Aspek bioetika penelitian  stem cell M. K. Tadjudin Ketua  Kelompok Kerja  Stem Cell Komisi Bioetika Nasional
 
 
                                                                                                                                                                                                                                               
Isu pelitian  stem cell   Ilmiah Etika Hukum
Isu ilmiah Niat/tujuan Definisi  stem cell Sumber  stem cell Sumber embrio  Metode penelitian
 
 
Sel Paneth, enterosit  brush border  , sel goblet yang mensekresikan mukus, sel enteroendokrin vilus Sel epitel yang berada di sekitar dasar kriptus Epitel usus Sel mucus dan sel bersilia, pneumosit tipe I dan II Sel basal trakhea dan sel mukus, sel Clara bronkiolus, pneumosit alveolus tipe II Sel epitel paru Epidermis dan folikel rambut Lapisan basal epidermis, folikel rambut Keratinosit (kulit) Serat otot skelet Serat otot Otot skelet atau sel satelit Sel beta pankreas Dalam pulau Langerhans, sel nestin positif, sel lonjong, dan sel saluran Pankreas Sel lonjong yang menghasilkan hepatosit dan sel duktus Di sekitar saluran Hering Hati Neron, astrosit, oligodendrosit Sel ependim, astrosit SSP Sel saraf Tulang, tulang rawan, tendon, lemak, lemak, otot, stroma sumsum, sel saraf Sumsum tulang merah, darah tepi Mesenkim Sumsum tulang, darah, sel limfo/hematopoetik Sumsum tulang merah, darah tepi Hematopoetik Sel/jaringan yang dihasilkan Asal Jenis  stem cell
Isu etika (1) Apakah manfaat yang diperoleh membenarkan penelitian  stem cell  ? Sumber  stem cell Apakah penelitian  stem cell  sebaiknya dibatasi untuk bidang tertentu yang tidak memerlukan  stem cell  embrio.
Isu etika (2) Bagaimana hak mereka yang telah menyumbang sel/jaringan ? (isu  informed consent , privasi dan konfidentialitas)  Apakah manfaat untuk donor baik dalam bentuk langsung (pengobatan penyakitnya) maupun dalam bentuk finansial
Isu etika (3) Apa yang akan dilakukan setelah suatu galur  stem cell  terbentuk ? Apakah eksperimen lintas spesies dibenarkan ? Apakah pembuatan ‘embrio etis’ dibenarkan ?
Isu etika (4) Bagaimana perlakuan kelompok kelola ?   Bagaimana kewajiban dan tugas  mereka yang terlibat dalam penelitian?
Isu perundangan Apakah diperlukan peraturan perundangan untuk mengatur penelitian dan komersialisasi hasil penelitian  stem cell  ? Apakah perlu dibentuk suatu badan pengawas  penelitian  stem cell  ? Sosialisasi dan pendidikan masyarakat tentang  stem cell
Kesimpulan (1) Penelitian  stem cell  demikian pula aspek etikanya perlu dibedakan antara penelitian yang menggunakan  stem c ell  embrio,  penelitian yang menggunakan sel blastosis 8 sel,  dan penelitian yang menggunakan  stem cell  dewasa.  Penelitian yang menggunakan  stem cell  dewasa dapat dilakukan dengan persyaratan yang lazim untuk penelitian biomedik. Pengklonan untuk menghasilkan embrio yang akan digunakan untuk penelitian  stem cell  dari segi etika sulit diterima, sedangkan upaya pembuatan ’embrio etis’ perlu kajian ilmiah dan etika lebih lanjut.
Kesimpulan (2) Penelitian yang menggunakan jaringan yang berasal dari kadaver abortus dan sisa zigot IVF perlu dua persetujuan, yaitu persetujuan untuk abortus dan persetujuan untuk menggunakan hasil abortus sebagai sumber  stem cell . Peraturan perundangan dan badan pengawas penelitian  stem cell  perlu diadakan pada tingkat nasional dan tingkat lembaga penelitan. Upaya pembuatan ’embrio etis’ perlu kajian etika yang lebih mendalam. Hal ini menyangkut juga definisi dari embrio dan hidup serta kehidupan.
Kesimpulan (3) Pengklonan lintas spesies untuk memperoleh blastosis yang menghasilkan  stem cell  perlu kajian ilmiah dan etika yang lebih mendalam. Tantangan bagi para peneliti adalah bagaimana membuat  stem cell  dewasa yang multipoten menjadi sel yang pluripoten.

