  Pada tahun El Nino terjadi subsidensi sirkulasi Walker yang kemudian divergen di permukaan sehingga sistem perawanan dan distribusi curah hujan berkurang di benua maritim Indonesia.  Sirkulasi Hadley atau sirkulasi angin pasat dapat berubah menjadi monsun barat laut pada waktu BBU musim dingin dan menjadi monsun tenggara pada waktu BBS musim dingin.  Atmosfer Indonesia berperan penting dan unik dalam perubahan atmosfer global.
  • 16.
    KOMPLEKSITAS ATMOSFER INDONESIA Kerumitan dinamika atmosfer ekuator dan keunikan atmosfer benua matirim Indonesia menyebabkan kesulitan prediksi cuaca dengan tingkat ketelitian yang tinggi.  Tropopause pada daerah ekuator termasuk di atas Indonesia lebih tinggi dibandingkan tropopause pada daerah subtropis dan daerah polar.
  • 17.
  • 18.
    CUACA DAN IKLIM Cuaca merupakan keadaan udara pada saat tertentu di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat.  Iklim merupakan suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim merupakan kelanjutan dari hasil-hasil pengamatan dan pencatatan unsur cuaca selama 30 tahun.
  • 19.
    UNSUR-UNSUR CUACA DANIKLIM  Suhu udara  Tekanan udara  Angin: kekuatan dan arah  Kelembaban udara  Curah hujan  Awan
  • 20.
    SUHU UDARA  Merupakankeadaan panas dan dinginnya udara  Dipengaruhi oleh:  Lama penyinaran matahari  Sudut datang sinar matahari  Relief permukaan bumi  Banyak sedikitnya awan  Perbedaan letak lintang
  • 21.
    TEKANAN UDARA  Menyatakanberat massa udara di suatu wilayah  Dipengaruhi oleh ketinggian
  • 22.
    ANGIN Merupakan udara yangbergerak Parameter angin:  Kekuatan angin  Arah angin  Kecepatan angin  Sistem angin
  • 23.
    HUJAN Merupakan peristiwa sampainyaair dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi
  • 24.
    AWAN Merpakan kumpulan titik-titikair/kristal es di udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Jenis-jenis awan: 1. Awan tinggi 2. Awan sedang 3. Awan rendah 4. Awan yang terjadi karena udara naik
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    AWAN YANG TERJADIKARENA UDARA NAIK  Misalnya: Cumulonimbus
  • 29.
    KLASIFIKASI IKLIM DANPOLA CURAH HUJAN DI INDONESIA