Aspek Bioetika Penelitian Stem Cell

  • 1.
    Aspek bioetika penelitian stem cell M. K. Tadjudin Ketua Kelompok Kerja Stem Cell Komisi Bioetika Nasional
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    Isu pelitian stem cell Ilmiah Etika Hukum
  • 6.
    Isu ilmiah Niat/tujuanDefinisi stem cell Sumber stem cell Sumber embrio Metode penelitian
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Sel Paneth, enterosit brush border , sel goblet yang mensekresikan mukus, sel enteroendokrin vilus Sel epitel yang berada di sekitar dasar kriptus Epitel usus Sel mucus dan sel bersilia, pneumosit tipe I dan II Sel basal trakhea dan sel mukus, sel Clara bronkiolus, pneumosit alveolus tipe II Sel epitel paru Epidermis dan folikel rambut Lapisan basal epidermis, folikel rambut Keratinosit (kulit) Serat otot skelet Serat otot Otot skelet atau sel satelit Sel beta pankreas Dalam pulau Langerhans, sel nestin positif, sel lonjong, dan sel saluran Pankreas Sel lonjong yang menghasilkan hepatosit dan sel duktus Di sekitar saluran Hering Hati Neron, astrosit, oligodendrosit Sel ependim, astrosit SSP Sel saraf Tulang, tulang rawan, tendon, lemak, lemak, otot, stroma sumsum, sel saraf Sumsum tulang merah, darah tepi Mesenkim Sumsum tulang, darah, sel limfo/hematopoetik Sumsum tulang merah, darah tepi Hematopoetik Sel/jaringan yang dihasilkan Asal Jenis stem cell
  • 10.
    Isu etika (1)Apakah manfaat yang diperoleh membenarkan penelitian stem cell ? Sumber stem cell Apakah penelitian stem cell sebaiknya dibatasi untuk bidang tertentu yang tidak memerlukan stem cell embrio.
  • 11.
    Isu etika (2)Bagaimana hak mereka yang telah menyumbang sel/jaringan ? (isu informed consent , privasi dan konfidentialitas) Apakah manfaat untuk donor baik dalam bentuk langsung (pengobatan penyakitnya) maupun dalam bentuk finansial
  • 12.
    Isu etika (3)Apa yang akan dilakukan setelah suatu galur stem cell terbentuk ? Apakah eksperimen lintas spesies dibenarkan ? Apakah pembuatan ‘embrio etis’ dibenarkan ?
  • 13.
    Isu etika (4)Bagaimana perlakuan kelompok kelola ? Bagaimana kewajiban dan tugas mereka yang terlibat dalam penelitian?
  • 14.
    Isu perundangan Apakahdiperlukan peraturan perundangan untuk mengatur penelitian dan komersialisasi hasil penelitian stem cell ? Apakah perlu dibentuk suatu badan pengawas penelitian stem cell ? Sosialisasi dan pendidikan masyarakat tentang stem cell
  • 15.
    Kesimpulan (1) Penelitian stem cell demikian pula aspek etikanya perlu dibedakan antara penelitian yang menggunakan stem c ell embrio, penelitian yang menggunakan sel blastosis 8 sel, dan penelitian yang menggunakan stem cell dewasa. Penelitian yang menggunakan stem cell dewasa dapat dilakukan dengan persyaratan yang lazim untuk penelitian biomedik. Pengklonan untuk menghasilkan embrio yang akan digunakan untuk penelitian stem cell dari segi etika sulit diterima, sedangkan upaya pembuatan ’embrio etis’ perlu kajian ilmiah dan etika lebih lanjut.
  • 16.
    Kesimpulan (2) Penelitianyang menggunakan jaringan yang berasal dari kadaver abortus dan sisa zigot IVF perlu dua persetujuan, yaitu persetujuan untuk abortus dan persetujuan untuk menggunakan hasil abortus sebagai sumber stem cell . Peraturan perundangan dan badan pengawas penelitian stem cell perlu diadakan pada tingkat nasional dan tingkat lembaga penelitan. Upaya pembuatan ’embrio etis’ perlu kajian etika yang lebih mendalam. Hal ini menyangkut juga definisi dari embrio dan hidup serta kehidupan.
  • 17.
    Kesimpulan (3) Pengklonanlintas spesies untuk memperoleh blastosis yang menghasilkan stem cell perlu kajian ilmiah dan etika yang lebih mendalam. Tantangan bagi para peneliti adalah bagaimana membuat stem cell dewasa yang multipoten menjadi sel yang pluripoten.